Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Pertama kali setor misi.


__ADS_3

Akhirnya, kami tiba di Guild Petualang pada malam hari. Aku tidak tahu ternyata Guild Petualang masih aktif sampai jam delapan malam.


Suasana berbeda dengan ketika kami datang pada pagi hari, sekarang Guild terlihat ramai.


Banyak petualang berotot dan wanita berpakaian minim sedang mengobrol dengan gembira sambil menenggak minuman mereka.


Tunggu, bukankah i-ini aktivitas Guild yang aku tunggu-tunggu!!


Ketika kami datang, itu masih pagi. Aku seharusnya menyadari itu. Mereka semua pasti sedang bekerja.


Sekarang kebanyakan dari mereka mungkin sama seperti aku, sudah menyelesaikan pekerjaan dan menggunakan pendapatan mereka untuk minum-minum.


Ini benar-benar sangat ramai. Selain itu, kami juga menemukan sejumlah Demi-human kecuali Beastman.


Kami masuk dan banyak orang yang memperhatikan pergerakan kami, tetapi langsung menghiraukannya dan melanjutkan interaksi diantara mereka.


Ini bagus. Akan sangat merepotkan jika salah satu diantara mereka ada yang mengajak kami mengobrol. Itu akan membuat aku tidak nyaman.


Kami langsung menuju ke konter Penyelesaian Misi dan memberikan tiga kantung keranjang berisi tumbuhan Eril.


Kemudian, wajah wanita penjaga konter agak bingung melihat tumpukan tumbuhan yang kami bawa.


"Permisi, kalian membawa banyak sekali tumbuhan, apakah ini semua untuk menyelesaikan misi? Dan misi seperti apa yang telah kalian ambil? Selain itu, aku belum pernah melihat wajah kalian, apa kalian sudah mendaftar menjadi Petualang?"


Wanita penjaga konter bertanya dengan heran.


Aku pikir, karena ini merupakan tumbuhan langka, mungkin dia lupa atau semacamnya dan menganggap ini semua sebagai tumbuhan biasa.


Dia juga menanyai status kami. Mungkin orang yang bukan anggota mereka tidak bisa mengambil misi dan sebagainya. Semua harus tetap pada prosedur.


Di saat-saat seperti itu, tiba-tiba wanita resepsionis yang kami kenal muncul dari balik pintu khusus pegawai.


"Ah, bukankah Anda adalah Petualang baru? Kenapa Anda dan rekan anda datang malam-malam seperti ini?"


Dia sangat ramah.


Keranjang tumbuhan yang kami taruh di lantai, kami arahkan lagi ke hadapan kedua orang itu.


"Kami tidak mengambil misi, tetapi mengumpulkan tumbuhan yang diperlukan. Ini tumbuhan Eril yang kamu maksud, bukan. Nona? Kami memang tidak bisa menemukan tumbuhan Fearos dan Mosei, namun aku pikir tumbuhan Eril ini sudah cukup."


Benar, dalam satu hari, mana bisa kami mencari semua tumbuhan yang bahkan belum kami kenal. Kami tidak memiliki waktu.


"Eh, tunggu, sebanyak ini? Bagaimana bisa kalian mengumpulkan tumbuhan langka sebanyak ini?"


Wanita resepsionis bertanya dengan bingung, sedangkan wanita penjaga konter ini hanya melihat kami dengan heran.


"Uh, jangan memberi pertanyaan seperti itu. Tentu saja, kami menuju ke lokasi pencarian dan mencabut mereka dari tanah."


Aku memberikan jawaban rasional.


Aku juga sedikit bermain-main di sungai, tetapi aku tidak bisa mengatakan hal itu di depan wanita dewasa.


"Tidak, maaf. Maksudku, ini tumbuhan yang langka, Anda tahu? Dan sekarang, tumbuhan ini ada sangat banyak di tangan kalian. Aku hanya heran kenapa kalian bisa dapat sebanyak ini?"


Dia tersadar kalau sudah salah memberikan pertanyaan.


Namun, jika anda bertanya hal-hal seperti itu kepada kami — yang seorang pemula dalam mencari tumbuhan langka —, maka kami harus bertanya kepada siapa lagi agar kami bisa menjawab pertanyaan itu?


"Sudahlah, kami juga tidak terlalu mengerti tentang tumbuhan. Kami hanya menemukan ini di sarang kura-kura ungu."


...


...


...


Mengakhiri kalimat, tiba-tiba suasana di guild ini menjadi sunyi.


Aku bahkan sampai mengatakan "Eh?" dan melihat tatapan semua orang sedang terfokus pada kami.


"K-Kamu, apa kamu mengalahkan kura-kura itu?"


Wanita penjaga konter akhirnya mulai berbicara kembali.


Itu pertanyaan bagus untuk memecahkan kesunyian ini. Jadi aku memutar otak agar semua orang dapat menerima pembicaraan kami dan mengakhiri kesunyian tidak nyaman itu.


"T-Tentu saja kami tidak membunuhnya. Kami hanya menggunakan skill menghilangkan hawa keberadaan dan mengambil tumbuhan ini secara diam-diam dari monster itu."


Sambil tertawa garing dan menggaruk kepala, aku menjawab pertanyaannya.


Wanita itu seperti "Fiuh, aku pikir Anda bisa mengalahkannya." dan merasa lega setelah mendengar jawabanku.


Nah, semua orang juga mengobrol kembali dan bersikap biasa.


Namun, wanita resepsionis menatap kami lekat-lekat. Dia pasti curiga bahwa aku bukan orang biasa seperti itu.


Pertama, aku baru saja mendaftar menjadi petualang tadi pagi dan menyelesaikan misi pada malam hari.


Di dunia tanpa kendaraan bermotor ini, untuk bisa bepergian ke tempat jauh hanya dalam satu hari itu konyol.


Kecuali resepsionis, semua orang di sini tidak mengetahui kenyataan itu. Namun, wanita resepsionis masih tetap diam setelah kami mengeluarkan alasan yang tidak jelas untuk menjawab pertanyaan wanita konter.

__ADS_1


Aku yakin dia pasti mengerti kenapa aku membuat alasan dan memilih untuk tetap diam. Dia wanita yang cukup bijaksana.


Kami menyerahkan semua tumbuhan kepada kedua wanita itu agar dapat dihitung. Hasilnya, kami telah mendapatkan 160 tumbuhan Eril dan menerima upah hasil pengumpulan sebanyak 4 koin emas dan 8 koin perak.


Menilai dari tingkat kesulitan misi kali ini, upah seperti itu benar-benar sangat kecil.


Tetapi, Bagaimanapun juga, cara kami memang tidak wajar karena biasanya orang akan mengalahkan monster terlebih dulu dan menganggap misi pengumpulan tumbuhan sebagai bonus.


Aku mengerti itu dan mulai meninggalkan Guild. Lalu...


"Tunggu sebentar."


Di luar gedung Guild, wanita resepsionis memanggil kami.


"Ada apa?"


"Aku sangat tidak percaya bahwa kalian hanya akan melakukan itu?"


Sebagai pegawai Guild, mungkin ada hal yang harus dia konfirmasi agar mendapatkan informasi aktual. Dan, ada aturan untuk menjaga privasi petualang peringkat tinggi, itu sebabnya dia tidak bertanya di dalam Guild ketika aku berbohong.


Meski kami bukan petualang peringkat tinggi, namun kami sudah bisa berurusan dengan monster peringkat B.


"Aku akan menjelaskannya kepada Anda. Apa yang baru saja aku katakan, tidak semuanya bohong. Kami memang tidak mengambil tumbuhan itu secara diam-diam, tapi kami juga tidak membunuh monsternya. Monster itu dengan patuh menunggu ketika kami sedang memanen tumbuhan miliknya. Setelah itu kami mengembalikan monster itu ke sarangnya. Hanya itu."


"K-Kenapa Anda tidak membunuhnya?"


"Karena tumbuhan Eril bisa tumbuh subur di dekat makhluk itu. Itu sebabnya, kami melepaskannya kembali agar dia bisa membudidayakan tumbuhan Eril yang kami sisakan. Tumbuhan itu sangat bermanfaat, kan. Bagi kalian? Jika kami mengalahkannya, tumbuhan Eril tidak akan bisa tumbuh."


"Hanya karena alasan itu kalian tidak membunuh monster?"


Ekspresi wanita itu seperti mengatakan "Apa kalian gila?", sambil tercengang.


Aktivitas monster memang sering merugikan manusia, dan mereka sudah jelas harus dimusnahkan. Tetapi, aku tidak melihat kura-kura itu mengganggu manusia dan dia juga berada jauh dari kawasan manusia.


Jadi, membunuh makhluk yang tidak bersalah bukanlah hobiku. Selain itu, dia sangat bermanfaat untuk penunjang kehidupan tumbuhan Eril. Tidak terlalu menguntungkan jika dia dibunuh sekarang.


Namun, sepertinya wanita resepsionis tidak menerima alasan seperti itu. Tidak, tidak hanya wanita resepsionis, tetapi seluruh umat manusia memang menganggap monster adalah makhluk yang berbahaya.


"Bagaimanapun juga, kami tidak mengambil misi penumpasan monster. Dan ada satu hal yang ingin aku katakan padamu. Temanku ini, Azure, dia adalah monster."


Azure sedikit membungkuk setelah aku memperkenalkan dia pada wanita itu.


"Apa... Mo-monster katamu?"


"Benar. Kamu akan tahu alasannya kenapa kami bisa berjalan-jalan di sini dengan santai setelah dua atau tiga bulan lagi. Baiklah kalau begitu, karena kami sudah memberi penjelasan, kami akan undur diri."


Meninggalkan kata-kata misterius dan pergi meninggalkan wanita itu. Aku sudah seperti tokoh-tokoh kegelapan di dalam fiksi, sangat keren.


*


Sesampainya di penginapan, kami mendapatkan pesan dari pegawai bahwa Raja ingin bertemu dengan kami.


Hydra dan Azure juga sudah mendeteksi keberadaan para naga di halaman Istana Kerajaan. Sudah dipastikan bahwa mereka ingin mengembalikan para naga.


Ini sudah gelap, jadi kami memutuskan untuk beristirahat dan akan menemui mereka besok pagi.


Keesokan harinya, kami menemui Raja di halaman istana.


Bersama dengan dua bangsawan, Marcus meminta maaf atas kesalahan yang telah mereka buat.


Entah kenapa mereka bersikap sangat baik pada kami. Para naga yang diperbudak oleh mereka untungnya masih baik-baik saja. Jika tidak, mungkin Azure sudah marah kepada mereka, dan aku pasti tidak akan bisa menghentikan itu.


Seperti yang dijanjikan, aku juga membuka gerbang transfer di depan mereka. Lalu, keluar Mike beserta partynya dalam keadaan sehat, tentu saja.


Ngomong-ngomong, aku belum pernah berbicara dengan Pangeran itu, padahal kami seumuran.


Tanpa aku sadari, aku terlalu sibuk dan tumbuh dewasa dengan sangat cepat hingga tidak memiliki waktu untuk bermain dengan teman seumuran.


Mungkin ini bisa disebut "faktor lingkungan" yang membuat aku tidak bisa merasakan kehidupan remaja pada umumnya.


Karena dorongan dari ancaman pihak asing, aku berusaha sebaik mungkin untuk menciptakan suasana kehidupan yang nyaman.


Lalu, aku teringat dengan Atla dan Eren. Mereka berdua masih anak-anak dan harus menikmati kehidupan mereka sebagai anak-anak. Benar, karena itu juga aku selalu bekerja keras agar mereka bisa bahagia.


Tidak ada masalah jika mereka bisa bahagia, kan? Lagi pula, terkadang aku menyempatkan diri untuk sedikit bermain seperti ketika kami sedang mengumpulkan tumbuhan langka.


Tunggu, pandangan aku tentang bekerja dan bermain sepertinya agak tercampur.


Mengesampingkan itu, Raja Marcus sangat berterima kasih atas dikembalikannya Pangeran Mike, dan kami berjabat tangan.


Dia meninggalkan ucapan "Saya menantikan kerja sama anda." dengan senyuman yang sangat lebar. Itu bagus.


Setelah kami mendirikan badan pemerintahan dan menentukan nama negara, kami akan mengirim utusan untuk menandatangani perjanjian aliansi dengan negara ini.


Tentu saja, aku juga akan mengutus orang ke wilayah Byakko setelah kami menyelesaikan obat.


Ah, aku jadi teringat kembali tentang janji itu. Sepertinya aku tidak memiliki waktu untuk bermain setelah kembali.


Pembicaraan selesai, dan kami kembali dengan Gerbang Transfer.


Aku mengatakan kepada Azure untuk menemani para naga menemui Eliza. Jumlah mereka ada dua puluh, dan sepertinya Eliza sudah menyelesaikan tugas mengubah dua puluh ribu naga menjadi manusia. Jadi hanya menambah dua puluh tidak akan menjadi masalah.

__ADS_1


Namun, ketika aku menginjakkan kaki di kota kami, aku melihat perubahan yang cukup mengagumkan terjadi pada kota kami.


Untuk rumah mereka masih dalam pembangunan tetapi ada sejumlah orang yang berjualan di pinggir jalan.


Tidak, itu bukan orang tetapi naga dalam bentuk manusia. Dan lagi, dia tidak berjualan, dia hanya memajang bahan baku mentah mereka di atas meja.


Sejumlah naga yang menyadari kedatangan kami, langsung berteriak, memberi tahu yang lain bahwa tuan mereka, Azure, telah kembali.


Ya, seperti itu lagi. Wajahku sangat tidak dikenal. Namun, informasi tentang Azure sedang dalam misi penyelamatan anggota mereka pasti sudah menyebar.


Melihat kami keluar dari Gerbang Transfer sambil membawa naga, siapapun pasti akan mengetahui bahwa kami adalah orang yang ditugaskan dalam misi tersebut.


Mereka bertekuk lutut secara bersamaan untuk menyambut kedatangan kami. Sangat mencolok, aku tidak nyaman dengan ini.


Kembali ke pembicaraan tentang bahan baku mentah.


Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata mereka semua mencari hal yang enak dan menarik untuk dimakan. Lalu, mereka ingin memperkenalkan makanan baru itu ke naga yang lain, dan secara alami menciptakan "Sistem Barter".


Itu sangat keren bisa melihat mereka berkembang dalam hal budaya.


Untungnya aku adalah teman Azure, jadi ketika aku menginginkan sesuatu, mereka dengan murah hati memberi.


Ada berbagai macam buah-buahan, ikan laut, unggas, dan daging. Sayuran atau umbi-umbian mungkin sulit dicari karena mereka tidak memiliki pengalaman dalam hal itu.


Itu tidak masalah, mereka baru beberapa hari memiliki transformasi manusia dan masih awam dengan makanan manusia.


Sedikit arahan dari Gnome yang tinggal di kastil atau dari ras Huldra, mereka pasti bisa mengumpulkan lebih banyak variasi makanan.


Nah, di sinilah peran kami dibutuhkan. Kami harus membuat beberapa larangan agar mereka tidak menghambur-hamburkan sumber daya alam.


Akan tidak menyenangkan jika mereka membunuh satu makhluk hanya untuk dimakan pada waktu satu kali dan membuang sisanya hanya karena ingin mencoba.


Jika semua naga melakukan itu, ekosistem alam di sekitar sini dipastikan akan hancur dalam sekejap. Meskipun hal-hal seperti itu mungkin tidak akan terjadi, setidaknya kami harus melakukan pencegahan.


Selain itu, kami akan mengkhususkan dalam hal budidaya. Daripada harus bergantung kepada hasil alam, lebih menyenangkan jika kami bisa menghasilkan sesuatu sendiri.


Itu pasti akan memakan waktu yang sangat lama tetapi mereka harus tetap berusaha untuk menciptakan kehidupan yang nyaman.


Kami akhirnya tiba di depan kastil dan melihat Atla dan Eren sedang bermain di Lahan Perkebunan Buah Kebangkitan.


Bersama dengan Clara, mereka sepertinya sedang melakukan sesuatu.


"Kalian sedang apa?"


Aku bertanya.


Mendengar suaraku, Atla dan Eren berbalik dan langsung berlari.


Seperti yang diharapkan, mereka langsung memelukku. Sungguh anak-anak yang manis.


Setelah memberikan salam hangat, Atla mengatakan sedang meneliti slime.


...


...


...


Slime? M-Makhluk yang hanya ada di dunia fantasi itu ada di kastil ini?


Aku melihatnya di sana, sesuatu yang agak transparan bergerak secara alami dengan tekstur gelatinnya, bentuk mereka bundar tetapi tidak memiliki wajah, dan biru.


"Makhluk ini baru saja kami temukan tadi pagi dan mereka berdua cukup penasaran dengan Slime."


Clara menjelaskan dengan singkat.


"Dia bukan Slime jahat, kok."


...


...


...


Tiba-tiba, Atla mengatakan sesuatu yang sangat membuat aku nostalgia.


"Coba katakan lagi."


"Eh, dia bukan Slime jahat."


Tunggu, tunggu, kalimat ini... Sepertinya aku pernah mendengarnya di suatu tempat.


"C-Coba katakan lagi, seperti sebelumnya."


Mengakhiri itu, aku langsung menyuruh Hydra untuk merekam gambar Atla dengan kualitas gambar resolusi tertinggi.


"Eh, err, dia bukan Slime jahat, kok."


Mengesampingkan Atla yang sedang kebingungan, tiba-tiba aku menciumnya. Tentu saja Eren tidak ketinggalan.


Aku juga sudah mendapatkan rekaman Atla sedang mengatakan suatu kalimat yang sangat legendaris seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2