Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Tingkat Kekuatan.


__ADS_3

Kami semua sudah berkumpul di ruang konferensi.


Membahas tentang pengaturan perjanjian, ketentuan, dan tidak lupa dengan bisnis. Semua pembahasan itu cukup sulit untukku.


Setahun belakangan ini, aku hanya belajar sedikit tentang urusan kenegaraan karena tidak terlalu menyukai pekerjaan rumit.


Lagian, aku sudah menugaskan para naga untuk mengurus masalah diplomatik negara.


Ini memang cukup tercela. Aku datang tiba-tiba dan langsung menyuruh mereka membangun negeri. Tapi sekarang aku meninggalkan tanggung jawab dan melarikan diri.


Tidak, aku tidak melarikan diri sepenuhnya. Aku masih mengawasi mereka, bahkan sampai hari ini.


Yah, mau bagaimana lagi, hal ini lebih baik untuk diri mereka sendiri daripada hanya menjadi spesies monster melegenda.


Sekarang, posisiku berada di sudut meja bagian dekat dengan pintu keluar. Sedangkan Azure berada di sisi lain diriku dan menjadi pemimpin konferensi.


Kemudian dilanjutkan dengan Endrin, Kanis, Selena, dan Edwin — sebagai perwakilan dari negeri ini, mereka berada di sebelah kiri Azure.


Dan Lyadriel, Sigurdn, serta Elmosa berada di sebelah kanan Azure.


Mereka semua berada di sisi lain posisiku.


Aku hanya melihat mereka sambil menikmati teh. Tentu saja, aku juga menyimak kegiatan mereka dan membantu Azure sedikit.


Ngomong-ngomong, sebelum konferensi ini dimulai, pria bernama Elmosa terkejut setelah melihat Endrin.


Banyak pertanyaan yang telah Elmosa lontarkan kepada Endrin, namun dengan santai, Endrin membalas itu semua.


Dia juga menyinggung kalau Endrin membocorkan formula ramuan mereka kepada kami. Tapi nyatanya, itu tidak benar dan Endrin dengan tegas menerangkan bahwa kami memiliki teknologi sendiri untuk menghasilkan semua itu.


Jadi Elmosa terdiam, dan bahkan dia masih terdiam hingga sekarang.


Kemudian melanjutkan agenda. Pertukaran budaya, sepertinya masing-masing pihak mengizinkannya.


Tapi kami adalah negara baru. Kami memang memiliki beberapa teknologi maju, dan hanya itu.


Penduduk kami masih belum terlalu pintar dan tidak bisa mengharapkan pertukaran budaya karena kami tidak bisa mengirim orang ke salah satu negeri mereka.


Ini memang sangat disayangkan, tapi aku tidak berkecil hati.


Kemudian sebuah usulan datang dari Raja negeri Elf, Lyadriel. Dia bisa mengirimkan orang-orangnya untuk mengajar di sekolah kami.


Itu sangat membantu kami dan Endrin langsung menerimanya tanpa perlu bertanya padaku.


Dilanjutkan dengan Raja Dwarf, Sigurdn, juga akan mengirim beberapa insinyur terkenalnya untuk membantu kami.


Kemudian, Lyadriel dan Sigurdn menatap Elmosa, berharap bahwa Elmosa akan melakukan hal yang sama.


Karena sudah seperti itu, Elmosa membuka mulutnya dan akhirnya ikut andil mengirimkan orang-orangnya.


Mereka semua akhirnya sepakat untuk membantu kami. Ini untuk upaya mengajarkan pendidikan serta budaya umum pada penduduk di kota kami.


Aku bertanya-tanya kenapa mereka mau membantu kami sampai sejauh itu. Kemudian aku mengingat Hestia. Mungkin saja, Hestia sudah menyuruh mereka untuk melakukan hal itu. Membantu rakyat kami berkembang, mungkin ada untungnya bagi dia.


Melanjutkan kegiatan.


Karena mereka akan mengirim orang-orang mereka ke sini, Endrin mengusulkan untuk menaruh alat portal teleportasi portable di masing-masing negara mereka.


Tidak perlu penjelasan lebih lanjut, para ketiga raja sudah mengetahui cara penggunaannya karena mereka juga memilikinya.


Namun, hal yang membuat mereka terkejut adalah bahwa alat itu bisa dibawa ke mana-mana. Itu sangat praktis dan hemat tempat, meskipun berat.


Kemudian Endrin menjelaskan bahwa banyak bahan baku langka yang berperan dalam pengoperasian benda tersebut. Seperti Permata dan Baja Pixie.


Tergantung selera, kami bahkan bisa memadukan Mithril atau Orihalcum pada Baja Pixie untuk mendapatkan warnanya.


Itu merupakan penemuan hebat. Normalnya, seseorang hanya akan membentuk formasi sihir di sebuah Altar dan akan menggunakan kristal ajaib atau energi sendiri untuk biaya penggunaannya.


Kami hanya sedikit memodifikasinya. Tujuannya agar dapat digunakan oleh orang-orang yang tidak memiliki terlalu banyak Mana.


Yah, hal terpenting dalam penciptaan benda itu adalah karena kami memiliki banyak bahan baku untuk membuatnya.


Orang biasa sudah pasti sangat enggan dalam menggunakan bahan baku langka hanya digunakan sebagai bahan pembuatan alat seperti itu.


Kesampingkan itu.


Ketika hubungan keempat negara sudah diformalkan di atas kertas, kami lanjut ke pembicaraan biasa sambil menikmati teh.


Selagi itu, aku meminta Sigurdn membawa beberapa teknisi dwarf ke sini untuk membantu kami mewujudkan pembuatan kereta.


Entah itu kereta api atau kereta sihir, kami belum mendapatkan kemajuan. Itu sebabnya, mungkin akan lebih bagus bila kami memiliki lebih banyak otak untuk mensukseskan proyek ini.

__ADS_1


Aku mengeluarkan bola dan memproyeksikan kinerja mesin. Lalu aku menjelaskan bahwa kami ingin membuat kendaraan.


Untungnya Sigurdn mau membantu, tapi dia juga menginginkan rekaman mesin tersebut. Jadi aku memberikan bola kristal itu, berharap agar mereka bisa memanifestasikannya ke dunia ini.


Yah, kurang lebih seperti itu konferensi kami dengan ketiga negara demi-human berjalan.


Beruntung kami sudah menyediakan real estate untuk kedutaan negara mereka. Dan tampaknya, kami harus membangun lebih banyak lagi untuk menampung delegasi dari negara lainnya di masa mendatang.


*****


Hestia duduk di bangku taman Eden. Setelah mendengar bahwa Titania sudah membelot dari pasukan Raja Iblis dan sudah bersedia menyerahkan jiwanya kepada Merlin, dia menjadi tenang.


Tidak, dia tidak cukup santai untuk dibilang tenang. Dia hanya lelah berfikir dan duduk sambil meminum teh yang telah disediakan.


Mengetahui bahwa Albert telah membawa penduduk iblis (huldra) ke tanah ini, telah membuat Hestia habis pikir.


(Apa yang telah dipikirkan oleh pahlawan itu? Bukankah dia Manusia? Dan juga, Freya, bukankah dia malaikat? Kenapa dia tidak mencoba menghentikan Albert? Apakah dia terlalu mencintai Albert hingga tidak bisa membantah setiap keputusannya?)


Hestia bertanya-tanya.


Namun percuma saja bila kalimat itu dilontarkan. Bagaimanapun juga, mereka sudah berada di tanah ini.


Dan jawaban untuk kalimat terakhirnya, itu tidak semua benar. Freya memang sangat mencintai Albert, tapi bukan berarti dia tidak bisa membantah keputusan Albert.


Selain itu, Albert juga selalu meminta pendapat Freya ketika sedang Ingin memutuskan suatu hal besar. Dia tidak berani mengambil keputusan untuk kepentingan semua orang dengan dirinya sendiri.


Terlepas dari kekuatannya, Albert masih terlalu muda dan belum terlalu berpengalaman dibidang kepemimpinan.


Sampai sekarang, dia bahkan sering menyanjung dirinya sendiri karena telah membangun peradaban yang cukup maju.


Entah itu hanya sejumlah keberuntungan atau Albert memang memiliki sedikit bakat ilmu manajerial, intinya semua masih berjalan sesuai dengan perkiraan dan harapan semua orang.


Hestia memandang ketiga anak-anak keluarga Albert untuk kesekian kalinya.


Karena sekarang waktunya jam makan siang, mereka semua duduk dengan rapih di bangku mereka masing-masing sambil menyantap hidangan mereka.


Jika membicarakan konsep keluarga, mereka memang terlihat sangat damai dan harmonis.


Mereka tidak terlihat seperti keluarga bangsawan maupun keluarga sejenis Tuan Tanah lainnya, mereka terlihat sangat biasa dengan gaya hidup normal.


Entah itu makanan atau tempat duduk, mereka semua diberikan jatah dan posisi yang sama. Tidak ada aturan tentang siapa "pelayan" dan siapa "taun", padahal status mereka jelas sangat berbeda dan sudah ditetapkan.


Setelah melihat ini, Hestia meyakinkan bahwa Albert berasal dari kehidupan sosial biasa. Dan itu membuat Hestia berfikir bahwa Albert adalah manusia. Bukan iblis ataupun malaikat.


Karena penasaran, Hestia bertanya ke Titania.


Mereka berada di satu meja dan saling berhadapan. Freya bersama dengan Kaguya dan Titania, Hestia bersama dengan Bizura dan Wizura.


Mendengar ini, Titania memandang Freya untuk mengkonfirmasi bagaimana dia akan menjawab.


"Kamu boleh bebas menjawab."


Dan freya mengizinkannya.


Meski Freya bukan Tuan Titania, tetapi dia masihlah istri Albert dan sahabat Merlin. Jadi, terlepas dari rasnya, Titania tetap harus menghormatinya.


Yah, ini bukan berarti Titania peduli dengan ras. Asalkan dia bisa mengabdi kepada Merlin, itu sudah cukup untuknya.


"Tentu saja karena keberadaan Nyonya Merlin, hanya itu."


Setelah menelan makanan di dalam mulut, Titania menjawab dengan santai. Kemudian melanjutkan memakan hidangannya kembali seolah-olah tidak peduli dengan pihak lain.


Hestia cukup kesal karena tingkah laku Titania yang acuh, tapi Hestia memang tidak pernah mengharapkan sesuatu dari iblis. Apalagi iblis kali ini adalah iblis bangsawan, mendapatkan tata krama dari mereka adalah pemikiran naif.


"Merlin, ya. Dia wanita yang cukup pendiam."


Hestia mengutarakan pendapatnya.


"Ya. Meski begitu, dia adalah orang yang paling kuat di antara kami semua."


Freya mengungkapkan kebenaran, dan membuat Hestia sedikit terkejut.


"Bukankah dia manusia sama seperti Albert?"


"Fufu, lihat, kamu sama sepertiku, tidak bisa menilai kekuatan sejatinya Merlin. Mau bagaimana lagi, dia adalah yang terkuat. Saat ini, dia mengambil bentuk manusia untuk mengunci kekuatan sejatinya. Tapi, meskipun itu dikunci, dia masih bisa bertarung setara denganku. Atau bahkan bisa mengalahkanku dengan kekuatannya yang terkunci itu."


Freya menjelaskan dengan baik.


Pengetahuan ini, sudah menjadi hal umum di jajaran keluarga Albert. Dan tidak ada salahnya memberikan informasi ini kepada Hestia.


Ketika pertarungan melawan Leviathan terjadi, Merlin hanya kembali ke bentuk rasialnya sebagai fallen. Namun hanya itu saja, dia tidak benar-benar membuka kunci kekuatan sejatinya.

__ADS_1


Dan hanya dengan kembali ke wujud aslinya, Merlin sudah bisa melukai Levi. Sedangkan Freya masih perlu berusaha untuk menangani Levi. Jika tidak, dia pasti akan mendapatkan kesulitan untuk menahan serangan dari ekor Levi.


Pada awalnya, Freya juga terkejut mendengar Merlin adalah fallen.


Dalam sejarah malaikat, satu anggota pernah dibuang dan dihukum oleh surga karena telah berbuat dosa.


Namun dia adalah laki-laki, tidak ada catatan yang mengatakan bahwa dia adalah perempuan. Itu sebabnya, Freya meyakinkan bahwa Merlin bukan berasal dari dunia ini.


Meski Freya tidak tahu bagaimana wujud dari pria itu, namun kedatangan Titania telah mengonfirmasi bahwa fallen itu adalah laki-laki. Dan memverfikasi bahwa Merlin merupakan eksistensi yang berbeda.


Percaya kepada iblis memang salah, tapi iblis itu membicarakan tentang leluhur mereka. Dan itu tidak akan membuat persoalan untuk Freya.


Yah, terlepas dari itu semua, Freya sangat bersyukur bahwa Merlin benar-benar bukan orang jahat dan sangat mencintai Albert.


Freya bisa menjamin ini karena dia sudah tinggal setahun dengan Merlin. Bagi makhluk spiritual, itu adalah periode yang sangat singkat. Namun tidak ada tanda-tanda kejanggalan dengan pola pikir Merlin dan Albert.


Atau bahkan sebaliknya, mereka terlalu polos dan berjiwa bersih. Sebagai Archangel, Freya sangat paham dengan satu hal ini yang terdapat dalam diri mereka.


Mereka benar-benar tidak memandang jenis ras orang itu atau dari mana orang itu berasal. Selama mereka bersikap baik dan sopan, Albert dan Merlin bisa menerima mereka.


Keluarga ini memang benar-benar aneh. Dan mungkin, Freya sudah terkontaminasi oleh sifat mereka dan sudah bisa menganggap bahwa semua ras itu memang sama.


Tidak ada yang namanya ras unggul atau ras lemah dan tidak ada yang namanya ras jahat ataupun ras baik. Semua tergantung bagaimana sifat individu masing-masing.


Mengetahui etika mereka seperti ini, Freya sangat bersyukur bisa hidup bersama dengan mereka dan menjalani kehidupan dengan harmonis.


Itu semua adalah isi pikiran Freya. Namun berkebalikan dengan pemikiran Freya, Hestia memiliki pandangan yang aneh kepada keluarga Albert.


Freya mengatakan bahwa Merlin bisa mengalahkannya dengan kekuatan masih terkunci.


(Apa itu tidak terlalu dilebih-lebihkan?)


Hestia memang tidak tahu kekuatan asli Freya, namun Hestia tahu bahwa Freya merupakan salah satu dari keluarga Bangsawan Seraphim.


Hanya dengan menyandang gelar itu saja sudah membuat orang berfikir bahwa Freya bukan makhluk sembarangan.


Terlebih lagi, entah itu bangsawan malaikat atau iblis, semua memiliki kemampuan yang berasal dari leluhur mereka masing-masing.


Dengan informasi ini, sudah pasti Freya memiliki kemampuan yang dia dapatkan dari keluarganya.


Kurang lebih, Hestia sudah bisa memperkirakan bahwa kekuatan Freya sama dengan dirinya sendiri. Tapi Freya mengaku bahwa Merlin masih lebih unggul daripada dirinya.


Itu membuat Hestia mengalami kesulitan dalam memahami kekuatan Merlin. Kemudian, dia teringat akan sesuatu.


"Tunggu, aku ingin mengkonfirmasi sesuatu. Apa karena Merlin lebih kuat daripada Raja Iblis, kau mau mengikutinya?"


Akhirnya, Hestia sampai pada kesimpulan ini.


Bagi makhluk spiritual, mengikuti makhluk yang lebih kuat sudah merupakan adat.


"Benar. Nyonya Merlin lebih kuat. Tidak seperti "orang itu", Nyonya Merlin bisa memotong tanganku dan menghancurkan tenggorokanku dengan mudah."


Titania berbicara dengan bangga. Mendengus beberapa kali dan membusungkan kekayaan dadanya.


Tetapi berkebalikan dengan Titania, Hestia memiliki wajah yang jijik.


(Kenapa dilukai bisa membuat dirinya senang?)


Hestia bertanya-tanya.


Seperti yang diharapkan dari iblis, mereka memang aneh.


Bagi Freya, melihat Titania seperti itu sudah menjadi hal biasa. Dan tidak seharusnya mereka menyamakan Titania dengan para iblis yang lain. Itu hanya fetish anehnya.


Mengesampingkan itu.


Sekarang, Hestia sudah paham seberapa kuat wanita yang bernama Merlin itu.


Di masa lalu, raja iblis dan para jenderalnya — termasuk Titania — sudah sangat merepotkan.


Dan juga, meski Hestia tidak mau mengakuinya, tapi dia memang lebih lemah daripada Raja Iblis. Dia tidak sebanding.


Sekarang, ada sosok wanita yang lebih kuat daripada Raja Iblis. Akan jadi sekuat apa wanita itu?


(Tunggu, bagaimana dengan albert? Apakah Albert lebih kuat daripada Merlin? Itu yang seharusnya terjadi, kan?)


Melihat seluruh bangunan dan fasilitas, tentunya Albert menjadi orang yang seperti itu. Terlepas dari apakah dia manusia atau bukan, kenyataan bahwa dia bisa menyembunyikan kekuatannya saja sudah menjadi suatu pujian.


Mengetahui Albert lebih kuat, Hestia sempat berfikir untuk merubah sikapnya ketika berada di depan Albert.


Tapi ketika dia mengingat kembali kalau Albert sangat santai dan sederhana, Hestia mempertimbangkan hal itu kembali.

__ADS_1


Mungkin tidak apa jika dia bersikap biasa kepada Albert. Lagipula, Albert, Freya, dan Merlin tidak pernah menyuruh Hestia untuk menjaga sikap. Itu hanya akan menciptakan kondisi yang bodoh jika Hestia tiba-tiba bersikap sopan di depan mereka.


Jadi pada akhirnya Hestia memutuskan untuk bersikap "semua masih seperti sebelumnya, tidak ada yang berubah".


__ADS_2