Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Kisah Pilu.


__ADS_3

Niks keluar secara tiba-tiba dan mengatakan hal yang tidak mengenakan.


"Ma-Maksudnya berbahaya?"


"Dia adalah iblis kejam yang pernah menghancurkan sebuah kultus sekaligus membunuh seluruh rakyat seiman kultus tersebut bersamaan dengan menghancurkan negara mereka."


Niks menjelaskan betapa mengerikannya iblis bernama Demiurge itu. Dan ketika aku melihat deskripsi di kartunya, apa yang dikatakan oleh Niks ternyata tertulis dengan rinci di sana.


Itu sangat mengerikan. Dan jika aku membangkitkan Demiurge, itu akan menjadi kisah cerita sungguhan yang akan muncul ke dunia ini.


"Biar aku memastikannya dulu, kenapa kamu menunjuk orang ini kepadaku, Julius?"


"Ada dua alasan kenapa saya memperkenalkan orang ini walaupun saya sendiri tidak ingin keberadaan ada di sini. Yang pertama, dia sangat kuat dan layak bekerja untuk Anda, Tuan Albert. Dan yang kedua... Dia sangat setia."


"Setia?"


Jika iblis itu benar-benar setia, itu berarti dia masuk ke dalam kriteria untuk menjadi bawahanku. Kita bisa kesampingkan kekejamannya karena aku sendiri pun pernah melakukan hal buruk.


"Em, Julius benar. Sebenarnya alasan kenapa Demiurge menghancurkan kultus dan negara tersebut karena mereka sudah melakukan hal buruk kepadanya."


"Hal buruk seperti apa?"


"Itu, seorang wanita yang sangat dicintai oleh Demiurge digantung lalu dibakar hidup-hidup oleh orang-orang kultus tersebut."


"..."


"..."


Ah, apa itu. Sungguh makhluk tidak berpendidikan. Kenapa aku tidak mengetahui alur cerita ini padahal aku sudah memainkan gamenya selama lima tahun? Jika saja aku memperhatikan bagian-bagian kecil dari cerita game tersebut, aku pasti tidak akan menanyakan hal ini.


(Itu sangat tidak nyaman untuk didengar.)


Yah, aku tidak fokus pada hal tersebut, karena aku lebih suka pertarungan PVP gamenya.


"Hm?"


Tiba-tiba, Julius menyerahkan satu kartu berwarna putih dengan gambar seorang wanita bernama Silvana. Di deskripsinya disebutkan bahwa dia adalah seorang Alchemist hebat yang menemukan berbagai macam obat-obatan.


"Wanita ini adalah kekasih Demiurge."


"Kartunya warna putih..."


"Dia seorang manusia."


"Ahh, begitu ya."


Hubungan terlarang antara iblis dan manusia. Aku jadi mengerti kenapa Julius mengetahui keberadaan Demiurge dan alasan kenapa Julius menyarankannya.


Jika itu iblis yang mencintai seorang manusia, kami mungkin dapat mempercayainya.


Silvana, wanita cantik berpenampilan cerdas. Kupikir kekasih Demiurge adalah iblis yang tertangkap oleh para manusia. Dan, aku entah kenapa bisa menebak kalau Demiurge ini dikalahkan oleh Julius karena Julius selalu memperlihatkan rasa bersalah di wajahnya, dari awal dia memperkenalkan iblis itu padaku.


Julius seorang pahlawan berhati baik.


"Julius juga bagian dari keluargaku, tentu saja aku akan mempercayai orang yang diharapkan oleh Julius. Kita akan membangkitkan Demiurge, Sophia, dan Silvana. Ah, kalian juga bagian dari keluargaku, kok. Tentu saja."


Sambil menepuk pundak Julius — pria yang lebih tinggi dariku, aku juga memberikan senyumanku kepada para Einherjar.


Setelah mendapatkan anggukan dari para Einherjar, aku mulai membentuk tubuh untuk Silvana.


Silvana bisa menjadi alasan untuk Demiurge tinggal di sini, oleh karena itu aku ingin membangkitkan dia terlebih dahulu.


Aku mulai mengumpulkan sejumlah fregmen-fregmen kartu Silvana. Jumlahnya tidak banyak, jadi dia tidak bisa ditingkatkan menjadi kartu [Legendary-class] seperti para Einherjar.


Tapi itu tidak menjadi masalah karena aku masih bisa membangkitkan jiwanya dengan menggunakan buah kebangkitan.


Setelah tubuhnya selesai, integrasi jiwa dengan tubuh buatan itu terjadi, dan kemudian memanifestasikan gadis telanjang tanpa sehelai pakaian. Semua pria (termasuk aku) langsung berbalik dan membiarkan para gadis-gadis mengurus pakaian Silvana.


Setelah selesai, aku menyuntikkan Manaku ke tubuh Silvana lalu dia mulai membuka matanya secara perlahan.


"..."


Dia terlihat bingung, sejauh ini kondisinya baik-baik saja.


"Apa kamu bisa mengingat sesuatu?"


"Huh? Ingatanku...? Agak sedikit kabur-- ah!"


"Tenanglah, semua sudah baik-baik saja. Tidak akan ada orang yang menyakitimu di sini."


"Tapi, mereka..."


"Kami mengerti, tapi kamu tidak boleh takut. Ingatlah kalau kamu memiliki seorang kekasih!"


Mereka tampak serius menenangkan Silvana, sedangkan Silvana seperti sedang ketakutan akan sesuatu.


Aku agak kurang mengerti, tapi para Einherjar sepertinya tahu sesuatu tentang kondisi seseorang yang baru saja dibangkitkan.


"B-Benar, di mana Demiurge!? Aku ingin bertemu dengannya!"


"Baiklah kami mengerti, kami akan mempertemukan kamu. Tapi sebelum itu, kamu tenang dulu ya, Silvana."


"Namaku, kamu tahu namaku?"


"Benar. Dengar baik-baik, kamu baru saja dibangkitkan dari kematian dan kami membutuhkan bantuanmu untuk menenangkan Demiurge ketika dia dibangkitkan juga."

__ADS_1


"..."


Silvana tampaknya tidak bisa mengikuti pembicaraan para Einherjar, dan wajahnya juga memperlihatkan keraguan.


"Kenapa dia terlihat takut seperti itu?"


"Pada awal kami dibangkitkan, ingatan kami memang sedikit kabur. Tapi setelah kami bisa mengingat kembali kejadian sebelum kami mati, kami masih bisa merasakan sisa-sisa kenangan kami. Bagi kami yang mati secara normal, kami tidak akan merasakan dampak apapun. Tapi bagi gadis itu yang mati karena dibakar..."


Ah, tidak usah dilanjutkan penjelasannya. Aku tidak ingin mendengar itu dan tidak ingin tahu bagaimana rasanya.


(Sial, aku merinding.)


"Apa itu artinya, Demiurge juga sudah mati?"


"Iya. Dia mati demi membalaskan dendammu. Dia sudah membunuh semua orang yang pernah menyakitimu."


"Demiurge melakukan itu untukku...? Tapi kenapa? Bukankah dia jadi mati karena aku?"


"Kamu memang benar. Tapi dia rela menghancurkan kultus dan bahkan negara itu demi untuk dirimu, Silvana. Oleh karena itu tolong bantu kami membangkitkan Demiurge dan buat dia tidak menyesali perbuatannya."


Julius terus meyakinkan Silvana. Dari perspektif lain, aku melihat ini seperti mereka sedang ingin memanfaatkan seorang wanita tidak berdaya.


"Baiklah, tolong bangkitkan Demiurge untukku."


Silvana menghapus air matanya, dan membuat keputusan dengan mata penuh keyakinan. Wanita tangguh, tidak dipungkiri kalau dia akan berpasangan dengan pria hebat.


"Sebelum itu, kamu harus mengenal orang yang telah menghidupkan kamu kembali, perkenalkan beliau adalah Yang Mulia Albert Testalia."


"Hm? Ah, iya, Silvana. Maaf tidak memperkenalkan diriku lebih awal. Kamu terlihat sangat kesakitan sebelumya, apakah kamu baik-baik saja?"


Aku terkejut ketika Veronika memperkenalkan aku kepadanya.


"Itu tidak penting lagi. Sekarang aku lebih mencemaskan Demiurge."


"Baiklah kalau itu maumu."


Rasa cintanya menghilangkan rasa sakit Silvana, fumu.


"Silvana, lihat ke belakangmu, di sana terdapat dua tubuh raksasa dan aku akan menggunakan salah satu tubuh itu sebagai wadah kebangkitan Demiurge."


Aku menunjuk ke arah Homunculus. Tingginya sekitar 20 meter, dan memiliki rambut panjang berwarna hitam. (*sebuah makhluk aneh.)


"Hah!? Apa kalian ingin mengubah Demiurge menjadi monster!?"


"Tidak, itu adalah tubuh Homunculus. Dia tidak akan menjadi monster hanya karena masuk ke tubuh itu."


Aku seharusnya tidak menyangkal itu karena dia memang akan menjadi monster ketika sudah berada di tubuh itu. Tapi sejak awal bukankah Demiurge sudah merupakan monster itu sendiri?


"Apanya yang tidak? Jelas-jelas tubuh itu sangat mencurigakan. Ditambah lagi bentuknya sangat aneh dan terlalu besar!"


"Tenanglah, Silvana. Tubuh aslinya memang seperti itu, tapi Tuan Albert bisa merubahnya ke bentuk manusia. Benar 'kan, Tuan Albert?"


Raphael menyarankan aku untuk menggunakan skill transformasi manusia.


"Iya, aku bisa melakukannya, dan sejak awal aku memang berniat mengubah mereka menjadi manusia. Tapi aku harus menaruh jiwa atau roh di dalam tubuh itu untuk bisa mengubahnya menjadi manusia."


Skill transformasi menggunakan Mana caster sihir atau bisa juga menggunakan Mana dari targetnya. Dan aku ingin menggunakan Mana target daripada aku sendiri yang harus mengeluarkan cost.


"... B-Baiklah, aku akan menyetujuinya bila dia bisa menjadi manusia."


Sigh, walaupun dia terlihat tidak yakin, dia tetap menyetujuinya.


Aku sudah selesai menyatukan fregmen-fregmen jiwa di sejumlah kartu Demiurge dan Sophia, mereka sekarang sudah menjadi kartu [Legendary-class] dan sudah bisa dibangkitkan. Aku mulai mengintegrasi jiwa mereka dengan ke-dua Homunculus dan tidak ada masalah sampai sejauh ini.


Kemudian aku menggunakan skill Transformasi pada mereka berdua dan menjadikan mereka manusia. Padahal sebenarnya skill Transformasi Manusia sudah terpasang di ke-dua tubuh Homunculus itu.


Kami memindahkan ke-dua tubuh mereka ke hadapanku, namun sebelum itu mereka sudah dikenakan pakaian oleh para Einherjar.


"Sekarang bagaimana?"


"Kami sudah bilang untuk tenang, Silvana. Bukankah kamu sudah merasakannya sendiri kalau tubuh mereka berdua itu hidup?"


"I-Itu benar. Maafkan aku."


Veronika tampaknya sudah kehabisan kesabaran. Demiurge dan Sophia sedang terbaring di lantai, dan Silvana berada di samping Demiurge, menunggu Demiurge siuman.


"Dengar, Silvana. Apapun yang terjadi, tolong tenangkan Demiurge ketika dia bangun."


"Iya, aku mengerti."


Dan kemudian, kau membangkitkan kedua roh itu secara bersamaan dengan injeksi Mana.


"..." ×2


"Kalian berdua baik-baik saja? Apa kalian berdua mengingat sesuatu tentang kehidupan sebelumnya?"


"Hei, Demiurge. Kau ingat aku? Aku Silvana."


Mereka berdua terlihat linglung pada awalnya. Namun setelah itu Demiurge seperti telah mengingat sesuatu ketika Silvana menyebut namanya.


Sophia juga menggumamkan nama Demiurge setelah mendengar kalimat itu. Entah dia tahu sesuatu atau tidak.


"Hm!?"


"Kya!"

__ADS_1


Demiurge tiba-tiba berubah menjadi kepulan asap dan menghilang dari tempatnya, dia secara paksa membawa Silvana!!


"Huh, sihir teleportnya tidak bekerja. Di mana ini...?"


Demiurge kebingungan di atas langit-langit. Tampaknya dia ingin melarikan diri dari kami bersama Silvana namun tujuan teleportasinya berada di luar jangkauan.


"T-Tenanglah, Demiurge. Mereka itu rekan kita, kurasa."


"Rekan? Palingan mereka hanya ingin melakukan hal buruk lainnya terhadap kita. Jangan mudah percaya sama orang lain, Silvana."


"U-Uhm..."


Ah, Silvana tampaknya tidak bisa diharapkan. Dia tipe wanita seperti Merlin yang selalu menuruti arahan prianya.


"Silvana, kau tidak bisa menepati janjimu?"


"A-Aku..."


"Hah, janji apa?"


Veronika memojokkan Silvana dan membuat Demiurge terganggu. Kemudian Demiurge membentuk sepasang sayap kelelawar, sepasang tanduk iblis, dan sebilah pedang hitam dari energi. Dia terlihat sangat mewaspadai kami.


"Sudah, tidak apa, Veronika—


Aku menenangkan Veronika dan menepuk pundaknya, aku tidak bisa membiarkan mereka saling membenci. Lalu aku melanjutkan.


"—Demiurge, aku bisa mengantar kalian berdua ke luar kastil ini, setelah itu kalian bisa pergi ke manapun kalian mau. Tapi berjanjilah untuk tidak membuat kerusuhan di kota. Dan ini..."


Menyelesaikan kalimat, aku melemparkan sebuah pendant yang di dalamnya terdapat sepasang magic item. Itu langsung diterima oleh Demiurge.


"Apa ini?"


"Itu adalah sepasang senjata yang aku buat khusus untukmu. Anggap saja sebagai hadiah dariku atas pertemuan kalian berdua, Demiurge, Silvana. Sekarang, aku akan mengeluarkan kalian dari sini."


"H-Hei, tunggu sebentar--"


Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, aku sudah mengirim Demiurge dan Silvana keluar dari kastil.


"K-Kenapa Anda memperbolehkan dia melarikan diri, Tuan Albert?"


"Itu karena dia ingin keluar dari sini. Tidak ada alasan lain."


"Heehh..."


Mereka tampak kecewa dengan jawabannya. Mendengar dari kisahnya, Demiurge menghancurkan negara karena alasan kekasihnya dibunuh. Sekarang dia sudah mendapatkan Silvana kembali, jadi seharusnya tidak ada alasan untuknya bertarung... Kan?


Selain itu, dia tidak tahu kalau ini adalah dunia yang berbeda. Dia pasti kembali ke sini untuk mencari informasi dari kami daripada harus hidup di tempat asing tanpa arah seperti sekarang.


Baiklah, setelah aku menjelaskan hal itu kepada mereka, kami beralih ke Sophia. Tapi kami tidak bisa menemukan Sophia di tempatnya.


"Tertangkap..."


Dan ternyata dia menyembunyikan hawa keberadaannya dan menangkapku.


Sophia memeluk tubuhku dari belakang. Benda empuk yang bersentuhan dengan punggungku begitu nyaman terasa. Aku tidak bisa melawan karena di dalam diriku ada keinginan untuk tetap diam, dan kemudian aku dibawa terbang oleh Sophia dengan sejenis sihir levitasi.


"S-Sophia, apa yang ingin kau lakukan terhadap beliau!?"


"Hehehe, aku hanya ingin meminjamnya sebentar."


"Kau tahu kalau itu tidak sopan, kan!? Cepat, turunkan beliau dari sana!"


Kedua wanita yang sedang marah terhadap ulah Sophia, Veronika dan Raphael, bukankah mereka juga melakukan hal yang sama merepotkannya ketika mereka bangkit? Tapi aku tidak tahu apa yang ingin dilakukan oleh Sophia. Aku hanya menurut ditangkap olehnya karena masih sangat nyaman berada di posisi itu.


Ah, jika kedua istriku melihat ini, mereka pasti akan...


"Hah... Hah... Hah... Ini bau seorang pahlawan... Aku penasaran dengan rasanya... Biarkan aku memakan sedikit tubuhmu, pahlawan..."


Heh!? Apa itu, mengerikan!! Dia bernafas berlebihan seperti orang mesum di belakang telingaku, itu membuat aku sangat merinding.


"Kau sudah berlebihan."


"Ack!!"


Suara Niks terdengar dari arah belakang, kemudian dia seperti melakukan sesuatu terhadap Sophia hingga Sophia mau melepaskan pelukannya.


"Ah, biarkan aku yang menangkap beliau!"


"Tidak, aku saja yang menangkapnya!"


Aku terjatuh, tapi ditangkap oleh Julius. Kedua gadis itu yang berteriak tidak memiliki kesempatan.


"Cih, bukankah sudah kubilang "aku ingin menangkapnya"?"


"Kau melakukan hal yang tidak diperlukan, Julius."


"..."


"Merlin pasti akan sangat marah jika dia mengetahui kalian memperlakukan aku seperti mainan."


"!!" ×3


"...?" ×4


Aku buru-buru turun dari Julius dan merapihkan bajuku sambil mengatakan itu ketika mereka sedang bertengkar.

__ADS_1


Aku suka membawa nama Merlin karena itu bisa menyelesaikan perselisihan dengan cepat. Dan bahkan bisa menutup mulut mereka sekaligus.


__ADS_2