Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Merapihkan tempat.


__ADS_3

Setelah albert dan yang lainnya selesai mengurus kuda, mereka memutuskan untuk pergi keluar menunggang kuda pada besok pagi sekaligus berburu monster untuk membantu meningkatkan level freya.


Meskipun albert tau kalau di dunia iblis tidak bisa meningkatkan level, albert masih ingin melakukan percobaan dan melihat hasilnya dengan mata kepala sendiri.


Tidak ada anggota yang mengeluh dan tidak ada salahnya juga untuk mencoba, lagian tujuan awal mereka keluar hanya untuk berkuda.


Mereka memutuskan untuk berkuda besok karena sebelumnya mereka sibuk membersihkan kandang di dalam gedung familiar setelah mengeluarkan para kuda.


Para familiar termasuk kuda-kuda legendaris itu tidak memerlukan makanan karena mereka semua eksistensi adikodrati.


Mereka adalah makhluk magis, hanya dengan mengkonsumsi mana, mereka bisa tetap hidup di dunia ini dan mempertahankan keberadaan mereka.


Tapi, tentu saja mereka masih bisa makan karena mereka mempunyai sistem pencernaan dan bisa melakukan proses metabolisme.


Albert dan yang lainnya pergi berburu untuk tujuan itu juga. Ini tuntutan dari leon, dia sangat mencintai para familiar.


Sedangkan untuk familiar herbivora, mereka hanya perlu keluar gerbang untuk mencari tumbuh-tumbuhan untuk dimakan. Mereka tidak lari karena alfred dan saber mengawasi.


Bahkan jika tidak diawasi, mereka tetap tidak akan pergi karena sepertinya mereka bisa mengerti bahasa manusia dan memiliki kecerdasan.


Albert berfikir itu wajar melihat mereka sudah memiliki level tinggi, mereka pasti mempunyai kelebihan di sana — tidak hanya memiliki jumlah mana yang sangat banyak tetapi juga kepintaran.


Yah, setidaknya mereka akan terus seperti itu jika ingin makan, sampai tanaman yang berada di dalam kandang tumbuh subur.


Sebenarnya, atap gedung familiar bisa dibuka supaya tanah dan tumbuhan yang berada di dalam kandang bisa menerima cahaya matahari.


Namun, tidak ada orang yang mengurus gedung familiar dan tidak ada yang membuka fasilitas itu, jadi tanaman di dalam tidak bisa tumbuh.


Albert dan yang lainnya sudah melakukan reboisasi di dalam kandang. Itu hanya akan membutuhkan waktu supaya tanaman yang ditanamkan di sana dapat tumbuh subur.


Ah, ngomong-ngomong, tanaman yang terdapat di area sekitar kastil bisa tumbuh dengan baik karena tanahnya sangat subur dan bergizi tinggi untuk para tanaman.


Albert bertanya pada hydra dan jawaban adalah karena tanah di area kastil merupakan tanah khusus yang dapat menyerap energi mana dan bisa menghasilkan unsur hara.


Hanya kata "luar biasa" yang bisa albert keluarkan setelah mendengar itu.


Dia juga ingat bahwa di dalam game, fitur untuk bertani memang tidak pernah menggunakan pupuk untuk membuat tanah menjadi subur, jadi itu semua berkat esensi mana.


Sekarang, area untuk pemain bertani ada di kedua sisi gedung kastil dan ditanami dengan berbagai macam sayuran dan buah-buahan oleh seseorang yang albert tidak tahu, mungkin diantara para pelayan ada yang mengurus itu.


Taman di depan dan belakang kastil juga ditumbuhi oleh berbagai tanaman hias, semua area kastil terlihat hidup karena itu.


Namun, perawatannya hanya sampai sekitaran kastil. Area di sekitar gedung familiar dan asrama tentara hanya ditumbuhi oleh rumput liar, tidak ada yang mengurus itu.


Lagi pula, ruang lingkup di dalam tembok gerbang memang sangat luas. Ditambah, sebelum albert dan yang lainnya datang, tidak ada yang menempati kedua gedung itu, jadi dekorasi tanaman tidak perlu dilakukan karena tidak akan ada yang melihat.


Memang cukup merepotkan untuk membersihkan itu semua, namun albert tetap melakukannya karena tidak memiliki pekerjaan lain.


Albert juga memanggil kaguya dan beberapa pelayan pria untuk membantu dalam proses membersihkan, jadi mereka bergotong royong untuk melakukan itu.


Tidak hanya membersihkan rumput liar, mereka juga menanam tanaman sebagai dekorasi.


Terdapat dua jalan besar di tengah-tengah gedung familiar dan coloseum, itu adalah jalan utama dari gerbang belakang menuju kastil.


Jalan itu dilapisi dengan ubin berwarna kuning gading dan terdapat kolam air memanjang yang berada diantara kedua jalan besar itu.


Tapi, kolam itu masih kering dan terdapat beberapa rumput liar di sana.


Albert tidak memiliki cukup tenaga kerja untuk merawat kolam itu jika diisi dengan air, jadi dia membiarkan itu tetap kering sampai dia memiliki banyak pegawai untuk dipekerjakan.


Hal yang perlu dilakukan adalah membersihkan kolam itu dari rumput liar dan menanam pohon kecil di pinggirnya, itu mereka ambil dari luar gerbang. Tidak tau nama dari tumbuhannya tapi sepertinya itu akan menjadi pohon berbatang tinggi lurus.


Semua bekerja keras termasuk merlin. Bersama dengan eliza, merlin membantu para pelayan wanita yang sedang membuat bekal untuk makan siang.


Tentu saja, dia juga membuat bekal khusus untuk suaminya sendiri.


Awalnya para pelayan terlihat ragu-ragu karena bekerja dengan tuan baru mereka, bahkan ada pendatang baru seperti eliza yang bergabung di sana. Tapi, lama kelamaan mereka terbiasa karena sikap merlin sangat baik dan sangat diterima oleh para pelayan, dia langsung mendapatkan hati para pelayan pada hari itu juga.


Eliza tidak terlalu membantu tapi untungnya dia tidak membuat terlalu banyak masalah untuk para pelayan.


Dengan lembut, merlin mengajari eliza cara memotong sayuran karena eliza tidak pernah melakukan pekerjaan dapur seperti itu sebelumnya.


William, ignis, dan leon juga berperan aktif termasuk saber dan alfred. Di mata para pelayan pria, mereka berlima adalah orang yang dapat diandalkan.


Seluruh pelayan mulai mengevaluasi majikan mereka kembali karena kegiatan itu.


Sampai pada sore hari, semua orang kelelahan dan mulai kembali ke dalam kastil.


Pada akhirnya semua bisa diselesaikan hanya dalam waktu satu hari, sesuai dengan rencana.


Sekarang sudah malam, freya duduk di atas kasurnya sambil memegang permata pixie yang dia dapatkan dari albert.


Dia masih memikirkan tentang bagaimana dia akan menangani permata itu.

__ADS_1


Permatanya sangat besar, dia bahkan menaruh permata itu di pangkuannya karena berat.


Warnanya putih dengan kilau indah di setiap sisi tapi memiliki spektrum warna merah, hijau, dan ungu di pusatnya. Itu adalah esensi mana yang terkonsentrasi pada batu itu.


Permata pixie adalah benda yang sangat langka dan dicari oleh banyak orang untuk digunakan sebagai katalisator praktik sihir.


Bagi tentara penyihir yang tidak memiliki mana cukup banyak, mereka sering menggunakan alat-alat perantara untuk meningkatkan sihir dan mana mereka.


Itu sebabnya banyak penyihir yang membawa tongkat supaya bisa mencapai kinerja yang lebih bagus dalam penggunaan sihir.


Biasanya tongkat tersebut terbuat dari bahan-bahan yang mengandung konsentrasi mana, lebih tinggi lebih disukai.


Atau dengan kristal yang sering terbentuk dari hewan magis, mereka akan menempatkan kristal itu pada tongkat mereka lalu memberi sebuah mantra pada tongkat itu untuk membantu proses jalannya pembentukan sihir.


Tentu saja, ada banyak alternatif lain untuk bisa menunjang kegiatan praktik sihir namun kebanyakan orang lebih menginginkan penggunaan tongkat karena lebih fleksibel.


Freya bukan penyihir, jadi dia tidak memerlukan tongkat untuk menaruh permata itu.


Dia memiliki pemikiran untuk menaruh permata itu pada armor, perisai, dan pedangnya.


Dengan sedikit mantra yang ditaruh pada permata itu, itu akan meningkatkan pertahanan dari benda-benda tersebut.


Namun, sekali lagi dia berfikir... Itu akan menjadi sangat disayangkan jika permata tersebut dipecah menjadi beberapa bagian.


Sangat sulit untuk mendapatkannya, namun freya mengira kalau albert masih menyimpan banyak benda seperti itu di inventarisnya.


Pendapat itu dia dapatkan ketika albert dengan mudahnya memberikan beberapa permata tersebut kepada orang yang baru dia kenal seperti freya.


Bahkan jika albert ingin menarik hatinya, dia seharusnya tidak mengeluarkan benda berharga seperti itu.


Nilai permata pixie sangat tinggi, hanya sedikit keluarga kerajaan atau klan besar yang memiliki benda seperti itu.


Itu akan menjadi sebuah harta pusaka rahasia dan ukurannya pasti tidak akan ada yang sebesar permata pixie di tangan freya.


Freya sedang memegang harta nasional sekarang.


Jika dipikirkan lagi, benda itu akan menjadi sangat berbahaya jika diketahui oleh banyak orang. Dan akan menjadi casus belli bagi raja atau penguasa tamak.


"benar, benda ini pasti akan mengundang perang."


Pikir freya. Namun, kekhawatirannya bukan untuk pihak albert, melainkan untuk pihak musuh.


Kekhawatiran itu meningkat setelah dia mengingat kembali wajah merlin, william, ignis, leon, dan tiga orang yang baru saja dipanggil oleh albert, yaitu: eliza, saber, dan alfred. Mereka semua adalah wujud dari teror dunia.


Mereka semua memiliki hawa keberadaan yang selalu membuat dada freya sedikit sesak. Itu pasti perasaan yang ingin memberi tahu freya bahwa mereka sudah menewaskan banyak jiwa. Tidak salah lagi, mereka memang memiliki kekuatan yang sangat berbahaya.


Namun, albert, sebagai pemimpin mereka sama sekali tidak memiliki aura atau atmosfer seperti itu. Dia masih suci, nyaris tidak ada sama sekali roh jahat pada tubuhnya.


Itu membuat freya menjadi bingung menilai anggotanya lainnya memiliki aura kejam.


"tuk-tuk-tuk"


Suara ketukan berasal dari pintu.


Sangat jarang ada orang lain mau mengetuk pintu freya, jadi freya sedikit tersentak di sana.


"siapa?"


"ini aku..."


Suaranya sedikit teredam tapi freya mengenal baik pemilik dari suara itu.


"buka saja, itu tidak dikunci."


Freya memberi persetujuan. Kemudian tethra masuk dengan tas besar di punggungnya.


Itu tidak membuat freya bingung kenapa dia bisa membawa tas itu.


Dia pasti mau pindah. Pikir freya.


"aku masuk, ok?"


"kamu pindah malam ini?"


"ya, cukup merepotkan jika aku memiliki kamar yang jauh. Jadi albert menyuruhku untuk pindah kamar."


"lalu tujuanmu ke sini?"


"tentu saja aku ingin pamit sebelum pindah."


"itu terdengar seolah-olah kamu ingin pergi jauh."


Tethra duduk di sebelah freya.

__ADS_1


Tasnya besar, tapi sepertinya tidak terlalu berat. Lalu tethra melihat permata yang sedang dipegang freya.


"kamu akan apakan permata itu, freya? Apa kamu ingin pasangkan permata itu di armor atau pedang?"


Tethra seperti bisa membaca pemikiran freya. Pendapat itu bukan dari "asal menebak", melainkan karena tethra melihat freya sebagai kesatria pasti akan memanfaatkan permata itu sedemikian rupa.


Tethra juga jarang melihat freya mengenakan perhiasan jadi dia tidak berfikir sampai ke sana, tapi itu bukan tidak mungkin.


Hanya saja, digunakan untuk perlengkapannya lebih bermanfaat bagi freya sebagai seorang kesatria vanguard.


Yah, bahkan jika permata itu diolah untuk meningkatkan equipment freya, itu masih akan menyisihkan sisa karena permata itu sangat besar, jadi freya masih bisa membuat perhiasan dari sisa bahan.


"aku... Tidak tahu. Benda ini sangat berharga. Aku pikir, aku akan menyimpan untuk saat ini."


"tapi benda itu tidak akan menjadi penting jika itu tidak digunakan."


Itu benar, permata itu lebih bermanfaat jika digunakan untuk memperkuat seseorang.


Sangat disayangkan jika hanya disimpan dan dianggap sebagai perhiasan biasa.


"kamu benar, tapi apa ada yang bisa mengolah benda ini?"


"ah...! Ya, sepertinya akan sulit untuk menemukan orang terampil seperti itu. Aku juga sedang menyelidikinya bersama endrin, namun benda itu benar-benar keras. Aku heran kenapa permata yang diberikan oleh albert semuanya sudah diolah dengan baik seperti itu, bahkan bentuk dan ukuran mereka sama."


Itu akan menjadi sebuah misteri jika mereka tidak bertanya pada albert.


Namun, albert juga tidak mengetahuinya sama sekali. Itu akan menjadi PR untuknya jika mereka bertanya tentang hal-hal yang bersangkutan dengan game dan kenyataan.


"tapi..."


Tethra meneruskan.


"di ruangan kerjaku, sepertinya ada alat yang bisa digunakan untuk memotong dan menghaluskan benda itu."


"sepertinya? Apa kamu tidak bisa mencobanya?"


"aku bukan seorang pengrajin, tapi aku akan bertanya pada albert untuk mencoba menggunakan itu pada batu permatanya."


Jika albert mendengar ini, dia pasti akan berfikir bahwa akan merepotkan jika hal-hal kecil seperti itu harus bertanya dulu padanya. Sejak awal, albert menaruh batu-batu itu memang bertujuan untuk diteliti dan dia menempatkan tethra di tempat itu supaya alat-alat di sana dapat tethra gunakan, jadi itu tidak masalah jika tethra melakukan percobaan pada batunya bahkan jika dia ingin menghancurkannya, albert tidak akan mengeluh, selama itu dapat menghasilkan sesuatu, apapun bentuknya.


Namun, mereka memiliki pemikiran yang berbeda tentang persepsi terhadap batu tersebut, jadi albert pasti akan memakluminya.


"karena kamu, aku juga mulai teringat kalau albert menyuruh aku untuk pindah."


"eh, kamu dipindahkan ke mana?"


"lantai tiga, kamar para eksekutif."


Karena freya sudah resmi menjadi anggota mereka, dia memiliki kewajiban untuk tinggal di sana.


"yah, kamu memang memiliki kualifikasi untuk bergabung dengan eselon atas."


"huh? Tapi aku pikir, aku tidak sebagus mereka."


Perbedaannya sangat besar, freya bahkan tidak yakin bisa melawan salah satu dari tiga orang yang baru saja albert panggil.


Freya bahkan masih tidak percaya kalau ada monster yang bertransformasi langsung di depan matanya.


Itu memang bukan tidak mungkin tapi sangat jarang melihat hal seperti "transformasi hewan-manusia" di era sekarang.


Freya bahkan sempat berfikir, apakah albert dan anggotanya adalah pasukan pahlawan dari masa lalu?


Jika benar, itu akan membuat kepalanya semakin pusing bagaimana dia akan menerima mereka.


"apa? Maksudmu, kamu tidak sepadan dengan mereka?"


Tethra memiliki wajah yang terkejut di sana, seakan-akan itu adalah hal yang mustahil.


"ya, seperti itu. Mereka... Benar-benar kuat."


Freya tidak menyangkalnya dan mengklaim itu.


"ugh, bagaimana bisa itu terjadi? Ah, aku dengar ada tiga orang baru lagi, apakah mereka juga sama?"


"i-iya... Mereka adalah monster yang telah bertransformasi."


Ekspresi di wajah tethra menjadi kosong dan ekornya terbaring lemah di atas kasur, dia bergumam "mo... Monster." seperti otaknya masih sulit untuk mencerna informasi yang baru saja dia dapatkan.


Melihat tethra seperti itu, freya langsung mengerti apa yang sedang dia pikirkan. Lagi pula sangat jarang untuk mendengar hal-hal seperti itu.


Monster yang bisa bertransformasi pasti memiliki kekuatan sangat besar.


"sudahlah, tidak perlu untuk dipikirkan. Mereka bukan orang jahat... Aku pikir."

__ADS_1


"y-yah, aku juga percaya itu."


Meskipun masih ada sedikit keraguan di hati mereka namun setidaknya mereka masih melihat albert sebagai orang baik, jadi itu bisa menjamin keamanan mereka.


__ADS_2