
Baik, ini dan itu telah terjadi, dan chicken dinner dianugerahkan kepada azure.
Sangat menakjubkan bisa melihat pertarungan eselon atas dari dekat dan dampak yang ditimbulkan juga menjadi masalah.
Haruskah aku bertanggung jawab? Aku tidak tahu dan mulai menghiraukan pertanyaan itu dari kepalaku.
Aku menghampiri azure dan memberi dia selamat. Dia sangat keren, sungguh, aku tidak menyangka bisa melihat sesuatu yang "fantasi game" di sini.
Namun sebelum aku bisa merayakan kemenangan azure, kami harus mengatasi invasi yang telah dilakukan oleh byakko.
Byakko, ya. Nama yang cukup unik dan sangat cocok untuknya sebagai harimau putih.
Meski masih pingsan, byakko sudah tidak dalam keadaan membeku. Jadi aku memberi potion rendah kepada azure hanya untuk membuat dia siuman.
Seluruh pasukan byakko jatuh ke dalam situasi kebingungan karena tuan mereka kalah. Mereka tidak tahu apakah mereka harus melanjutkan invasi tersebut atau tidak. Mungkin mereka bisa menunggu keputusan kelima jenderal yang sedang mengkhawatirkan tuan mereka.
Azure mendekati kelima jenderal dan menyuruh salah satu diantara mereka menuangkan ramuan tersebut kepada tuan mereka.
Karena sebelumnya azure menghilangkan kebekuan dari byakko, mereka langsung percaya pada azure dan menuangkan ramuan tersebut kepada tuan mereka. Mungkin ini yang disebut kepercayaan dari sportivitas.
"Hahaha, aku tidak menyangka bisa menerima dragon breath dari jarak sedekat itu."
Itulah yang byakko katakan setelah sadar, dan kelima jenderal bersyukur atas tersadarnya kembali tuan mereka.
"Hmm, kau pasti masih memiliki kemampuan tersembunyi, kan? Aku ingin melihat itu, tapi aku tidak bisa membuat tuanku menunggu lebih lama."
Dari hasil analisis azure, byakko bukanlah lawan yang semudah itu bisa dia kalahkan. Jadi begitu, jika kehadiran aku tidak ada, mungkin mereka sudah bertarung dengan semua keterampilan mereka dan menghancurkan seluruh kota ini seperti halnya dinding itu.
Itu memang menjadi masalah, jadi aku harus berterima kasih kepada azure yang mempersingkat pertarungan.
"Haha, jadi kau melihatnya. Aku memang sedikit ragu untuk mengeluarkannya karena anda memiliki rekan yang sangat kuat. Namun, bahkan jika aku menggunakannya untuk melawan anda, aku tidak yakin bisa menandingi kemampuan anda yang lain. Ini adalah kekalahan total milikku."
Byakko menerima kekalahannya dengan lapang dada. Aku mendengar dialog mereka berdua seperti percakapan antara pria sejati.
"Begitu, ya. Maka aku akan memperkenalkan tuanku kepada anda, beliau ingin membicarakan sesuatu."
"Oh, suatu kehormatan untukku bisa mengenal tuan anda."
Mereka berdua mengatakan itu dan melihat ke arahku.
Aku agak gugup, tapi aku memberanikan diri untuk tampil di depan mereka. Berpura-pura bahwa semua akan baik-baik saja.
"Yo, itu pertarungan yang mengesankan."
"Haha, jadi anda bisa melihatnya?"
"Eh, yaa~, aku bisa melihatnya."
"Seperti yang diharapkan dari pria yang bisa membawahi ras naga, penglihatan anda bisa menembus kabut saya dengan mudah."
"Eh?"
Apa yang dia katakan?
Tunggu, apa maksudnya itu? Memangnya, hanya melihat pertarungan bisa dianggap hal yang membanggakan?
"Benar, penglihatan saya sangat terganggu karena kabut itu."
Azure berkomentar jujur.
Ah, begitu rupanya. Jadi seseorang sekaliber azure tidak bisa melihat di dalam skill kabut byakko, dan aku sebagai manusia bisa melihat itu dengan jelas. Itu sudah menjadi sebuah indikasi bahwa levelku berada di atas mereka, bukan?
Uh, aku kecolongan untuk yang satu ini. Itu semua berkat hydra yang telah memberikan aku persepsi lebih bagus dari siapapun.
"Yah, mari kesampingkan itu. Apa kamu ingin meneruskan agresi kalian? Aku menyarankan untuk berhenti melakukan itu. Aku mengetahui masalah kalian dengan manusia tapi melibatkan warga sipil yang tidak bersalah merupakan tindakan kejahatan. Jika kalian memiliki protes, lebih baik kalian menggunakan kepala untuk berunding atau berbicara dengan pemerintah di sini dan menyelesaikan urusan itu dengan jalan damai."
Sungguh pernyataan yang sangat egois dariku. Aku mengerti bahwa invasi mereka pasti didasari oleh tindakan tuan feodal tanah ini yang memperbudak warga mereka.
Mereka pasti tidak akan dengan mudah menerima kata-kata aku, tapi kami adalah pihak yang menang. Oleh karena itu kami memberikan tuntutan.
Aku memang tidak peduli dengan tuan feodal tanah ini, bahkan jika dia dibunuh oleh para beastman, aku tidak akan menghentikan para beastman tersebut.
Namun, aku memiliki janji kepada raja dari kerajaan ini untuk aliansi. Yah, dia harus berterima kasih karena aku sudah berbaik hati untuk membereskan masalah yang mereka buat.
Tapi, dari semua alasan di atas, aku lebih ingin memiliki hubungan baik dengan para beastman.
"Saya ingin menghargai pendapat anda. Jadi, saya akan menyuruh para prajurit untuk mundur."
Oh, dia lebih mudah dibujuk dari apa yang aku perkirakan. Dan...
"Tapi, tuan byakko, bagaimana dengan para penduduk kita?"
"Tenanglah, aku memiliki cara lain untuk mengatasi itu."
Sepertinya para bawahan byakko tidak menerima itu dengan baik.
"Ah, kebetulan aku sudah mengamankan anggota kalian yang telah dibawa oleh bangsawan. Jadi kalian tidak perlu mengkhawatirkan keadaan mereka."
__ADS_1
Jika kedatangan kami ke negara ini terlambat, mungkin saja mereka sudah diperdagangkan di kekaisaran.
"Apakah itu benar? Tuan, err..."
"Panggil saja aku albert."
"Maaf, apa yang anda katakan itu benar, tuan albert?"
"Tentu saja. Dan, aku juga bertemu dengan lima demi-human setengah binatang di ibu kota."
"Ohh, itu pasti orang yang aku kirim untuk mengawasi anggota kami. Jika kita gagal dalam invasi ini, aku berniat untuk pergi sendiri dan menyelamatkan mereka. Tapi karena anda sudah membantu, kami sangat berterimakasih."
""Kami sangat berterimakasih.""
Byakko dan kelima bawahannya menundukkan kepala mereka kepada aku.
"Jadi, kalian bisa mengembalikan para prajurit kalian kembali ke hutan, kan? Ini akan menyebabkan warga kota terus waspada jika kalian tidak kembali."
"Baiklah, kami akan menarik kembali pasukan kami."
Dengan begitu, pasukan beastman kembali ke hutan dengan para jenderal mereka. Sedangkan byakko ikut bersama kami pergi ke ibu kota.
Tapi sebelum kami bisa kembali, kami melihat pasukan pertahanan kota masih berbaris di depan gerbang kota. Kemudian, hal yang tidak kami sangka telah muncul.
Satu ekor naga bumi keluar dari gerbang kota dengan pelana khusus naga bumi menghiasi naga tersebut.
"Tuan albert..."
Azure memanggil aku.
Aku pikir, raja marcus sudah mengirimkan pesan ke seluruh bangsawan yang memperbudak naga, tapi karena jarak dari kota ke sini sangat jauh, surat perintah itu belum sampai ke sini dan masih di perjalanan.
"Aku mengerti, tapi tampaknya dia sedang mengenakan alat perbudakan monster. Akan berbahaya jika kau bertindak gegabah karena melepaskan alat itu dengan sembarangan. Lebih baik kita mendekat dan memastikannya terlebih dahulu."
"Baik."
Jika alat atau mantra budak bisa dilepaskan semudah memotong kue, maka semua budak sudah melarikan diri ketika tuan mereka lengah.
"Tunggu sebentar, kenapa naga itu bisa memakai alat perbudakan?"
Byakko bertanya dengan bingung.
Sepertinya ada sedikit kesalahpahaman di sini.
"Sebenarnya, kami datang ke negara ini untuk menyelamatkan para naga yang telah diperbudak oleh mereka. Bisa dibilang, kita berada di kapal yang sama."
"Berpihak, ya. Ini pembicaraan yang cukup rumit dan sulit untuk dijelaskan. Singkatnya, kami memang memiliki konflik dengan mereka tapi semua itu sudah diselesaikan. Atau lebih tepatnya, kami sedang ingin menyelesaikannya. Setelah semuanya beres, kami ingin membentuk hubungan yang baik dengan kerajaan ini."
"Hmm, begitu rupanya. Seperti apa yang anda katakan sebelumnya, anda berunding dengan mereka sekaligus untuk menjemput anggota kalian."
"Ya, perundingan itu berjalan dengan baik, dan mereka mau mendengarkan apa tuntutan kami. Selain itu, kami juga memutuskan untuk bekerja sama."
"Bekerja sama?"
"Kami — atau lebih tepatnya aku — mengusulkan pakta larangan perbudakan demi-human. Oleh karena itu, kami membutuhkan suara kerajaan herunia untuk mendirikan peraturan tersebut."
Benar, dan tujuan aku ingin berhubungan dengan byakko adalah untuk ini juga. Bagaimanapun, byakko adalah pemimpin para beastman yang memiliki wilayah di sebelah selatan hutan ini.
Jika mereka bergabung dengan kami, itu akan menjadi sebuah dukungan untuk mendirikan peraturan tersebut.
Dengan begitu, aku yakin negara demi-human lain pasti akan memberi perhatian terhadap peraturan itu dan ikut memberikan suara.
"Jadi, anda ingin mengajak saya, untuk itu?"
"Kamu cepat tanggap. Ini sesuatu yang bagus untuk kalian, kan?"
"Anda benar, jika ini untuk penduduk hutan, maka saya akan bekerja sama dengan kalian."
Sifat seorang penguasa? Ini akan menjadi hal bagus karena dia dengan mudahnya mengikuti.
Ngomong-ngomong, byakko berubah ke wujud manusianya lagi dan mengenakan pakaian yang cukup bagus dengan sedikit perhiasan.
Meski dia mengatakan penduduk hutan, tapi mungkin mereka tidak benar-benar tidur di bawah pohon dengan beralaskan rumput. Mereka pasti membangun rumah dan hidup seperti manusia pada umumnya.
Sekali lagi, aku melihat pelana di tubuh naga bumi itu.
«Menurut kamu, apa benda itu memiliki pengaruh mantra budak, hydra?»
«Seperti yang anda perkirakan, benda itu memang memiliki formasi mantra dan tingkatannya cukup tinggi. Saya akan menganalisisnya sekarang.»
«Em, tolong.»
Aku berdiskusi sambil menghampiri pasukan kota tersebut. Kemudian, aku menemukan keanehan lagi.
Ketika kami masih berada jauh dari para prajurit kota, mereka tampak sangat gembira karena pasukan beastman sudah kembali ke hutan. Namun setelah kami mendekati mereka, mereka menjadi sunyi dan tampak kebingungan.
Aku tidak paham dengan tingkah mereka yang dapat berubah begitu cepat, tetapi bukankah kami sudah membantu kalian dalam mengatasi masalah yang ada? Seharusnya, kalian memberikan kami sambutan hangat, bukan?
__ADS_1
Ah, lupakan itu. Ini bukan seperti aku ingin adanya sanjungan, aku hanya bertanya-tanya kenapa mereka terdiam ketika melihat kami bertiga bersama dengan byakko.
Ketika kami sudah dekat dengan mereka, aku agak bingung dengan siapa yang bertanggung jawab atas pemimpin pasukan itu.
Lalu, tiba-tiba beberapa orang sedang menunggang kuda, muncul dari balik pasukan untuk menyambut kedatangan kami.
"Semuanya menyingkir, beri jalan untuk tuan gerard yang agung!"
Mereka cukup arogan hanya untuk meminta jalan. Dan, seseorang yang mengenakan pakaian mahal akhirnya tiba di depanku, dia masih di atas kuda.
"Ohh, rupanya kalian orang-orang yang telah mengusir para binatang itu? Ah, mungkinkah binatang di sana merupakan pemimpin mereka? Dia terlihat cukup kuat. Cepat berikan dia kepadaku, dia pasti akan laku dengan harga tinggi, haha."
Hmm? Tunggu, kalimat klise ini, pernyataan egois ini, dan kata-kata yang arogan ini... Dia sangat mirip bangsawan di dalam fiksi fantasi, sangat keren!!
Tidak, kenapa aku merasa senang, padahal aku sedang direndahkan? Tapi mau bagaimana lagi, kalimatnya mirip seperti peran penjahat di dalam manga. Jadi aku cukup terkesan oleh akting dari pria itu.
Tidak, itu bukan akting, itu adalah ucapan alami.
Huh, sudah cukup terpesonanya. Aku pikir, aku akan sering bertemu dengan karakter ampas seperti ini di masa mendatang.
Aku mengabaikan pria bernama gerard itu dan melihat ke arah naga bumi yang berada di barisan paling belakang.
Dia sepertinya tidak menyadari kedatangan azure dan cukup tidak peduli juga dengan keadaan di sekitarnya. Dan aku rasa, naga itu dalam keadaan baik-baik saja.
«Hydra?»
«Baik, saya sudah menyelidikinya dan sudah bisa menghancurkan alat tersebut.»
«Tolong hancurkan.»
«Dimengerti.»
Setelah pertukaran singkat itu, suara seperti benda pecah berdengung di sekeliling naga. Lalu, pelana pada tubuhnya hancur seketika oleh psikokinesis hydra.
"Kuaaaah!! Akhirnya aku terbebas!"
Dan naga bumi itu langsung berteriak semangat karena telah terlepas dari alat perbudakan.
Azure langsung terbang menghampiri naga itu agar dia tidak melakukan tindakan yang gegabah seperti menghancurkan seluruh bangunan atau membunuh para prajurit di depannya.
"Hiii!!"
"Ah, alat perbudakan itu hancur."
"Lari, dia akan memakan kita."
Para prajurit dan petualang menjerit ketakutan.
Itu sudah jelas, naga itu memiliki kekuatan yang sangat besar dan tubuhnya juga menakutkan. Sudah menjadi hal yang alami bagi makhluk hidup untuk berteriak setelah melihat itu.
"Hah? Bagaimana bisa itu terlepas? Apakah itu ulah kalian?"
Bangsawan bernama gerard terlihat sangat marah.
Walaupun siapa yang menghancurkan alat itu tidak ada yang tahu, sosok azure yang mendekati naga tersebut sudah seperti memberikan petunjuk.
Kami masih mengabaikannya dan tetap fokus kepada azure yang mendekati naga itu.
"Siapa kau? Apa kau ingin melawan aku? Jangan bermain-main denganku, aku tidak ingin diperbudak lagi."
"Tenanglah, aku adalah azure, naga es azure."
"Hah, jangan mengaku sebagai tuan agung, azure. Dia merupakan raja kami. Seorang manusia biasa sepertimu tidak akan bisa menyaingi kekuatannya."
Azure melihat tubuhnya setelah naga bumi mengatakan itu. Lalu, sayap putih muncul dari punggung azure, membesar hingga cukup untuk menampar kepala naga bumi itu dengan suara "pat".
"Aku menyuruh kamu untuk tenang!"
Suara azure terlihat serius.
"Ah, ini, sayap naga es... Jadi anda benar-benar tuan azure?"
"Ya, aku datang ke sini untuk menjemput kamu."
"Ohh, maaf atas kelakuan saya yang kasar. Saya tidak tahu kalau anda bisa berubah menjadi manusia. Seperti yang diharapkan dari murid lord luminous, sangat hebat."
"Apa kau tidak ingin kembali?"
"Tentu saja aku ingin kembali. Makanan di sini sangat tidak enak dan kadang-kadang mereka bahkan memberi aku makanan yang dicampur dengan daging manusia. Aku langsung memuntahkan itu semua karena rasanya menjijikan."
Mereka terlihat sangat akrab. Mungkin, para naga selalu menggunakan bahasa kasual seperti itu. Benar-benar sangat menarik. Tapi, apa kalimat terakhir itu sungguhan?
Semua orang yang menyaksikan dialog antara naga bumi dengan azure mulai melihat ke arah bangsawan bernama gerard.
"Hah? Kenapa kalian semua melihat ke arahku?"
Entah kenapa, gerard menjadi panik.
__ADS_1
Namun, untuk memberikan daging manusia kepada naga... Dia sangat kejam.