
"Malam hari ini kita makan dengan tamu spesial. Dua orang merupakan teman sesama petualangnya Freya — Tristan Polgreen dan Grandine, kemudian sang Ratu Roh dari utara, Hestia Erafira. Lalu teman manusiaku dari Kerajaan Herunia, Martin dan Irina. Dan juga, rekan-rekan yang ikut bersama dengan mereka. Aku harap kalian bisa akur satu sama lain. Baiklah aku hanya ingin mengatakan itu saja, selamat makan, semuanya."
Aku memperkenalkan beberapa tamu kepada seluruh anggota keluargaku secara singkat, dan memulai makan malamnya.
Seperti yang diduga, beberapa tamu kami tampak terkejut dengan keramaian ini. Hanya Martin saja di sini yang sudah terbiasa dan sudah tidak gelisah lagi.
Tristan kelihatannya ingin mengatakan sesuatu, dia sedang duduk di sebelahku. Namun tidak berani untuk mengungkapkannya karena suatu alasan. Dia memilih untuk melanjutkan makan tanpa berkata apa-apa.
Hestia berbeda dengan Tristan, dia sudah pernah melihat para Einherjar. Jadi setidaknya dia sudah memiliki pemikirannya sendiri tentang kami. Dan kalau dia penasaran, dia masih bisa bertanya beberapa hal kepada Freya.
"Mama, aku tidak ingin makan ikan."
Selesai menghabiskan udang goreng di atas meja, Alice mengeluh tidak ingin makan ikan. Karena hidangan utama malam ini adalah ikan bakar, udang goreng hanya disediakan sebagai hidangan tambahan.
"Kalau tidak makan ikan, kamu ingin makan apa? Udang goreng lagi?"
"Iya."
"Kamu tidak akan bisa kenyang hanya dengan udang, tahu."
Selagi Alice meminta hal-hal merepotkan, Freya mencoba untuk mengurusnya.
"Apa kamu mau udangku, Alice?"
Dari sebelah Freya, Irina menawarkan udang miliknya kepada Alice. Irina juga disebelah Alice posisinya berada di tengah antara Alice dan Freya.
Posisi duduk dari ujung meja — Merlin berhadapan dengan Eliza, kemudian di sebelah mereka ada Freya - Hestia, dilanjutkan dengan Irina - Grandine, Alice - Natalie, Eren - Peter, dan terakhir ada Claris - Davies. Tapi di tepi meja kiri terdapat Atla. —Kelompok anak-anak di sebelah kiri sedangkan orang dewasa disebelah kanan.
Satu meja panjang diisi 13 orang.
"Apa itu baik-baik saja? Kukira kamu mengambil udang itu karena kamu menyukainya..."
"T-Tidak apa Nyonya. Saya masih bisa makan ikannya."
"Begitu, ya. Terimakasih, Irina."
Kemudian Irina memberikan seluruh udangnya kepada Alice. Udang goreng tidak tersedia banyak, hanya terdapat beberapa di atas piring untuk dimakan bersama.
Dan setelah melihat Irina memberikan udangnya, Grandine dan Hestia tidak keberatan untuk memberikan bagian udang mereka kepada Alice. Pada akhirnya, seluruh udang di atas meja diberikan kepada Alice.
Freya juga bertanya apakah Atla dan Eren menginginkan udang lebih, tapi mereka tampaknya baik-baik saja dengan porsinya masing-masing.
Setelah semua, aku juga menawarkan udang di atas mejaku untuk Alice. Aku bahkan sampai bertanya apakah Tristan dan Martin menginginkannya atau tidak. Dan ternyata mereka menyerahkan bagian mereka begitu saja.
Ketika Alice datang ke mejaku sambil membawa banyak udang goreng di piringnya, dia sempat ingin duduk di sebelah kananku dimana terdapat Tristan. Namun melihat ada Tristan, dia mengurungkan niatnya untuk duduk di sebelah kanan dan memilih untuk duduk di sebelah kiriku.
Tampaknya Alice benar-benar tidak suka Tristan.
"Apa kalian tidak memanjakan Alice terlalu banyak?"
Aku mendengar Hestia menanyakan hal tersebut kepada Freya sambil melihat makanan bagian Alice menganggur.
"Kali ini kami memang memanjakannya, tetapi kami tidak memanjakannya setiap hari. Ada waktu dimana mereka bisa bebas meminta banyak hal seperti pada kesempatan ini."
"Oh, begitu rupanya."
"Iya. Itu juga termasuk kemauan Albert. Dia bekerja keras setiap hari untuk bisa mendapatkan hal-hal yang dia butuhkan untuk memanjakan anak-anak. Jadi jika kami tidak bisa memanjakan anak-anak, pekerjaan yang kami lakukan selama ini akan menjadi sia-sia."
"Hmm, aku tidak bisa mengerti."
"Tidak apa jika kamu tidak mau mengerti. Kami melakukan semua itu hanya untuk kepuasan diri kami sendiri. Kalau ingin tahu, kenapa kamu tidak membuat anak saja dengan Tristan supaya kamu dapat mengerti?"
Di akhir obrolan, Freya mengatakan sesuatu yang berefek kepada Hestia dan Tristan. Karena ketika Freya menyuruh mereka untuk membuat anak, mereka berdua tiba-tiba terbatuk.
Tidak aku sangka kalau Tristan diam-diam juga ikut mendengarkan obrolan mereka. Selain itu, aku bisa menebak kalau Tristan dan Hestia memiliki hubungan tertentu, mereka tidak hanya sekedar teman. (?)
Ah, tunggu. Apakah Tristan pernah berpikir untuk menikahi Freya dan Hestia, sebelum aku muncul di kehidupan mereka? Bukankah itu artinya sifatnya juga sama buruknya denganku? Ingin memiliki semua yang kamu pikir bagus.
"Ugh, kenapa kamu mengatakan hal seperti itu di sini. Selain itu, bukankah kamu sendiri belum membuat anak dengan Albert?"
"Eh?" ×2
Hestia mengatakan sesuatu yang membuat Tristan dan Grandine tertarik. Pada saat itu juga, Tristan menatap ke arahku seolah ingin mencari penjelasan dari kalimat Hestia.
"Atla, Eren, dan Alice adalah anak angkat kami."
Jadi aku langsung berbicara sebelum dia bertanya. Kemudian aku kembali mendengarkan obrolan Freya.
__ADS_1
"Kamu salah Hestia, sebenarnya aku dan Merlin sedang mengandung bayi sekarang."
"Ehhh!?" ×(hampir semua orang)
Dan menemukan Freya sudah mengungkapkan keadaan mereka. Pengumuman itu ternyata memiliki respon lebih besar daripada kalimat Hestia sebelumnya.
Tidak, sejak awal. Ternyata tidak hanya aku dan Tristan yang diam-diam mendengarkan obrolan mereka. Tetapi semua orang — kecuali Alice dan beberapa anak-anak — juga ikut menguping.
"Apakah itu benar, Tuan Albert!?"
William berdiri dari bangku dan langsung bertanya hal seperti itu dengan tensi tinggi.
"Itu benar. Tapi tidak bisakah kamu berdiri dan bertanya seperti biasa."
"Maaf. Tapi ini hebat, Kakak sudah hamil, haha!!"
William merasa sangat senang akan sesuatu. Hanya sedikit berbicara dapat membuat semua orang bertepuk tangan dan memberikan selamat kepada kami. Dia hebat.
(Aku tidak tahu kenapa kami mendapatkan selamat padahal bayinya saja belum terbentuk sepenuhnya, tapi... Kurasa ini akan baik-baik saja.)
Padahal kami ingin merahasiakan hal itu untuk sementara waktu sampai perut Freya dan Merlin membesar, tapi karena Hestia semua rencana jadi berantakan. Sekarang aku bingung ingin merayakan hal ini dengan cara seperti apa. Satu-Satunya yang bisa dilakukan hanya mengeluarkan lebih banyak botol wine untuk mereka berpesta.
"Ayah, ada apa dengan mama?"
Alice bertanya dengan polosnya, dia tidak bisa mengikuti topik obrolan.
"Kamu bakalan punya adik nanti."
Aku menjawabnya, tapi dia hanya diam menatap aku sambil memakan udang gorengnya. Apakah itu cukup sulit dimengerti olehnya? Atau dia tidak tahu harus memberikan rekasi yang seperti apa?
Daripada terjadi salah paham lebih baik aku menjelaskannya dengan lebih detail dan mudah untuk diterima oleh anak seusianya. Pada saat itu, Merlin dan Freya memanggil Atla dan Eren untuk memberikan penjelasannya juga.
Aku sempat memikirkan bagaimana perasaan Atla dan Eren setelah mengetahui kalau kami memiliki anak kandung.
Jika ini sebuah drama, salah satu di antara mereka mungkin saja merasa tidak suka atau takut dengan kehadiran anak kandung kami, dan merasa tersingkirkan. Kemudian ketika Freya atau Merlin memalingkan sedikit perhatiannya dari mereka berdua, mereka berdua akan berpikir kalau Merlin dan Freya sudah tidak mencintai mereka.
Kemudian mereka berpikir untuk pergi dari rumah, bertemu dengan orang jahat dan jadi jahat. Lalu, lalu... Gahhh!! Aku tidak ingin melanjutkan hayalan ini!.
Tapi itu hanyalah sebuah plot dalam fiksi. Mungkin juga aku hanya sekedar paranoid karena terlalu banyak nonton film drama atau anime di waktu dulu. Dan semoga saja kenyataannya tidak akan seperti itu.
Aku hanya bisa berharap kalau mereka tidak memendam perasaan negatif terhadap anak kandung kami, atau merasa tersingkirkan karena kehadiran mereka. Kami harus lebih memperhatikan hal-hal kecil dari tindakan mereka mulai dari sekarang.
Tristan memberikan doanya kepada bayinya. Dari wajahnya, dia memperlihatkan ekspresi rumit. Seperti bingung, senang, dan kesal disaat yang bersamaan.
"Apa itu berarti, kau ingin bayi kami sehat?"
"Tentu. Aku sebenarnya senang melihat Freya dapat tersenyum bahagia seperti itu."
Uhh, barusan, dia terlihat seperti pria sejati.
"Hmm... Kalau begitu, boleh aku meminta bantuan kepadamu kalau saja ada sesuatu yang terjadi dengan Freya dan bayinya?"
"Maksudmu?"
"Ini cuma perasaanku saja yang sedang aneh. Sebenarnya tidak ada masalah sama sekali. Hanya tiba-tiba saja aku ingin mengatakan hal itu kepadamu."
"... Aku tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan, tapi panggil saja aku jika kau membutuhkan bantuan."
"Terimakasih."
Kukira, setelah aku nge-NTR Freya darinya, dia bakalan membenciku, tapi tampaknya tidak begitu.
Aku mulai mengambil gelas minumanku dan memutarnya sedikit, kemudian aku mengarahkan gelas berisi air anggur itu ke arah Tristan untuk bersulang.
"Ini jus biasa?"
"Iya. Kami menyediakan jus karena ada anak-anak di sini."
"..."
"Kenapa? Apakah kau ingin wine? Kau bisa menuangkannya sendiri dari botol bertuliskan WINE di sana."
Kami menyediakan jus anggur dalam kemasan berbotol di sini. Jadi banyak orang keliru dengan minuman mereka sendiri.
"Sudahlah. Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu."
"Oh, apa itu?"
__ADS_1
Tiba-tiba Tristan mengambil selembar kain hitam dari ruang penyimpanannya dan menyerahkan benda itu kepadaku. Tapi ketika aku menganalisa kainnya, ternyata itu merupakan barang rusak.
"Apa ini?"
"Maaf kalau sudah rusak. Tetapi ini sebenarnya adalah barang berharga, kami hanya belum bisa menemukan sisa potongan kainnya."
"Kain berharga?"
"Benar. Kain itu merupakan potongan dari jubah Pahlawan Kegelapan. Jika kau bisa menemukan sisa potongan jubahnya, aku yakin barang itu akan sangat berguna bagimu."
Tristan memberikan barang rusak sebagai ucapan selamat. Apa aku harus berterimakasih untuk itu? Atau ada maksud lain dari memberikan barang rusak sebagai ucapan selamat? Itu bukan bentuk dari ketidaksukaannya terhadap aku, kan?
"Ini, aku tidak tahu harus berkata apa. Tidak bisakah kamu memberi kami barang bagus, atau setidaknya berikan kami barang yang masih utuh. Apakah kamu tidak suka dengan pernikahan kami, Tristan?"
"T-Tidak, aku tidak bermaksud begitu. Baiklah kalau kau tidak suka, aku akan mengambil barang itu kembali."
Dia terlihat panik. Jika itu panik dari reaksi alaminya, itu berarti dia tidak memberikan barang rusak ini dengan maksud buruk.
«Master, jangan kembalikan kain itu kepadanya. Lebih baik Anda terima saja.»
«Hm? Tumben sekali kamu berbicara di saat seperti ini, Hydra. Apa itu berarti kain rusak ini memang sangat berharga?»
Tiba-tiba Hydra mengajak aku berbicara. Sudah sengat jarang sekali aku berbicara dengannya akhir-akhir ini, dia seperti sedang bersembunyi.
«Seperti kata pria itu, kain itu memang merupakan potongan jubah Pahlawan Kegelapan dan itu berharga. Tapi bukan berarti aku muncul hanya karena potongan jubah itu, sebenarnya aku selalu memperhatikan Anda hanya pada saat-saat seperti ini.»
«Kalau kamu selalu memperhatikanku, kenapa kamu tidak mengajak aku berbicara?»
«Kamu serius mengatakan itu, Master?»
«Eh?»
«Bukankah belakang ini kamu sering melakukan **** dengan kedua istrimu? Terus, ketika kamu sedang melakukan **** dengan mereka, apakah aku bisa mengajak kamu berbicara? Dengan kalian yang lagi nges*ks?»
«Hei! Kamu selalu memperhatikan kami ketika sedang melakukan itu?»
«Tentu saja tidak, dasar Master bodoh!! Aku hanya memperhatikan kalian ketika kalian sedang mengobrol biasa seperti sekarang ini. Tapi karena kamu sering nges*ks di jam-jam yang tidak menentu, aku harus waspada ketika ingin memindahkan kesadaranku. Aku tidak sanggup melihat gairah s*ksual kalian setiap kali kalian melakukan itu."
"T-Tidak bisakah kamu berhenti ngomong "****"? Kamu bisa menggunakan kata yang lebih sopan, kan?"
"Tapi pada kenyataannya kamu sering nges*ks, kan? Di tempat tidur, di kamar mandi, bahkan aku juga sempat melihat kalian melakukan aksi itu di kantor! Bukankah kalian yang lebih tidak sopan!?»
«Ah, cukup! Diam!! Aku tidak menyangka pembicaraan awal kita diawali dengan hal-hal senonoh seperti ini!? Dan juga, jangan menambahkan hal-hal yang tidak perlu! Aku dan istriku tidak seliar itu sampai mau melakukan hal itu selain di atas kasur!»
Aku benar-benar kewalahan. Wajahku sekarang terasa sangat panas seperti sedang terbakar. Itu karena dia melebih-lebihkan ceritanya.
"Ada apa denganmu? Kenapa wajahmu memerah? Aku yakin kau belum menuangkan wine ke gelasmu sendiri."
"Diamlah. Ngomong-ngomong, aku akan mengambil jubah ini, terimakasih."
Aku tidak tahu harus berkata apa lagi kepada Tristan di saat kondisiku seperti ini. Aku jadi mengatakan hal buruk kepadanya, aku harus minta maaf nanti.
Setelah melewati pesta makan malam yang panjang sambil menahan malu, kami kembali ke kamar masing-masing dan tidur.
Orang lain melihatku memiliki wajah merona merah karena mabuk, padahal aku sama sekali tidak mabuk. Bahkan aku tidak bisa mabuk walaupun aku sudah menuangkan banyak wine ke gelasku, susah untuk menahan dan melupakan apa saja yang dikatakan oleh Hydra.
Aku tahu kalau kesadaran Hydra masih ada di dalam tubuhku, tapi seperti apa yang dia katakan, tampaknya setiap kali aku sedang sekedar bermesraan di tempat-tempat sepi, Hydra bisa selalu muncul kapanpun.
Hydra pasti mengalami masa-masa sulit dalam beberapa hari terakhir. Padahal aku berpikir dia tidak pernah muncul karena ingin memberikan kami waktu, tapi ternyata dia...
(Sigh, sudahlah. Ini memalukan.)
Keesokan paginya, kami melanjutkan diskusi tentang pengembangan Guild Petualang.
Di hari itu, diskusi menjadi lebih mudah karena Martin dan Irina memberikan ide-ide bagus untuk mengembangkan guildnya.
Aturan guild juga akan diubah. Karena keberadaan Guild Pedagang bisa membantu keuangan organisasi, jadi organisasi tidak perlu lagi meminta dana kepada pemerintah setempat. Guild akan mengajukan diri sebagai organisasi otonom yang tidak akan mengikuti otoritas dari pemerintah setempat supaya sifat netral mereka dapat diterapkan.
Dengan ini, petualang tidak perlu lagi mengorbankan diri demi mempertahankan negara afiliasi, karena itu bukan kewajiban guild lagi jika negara afiliasi mendapatkan monster kuat di negara mereka.
Dengan kata lain, petualang peringkat rendah maupun tinggi bisa dilestarikan, dan menurunkan angka kematian dari misi-misi negara afiliasi yang mustahil untuk dilakukan.
Setelah diskusi selesai, Tristan dan rekan-rekannya, Martin, serta Irina kembali pulang ke kediaman mereka masing-masing.
Ngomong-Ngomong, Hestia sudah pulang sejak malam karena sudah tidak ada lagi pekerjaan yang harus dia lakukan di sini.
Sebenarnya aku bertanya-tanya tujuan Hestia ke sini itu untuk apa...?
__ADS_1
Tapi berkat dia, kami bisa mengadakan pesta karena Freya — mau tidak mau — harus mengungkapkan tentang kehamilannya dan Merlin.