
Tiga hari kemudian setelah kepergian Hestia.
"Kali ini ada apa lagi?"
Dengan wajah bermasalah, aku bertanya kepada Hestia.
Posisi kami sedang berada di depan kastil. Karena aku mendapatkan laporan bahwa Hestia kembali lagi, aku langsung menuju ke sini.
Selain itu, kali ini, Hestia tidak mengenakan mahkota. Dia mengenakan gaun berwarna hijau dan rambutnya tertata sanggul dengan aksesoris rumit.
Cukup kasual namun sangat mempesona. Kemudian kedua pengawalnya masih tetap seperti biasa. Lalu terdapat tiga orang pria yang tidak kami kenal.
"Ini para bawahanku, raja dari masing-masing bangsa."
Dia dengan santainya memperkenalkan mereka. Namun hanya sampai sana saja.
Setelah itu, dia melihat putri ketiga kami, Alice, dan langsung memanggilnya.
Alice sedikit heran dengan sikap Hestia, tapi ketika Hestia mengeluarkan sejumlah makanan, Alice tertarik dan mendekatinya.
(Ya ampun, nak. Kau mudah sekali diculik.)
Aku menghela nafas di dalam hati melihat Alice dengan mudahnya digendong oleh Hestia.
Kami hanya menyampaikan sekilas tentang kebiasaan Alice kemarin, namun Hestia ternyata mengingat itu dengan baik.
"Kue-Kue yang telah kalian berikan sudah habis, jadi aku datang ke sini untuk memintanya lagi."
Hestia tersenyum, sangat cantik dan menyihir. Dia benar-benar berbeda dengan ketika dia sedang memakai mahkota. Aku bahkan sempat berfikir kalau itu merupakan dua orang yang berbeda.
Tapi lupakan itu. Kemarin, Hestia sudah mengambil banyak persediaan kue kering kami. Dan dalam tiga hari ini, koki dapur baru saja menyiapkan kue kering untuk mengisi pasokan.
Dan sekarang, dia ingin meminta lagi? Betapa mudahnya itu dilakukan!
"Dengar, ini bukan seperti kami adalah orang pelit. Tapi bahan untuk membuat kue-kue itu terbatas. Jadi kamu tidak bisa mengambil banyak sekarang."
"Terbatas?"
"Ya, untuk tahun ini bahan bakunya tidak banyak. Tapi tahun depan, kurasa kami akan mendapatkan lebih banyak. Jadi tahun depan kami baru bisa membuat banyak."
Semua bahan mentah masih dalam masa budidaya. Ditambah lagi, mereka — para beastman di Kerajaan Binatang — belum terlalu mahir soal budidaya beberapa tanamannya itu.
Itu sebabnya kami tidak bisa dengan asal menghabiskan persediaan bahan makanan kami. Kami takut jika hasil panen tidak sesuai dengan perkiraan. Ketika itu benar-benar terjadi, kami akan kehabisan cemilan untuk diri kami sendiri.
"Yah, itu tidak menjadi masalah. Aku juga datang ke sini hanya untuk bermain. Ayo Alice antar aku berkeliling kediaman ayahmu."
Kemudian Hestia pergi masuk ke dalam kastil dengan Alice. Dia dengan mudahnya meninggalkan kami di belakang.
Kurasa, arti kata "bermain" di sana adalah untuk memeriksa seluruh isi di dalam kastil ini.
Ngomong-ngomong, kami belum memperkenalkan Atla, Eren, dan Titania kepadanya.
Ketika Hestia melihat mereka, dia pasti akan terkejut bahwa di kastil ini terdapat iblis. Untuk itu, aku menugaskan Freya untuk memandu Hestia di dalam kastil.
Semua akan menjadi merepotkan bila Hestia tidak menyukai keberadaan iblis.
Melanjutkan kegiatan. Tiga pria di depan kami sedang menunggu kami untuk melakukan perkenalan.
"Perkenalkan, nama saya Lyadryel Saminan, saya adalah Raja negeri Alvhein, bangsa Elf."
Seorang pria dengan telinga panjang, tubuh putih halus, dan rambut pirang — mengaku sebagai penguasa kerajaan elf.
Dia orang yang cukup berprestise dengan pakaian mewah dan diadem emas. Sangat menarik.
"Saya Sigurdn Nasfee, Raja dari Kerajaan Gesha, bangsa Dwarf."
Sangat terlihat. Dia adalah pria dengan tubuh besar dan berkulit gelap, mengenakan potongan plat armor dan berjanggut.
Dilanjutkan dengan pria terakhir.
"Aku adalah Elmosa Bartines, Raja kerajaan Winesh, bangsa Gnome."
Hmm, sikapnya sangat tidak ramah. Dia menatap kami dalam waktu yang lama sebelum memperkenalkan diri.
Penampilannya tidak berbeda jauh dengan Endrin. Atau bahkan, aku akan menganggap pria itu sebagai Endrin jika dia mengenakan jas laboratorium.
"Kau sangat tidak sopan, Mosa."
"Benar, apa kau lupa dengan peringatan Nyonya Hestia."
Kedua pria — Lyadryel dan Sigurdn menegur sikap Elmosa.
Aku tidak tahu dengan apa yang Hestia katakan kepada mereka tentang kami, tapi sudah terlihat bahwa mereka memang bawahan Hestia.
Kemudian Elmosa membuang muka sambil mengatakan "Hmph". Dia sangat kekanak-kanakan.
"Kau memiliki masalah dengan kami?"
__ADS_1
Aku bertanya, pura-pura tidak tahu. Padahal, aku sangat mengetahui kenapa dia seperti itu.
Karena masalah ramuan penyembuhan, kami bisa berada di situasi seperti ini sekarang.
Menurut informasi dari Niks, mereka bahkan sudah berniat untuk menghancurkan usaha kami.
Sungguh sangat tercela. Namun aku mengerti bahwa mereka melakukan itu untuk mengamankan pendapatan negara mereka.
Jadi bisa dibilang, itu merupakan tindakan kebenaran bila dilihat dari perspektif mereka.
Dan juga, aku terkesan kenapa pria ini bisa menebak bahwa kami adalah distributor dari sejumlah ramuan itu.
Padahal kami sudah menyembunyikan identitas sebagai distributor dan menyerahkan semua kegiatan penjualan kepada Martin.
Mungkin sebuah kebetulan? Atau dia memang bisa memperhitungkan sampai sejauh ini?
Lagipula, Kerajaan Herunia tidak pernah memproduksi hal-hal seperti ramuan penyembuhan.
Ah, tidak. Aku ingat kemarin aku memberitahu kondisi persaingan ramuan penyembuhan kepada Hestia, jadi Hestia pasti sudah membicarakannya.
Aku bertanya, tapi Elmosa tidak menjawab. Dia sangat tidak sopan.
Di sebelahku, Merlin bahkan sudah geram dengan orang itu. Namun hebatnya, dia bisa menahannya.
"Mohon maafkan perilaku Elmosa yang sangat tidak sopan itu, Tuan Albert."
Lyadryel meminta maaf di tempat, menundukkan kepalanya sebagai bentuk ketulusan. Hal itu juga diikuti oleh Sigurdn.
Ngomong-ngomong, aku belum memperkenalkan diri, tapi Lyadryel sudah bisa menyebut namaku dengan fasih.
"Sepertinya Hestia sudah berbicara banyak tentang kami kepada kalian."
"benar. Nyonya Hestia menyampaikan kalau kami harus bersikap sopan di depan Anda."
"Hmm. Yah, jika kalian sudah tahu tentang kami, tidak perlu lagi ada perkenalan rumit. Seperti yang kalian tahu, aku adalah Albert, dan ini istriku Merlin. Kalian baru saja datang, apa kalian ingin langsung membicarakan tentang perjanjian atau kalian ingin bersantai lebih dulu? Melihat suasana Tuan kalian, Dia pasti akan bermain cukup lama di sini."
Meski mereka adalah bawahan Hestia, mereka masihlah seorang Raja. Dan aku sudah memberikan pilihan jika mereka menginginkan akomodasi.
Namun...
"Tidak apa. Kita bisa langsung memulai pembahasannya."
Seperti yang diharapkan, mereka tidak ingin merepotkan dan merendahdiri.
Mengesampingkan sikap Elmosa, kami menuju ke ruang konferensi.
Aku juga menyuruh Luminous untuk memanggil para petinggi negara lainnya.
Ketika nama "Luminous" aku sebutkan, Lyadriel dan yang lain menunjukkan reaksi.
Melihat itu, aku merasa bahwa nama Luminous lebih besar di mata mereka daripada namaku.
Yah, bukan berarti itu penting sekarang. Aku juga sudah terbiasa dengan sikap itu.
*****
Sementara Albert dan yang lainnya melakukan konferensi, — Hestia dan Freya mengelilingi kastil sambil dipandu oleh Alice.
Mengharapkan Alice sebagai pemandu, Hestia selalu dibawa ke tempat pengolahan makanan atau gudang penyimpanan makanan.
Hestia memang berniat untuk memeriksa seluruh fasilitas di kastil ini, karena kemarin Hestia tidak sempat untuk melakukan itu.
Sekarang dia selalu dituntun ke beberapa ruangan yang menyangkut tentang makanan, tidak sempat mengunjungi sejumlah ruangan dengan fasilitas berteknologi. Itu tidak seperti niat awal dia datang ke sini.
Namun, Hestia tetap menikmati berjalan-jalan dengan Alice karena dia cukup menyukai Alice.
Mengunjungi dapur di lantai satu dan bertemu dengan para koki ras gnome. Setelah meminta makanan, mereka melanjutkan perjalanan ke dapur yang berada di lantai atas untuk meminta makanan yang berbeda. Diisi dengan para koki beastman dan manusia.
Mereka semua sudah mengenal siapa Alice dan Freya, tapi tidak mengenal Hestia.
Albert menyampaikan kepada seluruh bawahannya untuk tetap menjaga identitas Hestia.
Jika dia tidak melakukan itu, dunia akan gempar karena adanya kemunculan negeri baru yang telah berhubungan dengan Ratu Roh.
Jadi, ada baiknya jika kita tetap mempertahankan status quo supaya musuh-musuh yang Hestia miliki tidak memandang kami.
"Baiklah, sekarang mari kita lanjutkan perjalanan ini."
Setelah makan kudapan beberapa kali, akhirnya Hestia diantar ke ruang harta. Atau lebih tepatnya ke Dungeon.
Sambil memegang kue di tangan kanannya, Alice menuntun Hestia ke taman Eden. Melihat Eliza dan para Einherjar yang sedang asik mengobrol. Mereka sedang beristirahat karena ini sudah waktunya jam makan siang.
Sejak masuk melalui pintu besar ruang harta, Hestia hanya bisa melihat seluruh bangunan dengan takjub.
Bagaimana mungkin, kamar kolosal adalah ruangan super raksasa. Dinding dan lantai dilapisi dengan marmer berwarna putih, tidak ada pilar ataupun penyangga lain. Itu benar-benar bangunan raksasa yang sangat kokoh.
Terlebih lagi, ruangan itu berada di dalam kastil. Orang tidak akan menyangka bahwa kami bisa masuk dan keluar dari dunia roh hanya dengan melewati pintu.
__ADS_1
Bahkan untuk Hestia. Itu sebabnya dia hanya bisa melihat dalam diam. Memikirkan bahwa Albert dan keluarganya tampak lebih berpengaruh daripada apa yang dia duga.
Namun anehnya, Hestia hanya bisa mendeteksi aura Pahlawan dari tubuh Albert. Terlebih, itu aura Pahlawan yang belum bangkit. Yang didapatkan secara gratis ketika melintas ke dunia ini. Itu bukan aura Pahlawan Sejati seperti Tristan.
(Jika Albert hanya Pahlawan biasa, dia tidak mungkin bisa memiliki semua kekayaan ini, kan?)
Pikir Hestia, dan dia mulai berasumsi bahwa Albert pasti bukan orang sembarangan lagi.
Tidak, sejak awal, itu memang aneh kenapa Albert — yang hanya sebagai pahlawan biasa — dapat dicintai oleh Freya.
Setelah Hestia melihat semua itu, dia sekarang sudah sepenuhnya yakin bahwa Albert bukanlah pahlawan normal dan telah menyembunyikan identitas aslinya.
Melanjutkan aktivitas ke taman Eden, Freya memperkenalkan Eliza dan para Einherjar kepada Hestia.
Menilai kekuatan mereka perindividu, Hestia sangat yakin bahwa mereka sama kuatnya dengan Luminous.
"Aku benar-benar tidak menyangka ini."
Dengan wajah lemah, Hestia bergumam.
Dia tidak mengira bahwa ada sejumlah kekuatan baru — terlebih lagi sangat besar — tidak dapat terdeteksi oleh Hestia.
Hestia mulai bertanya-tanya, apakah mereka mengembangkan kekuatan di dalam dunia roh?
Itu bukan berarti tidak mungkin. Hestia memang tidak pernah mendapatkan informasi tentang mereka melalui roh-roh kesayangannya. Dan ada kemungkinan jika Albert menyuruh para roh alam itu untuk menutup mulut seperti yang dia lakukan dengan para roh alam di tanah naga.
Namun pada kenyataannya, Hestia dan Albert sama-sama tidak mengetahui bahwa orang yang telah mendominasi para roh alam di tanah naga adalah Niks.
Albert tidak mengetahui ini. Tapi bukan berarti Niks telah menyembunyikan sistem keamanan seperti itu kepada Albert.
Itu hanya karena Albert tidak pernah bertanya tentang sistem pertahanan yang ditetapkan oleh Niks. Dan Niks sendiri menganggap bahwa Albert sudah mengetahuinya.
Bagaimanapun juga, di mata para bawahannya, Albert selalu mengawasi mereka. Oleh karena itu, menyampaikan hal sepele seperti sistem keamanan kepada Albert hanya akan dianggap sebagai tindakan membuang-buang waktu.
Tugas Niks adalah untuk mengawasi tanah naga dari Cermin Map dan menjadi agen pengumpulan intelijen negeri tetangga. Bersama dengan pacarnya, Matsu, dan keempat bawahannya, Niks bekerja dengan sangat baik.
Lupakan itu.
Freya menjadi prihatin setelah melihat Hestia. Tapi dia tidak bisa melakukan banyak hal untuk membantu. Lagipula, itu hanya akan menjadi masalah waktu sampai Hestia mulai terbiasa dengan lingkungan Albert.
"Di mana kakak?"
Alice bertanya kepada Eliza.
"Mungkin sebentar lagi mereka akan datang. Tapi lupakan itu, bukankah kamu seharusnya ikut latihan dengan mereka?"
Mendengar Eliza menegur, Alice hanya menggoyangkan kesembilan ekornya.
Alice selalu meninggalkan kelompoknya untuk mencari makanan. Alice juga jarang berlatih meskipun mengikuti kegiatan mereka. Dia hanya menjadi penonton karena terlalu bosan berlatih menggunakan tubuh manusia.
Albert sudah menyuruh para pengajar untuk melatih Alice menggunakan tubuh manusia agar memiliki keterampilan tambahan.
Tidak lama kemudian, Atla dan rombongannya datang melalui pintu masuk di belakang Hestia. Mereka juga bersama dengan kedua pengajarnya, Titania dan Kaguya.
Merasakan adanya aura iblis dari belakangnya, Hestia memutar tubuhnya dengan cepat untuk siaga.
Di sana, dia melihat iblis Titania, salah satu dari Sepuluh Bangsawan Agung di dunia iblis.
"Kenapa kau ada di sini!?"
Tanpa perlu menahan, Hestia langsung mengutarakan keheranannya.
Di masa lalu — sekitar tiga ribu tahun lalu — bangsa iblis telah menyerang dataran manusia. Membunuh banyak makhluk hidup dan mengkonsumsi jiwa mereka.
Dan Hestia sangat mengetahui bahwa Titania adalah salah satu dari jenderal perang Raja Iblis.
"Oya, Oya, bukankah ini si Ratu Roh utara, Hestia Erafira? Ops, maaf. Seharusnya, aku mengatakan "Suatu kehormatan untukku bisa bertemu dengan Anda", bukan?"
Titania menyadari posisi dan langsung menundukkan kepala. Namun berkebalikan dengan kata-katanya, wajahnya tidak terlihat bahwa dia menghormati pihak lain.
Meski Titania hanya sekedar bangsawan iblis, dia tetap tidak akan mengakui kalau Hestia lebih unggul daripada dirinya.
Sekarang dia sudah mendapatkan kekuatan dan bimbingan sihir dari tuannya, Merlin. Dia sangat yakin tidak akan kalah melawan Hestia.
Freya berfikir bahwa "Ini akan merepotkan bila diteruskan", dan menengahi konflik mereka berdua.
"Hestia, aku akan menjelaskan semuanya..."
Kemudian Freya menceritakan kejadian di dunia iblis. Tentang kedatangan Albert, suku huldra, dan tentu saja tentang status Atla dan Eren.
Semua kejadian itu telah diringkas oleh Freya agar Hestia dapat langsung memahaminya.
"Bahkan sampai..."
Hestia sudah kehabisan kata-kata setelah mendengar itu.
Atla dan Eren langsung mendatangi Freya dan masing-masing memegang satu tangannya.
__ADS_1
Hestia mulai bertanya-tanya setelah melihat malaikat merangkul iblis, bukankah ini terlalu konyol? Ini bahkan tidak lucu bila dijadikan sebagai candaan.