Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Bab 12. Darkness.


__ADS_3

Endrin mengangkat kristal berwarna hitam di tangan kanannya.


Aku sudah akrab dengan adegan ini karena aku selalu melawannya dalam game. Inilah hal yang membuat aku kesal padanya.


Pada saat itu, mungkin aku bisa mengalahkannya tanpa skin legendaris asalkan aku terus menerus mencoba untuk mencari kesempatan ketika musuh sedang lengah atau dalam keadaan lain yang membuat aku bisa menemukan titik lemahnya.


Tim pengembang pasti membuat sesuatu seperti itu untuk orang yang tidak bisa membeli skin mahal.


Namun, aku juga tertarik dengan yang namanya "skin legendaris", aku masih belum memilikinya pada saat itu jadi aku sangat iri melihat orang yang memilikinya karena aku tidak mampu beli. Jadi, ketika hydra akan dirilis, aku sedikit menantikan dan antusias dengan itu.


Aku sampai harus menghabiskan uang tabunganku tetapi sekarang itu adalah pilihan yang tepat untuk membelinya. Aku jadi bisa berhubungan dengan hydra karena itu.


"hemelios zoras renaza asve!!"


Teriak endrin, mungkin itu sebuah mantra khusus dan itu juga kata-kata dalam game, tidak ada yang berubah tidak ada yang berbeda.


Kristal itu bercahaya, warna hitamnya terpancar ke mana-mana dan asap hitam mulai keluar dari sana.


Asap yang keluar itu berkumpul di satu titik di udara dan membentuk sebuah gumpalan yang membesar secara perlahan.


Hingga gumpalan hitam itu menjadi sangat besar, kristal di tangan endrin menghilang — berubah menjadi asap dan akhirnya bergabung dengan gumpalan itu.


"hahaha, ini adalah golem terhebat yang pernah aku miliki. Kau pasti tidak akan bisa mengalahkannya!"


Dia tertawa gila sambil melotot ke arah gumpalan itu. Putih di matanya sudah hampir menghilang digantikan dengan warna merah, mungkin dia lupa untuk berkedip.


Kalimat itu mirip dengan yang ada dalam game. Aku ingin bertanya, ke mana semua kesedihannya barusan?


Untuk waktu yang lama, gumpalan itu membuat beberapa retakan dan cahaya keluar dari sana.


Seperti halnya telur yang baru menetas, asap yang seperti semacam cairan hitam pekat itu mulai terkelupas, lalu muncul di sana sebuah golem.


Tidak seperti sebelumnya, tubuh golem itu langsing atau ideal dan berwarna biru dongker dengan strip berwarna emas. Dia memegang sebuah trident merah di tangan kanannya.


Aku ingin bilang tim pengembang game membuat golem mirip seperti sebuah robot, perbedaannya hanya dia tidak electrical.


Ukurannya mungkin sekitar 23 kaki tetapi dia masih belum bisa menyentuh lantai dan langit-langit, ruangan ini sangat besar.


Karena tinggi, kepalanya berada di area yang kurang pencahayaan jadi kurang terlihat dan yang terlihat jelas hanya matanya yang mengeluarkan cahaya berwarna merah terang...


"Dia pasti golem jahat."


Aku bergumam karena melihat pancaran sinar matanya.


«anda benar, master. Sepertinya hanya mengandalkan elemen api saja tidak akan cukup.»


Sebuah kabar buruk tetapi aku sudah mengetahuinya.


Sebelum menggunakan hydra, aku sudah berusaha melawannya beberapa kali dengan berbagai atribut. Dan, atribut api adalah yang paling dominan untuk menghasilkan damage yang cukup besar.


"aaaahhhh, lihatlah warnanya yang indah dan juga tubuhnya yang elegan itu. Seperti tercipta dari tangan dewa. Sangat mempesona, bukan? aku sudah menamai mahakarya golem ini, darkness."


Kau sudah memujinya begitu banyak dan hanya berakhir dengan nama itu?


"kau benar, itu memang terlihat keren."


"kukukuh, sudah terlambat untuk menyerah sekarang, pahlawan. Golem ini pernah mengalahkan seekor naga bumi yang terkenal di seluruh dunia. Aku yakin, kau sekarang tidak akan bisa membakarnya dengan mudah, hahaha..."


Naga bumi? Sepertinya memang ada monster seperti itu dalam game tetapi aku pikir itu tidak termasuk daftar monster tingkat legenda.


Karena dia benar-benar sudah memiliki hati yang baik sekarang dan tidak sedih lagi, bolehkah aku menghancurkan golem itu? Tidak, itu bukanlah pertanyaannya sekarang. Seharusnya aku memang harus berusaha untuk menghancurkannya.


Lagi pula, benda itu terlihat jahat dan menyeramkan.


Aku sudah mencoba untuk menggunakan api sebelumnya tetapi aku ingin melihat pendapat dari orang yang sudah berpengalaman.


«menurutmu bagaimana, hydra? Aku pikir menggunakan atribut api bisa untuk mengalahkannya.»


«api? Ya, itu juga bisa, tetapi akan lebih efektif jika kita menggunakan atribut suci.»


Atribut suci? Dalam game, atribut suci hanya dimiliki npc dengan peran pendeta atau roh alam untuk sihir penyembuhan, sedangkan karakter pemain tidak ada yang secara khusus menggunakan peran itu. Kami hanya menggunakan sejumlah item untuk healing dan peningkatan status untuk ofensif atau defensif di saat sedang dalam pertempuran.


Ada banyak game yang menyediakan peran seperti itu tetapi dalam game yang aku mainkan itu tidak ada.


Mereka hanya fokus pada kekuatan individu pemain dan equipment adalah yang paling menonjol dari semua itu karena pemain bisa mengakses ke seluruh peran seperti dari peran pengguna pedang ke peran pemanah hanya perlu menggantinya di inventaris. Seperti halnya TESTANOVE HYDRA adalah satu set equipment dari helm, baju, gauntlet, celana, dan sepatu, itu tidak bisa dibeli secara terpisah jadi kami menyebutnya skin.


Jadi, pemain tidak perlu mengganti karakter mereka untuk menyesuaikan peran mereka saat sedang dalam sebuah party.


Membosankan? Tidak, tidak... Terdapat keunggulan ketika pemain sedang solo dan ingin bergabung dengan party lain, mungkin sekitar 60 persen pemainnya adalah otaku lajang yang hidupnya suka menyendiri, tidak termasuk untukku.


Aku terkadang suka keluar rumah untuk olahraga dan sering berinteraksi dengan tetangga. Tetapi, itu hanya untuk pagi hari dan hanya satu atau dua kali dalam seminggu, sisanya aku akan menghabiskan waktu di kamar atau kuliah jika ada jam.

__ADS_1


Baiklah lupakan.


«kamu bisa menggunakan atribut suci, hydra? Aku rasa di dalam inventaris ada item untuk penggunaan atribut suci tetapi aku masih belum bisa menggunakannya.»


Setidaknya, dalam game aku hanya perlu memencet tombol dan skill itu akan aktif dengan sendirinya jadi aku tidak tau cara menggunakannya di kehidupan nyata ini.


Karena item itu adalah sejumlah kartu jadi aku memiliki banyak asumsi untuk menggunakannya seperti dilempar atau dirobek atau dibacakan doa, tetapi aku tidak bisa memutuskan itu dalam kondisi ini. Singkatnya, tidak begitu tepat jika dikeluarkan sekarang. Aku masih perlu bereksperimen lagi dengan benda itu.


«anda banyak mengetahui tentang kegunaan dari item di dalam inventaris itu, master. Hanya sebagian yang aku bisa pahami dan aku memang merasakan ada berbagai macam benda beratribut di sana.»


Yah, karena itu semua adalah item milikku... Aku ingin mengatakannya tetapi ini bukan waktunya untuk berdebat tentang itu.


"darkness!! Serang pria di sana dan jangan sampai menyisakan mayatnya. Hahaha... Terimalah pembalasan dariku, pahlawan!"


Mata golem itu menyala semakin terang, seperti merespon apa yang diperintahkan oleh endrin.


Aku sampai berteriak "hiii!!" karena panik. Monster itu sangat menyeramkan.


Setelah itu dia mengarahkan tridentnya ke arahku dan ujung dari trident itu mengeluarkan sejumlah petir berwarna hitam - merah.


"ah! Ini serangannya!"


Aku semakin panik dan aku secara refleks menyilangkan tanganku untuk posisi bertahan.


Normalnya, tanganku pasti tidak akan mampu untuk menahan serangan dari golem itu tetapi aku tidak memiliki waktu untuk melarikan diri-- tidak, jangankan untuk melarikan diri, aku bahkan tidak sempat berfikir untuk lari.


*boooom*


Seperti suara yang dihasilkan halilintar, itu sangat membuat telingaku sakit.


Sangat bodoh, seharusnya aku menutup telingaku saat sedang ada petir.


Aku sangat menyesal dan aku mulai pusing karena suara dari serangan itu berdengung beberapa kali di telingaku.


Setelah aku bisa fokus kembali dari bisingnya suara, aku mulai sadar dan mendengar endrin berbicara.


"apa!? Apa yang terjadi!? Kenapa serangannya tidak mempan!?"


Aku melihat ke depan, ke arah serangan itu diluncurkan.


Ternyata ada semacam pelindung transparan yang menjaga aku.


Itu pasti pelindung hydra, aku sampai "fyuuuh... Aku pikir aku akan mati." seperti itu sambil menyeka keringat dingin yang berada di dahiku.


"serang terus, darkness. Jangan berhenti!!"


Sambil menunjuk aku, dia memerintahkan golemnya dengan wajah yang penuh dengan rasa penasaran.


Warna di mata golem itu menyala terang kembali dan mulai menembakan rentetan serangan petirnya ke arahku.


*boooom**boooom**boooom*


Tentu saja, berdasarkan dari pengalaman yang aku dapat, aku menutup telingaku dengan rapat.


"apakah tidak ada sihir peredam suara? Aku yakin hal-hal seperti itu pasti ada, 'kan?"


Karena di sini adalah ruang tertutup jadi suaranya selalu terpantul kembali dan membuat ruangan ini menjadi sangat berisik.


Namun, sangat hebat. Meskipun aku menutup mataku tetapi sesekali aku membuka mataku dan melihat situasinya. Aku melihat lantai atau tiang-tiang yang terkena serangan sihir nyasar — itu tidak terlihat adanya tanda-tanda kerusakan.


Itu hanya meninggalkan bekas gosong — sama halnya ketika aku dan hydra menggunakan mantra api.


«ini tidak akan ada habisnya jika terus seperti ini. Tolong lakukan sesuatu, hydra!»


«maaf karena membuat anda menunggu, saya sudah menganalisis golem ini. Dan, aku menemukan banyak energi roh jahat di dalamnya.»


«apa? Jadi itu sebabnya kamu ingin menggunakan sihir atribut suci?»


«ya, master arahkan saja kembali tongkat yang anda pegang sisanya biar saya yang mengurusnya.»


Hydra, sangat dapat diandalkan.


Dengan begitu aku mulai mengarahkan tongkatnya dengan kedua tangan sambil berusaha menahan bisingnya suara yang ditimbulkan dari petir golem itu.


Aku pikir, indra pendengaran aku akan memburuk setelah pertarungan ini selesai.


Semacam nyala api berwarna putih muncul membentuk sebuah tombak yang memanjang.


Tombak itu tepat berada di atas kepalaku, ukurannya sekitar 2 meter.


Aku berasumsi bahwa itu adalah sihir tombak api yang dikombinasikan dengan atribut suci karena warnanya putih.

__ADS_1


Dengan suara "ding!" di kepalaku, tombak itu meluncur lurus ke arah golem itu atau kita bisa menyebut dia darkness sekarang.


Sihir petir hitam - merah dari darkness bertabrakan dengan sihir tombak api - suci dari hydra.


Sihir tombak hydra menembus petir-petir itu dengan mudah dan terus melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke arah tubuh golem.


*sleeb*


Tombak itu dengan mudahnya menembus pertahanan darkness dan menusuk tepat di bagian dadanya.


Aku tidak tau, apakah di sana akan ada jantung atau semacam inti kehidupan dari darkness. Tetapi, darkness mulai berhenti melancarkan serangannya.


"hah!? Ada apa, darkness? Kenapa kau terdiam? Cepat, singkirkan tombak itu dari tubuhmu dan serang dia kembali!"


Tidak ada jawaban. Tetapi perlahan darkness menjatuhkan trident yang berada di tangan kanannya.


Dengan suara dentingan seperti logam yang berbenturan, trident itu jatuh ke lantai.


Disusul dengan darkness yang perlahan menunduk seperti robot mainan yang kehabisan baterai, cahaya merah di matanya mulai redup dan darkness jatuh tak berdaya di sana.


Tombak yang bersarang pada tubuh darkness mulai menghilang perlahan dan hanya menyisakan lubang besar pada dadanya.


"huh, Kenapa? Kenapa malah jadi seperti ini!? Darkness!!?"


Endrin berteriak, dia terus memanggil darkness dan terus bertanya "kenapa?".


Sepertinya dia sangat tidak percaya kalau darkness sudah kalah.


«apa ini sudah berakhir?»


«seharusnya begitu, karena saya sudah menghancurkan inti dari golem itu, tetapi masih ada aura roh jahat yang bersarang di sana.»


Hydra tampak ragu. Aku juga masih sedikit gelisah melihat darkness yang seperti itu.


«apakah lebih baik kita bakar saja sampai habis?»


«ya, mungkin itu memang ide yang bagus — tapi, master. Saya merasa golem ini sangat bagus untuk tujuan penelitian. Bahan yang dipilih cukup bagus dan kerangkanya didesain dengan teliti.»


«kamu tertarik dengan hal-hal yang seperti itu?»


«tidak juga, saya hanya heran dengan siapa yang telah membuat ini.»


Aku lebih heran tentang "kenapa dunia ini bisa ada?" aku ingin tahu siapa pembuatnya dan juga aku ingin bertanya kenapa aku bisa berada di dunia ini, padanya.


"semua sudah berakhir, endrin. Golem itu sudah kalah, sekarang kau lebih baik menyerah dan beritahu aku dengan siapa kau bekerja sama."


Endrin sedang dimanipulasi oleh cyclop, jadi aku pikir semua masalah berasal darinya.


Mungkin, dia tau cara untuk aku kembali pulang? Tapi, bagaimana dengan hubungan aku dengan hydra? Aku memang ingin pulang karena dunia ini sangat mengerikan untuk otaku game sepertiku tetapi hydra sudah membantu aku sampai sejauh ini dan jika aku pergi begitu saja apakah dia akan baik-baik saja?


Baiklah, sangat sulit untuk memutuskannya sendiri, lebih baik aku pikirkan ini nanti.


"tidak, tidak mungkin darkness bisa kalah. Aku melihatnya, dia bisa mengalahkan naga bumi itu dengan petirnya... Darkness, bangun!! Jangan mati di tempat seperti ini!"


Endrin merangkak dari tempatnya dan mulai menghampiri darkness.


Mungkin karena tubuh darkness terlalu besar, saat endrin bisa menjangkaunya dia memeluk kaki darkness dan mulai merintih.


"jangan tinggalkan aku, darkness. Jangan tinggalkan aku."


Sangat dramatis. Sepertinya dia sangat menyayangi golemnya yang satu ini, berbeda dengan golem-golem sebelumnya.


Sekarang aku merasa sangat bersalah untuk itu.


«hydra, mungkin kita sudah bisa menghilangkan sihir manipulasi pada dirinya.»


«memang, ketika seseorang sedang merasa sedih terkadang hati mereka akan rapuh dan kita bisa mengakses hatinya untuk melepaskan sihir yang membelenggu.»


Itu artinya kita juga bisa memanipulasinya kembali dengan sugesti untuk mengubah pola pikirnya. Yahh, aku sering melihat adegan-adegan seperti itu dalam serial drama.


Aku mulai menghampiri endrin.


"gyaaaaa!!!"


Seseorang berteriak. Suaranya sangat aneh. Aku mendengar suara itu berasal dari langit-langit di arah belakang endrin.


Lalu aku melihat seseorang terbang dan ingin menghampiri endrin.


Itu adalah cyclop yang selama ini aku cari.


"dasar bodoh, apa yang kau lakukan? Cepat kalahkan pahlawan itu dan kita mulai ritualnya."

__ADS_1


Cyclop itu mendesak endrin. Sepertinya dia tidak tau situasinya kalau darkness sudah aku kalahkan.


__ADS_2