Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Bab 14. Pertarungan penyihir tingkat tinggi.


__ADS_3

"apa? Mustahil! Apa yang terjadi?"


Lexo — yang sedang melayang di atas endrin dan darkness — protes karena sihirnya telah dipantulkan.


Dia sangat tidak percaya pada orang yang bisa membatalkan sihirnya. Dan, aku mengetahui itu karena aku sering melawannya di dalam game jadi aku mengantisipasinya dengan menyuruh freya menggunakan kemampuannya untuk memblokir sihirnya.


Kemampuan freya dapat menetralisasi sihir apapun pada radius 5 meter dari tubuhnya karena freya adalah seorang fighter yang unggul dalam pertarungan jarak dekat, kemampuannya itu sungguh sangat menyakitkan untuk seorang wizard yang tidak ahli dalam mengatur jarak.


Namun, itu adalah pembicaraan di dalam pertempuran. Jika, dia dalam posisi bertahan, dia bisa memperluas kemampuannya itu untuk melindungi sekutu tetapi dia tidak bisa bertempur selama kemampuan itu aktif.


Jadi, yang bisa dia lakukan sekarang hanya diam menunggu sampai pertarungan ini berakhir.


"aneh, aku tidak bisa menemukan orang di kastil ini."


"ada apa? Kau seperti mendapatkan kesulitan?"


"hah, apakah itu ulahmu? Ke mana perginya semua orang?"


"aku? Kau seharusnya memperhatikannya, 'kan? Kalau aku di sini sedang bertarung."


Aku tidak bohong, aku tidak bilang bahwa itu bukan ulah aku. Kenyataannya, itu adalah rencanaku.


"mungkinkah, gadis itu!?"


Dia cepat tanggap, pertemuan aku dengan freya pasti membuatnya curiga.


"ya, kau benar. Freya yang membawa mereka dan sihirmu tidak akan bisa menembus kemampuan milik wanita itu."


Sebenarnya freya pasti bisa mengalahkan cyclop ini tetapi mungkin dia masih mempertimbangkan endrin dan dia tidak bisa mengalahkan keduanya sekaligus.


"brengsek! Aku seharusnya membunuh gadis itu sejak lama."


Tidak, kau tidak bisa membunuhnya karena dia lebih kuat darimu.


Aku ingin menyampaikan fakta itu, aku ingin dia sadar akan kenyataan bahwa dia tidak mampu melakukannya.


"lihat, semua sudah berakhir. Lebih baik kau menyerah saja sekarang."


Aku jadi kepikiran, sudah berapa lama aku bertarung? Ini masih terlalu awal dari cerita tentang aku yang datang ke "dunia lain" ini, tetapi aku sudah melakukan pertarungan yang sangat mengerikan seperti ini.


Bagaimana jika aku terjebak di sini selamanya? Apakah aku akan selalu bertemu dengan hal-hal seperti ini setiap hari?


Ini tidak seperti cerita dalam novel yang aku baca! Yang aku inginkan hanya kehidupan mudah dan santai seperti novel dengan genre romance-comedy bukan genre action seperti ini!! Apa lagi Sci-fi yang di akhir cerita — heroine dengan tokoh utama berpisah karena menyangkut masalah akhir dunia, itu sangat mengerikan. Aku tidak ingin adanya perpisahan seperti itu.


Baiklah, lupakan itu, jika aku pada akhirnya harus tinggal di sini — aku akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak berurusan dengan dunia luar dan aku akan hidup bermalas-malasan!!


Aku bersumpah pada diriku sendiri dan semangat telah membakar tekadku sekarang.


"tch, apanya yang berakhir? Aku tidaklah selemah itu. Lihat... Masih ada satu boneka di sini."


Dia menunjuk endrin.


Benar, endrin sudah dalam kendalinya dan sekarang apa yang ingin dia lakukan hanya dengan satu orang?


"perhatikan ini baik-baik..."


Lexo mulai merapal mantra lagi dan entah kenapa darkness berkedut dan mengeluarkan asap hitam pekat.


"hei, itu terlihat mencurigakan."


Dalam manga yang aku baca, hal-hal yang mengeluarkan asap atau aura hitam pasti jahat dan berbahaya.


Perasaan aku tidak enak. Ini pasti sesuatu yang menyusahkan.


"hemelios zoras renaza asve!!"


Lexo melepaskan sihirnya. Itu mantra yang sama ketika endrin mengeluarkan darkness dari kristal.


Asap hitam yang keluar dari tubuh darkness mulai menyelubungi tubuhnya dan juga tubuh endrin.


Mereka sekarang tidak terlihat karena tertutup asap.


Asap itu berputar-putar menyelubungi tubuhnya.


Setelah asap itu mulai tenang dan menghilang aku tidak menemukan endrin di tempatnya berdiri. Tetapi, aku melihatnya sedang berada di tubuh darkness.


Lubang di dada darkness yang sebelumnya disebabkan oleh tombak dari sihir hydra — sekarang diisi dengan kepala endrin yang tergantung tidak berdaya.


"ah, tidak lagi."


Aku mengeluh melihatnya. Aku pernah melihat fiksi di mana seorang putri yang bergabung dengan monster. Dan, sekarang adegan ini dipraktekkan di depanku, hanya saja yang bergabung bukan seorang putri melainkan seorang pria tua.


Jika itu seorang putri cantik dan imut aku akan dengan senang hati menolongnya. Tetapi yang terjebak di sana adalah endrin, aku tidak memiliki niat sedikit pun untuk menolongnya — malahan aku ingin menghancurkannya karena terlihat menyeramkan.


"kikiki... Bagaimana? Itu keren, bukan? Jika darkness tidak bisa bergerak karena tidak memiliki inti maka yang perlu aku lakukan hanyalah membuat inti baru untuknya."


Cukup cerdas. Dia membuat pemikiran seperti lampu senter yang kehabisan baterai dan yang perlu dilakukan hanya mengganti baterai-nya.


"lalu apa bedanya dengan darkness yang sebelumnya? Itu tidak akan mengubah apapun jika aku menggunakan sihirku untuk mengalahkannya kembali."


"ohh, apa kau berani membunuhnya? Maka silahkan saja. Dan, karena darkness sudah bergabung dengan pria itu aku jadi bisa melakukan banyak hal, seperti..."


Sebelum menyelesaikan kalimatnya, lexo mundur menjauh dari darkness.

__ADS_1


Itu terlihat seperti dia akan melakukan sesuatu, jadi aku mengambil sikap.


Staff yang aku pegang, aku arahkan ke depan dan bersiap untuk melepaskan sihir.


Namun, kalimat endrin tentang 'apakah aku berani membunuh endrin atau tidak' itu terngiang-ngiang di dalam kepalaku.


Aku berfikir itu akan baik-baik saja karena endrin sudah menyebabkan banyak masalah untukku tetapi jika aku pikirkan baik-baik tentang membunuh seseorang — aku tidak pernah melakukannya dan itu membuat aku ragu.


Sementara aku memiliki keraguan, tiba-tiba darkness menghilangkan dari pandangan aku.


*bang!*


Sebuah trident berbenturan dengan pelindung sihir di bagian belakangku.


«hati-hati, master.»


Hydra memperingati. Ternyata darkness sudah berada di belakangku dengan tridentnya.


Lalu dia menarik kembali tridentnya yang menempel pada sihir pelindungku dan membuat jarak.


«itu sangat cepat!»


Benar-benar kecepatan yang menakjubkan sampai mataku tidak dapat mengikutinya.


Beruntung aku memiliki hydra yang telah memberikan aku sihir pertahanan, jika tidak aku pasti sudah menjadi adonan.


Sial, aku tau hal seperti ini pasti akan terjadi. Tetapi, mau bagaimana lagi aku benar-benar masih pemula di sini.


Kembali lagi ke medan pertempuran.


Sekali lagi darkness menghilang. Aku pikir dia akan muncul lagi di belakangku jadi aku langsung memeriksa bagian belakang.


Tidak ada, aku memeriksa lagi di seluruh area di sekitarku tetapi aku tidak bisa menemukan darkness di mana pun.


Lalu...


*booom*


Sebuah petir hitam-merah menyerangku dari arah langit-langit.


Di sana gelap tetapi kepala endrin dan bagian bawah tubuh darkness terlihat, juga matanya bercahaya merah sangat terang.


Sihir pertahanan yang dibuat hydra untuk melindungiku sepertinya sangat kuat namun aku sangat khawatir jika diserang terus menerus seperti ini apakah sihir pertahanan ini bisa terus menahan serangan dari darkness?


"kikiki... Apa yang terjadi padamu? Apakah kau tidak bisa membalas seranganku?"


Lexo terlihat sangat senang dan menari di udara.


«hydra, ini sangat tidak bagus. Apakah kamu ada ide untuk ini!?»


Sambil bertahan dengan putus asa, aku bertanya pada hydra.


«saya pikir juga begitu, lawan ini terlalu berlebihan untuk master yang seorang pemula. Baiklah, jika master mengizinkan saya menggunakan tubuh anda untuk bertarung maka saya akan menanganinya.»


Apa dia tidak menggunakan tubuh aslinya yang besar itu? Apakah karena ruangan ini terlalu sempit? Ah, sudahlah, mari beri dia kesempatan.


«baiklah, izin diberikan tetapi jangan sampai membunuh endrin.»


«dimengerti.»


Ini memang di luar dari rencana. Aku tidak pernah mengira hydra bisa mengambil alih tubuhku.


Bidang pandangan aku mulai berubah. Aku merasa ditarik oleh sesuatu dan aku tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhku.


Akan lebih nyaman untuk menyebutnya hydra sudah mengambil alih tubuhku.


Tubuhku — yang dikendalikan oleh hydra — mulai bergerak.


«tubuh ini rasanya sedikit kaku.»


Hydra meregangkan tubuhku. Aku bisa melihatnya karena aku dan hydra berbagi visi yang sama.


«kamu ingat aku tidur di tanah tadi malam jadi itu menimbulkan sedikit rasa yang tidak nyaman.»


«ya, tapi ini bukan masalah.»


Entah kenapa suara hydra terdengar bersemangat.


Hydra mulai memutar-mutar staff yang berada di tangan kananku.


Staff itu terlihat sangat enteng untuknya dan mungkin dia tidak peduli jika staff itu mengenai tubuhku atau terlepas dari genggaman.


Aku ingin menyampaikan kalau itu berbahaya tetapi dia sepertinya sedang dalam mood yang bagus jadi aku menghentikan niatku dan hanya memperhatikannya.


Hydra mulai mengambil langkah.


Lalu aku melihat kita sudah berada di belakang darkness dan hydra memukul kepala darkness dengan staffnya.


*pangggg*


Seperti suara logam yang berbenturan.


Setelah memukul darkness, hydra kembali lagi ke posisi asalnya.

__ADS_1


Aku melihatnya, aku tau itu mungkin semacam sihir teleportasi, benar-benar sangat menakjubkan.


Hydra mulai memeriksa batu merah yang berada di ujung staffnya.


«tidak hancur? Benda ini dengan golem itu keduanya sangat keras.»


«ya, kamu benar. Ternyata kamu lebih ekstrem dari pada yang aku pikirkan.»


Ternyata dia menyerang darkness hanya untuk melakukan penelitian. Sungguh sangat tidak peka terhadap situasi.


Padahal semenjak endrin bergabung dengan darkness aku sudah takut-takut akan bahaya yang lebih besar.


Sepertinya, cuma aku di sini yang merasa tegang. Benar-benar ada perbedaan besar antara pemula dengan veteran.


"huh, jangan besar kepala hanya karena kau bisa sihir teleportasi. Serang dia tanpa ampun, darkness!"


Lexo nampak tidak senang. Juga, sepertinya dia tidak tau kalau yang menggerakkan tubuhku adalah hydra.


Darkness mengangkat tridentnya ke atas dan sejumlah bola-bola petir berwarna hitam-merah terwujud di sekitar darkness.


Jumlahnya mungkin ada enam. Lalu, darkness mengayunkan tridentnya ke depan seperti sedang memberi perintah kepada bola-bola itu untuk menyerang ke arah kami(aku dan hydra).


Dengan suara "whooosh" bola-bola itu meluncur dengan cepat.


Hydra mengangkat staffnya membentuk pose bertahan dan aku sedikit melihat hydra membuat sihir pertahanan tambahan membentuk sebuah bidang yang hampir transparan.


*booom**boooom**boooom*


Suara dari sihir bola-bola petir darkness dan sihir pertahanan milik hydra yang berbenturan membuatnya terdengar seperti suara meriam yang ditembakkan beberapa kali.


Benar-benar sangat fantastis. Aku seperti sedang menonton bioskop tiga dimensi.


Medan pertempuran menjadi berasap karena panas dari sihir milik darkness yang berbenturan ke sihir pertahanan hydra atau ke lantai.


Sekali lagi aku kagum dengan lantainya karena tidak rusak sama sekali. Pelayan yang memiliki jadwal untuk membersihkan tempat ini pasti akan mengeluh nanti ketika melihat beberapa lantai yang hangus.


Setelah asap dan serangan dari darkness mulai mereda, hydra membenturkan staffnya ke lantai dengan suara "ting" dan api kecil berwarna putih muncul dari ujung staff yang menyentuh lantai.


Tanpa menunggu lama, hydra langsung menyeret staffnya dengan suara "triiiiiing" dan api yang tadinya kecil semakin lama semakin besar, hingga pada akhirnya dia mengarahkan api itu — yang semakin besar — ke arah darkness dengan suara "whoooosh".


Aku melihat itu seperti menyalakan korek api lidi yang cara menggunakannya digores pada bagian ujung pentolnya.


Aku sangat terkesan melihat itu, hydra seperti seorang penyihir sungguhan dan dia tidak perlu merapal mantra.


Api putih itu menyerang darkness dan menyelubungi seluruh tubuhnya.


«hei, tunggu. Bagaimana dengan endrin?»


Entah kenapa aku menjadi panik. Karena seluruh tubuh darkness terbakar termasuk endrin di dalamnya.


«anda tidak perlu khawatir, master. api itu hanya menyerang energi roh jahat pada tubuh darkness. Jadi, endrin dan bahkan tubuh darkness tidak akan mendapatkan masalah.»


Sungguh sihir yang cermat.


Apakah ini yang sering disebut api penyucian? Dan, entah kenapa aku berfikir hydra menggunakan sihir ini bukan untuk melindungi endrin melainkan untuk memberikan sihir yang membuat kerusakan seminimal mungkin pada tubuh darkness supaya tidak rusak.


Jadi, dia masih ingin meneliti golem darkness.


"apa!? Itu sihir suci yang digabungkan dengan sihir api? Bagaimana bisa kau menggunakannya!?"


Lexo terkejut dan matanya yang cuma satu semakin melotot. Dia lebih terkejut dengan sihir hydra daripada darkness yang sedang terbakar.


Hydra tidak menjawab, dan hanya memperhatikan darkness yang sedang ia bakar.


Darkness yang sedang terbakar oleh api berwarna putih mulai turun ke lantai dan membuat sikap seperti kesatria yang sedang bertekuk lutut dengan satu kaki dan dia menopang tubuhnya dengan trident yang dia pegang dengan kedua tangannya.


Sepertinya dia sudah melemah dan tubuhnya hampir roboh. Namun, dia masih tetap berusaha menopang tubuhnya dengan trident.


Setelah api itu menghilang dari tubuh darkness, hydra mulai mengetuk lantainya lagi dengan staffnya.


Lalu, muncul beberapa rantai putih dari lantai dan mulai mengikat darkness.


Sepertinya darkness sudah tidak bisa bergerak lagi jadi hydra mengubah pandangannya ke arah lexo.


Lexo sedikit tersentak setelah ditatap oleh kami.


"apa yang kau lakukan di sini?"


Suara feminim keluar dari tubuhku. Itu adalah suara hydra yang sedang bertanya kepada lexo.


"eh, suara perempuan? Kenapa bisa?"


Lexo tampak kebingungan dengan itu.


Sedangkan aku, hanya menonton dan memperhatikan. Sebenarnya ini membuat aku sedikit resah.


Hydra tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, lalu dia mulai mengarahkan tangannya ke arah lexo.


Lexo yang sedang melayang di udara mulai terbang ke arah kami tetapi sepertinya itu bukan kehendaknya sendiri karena dia mengatakan omong kosong seperti "eh? Tubuhku... Ah, tubuhku tertarik oleh sesuatu!!" seperti itu.


Aku pikir hydra yang menyebabkan itu, dia menarik lexo ke arah kami dan setelah lexo mulai mendekat hydra mencekik lehernya.


Aku melihat mata lexo yang melebar dan putih di matanya mulai diwarnai kemerahan seperti sedang lupa berkedip.

__ADS_1


__ADS_2