
Suatu hari di dalam aula istana Kekaisaran, Kaisar Kekaisaran Dortos, Frederick Ralp Dortos, mengadakan konferensi dengan para petinggi dan penasehat Kekaisaran.
Kaisar Frederick duduk di singgasana. Seorang pria berusia 36 tahun dengan wajah tampan, mengenakan pakaian mewah, dan sangat bermartabat.
Dia ditemani penasihatnya. Berdiri di sebelahnya, pria bertubuh langsing dengan kacamata, dia adalah Roy Lasunta.
Roy dan Kaisar Frederick masih terlihat muda. Namun mereka sudah memiliki banyak pencapaian dalam memajukan Kekaisaran Dortos dan sudah diakui oleh seluruh petinggi sekaligus bangsawan Kekaisaran.
Sekarang, para petinggi sedang berdiri menghadap Kaisar Frederick, ingin mengetahui bagaimana kelanjutan rencana mereka.
"Rencana panjang kita akhirnya sudah mencapai tahap akhir. Dan diputuskan besok kita akan mulai menyerang."
""Ohhh!""
Kaisar Frederick mengumumkan dan semua orang bersemangat.
Kekaisaran telah mengumpulkan hampir seluruh pasukan untuk pergi berperang. Beberapa bangsawan yang sedang hadir dalam audiensi ini juga akan mengikuti peperangan sebagai kapten pasukan atau jenderal, sesuai dengan status mereka masing-masing.
"Dan kami telah mendapatkan informasi bahwa negara tetangga, Kekaisaran Karamia, sudah mempersiapkan pasukan mereka."
"" Ohhh!! ""
Sekali lagi, ruang audiensi ini dipenuh semangat.
Ini merupakan satu hal yang sudah mereka tunggu-tunggu. Mereka senang karena Kekaisaran Karamia mau menyerang kerajaan Herunia dari arah lain aksi militer mereka.
Namun lebih dari itu, sebenarnya mereka sudah bekerja sama dengan salah satu bangsawan Kekaisaran Karamia.
Kekaisaran Dortos menggunakan kekuatan bangsawan itu dan berkolusi dengannya.
"Bangsawan yang tidak berpendidikan, dia sama sekali tidak menyadari kalau kita sedang mempermainkan dia."
Sambil membetulkan kacamatanya, Roy mengutarakan pendapatnya dengan perasaan jijik.
Bangsawan yang dimaksud adalah Gardan Mumaza, seorang Archduke dari Kekaisaran Karamia.
Roy bisa berhubungan dengan Gardan melalui banyak koneksi. Dengan sedikit rujukan dan iming-iming, Roy bisa mengajak Gardan agar mau berpihak dengan Kekaisaran Dortos.
Namun itu bukan suatu kebetulan. Roy pernah membaca literatur tentang sejarah Kekaisaran Karamia dan menemukan bahwa keluarga Gardan pernah memiliki konflik dengan keluarga Kekaisaran saat ini di masa lalu.
Mengetahui hal ini, Roy memberikan usulan kalau Kekaisaran Dortos bisa membantu Gardan untuk menggulingkan tahta Kaisar Karamia saat ini dan membantu Gardan duduk di singgasana.
Tentu saja, Gardan tidak semudah itu menerima rencana dari musuhnya.
"Manfaat apa yang akan kalian dapatkan jika kalian membantuku?"
Di pertemuan rahasianya dengan Roy, Gardan menanyakan hal ini.
Berfikir bahwa Gardan tidak menolak dan malah bertanya lebih jauh, Roy sudah yakin bahwa Gardan cukup tertarik dengan usulannya.
"Tentu saja, ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami ingin membangun hubungan baik dengan negara Anda, dan kami juga sudah lelah melakukan peperangan dengan negara kalian. Belakangan ini kami sudah memajukan banyak hal di bidang perekonomian dan itu semakin meningkat setelah aku dan Kaisar mereformasi politik di negara kami. Oleh karena itu, kami ingin menjalin hubungan dengan negara Anda. Akan tetapi, kami tidak ingin berhubungan dengan Kaisar George, dia tidak bagus dijadikan sebagai mitra kami. Dan berbeda dengan pria itu, Anda lebih baik daripada dia."
Roy menjelaskan dengan sungguh-sungguh dan mengakhirinya dengan senyuman.
Pada titik ini, Gardan memang tidak memiliki masalah apapun dengan Kaisar George, namun kenyataan bahwa leluhurnya pernah berseteru dengan keluarga Kekaisaran memang benar adanya.
Dan hal ini membuat dia berfikir bahwa sudah saatnya era di mana keluarganya, Mumaza, dapat berdiri di puncak Kekaisaran.
Gardan juga sudah mengetahui bahwa Kekaisaran Dortos hanya ingin menjalin hubungan baik dengannya. Jadi dia menerima usulan Roy dan mengikuti rencananya.
Gardan benar-benar tidak mengetahui bahwa dirinya telah dimanfaatkan oleh Roy. Mengarahkan militernya bersamaan dengan bergeraknya militer musuh, tentu saja itu salah untuk dilakukan.
Namun Gardan tidak melihat kesalahan itu dan hanya memikirkan tentang prospek menjadi Kaisar selanjutnya.
Mengingat pembicaraan ini selalu membuat Roy merasa geli. Dengan mudahnya Gardan bisa dimanipulasi hanya dengan iming-iming, Roy menghela nafas.
"Marquis Herzam, bagaimana dengan persiapan Anda?"
Roy bertanya kepada salah satu hadirin bangsawan.
Bangsawan bernama Herzam terlihat berusia 40an, tubuh tinggi kurus dengan kumis panjang.
"Semuanya sudah dipersiapkan. Dan kelima orang dari dunia lain itu, sekarang sedang berada di dalam barak pasukan."
"Oh, itu bagus. Mereka harus bisa menangani para naga yang akan membantu Kerajaan Herunia."
"Tenang saja. Kekuatan rata-rata naga tidak sampai melebihi peringkat A. Dan kekuatan kelima orang dari dunia lain itu sudah berada jauh melebihi peringkat S. Bahkan jika ada naga dengan peringkat S, saya bisa menjanjikan bahwa kelima orang itu masih bisa menangani para naga dengan mudah. Bagaimanapun, kita sudah melatih mereka selama puluhan tahun dan mereka sudah diperlengkapi dengan senjata berkelas."
Herzam memberi janji kepada Roy agar tidak terlalu khawatir.
Meskipun demikian, Roy masih khawatir karena dia tidak memiliki informasi lebih tentang ras naga.
__ADS_1
Tahun lalu, Kerajaan Herunia pernah memperbudak naga untuk meningkatkan pertahanannya. Namun secara tiba-tiba, mereka mengembalikan para naga itu ke tanah naga dan malah membentuk hubungan dengan ras naga.
(Kalau tidak salah, nama negeri naga adalah Lumia. Dan Kerajaan Herunia telah menyatakan hubungan antar negara mereka melalui konferensi pers.) —Roy hanya mengetahui sebatas itu.
Roy sudah sering mengirim agen intelijen ke tanah naga untuk mencari lebih banyak informasi tentang negeri itu, namun semua agen itu benar-benar tidak becus.
Mereka semua selalu mendapatkan halangan yang sama, yaitu bertemu dengan monster.
(Namanya juga negeri naga, sudah pasti isinya hanyalah monster. Hanya saja kenapa mereka tidak berguna sama sekali?)
Roy sangat marah dengan biro intelijen Kekaisaran. Negara sudah memberikan banyak biaya untuk mendanai kegiatan, fasilitas, dan sebagainya untuk meningkatkan kinerja mereka.
Namun mereka sama sekali tidak bisa menangani hal sepele seperti menyelidiki negeri monster.
Namun Roy tidak mengetahui bahwa monster-monster itu adalah kiriman dari Niks. Dan saat ini, salah satu clone Niks sedang mendengarkan pembicaraan mereka dari dalam kegelapan.
*****
Beberapa hari telah berlalu setelah Kaisar Kekaisaran Dortos, Frederick Ralp Dortos, menyatakan dekrit berperang dengan Kerajaan Herunia.
Bersama dengan Kaisar sebagai pemegang komando tertinggi, para Kesatria Kekaisaran dan bangsawan berangkat dari ibu kota.
Bila dibandingkan dengan keseluruhan jumlah pasukan, mereka hanyalah sekelompok kecil penunggang kuda.
Jumlah asli pasukan mereka berkisar 245 ribu prajurit. Mereka semua sudah berada di wilayah perbatasan nasional, sudah siap untuk menyerang Kerajaan Herunia.
Setelah Kaisar sampai di titik pertemuan, semua prajurit baru bisa bergerak ke Kerajaan Herunia.
Hal ini juga berlaku untuk militer Kekaisaran Karamia. Pasukan mereka juga sudah bersiap di perbatasan nasional. Bahkan Kaisar mereka, George Durans Karamia, sudah berada di sana. Menunggu Kekaisaran Dortos untuk menyerang.
Pasukan mereka berkisar 280 prajurit, termasuk Kesatria Elite Kekaisaran.
Meski begitu, sebenarnya militer Kekaisaran Karamia sudah bisa bergerak sekarang.
Menurut informasi yang telah mereka dapatkan, pasukan pertahanan musuh benar-benar dibagi menjadi dua. Tidak fokus pada satu titik.
Pada saat ini, George bisa menyerang mereka dengan mudah.
Hanya saja, dia masih ingin melihat, apakah Kekaisaran Dortos benar-benar akan menyerang atau tidak.
Jika ternyata mereka menjadikan perang ini sebagai jebakan untuk mengalahkan pasukan Kekaisaran Karamia dengan dua pasukan mereka, maka Kekaisaran Karamia akan mendapatkan kerugian besar.
Lagipula, jika George menyerbu Kerajaan Herunia, pasukan dari Kerajaan Herunia tinggal mengulur peperangan dan menarik George ke dalam sarang jebakan.
Jika seperti itu, pasukan George akan diapit oleh dua kekuatan. Itu sangat merugikan.
Oleh karena itu, George menunggu hingga Kekaisaran Dortos benar-benar menyerang Kerajaan Herunia dan membuktikan bahwa mereka tidak berkolusi.
George sangat bangga dengan pemikiran ini, dan tidak jarang dia telah memuji dirinya sendiri karena bisa mengantisipasi kemungkinan kecelakaan.
Sementara itu. Di ruang konferensi istana Kerajaan Herunia.
Raja Marcus sedang menatap para petinggi negaranya dari bangku pemimpin.
Sedangkan para petinggi dan penasehat sedang duduk di bangku mereka masing-masing dengan situasi tegang.
Mau bagaimana lagi, sebentar lagi mereka akan menghadapi peperangan dengan dua kekuatan besar. Tidak ada waktu untuk memikirkan hal santai selama dua kekuatan besar itu tidak membubarkan pasukan mereka.
Bahkan sosok paling kuat diantara mereka, Walter, tidak bisa menahan ketakutan. Walter merupakan Kepala Kesatria Kerajaan, dan sekarang sedang berdiri di sebelah Raja Marcus.
Raut wajahnya tidak mengatakan bahwa dia sedang terlihat santai. Lagian, ketika salah satu dari dua kekuatan musuh mulai bergerak, dia harus siap untuk dikirim ke medan perang.
Tidak seperti para petinggi lainnya, mereka tidak akan dikirim ke medan perang karena itu bukan pekerjaan mereka. Tetapi mereka lebih tegang daripada Walter.
"Yang Mulia, apakah Anda benar-benar sudah menghubungi pihak negeri naga? Kenapa mereka belum datang juga?"
"Benar, jika seperti ini terus, kita tidak akan bisa menahan serangan mereka."
"Aku mendapatkan informasi bahwa jumlah prajurit Kekaisaran Karamia berkisar 280 ribu pasukan."
"Apa! Ini tidak mungkin bisa dilawan!"
"Kekaisaran Dortos juga telah menyiapkan 245 ribu prajurit mereka. Meski ukurannya lebih kecil daripada Kekaisaran Karamia, tetapi jumlah itu masih terbilang sangat banyak bagi kita."
Dan sebagainya. Awal konferensi dimulai dengan kegaduhan.
Semua kegaduhan itu berasal dari anggota kabinet yang memiliki rumah di wilayah perbatasan nasional.
Tentu saja mereka sudah mengungsikan keluarga mereka ke ibu kota ini, namun harta benda mereka masih tertinggal di sana.
Mereka khawatir itu semua akan lenyap dijarah oleh pihak lawan.
__ADS_1
Marcus menyaksikan kegaduhan mereka dalam diam. Dia tahu pertemuan ini pasti akan diawali dengan rasa kekhawatiran mereka. Lagipula, mereka akan segera berperang, hal seperti ini sudah pasti akan terjadi.
Marcus masih diam dan tenang. Walaupun khawatir, dia masih tetap percaya bahwa bala bantuan dari negeri naga pasti akan datang.
Dia sudah menghubungi pihak mereka melalui bola kristal dan mendapatkan pesan bahwa mereka sudah mengetahuinya dan akan mengirim bantuan.
Seperti yang diharapkan, kemampuan mengumpulkan intelijen mereka pasti lebih baik daripada negara manapun.
Tapi mereka masih menyuruh Marcus agar tetap bersiaga di wilayah perbatasan. Ini adalah perang Kerajaan Herunia dengan dua Kekaisaran. Dan negeri naga hanya akan mengirim bala bantuan untuk mendukung mereka.
Marcus mengerti dan merasa sangat lega mengetahui negeri naga masih menepati janji mereka tentang aliansi tiga negara.
Aliansi ini terdiri dari Kerajaan Herunia, Negeri Lumia, dan Kerajaan Moriden.
Karena Kerajaan Binatang, Moriden, juga ikut dalam perjanjian aliansi, mereka sudah mengirim bala bantuan ke wilayah Ferdinan untuk meningkatkan pertahanan di sana yang nantinya akan dilalui oleh militer Kekaisaran Karamia.
Jumlahnya sekitar sepuluh ribu dengan satu jenderal. Bila dibandingkan dengan banyaknya jumlah prajurit Kekaisaran, jumlah itu terbilang sangat kecil.
Tapi Marcus tetap berterimakasih karena walaupun hanya sepuluh ribu, itu sudah cukup untuk meningkatkan kekuatan mereka.
Sepuluh ribu prajurit binatang sudah dilatih dengan baik, dan diyakini bisa mengalahkan pasukan lebih dari 2 sampai 3 kali jumlah mereka.
Itu sebabnya, hanya dengan sepuluh ribu sudah merupakan bantuan yang cukup besar bagi Kerajaan Herunia di keadaan krisis seperti sekarang.
Dengan bantuan dari negeri naga, Marcus entah bagaimana masih bisa berfikir tenang menghadapi krisis negaranya.
*****
Dua minggu telah berlalu setelah acara resmi pernikahanku dengan Freya dan Merlin terjadi.
Apa yang kalian pikirkan tentang pasangan yang baru saja menikah?
Benar, kalian pasti memikirkan hal "itu". Dan aku tentu saja ingin melakukan "itu", tapi di saat aku sedang ingin bersenang-senang sebagaimana pasutri baru, aku mendapatkan pesan kalau manusia ingin berperang.
(Kenapa mereka berperang sekarang? Tidak bisakah mereka melakukan itu nanti, mungkin sekitar 3 atau 4 bulan lagi? Tidak harus mengganggu acara kesenanganku, bukan?)
Pikiran seperti ini selalu muncul di kepalaku sekrang.
Lihat Merlin, dia sangat marah ketika aku mengatakan bahwa kesenangan kita tertunda karena adanya negara yang ingin berperang.
Meski itu bukan diarahkan untuk kami, tetapi kami memiliki kewajiban untuk membantu negara aliansi kami.
Dan musuh memang mudah untuk ditangani, bahkan hanya dengan mengirim salah satu petinggi kami, mereka sudah bisa diurus.
Tapi aku melihat jauh ke depan. Akan ada kontroversi ketika kami menunjukkan kekuatan kami.
Sebenarnya ini merupakan kesempatan untuk menerapkan salah satu tujuanku. Dengan menampilkan kekuatan kami, kami berharap negara lemah tidak akan berani untuk mengusik kami. Dan ini juga bagus untuk memperkenalkan negara ini kepada dunia.
Era di mana negeri naga, Lumia, akan bangkit setelah kami memperkenalkan kekuatan kami.
Selama ini, kami hanya bertindak sembunyi-sembuyi dalam mengembangkan kekuatan kami. Itu karena kami belum siap.
Sekarang, kami sudah memiliki banyak polisi unggul dan sudah siap untuk mengambil langkah menuju ke ruang lingkup internasional.
Kami sudah siap untuk terkenal dan menjadi bangsa yang berdaulat.
Tapi kenapa mereka berperang sekarang? Maksudku, ini benar-benar bertepatan dengan hubungan asmaraku dan kedua istriku sedang pada puncaknya. Ini adalah momen yang bagus untuk membuat keturunan!!
Namun, momen kami terganggu oleh mereka, para manusia tamak.
Aku tidak bisa fokus dalam melakukan kesenangan jika seperti ini. Setelah perang, kami pasti akan kedatangan tamu-tamu penting seperti Hestia dan sebagainya.
Ada kemungkinan, kekuatan besar yang lain akan menunjukkan wajah mereka dan mendatangi kami juga.
Pada saat itu, kami pasti akan sibuk karena kedatangan banyak tamu, dan Merlin serta Freya pasti sangat dibutuhkan di sana.
Jadi, Merlin marah. Bukan kepadaku melainkan kepada para manusia itu.
Aku dan Freya bahkan memergoki Merlin ingin menuju ke markas mereka untuk melenyapkan mereka sendirian.
Sungguh istri yang menakutkan. Jika aku dan Freya melepaskan pengawasan kami darinya, dia pasti akan langsung menyerang musuh.
Itu tidak akan baik karena musuh belum benar-benar menyerang Kerajaan Herunia. Status mereka belum jatuh ke kondisi peperangan.
Jika Merlin menyerang, Merlin akan dihakimi sebagai orang yang bersalah.
Yah, mau bagaimanapun juga, mereka memang membuat kami kesal.
Aku benar-benar akan menunjukkan kekuatan tempur kami. Aku tidak akan menyerang mereka hanya dengan sedikit kekuatan.
Pada saat itu, mereka akan mengalami mimpi buruk yang paling mengerikan sepanjang hidup mereka.
__ADS_1