Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Akhir cerita di dunia iblis.


__ADS_3

Semua orang menunjukkan kemampuan baru mereka yang mereka dapatkan setelah pemberian nilai jiwa selesai.


Ini sangat mengesankan sekaligus menakjubkan.


Sekarang, aku masih belum mendapatkan ide untuk memanfaatkan kemampuan mereka yang sangat terlihat seperti cheat, tapi aku harap, aku bisa memanfaatkan kemampuan mereka seefisien mungkin.


Terutama kemampuan tethra [element manipulation], itu adalah kemampuan yang benar-benar di luar akal sehat manusia.


Jika dimanfaatkan dengan baik, mungkin kita akan mendapatkan unsur baru hasil perpaduan dari berbagai unsur lain.


Yah, itu akan menjadi kisah perjalanan tethra sebagai seorang alkemis, aku yang belum lulus pendidikan masih sulit untuk mengerti.


Baiklah, aku akan mempercepat upacara ini dan segera pergi ke tanah manusia.


Aku menghampiri tiga orang terakhir yang berada di ujung barisan, mereka adalah odimus, mark, dan gale.


Dari ketiga orang itu, yang paling mencolok adalah odimus. Bahkan namanya pun terdengar sangat mencolok.


Dia adalah pria paruh baya yang memiliki tubuh besar, dan alasan kenapa kami memilih odimus adalah karena keahliannya.


Odimus ahli dalam berpedang, bahkan tidak jarang untuk freya dan kaguya berlatih pedang bersama dengan pria ini.


Nah, ini adalah keahlian khusus yang sangat berpengaruh di dunia sihir dan pedang ini.


Aku tidak memiliki masalah dengan usianya, selama dia bisa mengajar pasukan atau penjaga kami, kami akan sangat tertolong.


Dengan peningkatan keahlian bertarung dan perlengkapan, aku berharap penjaga-penjaga yang bekerja dengan kami bisa menjadi individual yang hebat.


"terima kasih, karena sudah mau bekerja dengan kami."


Pertama melakukan basa basi sebelum pembahasan topik utama itu penting, tetapi aku sangat gugup karena badan odimus sangat besar.


Namun, jika membandingkan ketinggian tubuh dengan ignis, odimus masih belum ada apa-apanya.


Ignis tinggi tapi dia memiliki tubuh yang ideal, sedangkan odimus kekar berotot. Jadi mereka berdua memiliki kelebihan mereka masing-masing.


"tidak, tidak, seharusnya, saya yang berterima kasih kepada anda karena anda sudah memberikan saya alasan untuk hidup lebih lama."


"apa yang kamu bicarakan? Kamu masih memiliki tubuh yang bagus, perjalanan kamu baru saja akan dimulai sekarang, bukan?"


"hahaha, anda benar. Bersama dengan anda, saya yakin, saya akan memiliki hari-hari yang sibuk. Karena anda sudah memberikan saya kekuatan, saya pasti bisa menjalani tugas baru ini tanpa masalah, hahaha."


Kami terlihat akrab, atau sifat orang tua ini memang bisa beradaptasi dengan cepat?


Yah, selama dia mau bekerja dengan sungguh-sungguh, itu tidak akan menjadi masalah.


"ngomong-ngomong, kamu memiliki kebiasaan menggunakan senjata besar, benar?"


"tepat sekali, saya sangat menyukai senjata berukuran besar, khususnya untuk pedang. Saya sangat percaya diri jika menggunakan pedang berukuran besar."


Ohh seorang pria yang cukup percaya diri.


Aku ingin tahu apa dia bisa diakui oleh pedang kelas mistis karena salah satu senjataku juga ada tipe pedang besar, atau biasa disebut dengan [greatsword].


Aku pikir, game fantasi dengan pedang besar sering dijumpai. Lagi pula, itu terlihat sangat keren, bukan?


Hydra sudah melakukan analisis kepada pria bernama odimus. Hasilnya, senjata beratribut angin sangat cocok untuknya.


Aku agak ragu-ragu untuk mengeluarkan pedang besar dari dalam inventaris, namun dengan adanya hydra, aku bisa meningkatkan kekuatan fisik yang aku miliki untuk mengambil dan mengangkat pedang besar dari dalam inventaris.


Kemudian, aku bisa mengangkat pedang itu tanpa masalah, bahkan pedang itu terasa sangat ringan, meskipun itu berukuran besar.


Senjata yang aku keluarkan adalah [great sword] berukuran 5,5 kaki, bermata tunggal dengan corak ukiran berwarna hijau pada bilahnya.


Meskipun itu besar dan seharusnya digunakan dengan dua tangan, aku masih bisa mengibaskan benda itu ke mana-mana seolah benda itu hanyalah papan kayu biasa.


Aku membenturkan pedang itu ke lantai, lalu suara dentingan yang keras terdengar ke telinga mark dan gale yang membuat mereka berdua tersentak.


Panjang pedang itu hampir sejajar dengan leherku, jadi itu sangat tidak cocok jika dipakai olehku.


"bagaimana menurutmu? Kamu bisa menggunakan pedang ini?"


"oh, pedang yang sangat indah. Setelah saya mengatakan "saya cukup percaya diri dengan pedang", saya tidak bisa mundur lagi, bukan? Hahaha. Tuan albert, tolong izinkan saya memegang pedang itu."


Ya, kau sudah cukup percaya diri sebelumnya, maka sekarang kau harus tampil dengan kepercayaan dirimu itu.


Aku mulai memberikan pedang besar itu kepada odimus, lalu dia memegang benda itu dengan kedua tangannya.


"hmm, sensasi memegang senjata kelas mistis memang sangat berbeda."


Odimus mengutarakan pendapatnya.


Dia langsung mengambil posisi dengan pedang yang diacungkan ke arah depan.


Karena ukuran tubuhnya, dia terlihat sangat cocok dengan senjata itu.


Beberapa saat kemudian, interaksi antara pedang dan odimus terjadi. Angin sepoi-sepoi mengelilingi ruangan yang membuat udara di sini semakin sejuk.


Lalu, bilah pada pedang itu berubah menjadi baja putih dengan garis berwarna hijau di tengahnya. Itu terlihat lebih simple daripada sebelumnya namun masih tetap elegan.


"omong-omong, tidak ada selongsong untuk pedang itu, jadi kamu harus membuatnya sendiri."

__ADS_1


"ah, apakah anda berniat untuk memberikan pedang ini kepada saya?"


"tentu saja, untuk apa aku mengeluarkan benda itu jika tidak memiliki urusan."


"oh, sungguh suatu kehormatan bagi saya bisa mendapatkan barang dari anda. Saya, odimus, bersumpah akan selalu berusaha untuk memenuhi harapan anda."


"benar juga, aku akan menempatkan kamu pada posisi instruktur kami. Aku harap kamu bisa membina para prajurit kami."


Aku tidak tahu sampai sejauh mana kemampuan orang tua ini, tetapi jika dia bisa diterima oleh senjata kelas mistis, maka dia sudah memiliki keahlian yang sudah diakui.


"sesuai keinginan anda. Anda tidak perlu khawatir lagi tentang kemampuan mereka nanti, saya akan dengan tegas mengajari mereka."


Ohh, terlihat dapat diandalkan. Aku merasa senang dengan orang seperti ini.


Aku memberikan selamat kepadanya dan semua audiensi bertepuk tangan.


Akses untuk menggunakan coloseum sebagai sarana tempat latihan sudah aku berikan kepada odimus, jadi dia bisa melatih anak didiknya di sana.


Selanjutnya adalah mark dan gale.


Sejak awal, mereka menyaksikan semua ini dengan mata yang penuh pengharapan, mungkin mereka juga menginginkan senjata.


Aku memang berniat untuk memberi mereka senjata, dan aku juga sudah mempersiapkan tipe dan atribut yang cocok untuk mereka.


Tapi, apakah mereka bisa diakui oleh senjata itu, aku tidak tahu. Lagian, mereka terlihat sangat muda dan sepertinya mereka kurang pengalaman.


Kaguya hanya mengatakan kalau mereka lebih unggul daripada penjaga yang lain. Itu sebabnya aku memberikan "sisa" nilai jiwa kepada mereka berdua.


Berguna atau tidaknya mereka, masih dipertanyakan, tetapi karena nilai jiwa sudah diberikan, mereka tinggal berlatih meningkatkan keahlian. Setidaknya, kita memiliki banyak orang yang berlevel tinggi di sini.


"kalian berdua, sudah siap?"


Aku memberikan kalimat yang ambigu kepada mereka.


"kami siap, tuan albert."


"benar, kami berdua tidak akan mengecewakan anda."


Dan, itulah apa yang dikatakan oleh mereka.


Aku bahkan tidak tahu kami sedang melakukan persiapan untuk apa tetapi mereka sudah mengatakan kalau mereka sudah siap.


Terkadang, anak muda memang selalu terburu-buru dalam mengambil keputusan.


Yah, mereka berdua memiliki usia yang sama denganku (mungkin), jadi aku juga agak mengerti. Seperti ketika guru pengajar menanyakan muridnya satu persatu, dan murid yang tidak mengerti hanya bisa mengikuti murid lain padahal mereka tidak tahu apa yang sedang mereka bahas. Itu sering terjadi padaku, ketika aku masih dalam bangku sekolah menengah.


Baiklah, tidak ada gunanya mempermasalahkan itu, pada akhirnya, aku memang ingin memberikan mereka senjata.


Sebelumnya, aku sudah diberikan buff kekuatan oleh hydra, jadi aku tidak masalah mengeluarkan senjata berat.


Pertama untuk gale, dia cocok dengan atribut api, jadi aku mengeluarkan tombak beratribut api.


Tombak dikeluarkan, itu berwarna merah pada tongkatnya dan memiliki mata ganda pada bilahnya yang berwarna perak.


Panjangnya mungkin sekitar 2 meter.


Tanpa bergaya, aku langsung memberikan tombak itu kepadanya.


Selanjutnya untuk mark. Aku juga mengeluarkan tipe senjata yang sama yaitu tombak, tapi kali ini beratribut racun dan berwarna ungu.


Setelah dikeluarkan, aku langsung memberikan senjata itu kepadanya.


Mereka berdua sedang memegang senjata kelas mistis sekarang.


Aku dan para audiensi yang lain menunggu keajaiban yang akan terjadi, tetapi selama apapun kami menunggu, kami tidak melihat adanya indikasi mereka diterima oleh senjata itu.


Jangankan diterima, mereka bahkan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda interaksi dengan senjata tersebut.


"oi, kalian berdua, baik-baik saja?"


Aku bertanya kepada mereka yang sedang mengakali senjata mereka.


"t-tuan, bagaimana cara agar bisa diakui oleh senjata ini?"


"benar, saya juga ingin tahu."


Mereka dalam keadaan bingung.


Jujur saja, aku juga tidak tahu bagaimana cara mengaktifkan senjata canggih yang memiliki kesadarannya sendiri seperti itu.


Selain itu, kemana kepercayaan diri mereka itu pergi? Mereka sekarang tampak sangat putus asa.


"tidak ada waktu untuk melatih kalian sekarang, jika kalian ingin menjadi pemilik dari senjata itu, maka kalian harus berusaha sendiri, mengerti?"


"ughh, baik, saya mengerti."


"saya juga."


Mereka tampak lesu dengan hasilnya, atau mungkin mereka sedang malu?


Banyak orang yang sedang menyaksikan ini, jadi sangat wajar jika mereka malu karena tidak bisa diakui oleh senjata kelas mistis.

__ADS_1


Tidak, seharusnya mereka tidak perlu malu karena senjata kelas mistis memang tidak mudah untuk digunakan.


Jika semua orang bisa menggunakan senjata kelas mistis, maka senjata itu akan terlihat seperti senjata biasa karena bisa diakses oleh siapapun. Itu tidak akan menjadi senjata maha agung lagi.


"oh iya, aku akan menarik kembali senjata itu jika kalian tidak bisa menggunakannya. Aku akan memberikan kalian waktu selama satu bulan, ok?"


"satu bulan? Bukankah itu terlalu cepat, tuan albert?"


"benar, setidaknya, berikan kami waktu beberapa tahun lagi."


Mereka mulai menawar, padahal harganya sudah murah karena mereka sudah aku berikan nilai jiwa.


"dengar, jika dalam sebulan kalian tidak bisa menggunakannya, maka kalian tidak memiliki takdir untuk menggunakan benda itu."


Tidak, aku berbohong tentang itu, tetapi jika kami memberi waktu kepada mereka terlalu lama, mereka tidak akan menjalani pelatihan yang serius.


Selain itu, kami tidak tahu kapan kami akan bertarung dengan seseorang, jadi kami membutuhkan tenaga ahli secepat mungkin untuk menutupi kelemahan kami.


Mereka berdua tidak menjawab dan tampak sedih. Lalu, aku menyuruh odimus untuk mengajari mereka. Dalam sebulan, mereka akan menjalani pelatihan intensif dengannya.


Setelah itu, aku mulai meninggalkan mereka dan kembali ke depan audiensi.


Kedua putriku masih duduk di singgasana, jadi aku tetap berdiri di depan audiensi.


Kaguya juga sudah kembali, namun tidak bersama dengan eliza. Mungkin, dia butuh lebih banyak istirahat.


"sip, aku harap kalian bisa nyaman dengan posisi baru kalian dan tentu saja membantu organisasi ini berkembang. Aku memang ingin merayakan ini tetapi akan lebih bagus jika kita merayakannya setelah kita tiba di dunia manusia. Setelah kalian keluar dari ruangan ini, tolong beritahu kepada yang lain bahwa kita akan pergi ke dunia manusia besok pagi. Jadi, semua orang harus berada di dalam kastil pada saat itu, ok?"


""baik, tuan albert.""


"turuti perintahku dan jaga keselamatan anggota keluargaku."


""kami bersumpah untuk selalu menuruti perintah anda dan menjaga anda beserta keluarga anda.""


Dilakukan dengan drama teatrikal.


Semua orang sangat kompak dan berlutut dengan satu kaki di hadapanku.


Tentu saja itu sudah ada dalam protokol, jadi kami bisa melakukan itu dengan lancar tanpa masalah.


Kami semua meninggalkan ruangan, dan mulai bersiap untuk melakukan perpindahan kastil.


Keesokan paginya, aku, freya, dan merlin menuju ruang observatorium.


Freya dan merlin ikut melihat ke alat — aku akan menyebutnya — [cermin map] untuk melihat lokasi mana yang akan kami tuju.


Ada tiga lokasi berbeda yang sudah terdaftar di dalam cermin map, terdiri dari padang pasir, hutan, dan dataran rumput.


"kamu mengetahui salah satu dari tempat ini, freya?"


Aku bertanya pada freya. Akan lebih nyaman bertanya tentang lokasi kepada orang asli dunia itu.


"daerah hutan ini... Itu berada di daerah tempat ras gnome tinggal, dan padang rumput adalah tempat endrin bertarung dengan naga."


Freya tidak membahas daerah padang pasir, mungkin dia tidak tahu. Tapi, bahkan jika dia mengetahuinya, aku tetap tidak akan menurunkan kastilku di daerah itu.


Yang tersisa hanya tanah gnome dan tanah naga, keduanya bukan ras manusia.


Namun, tanah naga terdengar bagus untuk ditempati.


Karena tanah gnome sudah ditempati oleh ras gnome, kami tidak akan bisa bergerak bebas jika kami memindahkan kastil kami di sana. Itu berlaku pada semua wilayah yang ditempati oleh makhluk yang memiliki kecerdasan.


"aku kurang mengerti dengan apa yang kamu maksud tanah naga. Apakah itu adalah wilayah yang hanya ditinggali oleh ras naga?"


"benar, seluruh daerah di dataran itu ditinggali oleh ras naga, dan tidak ada manusia ataupun ras lain yang menempati tanah itu kecuali hewan dan monster biasa tanpa kecerdasan."


Seluruh daerah? Apakah itu sebuah pulau?


Jika itu pulau, maka itu lebih menguntungkan kami untuk menaruh kastil ini jauh dari kawasan manusia.


Tanahnya juga terlihat sangat subur untuk bertani, mungkin tidak masalah jika aku menempatkan kastil ini di sana untuk saat ini.


Pertama, aku hanya perlu memindahkan kastil ini ke tanah manusia, setelah kastil ini sudah mendapatkan denah daratan dari dunia manusia, aku tinggal merelokasikannya kembali jika tanah tujuan kami saat ini tidak layak untuk ditempati.


"bagaimana menurut kamu tentang tanah naga, freya?"


"hmm, kami pernah tinggal di sana untuk beberapa minggu karena endrin. Jadi menurutku tidak masalah untuk tinggal di sana. Mungkin, kita akan selalu kedatangan tamu seperti seekor naga tapi kita memiliki leon. Naga juga memiliki kecerdasan, selama kita terus mengalahkan mereka, mereka tidak akan datang menyerang lagi."


"eh, naga juga memiliki kecerdasan?"


"tentu saja, mereka adalah monster yang memiliki sejarah panjang. Ditambah lagi, mereka terkenal karena kekuatannya. Namun, jika dibandingkan dengan kita..."


Freya tidak melanjutkan kalimatnya dan hanya tersenyum ke arahku.


Entah kenapa, aku merasa sedikit merinding ketika melihat dia bersikap seperti itu, dan hanya bisa tertawa canggung.


Itu adalah senyuman dari seseorang yang memiliki kekuatan absolut, jadi aku langsung paham dan tidak mempermasalahkan itu lebih jauh.


Semua orang sudah bersiap, gerbang sudah ditutup, dan aku mulai memindahkan kastil ini ke sana.


Tiba-tiba suara sirene siaga muncul dan berbunyi sangat kencang.

__ADS_1


Fitur seperti itu tidak ada di dalam game jadi aku sedikit terkejut.


Peta di dalam cermin menjadi gelap dan kami langsung pindah ke dunia manusia.


__ADS_2