Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Kedatangan Ratu Roh


__ADS_3

Claris menatapku dan aku menatap Claris.


Di awal, dia sangat takut denganku, tapi sekarang dia cukup tenang dan menatap aku dalam diam. Mungkin sedang berfikir.


"Apa kamu menyukai tanaman?"


Dan setelah sekian lama, akhirnya dia berbicara.


"Yaa, aku memang tidak bisa disebut sebagai pecinta tanaman, tapi untuk beberapa alasan, aku menyukainya."


Aku menyukainya karena mereka berguna, baik itu untuk obat ataupun untuk dijadikan ramuan. Oleh karena itu, aku tidak membenci mereka.


Mendengar kalimatku, Claris sekali lagi menatap aku dalam diam.


Nah, aku benar-benar tidak mengerti sifat anak-anak.


"Baiklah, aku ingin melihat seperti apa tanaman yang kamu maksud."


"Oh sungguh?"


"Em."


Pada akhirnya, kami membuat kesepakatan.


Aku tidak mengerti kenapa ini menjadi seperti itu, tapi karena dia mau merubah sikapnya, kurasa ini berakhir dengan baik.


Selesai upacara, masing-masing dari mereka kembali ke rumah untuk berpamitan dengan keluarga.


Sekarang mereka sudah menjadi pengawal putri kami, jadi mereka dihitung sebagai kesatria kastil.


Oleh karena itu, mereka harus tinggal di sini dan menjalani keseharian dengan anak-anak kami.


Hal seperti ini tentu saja sudah disepakati oleh wali mereka masing-masing. Mereka adalah naga, jadi hidup selama 10-20 tahun di luar rumah tidak akan menjadi perpisahan panjang.


Nah, untuk akomodasi mereka, sebenarnya aku memperbolehkan mereka untuk bebas memilih kamar.


Tidak hanya sebatas pada gedung tempat tinggal staf dan pegawai, mereka juga diperbolehkan memilih kamar di dalam kastil.


Hasilnya, mereka memutuskan untuk memilih sejumlah kamar di lantai 4, di mana terdapat pintu menuju ke dunia spiritual.


Kurasa ini tidak masalah. Mereka adalah anak-anak baik dan dapat dipercaya. Mereka bisa mendapatkan akses ke Dungeon untuk mengikuti pelatihan khusus putri kami.


Mereka pasti akan terkejut, namun akan dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru itu karena kami akan membimbing mereka.


Semua naga sudah menganggap kami sekelompok mistisisme dan sudah sangat mengerti kalau kami bisa melakukan atau membuat suatu hal ajaib.


Jadi ketika anak-anak itu melihat Dungeon, mereka akan menganggap bahwa itu hanyalah salah satu dari keajaiban yang kami miliki. Tidak ada hal khusus yang perlu dipersoalkan.


Bahkan jika ada, mereka tidak akan mempermasalahkan itu lebih jauh karena tidak sopan bila berbicara terlalu banyak dengan kami.


Keesokan harinya, mereka dipertemukan dengan Atla, Eren, dan Alice.


Awalnya, masing-masing pihak merasa gugup, namun dengan cepat akrab karena perilaku Claris dan Alice.


Ketika aku memperkenalkan mereka, Alice secara tiba-tiba menghampiri Claris. Kemudian Claris — entah dari mana — tiba-tiba mengeluarkan buah, memberikan buah itu kepada Alice dan mengelus kepalanya.


Aku mulai bertanya-tanya, sejak kapan mereka bisa akrab seperti itu?


Tapi tidak lama kemudian, Clara menjelaskan bahwa mereka sudah sering bermain di kebun buah akhir-akhir ini. Dan entah bagaimana telah menjadi teman.


Claris memang cukup gugup bila di depan sesama manusia, namun perasaan itu tidak muncul ketika di depan Alice. Mungkin dia menganggap Alice sebagai hewan pemakan buah.


Namun melihat Alice yang dengan mudah akrab hanya dengan makanan, membuat perasaanku tidak nyaman.


Jujur saja, anak ini mudah sekali diarahkan hanya dengan makanan. Hal seperti ini akan menjadi bahaya serius bila ada orang yang memiliki niat jahat terhadap Alice.


Aku harus membuat larangan agar dia tidak menerima makanan sembarangan dari orang asing.


Tapi, apakah larangan itu bisa dia patuhi atau tidak, aku sedikit ragu. Bagaimanapun juga, dia adalah anak yang rakus.


Kesampingkan itu. Melihat Claris dan Alice sangat akrab, mereka semua memutuskan untuk saling berkenalan dan mulai saling memahami.


Status mereka berbeda. Para pengawal harus memanggil anak-anak kami dengan sebutan Tuan Putri atau sejenisnya.


Tetapi hal itu bisa dilakukan hanya ketika di depan kami. Ketika mereka berada di luar jangkauan kami, mereka boleh memutuskan untuk saling memanggil dengan bebas.


Untuk hari ini, para anak-anak itu dibiarkan berkeliling kastil sambil diarahkan oleh Atla dan Eren. Tujuannya untuk memperkenalkan kastil ini dan agar mereka dapat saling mendekatkan diri.


Aku ingin mengawasi mereka karena aku sangat khawatir apakah mereka dapat berteman baik atau tidak, tapi tiba-tiba aku mendapatkan pesan dari Niks.


Niks mengatakan bahwa terdapat sejumlah orang sedang menuju ke kastil ini. Mereka sudah memasuki kawasan negeri ini.


Tidak perlu bertanya lebih jauh, aku sudah mengetahui siapa mereka karena terakhir kali kami juga pernah mendapatkan pengunjung.


Beberapa waktu lalu, seseorang datang ke tanah kami dan menyelidiki tentang keberadaan Luminous.


Aku mengetahui hal ini dari Niks. Dia telah mengawasi gerak-gerik pria mencurigakan itu melalui Cermin Map.

__ADS_1


Lebih jauh lagi, dia juga sudah menanamkan clone pada bayangan orang itu dan mengikuti ke mana pun pria itu pergi.


Semua menjadi lebih mudah karena Cermin Map, seolah-olah kami memiliki persepsi super untuk mengawasi wilayah kami.


Niks telah mendapatkan banyak informasi setelah mengikuti pria tersebut.


Anehnya, tidak ada yang bisa menyadari keberadaan clone milik Niks.


Itu adalah clone dengan sedikit energi yang digunakan hanya untuk menguping. Ditambah lagi, Niks adalah Roh Kegelapan. Untuk kemampuan menyembunyikan hawa keberadaan di dalam bayangan merupakan keterampilan khususnya.


Jadi, sangat sulit mendeteksi keberadaan Niks jika mereka tidak benar-benar memeriksanya dengan persepsi yang ditingkatkan ke level tinggi.


Nah, untuk isi dari laporan Niks. Orang yang ingin menyelidiki keberadaan Luminous merupakan bawahan dari Ratu Roh.


Dan RATU Roh itu, saat ini sedang menuju ke kastil ini.


Sungguh, Freya sebenarnya sangat terkejut setelah mendengar informasi ini.


Sebagai makhluk pribumi dunia ini, Freya sangat mengetahui bahwa Ratu Roh tidak pernah berurusan dengan orang-orang dari luar wilayahnya.


Apalagi pergi keluar dari wilayahnya, hal seperti ini sangat jarang sekali terjadi. Itu sebabnya, Freya sangat terkejut.


"Apa yang ingin kamu lakukan, Albert?"


Freya bertanya dengan wajah polos.


"J-Jangan mengatakan hal seperti aku ingin melakukan sesuatu terhadap mereka. Aku juga tidak tahu harus berbuat apa."


Normalnya, dia seharusnya bertanya tentang apakah aku harus menerima dan menjamu mereka atau mengusir mereka. Tetapi Freya mengatakan bahwa aku "ingin" melakukan sesuatu.


Itu seolah-olah aku sudah memprediksi kedatangan mereka dan ingin melakukan sesuatu. Padahal aku tidak memiliki pemikiran sampai sejauh itu.


Ditambah lagi, Freya mengatakan itu dengan wajah polos. Itu sudah menunjukkan kalau dia sangat yakin bahwa aku akan melakukan hal itu.


"Bukankah itu kebiasaanmu?"


Mengatakan itu, dan dia tersenyum menggoda.


Sungguh, dia sangat cantik... Dan meski aku kesal karena dia menggodaku, rasa itu bisa cepat menghilang.


"Kamu ingin membunuh mereka?"


Kemudian Merlin mengutarakan hal yang absurd.


"Kenapa aku harus membunuh mereka?"


Merlin mengatakan dengan wajah datar seolah-olah itu adalah hal yang paling benar untuk dilakukan.


Dia benar-benar mengerikan.


Yah, tindakan seperti itu memang membuat aku resah. Andai saja kita tidak memiliki Cermin Map untuk mengawasi orang-orang semacam itu, mungkin akan lebih baik bila kita menangkap mereka, menginterogasi, lalu membunuhnya.


Tapi masalah Spy seperti itu sudah tidak menimbulkan keresahan karena kami memiliki Cermin Map.


Kita hanya perlu melihat apa yang mereka lakukan dan menaruh pelacak di setiap bayangan mereka.


Oh, berbicara tentang Spy. Kami sebenarnya mendapatkan banyak sekali Spy yang datang ke wilayah kami.


Namun Niks dengan cepat mengatasi orang-orang itu. Dia bekerja sama dengan Familiar kami, menggunakan Familiar kami untuk dijadikan hambatan pergerakan mereka agar tidak datang ke sini, dan mengusir mereka.


Sekuat apapun Spy musuh, Familiar kami masih bisa mengungguli mereka di setiap aspek. Itu sudah pasti.


Adalah hal bodoh untuk menyerang Familiar kami dengan kekuatan peringkat Adamantine biasa, apalagi dibawahnya. Itu mustahil.


Ada alasan kenapa kami lebih mengandalkan Familiar daripada Polisi Naga. Itu karena Familiar kami adalah monster.


Sebisa mungkin, kami menciptakan situasi di mana pihak lain tidak dapat berasumsi bahwa kami sudah mengetahui keberadaan mereka.


Dengan begitu, Niks bisa menaruh pelacak di dalam bayangan mereka dan melacak markas mereka.


Hasilnya, kami mendapatkan Spy dari beberapa negara. Tidak hanya itu. Fungsi dari pelacak itu juga bisa untuk dijadikan alat penyadap.


Bahkan untuk Ratu Roh, pelacak itu tidak dapat dideteksi dengan mudah. Apalagi manusia biasa.


Negeri Gnome, Kekaisaran Dortos, Kekaisaran Karamia, Negeri Elf, organisasi gelap maupun terang. Semuanya mengirim agen intelijen mereka ke sini untuk menilai kekuatan kami.


Namun sayangnya, mereka hanya berakhir dengan pertarungan sia-sia melawan makhluk buas.


Kami bahkan sudah menjadikan mereka sebagai bahan tontonan karena terlalu sering muncul.


Dan tanpa sadar, kami telah mendapatkan julukan baru dengan sebutan "Negeri Misterius yang Tersembunyi".


Aku mendengar hal ini dari Martin. Dia bercerita sambil tertawa mengetahui Spy pihak lain tidak dapat menembus pertahanan alami kami.


Tapi, orang dengan kecerdasan tinggi pastinya akan mengerti kalau para monster itu adalah peliharaan kami dan kami sudah mengetahui keberadaan agen mereka.


Meski begitu, mereka sudah terlambat untuk menyadarinya, karena kami sudah memasang pelacak dan sudah bisa mendapatkan informasi mereka.

__ADS_1


Kami, sangat mengesankan, bukan?


Aku bahkan masih tidak percaya semua akan menjadi seperti ini.


Apa yang sudah aku lakukan sebenarnya? Aku mulai bertanya-tanya.


Ini adalah hasil kerja kerasku untuk menciptakan kehidupan yang aman dan nyaman. Aku merasa semua kerja kerasku sudah mulai menunjukkan hasilnya.


Sekarang tinggal mencari kedamaian untuk wilayah kami.


Bagaimana hal utopia seperti itu bisa terwujud? Aku berfikir untuk membentuk hubungan pakta non-agresi terhadap negara-negara di dunia ini merupakan langkah awal yang bagus.


Kami sudah memiliki kekuatan, dan kami hanya perlu berinteraksi dengan mereka agar mereka dapat mengenal kami.


Tentu saja, harus melalui jalur resmi seperti diplomatik dan sejenisnya.


Oleh karena itu, kami harus bersikap lembut terhadap tamu kami saat ini. Dia adalah tamu penting, meskipun tidak diundang.


***


***


***


Seorang wanita cantik dengan mahkota di atas rambut pirang, sedang menunggangi seekor serigala raksasa dengan bulu halus berwarna putih keperakan.


Wanita tersebut tidak lain adalah Hestia, dan serigala yang dia tunggangi adalah makhluk legenda yang seringkali disebut sebagai Fenrir, dengan tinggi sekitar tiga meter.


Hestia ditemani oleh dua pengawal setianya bernama Wizura dan Bizura.


Dua wanita cantik dengan pakaian tempur dan pedang menempel di pinggang mereka masing-masing.


Untuk kekuatannya tidak perlu diragukan lagi. Mereka berdua sudah menjadi makhluk spiritual peringkat [Legendaris].


Sekarang mereka sedang melintas di atas dataran kawasan naga.


Mereka terbang, melayang dengan kecepatan standar pesawat komersial. Itu tidak menjadi hal aneh mengetahui serigala bisa terbang karena Fenrir adalah makhluk ajaib.


Setelah mendengar laporan aneh dari bawahannya, Hestia memutuskan untuk mendatangi lokasi yang telah dilaporkan.


Dia ingin memastikan dengan mata kepalanya sendiri, seperti apa orang yang bisa mengendalikan Roh Alam.


Selain dirinya sendiri, tentu saja hal seperti ini pasti sangatlah tidak mungkin untuk dilakukan.


Roh Alam adalah keberadaan supernatural yang keberadaannya tidak bisa disamakan dengan tumbuhan atau hewan. Mereka tidak akan mau menuruti perintah dari orang yang tidak mereka anggap hebat.


Tidak, sejak awal, mereka tidak memiliki kecerdasan untuk melakukan itu. Mereka harus berada di bawah dominasi kuat seperti sosok "eksistensi tinggi" Seperti "Ratu Roh" untuk bisa menggerakkan kemauan mereka.


Itu merupakan salah satu keunggulan dari judul "Ratu Roh".


Dan tentunya, title seperti itu hanya ada satu di dunia. "Seharusnya", tidak ada lagi.


Namun sekarang, ada seseorang yang bisa memerintah Roh Alam. Sama seperti kemampuan dari title "Ratu Roh".


Apakah ada title lain yang bisa disamakan dengan gelarku sebagai Ratu Roh?


Pertanyaan seperti ini selalu keluar di kepala Hestia.


Pemikiran seperti itu juga tidak salah. Mungkin saja, dunia ini telah melakukan keajaiban baru di mana entitas baru telah dirilis.


Tapi seperti apa entitas itu, Hestia harus memastikannya sendiri.


Tidak ada kemungkinan pihak lain adalah makhluk jahat karena mereka sudah dianggap oleh Roh Alam.


Itu sebabnya Hestia bisa datang ke sini dengan yakin tanpa perlu memastikan sifat pihak lain.


Selain itu, dia juga masih penasaran dengan keberadaan Luminous.


Bisa dibilang, Luminous dan Hestia sejajar dalam hal status. Namun Luminous lebih bodoh daripada Hestia, dan tidak terlalu banyak belajar tentang sihir.


Luminous menganggap semuanya bisa dihancurkan dengan kekuatan besar, dan itu menyebabkan Luminous memiliki serangan besar yang hebat, bahkan Hestia tidak akan bisa dibandingkan.


Serangan itu bahkan bisa membelah dataran menjadi dua. Hal seperti ini, tentu saja Hestia tidak bisa menahannya.


Namun, jika hanya mengandalkan jumlah energi, mereka tidak bisa disebut sebagai profesional.


Nah, itu adalah Luminous di waktu dulu. Sekarang dia sudah melalui banyak pelatihan dan sudah terintegrasi dengan Leviathan. Kekuatannya sekarang sudah terlampau sangat jauh daripada dia yang dulu.


Hestia belum mengetahui ini. Tetapi dia akan segera mengetahuinya.


Melanjutkan perjalanan.


Tidak lama kemudian, Hestia melihat seorang pria-- tidak, seorang pemuda? Dia sedang menunggangi kuda aneh dengan aura eksentrik, dan tampaknya sedang mengarah ke Hestia untuk bertemu dengannya.


Karena kelompok Hestia tidak menyembunyikan hawa keberadaan mereka, mungkin sudah wajar menganggap bahwa mereka dapat mengetahui kedatangan Hestia dan mengirim utusan.


Lagipula, meski pihak lain membawa tunggangan yang terlihat sama kuatnya dengan Fenrir (serigala miliknya), tapi dia tidak membawa atau mengenakan perlengkapan untuk bertarung.

__ADS_1


Dia mengenakan pakaian kasual meliputi kemeja putih dan celana hitam pendek dengan tali yang menggantung di pundaknya. Seorang pemuda metropolis dan... Merupakan beastman.


__ADS_2