
Huh, sudah berapa lama aku berada di dunia ini? Kurasa sudah satu bulan lebih. Dan sudah selama itu, aku baru pergi ke organisasi yang hanya didirikan di dunia fantasi (Guild Petualang) sekarang?
Yah, itu sudah tidak penting lagi untuk dibahas.
Hydra sudah mengidentifikasi dua tempat yang ditunjukkan pada peta sebelumnya. Mencari tujuan dengan hanya menggunakan patokan-patokan dan beberapa tanda, lalu mendeteksi keberadaan monster peringkat B, akhirnya hydra bisa menemukan tempat tujuan dalam misi kali ini dengan cepat.
Sudah kuduga, Hydra sudah seperti program asisten yang sangat membantu.
Pertama, kami menuju ke lembah pegunungan besar di Leminira, salah satu tempat yang telah direkomendasikan.
Tempatnya sangat luas dan indah, namun tidak ada penduduk yang tinggal di sana. Itu seperti bentangan alam dengan topografi bebatuan, jadi manusia mungkin tidak bisa bertani atau semacamnya.
Jika hanya untuk berternak, mungkin tempat itu masih cocok karena areanya tertutupi oleh padang rumput.
Kemudian, melihat tempatnya begitu luas, tiba-tiba aku teringat kembali tentang misi aku kali ini.
Dengan wilayah yang begitu luas seperti ini, bagaimana aku harus mencari tumbuhan tersebut? Belum apa-apa, aku sudah mendapatkan kerepotan.
Menggunakan Cermin Map tidak ada gunanya karena tumbuhan itu adalah benda kecil.
Mungkin ada sihir berbasis pendeteksi tumbuhan, dan itu hanya dimiliki oleh penyihir spesialis tumbuhan.
Sama halnya dengan Marlof, seorang pandai besi dengan kemampuan spesialisasinya. Dia bisa memanipulasi sedikit tentang tekstur bahan baku agar dia dapat mengolahnya.
Tidak aku sangka menjadi petualang peringkat F lebih sulit daripada menjadi pahlawan.
Semua tidak akan berjalan lancar jika kami hanya diam dan terpesona. Dengan beberapa petunjuk yang kami dapatkan, kami melanjutkan misi pengumpulan.
Tidak, ini adalah pekerjaan aku, dan Leon serta Azure hanya ikut membantu.
Aku memfokuskan untuk mencari tumbuhan bernama Eril. Menurut keterangan, tumbuhan Eril selalu tumbuh di dekat monster peringkat tinggi.
Petunjuknya hanya itu, jadi kami menuju ke monster penguasa dari wilayah ini.
Dia monster peringkat B dan sedang berada di dasar sungai. Ketika kami mendekat, monster itu tidak keluar.
Dia cukup bergerak di tempat ketika kami datang, aku melihat itu dari sihir pendeteksi esensi sihir. Itu artinya dia sudah menyadari kedatangan kami.
Namun dia memilih untuk tidak keluar dari dasar sungai dan hanya bergerak mondar-mandir dengan cemas.
Itu bukan tanpa alasan. Sebenarnya, Azure mengeluarkan auranya untuk menakuti para monster di wilayah ini.
Setelah memiliki wujud manusia dan tinggal di kota kami, aku menyuruh para naga untuk menyimpan aura mereka agar tidak bocor.
Aku tidak ingin kota kami dipenuhi dengan kristal ajaib. Oleh karena itu, aku menyuruh mereka agar menahan aura mereka.
Dengan aura Azure, kita bisa bergerak leluasa tanpa dihalangi oleh monster apapun. Bahkan monster bodoh tanpa kecerdasan, mereka pasti akan melarikan diri dari aura kuat milik sang naga.
Naga merupakan salah satu ras monster terkuat, namun mereka memiliki kecerdasan dan posisi mereka sering menjadi perbincangan — apakah mereka masuk ke golongan monster atau sesuatu yang mirip demi-human.
Akhir dari perbincangan itu sering mengatakan bahwa naga merupakan monster. Tetapi sekarang mereka memiliki tubuh manusia. Mereka harus mengevaluasi ulang tentang naga.
"Tuan Albert, anda ingin saya mengambilkan monster itu?"
Leon bertanya padaku.
Sepertinya Leon tidak seperti kucing lain yang takut air.
"Kamu ingin menangkapnya? Kalau kamu mau, kamu bisa menangkapnya. Aku tidak membutuhkan itu."
Karena Leon merupakan Manusia Setengah Kucing, mungkin dia menyukai makanan yang berbau amis. Jadi aku tidak melarangnya untuk menangkap monster itu, meski aku belum tahu itu monster jenis apa.
Biarpun dia hidup di dalam air, dia masih belum menampilkan wujudnya. Bisa jadi dia merupakan monster sejenis hewan melata seperti reptil atau semacamnya.
Leon menggelengkan kepala, dia juga tidak terlihat tertarik. Dia hanya menawarkan jasa kepadaku.
Kami melanjutkan misi kami dan mulai mencari tumbuhan yang memenuhi kriteria.
Tentu saja, kami memutuskan untuk berpencar agar lebih cepat dalam pencarian.
Aku tidak memiliki keahlian dalam pengumpulan tumbuhan, tetapi bahkan jika aku memiliki kemampuan tersebut, aku yakin itu tidak akan berguna.
Menurut keterangan, tumbuhan itu hanya tinggal di dekat monster peringkat tinggi. Itu sudah menjadi hal yang tidak masuk akal jika monster tersebut tinggal di dalam gua yang tidak ada penyinaran matahari.
Kesimpulannya, tumbuhan ini merupakan tumbuhan magis. Di mana dia hanya tumbuh di dekat sumber energi magis.
Hmm? Bukankah itu artinya, di tanah kami juga ada banyak? Sepertinya aku harus memastikan ini.
Mungkin saja kami bisa membudidayakan tumbuhan tersebut di wilayah kami. Bagaimanapun, kastilku memiliki kepadatan sihir yang cukup untuk berbudidaya tumbuhan magis.
__ADS_1
Dan juga, sepertinya aku harus membeli buku tentang tumbuhan-tumbuhan langka, khususnya yang sangat langka seperti tumbuhan pada misi kali ini.
*
Sudah puluhan menit kami mencari, tetapi kami masih belum bisa menemukan mereka. Seperti yang diharapkan dari tumbuhan berstatus "langka", mereka tidak bisa dianggap remeh.
Lalu, aku teringat sesuatu. Jika tumbuhan magis bisa tinggal di dalam gua, apakah itu juga termasuk di dalam air?
Aku menyuruh Azure dan Leon berkumpul di dekat monster peringkat B itu lagi. Seperti sebelumnya, monster itu tampak sangat gelisah ketika kami datang.
"Leon, tolong keluarkan monster itu dari dalam air."
"Dimengerti."
Leon langsung menyelam ke dalam air.
Hanya dalam beberapa menit, dia keluar dengan monster kura-kura di tangannya.
Itu mirip seperti kura-kura namun berwarna ungu. Ukurannya sekitar 2 meter lebih, sangat besar.
Entah kenapa, aku sangat ingin memeliharanya karena terlihat keren.
Ditambah lagi, ukurannya sangat cocok untuk ditunggangi oleh kedua putri kami. Mungkin mereka akan senang bila menaiki monster itu seolah-olah kendaraan.
Baik, itu hanya pemikiran yang muncul tiba-tiba, sebenarnya aku tidak bisa memelihara hewan dengan benar. Jadi aku tidak akan melakukan itu.
Monster itu tampak ketakutan, menyembunyikan kepala dan kakinya di dalam tempurung seperti kura-kura pada umumnya.
"Saya mengira, cangkang ini sama kerasnya dengan sisik naga, hanya saja tidak memiliki fleksibilitas."
Azure berkomentar setelah mengetuk cangkang itu beberapa kali.
Itu hebat jika dia memiliki pertahanan sekeras material sihir. Tidak, dia memang monster sihir, jadi sangat wajar jika dia memiliki pertahanan sihir seperti itu.
"Jangan membunuh dia jika kalian tidak ingin memakannya."
Aku meninggalkan kata-kata itu dan langsung menyelam ke dalam sungai. Tentu saja, aku sudah melepaskan jubahku dan hanya mengenakan celana.
Tidak ada orang lain di sini, jadi kami bisa telanjang tanpa perlu memikirkan sopan santun.
Ngomong-ngomong, aku (Hydra) sudah menggunakan sihir manipulasi udara di sekitar kepalaku.
Itu mirip seperti aku sedang mengenakan helm astronaut, area di sekitar kepalaku kedap air.
Mungkin ada sihir yang dapat mengontrol oksigen. Dan tentunya, itu harus menjadi sihir yang cukup rumit.
Hydra bisa menciptakannya, tetapi kami tidak memiliki waktu untuk menunggu.
Selain itu, kali ini aku tidak memiliki keperluan untuk menyelam terlalu lama.
Sambil menyusuri lereng di sungai tersebut, aku selalu memastikan keadaan di sekelilingnya dan mencari hal-hal ganjil seperti tumbuhan yang hidup tidak pada tempatnya.
Sungai ini cukup besar dan dalamnya mungkin sekitar belasan meter. Sangat cocok sebagai sarang untuk monster kura-kura besar.
Semakin aku masuk ke dalam, tempat ini semakin gelap. Beruntung aku sudah mempelajari skill [Dark Vision].
Aku sudah sering menerapkan skill ini untuk berpetualang di balik selimut. Oleh karena itu, aku sudah terbiasa. Bahkan tanpa merapal mantra.
Yang perlu aku lakukan hanya membayangkan skill itu diaktifkan dan sedikit menyalurkan energi ke dalam kepala. Hasilnya, skill itu bisa aktif tanpa perlu mengeluarkan kalimat atau kata apapun.
Dengan kata lain, kalian hanya perlu membiasakan diri dan skill itu akan aktif dengan sendirinya karena kepala kalian sudah menyimpan image dari pengoperasian skill tersebut.
Lagi pula, tujuan dari mantra hanya untuk menciptakan implementasi sihir di dalam kepala.
Bagaimanapun juga, tujuan dibuatnya mantra, tidak lain adalah untuk transkripsi dari imajinasi si pembuat sihir.
Manusia tidak memiliki umur yang panjang. Oleh karena itu, mereka membuat mantra agar sihir mereka dapat dipraktekkan oleh generasi selanjutnya. Jadi mereka tidak hanya mengarsipkan kegiatan mereka tetapi juga sihir mereka.
Yah, itu juga berlaku untuk semua makhluk yang berumur pendek. Mereka harus bekerja sama dalam menciptakan lingkungan hidup yang nyaman untuk kelangsungan hidup spesies mereka.
Namun, itu hanya pemikiran untuk seseorang yang berperingkat tinggi. Atau lebih tepatnya, seseorang yang memiliki kapasitas sihir besar.
Sebenarnya ada cara lain untuk membentuk sihir. Dan dengan adanya mantra, penyihir dengan sedikit mana masih bisa menciptakan sihir skala besar.
Pengetahuan ini aku dapatkan setelah belajar bersama Atla dan Eren, gurunya adalah Merlin. Apa yang diajarkan oleh guru Merlin adalah sihir yang dapat meminta bantuan kepada Roh.
Dengan suntikan sedikit mana di dalam tubuh untuk memanggil Roh di alam sekitar, seseorang bisa meminta bantuan pasokan energi kepada Roh tersebut. Ini teknik yang cukup rumit dan kebanyakan manusia tidak bisa melakukannya karena teknik ini membutuhkan keterlibatan Roh alam.
Jika Roh alam tidak menyukai caster, maka mereka tidak akan memberikan bantuan. Kebanyakan dari teknik ini hanya dipakai oleh Demi-human keturunan Roh alam seperti Elf, Dwarf, atau Gnome. Mereka merupakan ras-ras yang sangat dicintai oleh Roh alam.
__ADS_1
Melanjutkan pencarian tumbuhan langka. Aku sudah mencapai dasar sungai dengan kedalaman kurang lebih sebelas meter.
Cukup dalam. Namun, kemungkinan tempat ini diperdalam oleh monster kura-kura sangat tinggi karena aku bisa melihat hanya di lokasi ini kedalamannya sangat tidak alami.
Nah, setelah aku sampai di dasar sungai, sesuatu yang aku duga tumbuhan langka terlihat di sekeliling lokasi ini.
Mereka sangat banyak dan bergerombol. Mengeluarkan sedikit cahaya seperti aura magis.
Tidak salah lagi, itu merupakan tumbuhan magis yang kami cari-cari selama ini. Aku sudah bisa mengidentifikasi itu setelah mendekatinya.
Karena informasi di dalam buku menunjukkan bentuk tumbuhannya, semua menjadi mudah untuk mencocokan mereka.
Sejenis tumbuhan perdu, bertangkai satu dan memiliki bunga berwarna biru atau kuning.
Aku memanggil Leon dan Azure karena mereka ada banyak. Aku pikir mengambil semuanya tidak akan menjadi masalah karena mereka selalu tumbuh di lingkungan dengan kepadatan sihir.
Kami mungkin hanya perlu menyisakan beberapa untuk pelestarian mereka. Juga, aku akan mengembalikan monster kura-kura itu agar dia selalu memasok energi untuk nutrisi mereka.
Tidak perlu menjadi orang serakah. Kita hanya perlu mengambil sesuai kebutuhan.
Yang membuat aku aneh adalah tumbuhan itu tidak layu dan tetap segar meski hidup di dalam air. Daun serta batang mereka berwarna hijau, dan tidak tegap seperti rerumputan.
Jika kami menanganinya dengan kasar, mereka pasti akan cepat rusak.
Selain itu, aku mengeluarkan helm usang dari dalam inventaris, dan mulai mengisi helm itu dengan tanah di dataran sekitar.
Aku ingat bahwa Leon memiliki kristal ajaib hasil jarahan monster laba-laba raksasa. Aku mulai mengikis kristal itu dan mencampurkan serbuk itu dengan tanah di dalam helm seolah-olah pupuk.
Dengan begitu, aku bisa menanam tumbuhan langka tersebut pada helm karena aku tidak memiliki vas bunga.
Aku ingin membudidayakan tumbuhan ini. Bagaimana cara mereka berkembang biak, aku tidak tahu. Yang jelas, aku akan menyerahkan tumbuhan ini kepada Clara.
Clara cukup menyukai tanaman hias. Tumbuhan ini memang bukan tanaman hias, tetapi rupanya sangat bagus. Jadi mungkin dia akan menyukainya.
Setelah semua dikumpulkan, kami mengikat mereka menjadi 30 - 40 buket.
Sayangnya, kami tidak bisa menemukan Mosei dan Fearos.
Menurut keterangan, Mosei adalah tumbuhan yang hanya hidup di suhu dingin ekstrem. Dan Fearos hanya tumbuh di wilayah yang penuh dengan zat beracun.
Mungkin kita bisa menemukan Mosei di wilayah Azure. Namun aku sedang tidak ingin kembali ke tanah naga.
Adapun Fearos, kami masih harus mencari tempat yang penuh dengan zat beracun.
Dan tentu saja, kedua tumbuhan itu hanya muncul di dekat monster peringkat tinggi. Jadi, jika ada tempat beracun seperti kawah belerang atau semacamnya tapi tidak dihuni oleh monster, maka mereka tidak akan muncul.
Tingkat kesulitan mereka lebih tinggi daripada tumbuhan Eril.
Aku mulai bertanya-tanya, apakah ini adalah misi yang cocok untuk petualang peringkat F?
Jika aku hanya seorang pahlawan biasa, aku pasti akan kerepotan berjalan hingga ke sini dengan halangan monster setempat.
Kami bisa datang ke sini dengan santai karena aura Raja Naga milik Azure.
Baiklah, aku sangat heran dengan sistem peringkat Guild, dan memikirkan itu hanya akan membuang-buang waktu.
Aku menghampiri monster kura-kura itu, mengatakan "Terima kasih" sambil mengelus tempurungnya yang berwarna ungu, dan menaruh sepotong daging monster di hadapannya.
Kepalanya muncul perlahan. Aku pikir dia mengerti apa yang aku ucapkan, dan kalimatku membuat kegelisahan di hatinya mulai menghilang. Kemudian dia langsung memakan daging itu dengan lahap.
Mungkin itu masih kurang untuk dijadikan pembayaran, jadi Leon mengeluarkan beberapa daging monster berkualitas dari dalam inventarisnya.
Dan seperti yang diharapkan, dia memakan semuanya tanpa tersisa. Sangat hebat, sungguh.
Aku melihat energi magis di dalam tumbuhnya cukup meningkat. Itu mungkin akan cukup untuk mengganti energinya dalam menumbuhkan tumbuhan Eril.
Lalu, dia mengeluarkan suara seolah-olah ingin berpamitan dan menuju ke dasar sungai lagi.
Lihat, tidak ada yang dirugikan di sini. Semua akan berjalan dengan baik selama kedua belah pihak mendapatkan keuntungan. Dan kita bisa menghindari perselisihan yang merugikan.
Yah, semua itu karena kelompok kami memiliki kekuatan. Jika itu adalah seorang petualang tanpa kekuatan yang datang ke sini, aku yakin dia akan dihancurkan oleh monster kura-kura itu karena berani menginjakkan kaki di wilayahnya.
Hasil analisis monster itu yang aku dapatkan dari Hydra, dia memiliki kekuatan [SP: 8.700] dengan kemampuan : [Meriam Air], [Penghalang Multilayer], [Keruntuhan Bumi].
Sangat mengesankan karena dia memiliki dua atribut yaitu Air dan Bumi.
Aku sangat yakin, bahkan petualang peringkat A tidak akan bisa menembus pertahanannya. Namun, kelemahan dari kura-kura sudah diketahui oleh banyak anak-anak di dunia asalku.
Mereka hanya perlu memutar tubuh kura-kura itu dan dia pasti tidak akan bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Tapi aku sedikit ragu dengan kura-kura yang satu ini karena dia memiliki atribut Tanah. Dia mungkin bisa memanipulasi tanah untuk membenarkan posisi atau melarikan diri.
Baik, karena kami sudah mengumpulkan banyak tumbuhan Eril, yang perlu kami lakukan selanjutnya adalah menyetorkan itu kepada wanita resepsionis. Dengan begitu, misi akan dianggap selesai.