Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Bermutasi.


__ADS_3

Hari berikutnya, saat ini kami sedang berada di depan pintu menara familiar.


Menara familiar — jika dilihat dari atas — bangunan di bawahnya berbentuk prisma segi delapan dan menara tegak berada di tengah-tengahnya, berdiri seperti pilar dan tumpul di bagian atasnya (tempat itu disebut dragoped).


Terdapat empat pintu di masing-masing arah yang berbeda, berukuran sekitar dua puluh meter. Jika ignis masuk dengan tubuh raksasanya, kepalanya tidak akan terbentur. Saat ini kami sedang berada di depan salah satu pintunya.


Di bagian menara, terdapat tiga pintu besar terpasang pada jarak dan ketinggian yang berbeda. Tujuannya untuk menyimpan familiar raksasa yang bisa terbang.


Bagaimana cara untuk membukanya? Ada sebuah pijakan kaki di sana untuk jawaban itu.


Sebenarnya aku tidak mengetahui bagaimana pintu itu bisa terbuka ketika seekor familiar ingin masuk. Namun, menurut informasi yang aku dapat dari leon, pijakan kaki itu berfungsi untuk membuka pintunya bila ada familiar yang terdaftar telah menginjaknya.


Sungguh fasilitas yang sangat membantu.


Bangunan di bawah berwarna kuning dan menara berwarna perak.


"huh, bangunan ini sangat besar."


"ya, untuk menaruh familiar memang dibutuhkan area yang sangat luas."


Bangunan ini mungkin lebih luas daripada gedung kastil.


"apakah kita akan masuk?"


"menurutku, kita bisa melakukan pemanggilan mereka di sini."


Di dalam bangunan, ada tiga kandang untuk hewan darat dan satu kolam untuk hewan air. Kalian bisa membayangkan bagaimana keadaan kebun binatang karena tempat ini sangat mirip dengan itu, fungsinya juga sama.


Jadi, kami tidak perlu untuk masuk. Aku hanya perlu memanggil para familiar itu, sisanya biar leon yang mengurusnya.


Ngomong-ngomong, di sini hanya ada aku, leon, merlin, freya, ignis, dan william.


"ini bagus, akhirnya kita bisa bersama lagi menjadi satu party."


"apakah kalian selalu melakukan kegiatan bersama seperti ini?"


"ya, kita memang selalu seperti ini. Dan, aku ingin kamu melihat, tidak hanya kami berlima yang mengenal kamu, kakak freya, tapi ada beberapa familiar yang mengenal kamu juga."


"bisakah hal seperti itu terjadi?"


"tentu, para familiar memiliki penciuman yang sangat sensitif dan mereka bisa mengenal tuan mereka dari kemampuan itu."


"aku tidak terlalu yakin dengan itu."


Aku juga tidak terlalu yakin, tapi apa yang dikatakan leon memang memiliki bobot.


Mungkin, karena leon adalah seorang demi-human dia bisa dengan percaya diri mengatakan itu.


Sekarang aku mulai mengeluarkan tiga scroll untuk memanggil tiga familiar terkuat kami.


Jujur, aku tidak bisa melakukan hal-hal yang seperti pemanggilan familiar, namun hydra secara sukarela mau melakukan itu untukku. Jadi, aku hanya perlu untuk mengeluarkan scroll-nya, sisanya biar hydra yang mengurus.


Tiga scroll keluar dari bidang hampa dan mulai melayang di depanku.


Masing-masing scroll itu masih tergulung dan secara bersamaan terbuka. Lalu, mereka memperlihatkan aksara-aksara aneh yang pernah aku lihat ketika ingin membuat kontrak dengan hydra.


Perlahan, aksara-aksara itu mengeluarkan cahaya berwarna merah. Dan, secara bersamaan, masing-masing dari scroll itu terbakar dan berubah menjadi tiga berkas cahaya yang terbang tinggi ke atas.


Dengan suara "poof" tiga cahaya itu meledak dan mengeluarkan asap yang besar.


*mengaum*


*memekik*


*melolong*


Tiga suara yang sangat kencang mulai bergema ke seluruh area.


Setelah asap itu menghilang kami bisa melihat tiga sosok hewan berbadan besar yang sedang terbang dan melayang di atas kami.


Dari kanan, bentuknya seperti elang namun dia memiliki bulu berwarna perak berkilau di sekujur tubuhnya, dan mengeluarkan sebuah hawa yang sangat dingin seperti es.


Familiar itu disebut frost garuda, tingginya mungkin sekitar 10 meter tapi bentangan sayapnya sangat besar, lebih besar daripada badannya. Dia memiliki elemen es sebagai kemampuannya.


Selanjutnya, yang kedua. Dia terjatuh tepat di depan kami. Itu adalah seekor badak bercula satu dengan kulit berwarna biru, tingginya sekitar 12 meter. Dia selalu mengeluarkan kilat akar serabut petir dari tubuhnya karena elemen yang dia miliki adalah petir.

__ADS_1


Badak itu disebut Rhineros. Dia mengeluarkan suara "slurr" seperti kuda dan mendengus ke arah kami, sangat mengintimidasi.


Lalu, yang terakhir. Aku tidak terlalu yakin dengan makhluk ini, tapi dia adalah seekor hiu yang memiliki kulit bagian atas berwarna hitam dan putih pada bagian bawahnya. Tidak ada hal khusus selain kemampuannya untuk berenang (melayang) di udara.


Pada awalnya, aku ragu untuk mengeluarkan familiar ini tapi hydra mengatakan dia bisa terbang di udara jadi aku tidak masalah karena itu. Yang membuat aku terkejut adalah hydra yang bisa menganalisis kemampuan familiar yang masih berada di dalam scroll.


Baiklah, hiu itu disebut megalodon. Berukuran sekitar 18 meter, familiar yang paling besar diantara para familiar. Tidak ada elemen khusus tapi dia memiliki kemampuan immune terhadap serangan physical, freya akan mengalami kesulitan jika melawannya.


"k-kalian memelihara hewan yang kejam seperti ini?"


Reaksi negatif muncul pada freya.


Dia mengatakan seolah-olah dia sudah pernah melihatnya. Artinya, para familiar tersebut juga ada di dunia ini dan itu menjadi eksistensi yang mengancam.


Yah, aku juga tidak menyangkal itu, karena para familiar digunakan untuk bertarung di medan perang dan tentu saja mereka sudah membunuh banyak orang (dalam game).


"mereka tidak kejam, kakak freya, dan mereka itu penurut, tau."


Oh, leon menyangkal itu. Sepertinya dia tidak suka kalau para familiarnya tidak dicintai.


"baiklah, kamu akan mengurusnya, 'kan, leon?"


"ya, serahkan saja padaku."


"aku ingin mengeluarkan kuda, jadi kamu bisa membawa mere--"


Kalimatku terhenti di sana karena ada sesuatu yang aneh terjadi pada para familiar.


Kami semua terfokus ke arah para familiar.


Frost garuda dan megalodon tiba-tiba turun ke bawah dan mendarat di kedua sisi rhineros.


Mereka bertiga mendekati kami secara perlahan.


Aku memang mengatakan kalau megalodon mendarat tapi dia tidak mendarat sepenuhnya, dia masih melayang pada ketinggian 1 meter di atas permukaan tanah.


Badan mereka sangat besar terutama megalodon, jadi mereka sangat mengintimidasi ketika mendekati kami.


Dengan suara "puff" mereka berubah menjadi asap lagi.


Leon menyuarakan keterkejutannya. Aku juga sedikit terkejut dan sempat berfikir apakah mereka tidak ingin dipanggil? Seperti itu, tapi ternyata mereka tidak pergi.


Mereka hanya berubah menjadi sosok yang lebih kecil.


Kumpulan asap menghalangi pandangan kami jadi kami hanya bisa melihat tiga siluet dengan warna kabur di sana.


Setelah kumpulan asap itu menghilang akhirnya kami bisa melihat tiga sosok manusia di sana. Dua laki-laki dan satu perempuan.


Berdasarkan tempat mereka berdiri, perempuan di sebelah kiri adalah tempat di mana frost garuda mendarat, lalu pria di tengah adalah tempat badak berdiri, dan terakhir pria di sebelah kanan tempat asal megalodon.


Sang perempuan memiliki rambut panjang dan tipis berwarna putih-kebiruan. Dia mengenakan jubah berwarna perak berkilau yang panjang dan berbulu putih pada bagian kerahnya.


Selanjutnya, pria di tengah... Hmm, dia terlihat sangat mechanical jadi sulit untuk memberi ulasan. Dia memiliki kulit keras seolah-olah eksoskeleton pada beberapa bagian di tubuhnya yang memiliki warna biru navy berkilap seolah-olah sedang memakai zirah full plate yang selalu dipoles. Dia juga memiliki tanduk di dahinya.


Kemudian, yang terakhir, seorang pria yang berdiri di tempat megalodon menghilang. Dia memiliki rambut pendek berwarna hitam, mengenakan kemeja putih, jas hitam, dan celana panjang, dia sangat berpakaian rapih. Namun, semua orang bisa tahu kalau pria itu memiliki badan yang sangat atletis di balik pakaiannya.


Mereka bertiga berjalan ke arah kami.


"wa-- apa yang terjadi!?"


Leon terkejut. Lalu aku melihat merlin dan yang lainnya, mereka juga menatap ketiga orang itu dengan wajah yang serius dan mengamati, sepertinya mereka juga tampak tidak mengetahui apa-apa tentang itu.


Jadi, aku menyimpulkan kalau kejadian seperti ini tidak terjadi dalam game.


Tiga sosok misterius!!


Setelah mereka sampai di depanku mereka bertiga langsung berlutut seperti seorang kesatria.


"""kami menghadap, tuanku!"""


Suara yang sangat tegas. Dan, seharusnya aku terkejut di sini tapi aku malah bersikap biasa seolah-olah itu adalah hal yang paling wajar di dunia.


Ini bukan seperti aku sudah menduganya melainkan aku hanya sudah terbiasa dengan itu dan hanya mengatakan "begini lagi." dengan wajah yang menerima.


Aku memang sedikit terkejut tapi itu hanya sedikit. Jadi, dengan beberapa pengalaman yang aku dapatkan, mentalku sudah terbiasa dengan itu. Dan, aku juga sudah lelah dengan semua kejutan yang terjadi semenjak aku dibawa ke sini, aku hanya berfikir positif bahwa ini adalah dunia lain yang bisa melakukan apapun.

__ADS_1


"boleh aku tau nama kalian?"


Mereka memang memiliki sebutan atau julukan tapi untuk nama individual mereka aku tidak mengetahuinya.


"kami tidak memiliki nama, mohon berikan nama baru untuk kami, tuan!"


Perempuan yang mengenakan jubah perak menjawab untuk mereka. Dari dekat dia tampak cantik dan dia memiliki suara yang sedikit berat, haruskah aku menyebutnya wanita?


Mereka juga meminta aku memberikan nama. Aku pikir, aku sangat buruk dalam hal memberikan nama kepada orang lain. Tapi, jika mereka memintanya maka aku harus berusaha memikirkan nama yang bagus untuk mereka. Lagi pula, mereka adalah para familiarku, jadi aku memiliki tanggung jawab untuk itu.


Lalu, aku menamai mereka satu demi satu dimulai dari kiri eliza, saber, dan alfred. Aku mencari nama secara acak tetapi itu terlihat keren bagiku.


"bagaimana dengan itu? Jika kalian tidak menyukainya aku akan pikirkan nama yang lebih baik lagi, tapi aku pikir itu sudah cukup bagus."


Terutama untuk saber, entah kenapa nama itu terdengar sangat keren dan cocok untuk tubuhnya.


"a~ah, nama yang diberikan oleh anda sungguh sangat bagus. Seperti yang diharapkan dari tuan kami. Ini seperti sebuah berkah untuk kami, kami akan dengan senang hati menerimanya."


Eliza berkata dengan nada yang tinggi sambil menatap aku dengan takjub dan sedikit bergairah di sana. Lalu, disusul dengan dua lainnya yang juga telah menyukai nama yang aku berikan.


Aku sedikit terkejut di sana karena perubahan sikap yang terjadi pada eliza. Aku merasa senang jika mereka menyukainya tapi itu sedikit berlebihan.


"y-yah, aku senang karena kalian menyukainya. Kalian sudah boleh berdiri sekarang lalu tolong jelaskan sedikit kepada kami tentang apa yang terjadi dengan kalian?"


Aku ingin mengatakan kenapa kalian menjadi manusia? Seperti itu, tapi aku berhenti di sana. Aku takut mereka akan tersinggung dengan ucapan yang seperti itu.


Tiba-tiba, eliza berdiri dan menghampiri aku, dia berkata "akhirnya anda menanyakannya!" dengan senyuman yang sangat berseri-seri.


Dia sangat dekat, bahkan wajahnya hampir menyentuh wajahku, jadi secara refleks aku menahannya di sana dan berkata "t-terlalu dekat." kepadanya.


Dia benar-benar tidak melihat kalau ada banyak orang di sini yang sedang memperhatikan.


"ketika aku sedang tertidur, aku merasa seperti *whoosh* di tubuhku, dan aku mendengar suara *ding* di kepalaku, setelah itu aku menjadi mengerti caranya untuk berubah, tuan."


SANGAT TIDAK JELAS!! Itu, apa yang aku pikirkan, setidaknya di dalam kepalaku.


Dia bercerita sambil meragakan bagaimana dia merasakan itu semua. Tapi, aku masih belum mengerti bahkan dengan peragaan yang seperti itu.


Aku yakin, merlin dan yang lainnya juga tidak mengerti sama sepertiku. Padahal merlin memiliki wajah yang sedikit kesal karena eliza mendekati aku tapi perlahan wajah itu berubah menjadi wajah yang rumit, dia pasti memiliki banyak pemikiran di kepalanya.


Aku harus mengoreksi ulang tentang eliza. Dia adalah seorang gadis yang ceria atau mungkin gadis yang sedikit bermasalah?


Yah, wajahnya memang terlihat masih muda jika dilihat baik-baik dan nama eliza menjadi sangat cocok untuknya.


"kamu sangat bersemangat, eliza."


Aku tersenyum di sana. Kurang lebih, kami sudah mengetahui sifat anak yang satu ini. Dan, aku menyukai gadis yang selalu ceria.


Eliza hanya tertawa kecil di sana dan memiliki wajah yang sedikit malu-malu seakan-akan aku sedang memuji dirinya, jadi aku berhenti melihatnya dan mengalihkan pandangan aku ke dua familiar yang tersisa untuk mencari penjelasan yang lebih bagus.


Aku melihat saber di sana, karena eksoskeleton di kepalanya dia terlihat seperti sedang memakai helm dengan kursor di bagian matanya.


Aku pikir dia tidak bisa bicara karena aku tidak melihat mulutnya, jadi aku bergeser ke orang terakhir yang memiliki wujud paling mirip dengan manusi-- ah, tidak, tunggu, aku baru saja menyadarinya kalau dia memiliki semacam sirip berwarna hitam di area sekitar telinga.


Warna rambutnya membuat sirip itu menjadi tersamarkan.


"tolong maafkan sikap eliza yang seperti itu, tuan."


Alfred meminta maaf di tempat eliza. Ini bukan seperti aku akan mempermasalahkan hal yang sepele seperti itu.


"tidak apa-apa, aku menyukai gadis yang ceria. Lalu bisakah kamu menjelaskan tentang itu kepada kami?"


"baik, saya pikir keadaan kami semua sama. Ketika kami sedang tertidur, kami merasakan sejumlah energi yang sangat banyak telah masuk ke dalam tubuh kami dan menyebabkan kami seperti sedang naik level. Oleh karena itu, kami mendapatkan kemampuan baru yaitu bertransformasi ke bentuk humanoid. Kami juga sudah sedikit belajar di sana dan mulai memahami kata-kata manusia dari kemampuan tersebut dan ingatan kami."


Haruskah aku ambil pusing di sini? Aku pikir kejadian-kejadian yang seperti ini sering terjadi di dalam fiksi fantasi.


Alfred mengatakan kalau itu semua disebabkan oleh energi yang secara tiba-tiba mereka dapatkan.


Padahal mereka bertiga sudah mencapai level maksimal tapi mereka masih bisa mendapatkan sebuah energi dan bermutasi?


"saya juga memiliki pendapat."


Saber secara tiba-tiba angkat bicara.


Suaranya datar dan sedikit dingin.

__ADS_1


Jadi, dia bisa berbicara...?


__ADS_2