
Freya mengulurkan tangannya untuk membantu aku berdiri dan aku langsung menerima tawarannya tanpa ragu.
Mungkin karena buff dari hydra masih aktif aku jadi tidak merasakan sakit sama sekali dan hanya merasa adanya benturan antara tubuhku dengan lantai.
"anda harus lebih berhati-hati ketika berjalan dan harus memperhatikan jalan anda baik-baik karena di sini sedikit gelap."
"maaf, aku memang sedikit melamun."
Benar, penerangan di sini hanya menggunakan lentera yang ditempelkan di dinding berwarna hijau muda.
Memberikan kesan seperti ruang bawah tanah sungguhan dan anak kecil pasti akan takut datang ke sini.
"apakah semua baik-baik saja?"
Aku bertanya pada freya, sambil berjalan masuk ke dalam shelter melewati pintu besar yang terlihat berat.
"seperti yang anda lihat semua aman dan bagaimana dengan mereka berdua?"
Freya menyinggung endrin dan lexo yang mana adalah lawanku.
Dia bertanya bukan karena khawatir dengan mereka melainkan ingin memastikan apakah aku menang atau tidak.
"ya, endrin masih tertidur di dalam altar, aku rasa. Dan cyclops itu sudah aku kalahkan. Ternyata cyclops itu yang memanipulasi endrin dan dia juga yang merencanakan semuanya termasuk mengirim kalian ke dunia iblis ini."
Aku melihat wajah para penghuni kastil yang dibawa ke shelter ini oleh freya, mereka semua memiliki wajah yang khawatir.
Aku tidak tau mereka khawatir dengan apa tetapi ada seorang gadis yang aku kenal mulai menghampiri kami ketika dia melihat kami melewati pintu shelter.
Itu adalah tethra yang aku kira dia adalah gadis ceria ketika kami baru pertama kali bertemu, dan aku melihatnya sekarang pun dia masih ceria.
Dia datang ke arah kami dengan tersenyum, mungkin karena sedikit khawatir senyumannya jadi terlihat kaku atau apakah dia masih menganggap aku orang asing?
Setelah tethra datang ternyata dia langsung menghampiri freya dan bersembunyi di balik tubuhnya sambil melihat aku dengan takut.
Ya, dia benar-benar menganggap aku orang asing. Itu tidak masalah karena aku memang pendatang baru di kastil ini jadi aku melihatnya seperti hal yang wajar.
"jadi, bagaimana dengan kami, tuan albert?"
Freya bertanya mewakili penghuni kastil. Dia bertanya karena melihat sikap mereka yang khawatir.
Mendengar itu, seluruh penghuni kastil melihat ke arahku.
Itu terdengar seperti aku yang akan menentukan nasib hidup mereka kedepannya dan aku menjadi sangat gugup karena itu.
Jumlah mereka ada seratus orang lebih, termasuk dua penjaga yang aku lihat terakhir kali, mereka masih muda jadi sangat mudah untuk mengingatnya.
Sebenarnya aku tidak peduli dengan nasib mereka tetapi karena ini menyangkut masalah hak kepemilikan kastil — menurutku ini harus segera dibicarakan dengan baik.
Aku harus bilang pada mereka bahwa aku sudah mengakuisisi kastil ini atas namaku, jadi...
"uhh, kita akan membahas ini ketika endrin sudah bangun dan untuk sekarang lebih baik kalian kembali ke tempat kerja kalian masing-masing. Ah! Dan, tolong seseorang pergi ke altar untuk mengurus endrin, dia masih tergeletak di sana."
Kita harus membuat kesepakatan nanti supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Akan sangat merepotkan jika ada di antara mereka yang tidak suka aku mengambil alih kastil ini, termasuk endrin.
Karena mereka menempati kastil ini lebih dulu, hal-hal seperti itu mungkin saja akan terjadi.
Namun, meskipun mereka datang kepadaku karena tidak senang dengan itu — aku masih bisa mengurusnya jika ada tindakan kekerasan. Aku hanya ingin semua berjalan dengan cara yang baik untuk semua orang.
Dengan itu semua keluar dari shelter dan kembali ke tempat mereka masing-masing kecuali aku, freya, dan tethra.
"kalian tidak kembali?"
Aku bertanya dengan ragu.
"tugas saya adalah untuk memandu anda di dalam kastil ini jadi saya akan terus bersama anda hari ini."
Freya melaporkan tugasnya.
Ah... jadi begitu. Yahh, aku masih ingat dengan itu namun aku bahkan lebih tau dari pada kamu jika itu menyangkut urusan tentang seluk-beluk kastil. Tapi, aku tidak ingin mengatakannya.
Lagi pula, ditemani gadis manis seperti freya bukanlah hal buruk. Dan, ini bukan seperti kegiatan aku di dalam kastil adalah rahasia jadi aku tidak keberatan jika didampingi olehnya.
Namun, ada satu orang lagi yang dari awal bersembunyi di balik freya, itu tethra.
Aku tidak tau apa yang ingin dia lakukan jadi aku memandangnya untuk mencari jawaban.
Ketika mata kami bertemu dia tampak panik dan melihat ke kiri dan ke kanan seperti mencari sesuatu.
"a-aku tidak ada kegiatan hari ini, jadi..."
Sangat mencurigakan. Alasannya untuk tetap bersama kami tidak jelas tetapi aku tidak akan mempermasalahkan itu. Sedangkan freya, dia hanya menunggu jawaban dariku apakah tethra mengganggu aku atau tidak.
"yahh, tidak masalah. Aku ingin memeriksa ruangan terbawah jika kalian ingin ikut maka silahkan."
"tunggu, anda ingin ke lantai paling bawah?"
__ADS_1
Freya bertanya setelah dia terkejut mendengar aku ingin ke bawah.
Itu membuat aku sedikit terganggu seperti ada sesuatu yang berbahaya di sana.
"memangnya kenapa? Apakah ada masalah di sana?"
"sebenarnya, kami tidak tau dengan apa yang ada di bawah sana tetapi di sana terdapat sejumlah energi mana yang sangat besar hingga terkadang energi itu meluap ke atas dan menimbulkan masalah bagi kami yang tinggal di dalam kastil."
Sebuah misteri yang tidak pernah terjadi dalam game.
Itu terdengar sedikit mengerikan jadi aku ingin memastikannya terlebih dahulu sebelum turun ke sana.
Mungkin akan ada monster atau sesuatu seperti lexo yang tinggal di sana dengan kekuatan yang menakjubkan.
"kalian tinggal di sini sudah lama tetapi masih belum mengetahui apa-apa tentang itu?"
Freya menatap tethra sebagai orang yang sudah tinggal lebih lama darinya.
"aku, aku juga tidak tau apa-apa. Ketika aku sampai di sini aku hanya bekerja untuk memilah bijih mineral untuk endrin dan sepertinya endrin juga tidak tau apa-apa tentang itu karena tidak ada yang berani pergi ke bawah."
Bagaimana bisa kalian tinggal di sini tanpa memperdulikan ancaman seperti itu?
Aku sungguh ingin protes kepada mereka. Bagaimana jika itu adalah sebuah ancaman yang lebih besar daripada lexo? Dan kalian masih bisa tenang tinggal di kastil dengan itu?
"yahh, kasus terburuknya hanya ada seorang pelayan yang terkena penyakit karena terlalu banyak menghirup udara sihirnya tetapi itu masih bisa diatasi dan itu juga sangat jarang terjadi."
Itu terdengar seperti semacam wabah. Apakah itu artinya ada jenis monster dengan tipe racun di sana?
Dalam game, memang kebanyakan monster sebangsa reptilia memiliki atribut racun dan mereka suka tinggal di tempat lembab seperti itu.
Aku mulai mengenang kembali monster-monster tingkat tinggi yang memiliki atribut racun seperti monster ular, kalajengking, dan dari ras naga juga ada yang beratribut racun.
«hydra?»
Aku akan bertanya padanya, mungkin dia bisa melihat sesuatu di bawah sana.
«ada apa, master?»
«apakah kamu mengetahui sesuatu di sekitar bawah kami?»
«...saya bisa merasakan energi sihir dari sana tetapi itu bukan berasal dari makhluk hidup.»
Jadi, itu bukan monster atau semacamnya yang hidup.
Lalu, apakah itu hanya sesuatu seperti limbah? Atau apakah hanya ada mayat yang membusuk di sana?
"baik, ayo kita lihat ke sana."
Aku mengatakan itu dan tethra terlihat sedikit terkejut dan mengatakan "eh!?" lalu melanjutkan.
"apakah kita sungguh ingin ke bawah?"
Dia tampaknya sangat khawatir.
"benar, akan lebih bagus jika kita bisa memastikannya."
Freya menyetujui ideku dan aku pikir dia memiliki kepercayaan terhadap aku.
Dengan tethra yang sedikit takut, kami akhirnya memutuskan untuk pergi ke bawah.
Kami menuruni tangga yang hanya diterangi oleh lentera hijau dan akhirnya kami tiba di lantai dasar yang paling dasar dari keseluruhan lantai kastil.
Kami bertemu dengan sebidang kolam air dan ada sebuah patung seorang gadis dengan rambut berwarna biru sedang menuangkan air dari kendi berwarna emas seperti gadis aquarius.
Ini adalah sumber air dari seluruh kastil ini dan aku pikir air itu cukup bersih.
"ternyata ada hal-hal yang seperti ini di bawah sini."
Tethra mengungkapkan ketidaktahuannya kepada kami. Freya juga memiliki wajah yang cukup menikmati suasana seperti seorang siswa yang baru pertama kali berkunjung ke museum.
Sedangkan aku melihat ini sudah sering jadi yang aku cari adalah sumber dari wabahnya.
Kami berjalan terus menyisiri kolam air itu hingga kami bertemu dengan sepasang pintu yang sama seperti pintu shelter.
"aku pikir tidak ada apa-apa di sini."
Kami tidak menemukan sumber dari wabahnya dan semua masih sama seperti dalam game.
"bagaimana dengan yang ada di balik pintu itu?"
"tidak akan ada monster atau semacamnya di dalam sana karena tempat itu adalah ruang timbunan harta."
"apa? Harta?"
Mata tethra berbinar setelah aku mengatakan "ruang timbunan harta."
__ADS_1
Gadis ini, entah kenapa aku mengerti dia tipe yang seperti apa karena suatu alasan.
"ya, aku menabung hartaku di dalam sana."
"eh, harta kamu?"
Ohh tidak! Itu akan membingungkan bagi mereka jika aku memiliki sesuatu di sini.
"bukan, maksudnya aku merasa di sana akan ada harta, ya, aku yakin."
Mereka menatap aku dengan bingung. Sepertinya kalimat itu justru membuat mereka semakin bertambah heran.
"kamu lihat, ini adalah kastil yang bersejarah dan sebenarnya aku sebagai pahlawan memiliki pengetahuan tentang itu dan aku sering melihatnya di duniaku kalau harta selalu di simpan di semacam tempat seperti ini. Ya, seperti itu ehehe..."
Aku berusaha sekuat tenaga untuk meluruskan kesalahpahaman di antara kami.
"hebat, apakah semua pahlawan dunia lain memiliki pengetahuan seperti itu tentang dunia kami? Jadi, itu sebabnya mereka bisa menjadi orang dengan kekuatan yang mengesankan."
Mata tethra terlihat kagum ke arahku. Sepertinya dia sudah menangkap umpannya.
Namun, di sisi lain freya sepertinya tidak puas dengan jawabannya. Dia melihat ke arahku dengan tatapan kosong seperti sedang memikirkan banyak hal tentang aku, aku menjadi takut. Oleh karena itu aku mengalihkan pandanganku darinya dan hanya mengabaikannya.
"ba-baiklah, mari kita lihat ke dalam, semoga saja tidak ada monster di sana. Ahaha..."
Setelah itu aku mendekati pintunya dan menyentuhnya dengan tangan kananku.
Seharusnya itu akan terbuka sendiri karena kastil ini sudah terdaftar dengan namaku.
Lalu, pintu itu mengeluarkan cahaya dari sela-sela pintu. Sip, itu masih bekerja.
Dalam game, ruang timbunan harta tidak memiliki kunci atau sandi untuk membuka dan menutup pintunya karena hanya pemilik kastil yang boleh mengakses pintu ruangan ini. Lagi pula, ini seperti bank di dalam game dan gems adalah sesuatu yang harus dibeli dengan uang jadi pemain lain atau npc tidak bisa mengakses ke sini kecuali ruang timbunan harta milik mereka sendiri di kastil mereka.
Pintu terbuka dengan cahaya silau.
"eh, ini tidak pernah terjadi sebelumnya."
Aku sedikit terkejut dengan hal baru ini dan menutup mataku karena terlalu silau.
"wooah!!"
Tethra berseru dan itu membuat aku menjadi penasaran lalu membuka mata.
Dan, aku melihatnya, sumber keterkejutan tethra hingga dia sampai berteriak seperti itu.
Di sana, di dalam ruang timbunan harta, terdapat sejumlah besar batu gems yang menumpuk hingga sampai ke langit-langit. Tumpukannya terbelah menjadi dua bagian untuk membuka jalan menuju pintu keluar yang lain. Karena ruangan ini sama besarnya dengan shelter jadi ruangan ini juga memiliki tiga pintu untuk membuat jalan masuk dari gedung utama(kastil), barak, dan menara dragoped.
Itu seperti ketika aku mendapatkan sejumlah besar gems dari labirin-- tidak, jumlah ini mungkin lebih banyak. Karena ruangan ini dibuat untuk menggandakan gems — apakah itu semua terus bertambah ketika kastil ini berada di dunia ini? Lagian, umur kastil ini sudah mencapai ratusan tahun sedangkan jumlahnya terus digandakan setiap bulan jadi sangat wajar untuk melihat gems itu menumpuk.
Benar-benar sangat disayangkan karena tidak diangkut secara berkala.
Mungkin, penyebab timbulnya energi mana yang meluap dikarenakan oleh tempat ini yang masih terus mereproduksi gems tetapi karena ruangannya sudah penuh dan tidak dapat memuat lagi jadi energinya melebur kemana-mana dan mengakibatkan orang-orang yang berada di dalam kastil terkena dampaknya.
Humu, itu teori yang simpel tapi cukup memungkinkan mengingat tidak ada monster atau wabah dan semacamnya di sekitar sini.
Baiklah masalah terpecahkan.
Aku melihat tethra dan freya yang sedang menatap lurus ke arah tumpukan gems itu.
"tidak mungkin, apakah ini sungguhan?"
Tethra masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Ya, aku pikir itu sungguhan. Di sini tidak ada sistem seperti membuat ilustrasi optik atau layar proyeksi yang menampilkan kebohongan. Jadi, itu semua nyata.
Di sisi lain setelah melihat tumpukan gems itu freya mulai mengalihkan pandangannya ke arahku. Dia menatapku dengan lekat.
Tunggu, jangan lagi seperti itu. Kenapa kamu melihat aku seperti melihat seorang pembohong?
"a-ada apa?"
Aku akhirnya bertanya padanya.
"anda sepertinya tidak terlalu terkejut dengan semua ini?"
"eh, seperti yang aku bilang sebelumnya, di sini pasti akan ada harta, 'kan? Dan, ternyata tebakan aku benar jadi aku tidak terlalu terkejut."
"aku tidak tau apakah anda paham dengan harta ini atau tidak tetapi batu-batu ini sangat berharga, anda tau?"
Ya, aku tau. Seribu batu itu bisa ditukar dengan jutaan emas jadi itu memang berharga. Tapi tetap saja, emas tidak terlalu berperan aktif jika kamu memiliki gems.
Aku yakin beberapa game lain yang berbayar juga sama. Ada sistem pembayaran dengan koin emas dan gems atau diamond di sana dan pemain berbayar selalu ber-transaksi menggunakan gems atau diamond mereka sehingga mereka lupa dengan koin emasnya.
"jadi, kamu tidak mengerti kegunaan dari banyaknya batu ini, albert?"
Tethra bertanya padaku karena aku hanya diam saja mungkin dia mengira aku tidak tahu kegunaan...
__ADS_1
Tunggu, kegunaannya?