Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Introspeksi.


__ADS_3

"Kenapa kamu bisa dinikahkan dengan William, Mary? Jelaskan rinciannya kepada kami."


Karena penasaran, Freya bertanya pada Mary alasan Albert menikahkan Mary dengan William. William sendiri sudah memiliki pasangan, yaitu Olivia. Menurut Freya, Albert tidak mungkin melakukan hal semena-mena untuk keluarganya sendiri (William, Ignis, dan Leon).


Karena istri Albert, Freya, bertanya pada Mary, Mary hanya bisa menurutinya dan menceritakan kebangkitannya.


...


"Apa! Albert membiarkan kamu meminum darahnya?"


"Uhh..."


Selesai Mary menjelaskan semuanya, Freya dan Eliza memperlihatkan rasa frustasi mereka karena merasa kesal. Sedangkan Merlin menatap tajam ke arah Mary seolah harimau yang siap menggigit mangsanya.


Mary tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya menundukkan kepalanya karena takut dengan tatapan Merlin.


"Huh?"


"Kenapa, Ayah?"


"T-Tidak ada. Boleh Ayah lihat hadiah yang satu ini?"


Di sisi lain, Albert yang tidak mendengar pembicaraan wanita dan sedang bermain dengan Atla, Eren, dan Alice merasa merinding untuk beberapa detik tanpa penyebab yang jelas.


"Hm~ ternyata seperti itu. Pantas saja dia ingin menikahkanmu dengan William, Mary."


"Apa Anda tahu sesuatu?"


"Itu pasti karena kamu adalah nenek moyang vampire. Itu sebabnya Albert ingin menikahkanmu dengan William karena William adalah vampire di keluarga kami."


"Jadi, hanya karena aku adalah nenek moyang vampire?"


"Benar. Vampire sepertimu sangat sulit ditemui. Albert mungkin berpikir untuk mendapatkan keturunan vampire berdarah asli darimu."


Freya telah mendapatkan kesimpulannya sendiri, yang kurang lebih adalah benar. Freya tahu kalau Albert tidak mungkin mau mengganggu hubungan rumah tangga dari salah satu keluarganya tanpa sebab.


"Jadi begitu." —Mary juga mulai mengerti dengan alasannya. Namun, itu masih tidak cukup untuk membuat Mary mau menikah dengan William. Jika Mary bisa memilih, dia lebih ingin dengan Albert karena alasan darahnya.


"Lalu bagaimana, apa kamu mau menikah dengan William? Jika kamu tidak menyukai William, kamu bisa menolaknya, Mary."


"Ya. tapi ini keinginan Albert yang sangat jarang sekali muncul di keluarga kami. Sebagai kakak William, aku pribadi ingin kalian menikah juga. Ini bukan seperti aku tidak menyukai Olivia, hanya saja kamu kelihatannya juga memiliki kepribadian yang baik. Aku akan menyetujui pernikahan kalian bertiga."


"Um, kamu juga bisa menunda keputusanmu, kok. Tapi lebih baik putuskan dengan cepat karena pernikahan William dan Olivia akan dilaksanakan setelah pembangunan kota baru di dekat dermaga selesai. Kurasa, kota itu akan selesai dalam beberapa bulan lagi."


Freya, Merlin, dan Eliza —Masing-Masing memberikan saran dan anjuran untuk Mary bisa membuat keputusan.


"Mary, bisa kita bicara."


"Huh?"


William mengajak Mary keluar dari ruangan, dan Mary mencoba untuk mengikuti kemauannya.


Menurut Mary, dari penampilannya – William tidak terlalu buruk. Hanya saja William agak aneh dan masih memberikan rasa tidak nyaman untuk Mary.


(Jika dia berbicara omong kosong, lebih baik aku menolaknya sekarang juga.) —Mary berpikir demikian sambil mengikuti William dari belakangnya, dan kemudian keluar ruangan.


"Mereka berdua ingin ke mana? Ngomong-Ngomong, sepertinya Alice tidak menyukai Mary, kenapa ya, apa ada yang tahu? Dia bilang, dia tidak suka dangan bau Mary ketika aku bertanya padanya, tapi tetap saja aku tidak mengerti."


"..." ×3


"Eh?"


Setelah William dan Mary pergi, Albert datang ke meja Freya bersama dengan Eren. Namun, wajah ke-tiga orang di meja itu tidak begitu bersahabat.


(Ah, aku datang di saat yang tidak tepat.)


Walaupun begitu, Albert langsung peka dengan situasinya, dan sadar kalau ada pembicaraan antara mereka dengan Mary yang membuat mereka memusuhi Albert.


"Sayang, kamu..."


"Albert, apa penilaianku salah tentangmu?"


"Tuan sangat nakal, hmph."


Albert ingin melarikan diri, namun dia sudah terlanjur duduk di meja itu. Tinggal menunggu ketiga wanitanya menginterogasi.


"...?"


"E-Eren sayang. Kamu ingin menambah roh hewan di cincinmu, kan? Ayo kita cari roh kuat untukmu."


"Huh!?"


Di sana masih ada Eren. Albert mencari alasan dengan menggunakan Eren untuk lari dari meja itu, namun...


"Eren, kami sedang ingin berbicara dengan Ayahmu, bisa kamu menunggu hal itu untuk nanti?"


"Ya, lagian sekarang hari sudah mau gelap. Kamu bisa mencari itu dengan Tuan besok."

__ADS_1


"..."


Freya dan Eliza mencoba mencegah Albert melarikan diri. Sedangkan Merlin tidak berkata apa-apa tetapi tatapannya memberitahu Eren untuk tidak membiarkan ayahnya pergi dari sana.


"Ah, ada hadiah di sana yang aku tinggalkan."


"Eh? Tunggu, Eren sayang, kamu mau ke mana?"


Eren mencari alasan untuk pergi dari sana. Meskipun Eren sangat peduli dengan ayahnya, namun dia memilih untuk tidak membuat ibunya marah. Karena dia, kakak, dan adiknya paling tahu kalau kemarahan ibu mereka itu sangat mengerikan.


Setelah Eren meninggalkan Albert, Albert mendapatkan banyak pertanyaan dan merasa sangat tertekan.


Tidak lama setelah itu, Mary kembali dengan wajah sedikit memerah. Diikuti oleh William dari belakang, mereka berdua menghampiri Albert. Hal itu menunda obrolan Albert dengan istrinya yang membuat Albert terselamatkan.


Apa yang telah William lakukan terhadap Mary? —Semua orang memiliki pemikiran seperti ini di kepala mereka masing-masing setelah melihat wajah merona Mary.


"Tuan Albert, Mary setuju ingin menikah denganku."


"Apa benar? Bagaimana dengan pendapat Olivia?"


"Olivia, ke sini."


William memberitahukan keputusannya Mary, lalu memanggil Olivia untuk mendengarkan pendapatnya.


"Olivia, apa kamu benar mau membiarkan Mary menjadi istri William dan bersaudara dengannya? Jangan karena ini adalah keinginan dariku kamu mengesampingkan perasaanmu yang sesungguhnya, aku tidak ingin adanya pertengkaran di lingkungan keluargaku."


Albert bertanya tentang perasaan Olivia. Dengan pertanyaan seperti itu, tidak ada keluarga atau bawahan Albert yang bisa berbohong.


"Saya memang belum terlalu mengenal Nona Mary, namun William berkata kalau Nona Mary adalah wanita yang dapat dipercaya. Jadi, aku akan mencoba untuk akrab dengannya."


Olivia memberikan jawabannya dengan tersenyum. Untuk Albert, dia merasa sangat bersalah karena telah membuat saingan untuk Olivia. Namun di keluarganya tidak ada lagi vampire selain William untuk dinikahkan dengan Mary.


"Maka, itu bagus. Aku ingin kalian bertiga akrab satu sama lain. Apa kalian bisa menjanjikan hal ini kepadaku?"


"Ya, kami berjanji." ×2


"Tunggu sebentar, Tuan Albert."


Ketika William dan Olivia berjanji, Mary di sisi lain tidak melakukannya, dia justru ingin berbicara.


"Kenapa, Mary?"


"Apa, Apa aku boleh menjadi istri pertama Tuan William?"


"!?" ××


"Bicara apa kamu?"


"Jika aku menjadi bagian dari keluarga ini, maka para vampire tidak perlu lagi takut dengan bangsa luar karena keterlibatan aku dengan keluarga Tuan Albert. Namun, aku harus menjadi istri pertama Tuan William agar mereka dapat mempercayaiku. Tentu saja, aku akan menunjukan keunggulanku demi mendapatkan kualifikasinya, aku bisa bertarung!"


"Hei."


"..."


Mary memberikan pernyataan tidak terduga dan membuat Albert kebingungan. Sebelumnya Albert bahkan tidak mengira kalau Mary benar-benar mau menjadi istri William tanpa beberapa syarat, tapi sekarang dia malah ingin menjadi nomor satu untuk William.


(Sebenarnya, apa yang telah William lakukan terhadap Mary?) —Albert sangat ingin tahu. Mungkin itu sesuatu yang bisa mengubah kehidupannya.


"Kamu ingin merebut tempatku, Nona Mary? Baiklah, ayo kita lakukan, Bertarung!!"


"Benarkah? Bagus kalau kamu mau menerimanya!!"


"Ehh~!?" ××


Di sisi lain, Olivia malah ingin menanggapi permintaan Mary, itu membuat semua terkejut. Tidak hanya karena persetujuannya, tetapi juga karena Olivia tiba-tiba mengubah suasana menjadi tegang. Dia termotivasi dan sangat ingin bertarung dengan Mary.


"B-Bagaimana ini? Apa ini semua salahku?" —Sambil melihat Mary dan Olivia saling memancarkan aura permusuhan, Albert panik karena tidak tahu harus berbuat apa.


"Tuan Albert, tolong serahkan urusan mereka berdua kepadaku."


"Oh, kamu benar, kamu kan akan menjadi pria pendamping mereka, kamu harus bisa menyelesaikan masalah di antara mereka."


Albert baru saja membuang tanggung jawabnya atas masalah yang dia perbuat.


"Kalau begitu, tolong izinkan mereka berdua bertarung. Siapapun yang menang akan menjadi istri pertamaku."


"Hah! Apa ini akan baik-baik saja mengikuti kemauan mereka?"


Keputusan William malah membuat Albert semakin dan semakin merasa bersalah dengan mereka. Albert masih ingat janjinya untuk menjadikan Olivia sebagai istri pertama William. Jika Olivia kalah dan menjadi istri kedua, maka Albert pasti akan merasa sangat-sangat bersalah kepada Olivia. Karena bagaiamanapun, semua masalah ini sebenarnya diakibatkan oleh Albert.


(Selain itu, kenapa semua orang suka sekali bertarung?) —Albert tidak mengerti dengan cara berpikir orang-orangnya.


"Sayang, biarkan saja mereka bertarung. Aku percaya kemampuan Olivia tidak akan kalah dengan Mary, dan aku juga cukup penasaran. Ini merupakan kesempatan bagus untuk melihat kehebatan mereka berdua, kan?"


"Hm?"


Merlin mendorong Albert untuk menyetujui pertarungan Mary dan Olivia.

__ADS_1


"Kamu diam saja dari tadi. Apa pertandingan mereka begitu menarik untukmu sampai membuat kamu baru mau berbicara?"


Sejak Albert datang ke ruangan ini, Merlin tidak berbicara sedikitpun dengannya. Hanya Freya dan Eliza yang mau bertanya banyak hal kepada Albert.


Namun, biasanya Merlin memang seperti itu. Dia tidak banyak bicara, dan dia tidak mau memojokkan Albert, apalagi menghakiminya. Itu sebabnya ketika Albert berbuat sesuatu yang membuat mereka tidak suka, hanya Freya dan Eliza yang berani menegur Albert.


Albert tahu itu hanya prilaku biasa Merlin, namun setidaknya dia ingin tahu ada alasan apa Merlin mau menyetujui pertarungan Mary dan Olivia.


"Bukan! Aku minta maaf telah diam saja, sayang."


Dan tidak seperti jawaban yang Albert inginkan, Merlin justru terlihat murung akibat pertanyaannya. Albert membuat Merlin bersalah.


"Hei, kamu yang salah kenapa bisa berbicara sombong kepada Merlin, Albert!"


"..."


Melihat Merlin sedih, Freya tidak bisa tidak membantunya. Situasi menjadi semakin keruh.


(Aku, berbuat kesalahan terus sejak tadi. Apa aku baru saja terkena kutukan?) —Albert menyadari semua tidak berjalan sesuai seperti apa yang biasanya dia inginkan.


Membuat Olivia dan William kerepotan, dan lagi membuat Merlin murung. Albert pikir dia sudah terlalu egois dengan keluarganya sendiri.


"... Maaf. Kalau begitu, baiklah. Aku menyetujui pertandingan kalian berdua."


Albert berakhir stres sambil menyentuh kepalanya. Dia menyetujui pengajuan Mary tanpa peduli sama sekali karena dia sibuk memikirkan dirinya sendiri, bahwa sudah terlalu egoisnya dia di keluarganya itu.


Kemudian, Albert berdiri dan meninggalkan meja.


"Albert, kamu mau ke mana?"


"Merenung. Biarkan aku sendiri."


Meninggalkan ruangan, Albert melarang orang lain mengikutinya. Dan suasana di ruangan menjadi sunyi. Hal seperti itu tidak pernah terjadi dan membuat semua orang berpikir kalau itu adalah kesalahan mereka, yang baru saja berbicara dengan Albert.


"A-Apa ini karena kita, William?"


"Tenanglah, kurasa Tuan Albert seperti itu bukan karena kita. Tapi aku juga tidak tahu Beliau kenapa. Pada saat seperti ini, jangan melakukan hal yang dapat mengganggu beliau. Kalian mengerti, kan? Olivia, Mary?"


"Iya." ×2


Olivia mengira merekalah yang membuat Albert tidak senang, namun William dapat mengerti kalau Albert bukan sedang marah terhadap mereka.


"Merlin, jangan terlalu dipikirkan. Albert pasti bukan marah karenamu."


"Iya, kak. Tuan tadi meminta maaf padamu. Kurasa kamu tidak melakukan kesalahan apapun.


Di sisi lain, Merlin terlihat semakin dan semakin murung, atau bahkan dia sudah depresi karena ditinggalkan oleh Albert. Jadi, Freya dan Eliza mengkhawatirkannya.


Dalam kondisinya yang sedang hamil, Merlin tidak bisa bergerak banyak. Mencegah Albert untuk tidak meninggalkannya seperti biasa jadi tidak bisa dia lakukan.


Kecuali Mary, semua orang tahu kalau Albert adalah segalanya bagi Merlin. Bahkan jika Albert tidak marah kepada Merlin, Merlin masih merasa bersalah dan sangat terpukul karena tidak bisa membantu masalah Albert.


Jadi, karena semua orang sudah paham dengan sifat Merlin, mereka bersimpati padanya. Sayangnya tidak ada yang bisa dilakukan oleh mereka, kondisinya juga tidak memungkinkan untuk membantu. Hanya Albert yang bisa menyelesaikan kesalahpahaman tersebut karena dialah yang membuatnya.


Jika Albert melihat ini dia pasti merasa bersalah lagi, namun dia meninggalkan mereka untuk pergi ke Bar di lantai enam dan memesan banyak minuman.


"Puahhh! Untuk sekarang, aku ingin melupakan semuanya!!"


«Seharusnya Anda menyesali perbuatan Anda, Master. Bukannya malah minum-minum di sini.»


"Siapa bilang aku tidak menyesal? Aku menyesali perbuatanku, tahu! Cuma percuma saja bila aku memusingkan hal-hal seperti itu. Aku berjanji akan berubah setelah ini."


«M-Master, Anda terlihat seperti sampah masyarakat ketika mengatakan itu sambil menenggak minuman. Tolong perhatikan kembali sikap Anda.»


Di atas meja depan bartender, Hydra berusaha menenangkan Albert yang sedang meminum wine dari botolnya.


"Aku tahu Anda pasti sudah sangat kelelahan karena kegiatan Anda seharian ini. Ditambah lagi, apa yang Anda lakukan sebelumnya justru menjadi masalah untuk Anda sendiri. Namun, bukankah itu sudah menjadi kebiasaan Anda, selama ini apa yang Anda lakukan adalah hal-hal seperti itu, kan? Kenapa baru sekarang Anda terpuruk begini?"


Di atas meja, Hydra mengkhawatirkan Albert. Memang sudah terbiasa bagi Hydra melihat Albert melakukan banyak hal dan membuatnya menjadi repot sendiri. Namun kali ini sikapnya berbeda.


"Uhh, aku hanya baru saja tersadar kalau apa yang aku lakukan itu merepotkan banyak orang."


"Eh, Anda sungguh baru menyadari hal itu sekarang?"


"Bukan! Maksudku, aku sudah sangat berubah banyak setelah tinggal di dunia ini selama setahun. Hanya karena aku memiliki orang terpercaya dan anak buah yang sangat taat, kupikir aku telah menjadi terlalu egois dan selalu bertindak sesuka hati. Itu membuatku merasa tidak nyaman dengan yang lain. Jadi, aku memutuskan setelah ini aku akan berubah, aku akan kembali ke diriku yang sebelumnya."


Albert mengutarakan seluruh isi hatinya karena mabuk. Pada saat itu, dia tidak tahu kalau obrolannya dengan Hydra telah ditransmisikan ke seluruh anggota keluarganya oleh Hydra.


"Dia memang egois, tapi menurutku tidak sampai segitunya."


"Saya pikir, dia mengalami kelelahan psikologis karena terlalu banyak bekerja. Dia tidak bisa berpikir jernih."


"Kenapa bisa begitu, Hydra? Seharusnya kamu bertanggungjawab atas kesehatannya, kan?"


"Maaf, bukankah Anda sudah tahu kalau Master masih ingin mempertahankan posisi manusiawinya. Jadi, aku masih menggunakan skill secara manual, aku hanya bisa menggunakan skill ketika dia memintanya."


Pada saat itu juga, setelah mendengar obrolan mereka, Freya dan yang lainnya langsung menuju ke Bar untuk melihat kondisi Albert. Di sana, Albert sudah tidak sadarkan diri. Dia tidak mendengar pembicaraan antara Freya dan Hydra.

__ADS_1


Merlin sangat peduli, tanpa mengatakan apa-apa dia langsung membuat clone dan membopong Albert ke kamar untuk mengistirahatkannya.


__ADS_2