Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Penyendiri.


__ADS_3

Sudah diputuskan kalau kami akan membuat organisasi rahasia ini yang akan dipimpin oleh Zen dan Wilhelm.


Dengan adanya organisasi ini para vampire tidak akan kelaparan. Mereka bisa mengumpulkan darah dari klien mereka untuk diri mereka sendiri, tidak perlu lagi membunuh manusia tidak bersalah dari desa.


Kudengar, ketika vampire membutuhkan darah, mereka akan meminta tumbal kepada warga desa. Dan sebagai ganti dari tumbal itu, para vampire akan menjaga desa dari serangan monster.


Sungguh, aku tidak tahu apakah itu cara yang baik atau tidak, tapi aku tidak suka metode seperti itu.


"Yang Mulia, bagaimana dengan nama organisasinya?"


"Hmm... Pikirkan saja sendiri. Tapi satu hal yang pasti, kalian harus berjanji untuk merahasiakan keterlibatan kami."


"Dimengerti."


Sejak aku menjadi penguasa, aku selalu meminta hal-hal menyulitkan dan mustahil. Tapi ada saja orang kompeten yang membuat itu menjadi kenyataan. Sungguh, kebiasaan menyuruh orang menjadi kebiasaan untukku.


"Hei, apa yang ingin Anda lakukan terhadap anak-anakku?"


Mary siuman dari mabuknya dan bertanya sambil melingkarkan tangannya di kakiku.


(Waw, ini sungguh menggoda karena dadanya menyentuhku.) —Tapi setelah aku putuskan akan menikahkan Ratu ini dengan William, rasanya tidak begitu menarik lagi.


"Memberikan mereka pekerjaan yang cocok dengan kemampuan rasial kalian, bukankah cepat atau lambat kalian harus membaur dengan masyarakat?"


Tapi aku masih khawatir kalau mereka akan membuat keributan. Ditambah lagi, ketika mereka justru menikmati pekerjaan ini, ada kemungkinan mereka akan memperbanyak kaum mereka. Itu mungkin tidak bagus, aku harus membuat aturan dan prosedur untuk mereka nanti.


"Begitukah?"


"Bagaimana dengan rasa darahku?"


"Mantap, hehe."


Yap, dia dan William seperti terkena efek minuman beralkohol.


Darahku ini sangat spesial. Setelah bergabung dengan Hydra, seluruh darahku memiliki atribut racun yang paling terkuat di dunia ini. Ditambah lagi, aku juga mendapatkan keabadian dari salah satu kemampuan khususnya. Ketika tanganku terpotong, itu akan tumbuh, atau sembuh secara otomatis dengan cepat. Atau ketika tubuhku hancur, itu akan meregenerasi kembali. Cara satu-satunya membunuhku dengan menyerang langsung jiwaku.


Dan alasan kenapa Mary dan William bisa meminum darahku dengan aman adalah karena ketika aku memberikan darahku kepada mereka, aku juga memberikan penawarnya. Meski begitu mereka masih saja mendapatkan efek negatifnya sedikit. Kejadian ini juga pernah terjadi ketika Levi si Divine Monster meminum darahku, dia bahkan sampai pingsan setelah meminumnya.


"Aku senang mendengarnya. Ayo kita kembali."


"Tunggu. Kamu, kumpulkan semua vampire ke sini sekarang."


"Baik, Yang Mulia Ratu."


Ketika aku ingin pulang, tiba-tiba Mary menjadi tegar dan memberikan perintah kepada Wilhelm. Apa yang ingin dia lakukan?


Karena ini urusan vampire, mungkin aku harus menunggu dan melihat saja.


Setelah semua vampire berkumpul di aula ini, semua berlutut di hadapan kami. Di sana juga ada Roy dan Frederick.


Tingkatan Frederick dan Roy ternyata di bawah kelima vampire agung tua yang tadi dilawan oleh para naga. Ngomong-ngomong keempat naga itu sekarang sudah siuman dan berbaris di belakang bersama Luminous.


Aku masih duduk di singgasana, rasanya agak canggung karena hanya aku seorang di sini yang duduk. Bahkan Mary sebagai leluhur vampire hanya berdiri di sebelahku.


"Aku, Mary Scarlet, memerintahkan semua vampire untuk mengabdi kepada Tuan Albert Testalia. Semua kehendak beliau harus dituruti, sekian!!"


(Hm!?) —Aku tidak menyangka Mary akan mengatakan itu. Kenapa dia tiba-tiba mau berpihak padaku?


"Mary, kudengar kamu bisa membuat jantung vampire menjadi Core...?"


"Aku memang bisa. Ketika kami memperbanyak kaum untuk berperang, aku mengubah mereka semua supaya tahan terhadap matahari."


"Ohh, kalau begitu, Wilhelm berkata kalau mereka menginginkan hal itu."


"Itu mudah. Baiklah, aku akan mengubah mereka semua."


Entah mengapa, ini sangat lancar. Mary mengeluarkan cahaya dan cahaya itu menyirami seluruh vampire yang berada di tempat ini.

__ADS_1


Apa ini sudah selesai? —Itu, pertanyaan di kepalaku sekarang. Setelah mereka semua tersiram cahaya, mereka bersemangat dan memuja Mary.


Yah, pokoknya masalah di bangsa vampire ini sudah selesai, dan aku juga sudah menyelesaikan tujuanku. Sekarang kami akhirnya bisa pulang.


***


**


*


Namaku Mary, leluhur pertama vampire.


Sebelum menjalani kehidupanku sebagai Ratu Vampire, aku hanyalah makhluk kesepian yang hidup sendiri di dalam hutan. Seperti anak-anak yang belum begitu pintar, aku makan dan tidur di hutan tanpa memperdulikan hal lain sampai akhirnya aku bertemu dengan manusia.


Aku berinteraksi dengan mereka karena bentuk kami sama. Aku belajar banyak hal dan tumbuh menjadi dewasa secara perlahan. Sampai pada suatu saat, aku mengerti kalau kami sebenarnya berbeda.


Tidak sepertiku, mereka tidak meminum darah. Dan setelah mereka tahu kalau aku berbeda dengan mereka, aku diusir dan dikembalikan ke dalam hutan. Sekali lagi, aku hidup sendiri.


Aku sangat bosan, ratusan tahun aku hidup di dalam hutan sendirian. Aku ingin berbicara lagi dengan manusia, tapi itu tidak mungkin. Lalu aku memikirkan bagaimana caranya aku mendapatkan teman. Hingga pada suatu ketika, aku memiliki ide untuk meminum darah manusia.


Pada saat itu, aku mendapatkan satu teman. Aku baru tahu ketika aku meminum darah manusia, aku bisa membuat mereka menjadi bangsaku.


Ini sangat berbeda dengan cara manusia berkembang biak, namun aku tetap memutuskan untuk mengumpulkan lebih banyak teman dan memperbanyak kaumku.


Tapi, semua tidak sesuai dengan harapanku. Manusia yang aku ubah menjadi bangsaku tidak bisa bertahan di bawah sinar matahari, mereka mati tanpa alasan yang jelas.


Aku sempat berhenti merubah manusia menjadi bangsaku. Untuk ketiga kalinya, aku hidup sendiri lagi di dalam hutan. Kemudian, suatu hari aku tahu kalau manusia sedang memburuku. Mereka sampai repot-repot membentuk pasukan untuk mengekspedisi hutan.


Aku bertarung dengan mereka dan mendapatkan luka. Meskipun aku menang, aku tidak menyukai rasa sakit yang mereka berikan kepadaku. Oleh karena itu, sekali lagi aku mengumpulkan lebih banyak teman. Membuat manusia menjadi bangsaku dan membawahi mereka.


Kemudian aku berhasil membentuk kerajaan bangsaku sendiri untuk berperang dengan manusia. Tapi pada akhirnya, aku tetap terpojok oleh manusia yang dipanggil dengan sebutan Pahlawan.


Sampai pada nafas terakhir, aku tidak menyerah dan mengeluarkan seluruh kemampuanku untuk melawan manusia.


Sekarang, aku bangun di atas peti mati sambil dikelilingi oleh orang-orang yang tidak aku kenal. Aku ingat dengan jelas kalau aku mati, tapi aku tidak menyangka akan hidup kembali.


Meski begitu, aku mati di tangan manusia, dan hidup kembali oleh manusia. Sungguh takdir yang lucu.


Namun, ternyata aku salah. Kebencianku terhadap manusia mengubah cara pandangku terhadap mereka.


Manusia bernama Albert yang menhidupkanku kembali ternyata adalah seorang Raja Iblis. Tapi bukan itu alasan kenapa dia sangat berbeda dengan manusia yang aku benci. Dia mau membiarkan aku menghisap darahnya, meskipun para bawahannya terlihat tidak menyetujui hal itu, tetapi dia tetap memberikannya.


Tapi kau tahu, ketika aku menghisap darah manusia. Aku bisa mengubah mereka menjadi bangsaku. —Kupikir dia ingin menjadi bangsaku tapi ternyata aku salah.


Dia tidak berubah dan masih menjadi seorang manusia. Apakah itu kelebihan menjadi Raja Iblis? Atau apakah dia sudah menjadi iblis dan tidak bisa menjadi vampire? Tidak, sejak awal, dia adalah manusia! Kupikir Raja Iblis hanyalah sebuah gelar omong kosongnya.


Sampai sekarang, aku masih tidak yakin dengan jenisnya. Yang aku yakini hanyalah darahnya. Darahnya sangat nikmat! Aku tidak menyangka akan mendapatkan darah senikmat ini setelah kebangkitanku dari kematian. Jika bisa, aku ingin sekali menghisap darahnya sampai habis. Sayangnya aku tidak sanggup melakukannya. Aku ingin menghisap lagi tapi dia tidak mau memberikannya lagi.


Aku tidak menyangka kalau darahnya akan senikmat itu, kupikir semua darah manusia rasanya sama, sial. Kalau tahu begini, aku pasti akan meminta lebih banyak lagi!


***


**


*


Setelah kembali dari tempat tersembunyi bangsa vampire, Albert, William, Ignis, Luminous, dan Mary menuju ke ruang tamu untuk menemui Merlin dan yang lainnya.


Hari sudah mau gelap, segala pekerjaan di waktu ini dihentikan dan seperti biasa semua orang berkumpul sebelum jam makan malam. Selain itu, hari ini semua sudah kelelahan karena pesta perayaan yang dilaksanakan dari pagi sampai siang tadi.


Ketika Albert tiba di ruang tamu, Albert sudah menemukan tumpukan hadiah — atau lebih tepatnya tumpukan bungkusan hadiah — yang telah dibongkar dan dibiarkan berserakan.


"Wow, bebas sekali anak-anak hari ini."


"Urusanmu di sana sudah selesai? Dan, siapa itu?"


"Mm, masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Dan wanita ini adalah Mary, dia akan menjadi bagian dari keluarga kita."

__ADS_1


"Hah?"


Mengesampingkan anak-anak yang sedang disibukkan dengan hadiah-hadiah mereka, Albert menghampiri kedua istrinya dan memperkenalkan Mary sebagai anggota keluarga baru. Di sana, tatapan Freya menjadi sangat dingin dan menusuk, sedangkan Merlin terlihat cemas.


"Yang Mulia Ratu, saya memberi salam."


Tiba-tiba Mary maju ke hadapan Merlin untuk berlutut.


(Aku tidak tahu kenapa, tetapi hanya wanita ini yang paling membuat naluriku merespon untuk tidak macam-macan dengannya.) —Mary tanpa berpikir dua kali langsung menghadap Merlin karena naluri dan alasan ini.


Sebagai makhluk yang pernah hidup selama ribuan tahun di masa lalu, Mary sudah pernah bertemu dengan ratusan dan bahkan ribuan makhluk berbahaya, termasuk diantaranya manusia dan ras lain. Namun baru kali ini dia merasa sangat takut dan segan terhadap sosok wanita yang berada di depannya.


Dia sempat mengira kalau nalurinya mungkin telah menumpul karena baru saja bangkit dari kematian, tetapi hal itu masih tidak menjelaskan kenapa hanya dengan bertatapan dengan Merlin membuat Mary bergidik, seolah-olah sesuatu yang buruk akan menimpanya. Itu sebabnya Mary menghadap Merlin tanpa berpikir dua kali.


"Suamiku bilang kau akan menjadi bagian dari keluarga kami. Maksudnya apa?"


"Soal itu, saya sendiri tidak tahu."


"..."


Merlin dan Freya menatap Albert untuk mencari jawaban.


"Uh, Tuan, kamu..."


Eliza di meja yang sama dengan Merlin sedang khawatir posisinya akan digeser.


Ketiga wanita ini menatap Albert dan memberikan tekanan untuknya.


Ignis tidak ingin ikut terlibat dengan urusan rumah tangga Tuannya, oleh karena itu dia langsung duduk semeja dengan Clara. Luminous juga duduk dekat dengan Rin dan William dengan Olivia.


"Ada hal penting yang perlu aku bicarakan denganmu sekarang."


"Apa itu?"


Setelah duduk di sebelah Olivia, William langsung mengatakan kepengurusan Mary di tangannya.


"Begitu ya. Tapi Tuan Albert mengizinkan aku menjadi wanita pertama kamu, kan?"


"Tentu saja. Aku sudah meminta kamu untuk menjadi yang pertama."


"Maka, tidak ada masalah."


Olivia sempat cemas mendengar Mary akan menjadi istri dari pria yang dia cintai. Biasanya pernikahan politik ditempatkan di posisi pertama, Olivia yang pernah hidup di kerajaan manusia sangat tahu hal ini. Itu sebabnya dia tidak terlalu memikirkan tentang pernikahan lain William. Yang dia takutnya hanya dia menjadi nomor dua.


Semua orang mendengar percakapan William dan Olivia, itu juga menjawab pertanyaan Merlin sebelumnya.


"Yang Mulia, apa aku akan dinikahkan dengan pria itu?" —Mary sedikit terkejut dengan hal mendadak ini yang menyangkut tentang kehidupannya.


Mary belum pernah menikah dan dia tidak pernah berpikir sedikitpun untuk melakukan itu karena tidak ada pria yang pantas untuknya.


"Ah, aku lupa bertanya pendapatmu tentang pernikahan kalian. Benar juga, kamu adalah orang yang bersangkutan, aku seharusnya bertanya lebih dulu sebelum memutuskannya." —kebiasaan dimanjakan oleh bawahannya membuat Albert selalu bertindak seenaknya.


Sekarang, keputusan pernikahan ada di tangan Mary sendiri. Tetapi di posisinya sekarang, semua mungkin akan kacau kalau dia tidak mengindahkan keinginan Albert. Meski begitu, dia masih tidak bisa begitu saja menikah dengan pria yang bahkan dia tidak kenal.


Setidaknya, Mary harus tahu kekuatan pria itu terlebih dahulu. Sampai sekarang, Mary bahkan tidak tahu nama lengkap pria yang akan dinikahkan dengannya, bagaimana dia bisa menyetujui pernikahan ini?


Mary terus berpikir. Sekarang dia duduk di meja yang sama dengan Merlin, Freya, dan Eliza.


Sekarang dia sudah mengetahui identitas ketiga wanita di mejanya, jadi dia tidak begitu banyak bertingkah dari sebelumnya. Karena, Albert pernah bilang kalau salah satu istrinya adalah yang terkuat di antara mereka semua.


Sebagai bukti dari naluri Mary yang selalu memberitahu kalau dia akan tertimpa hal buruk jika dia bertindak tidak sesuai dengan etika di tempat ini.


Sementara itu, prasangka buruk terhadap Albert sudah disingkirkan berkat pembicaraan William dan Olivia, oleh karena itu dia sedang bermain dengan Atla dan anak-anak yang lain.


Atla, Eren, dan Alice mendapatkan begitu banyak hadiah. Dari pakaian, aksesoris, makanan, item aneh, sampai perlengkapan untuk bertarung. Semua ada di sana.


Sebagai orang yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pesta ulang tahun anaknya, Albert sangat senang melihat anak-anaknya mendapatkan begitu banyak hadiah. Bagi Albert sendiri, itu adalah mimpi anak-anak untuk mendapatkan tumpukan hadiah yang menggunung.

__ADS_1


Namun, tidak banyak hadiah dapat menarik minat ketiga anaknya. Oleh karena itu, sebagian besar hadiah diberikan kepada temannya Claris, Natalie, Davies, dan Peter.


Lagipula, isi dari kastil ini lebih menakjubkan daripada hadiah-hadiah yang mereka dapatkan. Hanya benda-benda unik seperti item magic dan scroll magic yang menarik bagi Atla dan Eren, sedangkan hanya makanan yang dapat menarik minat Alice. Sisa dari itu semua diberikan kepada Claris dan yang lain.


__ADS_2