
Kami — aku dan ayah Freya — masih saling menatap satu sama lain.
Aku memiliki keseriusan tinggi di wajahku, ingin menanggapi hal ini dengan jalan terbaik. Sedangkan ayah Freya menatapku dengan tatapan sinis, seolah-olah aku adalah orang yang paling bersalah, seolah-olah aku adalah makhluk menjijikkan.
Tidak, aku memang bersalah karena sudah meniduri anaknya, tetapi Freya juga terbawa suasana. Seharusnya Freya ikut memberikan suara untuk mengimbangi pembicaraan ini.
"Ayah, apa kamu serius ingin melawan Albert?"
Freya berteriak dari arah istana.
Kehadirannya sudah aku tunggu-tunggu, dia harus ikut menjelaskan hal ini agar semuanya berjalan dengan baik.
"Kenapa kamu menanyakan itu sekarang? Kamu tidak bisa berhubungan dengan orang luar. Aku akan menghapus orang ini untuk membersihkan nama keluargaku."
Ayah Freya menjawab tanpa mengubah pandangannya sedikitpun, dia masih terus menatapku.
(Orang ini benar-benar aneh.)
"Sigh, terserahlah. Albert, pukul saja Ayahku agar dia mengerti!"
"Eh?"
"Eh?"
Aku dan Ayah Freya terkejut mendengar pernyataan Freya. Bahkan Ayah Freya sampai memalingkan wajahnya dariku hanya untuk melihat Freya, seakan-akan dia tidak percaya dengan apa yang sudah anaknya katakan.
Aku memang kurang mengerti, tetapi jika Freya meminta hal seperti itu, mungkin saja hanya itu satu-satunya jalan untuk membuat ayahnya mau mendengarku.
Terkadang, seseorang lebih memilih mengatasi masalah dengan kekuatan. Hal seperti ini sering dijumpai di kalangan makhluk spiritual.
Karena mereka tidak terlalu menyukai uang, hal seperti "negosiasi" jarang sekali mereka terapkan. Sangat berbeda dengan manusia.
"Ayah, kami akan ikut membantu menghapus pria itu!"
Kedua adik Freya kembali ke dalam konflik.
Mereka mengeluarkan sayap mereka dan menghampiri sosok ayahnya yang berada di udara.
Jika diperhatikan dengan baik, kedua adik Freya masih sangat muda dan tampan. Satu orang memiliki rambut hitam panjang, yang lain berambut hitam pendek seperti ayahnya.
Dan sayap mereka terlihat sangat mengesankan karena memiliki dua pasang. Itu adalah bentuk dari keseriusan ras Angel.
Tidak hanya untuk meningkatkan kecepatan bergerak di udara, dalam wujud itu kekuatan suci mereka juga ditingkatkan.
Tapi yang namanya serangga, tetaplah serangga. Hanya Ayah Freya yang dapat menandingiku dalam hal pertarungan.
"Tidak perlu. Biar aku sendiri yang mengurus pria itu. Tiga lawan satu tidak akan menjadi pertarungan yang menyenangkan."
Ayah Freya menolak bantuan.
Bahkan jika mereka bertiga melawanku, sebenarnya aku masih bisa mengatasinya.
"Tunggu, "pertarungan menyenangkan" katamu? Ayah! Ah tidak, maksudku Paman ingin pertarungan yang menyenangkan? Kalau begitu, kalian bertiga bisa menyerangku secara bersamaan. "satu lawan tiga", ini akan menjadi pertarungan yang menyenangkan."
Aku tersenyum cerah. Bukan berniat untuk memprovokasi pihak lain, tapi aku memang memiliki trik untuk melawan mereka bertiga sekaligus.
Dan aku sudah memahami sifat paman itu. Jika dia ingin pertarungan menyenangkan, maka aku hanya perlu menuruti permintaannya.
Lagipula, ini adalah saran Freya untuk memukul mereka.
Mendengar pernyataanku, ketiga pria keluarga Bestlafiol menatapku dengan intens.
"Nak, bukankah kau terlalu berlebihan merendahkan kami? Sampai menyuruh kami bertiga untuk melawan kau sendiri?"
"Aku sendiri? Ah, maaf. Tampaknya ada kesalahpahaman di sini—"
Kalimatku terhenti untuk mengeluarkan sembilan clone dengan jumlah energi yang berbeda-beda.
Tiga clone dengan jumlah energi besar untuk melawan Ayah Freya. Dan keenam clone dengan sedikit energi akan melawan kedua adik Freya. Kemudian aku melanjutkan pembicaraan...
"—Bagaimana dengan ini? Tiga lawan satu, ini akan menjadi pertarungan menyenangkan untuk kalian, kan?"
Dengan nada sombong, aku mengubah aturan pertarungan.
Dan ini hanya untuk mereka. Aku sudah menyalurkan banyak energi ke tiga clone untuk melawan Ayah Freya. Sekarang energi di tubuh ini sangat sedikit.
Ngomong-ngomong, aku bisa melihat Freya sedang mendesah setelah melihat ini.
"Hmph, cuma kemampuan clone biasa tidak akan bisa melukai kami!"
Adik Freya yang berambut pendek dengan pedang, menghampiri salah satu cloneku dan mengarahkan pedangnya untuk memotong.
Itu memang clone dengan sedikit energi, dan tentunya tiga clone sudah lebih dari cukup untuk mengatasi anak itu. Tapi...
Adik berambut pendek melancarkan serangan, namun serangan itu ditangkis menggunakan tombak kelas Mistis oleh cloneku. Dan dengan cepat, cloneku memukul balik dengan tombak hingga anak itu terpental jauh.
Benar, aku akan memperlihatkan kehebatanku sebagai menantu dan mengeluarkan equipment dari dalam inventaris untuk masing-masing clone.
Dengan begitu, kesembilan cloneku memiliki equipment kelas Mistis di tangan mereka.
Melihat para cloneku memegang senjata berkilau, Ayah Freya dan Adik Freya berambut panjang menatapnya dengan tidak percaya.
Nah, aku sudah menuruti apa yang mereka pinta, dan sekarang aku menuju ke arah Freya dengan pergerakan tata ruang hasil belajar dengan para Einherjar.
Dalam satu langkah, aku bisa langsung menuju ke depan Freya dan memegang tangannya.
"Sigh, kamu terlalu berlebihan."
"Apakah begitu? Ya, aku sedang tidak ingin melakukan pertarungan serius."
Freya tampak lelah melihat itu, kemudian aku mengelus pipi lembutnya untuk memunculkan senyuman dia kembali.
Dia benar-benar sangat cantik dan aku sangat menyukainya. Namun aku melakukan hal seperti "memegangi tangannya" dan "mengelus pipinya" bukan tanpa alasan.
__ADS_1
Melihat kami bermesraan, Ayah Freya tampaknya sangat tidak menyukainya dan menuju ke arah kami dengan kecepatan tinggi.
"Menyingkir dari putriku!!"
Dia sangat bersemangat dan memusatkan sejumlah besar energi di tinjunya.
Sangat mengerikan. Ketika sudah mencapai kami, dia agak terkejut. Cloneku tiba-tiba muncul untuk menghalanginya dan menahan pukulan dengan sejumlah besar energi itu menggunakan perisai Mistis.
Energi besar itu langsung ditiadakan oleh perisai, seolah-olah Ayah Freya tidak pernah menyalurkan energinya. Itu terlihat seperti pukulan biasa, tidak menimbulkan efek apapun.
"Tch..."
Dia terlihat kesal.
Setelah energinya telah ditiadakan, salah satu cloneku dengan Armored Gauntlet muncul dari arah sampingnya dan memukul dia dengan keras.
Menjauhkan dia dari lokasi aku dan Freya, sekarang dia sibuk melawan ketiga cloneku.
Dia sepertinya sudah mengetahui bahwa senjata yang sedang dipegang oleh sejumlah cloneku memiliki peringkat tinggi dan tidak terlalu terkejut tinjunya diterima dengan mudah.
"Freya?"
Sambil memperhatikan ketiga pria keluarga Bestlafiol sedang sibuk bertarung dengan cloneku, seorang wanita cantik datang dan memanggil Freya.
Dia terlihat sangat cantik, dan mirip seperti Freya. Hanya saja, pancaran matanya terasa damai dan penuh kasih sayang.
Entah kenapa, aku bisa langsung tahu bahwa dia adalah Ibunya Freya.
"Ah, Ibu. Ke sini, perkenalkan, dia adalah Albert. Dan Albert, dia adalah Ibuku, Lilia."
Freya dengan singkat memperkenalkan kami.
"Senang bertemu dengan Anda, Nyonya Lilia. Saya Albert Testalia."
Aku langsung menundukkan kepala untuk menghormatinya. Karena pihak lain adalah Ibu dari Freya, aku ingat untuk berperilaku baik.
"Hee~, jadi pria ini yang telah membuat anakku berubah."
Ibu Freya, Lilia, bertanya karena penasaran.
"Ibuu... Hentikan itu. Tidak perlu membahas hal seperti itu di sini."
Dan entah kenapa, Freya merubah sikapnya ketika di depan Ibunya. Dia bersikap manis.
"Eh, memangnya kenapa? Aku hanya ingin bertanya padanya kenapa kamu menjadi begitu jinak sekarang. Upaya seperti apa yang telah dia lakukan untuk merubah kamu jadi seperti ini?"
Freya dianggap seperti hewan peliharaan. Dan untuk perubahan sikap Freya, aku juga setuju dengannya.
Freya sebelumnya terkesan seperti wanita yang serius dan terkadang memandang dengan tatapan sinis. Tapi sekarang sifat seperti itu sudah hampir pudar dan hanya menyisakan keanggunan.
Yah, selama itu bukan hal buruk, aku tidak masalah.
"Ibuu... Sudah kubilang hentikan."
Freya menghampiri Ibunya dan memeluk tangan kanannya. Dia karena suatu alasan terlihat sangat malu.
Melihat sikap Freya seperti itu, Lilia tersenyum hangat dan memeluk Freya.
Adapun Freya, dia sedang memiliki wajah yang memerah.
(Hm? Apa jangan-jangan, dia tidak ingin mengajak siapapun karena hal ini(kemanjaannya) tidak diketahui oleh yang lain?)
Tidak, tidak, aku sepertinya terlalu berfikir berlebihan. Mana mungkin hanya karena itu, Freya tidak mengajak yang lain datang ke sini.
"Yah, kita bisa berbincang banyak di dalam. Ngomong-ngomong, kamu sangat kuat, ya. Tuan Albert."
Lilia menyaksikan suami dan kedua putranya bertarung dengan kesembilan cloneku. Meski terlihat biasa-biasa saja, matanya tetap menampilkan bahwa dia terkesan.
"Saya sangat senang dengan pujiannya, tapi Anda bisa memanggil saya hanya dengan Albert, Nyonya Lilia."
"Hmm, kalau begitu, kamu juga boleh memanggil aku Ibu."
"Baiklah, Ibu."
"Kamu lurus banget, ya."
"Eh?"
Dan kemudian, kami masuk ke dalam istana dan meninggalkan lokasi pertarungan.
Padahal kami sempat mendengar Ayah Freya mengatakan sesuatu, tapi kami mengabaikannya.
Dia terlihat lelah, ingin mendekatiku namun terhalang oleh tiga clone dengan senjata kelas Mistis.
Jika aku berada di posisinya, aku mungkin akan menyerah. Hanya saja dia masih memiliki harga diri. Selama aku tidak menarik kembali cloneku, mereka akan terus bertarung seperti itu.
*****
Ruang resepsi di dalam istana.
Semua interior terlihat sangat mewah dan berseni. Beberapa lukisan dan patung torso pria atau wanita rambut bergelombang terpajang untuk menghiasi ruangan, mirip seperti tokoh dewa dewi mitologi.
Aku sudah bertanya bahwa itu hanyalah hiasan biasa, tidak digunakan sebagai sarana pemujaan.
Dinding cat putih, lantai dan pilar marmer, serta beberapa lapisan emas asli diterapkan untuk memperlihatkan estetika.
Hampir sama dengan bangunan kami, cuma ini lebih terkesan berseni clasic. Mungkin aku bisa menjadikan istana ini sebagai referensi untuk kediamanku di masa mendatang.
Berkumpul di meja bundar, aku dan Freya duduk bersebelahan, sedangkan Lilia berada di depan kami.
Kemudian dua pelayan perempuan menyiapkan cemilan dan menuangkan teh. Untuk cemilannya, itu adalah kue kering yang telah kami bawa.
Kuharap Lilia menyukainya.
__ADS_1
"Baiklah, pertama aku ingin mendengar ke mana saja kamu pergi selama ini, Freya?"
Lilia bertanya kepada Freya, dengan anggun sambil menyesap tehnya.
Lalu Freya menyampaikan apa saja yang telah dia lakukan selama di dunia manusia, dan dia juga menceritakan bahwa dia pernah pergi ke dunia iblis.
Karena aku sudah mengetahui itu semua, aku hanya mendengarkan pembicaraan mereka dalam diam.
"Sigh, kamu benar-benar anak yang nekat."
Lilia mengutarakan kekhawatirannya.
Sejujurnya, aku juga tidak bisa tidak khawatir melihat Freya berkelana seperti itu.
Berjalan-jalan di dunia manusia tanpa alasan yang jelas. Kemudian berakhir di tanah iblis karena penasaran dengan Lexo.
Jika saja aku tidak bisa mendapatkan Hydra dan menyajikan tubuh ini untuk iblis itu, Freya mungkin sudah...
Freya membuang muka, tidak menjawab dan hanya memakan kue kering di atas meja.
Aku ingin mengingatkan bahwa kue-kue itu untuk Lilia, tapi aku takut merubah suasana di antara pembicaraan ibu dan anak.
Mengetahui bahwa anaknya tidak ingin menyangkal, Lilia melanjutkan...
"Lalu, kamu diselamatkan oleh Albert dan bisa kembali ke tanah manusia karenanya?"
"Ya, Albert bisa memindahkan kastilnya."
"Hmm, pahlawan dari dunia lain, ya..."
Lilia bergumam, dan mengakhiri pembahasan tentang petualangan anaknya.
Melihat Freya selalu mengambil kue, Lilia mungkin jadi tertarik dan mengambil beberapa.
Aku bisa menilai bahwa dia cukup menyukai kue kering itu karena dia menghentikan pembicaraan dan fokus pada makanannya.
"Kue ini sangat enak."
"Aku tahu. Kue ini dibuat dengan baik oleh Merlin. Jadi itu pasti harus enak."
"Merlin?"
"Aku akan memberitahu Ibu nanti."
Hmm, aku benar-benar tegang ketika Freya menyinggung Merlin. Kami memang harus jujur tentang hal ini, tapi aku tetap merasa tidak nyaman.
Sementara Freya dan Lilia berbincang, aku sebenarnya masih mengamati Ayah Freya dan kedua adiknya.
Mereka bertiga benar-benar tidak bisa menembus pertahanan cloneku dan cukup kelelahan karena kehabisan energi hanya untuk memulihkan stamina.
Meski judulnya adalah "clone" tetapi tidak ada perbedaan antara aku dengan mereka. Kesadaran kami juga terbagi menjadi sembilan, dan sinkronisasi pikiran bisa kami lakukan berkat latihan.
Ditambah dengan kehadiran senjata kelas Mistis, musuh benar-benar tidak berkutik.
Bahkan jika mereka mengeluarkan kekuatan penuh untuk menyerang salah satu cloneku, aku hanya perlu menarik energinya melalui dimensi Hydra agar energi yang terdapat pada clone yang dikalahkan tidak menghilang.
Mungkin, hanya ada satu cara untuk mengatasi kami. Yaitu dengan cara menyegel kami di dimensi terisolasi.
Dengan begitu, jaringan dimensi antara clone satu dengan yang lain akan terputus dan mencegah aku berkomunikasi dengan clone tubuh utama.
Tapi, jujur saja. Jumlah cloneku ada sembilan. Itu artinya mereka harus menyiapkan sembilan dimensi terisolasi untuk cloneku, yang mana itu sangat mustahil untuk dilakukan dengan satu orang.
Dengan kata lain, kemampuan ini hampir mustahil untuk dilawan.
"Baiklah, Albert. Sudah waktunya kamu melepaskan suami dan kedua putraku, kan?"
Lilia telah menyelesaikan pembicaraan tentang kue dengan Freya.
"Ah, iya. Maaf."
"Tidak apa."
Kemudian semua cloneku menyimpan senjata ke dalam inventaris, dan aku menarik kembali energi mereka melalui dimensi Hydra.
Itu terlihat seolah-olah cloneku telah menghilang sepenuhnya di tempat, tidak menyisakan energi sedikitpun.
Beberapa menit kemudian...
*Bang*
Pintu ruang resepsi dibuka dengan kasar.
Di sana, Ayah Freya dan kedua putranya sedang terengah-engah. Kondisinya cukup kelelahan dan compang-camping.
Aku mulai takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Itu sebabnya aku hanya diam, duduk dengan tenang di samping Freya.
Melihat Lilia memasang wajah biasa, kurasa semua masih akan baik-baik saja.
"Apa kamu tidak bisa membuka pintu seperti biasa?"
"Hah, anak itu telah mempermainkanku. Kenapa kamu malah membawa dia masuk ke dalam sini?"
"Itu salahmu sendiri karena tidak mau mendengarkan perkataannya terlebih dulu. Selain itu, dia sekarang adalah kekasih Freya. Sebagai Ibunya, tentu saja aku memperbolehkan kekasih putriku untuk masuk."
"Tapi anak itu telah kurang ajar pada--"
Sebelum Ayah Freya bisa menyelesaikan kalimatnya...
*Bang*
Lilia memukul meja untuk membuatnya diam.
Untungnya, kami sudah mengamankan teh kami masing-masing di tangan. Jadi itu tidak tumpah.
__ADS_1
Tidak, bukan itu masalah.
Aku memang tahu — bahkan sangat tahu — kalau kemarahan wanita itu sangat mengerikan. Tapi aku tidak menyangka bahwa Ayah Freya dengan badan besar bisa dibuat diam oleh istrinya yang hanya memukul meja.