Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Hari Kebangkitan Dewa Naga.


__ADS_3

Sebelum kembali, aku telah memberikan baju untuk Luminous. Karena dia akan menjadi orang terdekat, aku memberi pakaian dari dalam game.


Itu menjadi satu set pakaian butler. Kemeja putih, rompi hitam, dasi hitam, celana hitam, dan sepatu baja. Namun, dengan sedikit equipment dari logam perak berkilau di beberapa bagian rompi, ujung lengan kemeja, kerah, ujung celana, dan sarung tangan baja.


Itu sudah bukan lagi pakaian konvensional, melainkan sudah menjadi satu set pakaian tempur.


Setelah dikenakan, Luminous menjadi semakin dan semakin tampan. Bahkan seorang pria seperti diriku mengakui itu. Ketampanannya terlalu sempurna hingga tidak bisa disebut sebagai manusia biasa.


"Kau menyukainya?"


Aku bertanya.


"Hmm, ini adalah pertama kalinya saya mengenakan pakaian. Ternyata cukup rumit untuk menggunakan hal-hal seperti ini, tetapi ini tetap membuat saya nyaman. Terima kasih banyak, Master."


"Terima kasih banyak, Tuan Albert."


Luminous berterima kasih, dan entah kenapa Azure juga ikut berterima kasih.


Azure mungkin sangat senang Tuanya bisa hidup lebih lama lagi, bahkan dia membantu Luminous dalam mengenakan pakaian dengan senang hati. Benar-benar hamba yang berbakti.


"T-Tidak perlu sungkan. Bagaimanapun, akan merepotkan jika kami membawa kamu keluar dalam keadaan telanjang."


Ya, kita harus mengakhiri hal seperti itu.


"Tapi, saya ingin bertanya tentang perubahan ke bentuk naga. Apa itu masih bisa saya lakukan dengan tubuh ini?"


Oh, aku baru sadar setelah Luminous menanyakan hal itu.


«Dia akan baik-baik saja. Saya membuat boneka itu secara khusus, meski bentuknya sangat kecil namun diisi dengan ribuan batu Ajaib. Bahkan jika dia memiliki tubuh sebesar 50 meter, tubuh baru itu tidak akan rusak.»


«Ri-Ribuan...?»


«Benar sekali.»


Hee~, makhluk ini santai sekali berbicara, padahal itu adalah benda berhargaku. Hatiku terasa seperti telah teriris mengetahui dia memakai sejumlah besar batu itu.


Yah, ini memang salahku karena aku yang menyuruhnya. Aku tidak menyangka boneka kecil itu terbentuk dari ribuan batu Ajaib.


Tidak, wujud asli dari boneka itu pasti sangat besar mengetahui itu akan digunakan sebagai wadah monster Spiritual Naga. Hydra pasti sudah berfikir sampai sejauh itu, tidak seperti diriku, sigh.


"Tidak ada masalah, Luminous. Jika perlu, kamu boleh mencobanya."


Ugh, ribuan batu Ajaibku...


Aku mendapatkan terima kasih untuk kesekian kalinya.


Pada saat aku ingin menaiki Rainer, aku teringat dengan sesuatu.


"Luminous, apa kau pernah melihat kuda seperti ini di Dunia Roh?"


Aku menanyakan kuda Legendaris, dan Luminous mulai mencoba mengingat kembali tentang Dunia Roh, dia berfikir sangat lama.


"Kalau tidak salah, aku memang pernah melihat kuda seperti ini di sana. Itu pun kejadian yang cukup jarang. Mereka hidup dengan bebas dan mereka memang sangat cepat tetapi tidak secepat diriku, jadi aku masih bisa menangkap pergerakan mereka."


"Kau bisa melihat mereka?"


"Benar, Master. Aku sangat percaya diri dengan kecepatan. Kukuku."


Luminous membusungkan dadanya dan menatap Rainer seolah-olah dia sudah menang.


Sedangkan Rainer, aku bisa melihat kalau dia sedang menatap Luminous dengan kesal, mungkin.


Aku cukup heran dengan itu. Mungkin karena mereka sesama monster, mereka bisa berkomunikasi tanpa sepengetahuan aku.


Tapi, kesampingkan itu. Jika Luminous pernah melihatnya maka kesempatan kita untuk mencari kuda Legendaris tidaklah nol persen.


Eliza memang anak yang merepotkan, tetapi karena dia — kita memiliki banyak hal menarik untuk dilakukan. Dia adalah sumber kegiatan kami.


Selanjutnya, kami keluar dan melihat Luminous mencoba tubuh barunya. Aku juga agak penasaran dengan bentuk naganya. Bagaimanapun juga, dia adalah satu-satunya Naga Spiritual di dunia ini, dia merupakan makhluk langka.


"Aku akan berubah, Master!"


Luminous memulai persiapan, lalu aku memberikan persetujuan dan sedikit menjauh.


Setelah itu, tubuh Luminous membengkak dan semakin membesar, dibalut dengan sinar cahaya terang. Sampai sekitar 30 meter lebih, dia berubah menjadi ke bentuk naga.


Sisik kasar berwarna emas berkilau sedangkan kulit halus berwarna putih, sepasang tanduk serta mata berwarna kuning keemasan, dua sayap emas, dua kaki besar serta dua tangan kecil, dan terakhir ekor bengkak yang terhubung melalui bokongnya. Dia menjadi naga besar yang sangat mengagumkan.


Setelah semua, dia berteriak *ROAR!!* layaknya naga normal.


"Kua-hahaha! Setelah sekian lama, aku akhirnya bisa merasakan udara segar!"


Fumu, dia tampak sangat menyukainya.

__ADS_1


Dia terbang tinggi ke atas langit. Aku sempat berfikir apakah dia ingin melarikan diri? Dan ketika aku mengkhawatirkan itu, dia kembali. Dia benar-benar menepati janjinya.


Jika dia melarikan diri, Hydra masih memiliki kontrol penuh atas tubuhnya. Dia tidak akan bisa bersembunyi ataupun melawan kami.


"Master! Dengan bentuk ini, saya bisa lebih cepat mengumpulkan energi."


"Oh, itu adalah hal bagus, tapi kita harus kembali ke kastil untuk memperkenalkan kamu kepada yang lain!."


Aku berteriak dengan sekuat tenaga hingga kehabisan nafas.


Tubuh Luminous sangat besar dan berbicara pelan di udara tidak terlalu efektif. Tidak lama kemudian, aku tersadar akan adanya sihir. Kenapa aku tidak menggunakan telepati untuk berbicara? Aku benar-benar pahlawan awam.


Kami kembali, langsung menuju ke gedung familiar untuk mengembalikan Rainer. Kemudian, hal tidak terduga terjadi.


Di sana, Luminous melakukan pendaratan di atas menara Dragoped. Lalu dia berteriak lagi, membuat seluruh tempat diselimuti oleh suara sang Platinum Dragon Lord, Luminous Garetta.


Hari ini, pada detik ini, Luminous Garetta telah bangkit dari peristirahatannya yang panjang. Semua naga kembali ke bentuk aslinya dan ikut mengaum seperti Luminous.


Sungguh, dadaku terasa berdebar-debar dengan semua kejadian itu. Sangat fantasi.


Namun, dari semua hal, aku lebih senang karena menara itu akan memiliki utilitas mulai sekarang.


*


Beberapa menit kemudian...


"Kamu sangat berisik!"


"Dia harus diberi pelajaran!"


"Menyebalkan!"


Luminous dimarahi oleh keluargaku. Dia sedang dalam bentuk manusianya.


Setelah aku memperkenalkan mereka, Luminous meminta maaf dengan menyesal.


Adapun Atla dan Eren.


"Naga yang besar!"


"Sangat keren!"


Luminous mendapatkan pujian dari anak-anak dan sedikit merasa bangga.


Keesokan harinya, aku memperbolehkan Luminous bertindak bebas untuk bertemu dengan seluruh naga. Dia ditemani dengan Azure, Kanis, dan Selena.


Mengetahui dewa mereka telah bangkit, Kanis dan Selena juga ikut merasa senang. Jadi aku mengizinkan mereka untuk reuni.


Aku melanjutkan tugas dalam mengurus monster domba Heidrun .


Hari ini, kami membawa beberapa Beastman dan Huldra untuk membantu mencukur bulu dari monster itu yang nantinya akan menjadi benang untuk membuat kerajinan tekstil.


Hanya dalam satu hari, monster-monster itu berubah menjadi penurut. Aku tidak mengetahui bagaimana Leon dan yang lainnya menjinakkan mereka, tetapi itu adalah langkah yang bagus.


Karena mereka sudah dijinakkan, kita bisa dengan mudah untuk mencukur bulu mereka.


Selain itu, suhu di gedung familiar selalu terjaga dan bisa mengondisikan perubahan suhu yang terjadi di luar. Singkatnya, domba itu tidak akan kedinginan bahkan ketika sedang musim dingin.


Yah, belum saatnya musim dingin untuk datang. Saat ini cuaca masih selalu cerah dan panas. Itu juga memperlancar kerja kami dalam proyek pembangunan. Aku harap proyek kami bisa selesai sebelum musim dingin tiba.


*


Pada siang hari, aku mendapat laporan bahwa Ignis dan Clara sudah kembali dari kerajaan Herunia. Tentu saja, mereka datang membawa surat pengakuan dari Kerajaan Herunia dengan tanda tangan asli Marcus, perjanjian non-agresi, perjanjian kerja sama, dan... Mereka membawa seorang pria berusia empat puluhan.


Mendengar penjelasan lebih lanjut, pria tersebut bernama Kisman. Dia seorang ahli Pengrajin dari Kerajaan Herunia dan diutus oleh Raja sebagai duta kerajaan. Atau lebih tepatnya, dia adalah orang yang akan menilai tingkat kemajuan teknologi kami.


Di tempat pertama, Kerajaan Herunia melihat utusan kami seperti utusan dari suatu kerajaan besar karena kereta mewah yang digunakan oleh Ignis.


Aku tidak menyangka bahwa itu benar-benar efektif untuk menilai tingkat peradaban suatu negara. Ini merupakan pelajaran bahwa adat dan formalitas memang sangat perlu untuk dilakukan.


Kemudian, Marcus mengutus Kisman untuk melihat seberapa jauh teknologi kami berkembang. Dia juga sedang merekrut manusia yang ingin dipekerjakan di tanah kami. Dia benar-benar sangat sibuk, kelihatannya.


Nah, mari kita perkenalkan Kisman kepada ketiga Dwarf itu. Kisman dibawa ke bengkel, dimana pusat tempat produksi berbagai alat dari baja berada.


Tempat itu sangat luas, benda besar yang disebut sebagai Dapur Listrik selalu bekerja setiap hari untuk mengolah bijih besi menjadi baja.


Prosesnya tentu saja aku tidak tahu, tetapi Marlof mengerti bagaimana cara menciptakan baja.


Awalnya, dia ingin membuat sesuatu yang disebut sebagai "Dapur Tinggi" untuk mengolah bijih besi.


Di kerajaan Dwarf, baja selalu digunakan untuk proyek manufaktur. Dan oleh karena itu, dia bisa mengerti sedikit demi sedikit bagaimana cara kerja dari mesin Dapur Listrik kami karena cara kerjanya tidak terlalu berbeda.


Setiap hari dia selalu menganalisa alat tersebut, menggunakan pengalamannya untuk bisa memahami bagaimana cara mesin itu bekerja. Setelah dia mengerti, dia langsung memahami bahwa alat itu sangat hebat karena bisa menentukan kadar karbon pada hasil baja tersebut.

__ADS_1


Sebagai pemilik kastil, aku selalu menghindari bengkel karena aku tidak mengerti apapun tentang itu. Lagi pula, aku adalah seorang otaku game, aku tidak bisa tiba-tiba menjadi pintar hanya dengan melihat instruksi di atas kertas.


Ngomong-ngomong, Marlof dan para Demi-human Naga berkulit gelap sudah bisa mereproduksi mesin pompa sihir dan pipa ledeng, jadi setiap rumah akan memiliki akses untuk air bersih.


Namun, sebesar apapun bengkel ini, dapur kami hanya ada satu untuk hasil 100 ton baja setiap muatan. Jadi kami ingin membuat bengkel baru dengan dapur baru jika ingin meningkatkan hasil produksi. Itu sebabnya, kami memerlukan tenaga tambahan.


Yah, itu akan menjadi cerita di masa mendatang. Sekarang, pria Kisman itu mendekati Marlof dan bertanya berbagai macam hal.


Mengesampingkan Dapur Listrik kami, produk kami tentang alat sihir membuat dia lebih terkejut daripada apapun.


Jika kami bertukar posisi, mungkin aku juga akan sama terkejutnya. Ini bukan pembicaraan tentang sihir, ini adalah pembicaraan tentang uang!


"Bagaimana cara kalian bisa menggunakan alat sebanyak itu? Ditambah lagi, kalian memasang alat seperti ini di setiap rumah!?"


Itulah apa yang Kisman tanyakan.


Tentu saja, di dunia ini banyak alat sihir, namun semua orang tahu menjalankan alat sihir memerlukan kristal sihir yang terkenal sangat mahal.


Dengan kata lain, Kisman sudah berfikir bahwa kami adalah masyarakat yang kaya. Itu memang bagus, tapi penduduk Kerajaan Herunia pasti tidak akan bisa mendapatkan kesempatan untuk menggunakan alat tersebut.


Untuk menghindari kesalahpahaman, Marlof menjelaskan tentang triknya. Di setiap produk, terpasang alat untuk memproses tenaga sihir agar dapat diterima produk.


Contoh, mesin pompa pada awalnya merupakan mesin bertenaga listrik, memanfaatkan tenaga listrik seminimal mungkin untuk hasil yang optimal.


Di sini, Marlof hanya perlu mengubah prinsipnya agar produk bisa menggunakan tenaga sihir.


Dan aku juga berperan untuk membuat tembaga sihir, menyelimuti logam itu dengan aura Hydra merupakan pekerjaan yang sulit.


Kisman mendengar cerita kami dengan serius. Sebagai pengrajin, dia juga bisa memahami ini dengan mudah dan teorinya bisa dapat diterima.


"Memang sangat mengesankan. Tapi, menurut pandangan aku sebagai pihak luar, memasang alat seperti ini dapat mendorong penjahat untuk mencuri. Aku melihat para naga di sini sangat loyal dan kalian pasti tidak akan khawatir tentang pencurian, bahkan meski produk seperti ini di pasang di tengah jalan. Akan tetapi, manusia tidak bisa semudah itu untuk diajak bekerja sama. Di luar dinding kota banyak bandit berkeliaran. Ketika mereka mengetahui kami memasang hal-hal seperti ini, mereka pasti akan berupaya untuk mencurinya. Bagaimanapun, benda ini bisa terjual mahal ketika sampai di pasar."


Kisman berpendapat.


Hmm, benar juga. Aku memang tidak pernah berfikir bahwa para naga di sini akan berperilaku buruk seperti itu.


Semua makhluk hidup memang memiliki berbagai macam pola pikir, bahkan untuk naga. Namun, naga tidak pernah memikirkan uang.


Bahkan untuk naga dengan sifat paling buruk, mereka pasti hanya akan memikirkan tentang kekuatan dan kekuasaan wilayah. Atau bisa disebut juga sebagai budaya kuno.


"Yah, itu akan menjadi urusan mereka masing-masing seperti halnya menjaga kekayaan sendiri. Siapa yang ingin membeli harus menanggung risikonya."


Marlof menanggapi.


Kita memang tidak bisa memperkirakan pergerakan orang jahat. Kita hanya bisa mencegahnya dengan menjaga. Semua tanggung jawab akan diserahkan kepada konsumen.


"Hahaha, Anda benar. Ngomong-ngomong, Raja Marcus sudah pasti ingin benda-benda seperti ini. Apa kami bisa mendapatkannya?"


Kisman berubah dari serius menjadi ceria dalam sekejap.


"Haha, tentu saja, tentu. Aku akan memberikan potongan harga besar hanya untuk memfasilitasi "ISTANA" miliknya."


Aku memberikan senyuman cerah.


Mendapatkannya dengan harga murah untuk seluruh kerajaan, aku akan bangkrut jika seperti itu.


Lagi pula, perjanjian kami dengan Raja Marcus hanya untuk sebatas pertukaran teknologi. Mengurangi harga produk tidak termasuk di dalamnya.


"Hahaha, anda sudah seperti pedagang, Tuan Albert. Yah, aku memang mengerti bahwa barang ini akan sangat laku jika dijual di pasaran."


Benar sekali. Jika mereka ingin murah, mereka harus membuatnya sendiri.


Tapi, sangat disayangkan. Hanya aku yang bisa membuat Tembaga Sihir.


Jika mereka bisa mengolah Mithril atau Orihalcum sebagai penggantinya, maka itu akan menjadi pilihan mereka.


Tanpa sadar, aku telah melakukan kesepakatan yang sangat menguntungkan. Mereka memang mendapatkan informasi teknologi, tetapi mereka tidak bisa melakukan implementasi tanpa bahan baku.


Tunggu, aku menjadi ragu apakah aku ini jenius atau hanya sekedar licik?


Ugh, aku benar-benar tidak menyangka dengan perkembangan ini. Jadi, tolong jangan marah padaku, Marcus!!


Kemudian, kami melanjutkan diskusi tentang berbagai macam perkembangan lainnya.


Untuk memasang instalasi sihir di setiap rumah, kami berniat menggunakan sistem kabel tanam dan akan membuat gardu di setiap beberapa sektor.


Jika kami menempatkan kabel diatas rumah, dikhawatirkan akan ada naga yang berubah dan membuat kabel rusak.


Kami harus memperkirakan semuanya agar bisa dengan mudah mengatasinya.


Lebih jauh lagi, kabel dengan arus sihir tidak menghasilkan panas. Itu tidak akan pernah rusak dan akan selalu terawat. Untuk jaga-jaga, kami hanya perlu melindungi mereka dengan beton atau bahkan baja.


Aku memiliki banyak bijih mineral dari game, dan para naga pun selalu datang membawa hasil tambang.

__ADS_1


__ADS_2