Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Mengunjungi Negeri Misterius.


__ADS_3

Langit di atas lautan lepas, terdapat sekelompok orang sedang menunggangi kuda terkenal yang sangat melegenda, Pegasus.


Kuda putih dengan sepasang sayap indah, berukuran lebih besar daripada ukuran kuda normal, dan bisa terbang. Itulah Pegasus, salah satu makhluk magis yang terkenal dalam legenda.


Kelompok itu terbang melintasi lautan, berjumlah empat orang dan mengenakan pakaian spesialisasi pekerjaan mereka masing-masing.


Melaju di depan kelompok itu, pria tampan dengan rambut hitam panjang berkibar, mengenakan jubah putih yang terpasang plate baja berukiran indah pada pundaknya, pria itu bernama Tristan Polgreen.


Diikuti oleh ketiga pengikutnya — Grandine, Datra, dan Ivan — merupakan sekelompok Party Petualang peringkat Adamantine.


Grandine adalah Elf, sedangkan Datra dan Ivan merupakan ras manusia.


Tidak seperti Grandine yang telah menjadi anggota Party Tristan sejak lama, Datra dan Ivan adalah anggota baru.


Mereka berdua belum lama memasuki jajaran Petualang peringkat Adamantine dan mendapatkan undangan untuk menjadi anggota Party Tristan.


Menjadi anggota Party Tristan sudah merupakan suatu pencapaian besar. Namun resikonya pun sama besarnya.


Tristan adalah Grand Master Guild Asosiasi Petualang. Menjadi anggota dari Partynya sama saja masuk ke dalam jajaran tertinggi Organisasi Guild Petualang itu sendiri.


Dengan kata lain, mereka juga memiliki tanggung jawab untuk mengurus masalah-masalah besar organisasi.


Seperti hari ini, Tristan ingin berkunjung ke negara misterius yang akhir-akhir ini telah membuat dunia heboh.


Asosiasi Petualang adalah organisasi kemanusiaan yang mengurus masalah tentang monster di seluruh penjuru dunia.


Masalah tentang perang antara Kerajaan Herunia dengan dua Kekaisaran sebenarnya tidak termasuk ke dalam urusan Guild Petualang.


Namun, beda cerita jika itu menyangkut tentang keselamatan umat manusia. Sebagai organisasi kemanusiaan, Guild Petualang masih memiliki keterkaitan dengan prihal itu.


Oleh karena itu, saat ini Tristan ingin berurusan dengan Negara Misterius yang telah membinasakan ratusan ribu manusia hanya dalam kurun waktu satu hari.


Mau dilihat dari manapun, itu merupakan tindakan keji dan sangat mengancam kedamaian umat manusia.


Setelah mendapatkan laporan mengenai perihal perang, Tristan mengutus sejumlah orang untuk mencari informasi terkait Negara Misterius ini.


Namun dia tidak pernah mendapatkan kabar bagus dari mereka. Dan memilih berinisiatif untuk datang sendiri ke lokasi Negara Misterius tersebut.


Jika tim pengumpulan informasi Tristan saja tidak bisa mengakses lokasi wilayah targetnya, mengutus orang yang berbeda akan menjadi tindakan percuma.


Ada kemungkinan kalau negeri itu melakukan hal sesuka hati lagi, dan semuanya akan terlambat jika Tristan tidak dapat mengetahuinya.


Memasuki wilayah Keramat Tanah Naga, Tristan tidak menemukan adanya tanda-tanda keanehan seperti apa yang dilaporkan oleh tim pengumpulan informasi.


Mereka mengatakan kalau mereka selalu terhalang oleh monster raksasa hebat.


Tristan tidak tahu monster seperti apa yang mereka bicara, namun Tristan mengerti monster-monster tersebut pasti sangat kuat karena tim Pengumpulan Informasi Tristan sudah berada di peringkat Adamantine.


Tristan terus melaju, menyusuri daratan subur tersebut dengan kewaspadaan tetap terjaga. Sampai pada akhirnya, Party Tristan bertemu dengan sekelompok Demi-human, dengan sepasang tanduk di kepala mereka masing-masing.


(Demi-human? Atau jangan-jangan mereka adalah naga yang dirumorkan itu?) —Tristan berfikir, masih tidak terlalu yakin dengan dugaannya.


Terakhir kali, dia mendapatkan laporan kalau saat ini naga dapat bertransformasi ke bentuk manusia.


Dia mengira naga yang dapat melakukan transformasi hanya berjumlah sedikit, dan tidak menyangka kalau ternyata banyak naga memiliki kemampuan seperti itu, itu membuatnya sedikit terkejut.


Kebetulan Tristan menemukan kelompok seperti itu di sini. Dia lalu memutuskan untuk mendekati mereka dan ingin mengetahui reaksi seperti apa yang akan mereka tunjukkan ketika melihatnya.


Menyadari kedatangan Tristan, sekelompok naga itu mengambil sikap berjaga-jaga.


Mereka merupakan tim eksplorasi berjumlah 15 anggota, dan sedang mengamati beberapa ikan air tawar di dalam danau.


Sepuluh naga masih mengenakan seragam di pinggir danau, sedangkan lima naga lainnya sedang menyelam ke dalam danau untuk mencari berbagai jenis ikan di sana.


Kegiatan mereka adalah mendata dan menamai sejumlah ikan itu agar mudah membedakannya, eksplorasi dan riset.


Di danau juga terdapat monster, dan tidak jarang ada naga yang mencari makhluk itu untuk dimakan.


Namun mereka tidak memakan ikan kecil karena tubuh mereka terlalu besar. Itu sebabnya mereka belum pernah menamai ikan-ikan kecil untuk membedakan jenis mereka.


Tugas tim eksplorasi cukup penting bagi kelangsungan kebudayaan bangsa Negeri Lumia.


Dan pada saat mereka sedang asik mengerjakan pekerjaannya, mereka dipertemukan dengan orang asing.


Dua individu merupakan manusia, sedangkan yang lain Elf dan... Makhluk kuat. Terlihat seperti manusia tapi bukan manusia sepenuhnya.


Kapten tim mereka langsung menyuruh untuk bersikap waspada dan tidak boleh bertindak di luar perintah.

__ADS_1


"Permisi, bisa kita berbicara sebentar?"


Turun dari kudanya, Tristan langsung mengajak mereka berbicara.


Kenapa dia menutup matanya? —Adalah pertanyaan si Kapten tim yang muncul di dalam kepalanya.


Dia tidak mengerti kenapa Tristan menutup mata, dan berfikir bahwa mungkin saja Tristan seorang tunanetra.


(Padahal dia sangat tampan dan kuat, kasian sekali.) —Jadi, sang Kapten merasa simpati terhadap Tristan. Untungnya, dunia ini memiliki sihir dan dapat mengadakan persepsi melalui sihir.


"Aku adalah Kapten di tim ini, Danko. Kalian memiliki urusan apa di tanah kami?"


Kapten tim, Danko, maju ke barisan paling depan untuk menjadi lawan bicara Tristan.


Walaupun sekarang mereka sedang mengerjakan tugas eksplorasi, Danko dan timnya masihlah anggota kepolisian.


Mereka memiliki tanggung jawab untuk mencegah adanya orang asing yang tidak berkepentingan masuk ke wilayah negara.


"Oh, aku adalah Tristan. Urusan kami di sini ingin mencari lokasi wilayah negara baru yang belakangan ini sedang terkenal. Apa kalian mengetahuinya? Jika berkenan, aku ingin sekali kalian menunjukkan jalan untuk kami."


Tristan langsung berterus terang.


Ketika dia mendekati sekelompok naga ini, dia menemukan ciri-ciri naga pada tubuh masing-masing orang di kelompok itu.


Masing-masing memiliki ciri khusus dari salah satu tiga tipe ras Naga, dan sangat terlihat jelas ketika Tristan mendekati dan memeriksa aura tubuh mereka.


Terutama pada mata mereka, Tristan dapat mengerti kalau mereka adalah naga dari mata tersebut. Mata itu berwarna emas dengan iris hitam vertikal, itu sangat mengidentifikasi kemonsteran mereka.


Ditambah dengan sikap pria bernama Danko, Tristan tidak perlu meragukan kecerdasan mereka lagi. Mereka sudah jelas memiliki kecerdasan, tidak seperti monster tanpa akal yang selama ini dia khawatirkan.


"Aku bisa mengantar kalian ke kota kami, tapi aku ingin tahu kalian ingin melakukan apa setelah sampai di kota kami?"


Kewaspadaan harus tetap terjaga, namun tidak boleh terlalu mencurigai seseorang terlalu jauh. —Danko sangat mengerti ini.


Mungkin saja mereka memang tidak ingin berniat jahat dan hanya ingin mengenal negara baru ini.


Selain itu, bahkan jika mereka membuat kekacauan, Danko dan anggotanya paling mengerti bahwa mereka pasti akan langsung diurus oleh pihak pemerintahan.


Hampir seluruh naga sebenarnya sudah tahu kalau Tuan Besar selalu menjaga tanah ini dengan baik. Dan dapat mengetahui serta mengurus keberadaan makhluk tidak diundang dengan cepat.


Oleh karena itu, jika pria kuat di depan Danko itu masih diperbolehkan berkeliaran bebas, itu artinya keberadaannya diizinkan oleh Tuan Besarnya.


"Hmm, sebenarnya, kami berasal dari Organisasi Asosiasi Petualang. Dan kedatangan kami ke sini untuk meminta penjelasan tentang partisipasi negara kalian dalam perang antara Kerajaan Herunia dengan dua Kekaisaran tempo lalu."


Sekali lagi, Tristan berterus terang, dan telah membuat Danko sedikit terkejut.


Tristan orangnya tidak mengenal takut. Dia bisa mengatakan maksud dari tujuannya datang ke Negeri Naga dengan santai tanpa memperdulikan pihak lain menerima kedatangannya atau tidak.


Itu semua disebabkan karena dia sangat kuat, dan cukup percaya diri dengan kehebatannya sendiri. Itulah sikap besar Grand Master Guild Petualang, Tristan Polgreen.


Selain itu, tujuannya kali ini bukan untuk mencari masalah, melainkan ingin menentukan tanggapan seperti apa yang akan diberikan Tristan terhadap Negeri Naga ini.


Apakah mereka sekutu umat manusia atau bukan. Semua harus dipastikan sendiri oleh Tristan.


Itu juga penyebab kenapa dia berterus terang kepada Danko. Tujuannya untuk mengetahui sikap seperti apa yang akan ditunjukkan Danko selaku penduduk dari Negeri Naga tersebut setelah Tristan membahas masalah perang.


Sedangkan untuk Danko, dia sedikit terkejut mendengar perkataan Tristan karena Negaranya ternyata pernah berperang.


Danko tidak tahu apa-apa tentang perang, tetapi dia menjadi terkejut dan kagum karena negaranya ternyata pernah ikut peperangan manusia.


(Ah, jangan-jangan, pria ini masih diperbolehkan berkeliaran di sini karena Tuan Besar memang mengharapkan kedatangannya?) —Danko sampai pada kesimpulan ini.


Jika benar seperti itu, Danko harus mengantar kelompok itu ke kotanya dan mengarahkan mereka ke Kastil Pemerintahan.


"Baiklah, saya akan mengantar Anda sekalian ke kota kami. Namun saya ingin Anda berjanji untuk tidak membuat masalah di kota kami. Anda bisa menjanjikan hal itu?"


Danko memberi syarat. Tugasnya sebagai anggota kepolisian mendorong dia untuk memastikan keamanan kota lebih dari apapun.


Melihat Danko menurunkan sedikit kewaspadaan terhadap Tristan dan Partynya, telah membuat Tristan heran dan sedikit menaikkan salah satu alisnya.


(Kenapa menyangkut masalah perang membuat dia berubah seperti itu? Apakah perbuatan mereka di medan perang kemarin adalah kebanggaan bagi mereka?) —Tristan tidak mengerti dengan apa yang sedang dipikirkan pihak lain.


Namun, hanya setengah dari dugaannya yang benar. Ketika datang ke "pertarungan", ras Naga nyatanya sangat menyukai hal itu.


Terlepas dari apa yang diperbuat oleh bangsanya terhadap manusia, tetap membanggakan melihat bangsanya dapat berperang dan menunjukkan kekuatan mereka. Itulah idealisme Ras Naga.


Tristan pasti akan mengerti bila diberitahu. Hanya saja dia tidak ingin bertanya dan melanjutkan kegiatannya agar pekerjaannya bisa cepat selesai.

__ADS_1


"Baiklah, asalkan kami tidak mendapatkan masalah lebih dulu, kami berjanji tidak akan membuat masalah."


Tristan menerima permintaan Danko.


Dan dengan begitu, Tristan dan Partynya diantar ke kota Naga oleh Danko.


*


*Beberapa jam sebelumnya.*


*


Duduk dengan tenang di dalam ruang kerja sendirian, aku berangan-angan ingin memiliki kapal besar.


Mengetahui kami segera akan memiliki pelabuhan, aku terbayang dengan kapal ribuan meter dari dunia asalku.


Aku ingin sekali memilikinya, karena kami memiliki banyak sekali bijih besi. Namun sayangnya, ahli teknisi dunia ini jarang sekali ada yang membuat kapal dari baja.


Alasannya sangat beragam dan cukup memprihatinkan.


Di laut, sering dijumpai pelayaran manusia terganggu oleh monster penghuni lautan. Dan alasan kenapa teknisi tidak membuat kapal dengan baja, karena takut kapal itu akan ditenggelamkan oleh monster-monster lautan.


Itu adalah skenario terburuk, dan semua orang tidak mengharapkan hal itu terjadi. Bahkan jika berlayar dengan kapal dari kayu.


Tidak hanya sebatas monster, terkadang perompak juga sering ditemui di laut lepas.


Kemudian, mencari bijih logam di dunia ini juga terbukti sangat sulit.


Terkadang di dalam pertambangan terdapat monster dan makhluk sejenisnya yang dapat mengganggu pekerjaan para penambangan.


Oleh karena itu, tidak semua negara memiliki cukup banyak motivasi untuk membuat kapal berbahan baja.


Yah, mungkin nanti saja aku akan bekerja sama dengan para ahli teknisi Kerajaan Herunia. Sekarang belum saatnya untuk membuat hal itu karena kami belum memiliki tempatnya.


"Meski begitu, aku tetap menginginkannya, sigh..."


Aku mulai melanjutkan pekerjaanku. Menandatangani banyak sekali berbagai pengajuan dan laporan kegiatan para bawahanku.


Sejak dimulainya pembangunan kota baru dan kepengurusan imigrasi, aku mulai disibukkan dengan pekerjaan semacam ini.


Hingga pada siang hari, Niks melaporkan bahwa terdapat sekelompok orang sedang menuju ke wilayah ini.


Jika itu hanya kelompok tidak berkepentingan biasa, Niks seperti biasa pasti bisa mengurusnya.


Hanya ketika terdapat orang yang memiliki urusan denganku — atau orang dengan kekuatan besar — telah datang ke tanah ini, aku akan mendapatkan laporan dari Niks.


Tamu kami kali ini adalah sekelompok tidak dikenal. Tidak, kami memang tidak mengenalnya, tetapi kami tahu identitas tamu kami kali ini.


Akhir-akhir ini orang-orang dari Asosiasi Petualang sering sekali datang ke sini dengan tujuan ingin menyelidiki negara kami.


Kami tidak bisa menganggap mereka sekutu tetapi juga tidak bisa menganggap mereka musuh.


Pada akhirnya, kami memutuskan untuk mengirim mereka kembali dengan menyuruh para Familiar mengusir keberadaan mereka dari tanah ini.


Benar-benar merepotkan, sungguh.


Jika setiap orang datang ke sini dengan tujuan untuk penyelidikan dan sebagainya, kami akan langsung mengusir mereka.


Kami tidak memiliki waktu untuk mengawasi kegiatan orang-orang seperti itu jika kami memperbolehkan mereka masuk ke kota kami.


Apa yang akan orang-orang seperti itu lakukan di sini mungkin saja akan mengganggu ketentraman kota kami.


Yah, sebenarnya kota kami tidak bisa dibilang damai. Anggota kepolisian sering sekali menemukan pertengkaran antara sesama naga di dalam kota.


Bahkan terdapat beberapa anggota kepolisian juga terkadang terbawa suasana dan berakhir bertengkar oleh warga sipil.


Nah, untuk mengatasi masalah seperti itu, aku tidak terlalu terpaku dengan kebijakan atau hukum undang-undang manusia.


Karena mereka adalah naga, aku memperlakukan mereka selayaknya naga.


Pertarungan atau hal-hal yang berbau persaingan, kami perbolehkan dilakukan di dalam kota dan tidak akan ditindak hukum.


Namun perkara tetap harus diawasi oleh para anggota kepolisian untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti membunuh atau menghancurkan bangunan.


Aku benci jika pertengkaran sampai menghancurkan bangunan. Mereka yang berani melakukan hal itu akan dihukum dengan tegas oleh badan kepolisian.


Tampaknya terdengar cukup aneh karena aku lebih mementingkan benda mati daripada kesehatan masyarakatku.

__ADS_1


Tapi jika anda tidak lupa bahwa kami memiliki obat ampuh anti berbagai macam penyakit, anda pasti bisa mengerti kenapa aku lebih mementingkan bangunannya.


__ADS_2