Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Pertemuan Pertama.


__ADS_3

"Yang Mulia, kami sudah menemukan keberadaan Nona Freya."


"Sudah saatnya..."


Bangkit dari bangku, setelah salah satu bawahannya melapor, Nodens yang sedang dilayani oleh sekumpulan wanita cantik mulai berdiri.


"Apa informasi itu dapat dipercaya?"


"Ya, kita mendapatkan informasi ini dari agen intelijen umat setia Anda. Mereka mengatakan kalau sosok yang sedang Anda cari pernah muncul di salah satu kota besar di dunia manusia, dan sudah dipastikan sekarang dia sedang berada di tempat yang disebut "Tanah Naga"."


"Begitu ya. Kupikir dia sudah mati setelah menghilang begitu lama. Keluarga Carol tidak menjelaskan keberadaannya di mana, ternyata mereka menyembunyikannya. Hmph, beraninya mereka. Cthulhu, siapkan Griffon, kita akan menuju ke tempat yang kamu sebut Tanah Naga sekarang."


"baik!"


Si penjaga, Cthulhu, pergi meninggalkan ruangan setelah mendapatkan perintah. Sekumpulan wanita yang sedang melayani Nodens dengan makanan dan minuman juga ikut pergi bersamanya.


Sekarang Nodens sendirian. Berpikir kalau usahanya dalam mencapai Freya tidaklah sia-sia. Sekarang, impiannya untuk mendapatkan wanita tercantik sebagai istri akan menjadi kenyataan.


(Mungkin, menjadikan mereka sebagai sandra tidak buruk juga.) —Nodens baru saja mendapatkan cara yang bagus untuk memanfaatkan mereka, keluarga Bestlafiol yang telah berani membohonginya.


"Oi, Charybdis!"


"Ada apa, Master?"


Muncul di pundak Nodens setelah dia memanggil, makhluk putih berbentuk seperti naga membalas panggilannya.


"Bagaimana menurutmu? Kita akan pergi ke dunia manusia."


"Aku memiliki firasat tidak enak tentang itu."


"Apakah begitu, haha!"


Nodens tidak menanggapi keseriusan makhluk sucinya dan mulai mempersiapkan diri untuk berangkat ke dunia manusia.


"Jika Freya tetap melawan, maka aku akan menghancurkan keluarganya. Kita lihat siapa di antara kalian yang bisa menghentikanku. Hahaha."


Tawa Nodens menggema ke seluruh ruangan.


***


**


*


"Kusu-kusu-kusu! Kau tidak bisa lari dariku."


"Gao! Gao! Gao!"


Di atas kasur, Freya sedang bermain dengan Nava. Dia memainkan perut Nava, membuat Nava tergelitik dan tidak bisa melarikan diri. Meskipun Nava melawan dan memberontak, namun wajahnya memperlihatkan bahwa dia senang, bahkan menikmatinya.


"Kamu pasti merasa kesepian kan karena ditinggal oleh kakak-kakakmu pergi! Nava kami sangat kasian, kusu-kusu-kusu..."


"Gao!!"


"Mau bagaimana lagi, dia masih kecil. Aku khawatir Atla dan Eren tidak sanggup merawatnya."


"I-Iya. Tapi Nava merasa sangat senang juga bermain dengan Anda sekalian, Nyonya Merlin, Nyonya Freya."


Setelah Albert pergi, mereka — Merlin, Freya, dan Rin — meluangkan waktunya untuk memanjakan Nava karena ditinggal pergi oleh Atla dan yang lainnya.


Nava tidak sedih, tapi tidak senang juga karena dia belum begitu mengerti. Teman-temannya yang selalu bermain dengannya — yang selalu membuatnya bahagia setiap hari — tiba-tiba menghilang, dia mungkin merasakan hal yang belum pernah dia rasakan untuk pertama kalinya.


Oleh karena itu, Merlin dan Freya menggantikan posisi mereka untuk bermain dengan Nava.


Naga dengan dua kaki besar dan dua tangan kecil, tidak bisa berbuat banyak ketika dibaringkan di atas kasur. Ini permainan menyerang secara sepihak.


Setelah itu, Freya pikir sudah saatnya untuk melepaskan Nava dari permainan, yang kelihatannya malah seperti game hukuman. Di sana Nava bisa berdiri sendiri dengan dua kakinya tanpa menggunakan tangan, yang terlihat seakan-akan desain dua kaki dan satu ekor sudah sempurna untuk bisa berdiri sendiri dengan cepat.


"Gao!"


"Ada apa? Kamu ingin bermain denganku?"


Nava menghampiri Merlin dan memeluknya. Dia memperlakukan Merlin dengan hati-hati seperti mengerti dengan kondisinya.


"Gao!"


"Fufu, bersabarlah sedikit lagi, mereka akan menjadi temanmu ketika sudah besar. Kalau dipikir-pikir, mereka ini akan menjadi saudara laki-lakimu..."


Merlin mengatakan tentang bayi di kandungannya. Namun beberapa kata menjanggal di pikiran Freya.


"Maksudmu "mereka"?"


"..."


Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Freya bertanya. Tapi Merlin tidak menjawab, hanya memberikan senyuman hangat kepadanya.

__ADS_1


"Hei, tolong katakan sesua-- huh, a-ada apa?"


Kalimat Freya terpotong ketika melihat Merlin merubah wajahnya dari tersenyum hangat, ke wajah serius dan agak mencekam. Siapapun akan terkejut melihat perubahan secepat itu dan membuat orang berpikir kalau ada sesuatu yang salah.


"Kontakku dengan Albert baru saja terputus."


***


**


*


Suatu tempat di Tanah Naga, langit tiba-tiba tertutupi awan dan gerbang berukuran besar muncul di sana.


Gerbang tersebut terbuka, memperlihatkan lima makhluk bersayap putih sedang mengendarai Griffin yang keluar dari pintu tersebut dan memasuki daerah Tanah Naga.


Mereka adalah Nodens dan anak buahnya yang baru saja masuk ke dunia manusia melalui gerbang.


"Aku bisa merasakan konsentrasi Mana yang tinggi dari arah sana."


"Oh, ayo kita pergi ke sana."


Charybdis menunjukkan arahnya kepada Nodens, kemudian mereka pergi.


Setibanya di kota naga, Lia, Nodens melihat kastil aneh yang sangat tinggi. Dia menduga kalau Freya berada di kastil tersebut dan menuju ke sana. Namun perasaan tidak menyenangkan membuat Nodens menaikkan salah satu alisnya.


"Apa-Apaan ini?"


Dan sebelum bisa masuk ke kastil tersebut, dia dihalang dengan sihir pelindung kastil.


"Ini... Tidak terduga, pelindung ini setingkat dengan pelindungku. Atau mungkin lebih kuat. Aku tidak yakin bisa menghancurkan pelindung ini bahkan dengan setengah kekuatanku!"


"Apa katamu? Itu pasti tidak mungkin!"


Charybdis mengutarakan keterkejutannya dan membuat yang lain juga terkejut. Bahkan Nodens sampai tidak percaya padanya. Charybdis adalah makhluk suci yang tingkatannya berada di atas semua makhluk spiritual. Tidak ada entitas lain yang sebanding dengannya, kecuali kedua saudaranya.


"Jangan-Jangan, salah satu saudaramu yang membuat pelindung itu?"


"Hmm..."


"Hei, jawablah!"


Charybdis tidak bisa menjawab pertanyaan Nodens karena terdapat energi yang tidak dikenal di pelindung tersebut. Namun jika menduga dari tingkat kekuatan pelindungnya, Charybdis hanya bisa memikirkan tentang kedua saudaranya, yaitu Hydra dan Leviathan.


*Wung!!*


"Apa lagi ini?"


"Ini, ini adalah sihir milik Hydra!"


"Hydra? Kau pernah bilang kalau Hydra itu tidak sekuat dirimu, kan? Haha, aku tidak menyangka akan menemukan Hydra di sini. Ini kesempatanku untuk mendapatkan Divine Monster lainnya. FREYA, JIKA KAU ADA DI SINI, CEPAT KELUARLAH!! JIKA TIDAK, AKU AKAN MENGHANCURKAN APAPUN YANG ADA DI SINI!!"


Berpikir kalau Freya ternyata berhubungan dengan Divine Monster lain membuat Nodens berpikir kalau itu adalah keberuntungannya yang telah menemukan mereka di tempat seperti ini. Dia akan mendapatkan wanita tercantik yang dia tunggu-tunggu sekaligus makhluk suci yang telah lama dia cari secara bersamaan.


Namun sesaat setelah dia berpikir seperti itu, Freya keluar dari kastil dengan beberapa orang. Dan...


"Huh...?" —Dia melihat Freya di sana. Itu adalah pertama kalinya dia bertemu dengan Freya, tapi sesuatu mengacaukan pikirannya.


"Dia hamil?"


Dengan wajah tidak menyenangkan, Nodens terkejut melihat kondisi Freya. Dia tidak menyangka kalau Freya akan hamil. Atau sejak awal, dia memang tidak pernah berpikir kalau Freya malah bersama dengan pria lain dibandingkan bersama dengannya. Padahal dia sudah menunggu Freya untuk waktu yang lama, dan sudah mencarinya ke mana-mana.


Berpikir kalau malaikat, sosok suci yang hanya ada di dunia seraphim, mengandung bayi menggunakannya tubuh Homunculus. Bahkan seseorang seperti Nodens tidak tidak akan pernah mengira sampai sejauh itu.


"Dengan siapa perempuan ini hamil? Manusia? Atau si Tristan? Aku ingat dia pernah bersama dengannya untuk waktu yang lama."


"Tidak, manusia terpercaya kita mengatakan kalau ada sosok dewa bersama dengannya, dewa itu bernama Albert."


"Aku baru pertama kali mendengar nama itu."


"Saya juga. Mereka mengatakan kalau dewa itu berteman juga dengan Tristan dan Hestia."


"Si Tristan itu, ketika dia bersama dengan Freya, aku sudah memperingatkan untuk jangan sekali-sekali menyentuhnya. Tapi... Brengsek! Mereka takut denganku dan memilih untuk bergabung dengan pria bernama Albert itu ternyata."


"Ditambah lagi, dewa itu mendirikan kultus baru yang disebut Albisme. Pengaruhnya sudah menyebar luas ke seluruh wilayah di benua Terania dengan perkembangan yang sangat pesat. Beberapa tahun lagi mungkin pengaruh kultus itu bisa disetarakan dengan kultus yang Anda buat, Yang Mulia."


Mengetahui pria bernama Albert adalah orang yang menghamili Freya, dia pasti merupakan master dari makhluk suci Hydra. Itu membuatnya bisa mempengaruhi manusia untuk mempercepat perluasan kultusnya sendiri, Nodens bisa paham tentang itu.


Untuk bisa menjadi pahlawan seseorang perlu diakui oleh Ratu Roh dan disukai oleh sejumlah Roh, lalu untuk menjadi Raja Iblis seseorang membutuhkan sejumlah besar jiwa makhluk hidup berakal, dan kemudian untuk menjadi dewa seseorang perlu pengikut yang beriman kepadanya. Ini adalah informasi penting untuk melewati batasan jiwa (atau level) dan menjadi [Legendaris-class]. Tentang ini, hanya beberapa orang saja yang dapat mengetahuinya.


"Hmph, ternyata dia bergerak dengan cepat."


Mengira bahkan dengan pengawasannya, Albert bisa mendirikan sekte begitu cepat, Nodens mengaguminya.


"Siapa?"

__ADS_1


Seseorang dengan pakaian penuh warna hitam berbicara dengannya.


"Hm? Siapa wanita itu? Kenapa dia berani berbicara denganku? Kalau dilihat dengan baik, wanita itu juga sedang hamil, sepertinya."


"Yang Mulia, dalam laporannya, orang itu juga termasuk istri dari dewa bernama Albert."


"Dewa-Dewa-Dewa, berisik banget! Sudah cukup membicarakan pria itu dengan panggilan itu!!"


"Maafkan hamba."


Kesabaran Nodens sudah menghilang mengetahui Merlin juga termasuk istri dari saingannya.


"Dasar Lacur, jangan kira hanya karena aku tidak mencarimu secara langsung, kau bisa melarikan diri dari pertunangan kita. Sekarang aku akan membawamu kembali ke dunia seraphim. Keluarlah dari tubuh itu sekarang dan tinggalkan mereka. Kalau tidak, aku akan menghabisi seluruh orang yang ada di sini!"


Tanpa memperdulikan Merlin, Nodens memerintah Freya. Di sana, Freya agak terguncang mendengar ancaman sepihak dari Nodens. Wajahnya menjadi muram.


"Orang ini lebih buruk dari yang aku kira."


Merlin kesal karena pertanyaannya tidak ditanggapi. Namun, yang lebih membuatnya kesal adalah Nodens telah membuat Freya menjadi murung hanya dengan kata-katanya.


Jadi, Merlin menenangkan Freya sambil memegangi kedua pundaknya dengan wajah penuh prihatin.


"Freya. Mana jawabanmu!"


"BERISIK BAJINGAN!! PERGI SEGERA DARI SINI!!"


Tanpa menahan diri lagi, Merlin mengerahkan energinya hanya untuk berteriak, dia sangat emosi. Auranya membuat semua orang yang hadir menegakkan tubuh mereka karena mendeteksi sebuah ancaman darinya. Freya yang berada di sisinya bahkan sampai tersadar kembali ke dunia nyata dari renungan mendalamnya.


"A- apa-apaan wanita ini!? Kau ingin berurusan denganku? Jangan kira hanya karena ada sebuah pelindung, kalian bisa aman berada di dalamnya!"


Nodens dengan keberanian yang dibuat-buat, mengancam kembali.


Tampaknya, dia juga cukup takut dengan amarah Merlin. —Hampir semua orang berpikir demikian.


"Brengsek, aku tidak tahan dengan makhluk ini!"


"T-Tunggu, dengan kondisimu yang seperti itu, mana mungkin Albert mengizinkanmu melawan dia. Jangan terprovokasi oleh kata-katanya, Merlin!"


"Tapi, dia sudah merendahkan kita terlalu banyak. Ditambah lagi, dia berani menyebutmu seperti itu."


"Kamu, sangat peduli denganku, kan? Aku sebenarnya tidak terlalu memikirkan bagian itu, justru sekarang aku senang melihatmu mau marah karena aku."


Merlin dengan urat muncul di pelipisnya mencoba menahan rasa marahnya sampai-sampai Freya mendengar gigi rapatnya berderit, namun Freya tetap berusaha untuk menenangkannya.


Setelah mendengar ucapan Freya yang diutarakan dengan senyuman hangat, Merlin mau menenangkan pikirannya. Merlin mengambil napas dalam-dalam dan kemudian melihat ke sekeliling.


Di sekitarnya, kelompok bersenjata dari penjaga kastil seperti Odimus dan juga pasukan kepolisian sudah berbaris rapih di sisi kanan kastil. Sedangkan, keluarga Albert yang masih ada hanya para perempuan, Einherjar, dan... Luminous.


"Luminous! Levi! Mau sampai kapan kalian berdiri di sana? Apa kalian lupa dengan tugas kalian?"


"Ma-Maafkan kami, nyonya Merlin!" ×2


Tersadar setelah ditegur, Luminous dan Levi segera ke depan Merlin untuk melindunginya. Di sana, Levi juga takut dengan Merlin dan menunjukan diri karena namanya disebut.


"Huh?" ×2 —Melihat sosok Levi membuat Nodens dan Charybdis terkejut dan memperlihatkan wajah seperti sedang mencoba mengingat sesuatu.


"Aku tidak pernah melihat makhluk suci lainnya selain dirimu, tapi apakah itu Hydra?"


"Bukan, itu, itu Leviathan! Kakak keduaku."


"Jadi kamu salah mengenali dia? Yah, aku tidak masalah mau itu Leviathan atau Hydra. Sekarang dia sudah menunjukkan dirinya, aku akan mengalahkan dia untuk mendapatkannya. Hehe."


Di samping wajah menjijikan Nodens yang sedang senang karena telah berpikir kalau dia sudah menang, Charybdis justru menunjukan raut wajah penuh ketakutan dan kekhawatiran.


(Aku tidak mungkin salah menduga kalau pelindung sebelumnya milik kakak pertama, tetapi kenapa ada kakak kedua juga di sini!?) —Sambil memikirkan itu dalam hati, Charybdis merasa tidak enak badan.


Selain itu, jika pria yang sedang bersama dengan kakak kedua itu adalah Leviathan, kenapa kedua wanita hamil itu tidak memperlakukannya seperti suami melainkan malah diperlakukan seperti bawahan? Bukankah itu artinya, lawan sebenarnya Master masih belum muncul!? —Charybdis sudah menyadari itu, tapi sayangnya Tuannya terlalu bodoh untuk tidak memikirkan detail seperti itu.


Di saat tuan dan hamba tidak sinkron, Levi merubah penampilan Luminous dengan War Equipment atau biasa Albert sebut dengan [Skin Legendaris].


Armor full plate berwarna kuning keemasan dengan satelit lingkaran takdir petir besar yang melayang di balik punggungnya, Luminous berubah.


"Lawannya adalah malaikat terkuat dan adikku. Lengah sedikit saja kita bisa kalah, Lumi!"


"Begitu ya. Kukuku, aku tidak sabar untuk bertarung!"


Lumi adalah panggilan akrabnya Leviathan untuk Luminous. Hubungan mereka bukan seperti tuan dan hamba, tetapi lebih ke arah persahabatan.


"Hahaha, bagus! Kau menunjukkannya! Ayo kita bertarung!"


"Tunggu, tunggu, tunggu! Mohon tunggu sebentar, Master!"


"Huh? Kenapa kau menghalangiku di saat-saat seperti ini? Apa kau takut dengan mereka?"


"Iya, saya takut! Kita tidak mungkin bisa menang melawan mereka dengan ukuran pasukan mereka yang seperti itu."

__ADS_1


Datang keberatan dari Charybdis yang membuat Nodens terheran.


__ADS_2