Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Prajurit Lizardman.


__ADS_3

"Terus, kalian mau ikut perang?"


Kembali ke topik awal mereka berempat dipanggil ke ruangan ini, aku bertanya tentang keikutsertaan para naga.


"Tuan Albert, Kami akan ikut."


Sebagai pemimpin para naga, Azure memutuskan untuk mengikutsertakan para naga ke dalam perang.


"Aku bertanya tentang kesatuan polisi naga, bukan kalian berempat, loh."


"Eh, te-tentu saja mereka akan ikut, tapi kami berempat juga ingin ikut!"


"Benar!" ×3


Mereka ini, rupanya memang hanya ada pertengkaran di kepalanya.


"Gitu katanya, Ignis. Bagaimana menurutmu, apa mereka diperlukan?"


Supaya tidak terjadi perubahan rencana, lebih baik aku menyerahkan keputusan kepada si pembuat rencananya.


"Karena ini adalah operasi pengepungan, lebih banyak pasukan lebih baik."


"Oh! Begitu rupanya."


Hanya untuk melawan manusia, Dia benar-benar ingin kita habis-habisan? Itu kayanya bakalan seru!


"Ngomong-Ngomong, Tuan Albert."


"Gao!!"


"Tunggu!"


Ignis sepertinya ingin membicarakan sesuatu, tapi Nava tiba-tiba berlari ke arahku setelah dia bermain dengan kakak-kakaknya.


Ujung-ujungnya, anak ini berakhir di pangkuanku, fufu. Aku sangat senang. Aku melihat wajah semua orang yang sudah berusaha membujuknya, kecewa karena mereka tidak dipilih.


"Ignis, kamu ingin ngomong apa tadi?"


"Begini, Anda ingin kita segera menyerang musuh, kan? Lebih tepatnya, kapan kita akan menyerang?"


"Kalau bisa sekarang, aku ingin sekarang."


"Ha!"


Freya terkejut dengan jawabanku terhadap pertanyaan Ignis. Memangnya berapa lama lagi aku harus menunggu? Aku ingin segera memukulnya, hanya saja para pengikut Nodens yang membuat kami harus memikirkan sebuah rencana.


"Kalau begitu izinkan saya memulai operasi pengepungan kuil utama Nodens sekarang."


"... Diizinkan."


Mungkin hari sudah hampir gelap, tanpa berlama-lama Ignis menyuruh Azure mengumpulkan kesatuan polisi di Colosseum.


Kemudian hal yang tidak pernah terpikirkan olehku, terjadi. Itu adalah keikutsertaan pasukan dari kerajaan lizardman ke dalam operasi pengepungan kuil Nodens di kerajaan suci.


\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=


Lizardman, manusia dengan bentuk tubuh reptil dan dikatakan merupakan keturunan naga yang beradaptasi dengan kehidupan manusia.


Dari segi bentuk dan rupa, mereka berbeda dengan naga pada umumnya. Mereka lebih mirip seperti manusia karena ukuran tubuh mereka, hanya saja punya ekor, sisik, moncong, dan kulit mereka biasanya berwarna hijau. Karena itu mungkin mereka disebut lizardman daripada dragonman.


Namun, beberapa diantaranya yang memiliki bakat hebat bisa berevolusi menjadi dragonewt. Evolusi lanjut itu membuat lizardman menjadi lebih berotot, kadang warna di tubuh mereka berubah, dan juga bisa menyemburkan api dari mulutnya seperti naga. Itu sebabnya mereka percaya kalau mereka adalah keturunan naga.


Di sebuah kota dengan perumahan baru dan kuil besar, Alfred dan Saber muncul secara tiba-tiba di portal teleportasi.


Portal tersebut berada tepat di depan kuil, dan dua lizardman yang sedang berjaga langsung menghampiri mereka berdua.


"Tuan Alfred, Tuan Saber. Selamat datang."


"Di mana kepala suku?"


"Dia sedang berada di dalam kuil."


"Baiklah, dan untuk kalian berdua. Segera kumpulkan semua pasukan. Kita akan berperang dalam beberapa menit lagi."


"Apa!" ×2


Dua lizardman itu tercengang dan menjatuhkan senjata mereka ke tanah. Alfred dan Saber mengabaikan mereka dan mulai mengerjakan tugas mereka masing-masing.


Mereka berdua mendapatkan perintah untuk mengumpulkan lizardman sebanyak mungkin demi kelancaran operasi pengepungan kuil Nodens di Kerajaan Suci.


Alfred pergi menemui kepala suku lizardman di kuil Albis, sedangkan Saber pergi ke komunitas lizardman lainnya untuk mengumpulkan pasukan.


Di dalam kuil, patung berbentuk Luminous berdiri dengan gagah di pusat kuil. Patung yang dijadikan sebagai sarana pemujaan kepada Luminous bagi para lizardman.

__ADS_1


"Kepala suku."


"Oh! Tuan Alfred, Anda sudah kembali. Bagaimana dengan keadaan di rumah dewa?"


Kepala suku lizardman, pria baruh baya yang memegang biarawan staff, menyambut kedatangan Alfred.


"Baik-baik saja, tapi kami akan segera berperang."


"Seperti yang diduga. Aku sudah memberikan pesan ke komunitas yang lain untuk bersiap. Jadi bagaimana, apa pasukan kami diperlukan?"


Kepala suku sudah bersiap untuk segalanya. Sebelum Nodens datang ke kastil, Alfred sedang bersama dengan kepala suku tersebut. Oleh karena itu dia tahu sebagian dari cerita tentang kedatangan Nodens, perang antara sesama dewa.


Selain itu, Alfred dan Saber sudah membantu lizardman untuk berbagai hal dalam kurun waktu setahun ini. Kepala suku dengan pemimpin lizardman yang lain bersedia membantu dewa mereka, Luminous, menjadi pasukan perangnya.


(Dia tidak memiliki rasa takut sama sekali meskipun tahu kalau ini adalah perang antara dewa.) —Alfred kagum dengan pak kepala suku tersebut. Mungkin karena mereka memiliki sifat naga, Alfred jadi memakluminya.


Naga sendiri, eksistensinya bisa disamakan dengan dewa pada jaman dulu. Itu sebabnya mereka (lizardman) masih memiliki nilai untuk ikut berperang dengan dewa, meskipun mereka hanya akan menjadi pasukan sederhana.


"Musuh juga memiliki pasukan, yaitu para manusia di Kerajaan Suci. Oleh karena itu, kalian yang akan menghadapai manusia itu."


Alfred memberikan senyuman kepada kepala suku.


"Ohh!! Jika itu hanya melawan manusia, kami tidak takut sama sekali, Tuan Alfred! Whoah! Aku bersemangat sekarang!!"


Dan karakter pria paruh baya itu tiba-tiba berubah. Dia lebih bersemangat dari sebelumnya, mengetahui lawannya hanya para manusia.


"Jangan terlalu bersemangat sepeti itu karena kemungkinan berperangnya sangat kecil."


"Ah, maafkan saya. Tapi maksudnya kemungkinannya sangat kecil, apa itu artinya tidak ada perang sama sekali?"


"Benar, rencana yang dibuat Tuan Ignis tidak membiarkan musuh menggunakan kekuatan penuh mereka. Jadi ada kemungkinan mereka tidak melawan dan memilih menyerah."


"Ya ampun. Apa mereka selemah itu?"


"Tentu saja tidak. Mereka adalah pasukan kesatria suci dari Kerajaan Suci. Mereka berbeda dengan manusia biasa dan diantara mereka bahkan ada yang memiliki kekuatan untuk membunuh naga dalam sekali serang. Tapi, pasukan di pihak kita ada banyak, dan kekuatan kita juga tidak main-main. Maka dari itu aku berpikir kalau kita mungkin bisa menang hanya dengan menunjukkan kekuatan kita kepada mereka."


"Begitu rupanya. Saya paham maksud Anda. Dihadapkan dengan keagungan Lord Luminous, mereka memang tidak ada apa-apanya. Apalagi dewa Albert sampai turun tangan untuk mengurus mereka, tentu saja mereka tidak akan memiliki kesempatan bahkan untuk berbicara, hahaha."


Kepala suku mengatakan sesuatu yang menyenangkan Alfred. Tragedi 500 ribu pasukan manusia yang dimusnahkan oleh Albert tidak mungkin bisa dilupakan oleh siapapun. Tentunya kepala suku mengetahui dan mempercayai rumor tersebut.


Beberapa menit kemudian, 5000 prajurit lizardman sudah berbaris di depan kuil untuk dipindahkan ke lokasi tujuan.


\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=


"Ya ampun, mereka benar-benar mengumpulkan bala bantuan. Si Alfred dan Saber itu."


Fumu. Fumu. Entah mengapa kita bisa mendapatkan dukungan dari lizardman. Tanpa sepengetahuanku, ternyata mereka mengerjakan banyak hal untuk makhluk di dunia ini.


Apa aku harus bangga memiliki keluarga seperti mereka? Sepertinya aku harus bangga, tapi aku tidak akan memberikan apresiasi apapun karena itu adalah kegiatan yang mereka kerjakan seenaknya sendiri. Aku hanya perlu berterima kasih karena sudah menyediakan bala bantuan untuk pasukan naga kami.


"Ignis, pasukannya sudah berkumpul. Kamu benar tidak ingin menggunakan pasukan kesatria rohku?"


Ghidora berada di belakangku, berdiri seperti ajudan bersama dengan Luminous, Rin, Kaguya, dan Titania.


"Aku pikir dengan mereka saja sudah cukup."


"Begitu ya."


Aku pikir dengan kekuatan tempur penuh kita, bisa membuat perang itu menjadi seru. Tidak, itu mungkin akan menjadi pembantaian, mungkin. Dengan adanya pasukan polisi naga yang sudah terlatih dan pasukan pseudonaga yang bersejarah, kita mungkin bukan ingin berperang tapi menjajah tanah mereka. Eh, tunggu...


"Kalau kita bisa menjatuhkan kuil Nodens, bukankah itu berarti kita bisa mendapatkan aset mereka?"


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"Itu, loh. Jika kita menang, harus kita apakan mereka? Tidak mungkin kan kita biarkan mereka begitu saja? Tapi kita juga tidak bisa membunuh mereka, sih..."


Pertanyaan dariku itu membuat Freya dan yang lainnya bingung. Perang ini memang mendadak, jadi aku harus memikirkan penyelesaian akhirnya.


Tetapi tidak lama kemudian, Tristan menghubungiku melalui bola kristal yang sering digunakan untuk alat komunikasi orang-orang hebat di dunia ini.


"Hai! Apa kabar?"


"Apanya yang "apa kabar"? Aku dengar kesatria suci dari kuil Nodens di Kerajaan Suci ingin menyerang kalian. Apa itu benar?"


Saluran dari bola kristal bisa dipindahkan ke layar proyeksi oleh Hydra, jadi kami sedang berkomunikasi melalui layar proyeksiku. Ini mirip seperti video call. Di sisi Tristan, aku bisa melihat Grandine dan dua laki-laki lainnya. Kemudian, Freya dan Grandine saling melambaikan tangan.


"Tidak usah panik begitu. Kami baik-baik saja, kok!"


"Geh, aku lebih mengkhawatirkan mereka daripada kalian."


"Owh. Kalau begitu tidak usah menghubungi kami. Di sini sedang sibuk. Bye! Bye!"


"Tunggu, jangan langsung mengakhiri panggilannya! Setidaknya jelaskan dulu situasinya kepadaku!"

__ADS_1


Orang yang sangat merepotkan. Tidak, apa aku yang terlalu santai? Untuk sebagian orang seperti Tristan pasti sangat membenci orang sepertiku.


"Dengar Tristan, perasaanku yang waktu itu ternyata tidak salah! Kita akan berperang dengan ayahmu! Ahh! Kenapa jadi begini, nasib kita akan ditentukan dalam perang ini!"


"....?"


Aku bergaya seperti dunia sudah mau berakhir, sayangnya Tristan tidak bisa menangkap maksudku.


"Albert, jangan terlalu dramatis seperti itu. Kamu sangat tidak cocok memainkan peran yang kayak gitu."


Akting krisisku langsung dikritik oleh Freya. Memangnya aktingku seburuk itu sampai-sampai tidak bisa memberikan reaksi apapun kepada mereka? Setidaknya anggap itu sebagai lelucon dan tertawalah sedikit.


"Ehem, maaf. Sebenarnya, ayahmu tiba-tiba datang ke rumah kami dan tiba-tiba mengolok-olok kedua istriku. Tentu saja itu tindakan yang tidak bisa dimaafkan, bukan? Makanya aku ingin melawannya."


Ah, benar juga. Aku masih memiliki alasan lain kenapa aku ingin berperang dengan Nodens. Itu karena aku ingin menguji kekuatan kami. Kami tahu perang ini mungkin tidak akan mudah, tetapi ini adalah kesempatan bagus untuk melihat sejauh mana perkembangan kami setelah latihan selama setahun belakangan ini.


Benar, ini untuk prepare perang dengan monster dari luar itu, yang bergabung dengan pasukan iblis. Jika kami kalah dengan Nodens sekarang, bagaimana kami bisa melawan monster luar itu? Yah, kurang lebih begitulah.


"Aku mengerti. Jadi perang ini adalah urusan harga diri kalian. Tetapi setidaknya, aku ingin mengetahui bagaimana caranya kau menangani pasukan kesatria suci? Mereka adalah manusia, seharusnya mereka tidak usah terlibat dalam perang besar seperti ini."


Dia baru saja mengatakan hal yang sangat keren. "Perang Besar" adalah esensial dari plot manga shounen-aksi. Entah kenapa dadaku berdebar setelah Tristan mengatakan itu.


"Eh, kenapa mukamu malah tersipu begitu?"


"Ah tidak, lupakan. Ngomong-Ngomong, urusan penanganan pasukan penyembah Nodens itu diurus oleh Ignis. Silahkan kalian berdua berbicara."


Aku melemparkan panggilan tersebut ke Ignis, di sana mereka berdua saling menatap, Tristan dan Ignis. Sangat tegang, mereka berdua seperti tidak ingin menunjukkan kelemahan mereka masing-masing.


Tapi mari abaikan mereka, Ignis dengan tenang menjelaskan operasi pengepungan kuil Nodens kepada Tristan. Kurasa mereka akan baik-baik saja.


"Sayang, mungkin kita bisa menyuruh Tristan untuk menangani satu masalah."


"Menyuruh Tristan?"


Merlin tampaknya memiliki ide untuk memanfaatkan Tristan. Di sebelahku, Freya memiringkan kepalanya seperti cukup penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan oleh Merlin.


"Dia kan anak dari pria itu, jadi aku pikir dengan menyuruhnya pergi ke kuil itu bisa mengurus para penyembahnya."


"Hmm. Itu ide yang bagus (?)."


Itu mungkin adalah kelebihan lain dari memanfaatkan namanya. Jika kita yang mengatakannya, mungkin saja para penyembahnya Nodens tidak akan mau mendengarkan. Oleh karena itu kita membutuhkan mediator untuk menengahi masalah kami dengan mereka.


Fumu, istriku benar-benar hebat. Pertanyaan adalah, apakah Tristan mau menjadi mediatornya?


"Huh? Kenapa kamu melihatku begitu?"


Freya terkejut ketika aku tiba-tiba menatapnya.


"Aku berpikir, dengan ucapan darimu, Tristan pasti mau melakukan apapun."


"Memangnya aku siapanya Tristan?"


"Mantan se-party-nya?"


"Hanya dengan alasan itu dia mana mungkin mau menuruti perkataanku! Sudahlah, kamu saja yang berbicara dengannya, bilang aja atas nama "keselamatan umat manusia". Dia pasti bakalan mengerti."


"Begitu ya? Maka baiklah."


Freya tidak ingin direpotkan. Menjadi wanita hamil membuatnya suka membangkang, padahal biasanya dia penurut.


"Sudah selesai?"


"Ya, sepertinya aku bisa menerima rencana tersebut."


Selesai berbicara dengan Ignis, layar yang memproyeksikan Tristan dikembalikan padaku. Wajah mereka terlihat lega di layar, mungkin karena kami tidak melakukan pembunuhan besar-besaran lagi.


"Bagus kalau begitu."


"Ngomong-Ngomong, Freya tidak ikut kalian berperang dengan dia, kan?"


"Tentu tidak. Kenapa kau menanyakan hal konyol semacam itu."


"Tidak, kupikir, aku bisa menjaga Freya selagi kalian berperang... Eh! Tunggu! Jangan salah paham dulu!"


Tristan baru saja menunjukkan niat di hatinya, dia masih belum menyerah untuk mengejar Freya. Anak ini benar-benar.


"Kau, bukankah kau anaknya Nodens? Karena kalian masih memiliki hubungan, haruskah kita berantem juga? Aku serius."


"Me-Meskipun aku adalah anaknya-- hmphh...!!"


"Tu-Tuan Albert, tolong maafkan perkataan Leader kami. Dia hanya bercanda!"


"Benar. Dia hanya bercanda. Kumohon maafkan perkataan Tuan kami, Tuan Albert!!"

__ADS_1


"Ya, Ya, mohon maafkan!!"


Tristan ingin mengatakan sesuatu tapi sudah dihentikan oleh Grandine, mulutnya ditutup dengan paksa. Kemudian teman-temannya meminta maaf menggantikan Tristan. Bocah-bocah yang sangat merepotkan.


__ADS_2