Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Pergi untuk negosiasi.


__ADS_3

Aku membiarkan ignis menginterogasi pelaku, dan para pemimpin suku naga hadir hanya sebagai pengamat. Akan merepotkan jika naga seperti kanis yang menginterogasi mereka, itu mungkin akan menjadi pembunuhan dan aku tidak akan bisa bernegosiasi dengan negara mereka.


Aku berfikir untuk menyembunyikan kastil ini lebih lama lagi, tapi karena sudah sampai sejauh ini, aku tidak bisa menutupinya lagi.


Bagaimanapun juga, kami sudah memiliki tentara sukarelawan yang memiliki kulit sekeras baja bernama "dragon". Aku memiliki sedikit kepercayaan diri jika lawan kami hanya sekedar kerajaan atau kekaisaran manusia.


Namun, aku tidak tahu apakah kami bisa memiliki hubungan yang baik dengan negara tetangga yang disebut herunia itu.


Akan lebih bagus jika kami bisa membuat hubungan diplomatik untuk membuat jalur perdagangan berjalan ke tanah ini.


Tapi, sebelum meminta hubungan seperti itu, lebih baik kami meminta mereka untuk membantu mengakui keberadaan kami sebagai bangsa atau komunitas yang berdaulat di tanah ini, atau apapun itu yang bisa membuat kami diakui oleh bangsa lain.


Yah, hal-hal seperti itu bisa dinegosiasikan nanti bersamaan dengan meminta pembebasan para naga.


Sebenarnya kami bisa datang ke kerajaan mereka jika hanya untuk meminta para naga dibebaskan, tapi cara ini lebih nyaman untuk membuat hubungan.


Aku juga sudah memesan kalau para tahanan harus diperlakukan dengan baik demi kelancaran negosiasi. Bagaimanapun mereka merupakan sekelompok elite dari kerajaan herunia dan salah satunya bahkan merupakan pangeran.


Setelah dua hari, kami akhirnya selesai menginterogasi mereka.


Semua informasi dan data diri yang mereka miliki sudah tercatat dalam kertas putih yang kami beli di kota sixam. Padahal kami memiliki banyak perkamen dari dalam game, dan sekarang itu tidak terpakai sama sekali.


Sangat disayangkan tapi mau bagaimana lagi, biarkan itu menjadi fosil di dalam inventaris.


Banyak diantara para tahanan laki-laki yang ketakutan setelah melihat ignis dan membeberkan informasi apapun yang mereka miliki. Kekuatan militer, politik, dan ekonomi — apapun ditanyakan karena mereka dengan patuh mau menjawab.


Mungkin karena perawakan ignis telah membuat para tahanan itu ketakutan. Dia tampan tapi sangat besar, berambut panjang, dan memakai seragam militer formal, sangat mengintimidasi.


Tapi, berkebalikan dengan para pria, para wizard wanita kerajaan mereka sangat terpesona melihat ignis, dan tidak sedikit diantara mereka yang memiliki wajah memerah.


Sungguh, mereka sama sekali tidak peduli dengan diri mereka yang tertangkap sebagai tahanan. Mungkin karena perawatan yang telah kami berikan, mereka menjadi seperti itu.


Kami memang menaruh mereka di jeruji besi, namun kami tidak memperlakukan mereka seperti seorang tahanan sungguhan.


Mereka diberi makan tiga kali sehari dan toilet yang kami miliki lebih beradab daripada toilet mana pun di dunia ini. Makanan mereka juga memiliki gizi yang baik dan cukup enak ketimbang makanan yang biasanya disajikan untuk tahanan.


Karena tidak ada yang mengelola manajemen di penjara ini, kami memberikan makanan yang dibuat oleh warga huldra kepada para tahanan. Mereka harus bersyukur atas keberuntungan itu.


Informasi yang kami peroleh mungkin sudah disiasati oleh mereka, tapi kami tidak terlalu peduli dengan itu. Yang kami prioritaskan adalah para naga yang sudah mereka bawa.


Mereka mengaku bahwa setiap naga dikirim ke para bangsawan perbatasan untuk meningkatkan pertahanan negara.


Mereka juga menyampaikan kalau mereka tidak membunuh para naga karena makhluk itu sangat berharga untuk mereka.


Yah, itu sangat jelas. Meski mereka monster, kekuatan mereka sudah mencapai peringkat A. Itu sudah termasuk ke dalam golongan peringkat orihalcum.


Mereka memburu sejak setahun yang lalu dan sudah mendapatkan 12 naga bumi dan 3 naga es.


"Hmph, jika saja mereka melewati perairan kami, aku pasti akan menghancurkan kapal mereka."


Selena agak marah, tapi mereka memang beruntung karena perairan yang mereka lalui tidak terdapat naga laut.


Jika saja terdapat naga laut yang menjaga perbatasan itu, mungkin kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi.


Yah, azure dan yang lainnya tidak memiliki pemikiran sampai sejauh itu karena azure dan kanis sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk meratakan kerajaan herunia.


Sayangnya kerajaan herunia menggunakan cara tercela untuk menahan serangan kawanan azure dan kanis dalam invasi sebelumnya.


"Kita sudah mendapatkan banyak informasi, sekarang bagaimana kita menyampaikan pesan ini kepada pihak kerajaan mereka?"


Selena memulai pembicaraan.


Sekarang kami sedang berada di kantorku untuk mendiskusikan apa yang harus kami lakukan terhadap para tahanan, dan aku sendiri sedang memeriksa informasi yang diberikan oleh ignis.


Sebenarnya usiaku masih terlalu muda untuk mengurus mereka serta kota ini, tetapi dalam aspek pendidikan, aku memiliki pendidikan yang paling tinggi sebagai tamatan SMA.

__ADS_1


Kenyataan yang sangat ironi melihat kota ini didirikan oleh seorang pemuda otaku seperti diriku.


Dan, jika membandingkan kepintaran individu, aku berada jauh di belakang orang-orang seperti endrin, tethra, ataupun para mantan npc dalam bidang ilmu apapun. Aku berdiri di sini hanya sebagai "pahlawan" yang telah diakui oleh hydra dan kastil.


Yah, setidaknya aku berusaha agar terlihat keren dan sebisa mungkin membagi ilmu apapun yang aku ketahui. Bagaimanapun, aku adalah orang dari dunia lain.


Setelah diskusi selesai, kami memutuskan untuk mengembalikan satu orang ke tanah mereka sebagai pembawa pesan kami.


Aku membuat surat yang isinya menuntut pengembalian ras naga dan meminta mereka untuk memperlakukannya dengan baik.


Kami juga sedikit mengancam keselamatan pangeran mereka agar mereka tidak bermain-main dengan kami. Tapi, itu hanya ancaman tertulis, dan kami tidak akan benar-benar melakukan sesuatu seperti itu kepada mereka.


Sebagai bukti, kami sudah menyuruh pangeran mike untuk mengisi surat dengan tanda tangan miliknya agar si pembaca tidak menganggap ini sebagai candaan biasa.


Dan lagi, sebenarnya aku ingin menuntut kompensasi karena situasi ini sangat menguntungkan bila dimanfaatkan dengan baik, tapi kami tidak dapat memikirkan kompensasi yang bagus.


Selain itu, keinginan kami untuk diakui dan membuat hubungan diplomatik juga menjadi faktor penting untuk tidak melakukan hal seperti itu kepada mereka. Mereka mungkin harus berterima kasih atas keberuntungan itu.


Dengan informasi detail yang didapat oleh ignis, aku bisa mengetahui letak di mana ibu kota kerajaan herunia berada. Dengan begitu, aku hanya perlu membuka gerbang transfer di pinggiran kota dan mengirim salah satu orang yang telah ditunjuk sebagai pembawa pesan ke sana.


Tentu saja, yang kami pilih adalah seseorang dengan peringkat terendah, oleh karena itu aku harus membukakan gerbang untuk dia karena dia tidak bisa melakukan sihir transfer atau teleportasi.


Bagaimana cara mereka membalas pesan? Itu sangat mudah. Kertas yang aku gunakan merupakan kertas yang terbuat dari serat sihir.


Aku hanya perlu menuangkan sihirku ke dalam sana dan pihak lain hanya perlu membakarnya setelah mereka menulis pesan di atas. Kemudian, isi pesan secara otomatis akan langsung dikirim ke dalam kepalaku.


Benda itu sangat mahal, serius. Satu lembar seharga 1 koin emas.


Mungkin pendistribusi hanya memasang harga 5-6 koin perak, tapi setelah masuk ke dalam pasar, harga itu menjadi naik karena pajak.


Sayangnya, pengrajin ahli seperti rudo atau sam tidak bisa mereproduksinya. Karena benda itu hanya dibuat di tanah elf, yang mana negerinya sangat tertutup.


Kebetulan mereka berada di sebelah barat laut tanah ini, mungkin kapan-kapan kita bisa pergi ke sana untuk melihat "elf" sungguhan.


Kesampingkan itu. Setelah satu hari kami mengirim si pembawa pesan, akhirnya kami mendapatkan balasan yang berisi permintaan pertemuan untuk membahas masalah penyerahan "di sana".


Jika seperti itu, mungkin mereka masih tidak ingin mengembalikannya.


Lalu, aku memikirkan siapa orang yang tepat untuk aku bawa. Merlin dan freya sebenarnya sangat cocok untuk itu, tapi aku lebih suka jika mereka pensiun sebagai petarung dan menjadi istri yang baik.


Aku memutuskan untuk membawa leon karena insting hewannya dan azure sebagai perwakilan naga.


Ngomong-ngomong, karena kami tidak memiliki alat untuk berkomunikasi, diputuskan bahwa mereka akan menjemput kami di depan gerbang kota pada siang hari.


Jadi sesampainya di sana, aku langsung bertemu dengan pria bernama walter yang mengaku sebagai kepala kesatria kerajaan, dia telah diperintahkan untuk memandu aku dengan kereta kuda.


Apa ini perlakuan yang baik? Aku tidak mengerti. Lagi pula, kami bisa membuka gerbang transfer di depan pintu kastil. Tapi karena sebelumnya aku melakukan gerbang transfer di depan kota, mungkin mereka menganggap kalau aku hanya bisa melakukannya sampai sejauh itu.


Padahal aku bermaksud hanya untuk bertindak sopan untuk tidak melakukan sihir apapun di dalam kota orang lain.


Setelah walter memperkenalkan diri, dia langsung mempersilahkan kami untuk masuk gerbong kereta kuda.


Menurut informasi, pria bernama walter itu adalah ajudan terdekatnya raja dan dia memiliki kekuatan yang cukup untuk itu.


Dari dalam kereta, aku masih bisa melihat kondisi kota mereka sangat bagus.


Tapi jika dibandingkan dengan kota kami yang baru setengah jadi, kota ini agak kuno. Atau kota kami yang terlalu maju?


Kami memiliki jalan raya yang lebar, perumahan tinggi, dan aku dan rudo sudah berencana untuk membuat gedung lima tingkat sebagai pusat administrasi kota tersebut.


Proyek marlof dalam membuat alat dengan biaya sihir yang sedikit juga sudah ada kemajuan besar karena dia mengklaim sudah berhasil membuat itu berjalan.


Marlof hanya tinggal mereproduksi dinamo dengan sumber tenaga sihir seperti yang ada dalam kastil dan memperluas jaringan pemakaian tenaga sihir dengan kabel yang niatnya akan ditanam di dalam tanah untuk seluruh perumahan dan penerangan jalanan.


Ini tidak sesulit seperti kabel listrik karena esensi sihir di dalam kabel dapat terlihat dengan persepsi sihir. Jadi jika kabel mengalami kerusakan, itu dapat diketahui dengan cepat.

__ADS_1


Ketika aku sedang membandingkan teknologi yang kami miliki dengan kerajaan ini, aku melihat sekelompok demi-human binatang turun dari kereta. Melihat pakaian mereka yang compang-camping dan kotor, aku memiliki dugaan.


"Ada apa dengan mereka?"


Aku bertanya kepada si pemandu, walter. Lalu, entah kenapa dia agak kerepotan dalam menjawab sambil melihat leon yang berada di sampingku.


"Err, mereka adalah budak dari wilayah viscount gerard. Saya mendengar kalau viscount ingin memperluas wilayahnya ke arah selatan."


"Dengan kekuatan naga?"


"Y-ya , dia telah mendapatkan satu naga yang dibeli dengan harga tinggi dari marquis charles. Sebelumnya, pihak kerajaan sudah melarang adanya perpindahan alokasi naga tapi pihak bangsawan mengeluarkan suara bulat untuk memberikan satu naga itu kepada viscount. Oleh karena itu keputusan berakhir dimenangkan oleh pihak bangsawan karena rencana itu memiliki keuntungan bagi kerajaan."


"Memperluas wilayah, ya."


"Benar."


Aku melihat leon. Dia tampaknya biasa-biasa saja dengan itu.


Aku pikir karena leon adalah demi-human binatang seperti mereka, dia akan bersimpati. Tapi aku mungkin terlalu berlebihan.


Ada beberapa sebutan di dalam fiksi fantasi atau manga seperti beastman, lycanthrope, atau therianthrope untuk menyebut mereka. Dan kami juga memiliki sebutan siluman bagi manusia yang tubuhnya memiliki bagian tubuh hewan.


Namun, kata siluman lebih mengarah ke manusia yang dirasuki oleh roh hewan atau roh setan. Atau bisa juga mengarah ke manusia yang bergerak di dalam kegelapan seperti seorang assasin.


Bagaimanapun dunia ini juga memiliki hal-hal seperti itu, jadi kata siluman untuk demi-human binatang mungkin kurang cocok.


Tapi, lupakan itu. Kenapa leon tidak bersimpati? Apa karena mereka kalah berperang dan leon menganggap itu sebagai hal yang wajar? Baik, aku tidak mengerti.


"Bukankah perdagangan budak sudah dilarang?"


"Itu hanya sebatas untuk manusia."


"Eh, jadi demi-human bukan manusia?"


"Err, lebih tepatnya, belum ada konvensi tentang larangan perbudakan demi-human."


"Kenapa bisa begitu?"


"Saya sendiri kurang mengerti, namun tidak seperti manusia, kehidupan demi-human terkadang sangat terpencil atau terisolasi dengan dunia luar. Selain itu, mereka memiliki kekuatan pertahanan untuk menjaga wilayah mereka masing-masing."


Hmm, jadi mereka hidup dengan apatis tanpa memikirkan demi-human lain? Atau, karena mereka berbeda spesimen?


Yah, tidak seperti manusia yang bekerja sama untuk menutupi kelemahan mereka, demi-human mungkin dikaruniai dengan kekuatan sejak lahir. Oleh karena itu, mereka tidak terlalu memiliki hubungan ikatan seperti manusia.


Nah, mungkin lebih baik jika aku mengajari leon dalam bersimpati dengan sesamanya? Aku pikir, karena kami tidak memiliki tuntutan yang serius, kami sedikit bersikap lunak kepada pihak kerajaan ini yang sudah memperlakukan para naga sebagai alat.


Oleh karena itu, aku akan meminta pembebasan budak demi-human binatang sebagai kompensasi. Setelah pertemuan ini, mungkin kami akan pergi ke tanah demi-human yang berada di selatan.


Tapi terlepas dari itu semua, sebenarnya aku hanya ingin jalan-jalan.


Di sisi lain, azure tampak sangat marah. Meski wajahnya terlihat biasa, gejolak esensi mana di tubuh memiliki fluktuasi akibat pikiran yang tidak stabil.


Jika pria bernama walter ini tidak menjaga omongannya, mungkin dia sudah digigit oleh azure.


Aku menghentikan pembicaraan setelah melihat azure seperti itu, dan beberapa menit kemudian, kami tiba di depan istana kerajaan herunia. Aku sering melihat istana ini melalui cermin map setelah kami mendapatkan koordinatnya.


Besar, putih, megah... Yah, semua istana sepertinya memang seperti ini, tidak jauh berbeda dengan yang ada di duniaku sebelumnya.


Dengan dipandu oleh walter, kami memasuki istana. Lalu, tiba di salah satu ruangan istana, kami disambut oleh raja dari kerajaan ini.


"Terima kasih karena sudah datang ke sini. Perkenalkan, saya adalah raja kerajaan herunia, marcus vyar herunia. Jika berkenan, boleh kalian memperkenalkan diri anda sekalian?"


"Aku orang yang meminta kalian untuk mengembalikan para naga, albert testalia. Dan mereka berdua adalah pengawalku. Lalu, bisa kita melanjutkan ini dengan cepat tanpa formalitas?"


Aku agak terlihat sombong. Tapi lebih dari apapun, aku tidak terbiasa dengan formalitas. Dan cara berperilaku seperti ini juga untuk menekankan pihak lain agar mereka tidak menganggap rendah kami.

__ADS_1


Yah, aku masih dalam batas-batas agar tidak terlalu terlihat arogan seperti sedikit tersenyum di akhir kalimat.


Sang raja mengerti dan kami kami langsung dipersilahkan untuk duduk. Tidak ada yang bisa diharapkan tentang etiket bangsawan dari seseorang yang berasal dari tanah monster seperti kami, apalagi formalitas. Mungkin raja mengerti hal ini.


__ADS_2