
Tidak diduga semuanya bisa berjalan selancar ini.
Padahal aku yakin kalau menantu dan suamiku pergi ke wilayah musuh tanpa melakukan peninjauan ulang strategi berperang mereka. Tapi sampai saat ini dapat terlihat bahwa mereka unggul dalam pertarungannya.
Ini sangat hebat, kupikir mereka akan melakukan pertarungan yang sulit karena jumlah mereka lebih sedikit. Namun ternyata, jumlah itu cukup seimbang.
Yah, ada satu orang yang mau berurusan dengan seluruh pasukan Nodens, membuat semua orang dapat tetap fokus terhadap lawan mereka masing-masing.
Itu adalah pengorbanan yang paling dibutuhkan untuk situasi mereka.
"Aku hanya heran, makhluk apa dia sebenarnya?"
"Ibu, kita tidak mengkategorikan dia sebagai benda hidup karena Demiurge adalah iblis. Tubuh itu hanyalah Homunculus yang dibuatkan untuknya dari Albert."
"Hanya Homunculus."
Dan ketika aku bertanya, aku mendapatkan jawaban yang tidak terduga seperti ini.
Homunculus adalah tubuh manusia buatan yang sering diproduksi oleh Nodens untuk kami para malaikat agar bisa turun ke dunia manusia.
Aku hanya tahu kalau Nodens membuat itu dari teknologi dewa terdahulu.
Namun pembuatannya cukup memakan waktu. Nodens perlu waktu yang sangat lama dalam proses pembuatan sejumlah Homunculus itu untuk didistribusikan kepada seluruh pasukannya.
Aku tidak menyangka kalau menantuku juga bisa membuat hal-hal seperti itu, bahkan bentuknya bisa dimodifikasi.
Tapi, kami pernah mendapatkan sesuatu yang mirip, meski bukan Homunculus tapi fungsinya sama, sesuatu seperti boneka untuk kami gunakan jika ingin turun ke dunia manusia.
Jadi aku tidak terlalu terkejut.
Selain ke rumah menantuku, aku memang belum ingin pergi ke wilayah manusia. Tapi aku sudah menggunakan alat itu, dan ternyata itu cukup merawat energy-ku.
Yah, aku bisa membahas hal ini nanti ketika menantuku sudah kembali dengan selamat. Sekarang kami sedang melihat pertarungannya dengan Nodens yang dapat membuat jantung siapapun berdebar.
Sungguh, dia melakukan pertarungan yang sangat hebat.
Baik Nodens maupun Albert bergerak sangat cepat, sehingga pria bernama Niks harus mengontrol skillnya supaya dia bisa menangkap kecepatan mereka berdua.
Dia harus mengubah perspektif kami juga, supaya waktu bertarung mereka bisa disamakan dengan waktu kami yang sedang menontonnya.
Dan hasilnya, kami berada di dunia yang berbeda. Maksudku, waktu kami telah sepenuhnya berhenti. Menciptakan kondisi aneh yang tidak dapat aku jelaskan dengan wawasanku.
Niks tidak hanya menyesuaikan kecepatan Albert dan Nodens, tetapi juga mengubah waktu kami yang berada di sekitarnya untuk tetap sama dengan Albert.
Mungkin ini memang satu-satunya cara untuk bisa menyesuaikan diri kami dengan kecepatan Albert dan Nodens.
Tapi, ini terlalu menakjubkan!
Aku ingin sekali bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi, aku ingin penjelasan lebih. Tapi mereka bertiga, Freya, Merlin, dan Niks tampaknya sedang serius menyaksikan pertarungan Albert.
Aku jadi tidak memiliki keberanian untuk bertanya pada situasi ini.
Sungguh, apakah mereka memang sehebat ini? Mereka semua?
Namun tidak lama setelah itu, ketika aku masih dipenuhi dengan rasa kekaguman oleh keterampilan mereka, aku menemukan Merlin sedang memasang raut wajah yang mengerikan.
Iblis.
Ah, aku hampir saja mengucapkan kata itu dari mulutku. Untung saja itu masih tertahan di tenggorokan.
Tapi, ini memang mengejutkanku. Aku tidak pernah melihat Merlin menunjukkan wajah seperti itu sebelumnya.
Rasa kesal berlebihan yang terlukis jelas diwajahnya, dan dipenuhi dengan aura kebencian yang gelap.
Itu bukanlah wajah yang seharusnya wanita lemah lembut tunjukan seperti dirinya yang biasa. Itu agak menakutkan dan memberikan perasaan tidak nyaman.
"Me-Merlin, tenangkan dirimu! Ibu bisa melihat semuanya tahu!"
Freya tampaknya berusaha mencoba untuk menenangkan Merlin sambil melihat ke arahku dengan wajah bermasalah.
Sebenarnya, apa yang sedang terjadi? —Aku ingin sekali bertanya, tapi hatiku mengatakan untuk tetap diam memperhatikan, atau aku akan mendapatkan masalah.
Namun, aku bisa memastikan satu hal, yaitu Merlin adalah orang yang berbahaya!
Tampaknya, dia bukan wanita lemah lembut seperti apa yang aku nilai selama ini, aku telah ditipu oleh penampilannya!
"Uh...?"
"Huh?"
Merlin tiba-tiba kembali tenang, atau lebih tepatnya aura negatifnya menghilang. Tapi dia terlihat gelisah setelah itu.
Freya yang mengamati perubahan suasana Merlin sepertinya tampak mengetahui sesuatu.
Kemudian dia melihat ke arah layar monitor, membuatku terperdaya untuk melihatnya juga, dan menemukan Albert tampak lebih berbeda dari sebelumnya.
Ah, ini bukan soal penampilannya.
Aku sudah melihat perubahan Albert dan Nodens saat sedang mendapatkan Perlindungan Ilahi dari Divine Monster mereka masing-masing.
Tapi, aku tidak membicarakan itu.
Entah kenapa, suasana hati Albert dapat kami rasakan. Maksudku, Albert sedang mengenakan armor full plate, dimana wajahnya tertutupi oleh helm, namun entah kenapa aku tahu kalau dia sedang marah.
__ADS_1
juga, aku dapat melihat Albert menunjukkan aura yang sama seperti Merlin barusan.
Ah, mungkin aku bisa langsung tahu bagaimana perasaan Albert itu karena aku baru saja melihat Merlin mengeluarkan aura yang sama. Aura itu hanya dikeluarkan oleh mereka yang sedang kesal, atau lebih tepatnya marah.
Merlin marah ketika Albert diolok-olok oleh Nodens. Namun ketika Albert marah, Merlin terdiam seketika.
Perkembangan alur ini cukup rumit.
Aku kurang mengerti, tapi tampaknya itu merupakan semacam teknik pengembangan Haki yang keluarga mereka punya.
Haruskah aku bangga dengan ini? Tapi jujur saja energy-nya tidak begitu bersahabat, aku tidak begitu nyaman dengan itu.
"Itu tidak akan membuat kerugian apapun terhadap Albert, kan. Merlin?"
"Tentu saja, tidak. Jangan khawatir."
Freya mencemaskan Albert, dan Merlin mencoba untuk menenangkannya.
Dari pertukaran tersebut, aku bisa menyimpulkan kalau kekuatan misterius itu tampaknya merupakan hal baru bagi Albert.
Kalau tidak begitu, Freya pasti tidak akan mencemaskan Albert sampai kegelisahannya dapat jelas terlihat di wajahnya...
"Lihat, dia sudah kembali."
Merlin yang sedang menenangkan Freya memberitahu kami kalau aura negatif di tubuh Albert sudah menghilang.
Melihat hal itu membuat Freya menghela nafas, dan tubuhnya kembali melepas ketegangannya. Dia kembali tentang.
Huh, sebenarnya ada apa ini. Aku butuh penjelasan! Tapi aku harus bertanya kepada siapa? Mereka berdua sudah jelas telah melupakanku dan hanya fokus pada suami mereka!!
Sedangkan pria bernama Niks...
Ah, aku kurang mengenalnya.
Meski aku sudah diberi tahu tentang keberadaannya, tapi ini adalah pertama kali kami bertemu.
"Ibu, kamu baik-baik saja?"
"Ah, iya. Kamu juga sudah tenang?"
"Ehehe..."
Mungkin malu telah menunjukkan wajah tegangnya padaku, Freya tertawa untuk mencairkan suasana hatinya.
Yah, aku juga sedikit menggodanya, itu sebabnya dia tertawa.
Kembali ke layar monitor. Kami menemukan Albert sudah mengganti pakaiannya.
Atau tidak.
Kemungkinan besar perubahan tersebut diakibatkan oleh Haki gelapnya barusan.
Sekarang dia mengenakan zirah berwarna hitam penuh, yang sebelumnya berwarna silver kebiruan.
Senjata jenis gauntletnya juga berubah menjadi hitam, yang sebelumnya berwarna biru.
"Ah, Nodens baru saja melangkah mundur..."
Merlin memperhatikan gerak-gerik lawan suaminya.
Apakah Nodens takut setelah melihat Albert berubah?
Tunggu, aku baru saja menyadari satu hal.
Aku sekarang mengerti kenapa Nodens melangkahkan kakinya untuk mundur, dia pasti terkejut dengan perubahan Albert.
Tidak, daripada disebut perubahan. Itu lebih tepat disebut Mutasi!!
Albert baru saja membuat Divine Monsternya bermutasi di depan mata kami semua!!
Ini, tentu saja merupakan hal yang sangat mengejutkan, bahkan untukku. Tapi tampaknya, Merlin dan Freya tidak mengerti dengan situasinya. Justru mereka malah menertawakan Nodens yang terlihat ketakutan.
Karena aku berada di posisi yang sama dengan Nodens, aku tidak dapat menertawakannya. Ini bukanlah lelucon! Membuat Perlindungan Ilahi bermutasi itu merupakan sesuatu yang sangat ajaib! Itu seharusnya mustahil, aku bahkan tidak tahu kalau makhluk ini bisa bermutasi.
Aku yakin, Nodens pasti memikirkan hal ini juga, sama sepertiku.
Tapi, astaga! Masa bodo! Aku ada di pihak Albert, seharusnya sebagai mertua, aku mendukungnya.
Pria ini tidak sesederhana seperti yang terlihat, dia memiliki sesuatu yang lain di dalam dirinya. Aku sangat yakin akan hal ini.
Hebat, tidak aku sangka putriku bisa menemukan orang ini di dunia iblis dan menjadikan kami bagian dari keluarganya.
"Pertarungan yang lain sepertinya juga berjalan dengan baik."
Mungkin kekhawatiran akan keselamatan Albert sudah menghilang, mereka mengubah saluran untuk melihat perkembangan perang yang lainnya.
Suamiku mungkin sempat terpojok sebelumnya, tapi sekarang dia memegang kendali pertarungannya. Dia lebih sering menyerang dan bisa memojokkan lawannya.
Kemudian pria bernama Luminous, yang katanya kekuatannya dapat menandingi Albert, juga menguasai lawannya.
Dia dapat berpindah-pindah dengan cepat, menggunakan kakinya untuk menyerang lawan, dan membuat lawannya merasa depresi.
Aku bisa melihat kalau dia sedang mempermainkan lawannya, Pilar Surga kedua.
__ADS_1
Dia benar-benar pria yang bisa menandingi Albert tampaknya.
Lalu seorang gadis dari klan iblis, Titania.
Oh! Dia benar-benar menunjukkan perwujudannya sebagai iblis. Memiliki ekor panjang, sepasang sayap kelelawar, dan tanduk domba. Juga, gadis ini jadi lebih tampak eksotis dengan kulit hitam dan baju terbukanya.
Jujur saja, dia adalah salah satu dari bangsawan dunia iblis – dimana kasta mereka bisa disejajarkan dengan kami para Pilar Surga di khayangan ini – jadi aku tidak begitu mengkhawatirkan iblis ini sejak awal. Dia pasti bisa setidaknya untuk menghadapi Pilar Surga ke tiga.
Dan kenyataannya memang benar, dia bisa menghadapi atau bahkan bisa memojokkan lawannya, Pilar Surga ke-tiga.
Bertarung dengan gaya yang sangat liar, dia bergerak dengan sangat cepat sehingga pergerakannya tidak dapat dilihat dengan persepsi biasa.
Kemudian yang lebih hebatnya lagi, aku bisa merasakan Haki gelapnya yang mirip dengan punya Merlin dan Albert barusan.
Ini membuktikan kalau Haki ini adalah teknik rahasia milik keluarga mereka yang dapat diajarkan kepada orang lain.
Selanjutnya gadis bernama Kaguya.
Oh, gadis ini memiliki etiket yang paling bagus di antara semua orang, dan biasanya aku sering mengobrol dengannya karena dia ramah untuk diajak bicara.
Sekarang dia menunjukkan cara bertarungnya kepada kami, dan itu cukup mengesankan.
Dia bisa menyerang lawannya tanpa memperlihatkan bilah pedangnya secara langsung. Maksudku, setiap kali itu (katana) digunakan, pasti dia kembalikan lagi ke dalam sarung pedangnya. Membuat seolah-olah dia tidak pernah menunjukkan bilah pedangnya sama sekali.
Ini cukup unik dan berseni. Aku sangat suka dengan gaya bertarung Kaguya.
Musuhnya adalah Pilar Surga ke-empat, Silva. Pengguna pedang cambuk.
Gaya bertarungnya dapat dikatakan sebagai yang terumit di antara para pilar lainnya karena jenis senjatanya yang unik tersebut.
Tapi, dapat terlihat jelas kalau Kaguya lebih unggul daripada Silva.
Kupikir, ke-tiga orang di atas – Luminous, Titania, dan Kaguya – dapat digolongkan ke dalam kelas yang sama.
Sehingga Silva yang menempati posisi keempat tidak memiliki kesempatan melawan Kaguya.
Dan sebaliknya, jika posisi mereka ditukar, aku yakin Kaguya masih bisa menghadapi Pilar ketiga dan bahkan pilar kedua.
Tapi, masih ada satu orang lagi. Yaitu, Rin.
Rin bahkan tidak berkeringat sama sekali menghadapi lawannya, Pilar Surga ke-enam, Agatha.
Justru Agatha yang sangat putus asa menghadapi Rin. Dia terlihat seperti orang yang sedang menghadapi dinding beton. Apapun upaya yang dia lakukan sama sekali tidak berlaku untuk Rin.
Rin seperti monster bagi Agatha. Aku turut prihatin.
“Keras kepala sekali.”
“Diam! Jangan ambil Miura dari kami! Dia adalah teman kami yang paling berharga!”
“Hei, cara bicaramu seperti menuduh kami padahal Miura dengan sukarela mau ikut dengan kami.”
“Bohong! Aku tidak percaya itu! Jelas-jelas kalian memaksa dia!”
“Pria ini sangat menyebalkan. Aku ingin sekali membunuhnya!”
Di layar monitor, terjadi pertukaran dialog antara Sophia dan bawahan Nodens yang bernama Hastur.
Hastur merupakan salah satu jenderal pasukan istana termuda, dan bisa terbilang sebagai kekuatan nomor tiga di antara bawahan Nodens.
Namun tampaknya dia tidak bisa melewati Sophia.
Konflik mereka tentang Miura yang dibawa oleh Veronika dan Raphael yang menjauh dari medan pertempuran.
Sekarang keberadaan ketiga orang ini tidak diketahui, tapi Hastur masih bertekad untuk menjemputnya Miura.
"Um, haruskah kita memperbolehkan Hastur bertemu dengan Miura, dan menjelaskan situasinya. Tampaknya dia salah paham dengan mereka."
"Kalau kamu menginginkan hal itu, maka..."
"Aku, Miura, dan Hastur berasal dari generasi yang sama. Meski aku tidak begitu mengenal Miura tapi aku cukup mengenal Hastur. Dia orang dengan kepribadian baik."
Putriku, Freya, berdiskusi dengan Merlin.
Tampaknya Hastur telah menjadi temannya di perjamuan sosial yang kami para keluarga Pilar Surga adakan setiap tahun.
Dalam acara-acara seperti itu, tentu saja Freya akan mendapatkan setidaknya satu atau dua teman untuknya mengobrol, kan?
Yah, wajahnya yang sangat mirip sepertiku mungkin memang menjadi masalah untuknya.
Wajah ini dapat membuat orang lain salah paham kalau aku selalu menatap orang dengan sinis, padahal aku tidak memiliki sedikitpun niat untuk memusuhi orang lain.
Sejak aku tercipta di dunia ini, aku sudah memiliki mata sinis ini. Dan Freya sebagai anakku juga mewarisi mata yang tidak bersahabat ini.
Tapi, untungnya dia memiliki teman.
"Kalau begitu, kita hubungi saja mereka. Suruh mereka menjelaskan situasinya kepada dia juga. Niks, tolong lakukan itu."
"Baik."
Dan dengan cepat Merlin menyetujui permintaan Freya.
Kalau tidak diklarifikasi secepatnya, sepertinya Hastur akan mendapatkan masalah.
__ADS_1
Aku tidak tahu apakah dia bisa bereinkarnasi kembali atau tidak, tapi dia sudah berada dalam [Legendary-class]. Yang mana mungkin untuk anak ini bisa bereinkarnasi kembali.
Tapi tentu saja itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga mati di sini akan memberikan masalah, apalagi kami tidak tahu dia bisa bereinkarnasi kembali atau tidak.