
Apa itu posesif?
Apakah itu sejenis sifat yang sedang ditunjukkan oleh Hydra sekarang?
Kalau memang iya, maka keluarga kami semuanya memiliki sifat tersebut.
Kembali ke pembicaraan tentang kepengasuhan Victoria kecil.
Sebelumnya, aku ingin menyerahkan Victoria kepada Merlin, tetapi Hydra menentangnya.
Dia merebut Victoria, dan menjaganya seperti gadis itu miliknya sendiri.
"Kamu memang bisa merawat anak kecil?"
"Bisalah! Memangnya apa yang aku tidak bisa?"
"Kau tidak memiliki pengalaman tentang ini, kan?"
"Aku sudah melihat cara kalian merawat anak kalian. Jadi aku sudah paham, itu tidak terlalu sulit."
Ya. Itu memang tidak terlalu sulit karena Atla, Eren, dan Alice sejak awal adalah tipe anak yang penurut. Tapi bagaimana dengan Victoria?
Kalau Hydra salah dalam mendidiknya, Victoria mungkin akan tumbuh menjadi monster. Bukan makhluk baik seperti anak di dalam idealisme kami.
Ini pembicaraan yang terlihat sepele, tetapi sebenarnya ini kasus yang cukup serius.
Kalian bisa bayangkan jika salah satu anak kalian menjadi penjahat karena mengambil jalan hidup yang salah dan harus di hukum. Semua orang tua di dunia manapun pasti khawatir akan hal tersebut.
Dan berbeda dengan manusia, semua anak kami sebenarnya adalah monster. Tidak ada satupun di antara mereka yang bisa dianggap remeh.
Kesampingkan kekacauan yang akan mereka lakukan jika mereka berbuat kesalahan. Yang kami khawatirkan adalah jika kami harus membunuh mereka demi kedamaian dunia.
Ahh~ aku sering mendengar cerita itu dalam mitologi dewa-dewi di bumi. Jika aku dalam posisi tersebut sebagai orang yang menghukum anaknya sendiri, aku mungkin akan menjadi gila.
"Anda berpikir terlalu berlebihan, Master! Victoria tidak akan menjadi monster di bawah asuhanku."
Hydra membaca pikiranku.
"Aku akui, aku memang terlalu berlebihan kali ini. Lagian, kamu tidak memiliki hati yang kejam untuk mendidik seorang anak menjadi monster. Tapi tetap saja..."
"Master, aku bisa tahu apa yang sedang Anda pikirkan tentangku, tahu! Anda sangat tidak sopan!!"
Dia marah setelah membaca pikiranku.
Ternyata, sangat sulit menyembunyikan wajahmu di depan seorang esper.
"Lupakan itu. Apa kamu serius ingin merawat Victoria?"
"Tentu saja aku serius! Tapi aku ingin Anda tidak memberitahukan tentang keberadaan Victoria kepada kedua istrimu."
"Kenapa?"
"Aku tidak ingin anak ini direbut oleh mereka!"
Ah, begitu rupanya. Ternyata dia takut Victoria diambil oleh orang lain.
Mungkinkah dia berpikir kalau Victoria itu adalah anaknya sendiri?
"Iya, aku berpikir begitu."
Untuk kesekian kalinya, Hydra membaca pikiranku kembali.
"Apa kamu tidak bisa menahan diri untuk tidak membaca pikiranku? Setidaknya, beri aku sedikit ruang untuk berpikir!"
"Kita ini berbagi jiwa, mau bagaimana lagi, kan!?"
Entah kenapa, kami seperti orang bodoh yang selalu membahas masalah-masalah kecil.
Ah, apakah ini perasaan yang dinamakan "bertarung dengan diri sendiri"?
Aku merasakannya sekarang, ini sangat menyebalkan.
"Itu semua karena kesalahan Anda sendiri, jangan bawa-bawa diriku ke dalam masalah Anda."
"..."
Ok. Kesabaranku bisa habis kalau ini diteruskan.
Mari kesampingkan mereka.
Aku membolehkan Hydra mengurus Victoria dengan syarat dia harus bisa membuat Victoria berbicara, jadi sekarang dia sedang berusaha untuk membuat Victoria berbicara.
"Hmph, itu mudah. Aku akan mengajarkan anak ini berbagai hal." —Dia mengatakan hal seperti ini dengan nada sombongnya.
Terlihat tidak begitu meyakinkan.
Sementara itu, diriku – atau pikiranku yang lain, yaitu Paralel Mind – sedang berusaha memproses semua informasi yang baru saja kami dapatkan, yaitu tentang pecahan pengetahuan dunia.
Itu adalah kelebihan dari skill tubuh ganda, tapi yang aku gandakan hanyalah kehendaknya saja, tidak dengan tubuhnya.
Itu bisa membuatku memiliki dua kehendak di dalam satu tubuh, mirip seperti kepribadian ganda.
Kemampuan ini sangat berguna karena aku bisa memikirkan dua hal berbeda dalam satu waktu. Sejujurnya, aku hanya bisa mengendalikan satu, tapi Hydra sejak awal dilahirkan sudah bisa mengendalikan sembilan kehendak.
Bukankah dia hebat? Super komputer yang bisa berjalan. Sejak dulu, aku selalu menyebutnya seperti itu.
"Ayo, Victoria! Katakan "ibu"!"
"Ayo, aku tahu, kamu pasti bisa."
"Ibu! I-B-U, IBU!
Seseorang sedang berusaha membuat Victoria berbicara.
Ahh... Ternyata dia benar-benar menyebut dirinya seorang ibu. Apakah salah satu kepalanya ada yang rusak?
"Hm!?"
"Ah, tidak..."
Hydra baru saja memelototiku. Dan aku langsung membuang muka.
__ADS_1
Bagaimana ini, aku agak kesian dengan Victoria.
"Hei, boleh aku berbicara sebentar dengannya?"
"Tidak boleh!"
"Hah? Kenapa tidak boleh?"
"Victoria baru saja mau mengucapkan sesuatu barusan!"
"Apa-apaan itu, cepat serahkan Victoria padaku. Aku hanya ingin mengatakan beberapa hal kepadanya."
Aku memaksanya, dan pada akhirnya Hydra mau menyerahkan Victoria padaku.
Di depanku, Victoria kecil – yang wajahnya tertutupi rambut – berdiri tegap tanpa mengatakan apapun.
Aku tidak tahu apakah dia tidak ingin bicara, atau dia memang tidak mengerti. Tapi...
Aku mengambil sisir dan mulai merapihkan rambutnya.
Di sisi lain, Hydra memperhatikanku dengan muka yang menyebalkan. Jadi aku mengabaikannya.
Setelah rambut Victoria rapih dan lurus, aku dengan tegas mengambil gunting dan langsung memotong rambut yang menghalangi wajahnya.
Sejak awal aku agak risih dengan rambut itu, jadi tanpa pikir panjang langsung aku potong dan kubentukkan poni yang bagus.
"Fumu, seperti ini lebih bagus. Sekarang wajah lucunya bisa selalu kita lihat."
Aku melakukan sihir untuk membuat cermin, dan kemudian aku tunjukkan wajah manisnya kepada dirinya sendiri.
"Lihat, kamu sangat manis, Victoria!"
Victoria melihat wajahnya sendiri di dalam cermin. Dan tanpa sadar membelalakan matanya.
Pasti terkejut melihat wajah sendiri untuk pertama kalinya, kan?
"Gimana Victoria? Kamu menyukainya? Kalau suka, anggukan kepalamu seperti ini."
Aku mencontohkan caranya mengangguk.
Jika dia tidak bisa berbicara, maka gunakan saja bahasa isyarat.
Setelah aku menunjukkan caranya mengangguk, Victoria mengikutinya. Ini tidak terlalu mengejutkan karena sejak awal Victoria bisa memahami bahasa kami.
"Yah, intinya anak ini tidak memiliki masalah dalam komunikasi. Aku tidak tahu kenapa dia tidak mau berbicara, tapi itu bukan masalah. Jadi, biarkan saja dia seperti ini."
Aku berbicara dengan Hydra.
"..."
Namun tidak ada tanggapan darinya.
"Huh? Ada apa?"
"A-Aku pikir Anda benar."
"Hm?"
"Aku sepertinya tidak bisa mengurus anak-anak. Maafkan aku karena telah bersikap egois, Master..."
Memang terlihat mudah melihat orang lain mengurus anak mereka, tapi sebenarnya butuh keahlian untuk melakukan hal tersebut.
Yah, ini hanya masalah pengalaman, kan?
"Kupikir, Victoria juga mau dirawat olehmu. Ya, kan. Victoria?"
"Mm~Mm."
Victoria mengangguk berlebihan lagi setelah aku mendesaknya.
Apakah anak ini hanya bisa mengangguk, atau dia memang setuju untuk tumbuh bersama Hydra? Aku khawatir.
"Tapi saya..."
"Dengan Victoria, kamu bisa lebih mengenal sifat anak-anak. Tapi yang terpenting sekarang adalah Victoria hanya ingin bersama denganmu."
Benar. Ini bukan masalah bisa atau tidaknya Hydra. Jika Victoria mau bersama dengan Hydra, maka semua akan baik-baik saja.
Ini bukan seperti Hydra kekurangan uang untuk memberikan Victoria kebahagiaan. Aku ada bersama dengannya kalau mereka membutuhkanku.
Huh?
Tiba-tiba Hydra senyum-senyum sendiri.
Anak ini, diam-diam membaca pikiranku lagi, kan? Sayangnya aku tidak bisa membaca pikirannya.
Bukan karena tidak bisa, tapi karena tidak ingin. Dia memiliki sembilan Pararel Mind yang sangat sulit sekali dikendalikan. Jika aku masuk ke dalam domainnya, aku mungkin akan kehilangan arah lagi seperti tadi.
"Baiklah, aku sudah selesai menguraikan informasinya. Maaf, untuk sekarang aku ingin menyelesaikan urusanku dengan Nodens dulu. Victoria, mau bertarung bersamaku?"
Aku sebenarnya khawatir dengan Victoria, apakah dia bisa menahan serangan pedang langit milik Nodens atau tidak. Tapi menurut dugaanku, Victoria adalah sejenis senjata setingkat armor Hydra. Itu berarti dia seharusnya sama kuatnya dengan pedang langit itu.
"Hm~Hm!"
Victoria mengangguk berlebihan lagi. Tapi karena kali ini dia terlihat sangat antusias, maka aku akan menganggap bahwa dia menantikan hal ini juga.
"Master, apa Anda hanya membutuhkan Victoria?"
Seorang perempuan di sisi lain tampak cemburu dengan Victoria.
"Iya, iya, aku juga membutuhkanmu. Kalian berdua, tolong berikan kekuatan kalian. Bantu aku mengalahkan Nodens!"
"Siap!"
"Mm!!"
Dengan begitu, Hydra dan Victoria kembali ke entitas asli mereka, senjata tingkat [Mythical-class] dan item special [Legendary skin].
\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=
Kami kembali ke tanah dan langsung berteleport ke tempat dimana Nodens berada.
__ADS_1
Aku tidak langsung menggunakan kemampuan baruku karena meskipun aku sudah paham caranya, aku masih belum terbiasa menggunakannya.
Jadi, menggunakan sesuatu yang belum aku kuasai, hanya akan menghambat pertarunganku.
Tapi setidaknya, aku masih bisa menggunakan Haki dengan elemen baru tersebut. Ini sangat kuat dan agak mengagumkan juga.
Dan karena tubuhku mengalami peningkatan, aku merasa dapat memenangkan pertarungan ini hanya dengan tinju.
Tapi, malaikat adalah entitas spiritual. Dengan kata lain, Nodens beserta Charybdis yang ada di dalamnya merupakan sebuah gumpalan energy.
Hanya dengan menghancurkan pertahanan jiwanya tidak akan membuatnya mati. Mungkin saja dia bisa bangkit di suatu tempat dan melakukan pembalasan dendam. Ini sangat menakutkan.
Namun, aturan dunia ini tentang ketika dewa saling bertarung dan kemudian salah satu di antara mereka kalah hingga mati. Maka pihak yang kalah tidak akan bisa bangkit kembali. Mereka akan benar-benar lenyap dari seluruh dunia ini.
Jadi, selama aku tidak melakukan kesalahan, maka semuanya akan baik-baik saja.
"Apa-apaan itu!? Bagaiamana kau bisa mendapatkan kekuatan itu!?"
Oh, akhirnya Nodens bangkit dari keterpurukannya.
Kalau tidak salah, aku telah meninjunya cukup keras. Hingga membuatnya terhempas jauh keluar dinding pertahanan istananya dan berguling-guling di tanah.
Tapi, meskipun dia sudah mengalami hal menyulitkan tersebut, tubuhnya masih tetap bersih. Aneh.
Kita bisa menghiraukan itu dan mari bersiap untuk melawan Nodens.
Aku mengambil sikap bertarung karate.
Tidak, aku sebenarnya tidak tahu apakah posisi ini sudah benar atau belum karena aku tidak mendalami seni beladiri tersebut. Aku hanya pernah melihat orang meregangkan kakinya seperti ini dan mengatakan itu adalah salah satu sikap kuda-kudanya.
Sebenarnya aku hanya ingin tampil keren di hadapan Nodens. Dan ini terlihat efektif karena Nodens terlihat ketakutan.
Cuma satu hal yang ingin aku tanyakan, yaitu bagaimana caranya maju dalam posisi ini.
"Cih. Aku tidak percaya ini! Hyaaahhh!!"
Nodens berteriak untuk membakar semangatnya. Itu adalah cara terbaik untuk mengatasi ketakutan dalam drimu.
Namun seluruh tubuhnya melepaskan energy besar. Terlihat seperti ingin melakukan sesuatu.
Aku menjauh darinya secepat mungkin agar energy destruktifnya tidak menenggelamkanku.
Dan kemudian energy pelepasan tersebut semakin membesar, lalu membuat sebuah bentuk yang terlihat seperti makhluk hidup.
Tunggu! Jangan-jangan dia akan mengambil wujud Charybdis?
«Master! Ini bukan waktunya untuk terkejut!»
Hydra berteriak di dalam kepalaku.
"Kamu benar. Kelihatannya Nodens tidak akan segan-segan lagi."
«Master ingin mengambil wujudku?»
"Tentu saja! Ini adalah saat yang tepat untuk menunjukkan kehebatanmu, kan?"
«Hmph!»
(Eh?)
Aku ingin menyombongkan Hydra kepada semua orang. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk menunjukkan hal tersebut.
Dan, meskipun Hydra tidak selaras denganku, aku tahu kalau dia sedang merasa senang.
Nodens mengambil bentuk Charybdis. Divine Monster ketiga yang terkenal kuat sama seperti Leviathan.
Bentuknya mirip-mirip seperti naga. Bersayap besar, putih, dan bersisik. Dia adalah makhluk berkaki empat yang lebih ke kelas vertebrata.
Ini pertama kalinya aku melihat kadal raksasa bersayap. Tapi, dia sangat indah.
Warna putihnya bercahaya seolah-olah semua tubuhnya terbuat dari berlian.
Jika dibandingkan dengan Hydra, yang merupakan Divine Monster pertama, Charybdis unggul dalam aspek keindahannya.
«Master, Anda baru saja memikirkan hal yang tidak sopan tentangku, kan?»
"Tidak, kok. Cuma perasaanmu aja."
Hydra sangat sensitif terhadap hal-hal seperti itu.
«Hmph! Apa Anda sudah lupa kalau saya sudah berevolusi?»
"Oh. Apakah itu mengubah tubuhmu?"
«Kenapa Anda tidak lihat sendiri?»
Anak ini... Aku tidak tahu kalau peningkatan sebelumnya juga dapat mengubah bentuk Hydra.
Aku akan bersyukur kalau dia tidak bertambah gemuk.
"Master sangat tidak sopan!!!"
"Ah, sakit!"
Kesadaran Hydra baru saja memukul kesadaranku.
Itu aneh dan sangat mengejutkan. Aku tidak tahu kalau kesadaran kami bisa saling memukul satu sama lain dan bisa merasakan sakit.
"Apa-apaan itu, apakah itu kemampuan baru juga?"
«Tentu saja, bukan! Dasar, Master bodoh!»
"Aduh! Sudah kubilang, itu sakit, tahu!"
Kesadaran kami membuat kerusuhan di alam bawah sadarku.
Kalau itu bukan kemampuan baru, itu artinya hal tersebut adalah kemampuan bawaanku yang tidak aku ketahui.
Sementara itu. Di pojok ruangan kesadaran kami ini, ada seorang gadis kecil sedang menyaksikan pertengkaran kami dalam diam.
Dia adalah neng Victoria.
__ADS_1
Dia mungkin sedang heran dengan apa yang terjadi. Kesadarannya terpisah dari tubuh aslinya, membuat dia kebingungan dan selalu menatap ke segala arah untuk mencari jawaban.
Itu agak lucu. Semua orang akan memiliki reaksi yang sama ketika masuk ke tempat ajaib seperti ini.