Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Bab 20. Kekeluargaan.


__ADS_3

Aku berjanji tidak akan meninggalkan kamu lagi...


Arghhh!! Apa-apaan itu? Aku berjanji kepada merlin tanpa berfikir panjang!


Padahal, aku sudah tau kalau aku bukan karakter di dalam game tapi aku masih berani menjanjikan itu?


Sekarang, aku harus mengatakan apa padanya kalau aku tidak memiliki skill atau teknik yang dimiliki oleh karakter aku?


Apakah aku harus berbohong lagi di sini?


Tidak, aku tidak ingin adanya kebohongan lagi, itu sangat melelahkan.


Saat ini, merlin sedang memeluk aku, kepalanya bersandar pada dadaku.


Aku tidak tau harus merasa senang atau — sedikit merasa — buruk.


Bagaimana aku harus mengatakannya, ini seolah-olah aku adalah bantal guling untuk merlin, atau semacam boneka besar untuknya.


Jika dia rindu denganku, dia seharusnya berbicara atau melakukan sesuatu untuk membuat kerinduannya terbayarkan, tidak hanya dipeluk seperti ini selama belasan menit!


Ya, sejak dia menciumku, dia sudah tidak berkata apa-apa lagi dan hanya berakhir dengan hanya pelukan yang tidak berkesudahan.


Memangnya aku hanya semacam properti? Dan, akan seperti apa hubungan kita kedepannya, aku sedikit ragu.


Baiklah, sebagai pria, sepertinya aku harus mengambil langkah tegas.


"kamu sudah tenang 'kan, merlin? Bagaimana kalau kamu melepaskan aku?"


"sebentar lagi..."


"aku tidak keberatan diperlakukan seperti ini, tapi bagaimana aku harus berbicara dengan mereka?"


Benar, hydra sudah membangunkan ketiga npc yang tersisa.


Aku mengatakan "kenapa kamu membangunkan mereka?" melalui telepati, dan hydra menjawab "saya benar-benar bodoh menganggap semua berbahaya karena keraguan master, ternyata master hanya ingin berdua-an dengan wanita, sungguh laki-laki memang sesuatu." seperti itu.


Dia menegur aku seolah-olah aku adalah laki-laki buaya darat yang banyak akal. Padahal, mana bisa aku memprediksikan kejadian yang begitu menakjub-- tidak, maksudku begitu mengejutkan seperti itu.


Akhirnya, merlin melepaskan aku dari pelukannya, dan nampaknya dia sedikit tidak senang dengan itu.


Ketiga orang yang sudah menunggu kami — william, ignis, dan leon — memiliki mata yang sedikit berair-- bukan, mereka bertiga memang sedang menangis.


Mereka berteleport ke arah aku dan langsung berlutut seperti seorang kesatria. Semua jadi terlihat mewah jika mereka terus-menerus menggunakan teleport hanya untuk bergerak di jarak 10 meter.


"""selamat datang kembali, my lord (tuanku) !"""


Sambil menahan sedih, mereka menyambut aku dengan tegas.


Setelah aku tau semua yang dialami oleh merlin, aku menjadi dapat mengetahui kenapa mereka menangis.


Alasannya mungkin tidak jauh berbeda dengan merlin tetapi kalian semua 'kan laki-laki, kenapa kalian menangis seperti itu?


William terlihat sedang menahan tangisannya tetapi air matanya tidak bisa berhenti mengalir, itu sama halnya dengan ignis. Lalu, leon, dia benar-benar menangis dan terisak. Aku pikir, untuk leon yang terlihat anak-anak masih berada di batas normal untuknya menangis.


Apakah aku harus memeluk mereka supaya tenang seperti halnya dengan yang aku lakukan pada merlin?


"ya, aku pulang. William, ignis, leon. Dan... Kenapa kalian menangis seperti itu?"


"kami benar-benar merindukan kepulangan anda, tuan."


William sebagai yang tertua mewakili mereka untuk berbicara, dan mereka mengangguk sebagai tanggapan.


Aku menghampiri leon, karena dia yang termuda dan aku mengelus kepalanya.


Sebagai tanggapan, kupingnya bergerak-gerak dan ekornya menggeliat seperti cacing kepanasan.


"apa kamu tidak ingin memeluk aku?"


Aku menganggap leon seperti adik laki-laki. Dan, dia sepertinya sangat senang ketika aku memberikan penawaran seperti itu dan mulai memeluk aku sambil berteriak "tuan!", dan entah mengapa, william dan ignis terlihat sangat ingin memeluk aku juga. Jadi, aku juga mengajukan penawaran yang sama kepada mereka dan mereka berdua langsung memeluk aku sama halnya seperti yang dilakukan oleh leon.


Itu adalah pelukan dengan rasa rindu yang sangat besar, jadi di beberapa tempat mereka menekan aku dengan kekuatan npc level maksimalnya.


Setelah tangisan mereka berhenti dan digantikan dengan senyuman, aku ingin membicarakan sesuatu tetapi sama halnya dengan merlin mereka tidak ingin melepaskan aku begitu saja.


Dan, di sanalah suara lembut muncul.


"kalian, sudah cukup."


Merlin memperingati mereka, suaranya lembut tetapi aku merasa mereka bertiga — yang sedang memeluk aku — sedikit tersentak dan membuat wajah terkejut.


Aku tidak tau kenapa tapi mereka mulai melepaskan pelukannya dan mulai berdiri dengan rapih.


Yah, aku tidak peduli. Itu akan baik-baik saja selama mereka mau melepaskan aku.

__ADS_1


"baiklah, dengarkan aku baik-baik, sebenarnya ada hal serius yang harus aku beritahu kepada kalian."


"sesuatu yang serius? Apakah ada serangan dari player lain?"


Merlin mendekat ke samping aku dan yang lainnya mulai membuat wajah serius.


Aku sedikit terkejut kalau sesudah menangis mereka bertiga bisa membuat wajah yang seperti itu, aku bahkan sempat berfikir kalau semua kesedihan itu hanya kepalsuan belaka tetapi aku ingat kalau kehidupan mereka sebelumnya adalah cerita tentang dunia perang di dalam game. Jadi, mungkin aku bisa menyebut itu adalah sikap yang normal.


Baiklah, aku mulai mengatakan semua yang terjadi di sini, seperti halnya kastil ini dan aku yang dipindahkan ke dunia ini memiliki jeda waktu yang berbeda. Lalu, semua karakter berbayar yang disediakan oleh pihak game dianggap sebagai eksistensi dari dunia ini, jadi mereka tidak mengenal kami.


Ngomong-ngomong, karena mereka — merlin, william, ignis, dan leon — adalah npc yang aku buat, mereka mungkin masih dianggap benda milikku oleh pihak game dan masuk ke dalam yurisdiksi pengawasan aku.


"pantas saja, aku hanya merasakan sedikit aura kehidupan di kastil ini." (william)


"semua orang tidak mengenal kami?" (merlin)


"dan, semua pasukan menghilang." (ignis)


"tunggu, aku tau ini akan terjadi. Aku seharusnya menabung untuk dana pensiunan aku ketika masih berperang. Sekarang aku tidak tau harus bekerja apa untuk mencari uang." (leon)


Kecuali leon, semua orang memiliki wajah yang sedang bingung dan heran.


Leon mengatakan kegelisahannya yang sedikit menyimpang dari topik tetapi dia sadar dengan pentingnya uang.


Sebenarnya, aku punya banyak uang di inventarisku dan karena aku menganggap dia sebagai adik laki-laki atau bahkan anakku sendiri karena aku yang membuatnya jadi aku pikir aku akan bertanggung jawab untuk masalah keuangannya. Namun, dia masih terlalu muda untuk memikirkan masalah pensiun.


"bagaimana dengan freya?"


Merlin bertanya tentang freya. Di party kami dalam game, freya selalu ikut andil dalam bagian berburu jadi mungkin mereka akrab karena itu.


"dia... Juga, tidak mengenal kita karena dia adalah penduduk asli dari dunia ini, dan kita hanya dianggap "orang asing dari dunia lain" oleh mereka."


Setelah aku mengatakan itu, merlin memegang tangan kananku dan dia membuat raut wajah yang — seperti merasa — prihatin.


Matanya yang berwarna merah sedikit berkaca-kaca dan sepertinya dia benar-benar merasa prihatin dengan freya. Dengan sikap yang seperti itu aku yakin dia sangat peduli dengan freya.


"tenanglah, walaupun dia tidak mengenal kita tapi dia masih hidup sehat di kastil ini."


Artinya, kita masih bisa membuat hubungan baru dengannya. Mungkin mereka sudah membuat banyak kenangan dengan freya ketika masih di dalam game tetapi kita tidak bisa mengubah apapun jika sudah terjadi seperti ini. Dan, merlin sebenarnya mengerti dengan itu tetapi tampaknya dia masih tidak terima dan memeluk tanganku sambil menyenderkan keningnya di dekat bahuku.


"dan, sebenarnya aku ingin jujur kepada kalian kalau aku... Sudah tidak memiliki skill."


Aku harus jujur di sini dan membiarkan mereka yang membuat keputusan bagaimana mereka akan melihat aku.


Merlin terkejut dan melihat ke arahku.


"apakah anda mereset ulang kemampuan anda?"


Pertanyaan ortodoks dari william.


Sungguh, aku sangat resah karena mereka selalu membahas atau menyangkutkan pembahasan apapun dengan yang ada di dalam game.


Aku ingin sekali kalian berhenti berbicara tentang game dan berbicaralah menurut norma dan asas yang ada di dunia ini, tapi mau bagaimana lagi karena mereka sebelumnya adalah npc.


"ya, itu mungkin benar. Jadi, sekarang aku adalah seorang pemula."


Baik, aku melarikan diri dengan itu.


"tapi, mana yang anda miliki sangat banyak." (merlin)


"ya, ini lebih banyak dari yang sebelumnya." (william)


"apakah anda memiliki semacam kemampuan baru?" (ignis)


"ohh, jadi begitu. Aku yakin anda pasti mempunyai peran baru yang sangat menakjubkan, oleh karena itu anda rela mereset kemampuan anda, benar, 'kan?" (leon)


Sebuah pemikiran positif muncul dari leon, dan semua orang yang mendengarnya mengatakan "ohhhh!" seperti apa yang dipikirkan oleh leon dapat diterima oleh mereka dan itu adalah hal yang menakjubkan.


Itu membuat semuanya menjadi jelas tetapi itu juga akan menjadi suatu kebohongan yang solid untukku.


Yah, ini bukan seperti aku bisa memikirkan opsi lain untuk mengatasi masalah tentang aku dan karakterku, jadi hal seperti itu akan lebih bagus dan baik diterima untuk mereka.


Setelah itu, kami membahas tentang hal-hal yang kami lakukan ketika aku masih bermain game.


Ternyata, banyak hal konyol yang terjadi di antara para npc, dan karena aku adalah pemain — aku tidak tau kalau hal-hal kecil sering terjadi diantara para npc.


"kamu pernah terjebak di rumput aneh dan tidak bisa keluar 'kan, william?" (merlin)


"ugh, itu adalah pengalaman yang pahit." (william)


"ya, rumput itu sangat aneh. William sampai mengalami kesulitan karena mengurus tanaman itu." (leon)


"mau bagaimana lagi, pakaianku seperti menyangkut di sana dan aku sudah berusaha untuk menyingkirkan tanaman itu dengan tongkatku." (william)

__ADS_1


"aku sempat berfikir untuk membakarnya." (ignis)


"hentikan itu, aku akan berakhir menjadi daging panggang jika kau melakukannya." (william)


Mereka pasti sedang membicarakan tentang "bug" di rumput. Mereka tertawa dan benar-benar sudah melupakan topik pembahasan yang sebelumnya.


Tetapi, aku sangat senang melihat mereka begitu akrab. Entah kenapa, suasana ini sangat nyaman untukku.


Mungkin, aku tidak membuat pilihan yang salah ketika berjanji kepada merlin.


Kami semua terus mengobrol cukup lama, aku bahkan tidak tau apakah kami sudah melewatkan waktu makan malam?


Dan, ketika aku memikirkan itu, telinga leon sedikit bergerak.


"ada seseorang di depan ruangan."


Leon memberi sebuah informasi.


Merlin, william, dan ignis tiba-tiba memancarkan suatu gelombang, dengan "whooosh" itu menyebar keseluruh ruangan.


Meskipun hal-hal seperti itu tidak ada di dalam game, tapi aku tau kalau mereka sedang mengaktifkan semacam skill pendeteksi dan alasan kenapa leon bisa menyadari keberadaan seseorang itu mungkin karena sesuatu yang dinamakan insting atau intuisi hewan.


"ah, dia ingin kabur!"


"Sudah jauh-jauh datang ke sini tetapi dia malah pergi?"


"aku akan mengejarnya."


Mereka semua sangat bersemangat, tapi aku tau kalau orang yang baru saja datang pasti adalah orang-orang endrin, freya, atau yang lain.


"jangan menakutinya dan bawa saja dia ke sini, leon."


Aku memperingatinya, leon mengerti dan langsung menghilang. Akan jadi masalah jika pada saat leon melihat tersangka yang tidak dikenal — dia langsung mengalahkannya.


Ketika leon kembali, dia membawa seorang pria yang sedang ketakutan dan menjatuhkan orang itu ke lantai.


"bukankah dia endrin!?"


"pria yang sangat menjijikan. Biarkan aku membunuhnya, tuan."


"ya, dia sudah membuat suamiku kesusahan."


Semua menjadi berdarah di sini.


Terakhir aku log-in ke dalam game, aku menyelesaikan urusanku untuk melawan endrin yang menjadi bos kastil dan mengambil kastilnya. Jadi, mungkin karena itu mereka semua sangat kesal dengannya.


Jujur saja, aku juga kesal, bahkan sangat kesal, tapi semua sudah berakhir dan endrin juga sedang dimanipulasi oleh lexo jadi aku tidak bisa menyalahkan dia sepenuhnya.


Setelah mendengar apa yang merlin dan yang lainnya katakan, endrin menjadi semakin pucat dan dia mulai berkeringat dingin.


Melihat sikapnya yang seperti itu aku menjadi merasa kasihan.


Mau bagaimana lagi, merlin dan yang lainnya adalah npc dengan level maksimal di dalam game, dengan kata lain mereka sudah berada di puncak kekuatan. Dan, jika dibandingkan dengan endrin perbedaan level mereka sangat jauh, bahkan aku akan tau tanpa menggunakan skill untuk melihat jumlah mana di antara mereka.


"hei, apakah tidak ada yang ingin kamu katakan?"


Ekor leon memukul kepala endrin dengan *pat* untuk menyuruhnya berbicara.


Menurut aku itu sedikit lucu tapi bagi endrin itu mungkin adalah sebuah ancaman karena aku sempat melihat endrin mengatakan "hiii!!" dengan histeris.


Endrin dengan tergesa-gesa langsung bersujud dengan kepalanya menyentuh tanah di depanku, itu adalah pose seseorang sedang meminta maaf.


"t-tolong ampuni saya, saya tidak bermaksud untuk menganggu anda sekalian!"


Endrin sangat putus asa.


Jika posisi kami tertukar, mungkin aku juga akan bersikap sama seperti itu.


"sudah, kau bisa mengangkat kepalamu. Dan, apa kau sudah baikan? Apakah kau masih dimanipulasi, endrin?"


Setelah aku mengatakan itu, endrin mengangkat kepalanya tapi dia masih berkeringat.


"ya, s-saya sudah terlepas dari sihir itu. Saya juga... Sadar dengan apa yang saya lakukan. S-saya sangat minta maaf... T-tolong maafkan saya, tuan."


Sambil gemetar seolah-olah tremor. Endrin berusaha untuk meminta maaf padaku.


"tenanglah, tidak perlu takut seperti itu. Aku jadi merasa tidak nyaman melihatnya. Juga, aku tidak terlalu mempermasalahkan itu sekarang, jadi... Ya, aku akan memaafkan kamu."


Malahan, karena endrin, aku jadi bisa bertemu dengan merlin dan yang lainnya, aku seharusnya berterima kasih padanya.


Jika aku tidak dibawa ke sini, bagaimana dengan nasib mereka nanti? Sebagai orang yang membuat mereka, aku merasa memiliki tanggung jawab untuk itu.


Walaupun, aku juga memikirkan bagaimana keadaan keluargaku di bumi tapi aku sudah besar dan sudah waktunya bagi aku untuk keluar dari sayap orang tua.

__ADS_1


__ADS_2