Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Persiapan #2.


__ADS_3

Di dalam tenda, Kaisar Frederick mengadakan rapat strategi bersama para perwira dan penasihatnya sebelum berperang.


Isi pembicaraan membahas tentang lima benda aneh yang baru saja tiba di atas benteng Kerajaan Herunia.


Setelah tiba, benda itu tidak bergerak sedikitpun dan tetap stabil melayang di udara.


Itu memang benda aneh, tapi melihat mereka bisa tetap menjaga ketinggian tetap, mereka bukanlah benda biasa dan memiliki cukup energi untuk mempertahankan posisinya di udara.


"Bagaimana dengan hasil analisis kekuatan lawan, apakah tim pengumpulan informasi sudah mendapatkannya?"


Roy bertanya kepada para perwira. Seperti biasa, dia berdiri di samping Frederick sebagai penasihatnya.


"Saya sudah mendapatkan laporannya, bahwa kelima benda itu memiliki sejumlah energi setara dengan makhluk peringkat S."


Pemimpin dari tim informasi menjawab.


Mendengar informasi ini membuat seluruh jenderal dan penasihat merasa tentang.


Jika itu hanya berada di peringkat S, maka mereka sudah pasti bisa menanganinya. Sejak awal, mereka memang telah memikirkan bagaimana cara mengatasi naga atau monster lain dengan kekuatan sebesar itu.


Terlebih lagi, jumlah mereka hanya ada lima. Pasukan Wizard Kekaisaran mereka pasti bisa dengan mudah menumbangkan kelima benda aneh itu.


Meski benda itu bisa terbang, itu bukan berarti mereka memiliki keunggulan luar biasa, kan. Naga juga bisa terbang, tetapi mereka tetap bisa dikalahkan.


Jika lawan ingin bertarung, lawan harus mendekat ke pasukan ini. Namun jika mereka berani mendekat ke sini, Pasukan Wizard Kekaisaran pasti tidak akan tinggal diam dan akan melancarkan serangan gabungan skala besar.


Frederick dan Roy sangat mengerti hal ini. Namun, entah kenapa mereka berdua masih memiliki perasaan tidak nyaman dengan kelima Golem tersebut.


Benda itu berada di peringkat S, jadi sudah wajar kalau mereka bisa terbang. Dan bahkan ukuran mereka lebih kecil daripada naga pada umumnya. Itu akan memudahkan Pasukan Wizard Kekaisaran memusnahkan mereka.


Namun, masih ada sesuatu yang menjanggal di hati Frederick dan Roy. Perasaan tidak nyaman ini, mereka bimbang ingin menanggapinya atau tidak.


"Apa ada hal lain yang telah kalian temukan?"


"Kami juga telah berhasil mengkonfirmasi keberadaan dua naga bumi di pasukan mereka."


"Ohh, getaran sebelumnya pasti berasal dari mereka. Tapi kenapa hanya dua ekor?"


"Kami hanya bisa mengkonfirmasi dua naga, dan belum mendapatkan informasi lain terkait keberadaan mereka dari tim di baris depan."


Kalimat ini menyelesaikan laporan dari tim informasi.


Roy sangat tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh pihak lawan. Apakah mereka hanya merendahkan kekuatan pihak ini atau mereka memang tidak memiliki kekuatan lagi.


(Kekaisaran Karamia juga ikut menyerbu dari sisi lain. Mungkin saja mereka benar-benar membagi kekuatan menjadi dua.)


Jadi, Roy berfikir. Kemudian...


"Ka-Ka-Kalian, para Pasukan Kekaisaran! Se-Segera angkat kaki dan pergi dari sini. Kalau tidak, kami akan membunuh kalian semua! Ini adalah peringatan terakhir. D-Dan kami akan memberikan waktu selama satu jam. Jika selama satu jam kalian tidak pergi dari sini, kalian harus siap untuk MATI!"


Pernyataan dari pihak Kerajaan memasuki pendengaran seluruh orang yang berada di camp Kekaisaran Dortos.


Suara seorang gadis dengan penuh ketakutan. Tampaknya mengenakan sihir pengeras suara.


Selama gadis itu berbicara, Roy memberikan perintah kepada seseorang untuk menangkap orang yang telah menyuarakan pernyataan tersebut.


Dan beberapa menit kemudian...


"Kyaaa, aku akan dibunuh! Tolong aku, aku tidak ingin mati. Kyaaa!!"


Masih dengan suara yang sama. Namun lebih menjengkelkan.


Mendengar suara gadis itu membuat pelipis Roy dan yang lainnya berkedut. Dan tidak sedikit orang memiliki urat nadi telah muncul di pelipis mereka.


Roy tidak tahu apakah pihak lawan hanya menggertak atau tidak, tapi mereka jelas-jelas telah merendahkan pihak ini terlalu banyak.


Lalu, seseorang yang telah ditugaskan untuk menangkap pembawa pesan itu gagal menjalankan tugasnya karena si pembawa pesan berhasil melarikan diri.


Namun dia mengonfirmasikan bahwa sosoknya seperti seorang gadis dengan sepasang tanduk putih.


Sebelumnya, Roy pernah mendengar rumor tentang naga yang bertransformasi ke bentuk manusia memiliki tanduk di kepalanya.


Jika rumor itu benar, itu artinya gadis konyol tersebut merupakan ras naga. Dengan kata lain, para naga telah menyamar menjadi manusia.


Namun itu adalah pembicaraan jika rumor itu benar. Masih ada kemungkinan kalau dia hanya demi-human biasa, jadi Roy tidak bisa berasumsi hanya dengan menggunakan rumor.


"Bagaimana dengan kekuatannya?"


"Err, dia terlihat tidak terlalu kuat. Hanya saja dia memiliki kecepatan untuk dapat melarikan diri."


Roy entah kenapa langsung mempercayai hal ini. Bahkan tanpa perlu bertanya lebih lanjut tentang seberapa banyak energinya.

__ADS_1


Kemudian para penasihat beserta Kaisar melanjutkan pembicaraan untuk membahas strategi penyerangan, mereka memutuskan untuk tetap melanjutkan invasi karena tidak menemukan tanda-tanda mereka akan kalah.


*****


Di salah satu tenda petinggi Kekaisaran, empat orang sedang bersantai menunggu dimulainya perang antara Kekaisaran Dortos dan Kerajaan Herunia.


Mereka adalah Rudi, Karin, Ilyas, dan Letta — sekelompok orang dari dunia lain.


Sama seperti Albert, mereka datang ke dunia ini tidak dengan kemauan mereka sendiri melainkan karena terpanggil oleh wizard dari dunia ini.


Mereka berlima memiliki nasib yang sama, itu sebabnya mereka memiliki rasa simpati satu sama lain dan memiliki ikatan lebih karena berasa dari dunia yang sama.


Mereka terpanggil ke dunia ini sejak mereka masih kecil, mereka tidak mengetahui apa-apa tentang dunia ini tetapi mereka tetap menjalani kehidupan seperti biasa karena mendapatkan akomodasi spesial dari Kekaisaran.


Dan tidak hanya sebatas akomodasi, mereka juga mendapatkan pelajaran dan pelatihan tentang sihir.


Sejak kecil, yang perlu mereka lakukan adalah menuruti perintah manusia dari dunia ini layaknya wali biasa.


Mereka tidak memiliki kesempatan untuk mengeluh atau mereka akan ditiadakan. Oleh karena itu, mau tidak mau mereka tetap menuruti kehendak manusia dari dunia ini dan mengikuti pelajaran serta pelatihan yang ada.


Mereka baru sadar kalau mereka akan digunakan sebagai alat untuk berperang ketika sudah dewasa.


Akomodasi dan perlakuan yang baik hanyalah fasilitas untuk menjadikan mereka alat berkualitas.


Namun tidak ada rasa kekesalan, marah, atau sejenisnya di hati mereka. Menjadi alat atau tidak, mereka tetap menjalani kehidupan seperti biasa dan menganggap manusia dari dunia ini selayaknya wali pada umumnya.


Mereka diberikan makanan dan kehidupan mewah, hal ini membuat mereka berfikir tidak ada salahnya menjadi alat untuk berperang.


Bagaimanapun juga, semakin sulit tugas yang mereka emban, semakin besar juga upahnya. Ini merupakan salah satu pekerjaan normal manusia.


Hanya saja, mereka tidak diberikan banyak pilihan untuk menentukan jalan hidup mereka masing-masing. Tapi itu tidak menjadi persoalan karena mereka sudah dibina sejak kecil.


Singkatnya, mereka sudah terbiasa dengan kehidupan seperti itu dan menganggap itu adalah jalan kehidupan yang benar.


Perang memang mengerikan, tetapi sangat jarang terjadi. Atau lebih tepatnya, ini adalah perang pertama untuk mereka.


Mereka terlalu elite hanya untuk mengurus masalah kecil Kekaisaran. Itu sebabnya mereka tidak pernah digunakan dan hanya disuruh untuk berlatih.


Mengesampingkan itu, mereka juga diberikan kebebasan untuk berlibur. Mereka pernah bepergian ke tempat yang ingin mereka tuju dan mendapatkan hak untuk melakukan sesuatu sesuka mereka.


Jadi, mereka tidak memiliki masalah sama sekali dengan manusia dari dunia ini.


Oleh karena itu, mereka hanya perlu bertahan hidup sampai perang ini berakhir. Hanya itu yang perlu mereka lakukan sekarang. Itu tidak terlalu sulit karena mereka juga memiliki kekuatan yang cukup besar.


"Oi, aku mendapatkan perintah kalau kita akan melawan Golem pasukan musuh."


Pria berbadan besar tiba-tiba memasuki tenda dan mengatakan hal itu. Dia adalah Bando, salah satu anggota kelompok mereka.


Ditambah dengan Bando, mereka menjadi kelompok lima orang dari dunia lain.


"Golem? Memangnya Golem bisa terbang di udara?"


"Aku tidak tahu. Tetapi mereka menyuruh kita mempersiapkan diri karena pasukan kita akan bergerak sekarang."


"Akhirnya, untuk kesekian lamanya, akhirnya kita akan berperang!"


"Tapi, perintah mengatakan kalau kita hanya perlu mengurus Golem."


"Berapa banyak jumlah Golemnya?"


"Hanya ada lima, kita masing-masing akan mendapatkan satu."


"Ohh, itu bagus. Aku akan menghancurkan Golem itu sampai berkeping-keping hingga tidak menyisakan apapun."


Mereka cukup bersemangat.


Mungkin salah satu diantara mereka memiliki keraguan untuk membunuh manusia, namun karena kali ini lawannya adalah Golem, jadi mereka tidak memiliki keraguan sama sekali tentang itu.


Ditambah lagi, mereka sudah sangat mahir menggunakan sihir terbang. Melawan makhluk dengan kecerdasan buatan seperti golem di udara akan membuat itu terlihat mudah.


*****


Di sisi lain, Kaisar George telah mendapatkan pesan dari tim intelijen bahwa Kekaisaran Dortos benar-benar akan menyerang Kerajaan Herunia.


Mendengar kabar baik ini, George langsung memerintah pasukannya untuk pergi menuju ke wilayah Ferdinan.


Sama seperti pasukan Kekaisaran Dortos, pasukan Kekaisaran Karamia juga mendirikan tenda di depan benteng kota wilayah musuh.


George sangat yakin kalau dirinya akan menang banyak dalam peperangan ini karena memiliki lebih banyak pasukan daripada Kekaisaran Dortos.


Selama beristirahat di dalam tenda, pikirannya selalu berkeliaran. Memikirkan tentang kekayaan, kekuasaan, dan wilayah baru yang akan dia dapatkan.

__ADS_1


Sementara George sibuk dengan prospeknya, Marquis Ferdinan mengadakan pertemuan strategi dengan para pemimpin dari setiap pasukan bala bantuan.


Pemimpin bala bantuan dari Kerajaan Binatang, Kruga. Therianthrope gajah dengan belalai dan gading.


Tubuhnya sangat besar dan termasuk salah satu Jenderal Kerajaan Binatang yang terkenal dengan sihir pertahanannya.


Namun tidak hanya sebatas itu, Kruga juga memiliki kemampuan untuk memimpin pasukannya dalam formasi defensif.


Strategi miliknya, mungkin akan sangat berguna bila dipakai dalam situasi sulit seperti sekarang.


Dilanjutkan dengan pimpinan bala bantuan dari negeri naga, Monta. Pria dengan penampilan rupawan dan terlihat elegan, berkebalikan dengan Carla.


Meski mereka sama-sama berasal suku naga laut, tapi kepribadian dan atribut mereka berbeda.


Monta baru saja datang dan sudah melihat pasukan Kekaisaran Karamia berada di depan benteng ini, tempat di mana dia berada sekarang.


Karena datangnya Monta, Ferdinan memulai pertemuan untuk membahas strategi yang akan mereka terapkan melawan pasukan Kekaisaran Karamia.


Hal ini dia lakukan karena tidak mengetahui jumlah pasti bala bantuan dari negeri naga. Setelah dia melihat negeri naga hanya mengirim lima orang, dia sedikit terkejut.


Meski begitu, dia tidak berat hati. Dia mengerti kekuatan dari ras naga, dan mungkin saja kelima orang itu — termasuk pemimpin mereka — sangat ahli bertarung.


"Tuan Monta, saya ingin bertanya sekali lagi. Apakah Anda yakin kita bisa menang melawan pasukan Kekaisaran?"


Ferdinan bertanya, sangat penasaran.


Daripada bertanya apa yang harus mereka lakukan, lebih baik langsung bertanya tentang kepastian menang atau tidaknya mereka.


"Tidak perlu cemas. Karena kami sudah datang, kita pasti akan menang."


Monta menjawab dengan santai sambil menyesap teh yang telah disediakan.


"Pasukan Kekaisaran Karamia berjumlah sekitar 280.000 prajurit. Boleh aku tahu strategi seperti apa yang akan Anda gunakan untuk melawan pasukan sebanyak itu?"


Kruga pun sama penasarannya dengan Ferdinan. Itu sebabnya dia bertanya.


Namun berbeda dengan Ferdinan, Kruga memiliki keyakinan lebih akan kemenangan karena negeri naga pernah mengalahkan Raja mereka sekali.


Lalu, karena Monta mengatakan akan menang dengan cukup percaya diri, Kruga pun percaya pasukan gabungan ini akan menang.


"Hmm, benar juga. Aku harus menyampaikan hal penting kepada kalian......."


Monta menyampaikan strateginya dan menekankan bahwa seluruh pasukan Kekaisaran Karamia akan diurus oleh pihak negeri naga.


"Tunggu, kalian ingin melawan mereka hanya dengan kalian berlima? Apakah Anda serius!?"


Ferdinan terkejut selesai mendengar pernyataan Monta.


"Ah, agar tidak terjadi kesalahpahaman, aku akan mengatakannya di sini kalau kami ke sini tidak hanya berlima, tetapi kami juga telah membawa lima Helios."


"Helios?"


"Benar, Golem Helios. Sekarang Golem itu sedang berada di atas. Hanya saja kami telah menyembunyikan keberadaan mereka dengan sihir ilusi optik."


Monta dengan santainya menjelaskan sambil menunjuk ke arah atas, telunjuknya mengarah ke langit-langit.


Ferdinan dan Kruga sempat terbawa suasana dan menatap ke arah langit-langit, sayangnya pandangan mereka terhalang oleh atap bangunan dan kembali menatap Monta dengan terheran.


Golem. —Entah itu Ferdinan atau Kruga, mereka berdua sudah mengetahui kalau negeri naga memiliki benda ajaib seperti itu.


Akan tetapi, membuat Golem bisa melakukan sihir terbang dan bisa melakukan sihir ilusi optik untuk menyembunyikan wujud mereka benar-benar merupakan suatu prestasi yang mengejutkan.


Meski begitu, mereka belum mengetahui sampai mana kekuatan kelima Golem yang dimaksud Monta.


"Jadi, kita hanya perlu menunggu?"


"Ya, setelah selesai, kalian hanya perlu membereskan medan pertempuran. Tapi walaupun sedikit, ada kemungkinan akan ada yang selamat dari serangan Helios. Pada saat itu, pasukan kalian hanya perlu membereskannya. Untuk sekarang, tunggu dan perhatikan dengan baik kinerja Helios kami."


Monta memberikan arahan kepada Kruga dan Ferdinan.


Namun untuk Ferdinan, dia agak merasa tidak nyaman dengan kalimat Monta tentang "sedikit kemungkinan seseorang akan bertahan hidup".


Hal itu, dia mendengarnya dengan baik dan sedang mencerna maksud dari setiap kata.


Kemudian dia mengerti kalau Monta sudah menganggap Kekaisaran sudah kalah dan memiliki maksud untuk memusnahkan pasukan Mereka.


Ini merupakan hal baik untuk Kerajaan Herunia, tapi tidak untuk umat manusia.


Jika memang bisa dilakukan, bukankah 280.000 manusia akan binasa? Apakah dia serius dalam mengatakan hal itu atau itu hanya perumpamaan?


Ferdinan mulai bertanya-tanya. Dia benar-benar tidak mengerti pemikiran Monta karena sikapnya sangat santai seperti sedang menyepelekan peperangan ini.

__ADS_1


__ADS_2