Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Brutal.


__ADS_3

"Ring~..."


"Ring!!"


"Ring!"


"Ring!"


"Ring!"


Penghalang misterius yang melapisi ibukota tiba-tiba menghilang. Dan semua kesatria suci akhirnya mendapatkan kekuatan sejati mereka kembali.


"Penghalangnya sudah hancur! Kita bisa melancarkan sihir sekarang!"


"Kalau begitu langsung kita gunakan saja "itu" Untuk menghancurkan mereka!"


"Dimengerti!"


"Hei, jangan lupa sembuhkan prajurit yang terluka!"


Para kesatria suci mendapatkan pijakan mereka kembali.


Dalam perang melawan lizardman, mereka kalah dalam hal mengadu kekuatan. Terlepas dari sihir mereka yang terkekang, mereka hanya bisa mengandalkan jumlah dan peralatan seadanya.


Tapi sekarang kekuatan mereka sudah kembali. Ini seperti mereka mendapat secercah harapan untuk bertahan melawan prajurit lizardman.


Jumlah mereka sudah terkikis cukup banyak, tapi itu masih meninggalkan banyak orang. Seharusnya masih bisa untuk mengusir prajurit lizardman dari tanah air mereka.


Mereka juga sudah bisa membangkitkan kesatria yang terluka. Karena kemampuan mereka sudah kembali, mereka bisa menyembuhkan luka berat rekan mereka dengan sihir suci.


Melepaskan semua tekanan dari prajurit lizardman, mereka semua berusaha untuk tidak kalah dalam perang ini.


Kesatria di barisan terdepan menggunakan kemampuan mereka untuk bertahan.


Ngomong-Ngomong, kesatria suci terkenal sangat kuat dalam aspek ketahanan mereka.


Mereka selalu membawa perisai bersama dengan mereka, baik itu saat perang maupun hanya dinas harian biasa.


Mereka juga bisa bertarung hanya dengan menggunakan perisai, tetapi sebenarnya mereka dibentuk untuk melindungi warga setempat dan umat manusia dari monster.


Oleh karena itu, pelatihan mereka di fokuskan ke bidang pertahanan daripada penyerangan.


Semua itu dilakukan demi hari ini. Penjajah entah dari mana telah menapakkan kakinya di tanah mereka.


Mereka tidak bisa membiarkan para penjajah itu menginvasi wilayah mereka. Dan pemikiran ini membuat pertahanan mereka semakin kuat.


Lizardman yang sebelumnya berhasil mengungguli peperangan, sekarang mendapatkan masalahnya kembali.


Prajurit lizardman tidak bisa menembus pertahanan kesatria suci, seolah-olah kesatria itu sendiri adalah barikade yang terdiri dari beton-beton hidup yang keras.


Namun, itu bukanlah alasan untuk mereka, prajurit lizardman, mundur dari dalam perang.


Selain itu, Alfred ada bersama mereka.


Dia masih mengamati perang dari atas langit. Tubuhnya tidak pernah bergerak seinci pun dari tempatnya sejak perang dimulai.


"Hmm, musuh sangat keras kepala."


Alfred menyadari keteguhan hati para kesatria suci.


Itu tidak bisa dipungkiri karena bagaimana pun, dia sedang menginvasi wilayah mereka. Sebagai kesatria penjaga tanah ini, sudah sewajarnya mereka mendedikasikan hidup mereka untuk mempertahankan tanah airnya.


"Kalau begitu... Hm?"


Alfred ingin membantu prajurit lizardman sekali lagi, karena kalau pasukan mereka kalah, dia tidak bisa menunjukkan wajahnya kepada tuannya.


Namun, dia melihat pasukan – yang tampaknya merupakan tim wizard – lawan sedang berkumpul di barisan belakang.


Tampaknya mereka sedang merencakan sesuatu.


"Hei, sudah waktunya kalian menunjukkan keterampilan sihir kalian. Apa kau bisa mendengarku?"


"Siap, saya mendengarnya, Tuan Alfred. Saya akan menyiapkan tim penyihirnya segera."


"Langsung saja rapalkan sihir tingkat tinggi ke arah pasukan musuh."


"Ba-Baik!"


Mengetahui musuh sedang ingin melakukan sesuatu, Alfred tidak bisa tinggal diam.


Dengan begitu, masing-masing tim wizard di tiap kubu mlaksanakan ritual skala besar untuk melakukan sihir tingkat tinggi.


Dan hasilnya, masing-masing sisi berhasil memanggil makhluk dari dunia lain. Atau yang sering kita sebut sebagai summon magic.


Tim wizard lizardman berhasil memanggil roh Khazame. Seekor roh monster setinggi 5 meter berkaki empat dengan tiga tanduk. Sejujurnya, makhluk ini mirip Triceratops.


Mereka memanggil lima ekor ke dalam perang ini.


Sedangkan tim summoner kesatria suci berhasil memanggil lima ekor roh burung berapi, Matata. Burung berwarna merah yang besarnya setinggi rumah dua lantai.


Setelah mereka berhasil memanggil makhluk roh mereka masing-masing, makhluk itu langsung disuruh bertarung.

__ADS_1


Tujuan tim wizard lizardman memanggil Khazame adalah untuk menembus pertahanan musuh yang sangat kuat.


Sedangkan tujuan summoner kesatria suci memanggil Matata adalah karena roh tersebut memiliki kemampuan yang sangat mumpuni dalam perang.


Khazame dan Matata sama-sama berada di tingkat Greater-spirit. Akan tetapi, daya serangan yang Matata miliki lebih unggul daripada Khazame karena dia bisa menyemburkan api dari mulutnya.


Itulah kehebatan tim summoner kesatria suci dalam memanggil makhluk kontrak mereka. Mereka sangat bangga akan hal tersebut.


Tapi, itu tidak seperti Alfred akan membiarkan musuh membakar habis pasukannya. Dia pasti akan mencegah makhluk panggilan musuh mendekati pasukannya.


Ketika mereka semua sudah berkumpul di dalam medan perang, mereka mulai melancarkan serangan.


Lima Khazame berlari ke arah pasukan musuh, membuat semua prajurit lizardman menyingkir dari jalannya.


Ketika mereka bertemu dinding pasukan kesatria suci, mereka langsung menabraknya. Atau lebih tepatnya menginjak, dan menendang pasukan musuh sesuka hati mereka.


Sejujurnya, sekuat apapun manusia itu, mereka tidak akan bisa menang melawan Greater-spirit. Kecuali manusia yang tidak normal seperti Erick dan Albert. Orang-orang seperti mereka memiliki kelebihan yang tidak dipunyai oleh orang normal.


Khazame berhasil menghancurkan pondasi pertahanan musuh dan mengacak-acak formasi mereka.


Makhluk itu tidak segan-segan untuk menginjak, menendang, ataupun memakan manusia hidup-hidup. Benar-benar makhluk yang sangat liar.


Sementara itu, ke-lima Matata milik kesatria suci tidak bisa mencegah mereka.


Bukan karena tidak mampu, tetapi karena lokasi keberadaan para Khazame berada di dekat pasukannya sendiri.


Mereka tidak bisa melancarkan serangan kepada Khazame karena serangannya dapat mengenai rekan sendiri.


Namun, itu bukan alasan untuk mereka berdiam diri.


Summoner kesatria suci yang memanggil ke-lima Matata memerintahkan mereka untuk membakar habis pasukan musuhnya, prajurit lizardman.


Mereka segera pergi dari tempat itu, mengabaikan Khazame dan membakar prajurit lizardman yang ada di hadapan mereka.


Dalam hal mobilisasi, mereka unggul karena mereka itu burung yang terbang di udara. Mereka bisa menghindari serangan lawan yang mengarah ke mereka dengan mudah.


Sedangkan Khazame adalah makhluk darat. Setelah dia berhasil mengacak-acak formasi kesatria suci, para kesatria suci tersebut memutuskan untuk mengabaikan pertahanan mereka dan mulai menyerang ke-lima Khazame.


Ini situasi yang sulit bagi kedua belah pihak, tetapi makhluk panggilan kesatria suci lebih banyak mendapatkan kebebasan.


Jika kesatria suci berhasil bertahan melawan ke-lima Khazame, maka mereka bisa memenangkan perang ini.


Dan seperti apa yang Alfred rencanakan sebelumnya, dia tidak akan membiarkan roh panggilan musuh menghancurkan pasukan lizardman. Oleh karena itu, dia berubah menjadi paus raksasa dan memakan ke-lima Matata dalam lima kali gigitan.


"Oh, itu sangat krispi."


Dia adalah monster dari segala monster. Muncul secara ajaib di angkasa dan memakan ke-lima Matata di masing-masing gigitannya.


Tidak ada hambatan sama sekali ketika memakannya, tubuhnya lebih besar dan memiliki daya tahan terhadap api yang cukup tinggi karena dia adalah makhluk air (?).


"Berbahagialah, itu adalah Tuan Alfred! Dia telah menyelamatkan kita!"


"Ohh!! Ini adalah kemenangan kita!!"


Prajurit lizardman yang tersisa merasa bersyukur karena Alfred telah mengatasi Matata.


Tidak ada yang bisa mengatasi Matata, makhluk itu lebih kuat daripada mereka semua. Ditambah lagi dia bisa terbang dan selalu berhasil menghindari serangan mereka.


Di sisi lain, mengetahui roh panggilan mereka menghilang ditelan paus raksasa, pasukan kesatria suci mulai panik.


Mereka belum selesai mengatasi masalah Khazame yang sedang mengacak-acak pasukan mereka, namun sudah ada masalah baru yang datang, yang bahkan bisa mengalahkan ke-lima Matata mereka. Padahal ke-lima Matata tersebut sangat mereka banggakan.


Keputusasaan pun menyelimuti seluruh perasaan pasukan kesatria suci. Siapapun yang melihat Alfred akan dilanda ketakutan yang teramat sangat mendalam bagaikan sebuah teror yang sedang bergerak di langit.


Mungkin, hanya sebagian saja dari kesatria suci yang tahu kalau Alfred adalah makhluk laut, sebagian hanya menebak-nebak kalau Alfred adalah monster ikan karena memiliki sirip. Tapi, bagi sebagian besar mereka hanya melihat Alfred sebagai monster menyeramkan karena berwarna hitam.


"Astaga! Itu pasti iblis!!"


Bahkan, ada di antara mereka yang telah salah paham mengidentifikasi sosoknya.


Namun semua itu Alfred abaikan. Dia tidak sedikit pun berminat bergabung melawan pasukan musuh.


Setelah ke-lima Matata berhasil dibereskan, dia kembali menggunakan wujud manusia dan berbaur dengan gelapnya malam. Jadi dia muncul hanya untuk sementara demi mengatasi ke-lima Matata.


Meskipun begitu, dampak terhadap perangnya sangat besar dan membuat moral pasukan kesatria suci turun drastis.


"Ini waktunya membalikkan keadaannya kembali!!"


"Serang!!"


Prajurit lizardman tidak membuang waktu dan memanfaatkan momentumnya. Seketika, seluruh prajurit lizardman menyerang ke arah pasukan musuh dengan membabi-buta.


Dibantu dengan Khazame, mereka akhirnya berhasil mengamankan pertarungan di sisi barat ini...


\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=


"Ah, ini sangat gila"


"Aku pun terkejut melihatnya. Jika saja kita tidak membawa bala bantuan dari klan lizardman, mungkin saja kita masih bisa... Ah, bukan apa-apa."


Aku dan Freya baru saja mendapatkan rekaman peristiwa perang tempo lalu di ibukota Kerajaan Suci. Dan, kami tercengang melihatnya.

__ADS_1


Wow, mereka sangat barbar. Teruntuk seluruh prajurit lizardman. Tapi, kami tidak bisa mencegahnya.


Karena bagaimana pun itu adalah perang. Jika kita menyuruh mereka untuk menahan diri, akan ada kesempatan bagi musuh memanfaatkannya untuk membunuh mereka.


Sehingga kami tidak bisa membuat mereka mengalah. Apalagi mereka adalah sekutu kami.


Jika ada seseorang yang harus di salahkan, itu harus Nodens. Nodens yang membuat semua ini terjadi, dan kami mau tidak mau mengikuti arusnya.


Yah, itu bukan seperti, kami adalah pihak yang benar. Oleh karena itu, aku tidak akan mencari alasan jika ada orang yang menyalahkanku.


Tapi sebagai pemimpinnya, aku juga harus tegas. Aku tidak bisa lemah gemulai atau seseorang akan merendahkanku.


"Sekarang, bagaimana pandangan orang-orang di sana terhadapku, ya?"


"Kamu masih mempertanyakan hal itu?"


"Benar juga... Sudah pasti mereka akan membenciku."


Bodohnya aku menanyakan hal sesederhana itu.


Mayoritas pasukan kesatria suci itu berkewarganegaraan Kerajaan Suci. Dan karena aku telah membunuh salah satu anggota keluarga mereka, sudah pasti mereka akan membenciku.


"Kamu ingin menghidupkan mereka kembali?"


"Hmm, jiwa mereka tersebar secara tidak merata. Ini tidaklah mudah seperti sebelumnya."


Itu bukanlah tidak mungkin untuk dikerjakan. Akan tetapi, kita juga tidak bisa memainkan kehidupan orang lain begitu saja.


Terakhir kali kami bisa memanipulasi opini publik dengan cara bermain aman. Sampai saat ini, orang-orang hanya mengira kalau kami telah membunuh pasukan dari dua Kekaisaran. Dan kami tidak mengklarifikasi kesalahpahaman tersebut.


Sekarang, seminggu sudah berlalu sejak kami berperang dengan pasukan kesatria suci.


Tubuh-tubuh mereka pasti sudah dikremasikan ataupun dikubur. Dan keluarga mereka tentu saja sudah berkabung dalam kurun waktu tersebut.


Jika aku bangkitkan mereka, sudah jelas mereka pasti akan bahagia. Namun, kebencian terhadap aku di dalam hati mereka pasti masih ada, aku yakin itu tidak akan mudah untuk dilupakan. Kecuali...


"Yah, mungkin kita bisa memanipulasi ingatan mereka semua dan menganggap kalau perang kemarin belum pernah terjadi?"


"Apa?"


"Bukan apa-apa."


Hmm, itu mungkin ide yang bagus. Mungkin.


"Hey, perutmu semakin membesar."


Aku akan singkirkan pembicaraan di atas.


"Iya, dia tumbuh menjadi sangat besar."


Freya selalu merasa senang saat aku membahas bayinya... Bayi kami. Wajahnya akan berseri-seri ketika aku menggodanya dan menyentuhnya.


Hei, dia ibu yang sangat manis, kalian tahu!


Eliza bersama dengan Merlin, mereka sibuk mengurus akomodasi putra-putranya... Putra kami (?).


Sedangkan aku, Freya, dan Niks saat ini sedang makan di ruang makan. Tentunya sambil menafsirkan rekaman perang tempo lalu dengan kemampuan kami masing-masing.


Niks hanya perlu membagi ingatannya karena rekaman tersebut masih dalam bentuk memori perspektifnya.


Yah, itu seperti membaca pikiran seseorang. Esper, atau sesuatu semacam kekuatan psikis.


"Menurutmu, kapan dia akan keluar?"


"Apa kamu tidak sabar menunggunya?"


"Iya, aku pengen lihat dia seperti apa. Apakah dia akan mirip denganku, atau denganmu...?"


Atau tidak mirip sama sekali? —Haha, ini bukan lelucon yang bagus. Aku akan menjadi gila kalau ini benar-benar terjadi.


Tunggu, bukankah aku bisa berdiskusi dengan Freya tentang Aura? Aura putra pertamaku yang dilahirkan oleh Merlin.


Sampai saat ini aku masih belum berani bertanya kenapa rambut anak itu berwarna putih.


Mungkin, alasan aku ragu bertanya karena Merlin baru saja melahirkan, dia pasti capek. Dan aku tidak ingin mencari masalah ketika dia sedang lelah.


Atau sebenarnya, aku hanya takut mengetahui kebenarannya.


Ya, kan? Pasti kalian juga gelisah dengan kebenarannya. Sama sepertiku padahal kalian tidak melakukan apa-apa.


Apa yang akan terjadi setelah aku tahu kebenarannya? Itu akan menjadi sangat canggung, mungkin.


Sigh, memikirkannya saja bisa membuatku depresi.


Tapi, aku mungkin telah salah paham.


Mungkin saja Merlin tanpa alasan yang jelas mewarnai rambut putra pertamanya untuk suatu tujuan tertentu?


Hal seperti itu memang terdengar konyol, tapi jika itu orang aneh, mungkin saja mereka akan melakukannya.


Akan tetapi, yang sedang kita bicarakan di sini adalah Merlin.

__ADS_1


Aku mungkin orang yang paling tahu sifat asli Merlin. Dan yang aku tahu, Merlin tidak mungkin melakukan hal aneh seperti itu.


Ya. Aku sangat yakin kalau tentang ini.


__ADS_2