Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Menyelesaikan misi.


__ADS_3

Karena Merlin dan Freya sudah merasa tenang, aku menarik dua clone-ku dan mendapatkan informasi bagaimana rasanya dipukul oleh Freya.


Itu seperti menemukan kembali ingatan yang hilang, tapi dapat memahami rasanya karena peristiwanya belum lama terjadi.


Ini benar-benar memberikan perasaan yang rumit.


Melanjutkan kegiatan, perundingan tampak tidak berjalan dengan baik karena Leviathan lebih memilih untuk bertarung sampai mati daripada harus memaafkan kami.


Nah, aku mengira tidak semua hal bisa berjalan dengan lancar hanya dengan kekerasan, aku mengerti hal ini setelah bertemu dengan makhluk yang keras kepala seperti Leviathan.


Lalu, bagaimana aku harus menanggapi ini? Apakah aku harus membunuhnya? Aku tidak memiliki niat untuk memelihara makhluk merepotkan, jadi...


"kamu serius ingin mati, Levi?"


Untuk pertama kalinya, Hydra menunjukkan suaranya di depan banyak orang.


"K-Kakak? Jadi, itu benar-benar kamu?"


Tiba-tiba suara Leviathan menjadi lebih feminim daripada sebelumnya.


"Ya, aku ingin berbicara denganmu, itu sebabnya aku mengarahkan masterku ke sini."


"Berbicara? Tapi kenapa kalian memukulku?"


"Kupikir, perlu untuk memperlihatkan kekuatan mereka agar kau bisa langsung mengerti."


"Kekuatan... Begitu, ya. Perang, kan? Setiap kali kakak keluar, kenapa selalu ada peperangan, hah? Sudahlah, kali ini aku tidak ikut. Aku masih ingin tidur untuk beberapa tahun lagi."


"Kau... Malas seperti biasa..."


Hydra terlihat kesal, kemudian dia menampilkan tubuh kecilnya dan tanpa malu-malu turun di depan tubuhku untuk meminta digendong. Lalu dia melanjutkan bicara...


"Master, aku akan memberi tahu rahasia kenapa Levi tidak takut mati."


"Rahasia?"


Aku mulai bertanya-tanya.


Kemudian Leviathan tiba-tiba Tersentak, seperti sangat terkejut dan mengatakan "T-Tunggu, kakak! Jangan katakan hal yang tidak-tidak kepada orang asing!" seperti itu, dia terlihat panik.


"Ya, alasan kenapa dia tidak takut mati adalah karena kami bisa hidup kembali."


"Hei, apa kau tidak mendengarku!?"


Hydra terus berbicara, dan Leviathan terlihat semakin panik. Kemudian Hydra melanjutkan penjelasannya...


"Karena kami bisa bangkit kembali, perihal seperti "mati" tidak akan membuat kami takut. Lagipula, ketika kami mati, kami hanya akan bangkit kembali di suatu tempat. Jadi masalah kematian tidak pernah membuat kami khawatir. Tapi jika Anda menyegel dia, itu akan beda cerita."


"Waaah, kakak, kenapa kamu sangat gilaa!!"


Sekali lagi, setelah Hydra selesai bicara, Leviathan itu selalu menyela dan mulai ketakutan.


Ini, aku sendiri sudah mengerti secara garis besar. Makhluk Leviathan itu pasti tidak ingin disegel karena mungkin ada perbedaan antara tidur di dalam segel dan tidur tanpa disegel.


Tapi yang pasti, itu mengarah ke kenyamanan tidur.


Sebenarnya, aku sedikit risih mendengar Leviathan mengatakan hal berperang sebelumnya.


Bukankah dia sudah membangkitkan bendera kesialan?


"Begitu, ya. "Segel", kurasa, aku memiliki alat seperti itu di dalam inventaris. Ditambah lagi, alat itu tidak bisa dirusak oleh mantra tingkat tinggi mana pun. Aku yakin, itu sangat cocok untuk tempat tidur selama beberapa dekade."


Dengan suara yang dikeraskan, aku berbicara sendiri.


"Master, sebenarnya saya bisa memasang atribut racun di dalam segelnya. Apakah kita perlu menambahkan itu?"


"Hmm, bukankah nanti dia tidak akan bisa tidur?"


"Tenang saja, Master. Tubuh Levi lebih kuat daripada yang Anda perkirakan."


"Yah, jika benar seperti itu, kurasa baik-baik saja."


Kami berdiskusi seolah kami sudah memutuskan untuk menyegel Leviathan daripada membunuhnya atau berdamai dengannya.


"Tidak! Kenapa kalian begitu mengerikan!? Dan juga, aku kagum denganmu, kakak, karena bisa menemukan master dengan otak kejam sama seperti kamu!!"


Leviathan menyela pembicaraan kami, sambil berteriak.


"Jadi, bagaimana keputusanmu, Levi? Bergabung dengan kami atau disegel?"


Hydra memberikan dua pilihan.


Tapi aku bingung dengan perkembangan pembicaraan ini.


Kenapa kita jadi merekrut salah satu makhluk legendaris? Tujuan kami datang ke sini sebenarnya mau berbuat apa?


Aku mulai bertanya-tanya.


Yah, ini bukanlah hal buruk. Selama itu bisa meningkatkan kekuatan kami, aku akan dengan senang hati menerimanya.


Ngomong-ngomong, tentang item untuk menyegel Leviathan, sebenarnya itu hanya kebohongan belaka.


Aku tidak mungkin mempunyai hal-hal aneh seperti itu di dalam inventaris, kan? Karena aku tidak ingat pernah punya item seperti itu dalam game, seharusnya aku tidak memilikinya.


Tapi, kenapa Hydra bisa melanjutkan pembicaraan dengan santai seolah-olah kami memang memilikinya??


"Sigh, tidak ada pilihan lain selain mengikuti kalian, kan? Kalau begitu, aku akan mengikuti kalian. Tapi aku ingin meminta ganti rugi atas luka ini."

__ADS_1


Leviathan — atau aku akan menyebutnya Levi mulai sekarang — meminta kompensasi atas luka-luka yang kami sebabkan.


Itu merupakan hal yang wajar dan aku bisa menganggap itu sebagai bentuk dari permintaan maaf kami terhadapnya.


"Apa yang ingin kamu minta?"


Hydra bertanya, dengan suara dingin seperti merasa tidak suka dengan tuntutan Levi.


"Aku ingin darah dari mastermu."


Levi mengatakan suatu hal yang tidak bisa aku abaikan.


Tapi ketika aku ingin mengeluh, Merlin dan Freya bereaksi dengan kalimat Levi.


Mereka berdua berada di sebelahku dan aura mereka berfluktuasi, memberikan perasaan yang tidak enak. Mereka terlihat sangat marah.


Aku sudah pernah melihat Freya meluapkan amarahnya ketika dia menyangka Azure memanfaatkan aku untuk memberikan perlindungan. Dan ini baru pertama kalinya aku melihat Merlin marah dengan tatapan yang sangat tajam (tapi masih tetap cantik).


Melihat kedua istriku marah, Levi mengeluarkan bunyi "hiii!" cukup tinggi.


Nah, untuk menenangkan mereka, aku angkat bicara.


"Kamu serius ingin meminta itu? Yah, sebenarnya aku tidak masalah, tapi aku tidak bisa memberikan darah untuk tubuh besarmu."


"Baiklah, aku mengerti. Aku akan merubah tubuhku sampai seukuran kakakku."


"Ya, itu lebih baik."


Kemudian dia benar-benar berubah menjadi naga oriental kecil yang bisa terbang.


Untuk proses perubahannya, dia mengambil ke bentuk energi dan menjadi partikel cahaya, kemudian dia menyimpan energi besarnya di suatu sub-dimensi pribadi miliknya dan berubah ke bentuk kecil tanpa kompresi energi.


Menjadi makhluk ajaib seperti mereka memang terlihat cukup menarik.


"Aku akan menagihnya sekarang."


Levi mendesak dan langsung menggigit pundakku dengan gigi tajamnya.


*Stab*


Itu cukup menyakitkan. Dan juga, aku sangat kagum dengan giginya karena bisa menembus kulitku dengan mudah.


"Ck, aku akan mengingat ini."


Hydra tampaknya sangat tidak menyukai aku diperlakukan seperti itu.


Dia sangat peduli, aku mengelusnya agar rasa kesalnya dapat mereda.


"Puahhh! Sangat nikmat."


Kemudian luka-lukanya entah bagaimana bisa sembuh dengan sendirinya. Kemampuan regenerasi yang sangat aneh.


"Kamu baik-baik saja?"


Merlin bertanya, khawatir.


"Aku sangat mengantuk. Kita akan kembali sekarang."


Alih-alih pusing karena kehilangan banyak darah, aku lebih merasa tidak bersemangat.


Freya juga menatap aku dengan khawatir. Dan sepertinya, dia ingin bertanya tentang Hydra karena terus menatap Hydra dengan penasaran.


"Kamu ingin bertanya tentang Hydra?"


"Um, aku membutuhkan penjelasan, tapi kamu bisa mengatakan itu nanti. Lebih baik sekarang kita kembali."


Mengetahui kondisiku, dia hanya dapat menunda.


Aku harus memikirkan cara termudah untuk menjelaskannya, tapi itu bisa diurus nanti.


Aku menyuruh Hydra untuk membuka gerbang untuk kembali. Meski hydra sedang mengeluh pada Levi karena berani menduduki tubuhnya, dia tetap membukakan gerbang untuk kami.


Untuk Dungeon ini, aku tidak tahu apakah tempat ini akan hancur atau tidak setelah ditinggal oleh pemiliknya.


Adapun pemiliknya, Levi, dia sedang tidur di atas Hydra.


Entah kenapa, aku sudah memiliki firasat kalau anak ini tidak akan terlalu berguna.


Tidak, bahkan jika dia malas-malasan dan hanya ingin tidur, dia harus berguna karena memiliki banyak sumber energi. Kami harus memanfaatkan dia dengan baik.


Gerbang menuju kastil telah dibuka, dan ketiga putri keluar dari dalam sana sambil berlari.


Mereka langsung datang dan memeluk kakiku.


Freya menawarkan diri untuk memegang Hydra dan Levi, kemudian aku mengelus kepala ketiga anak itu agar tenang.


Tapi sepertinya mereka sudah tidak mengkhawatirkan aku lagi. Ketika aku memindahkan Hydra, mata Atla dan Eren tertuju ke arah sana.


Mereka tampak penasaran dengan partner pertamaku, Hydra, dan menganggap makhluk itu sebagai hewan peliharaan.


Itu tidak bagus jika mereka membuat Hydra tersinggung, jadi aku akan mengingarkan mereka nanti.


Sedangkan Alice, dia tidak terlalu peduli dengan Hydra tapi sepertinya dia sangat marah dengan Levi karena sudah berani menyerangku.


Sekarang Alice sedang memelukku dengan erat dan meminta untuk digendong. Sungguh, anak yang manja tapi aku tidak membencinya.


Malam ini, aku memutuskan untuk kembali dan beristirahat. Untuk kegiatan selanjutnya, aku akan memikirkan itu nanti.

__ADS_1


...


Keesokan paginya, kami berkumpul di kamar untuk mendengarkan penjelasan tentang Hydra.


Bersama dengan Eliza, anak-anak, Hydra dan... Levi. Sisanya masih berada di kamar mereka masing-masing.


Sambil duduk di atas kasur, aku menjelaskan semua yang perlu aku sampaikan tentang Hydra.


Aku terlihat seperti sedang sakit, tapi nyatanya aku baik-baik saja. Entah kenapa aku hanya merasa malas dan ingin tetap di atas kasur.


Aku sempat berfikir, apakah malas itu adalah penyakit menular? Jika benar, maka aku sudah tertular oleh Levi. Tapi bagaimanapun itu terlihat, itu tetap tidak masuk akal.


Alice berada di sebelahku, sedangkan Atla dan Eren sedang mengelus tubuh Hydra seolah-olah hewan peliharaan. Padahal aku sudah mengatakan bahwa dia bukanlah PET.


"Jadi seperti itu. Hanya karena Hydra tidak ingin tampil, kamu tidak memperkenalkan dia kepada kami?"


Kesimpulan Freya setelah aku menjelaskan keadaannya.


"Y-Ya, maafkan aku. Ini bukan seperti aku ingin menyembunyikan Hydra dari kalian. Hanya saja Hydra tidak ingin muncul. Dan seiring dengan berjalannya waktu, kami merasa hal perkenalan tidak perlu untuk dilakukan. Lagipula, dia jarang keluar dan jarang berbicara."


Menyelesaikan kalimat, aku memandang Hydra.


Di sana, dia sedang berbaring karena merasa nyaman telah dimanjakan oleh kedua putri kami.


Kemudian terdapat Levi masih tertidur di sebelah Hydra. Dia sudah seperti itu sejak menghisap darahku. Jika tidak dibangunkan, aku khawatir dia benar-benar akan tidur lama seperti apa yang dia katakan sebelumnya.


"Baiklah, aku mengerti. Tapi lain kali, hal yang tidak perlu disembunyikan harus dikatakan sejak awal agar kami tidak khawatir seperti sebelumnya."


Freya menasihati. Mendekati aku dan mengelus pipiku dengan tangan lembutnya.


Aku sempat terlena dengan sikap lembut itu, namun setelah dia menyelesaikan kalimat, dia mencubitku dengan keras.


Sial, dia sangat pintar. Memperlakukan aku dengan lembut untuk membuat aku lengah dan menurunkan penjagaan.


Di saat aku sedang kesakitan, Alice terlihat khawatir dan menyentuh tangan Freya seolah-olah ingin membelaku.


Freya mengalihkan pandangannya ke arah Alice dan mulai tersenyum.


Kemudian dia melepaskan tangannya dari pipiku dan mulai mengambil Alice, menggunakan kedua tangannya untuk mengangkat Alice dan menaruhnya di pangkuannya.


Freya dengan mudah mengangkat Alice karena tubuh Alice sangat kecil dan ringan.


Nah, kupikir nafsu makannya saat ini sedang dalam kondisi bagus. Jadi aku akan memberikan dia banyak makanan agar tubuhnya memiliki bobot normal.


"Dengar Alice, ayahmu sudah berbuat nakal karena telah menyembunyikan sesuatu yang sangat penting kepada kita, jadi dia harus dihukum."


Freya menjelaskan dengan penuh kasih sayang.


Dia juga memainkan jambul di atas kepala Alice dengan wajah yang ingin mengatakan "Kenapa benda ini tidak bisa diluruskan?" seperti itu. Dia terlihat kerepotan dengan benda itu.


Mendengar penjelasan Freya, Alice melihat ke arahku dengan bingung.


Sebagai ayahnya, tentu saja aku akan mengajarkan hal yang benar agar dia tidak menjadi anak yang sesat.


"Benar Alice, jika kita berbuat salah, kita harus dihukum. Tapi Alice, kamu adalah anak yang baik, jadi tetap seperti itu saja. Kami tidak akan menghukum kamu."


Kupikir menceramahi anak berusia sepuluh tahun tidak akan terlalu berguna. Itu sebabnya aku hanya mengatakan hal yang mudah untuk dipahami.


Jika mereka tidak bertanya, kita tidak perlu menjelaskan. Itu akan percuma karena informasi itu tidak akan mereka cerna.


Hanya ketika mereka bertanya, kita harus menjawabnya dengan benar. Informasi itu sudah pasti akan mereka ingat untuk menghilangkan rasa penasaran mereka.


Tapi bukan berarti kita harus menunggu sampai mereka bertanya. Ketika datang ke anak yang pendiam, hal seperti itu tidak akan berguna.


Yah, semua tergantung keahlian orang tua dalam merawat anak mereka.


Beruntung aku diberkahi istri yang sangat pintar, jadi aku tidak perlu khawatir menyerahkan pengawasan anak-anak kepada mereka.


Ngomong-ngomong, Eliza duduk di sebelah Alice, dan karena Alice sudah diangkat oleh Freya, tempat itu kosong.


Kemudian Eliza mendekat ke arahku untuk mengisi kekosongan itu.


"Tuan Albert."


Eliza berkata dengan nada manjanya.


Namun jujur saja, dia memang sudah seperti itu sejak awal. Jadi kami memaklumi sikap itu.


Bagaimanapun juga, dia memiliki paras yang cantik dan manis. Itu tidak akan merusak citranya sebagai wanita es.


"Ada apa?"


"Bagaimana dengan kudaku?"


Dia meminta tanpa rasa malu sama sekali seolah-olah aku adalah ayahnya.


"Setelah kamu mengatakan itu, aku jadi teringat. Kita menuju ke dungeon sebenarnya untuk bertanya tentang keberadaan kuda peri kepada Levi. Karena Levi sudah hidup lama di dunia itu, dia pasti mengetahui sesuatu tentang mereka, kan?"


Mata kami semua tertuju ke makhluk seperti ular berwarna kuning keemasan itu.


Dia tidur dengan nyenyak di atas kasurku.


Kupikir itu tidak bisa disalahkan karena kasur ini memang sangat empuk dan... Wangi.


Wangi itu berasal dari perfume kedua wanita dewasa, dan masing-masing dari mereka mengenakan perfume yang berbeda.


Setiap hari aku menghirup sensasi dua wangian yang berbeda dan sudah mulai terbiasa.

__ADS_1


__ADS_2