Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Menuju ke Dunia Seraphim.


__ADS_3

Menyaksikan anak-anak berlatih membuat aku terkesan.


Dalam setahun mereka sudah bisa bertarung dan bekerja sama dalam party dengan baik. Koordinasi mereka sudah lumayan bagus.


Melihat aku hadir di sesi latihan, mereka menghampiriku dengan semangat.


Sangat baik, oleh karena itu aku memuji hasil latihan mereka supaya motivasi dapat meningkat.


Sebelum aku bisa memberikan senjata, ini sudah masuk jam makan siang. Jadi kami menyelesaikan makan siang sebelum melanjutkan kegiatan.


Pergi ke taman Eden untuk makan dan kembali lagi ke lantai 75 menggunakan portal teleportasi.


Setelah semua, aku menyuruh para kesatria berbaris dan memberi mereka masing-masing senjata buatanku.


Aku mengatakan bahwa mereka harus mempelajari gaya bertarung dengan senjata baru mereka.


Aku sempat khawatir apakah senjata itu akan cocok dengan selera mereka atau tidak, tapi sepertinya aku hanya khawatir berlebihan.


Nyatanya mereka semua memasang wajah gembira karena telah mendapatkan senjata keren.


Ya, keren. Karena seleraku sangat tinggi, aku telah melakukan berbagai upaya agar bentuknya terlihat sangat bagus. Tetapi utilitasnya tetap dikedepankan.


Lagipula, tidak ada larangan untuk membuat senjata berkemampuan dengan bentuk mewah.


Pertama mereka harus menuangkan energi mereka ke dalam senjata dalam jumlah banyak, tujuannya untuk mengenalkan senjata kepada tuannya.


Setelah itu dilakukan, senjata mereka akan mengingat aura pemegang dan akan menganggap pemegang sebagai tuannya.


Jadi, senjata itu tidak akan aktif apabila digunakan oleh orang lain. Ini merupakan fitur roh di dalam senjata.


Kita bisa mengesampingkan Long Sword milik Davies, Staff milik Peter, Dagger milik Natalie — dan langsung melihat uji coba item kepunyaan Claris.


Claris juga cukup senang dengan itemnya karena itu terlihat sangat indah dan bisa menyesuaikan ukuran dengan tangan kecilnya.


Percobaan pertama, Claris mengarahkan tangannya ke salah satu pohon kecil sebagai target, mengalirkan sedikit Mana untuk mengirim pesan(perintah) ke item, kemudian item memproses perintah dan memperbesar ukuran targetnya.


"Ohh..."


Dan tumbuhan itu membesar dengan cepat. Kami bahkan sampai terkejut melihat itu.


Percobaan kedua adalah menghasilkan kayu menggunakan item itu sendiri.


Tidak seperti percobaan pertama, Claris mencoba memanipulasi pertumbuhan benda eksternal item. Jadi itu tidak akan menjadi kayu keras, namun percobaannya dianggap berhasil karena sudah bisa memanipulasi perkembangan tumbuhan.


Claris mencoba memerintahkan item untuk melindungi tangannya. Kemudian item menghendaki perintah dan mulai melapisi tangan kanan Claris dengan kayu.


Karena ujian kali ini adalah daya tahan, kami harus memukul tangannya untuk melihat saya tahan kemampuan tersebut.


Aku mengatakan "Tenang saja, jika percobaan ini gagal, tanganmu hanya akan terpotong." seperti itu dan Claris mulai ketakutan.


Ketika kami menguji item, dia menutup matanya. Hasilnya, semua tampak baik-baik saja. Dan seperti yang diharapkan, itu bisa menahan senjata kelas Legendaris Long Sword Davies.


Masuk percobaan ke tiga, menguji sihir pemulihan item. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi sihir ini juga bisa memulihkan energi targetnya.


Kemampuan ini sangat berguna, dan sangat cocok bagi seorang "pendukung" seperti Claris.


Nah, untuk uji coba kali ini dianggap sulit karena Claris belum mengerti prinsip dari sihir pemulihan. Oleh karena itu, item tidak dapat bekerja karena perintah tidak dapat diproses.


Yah, dia harus lebih banyak belajar tentang sihir dan berlatih.


Dari tiga percobaan, kami baru bisa menyelesaikan dua. Kurasa, hal ini tidak perlu dipersoalkan karena kami sudah melihat potensi kegunaan dari itemnya.


Mereka melanjutkan pelatihan dan aku kembali ke kastil.


Nah, sekarang aku sudah bebas dari pekerjaan. Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk pergi berkunjung ke rumah Freya.


Bagaimanapun juga, jika aku ingin menghamili seseorang, aku harus berbicara terlebih dahulu kepada orangtuanya.


Menjadi pemimpin bukan berarti aku bisa melakukan hal apapun dengan bebas, justru sebaliknya. Aku harus menunjukkan bahwa aku adalah pemimpin yang bertanggung jawab dan bermoral.


Dan juga, aku bukanlah tipe pria dengan sedikit kecerdasan. Aku harus berperilaku selayaknya adat budaya manusia berjalan.


Oleh karena itu, aku tidak ingin menikahi banyak wanita dan menghamili mereka hanya karena nafsu. Jika aku melakukan itu, aku sama saja seperti kucing.


Sungguh, kalimat paling munafik. Tapi jujur saja, aku memang tidak ingin bawahanku meniru hal-hal vulgar seperti itu.


Kita ini merupakan keluarga ternama sekarang. Ditambah dengan adanya anggota dari salah satu klan terbesar Seraphim seperti Freya, kami harus memiliki citra yang bagus.


Aku menuju ke kantor pembendaharaan kastil, tempat di mana Merlin dan Freya bekerja.


Aku ingin agar mereka lebih santai dalam menjalani kehidupan, tapi mereka sendiri telah meminta pekerjaan. Jadi, karena itu adalah kemauan mereka sendiri, aku menempatkan mereka di kantor ini.


Menggunakan orang sendiri untuk mengurus keuangan organisasi juga sangat membantu.


Kami memiliki banyak fasilitas, kemudian ada beberapa departemen, lembaga, dan industri yang perlu diberikan upah.


Untuk uangnya. Aku sudah tidak menggunakan uang dari dalam inventaris.


Semua uang itu berasal dari pendapatan bisnis.


Tapi, hanya dengan ramuan saja tidak akan cukup untuk menutupi itu semua.


Terakhir aku sudah berinvestasi banyak untuk Martin agar dia mendirikan lebih banyak toko dan memperluas jaringan perdagangan kami.

__ADS_1


Hasilnya, kami bisa menjual barang komoditas kami seperti ramuan penyembuhan, berbagai macam alat atau peranti sihir, obat-obatan murah, dan juga kristal ajaib — ke berbagai pelosok dunia.


Sangat hebat, bukan?


Belum lagi, kami sedang mempersiapkan untuk membuka bisnis makanan. Dari sejumlah barang dagangan di atas, aku yakin bisnis di bidang kuliner adalah yang paling menguntungkan.


Aku bahkan sudah memiliki daftar makanan untuk itu. Tapi hidangan berbasis ayam akan menjadi menu utama kami.


Ayam sangat enak, mudah diternak, proses masak cepat, dan gampang dibawa-bawa. Ditambah lagi, itu harus menjadi makanan murah agar semua golongan sosial dapat menikmatinya.


Tapi, untuk kelas sosial menengah ke atas biasanya sangat malas untuk makan bersama dengan rakyat biasa. Jadi kami akan membuka restoran untuk mereka dan harga dapat disesuaikan.


Yah, semuanya sedang dalam proses. Aku hanya perlu bersabar dan menunggu hasilnya nanti.


Memasuki ruangan, aku bisa melihat bahwa mereka — Merlin, Freya, Kaguya, dan Titania — sedang mengurus pekerjaan mereka masing-masing.


Merlin dan Freya seharusnya memiliki tugas sebagai penggantiku ketika aku tidak kerja pada saat kedatangan tamu.


Bagaimanapun, mereka adalah istriku dan memiliki kewajiban melakukan hal itu.


Tapi lihat kastil kami, sangat sepi.


Tidak ada tamu, orang berkepentingan, atau warga komplain yang datang ke sini. Negara ini benar-benar damai dan para pekerja juga bekerja dengan baik.


Kupikir ini faktor karena penduduk kami sedikit, namun sebenarnya tidak begitu. Bahkan jika kami memiliki jutaan penduduk, kami masih akan tetap seperti ini.


Lagipula, negara ini sangat adil. Pekerja diberikan tempat tinggal, makanan, dan gaji yang layak. Kami tidak memberi mereka upah stengah-stengah karena kami tidak memiliki alasan untuk melakukan itu.


Negeri kami sudah kaya, bahkan aku sendiri sudah kaya. Ditambah lagi, petinggi kami sangat kuat. Hal-hal seperti korupsi, orang harus berfikir dua kali untuk melakukan itu.


Yah, aku memang tidak akan tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi kuharap tidak akan ada orang bodoh yang akan melakukan itu.


Nah, berdiri sangat tidak nyaman, aku langsung duduk di sofa untuk menyenderkan badanku.


Kemudian Merlin beranjak dari meja kerjanya, menuangkan aku teh, dan aku berterimakasih.


Merlin duduk di sebelahku, menghentikan pekerjaannya dan mengurusku.


Aku tidak berfikir bahwa dia ingin meninggalkan tugasnya karena malas. Hanya saja dia memang seperti ini, lebih mementingkan diriku lebih dari apapun.


Sungguh, sebenarnya aku sangat berterimakasih kepada dewa yang telah membawaku ke dunia ini.


Tapi di kalimat itu aku menyisipkan permintaan agar perang tidak akan menghancurkan keluarga ini. Meski aku tidak tahu apakah dia bisa mendengar itu atau tidak, aku tetap berdoa.


"Sigh..."


Hanya untuk mencari perhatian, aku mendesah.


"Ada apa?"


Aku benar-benar orang aneh karena sudah mempermainkan perasaan orang lain dan membuat dia khawatir.


"Tidak apa. Aku hanya bingung hadiah seperti apa yang perlu aku bawa untuk calon mertuaku."


Sambil menyesap teh, aku menjawab.


Suara "kusuk-kusuk" dari pena Freya tiba-tiba berhenti setelah mendengar perkataanku.


"Apa kamu bilang?"


Freya bertanya, mungkin ingin memastikan apa dia mendengar dengan benar atau tidak.


"Aku bilang, aku sedang memikirkan hadiah untuk mertuaku--"


*Sreet*


Freya langsung beranjak dari bangkunya.


"K-Kapan kamu akan pergi ke rumahku?"


"Besok."


Tanpa basa basi, aku langsung menjawabnya. Lalu freya meninggalkan meja, menghampiriku, dan duduk di sebelahku.


"Kamu serius ingin datang ke rumah?"


"Ya, aku serius. Aku sudah mengerjakan semua tugasku dan tidak memiliki pekerjaan penting lagi."


Benar, belakang ini aku tidak hanya belajar sihir, tetapi juga sibuk mengurus pembangunan, bisnis, dan semacamnya.


Aku juga telah mendirikan fasilitas rahasia di shelter. Itu didirikan untuk ambisiku dalam memperkuat sistem pertahanan negara ini.


Setelah itu selesai, kurasa tidak ada hal apapun lagi yang perlu aku lakukan untuk memantapkan pertahanan kami.


Sekarang, itu sudah diurus oleh Tethra dan para peneliti lainnya. Seharusnya baik-baik saja bahkan bila aku meninggalkan mereka sendiri.


"Tidak perlu membawa hadiah."


"Eh?"


"Tidak perlu melakukan hal merepotkan seperti itu. Lagipula, mereka tidak pernah menginginkan barang-barang dari dunia manusia."


Freya sudah menggunakan kata "mereka" untuk merujuk ke keluarganya sendiri.

__ADS_1


Ini bukan karena Freya tidak menyukai keluarganya, tetapi karena Freya sendiri sudah berkeluarga.


"Begitu, ya. Bagaimana dengan makanan?"


"Makanan?"


"Ya, jika mereka tidak menginginkan benda, maka aku hanya perlu membawa makanan."


Keluarga mertua mungkin akan sama seperti Freya, mau menikmati makanan seperti halnya cookie.


Dan juga, datang ke rumah mertua dengan tangan kosong, itu sangat tidak nyaman.


Aku harus membawa sesuatu sebagai bentuk sopan santun.


Jika aku datang dan langsung mengatakan "Aku sudah meniduri anak kalian." seperti itu, mereka pasti akan langsung memukulku.


Lebih baik menggunakan hadiah alih-alih pembukaan dan mengarahkan pembicaraan ke arah yang lebih santai. Dengan begitu, kuharap mereka akan berbaik hati dan menerimaku.


Yah, sebenarnya itu adalah pembahasan kalau mereka mau menerima hadiahnya. Jika tidak, aku tidak tahu lagi harus melakukan apa.


Skenario terburuk, mereka tidak mau memberikan restu dan mengambil Freya kembali. Ketika itu terjadi, apa yang harus aku lakukan?


"Yah, jika itu hanya makanan, mungkin akan baik-baik saja."


Freya mengakhirinya begitu saja.


Hmm, aneh, biasanya dia akan banyak berbicara.


Tidak, ini bukan seperti Freya adalah wanita cerewet, tapi melihat dia tiba-tiba menjadi diam, agak mengherankan.


Aku yakin ini bukan sembarang kebetulan, ini pasti intuisiku sebagai suami.


"Baiklah, aku akan ke dapur untuk persiapan. Kupikir, kue akan menjadi hadiah yang bagus."


"Tunggu, apanya yang harus dipersiapkan? Bukankah kue kering buatan para koki sudah cukup?"


"Eh, aku ingin membuatnya sendiri. Ayo Merlin, temani aku membuat kue."


Percaya atau tidak, semua proses pembuatan pasti akan lebih banyak mengandalkan Merlin.


Aku mulai berdiri dan ingin menuju ke dapur, namun...


"Aku bilang tunggu. Jangan coba melakukan hal aneh di saat-saat seperti ini."


Freya menarik aku kembali ke tempat duduk dengan wajah kerepotan. Dia juga sedikit tersenyum seakan ini adalah lelucon.


Yah, mau bagaimana lagi, aku memang tidak terlalu bisa membuat kue. Aku juga tidak terlalu serius dalam hal ini.


"Serius, Albert. Jangan membuat hal aneh-aneh untuk mereka."


Freya menahanku dengan tenaga normalnya. Memeluk lengan kiriku dan menaruh kepalanya di sana.


"Tenanglah, aku hanya bercanda. Jadi kita akan memutuskan untuk membawakan mereka kue besok."


Aku akan menganggap selera Freya sebagai acuan. Karena Freya menyukai kue kue itu, mungkin saja mereka juga akan menyukainya.


"Apa aku perlu membuatkan lebih banyak lagi untuk mereka?"


Merlin mengajukan diri. Dia tersenyum cerah, kurasa dia cukup antusias dalam hal ini.


"Apa itu tidak merepotkanmu?"


Freya memahami sifat Merlin dan tidak berusaha untuk menghentikan tindakannya.


"Tidak. Kurasa itu bisa dijadikan sebagai ganti ketidakhadiran aku."


Oh, hal ini sering kami bahas.


Kami tidak bisa membawa Merlin karena Freya takut ayahnya akan memarahiku. Akan lebih baik jika Freya mengatakan kebenaran ini setelah ayahnya mau menerimaku.


Kami juga tidak bisa membawa Atla, Eren, ataupun Alice.


Atla dan Eren adalah iblis. Itu tidak akan menjadi ide yang bagus jika membawa mereka ke sarang malaikat.


Sedangkan Alice, dia cukup pendiam ketika sedang digendong. Tapi untuk saat ini, Freya ingin memperkenalkan aku terlebih dahulu kepada keluarganya. Setelah mereka mau menerimaku, kami baru bisa memperkenalkan mereka.


Sungguh, entah kenapa intuisiku selalu berbunyi tanpa alasan yang jelas.


(Ini akan baik-baik saja, kan?)


Aku mulai bertanya-tanya. Dan Freya menjawab tidak apa-apa selama hanya aku yang pergi ke sana.


Bukankah itu bukti bahwa ada masalah?


Nah, hal seperti itu pernah terjadi ketika kami membahas siapa saja yang pergi.


Karena Freya hanya mengizinkan aku, maka hanya aku saja yang pergi.


Ini mungkin untuk mengantisipasi skenario terburuk. Ketika ayahnya marah, hanya aku saja yang akan terkenal pukul.


Namun Freya masih memiliki wajah tenang dan biasa. Jadi aku yakin, meski hal itu — mungkin — akan terjadi, aku masih bisa mengatasinya.


Baik, aku menyerahkan tanggung jawab keamanan keluargaku dan bangsa ini ke Luminous.

__ADS_1


Terdengar seperti kami akan pergi selama beberapa bulan, tapi nyatanya aku hanya akan pergi selama dua atau tiga hari.


Dengan sihir gerbang transfer atau teleportasi, semua menjadi lebih mudah. Kami hanya perlu melewati pintu di ruang harta dan kami bisa langsung sampai ke dunia seraphim, sisanya akan aku serahkan ke Freya.


__ADS_2