Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Lembaran Baru.


__ADS_3

Carol menatap takjub sosok yang berada di depannya.


Itu adalah Vampire, Vampire sejati dengan taring tajam tampak eksis di bibir merah tipisnya.


Sosok itu — yang bernama William — memberikan salam kepada Carol dengan senyuman cerahnya seolah dia sangat senang bertemu dengan Carol.


Tidak, sejak awal, William memang sangat ingin bertemu dengan keluarga Freya. Ingin mengenal dengan baik kedua orangtuanya.


Hal seperti ini juga berlaku untuk keluarga Albert lainnya. Mereka juga ingin bertemu dengan keluarga Freya dan ingin menjalin hubungan baik dengan mereka.


Bagaimanapun, itu adalah keluarga dari salah satu istri Albert, Freya. Semua orang tentunya cukup antusias dengan pertemuan ini.


Namun Carol sedang takjub bukan karena taring William, melainkan aura milik William. Itu adalah aura surgawi, sangat suci sekaligus aneh.


(Bagaimana bisa Vampire memiliki aura surgawi seperti ini?)


Carol mulai bertanya-tanya. Tapi sekarang dia tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal itu.


"Ah, senang bertemu dengan Anda juga. Anda orang yang cukup menarik, ya?"


Mengatakan itu, Carol mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan William.


Seraphim tidak memiliki kebiasaan untuk berjabat tangan, tapi Carol mengetahui kalau manusia sering melakukan hal ini.


Itu sebabnya dia memanfaatkan kesempatan perkenalan ini untuk berjabat tangan bukan sebagai formalitas biasa, melainkan untuk bisa menyentuh tangan William.


Apakah fisik William benar-benar menyimpan atribut suci, atau itu hanya sekedar auranya saja yang surgawi? —Carol ingin mengetahui hal ini.


"Ah, tolong jangan seperti itu. Anda bisa memanggil saya hanya dengan William. Karena Anda adalah ayahnya Kak Freya, kupikir aku yang seharusnya bersikap sopan di depan Anda dan Anda bisa bersikap biasa saja di hadapan saya."


Benar, meski Freya terlihat tidak terlalu peduli tentang itu, William masih harus mencegahnya untuk berjaga-jaga.


Dengan begitu mereka berjabat tangan. Dan benar saja, Carol bisa merasakan atribut suci dari dalam tubuh William. Benar-benar mengejutkan, dia pikir itu hanyalah mantra khusus tertentu, tapi ternyata tidak.


Terlebih lagi, William sangat kuat. Carol terkejut mengetahui William bisa begitu kuat tetapi masih menganggap anaknya, Freya, sebagai Kakaknya.


(Mungkin itu adalah pengaruh Albert.) —Pikir Carol. Namun setelah mengingat kembali sejumlah energi yang telah dikeluarkan oleh Freya sebelumnya, Carol mulai mempertimbangkan kembali bahwa putrinya sudah lebih kuat melebihi dirinya sendiri.


Setelah berbicara beberapa hal dengan William dan Olivia, Carol melanjutkan menyambut anggota keluarga Albert yang lain.


Ngomong-ngomong, Carol sudah menilai kekuatan mereka perindividu. Mereka semua memiliki kekuatan melebihi kedua putranya, sangat mengesankan.


Carol sudah berfikir bahwa Albert mirip seperti Nodens, memiliki kekuatan besar dan bawahan yang kuat.


Meski begitu, Carol masih belum bisa menentukan siapa diantara mereka yang lebih kuat.


Carol masih belum mengetahui kekuatan sejati Albert, tetapi Carol sudah mengetahui bahwa Nodens itu sangat kuat.


Dia memiliki Monster Ilahi di dalam tubuhnya, yang terkenal sangat kuat di Dunia Seraphim. Namun, Carol sudah melihat seberapa besar jumlah energi Albert. Mungkin saja Albert juga memiliki makhluk yang sama, tapi itu hanya spekulasi tak berdasar. Jadi Carol tidak bisa menentukan karena Albert juga tampaknya tidak ingin membahas hal tersebut.


Selanjutnya adalah pria berbadan tinggi, rambut merah, dan sangat tampan. Dia bahkan lebih tinggi daripada Carol.


Dia adalah Ignis. Di sebelah Ignis terdapat sosok wanita cantik berambut pirang, Clara.


Mereka berdua terlihat... Serasi? Meski ukuran tinggi badan mereka berbeda, Carol tahu bahwa pria besar itu bisa merubah ukuran tubuhnya ketika dibutuhkan. Jadi itu bukan masalah besar.


"Senang bertemu dengan Anda, Tuan Carol. Saya adalah Ignis Testalia, kepala divisi keamanan negara. Dan dia adalah Clara."


Ignis memperkenalkan dirinya dan Clara dengan senyum cerah. Mereka berdua akhirnya memberi hormat kepada Carol, sangat sopan.


"O-Oh, aku juga senang bertemu denganmu."


Carol tidak bisa mengatakan banyak hal.


Sebelumnya Vampire dengan sub-ras unik, sekarang raksasa api dengan sub-ras iblis.


Keluarga (Albert beserta istri dan anak-anaknya) aneh dengan kerabat aneh. Mereka semua benar-benar mencampuradukkan berbagai macam ras di dalam satu ruang lingkup.


Ini merupakan pertama kalinya Carol melihat hal yang seperti ini. Dan yang mengejutkan, putrinya adalah salah satu dari pemimpin mereka.


Carol bahkan tidak tahu apakah itu sebuah prestasi yang patut diberi pujian atau tidak melihat mereka semua tidak normal.


Dia bahkan mulai bertanya-tanya, apakah benar keluarga menantunya ini didirikan hanya dalam kurun waktu satu tahun?


Freya dan Albert sudah menceritakan kisah mereka, dan setelah melihat ini semua — itu seperti cerita yang dibuat-buat.


Melanjutkan sapaan.


Selanjutnya adalah pemuda beastman dengan pakaian putih bersih dan sangat rapih, Leon.


(Oh, akhirnya aku menemukan anak yang normal.)


Melihat Leon yang biasa membuat Carol merasa lega.


"Saya sangat senang bertemu dengan Anda, Tuan Carol. Saya adalah Leon Testalia."

__ADS_1


Leon memperkenalkan dirinya dengan energik.


"Ah, aku juga senang bertemu denganmu."


Carol berkata dengan senyuman. Dia juga mengelus kepala Leon karena menganggap Leon masih anak-anak.


Berbicara dengan William dan Ignis hanya membuatnya merasa capek karena harus memasang senyum yang dipaksakan.


Namun perasaan lega itu hanya ketika bertemu dengan Leon saja. Ketika dia lanjut menyambut keluarga Albert yang lain, dia menemukan beberapa monster serta Roh tingkat tinggi yang keberadaannya jarang sekali untuk ditemui.


Carol tidak terlalu terkejut melihat Roh tingkat tinggi, tapi melihat monster bisa melakukan transformasi manusia telah memberikan wawasan baru.


Sementara itu...


Selesai mencium Atla dan Eren beberapa kali, Lilia melihat satu anak kecil yang selalu saja digandeng oleh Merlin.


(Oh, ini anak spesial yang putriku maksud, ya? Tapi tampaknya dia cukup pendiam.) —Penilaian Lilia terhadap Alice.


Lilia melihat ke arah Alice dan Alice memandang ke arah Lilia. Mereka berdua saling menatap satu sama lain, tidak ada pembicaraan diantara mereka untuk beberapa saat. Kemudian...


"Hallo, Putri Kecil?"


Lilia mulai mencoba berbicara kepadanya. Namun jawaban dari Alice berbeda dengan apa yang dia harapkan.


"Mama?"


Itulah yang dia katakan.


Pada awalnya Lilia tampak bingung, tapi segera paham mengingat wajahnya sangat mirip dengan Freya.


Dan juga, Lilia sekarang mulai mengerti kalau kata "Mama" itu untuk Freya, dan kata "Ibu" untuk Merlin.


Merlin dan Freya tertawa melihat Alice sedang kebingungan karena sosok Mamanya terlihat aneh. Padahal Lilia bukan Freya.


Saat ini, Freya sudah berdandan dan terlihat sangat berbeda. Itu juga berlaku untuk Merlin. Kedua wanita ini, sekarang lebih cantik dari biasanya.


Kemudian Freya mengeluarkan kue dari dalam inventarisnya. Sudah menjadi hal umum mengetahui Freya selalu mengantongi kue. Jadi semua orang tidak bertanya lebih jauh kenapa Freya bisa menyimpan makanan di dalam inventaris.


Nah, kue itu tidak untuk dia makan sendiri, melainkan untuk memancing Alice.


"Sayang, ke sini!"


Freya memanggil Alice, dengan kue di tangan kanannya.


Melihat itu, Alice tersenyum cerah dan menghampiri Freya. Lalu Freya memberikan kue itu dan langsung menggendong Alice tanpa perlu mengkhawatirkan gaunnya akan lecek atau kusut.


Lilia menatap Alice dengan bingung. Apakah anak itu mengenal ibunya karena telah mengeluarkan makanan, atau anak itu hanya memikirkan tentang makanannya saja. —Hal ini membuat Lilia bertanya-tanya.


"Kamu bilang, dia adalah monster, kan?"


Lilia mengesampingkan apa yang dipikirkan Alice dan mulai membahas rasial Alice karena penasaran.


Saat ini, Alice mengenakan gaun oranye dengan pita. Dia telah menyembunyikan ekor dan telinganya.


"Alice, dia adalah Nenek. Ayo tunjukkan ekormu kepada Nenek dan biarkan dia melihat wujud asli kamu yang sesungguhnya."


Freya membuat suasana menegangkan, seolah-olah ingin memberikan kejutan kepada Lilia.


Namun Alice tidak mengatakan apa-apa, masih sibuk dengan makanannya. Dan dengan suara "puff", sembilan ekor dan dua telinga rubah telah muncul.


"Ah, i-ini, jangan-jangan...!"


Lilia kehabisan kata-kata.


"Benar. Alice merupakan Rubah Ekor Sembilan. Makhluk yang melegenda itu!"


"Ya ampun, anak manis ini, Rubah Ekor Sembilan...?"


Lilia pernah mendengar tentang monster terkenal yang disebut dengan "Rubah Ekor Sembilan".


Monster itu terkenal sangat kuat dan bisa mengguncang dunia dengan kekuatannya.


Dan sekarang monster itu berada di pengasuhan Freya. Benar-benar membuat Lilia terkejut.


"Izinkan Ibu menggendongnya."


Lilia meminta.


Freya langsung menyerah Alice tanpa perlu melakukan hal-hal merepotkan seperti "bujukan" terhadap Alice. Bagaimanapun, Alice sangat tenang ketika digendong.


*****


Melanjutkan kegiatan. Setelah keluarga Bestlafiol menyambut keluarga Testaliaku, kami semua menuju ke taman untuk memulai acara sesuai jadwal.


Makanan dan minuman, semua tersedia di atas meja. Tentu saja, hidangan yang disediakan harus bisa dimakan oleh semua orang.

__ADS_1


Dengan kata lain, kami menggunakan bahan baku dari dunia manusia agar semua orang bisa menikmatinya.


Jika bahan baku makanan dari dunia seraphim digunakan, energi suci yang terkandung di sana tidak akan cocok dengan iblis seperti Atla, Eren, dan Titania.


Selain itu, mungkin kita bisa menggunakan William sebagai penghulu, kan? Lagipula, dia adalah High Priest kami.


Yah, terlepas dari itu, acara berjalan dengan lancar sampai sore hari. Banyak foto yang telah diambil untuk mengabadikan momen ini.


Anak-anak memakan makanan mereka dengan lahap karena di sini banyak sekali hidangan baru dengan bentuk dan rasa yang sama sekali berbeda dengan makanan di kastil.


Mungkin koki kami bisa magang di dapur kediaman ini untuk memperluas wawasan mereka.


Kami juga telah membahas banyak hal tentang rencana kedepannya. Karena keluarga Testalia dan Bestlafiol sudah resmi menjalin hubungan, kami perlu mengadakan kegiatan bersama untuk memperkuat ikatan diantara kami.


Kami memang hanya sebuah keluarga, tetapi keberadaan kami sudah seperti organisasi besar. Bagaimanapun terlihat, kami memang sedang memimpin bangsa.


Sedangkan keluarga Bestlafiol, mereka sejak awal sudah menjadi organisasi besar dan memiliki banyak anak buah.


Terdapat tujuh keluarga besar di dunia seraphim ini, dan keluarga Bestlafiol berada di urutan ke lima.


Urutan pertama, tentu saja ditempati oleh klan Aegistar milik Nodens.


Berbicara tentang Aegistar, mungkin kami akan berurusan dengan mereka. Aku sudah merebut calon istrinya, dan berdasarkan asumsiku, Nodens tidak akan terima hal itu dengan mudah.


Berdasarkan sikap Freya ketika membicarakan Nodens, Nodens tampaknya bukanlah pria yang baik.


Yah, aku tidak terlalu peduli dengan pihak lain. Jika mereka menginginkan perang, maka aku hanya perlu melayani sekaligus menghancurkan mereka.


Ini juga bagus untuk keluarga Bestlafiol. Aku akan menaruh keluarga ini di posisi atas agar mereka bisa mengatur keluarga atau klan besar yang lain.


Dengan begitu, batu kristal suci dalam jumlah besar bisa mengalir ke tanganku--


Ops... Pikiranku mengembara kemana-mana. Itu seharusnya menjadi cerita apabila klan Aegistar benar-benar memusuhi kami.


Tapi, probabilitasnya memang tidak rendah. Lagipula, pihak yang telah mengajukan pernikahan adalah klan Aegistar. Dan orang yang melakukan itu, tidak lain adalah Nodens sendiri.


Dia mengajukan pernikahan melalui surat pesan, tidak berbicara secara langsung dengan Carol. Terlihat merendahkan, tetapi Nodens memang sudah dianggap sangat mulia. Dia tidak bisa meninggalkan singgasananya begitu saja.


Jadi, ada kemungkinan kami akan memiliki konflik dengan mereka.


Ahh, aku ingin sekali mengirim Niks ke markas klan mereka dan menyelidiki kekuatan mereka. Sayangnya pihak lawan memiliki kekuatan sama sepertiku.


Aku mengetahui hal ini ketika berbicara dengan Carol.


Ayah dan menantu, kami terlihat sangat dekat karena masalah ini.


Mungkin ini yang disebut dengan "musuh dari musuhmu adalah sekutu". Kami pada awalnya tidak akrab, namun karena tekanan kekuatan Nodens, Carol berhenti marah padaku.


Sekarang aku tidak mengerti apakah ini keberuntungan atau malapetaka.


Kekuatan Nodens sama kuatnya sepertiku. Ada kemungkinan kalau dia juga memiliki "Skin Legendaris".


Bila seperti itu, pertempuran dengan dia pasti tidak akan mudah. Tetapi, aku tetap tidak khawatir karena di pihak kami sudah terdapat dua Skin Legendaris, Hydra dan Levi.


Ketika pertarungan terjadi, aku bisa menyuruh Luminous dan Levi untuk maju lebih dulu dan menghabisi energi pihak lawan. Dengan begitu, aku bisa mengatur sisanya.


(Apa? Kalian menyuruhku untuk menjadi pahlawan sejati dan mengalahkan Nodens sendirian!? )


Omong kosong, mana mungkin aku mau melakukan hal bodoh seperti itu. Aku sudah bersusah payah mencari pion untuk melindungi diriku, kenapa aku harus melakukan pertarungan yang mengerikan seperti itu sendirian?


Hmph, idiot.


Ini bukan dunia delusi dimana orang bisa menang hanya dengan tekad dan semangat mampus.


Jika aku kalah, aku benar-benar akan mati, tahu! Tidak akan ada adegan dimana musuh yang seharusnya menang tapi tiba-tiba kalah karena mengajak MC mengobrol. Memangnya, ini manga shounen!


Terlebih lagi, aku baru saja menikah. Dan aku sudah mempertimbangkan untuk membuat anak dalam waktu dekat.


Oleh karena itu, aku akan menggunakan semua kartu yang aku punya agar aku bisa bertahan hidup lebih lama.


Tapi, ya ini bukan seperti aku akan tanpa ragu mengirim seseorang untuk mati. Tentu saja, aku akan berusaha menciptakan kondisi agar kami menang dengan sedikit korban.


Jika mereka tidak mampu, aku juga akan ikut turun tangan.


Selain itu, untuk saat ini aku sangat kekurangan informasi. Mungkin saja si Nodens itu pada dasarnya memang sudah kuat dan tidak memiliki Skin Legendaris.


Jika seperti itu, maka hanya dengan mengutus Luminous sendiri, pasti akan baik-baik saja.


Nah, mari kita lupakan ini, karena ini masih menjadi spekulasi. Intinya, aku akan menggunakan berbagai cara agar aku dan keluargaku dapat hidup lebih lama.


Selesai acara, kami kembali ke kediaman kami masing-masing.


Tapi ketiga putri masih ditahan di kediaman Bestlafiol oleh Nenek mereka, Lilia.


Mereka bertiga juga tidak menyuarakan keluhan karena Lilia sangat mirip dengan Freya. Baik itu penampilan atau kepribadian, semuanya sangat mirip Freya. Itu sebabnya, mereka bertiga bisa akrab dengan Nenek mereka dengan cepat.

__ADS_1


Aku juga berfikir mereka akan baik-baik saja. Jika mereka ingin pulang, mereka hanya perlu membuka pintu.


Dan satu lagi, agar mereka betah, para Kesatria Pengawal juga masih tetap akan tinggal dan menemani mereka. Bagaimanapun, itu adalah tugas mereka sebagai kesatria.


__ADS_2