Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Kita kedatangan... Tamu?


__ADS_3

Tiga minggu telah berlalu setelah proyek pembangunan dilakukan dan aku sudah bisa melihat proses itu sudah berjalan dengan lancar, mungkin hanya butuh dua atau tiga bulan lagi.


Ini memang aneh, namun jika dilihat bagaimana mereka bekerja, itu tidak akan menjadi aneh lagi.


Mereka bekerja siang dan malam dan tidak pernah istirahat, setidaknya untuk para golem. Para warga huldra hanya harus memperhatikan golem-golem itu bekerja, jadi mereka masih bisa bersantai dan hanya menonton ketika matahari terbenam.


Para golem memiliki kemampuan untuk melihat di kegelapan malam, jadi mereka tidak memiliki masalah sama sekali bahkan jika bekerja di lokasi gelap gulita.


Sebenarnya, aku merasa tidak enak dengan warga huldra melihat mereka bekerja siang dan malam, meskipun mereka hanya menjadi pengamat.


Karena warga huldra hanya perlu mengawasi kegiatan para golem, mereka sepakat untuk meneruskan pekerjaan mereka ketika waktu malam tiba. Mereka hanya perlu bergantian untuk berjaga, dilakukan dengan jadwal teratur.


Selain itu, sebenarnya ada beberapa monster yang menyerang ke sektor pembangunan dan membuat para warga huldra yang sedang mengawasi menjadi panik. Tapi golem-golem itu sudah diperintahkan oleh endrin untuk menyerang monster yang datang. Mereka langsung dikalahkan oleh golem dalam beberapa menit dan kembali lagi untuk bekerja.


Warga huldra yang melihat itu menjadi tenang dan berfikir semua akan baik-baik dan memutuskan untuk terus melanjutkan pembangunan, bahkan ketika hari sudah gelap.


Setelah mengetahui mereka baik-baik saja, aku memperbolehkan mereka untuk meneruskan pekerjaan. Lagi pula, mereka hanya perlu mengawasi kegiatan para golem.


Bahkan jika tidak diawasi, para golem masih bisa bekerja dengan normal. Warga huldra ditugaskan hanya untuk memastikan bahwa semuanya berjalan sesuai arahan dan tidak mendapatkan gangguan dari pihak luar (monster).


Proyek terbesar kami memang hanya membuat bendungan, tanggul sungai, dan saluran pembuangan, tapi itu dapat dikerjakan dengan cepat oleh ratusan golem yang saling bekerja sama.


Membangun rumah bahkan lebih cepat lagi karena jumlah keluarga hanya sedikit. Namun, untuk saluran pembuangan, kami memperbesar itu sampai ke empat distrik.


Distrik pertama sudah ditempati oleh perumahan warga huldra, sisanya untuk perumahan di masa depan supaya kami tidak perlu mengebor tanah lagi. Tiga distrik masih menjadi lahan kosong sekarang.


Lalu ada sektor pertanian, sudah ada beberapa lahan yang ditanami oleh benih atau kecambah yang kami beli. Meski saluran irigasi belum selesai, entah bagaimana mereka bisa menanam itu untuk percobaan. Mungkin mereka menggunakan sihir untuk memberi air pada tanaman. Mereka adalah petani tulen, jadi aku akan menyerahkan semua itu kepada mereka.


Ngomong-ngomong, marlof dan tethra sedang melakukan kolaborasi untuk membuat pembangkit tenaga listrik dengan bahan bakar kristal sihir. Tujuan awal mereka bekerja denganku memang untuk mengenal alat-alat yang berada di dalam kastil, jadi mereka agak sedikit bersemangat.


Belakangan ini mereka selalu berada di kamar mesin untuk mempelajari akumulator dan mesin pompa air untuk perumahan warga.


Namun, prinsip kerja listrik sangat rumit, apakah mereka bisa mengerti itu?


"Tuan albert, hal seperti ini, kami sering menemukannya ketika membuat alat dengan tenaga sihir. Kuahaha."


"Benar, ini tidak terlalu jauh berbeda dengan tenaga sihir, kami hanya perlu memastikan output dan inputnya."


Mereka menjawab seperti itu.


Jadi, mereka sudah terbiasa dengan sihir dan hanya perlu menghitung tegangan secara kasar?


Aku tidak tahu apakah ini akan baik-baik saja atau tidak, tapi kami akan melakukan penanggulangan untuk mencegah terjadinya semacam korsleting listrik.


Tapi, setelah melihat benda-benda yang mereka bawa seperti alat pengeboran, mungkin mereka memang sudah ahli dibidang itu. Karena aku hanya amatiran, aku tidak perlu untuk mengomentari pekerjaan mereka.


Di saat kami sedang sibuk di kamar mesin, leon datang untuk melapor.


"Tuan albert, ada segerombolan naga telah datang ke sini."


"Segerombolan?"


"Benar, tapi tuan tenang saja, mereka sudah ditangani oleh ignis."


"Itu bagus, tolong antar aku ke sana."


Ignis juga sedang membantu warga dalam proses pembangunan, mereka pasti bertemu di sana. Jika hanya ada golem, itu pasti tidak bisa menahan sekelompok naga karena kekuatan naga rata-rata di atas peringkat B.


Entah kenapa, jantungku sedikit berdebar mengetahui aku akan bertemu dengan naga. Sosok yang bahkan dianggap mitos di dunia asalku, dan setelah sekian lama tinggal di "dunia lain" ini, akhirnya aku bisa bertemu dengan monster fantasi sungguhan.


Sebelumnya aku sudah bertemu dengan monster raksasa, namun dalam jenis hewan yang sering aku lihat. Jadi rasanya kurang fantasi jika tidak bertemu dengan naga. Aku harap, bentuk mereka tidak akan mengecewakan.


Kami berjalan menyusuri perumahan warga. Jalanan sudah dibuat dengan baik dan terdapat riol di samping jalanan agar jalanan tidak menggenang air hujan. Perumahan juga sudah banyak yang sudah selesai, terutama yang berada di alun-alun.


Kami memprioritaskan ketinggian daripada luas rumah, bahkan jika hanya ada satu orang yang tinggal, itu akan menjadi rumah dengan dua tingkat.


Dan, beberapa bangunan kosong juga akan dibuat untuk nanti kami menerima para pelancong. Karena di masa depan, kami ingin berdagang dengan dunia, kami harus menyiapkan segalanya dari sekarang. Selagi kami sedang dalam proses pembangunan.


Bagaimana dengan komoditasnya? Sesuai rencana awal, itu akan menjadi benda elektronik atau ramuan tingkat rendah yang kami miliki. Namun, aku masih khawatir dengan limbah kimia yang berasal dari baterai, jadi mungkin kami akan sedikit merubah tenaganya.


Yah, ramuan tingkat rendah mungkin sudah cukup untuk meningkatkan pendapatan devisa, kami hanya perlu mencari benda niaga lainnya. Lagi pula, itu masih dalam bentuk rencana.

__ADS_1


Selain itu, tethra mengklaim sudah mengerti cara untuk membuat baterai berkat kemampuannya yang bisa mengidentifikasi unsur hanya dengan memegangnya. Sungguh kemampuan yang sangat berguna, kami entah bagaimana akan mengubah itu menjadi benda untuk menyimpan tenaga sihir.


Aku pikir, tethra dan marlof tidak akan memakan waktu lama untuk bisa menciptakan dinamo menggunakan energi sihir.


Jujur saja, hydra sebenarnya sudah mengetahui cara kerjanya, namun aku tidak ingin menyampaikan hal ini kepada mereka karena mereka terlihat sangat menikmati pekerjaan yang mereka lakukan.


Jika aku dengan bangga memberi tahu mereka, mereka mungkin akan terkejut tapi mereka tidak akan senang dengan itu. Mungkin jika mereka mendapatkan kebuntuan, aku — atau lebih tepatnya hydra — akan membantunya sedikit.


Aku akhirnya sampai di ujung perumahan yang sedang dalam proses pembangunan. Beruntung tidak ada kerusakan apapun yang terjadi.


Kemudian aku melihat sejumlah "naga" asli dari dunia ini sedang telungkup lemah di permukaan tanah.


Ohh, itu naga sungguhan!


Aku sangat takjub dengan itu. Mereka memiliki sisik berwarna perak dengan dua sayap besar dan kepala mereka seperti aligator purba dengan dua tanduk, dua tangan pendek dengan cakar dan kaki besar berotot, lalu daya tarik dari seekor naga adalah ekor. Ekornya besar menyatu dengan bokong. Intinya, mereka sudah memiliki deskripsi naga atau aku harus menyebutnya "DRAGON".


Di sini juga sudah ada keluargaku yang sedang menonton dengan antusias, terutama atla dan eren. Aku tidak tahu sejak kapan mereka ada di sini tetapi sepertinya sekelompok dragon itu tidak memiliki niat untuk bertarung. Atau lebih tepatnya mereka sudah dikalahkan oleh ignis dan tidak mampu untuk melawan lagi.


Aku mulai menghampiri ignis, orang yang bertanggung jawab atas kepatuhan para dragon.


"Ah, anda sudah datang, tuan albert. Sesuai apa yang anda perintahkan, saya tidak membunuh mereka."


"Hmm? Perintah?"


"Anda menyebutkan kalau kita tidak boleh merusak ekosistem alam, bukan? Jadi saya tidak membunuh mereka untuk menjaga ekologi wilayah ini."


Yah, aku memang mengatakan itu tapi aku tidak tahu pengaruh apa yang dilakukan oleh dragon kepada alam.


"Kamu benar, kita tidak boleh sembarangan membunuh hewan, apalagi mereka adalah satwa asli dari tanah ini. Mungkin saja mereka bisa lebih berguna jika kita memelihara mereka."


Ohh, aku mulai berfantasi terbang sambil menunggangi mereka. Jika dilihat dari dekat, para dragon itu berukuran besar. Namun karena mereka sedang telungkup, aku tidak bisa memperkirakan seberapa tinggi ukuran tubuh mereka.


"Tolong ampuni kami, kami tidak akan mengganggu kalian lagi. Jadi mohon lepaskan kami."


Tiba-tiba, suara yang tidak aku kenal masuk ke dalam jaringan pendengaran aku.


Suaranya sangat besar dan mirip laki-laki, dan secara harfiah itu akan mengacu kepada orang yang sedang meminta.


"Tunggu, dragon itu bisa berbicara?"


"Ya, saya adalah pemimpin dari kelompok ini, azure. Tolong biarkan kami pergi dari sini. Atau setidaknya, biarkan mereka pergi, sebagai gantinya saya akan menuruti perintah anda."


"Jangan, itu tidak bagus, yang mulia azure! Biarkan kami tetap bersama anda!"


""Benar, kami tetap ingin bersama dengan anda, yang mulia azure!!""


"Kalian..."


Aku tidak mengerti perasaan dragon, tapi kenapa mereka menjadi dramatis seperti ini?


"Sudah aku bilang, yang mulia azure, lebih baik bertarung dengan mereka sampai mati daripada harus menuruti perintah manusia. Dasar manusia! Aku akan menghancurkan kalian. Kuuaaaah!!"


Salah satu dari mereka tidak terima. Dia mulai berdiri dengan dua kaki berototnya dan mengepakkan sayapnya yang sangat besar beberapa kali hingga membuat kedua putriku merasa ketakutan.


"Oi, dia sangat tidak sopan."


Aku protes dan ignis mulai melempar nyala api kecil ke arah dragon yang tidak sopan itu.


"Guaaahhh! Apa ini? Sangat panas. Tapi ini enak! Tapi panas!!"


Dragon yang tidak terima itu terbakar oleh api ignis. Namun dia tidak terlihat kesakitan, justru sebaliknya, dia malah senang? Ada apa dengannya!?


"Arghh, sangat nikmat! Api ini sungguh telah membakar aku. Aku tidak tahan. Ahhh."


Dragon itu berguling-guling di tanah sambil terus mengulangi kalimat yang sama.


"Oi, ignis hentikan itu. Dia terlihat semakin aneh."


Itu akan menjadi contoh yang tidak baik untuk kedua putriku.


Setelah semua, api itu dihentikan dan dragon itu mulai mengambil banyak nafas karena kelelahan.

__ADS_1


Aku melihat pemimpin dari kelompok mereka, azure. Dia sedang menatap dragon yang sedang terengah-engah itu dengan tatapan seperti sedang melihat anak yang bermasalah.


"Yah, sebenarnya aku tidak terlalu menginginkan kalian. Jadi kalian tidak perlu khawatir tentang itu. Yang ingin aku tahu, ada urusan apa kalian datang ke sini?"


"Saya, saya sangat berterimakasih karena anda sudah mau melepaskan kami. Dan untuk pertanyaan anda, sebenarnya saya mendapat kabar kalau ada manusia yang tinggal di lokasi ini, dan saya ingin melihatnya dengan mata kepala saya sendiri."


"Maksudmu, kalian ingin memusnahkan kami, bukan? Jika kami adalah pihak yang lemah."


"Uh... Maafkan saya. Itu benar. Saya tidak menyangka kalau akan berakhir seperti ini dan sekarang saya sudah mengetahui kekuatan anda sekalian. Saya sangat menyesal."


Azure dan dragon yang lainnya menundukkan kepala mereka setelah dia menyelesaikan kalimatnya.


"Memangnya manusia tidak boleh tinggal di sini?"


"Kami memiliki masalah dengan manusia. Jadi banyak dari kami tidak suka jika ada manusia yang tinggal di tanah ini. Ah, tentu saja, anda sekalian berbeda dari manusia yang sedang kami lawan. Saya akan menyampaikan informasi ini kepada dragon yang lain."


"Tunggu, kalian sedang melawan manusia?"


"Benar. Beberapa keluarga kami — khususnya naga bumi — sudah ada yang ditangkap oleh mereka."


Woi, bukankah ini merupakan masalah?


Kami memang tidak memiliki urusan dengan para dragon tapi mereka sedang bertarung dengan manusia. Dengan kata lain, salah satu dari mereka pasti akan menginvasi tanah dengan pasukan, dan wilayah ini — cepat atau lambat — pasti akan diketahui oleh pihak manusia.


Ini gawat! Aku tidak berfikir akan secepat ini bisa berurusan dengan manusia. Dan kami masih belum memiliki pasukan atau hubungan aliansi dengan negara mana pun untuk keamanan kami.


"Oi, azure, aku ingin berbicara banyak denganmu tentang masalah perang dengan manusia. Tidak bisakah kamu berubah menjadi bentuk yang lebih kecil seperti humanoid?"


Permintaan aku memang berlebihan, namun aku pernah melihat ras naga yang memiliki bentuk humanoid di dalam game.


"Ma-maaf, meski saya yang paling kuat di sini tetapi saya masih belum bisa mengubah wujud saya ke bentuk manusia."


Sial, tidak bisa, ya. Aku sebenarnya ingin mengajak dia ke dalam kastil untuk mendengar situasinya lebih lanjut.


"Tuan albert, anda membutuhkan sesuatu?"


Eliza datang menghampiri aku dengan senyuman. Dia tampaknya sedang memiliki mood yang bagus.


"Yah, aku ingin mengadakan konferensi untuk membahas masalah ini karena ini sangat penting untuk kelangsungan kehidupan damai kita. Namun jika azure tidak bisa berubah, mungkin kita hanya perlu mengadakan pertemuan di ruangan terbuka."


Sebenarnya tidak masalah jika dia bisa berubah atau tidak, aku hanya ingin mendengarkan ceritanya sambil duduk.


"Aku bisa menangani itu."


"Eh, sungguh? Memangnya ada sihir untuk mengubah sese--"


Tunggu, sihir "transformasi" untuk mengubah seseorang ke bentuk yang lain bukannya memang ada di dalam game?


"Hehe, tenang saja, aku memiliki sihir seperti itu. Syarat dari sihir itu, mereka yang akan diubah bentuknya harus memiliki kecerdasan untuk berfikir. Jadi mereka sudah memiliki kualifikasi untuk itu."


"Ohh, itu sangat bagus..."


Eliza tersenyum setelah aku mengatakan itu. Kemudian aku mulai beralih ke azure.


"Bagaimana, kau ingin diubah menjadi manusia?"


"Apakah itu akan baik-baik saja? Bisakah saya kembali lagi ke wujud asli saya?"


Hmm? Aku tidak mengetahui itu. Jadi aku menatap eliza.


"Itu akan baik-baik saja. Setelah aku merapalkan sihir transformasi untukmu, kamu juga akan mendapatkan skill itu karena aku memiliki skill untuk memberikan kemampuan kepada orang lain."


Eh, apa itu? Aku tidak mengetahui itu. Kenapa kemampuan yang eliza miliki sangat menakjubkan seperti itu?


"Eliza, kenapa kamu tidak mengatakan skillmu itu kepadaku?"


"Eh, anda tidak pernah menanyakannya."


Benar juga. Seharusnya aku menanyakan kemampuan anggotaku sendiri agar aku bisa memahami spesialisasi mereka dengan jelas. Baiklah, ini akan menjadi PR, masalah utama saat ini adalah pencegahan atau penanggulangan invasi manusia.


Kami mulai menatap azure kembali.

__ADS_1


"Baik, saya akan menuruti perintah anda."


Dia penurut, atau mungkin dia tidak bisa mengeluh terlalu banyak karena dia tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti arahan kami.


__ADS_2