
Seorang pria pendek, kekar, berjenggot sedang menempa besi di depan tungku pembakaran.
Dengan otot-ototnya yang terlatih, dia menempa besi itu dengan palu.
Pria tersebut bernama marlof.
Marlof adalah seorang pandai besi dan sudah bergelut di bidang itu selama puluhan tahun, bisa dibilang dia adalah seorang ahli.
Keahliannya sudah diakui di dunia persenjataan. Dia juga sudah mendapatkan lisensi dari perusahaan pemersatu perdagangan bebas — atau bisa disingkat menjadi p3b — dan saat ini sedang bekerja di kota sixam.
Marlof merupakan bangsa dwarf, itu sebabnya dia memiliki rupa yang pendek dan telinga runcing sama seperti dwarf pada umumnya.
Namun, sebagai bangsa asing di tanah sixam, marlof harus membayar uang sewa tempat dia sekarang bekerja.
Pemerintah sixam tidak menerima imigran asing membeli tanah mereka secara permanen.
Namun, imigran asing masih diperbolehkan menyewa tanah sesuai dengan prosedur pemerintah. Mereka yang memiliki catatan kriminal tidak diperbolehkan untuk tinggal.
Marlof sudah lulus sertifikasi dan bisa menyewa tempat untuk dia bekerja. Namun sekarang dia mendapatkan masalah, yaitu biaya sewa.
Biaya sewa tempat di tanah sixam sangat tinggi. Itu juga berlaku untuk biaya penginapan.
Pemerintah memang memperbolehkan imigran asing untuk tinggal, namun mereka masih harus membayar biaya sewa per-"hari".
Biayanya sangat mahal sampai imigran asing sangat ogah untuk tinggal di sana. Mereka yang tidak memiliki banyak uang, tidak akan bisa tinggal lama di kota sixam. Ini juga untuk mencegah peningkatan jumlah penduduk.
Mereka yang jatuh miskin akan dilempar keluar oleh pihak keamanan. Kota sixam tidak akan menerima gelandangan karena banyak wisatawan asing yang mampir ke tanah mereka. Mereka tidak ingin terlihat kotor.
Selama imigran memiliki uang, pemerintah dengan senang hati merawat mereka. Tapi dengan biaya tinggi. Setelah memeras uang yang berada di dompet mereka sampai tidak tersisa, pemerintah akan membuang mereka.
Meskipun perdagangan budak sudah dilarang namun tidak ada yang akan melarang memberi makan monster.
Marlof kehabisan ide untuk membayar biaya sewa. Sebenarnya, tujuan awal dia datang ke sini, karena ingin mendapatkan bahan-bahan langka dari berbagai sudut dunia.
Kota ini merupakan pusat perdagangan dan banyak komoditas bagus yang datang ke sini untuk dijual. Marlof sudah merasakan manfaatnya.
Hanya dengan tinggal beberapa tahun di sini, dia sudah dapat menemukan bahan-bahan berkualitas dari berbagai dunia.
Tapi, kembali lagi ke masalah biaya sewa.
Selama dia bekerja di sini dan mendapatkan uang, uang itu akan langsung lari ke tagihan biaya sewa.
Meskipun dia bisa menemukan banyak bahan bagus tapi biaya pengeluaran hampir seimbang dengan biaya pemasukan. Singkatnya, dia tidak akan mendapatkan untung jika dia terus bekerja di sana.
Bahkan jika dia meningkatkan harga komoditasnya, dia masih harus membeli bahan bagus untuk meningkatkan kualitas produk. Dia tidak mendapatkan laba, justru hanya menambah beban bekerja.
Marlof sudah beberapa tahun bekerja di kota sixam dan sudah mendapatkan manfaat. Dengan itu dia memiliki pemikiran untuk kembali ke tanah airnya.
Dia sudah menuntaskan tujuannya di kota itu dan sudah mendapatkan pengalaman hasil bahan-bahan baru yang dia temukan. Jadi tidak ada alasan lagi untuk dia tinggal di sana, tapi...
Dua orang pria masuk melalui pintu.
"sigh, sungguh melelahkan."
"kau terlihat seperti biasanya."
Itulah kalimat yang dikeluarkan oleh dua orang setelah masuk melalui pintu.
Mereka adalah sam dan rudo, teman setanah air marlof. Mereka juga merupakan bangsa dwarf.
Mereka bertiga hidup bersama dan oleh karena itu biaya sewa dapat teratasi dengan cara patungan.
Mereka sudah tinggal di sana selama bertahun-tahun, dan selama itu biaya sewa terus ditingkatkan — hingga sekarang mereka hampir tidak mampu untuk menanganinya.
Sam ke sini memiliki tujuan untuk menawarkan rancangan sistem saluran pembuangan berskala besar yang sudah ia rancang selama bertahun-tahun.
Sedangkan rudo menjadi tukang konstruksi dan manufaktur. Yah, rudo dengan marlof memiliki tujuan yang hampir sama. Mereka ingin memperluas pengetahuan mereka di bidang mereka masing-masing.
Untuk rudo dan marlof, mereka masih bisa bekerja dan mendapatkan uang untuk biaya sewa, tapi tidak untuk sam.
Sam sudah mengajukan proposal ke berbagai menteri negara dan tuan feodal namun itu selalu ditolak. Itu sebabnya dia memiliki wajah yang tidak bersemangat.
"melihatmu seperti itu, apakah proposalmu ditolak lagi?"
Marlof bertanya, tapi sebenarnya dia sudah mengetahui jawabannya.
Dia hanya ingin mendengar bagaimana pria bernama sam itu ditolak oleh penguasa wilayah.
"orang-orang itu idiot. Mereka tidak bisa melihat mahakarya yang sudah aku buat."
__ADS_1
Sam merasa tidak senang.
Sam sudah bersusah payah membuat rancangan untuk konstruksi saluran pembuangan bawah tanah yang memiliki skala besar. Rancangan yang sudah dia buat untuk mencegah terjadinya banjir dan menghindari penyakit yang berasal dari limbah.
Proyek itu sudah dia terapkan di beberapa wilayah kerajaan bangsa dwarf, namun tidak ada yang mau mengambil proposal itu di luar kerajaannya.
Kebanyakan dari mereka menolak proposal itu karena terlalu membutuhkan banyak uang. Tapi itu wajar melihat kenyamanan yang akan terjadi setelah sistem itu diterapkan.
Sam berfikir seperti itu.
Kerajaan dwarf terbentuk di dalam pegunungan dan menggali ke dalam tanah. Jadi mereka sangat membutuhkan sistem irigasi yang bagus agar terhindar dari yang namanya banjir dan penyakit.
Berbeda dengan tempat tinggal manusia yang berada di dataran. Mereka tidak terlalu memerlukan itu meskipun itu sangat berguna. Terlebih, bangsawan sangat pelit dengan uang, mereka tidak akan menerima proposal itu karena banjir sangat jarang terjadi dan saluran irigasi hanya perlu mereka bersihkan secara rutin.
Dan, sam tidak mau mengerti itu. Dia hanya memikirkan rancangannya yang sangat brilian. Itu sebabnya dia kesal pada orang-orang yang sudah menolak proposalnya.
Marlof dan rudo sangat mengerti sifatnya dan hanya bisa menghela nafas.
.
.
.
.
.
Pramusaji kembali dengan beberapa orang, mereka telah membawa pesanan ke atas meja.
Itu adalah hidangan daging yang diiris bersama dengan sayuran dan saus, semua ditaruh di atas adonan berwarna hitam.
Sepertinya aku mengenal makanan ini dengan baik, bukankah itu kebab?
"hei, adonan ini berwarna hitam?"
"itu karena mereka terbuat dari gandum hitam, tuan."
Gandum hitam? Yang aku tahu hanya beras hitam, ternyata gandum hitam juga ada, ya.
Mereka juga mengeluarkan daging sapi yang sudah direbus, itu tidak terlihat menarik tetapi sepertinya itu adalah yang paling mahal.
Setelah semua dihidangkan, kami semua makan dengan teratur.
Atla dan eren memakan dengan lahap, dan...
"atla, kamu juga harus memakan sayuran."
Merlin menyuruh atla untuk tidak memisahkan sayurannya. Meskipun enggan, atla tetap menurut dan memakan sayurannya.
Mereka memang tidak akan sakit jika kekurangan atau kelebihan gizi namun tubuh mereka masih kecil, mereka masih harus memperhatikan keseimbangan gizi untuk membantu pertumbuhan tubuh jasmani mereka.
Lalu, ada freya yang langsung memakan habis sayurannya setelah atla ditegur. Mungkin dia takut terkena teguran yang sama.
Merlin memang sudah seperti ibu bagi mereka di saat-saat tertentu.
Kami menyelesaikan makan dengan cepat dan aku membayar menggunakan koin emas dari dalam game.
Ternyata mereka mempunyai alat untuk mengukur kandungan emas, jadi tidak perlu waktu lama untuk mengidentifikasi emas yang aku berikan.
Tidak ada keraguan sedikit pun untuk mengeluarkan benda itu karena kami sudah memverifikasinya.
Pembayaran telah selesai dan kami keluar dari toko.
Pertama kami memutuskan untuk pergi ke toko yang menyediakan pakaian untuk anak-anak.
Masuk ke toko yang kami temukan, kami disambut oleh pemilik toko. Seorang pria ramping berpakaian rapih.
"ohh, selamat datang, tuan dan nyonya. Apa yang ingin anda pesan hari ini? Saya rorow, dengan senang hati akan melayani."
Nama yang sangat aneh namun dia sangat ramah bahkan setelah melihat atla dan eren.
Sebelum kami masuk, kami memang sudah melihat gaun dan pakaian anak-anak. Jadi tidak perlu untuk bertanya lebih lanjut.
"tolong carikan pakaian yang cocok untuk mereka berdua."
"baik, saya akan mencarikan pakaian yang bagus."
Dengan begitu, atla dan eren dibawah masuk ke dalam oleh para pegawai toko.
__ADS_1
Wajah mereka berdua tampak panik mengetahui diri mereka ditarik ke dalam secara tiba-tiba.
Ngomong-ngomong, pakaian di sini lumayan bagus dalam kualitas bahan dan memiliki banyak variasi warna. Aku pikir, peradaban di dunia ini tidak terlalu terbelakang.
Aku memang tidak menemukan kendaraan dengan mesin tapi mungkin di tempat lain ada yang memiliki itu. Namun, jalanan masih belum terkena aspal, mungkin hal seperti itu masih terlalu cepat.
Tidak lama kemudian, atla dan eren keluar mengenakan gaun putih dengan pita dan sulaman berwarna merah muda.
Mereka tampak malu dan langsung menghampiri ibu mereka.
Anehnya, pegawai toko tidak mengambil satu pun baju yang terpajang di depan. Itu artinya, mereka masih menyimpan baju bagus di dalam toko.
"bagaimana tuan, apakah mereka cocok memakai itu?"
Rorow (kalau tidak salah) tampak percaya diri dengan produknya. Lalu aku mengadakan pembicaraan khusus dengannya.
Aku meminta seluruh baju bagus untuk anak-anak yang mereka miliki.
"anda tidak main-main, kan?"
Itulah respon rorow (kalau tidak salah) setelah aku mengatakan ingin mengambil semuanya.
Dia mengatakan kalau produk yang dia miliki sangat mahal. Tapi setelah aku mengeluarkan emas dalam jumlah besar, dia langsung mengerti dan menyuruh semua pegawainya untuk mengemas komoditas yang mereka miliki.
Bahkan dia mengatakan kalau salah satu dari pakaian di sana, terdapat pesanan khusus dari kerajaan tertentu yang terbuat dari bahan yang mengandung sihir dan bisa meningkatkan daya tahan kepada pemakainya.
Tapi karena aku lebih dermawan, dia dengan senang hati memberikan pakaian pesanan itu kepada kami.
"eh, apa ini baik-baik saja?"
"tidak apa-apa, saya masih bisa membuatnya lagi nanti. Saya hanya perlu mengatakan kalau pakaian yang mereka pesan belum jadi."
Itulah yang dia katakan. Dia sangat ahli mencari uang dengan cepat.
Aku sangat minta maaf kepada kerajaan yang sudah memesan itu. Yah, sebenarnya aku juga tidak terlalu peduli dengan orang lain. Kebahagiaan keluargaku sendiri harus diprioritaskan.
Semua pakaian telah dikumpulkan dalam peti dan aku langsung memasukkan peti-peti itu ke dalam inventaris.
"ohh!!"
Rorow dan para pegawai takjub melihat aku menyimpan barang di inventaris. Rorow bahkan lebih terkejut melihat ini daripada sejumlah uang yang aku keluarkan sebelumnya.
Itu membuat aku berfikir kalau penyihir yang berada di sini sangat jarang memiliki sihir penyimpanan.
Aku sempat ingin bertanya soal itu kepada mereka tapi aku berhenti karena percuma saja membahas tingkat kekuatan bertarung kepada penjual pakaian. Mereka bukan pada spesialisasinya.
Setelah itu, kami meninggalkan toko dengan rorow yang masih sibuk menyimpan sejumlah koin emasnya. Mereka juga sudah memastikan kadar emasnya. Sepertinya sudah menjadi kewajiban memiliki benda seperti itu di kawasan ini.
Kami melanjutkan perjalanan kami dan membeli apapun yang kami inginkan.
Pakaian wanita untuk freya, merlin, dan eliza. Dengan cara yang sama, aku juga langsung membeli dalam jumlah banyak.
Pakaian pria untukku sendiri dan untuk orang-orang yang berada di kastil. Aku bisa dengan mudah mendapatkan pakaian untuk seukuran leon, dan william tapi aku tidak bisa menemukan pakaian yang cocok untuk ignis. Yah, aku hanya perlu membeli hal-hal seperti jas atau mantel besar untuknya.
Di sini juga ada toko sepatu. Itu sangat bagus karena atla dan eren selalu mengenakan sendal.
Ohh, dan satu lagi. Kami menemukan baju yang disebut yukata yang sudah dijahit rapih dan haori atau mungkin hakama, aku tidak terlalu mengerti tapi itu bagus.
Dalam game juga ada skin sejenis kimono, namun itu untuk karakter wanita. Jadi aku tidak bisa membelinya.
Mungkin kaguya juga akan senang dengan pakaian itu jadi kami membeli dalam jumlah yang banyak, bahkan dengan kain yang belum dijahit.
Mereka terbuat dari bahan sutra yang halus dengan corak dan warna yang berbeda-beda, entah bagaimana kami akan memprosesnya untuk jalan-jalan di tanah asli yang menjual pakaian itu nanti.
Kami benar-benar tidak mengerti kata "berhemat" di sini karena selalu membeli apapun yang kami temui.
Apakah ini akan baik-baik saja?
Aku mulai khawatir. Aku pikir, aku terlalu sembrono. Tapi tujuan awal kami memang untuk menikmati perjalanan ini, dan stres yang aku miliki juga sudah mulai menghilang.
Ini benar-benar sangat nyaman dan menyenangkan.
Mungkin kita harus menghentikan ini dan lanjut ke tugas aku yang sesungguhnya.
Sebenarnya kami ingin merekrut pandai besi dan membuat armor untuk para penjaga kastil, tapi masalah itu sudah terselesaikan oleh tethra. Jadi tujuan kami beralih ke tukang konstruksi bangunan untuk membuat perumahan para warga huldra.
Kami tidak memerlukan kuli bangunan karena kami sudah memiliki golem, yang kami butuhkan hanya orang yang ahli membangun rumah.
Sayangnya, freya tidak mengenal orang yang seperti itu. Dia hanya mengenal pandai besi tempat dia merawat senjatanya.
__ADS_1
Tidak ada ide, kami pergi ke sana untuk melihat. Mungkin saja dia memiliki rekomendasi yang bagus. Tapi, mungkin ada bagusnya merekrut orang itu ke pihak kami.
Karena freya sudah mengenalnya dan freya juga mengatakan kalau dia adalah seorang ahli. Tidak ada ruginya merekrut orang seperti itu ke pihak kami dan itu juga bisa menyelesaikan masalah perabotan rumah tangga dan alat untuk bekerja para warga.