Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Lagi-Lagi Kekuatan Tersembunyi!!


__ADS_3

Ketika dipanggil, Titania langsung datang dengan cepat. Dia tidak perlu berlari di koridor karena dia memiliki sihir perpindahan tata ruang.


"Hmm, tenang saja, Nyonya, Tuan Albert. Mereka berdua baik-baik saja. Mereka hanya sedang mengalami perkembangan."


"Maksudmu?"


"Tidak seperti manusia, iblis akan tiba-tiba tumbuh setelah mereka memenuhi kualifikasi seperti jumlah energi dan daya pikir mereka sudah meningkat sampai batas tertentu. Singkatnya, ini hanya proses pertumbuhan biasa."


Bisakah hal seperti itu terjadi? —Adalah pertanyaan yang ada di dalam kepalaku.


Yah, aku memang tidak terlalu mengerti tentang entitas spiritual.


Dalam bahasa game, mungkin mereka sedang menjalani apa yang disebut sebagai "Evolusi". Itu mungkin memang cara bagaimana mereka berkembang.


"Seperti itu katanya. Kalian berdua baik-baik saja."


Aku menenangkan mereka, dan membuat mereka berdua tersenyum.


"Bertahanlah sedikit. Setelah baikan, aku akan mencarikan teman untuk kalian."


Aku sudah menugaskan Azure untuk mencari anak-anak yang cocok untuk menjaga mereka.


Mengesampingkan kekuatan, aku hanya ingin teman yang baik. Oleh karena itu, Azure membutuhkan waktu untuk mencarinya dan menilai satu persatu.


"T-Teman?"


Atla bertanya.


"Ya, teman. Atau, apa kalian menginginkan hal lain?"


Kedua anak ini jarang meminta, akan lebih bagus jika mereka memiliki suatu hal untuk digemari sebagai hobi.


"Kalau begitu, kami ingin bertamasya lagi."


"Um."


Mereka meminta bepergian.


Aku pikir, pergi untuk bersenang-senang juga merupakan hobi sekaligus kegiatan untuk menghilangkan stres.


"Baiklah, setelah kalian baikan, kita akan pergi bersenang-senang."


Aku tidak tahu apakah mereka sedang merasa sakit atau tidak karena mereka tidak ingin jujur, tapi dengan ini aku ingin mereka bisa menyelesaikan proses Evolusi dengan hanya memikirkan itu.


Setelah itu, kami merawat Atla dan Eren secara bergantian. Sebisa mungkin menciptakan kondisi agar mereka dapat berevolusi dengan nyaman.


Membawa makanan sehat, pengaturan kebersihan, dan semacamnya — kami mengurus mereka selama satu hari penuh.


Meski mereka demam tinggi, wajah mereka perlahan berubah menjadi tenang karena perawatan kami.


Kami memiliki banyak anggota, setiap dari kami bekerja dengan ekstra hati-hati dan sesuai prosedur. Aku bisa mengatakan bahwa perawatan ini lebih baik daripada rumah sakit modern manapun.


Bagaimanapun, mereka hanya demam. Namun, kami merawat mereka seolah-olah mereka sedang sakit parah.


Keesokan harinya, kami menemukan sesuatu yang berbeda dari Atla dan Eren. Mereka tumbuh, mereka benar-benar berevolusi.


Ukuran tubuh mereka bertambah besar dan tinggi, seukuran pada anak-anak berusia 12 tahun atau setara dengan anak-anak smp.


Dari ukuran anak sd ke smp dalam satu hari benar-benar peningkatan yang sangat menakjubkan.


Kemudian, tanduk mereka sedikit memanjang dan wajah mereka agak berubah tetapi tetap manis.


Nah, mereka sedang memeluk ibu terdekat mereka masing-masing karena senang. Meski tubuh mereka berkembang, sifat mereka tidak berbeda jauh. Itu membuat aku merasa lega. Lalu, aku teringat akan sesuatu.


Aku mencari Azure untuk mengubah kriteria pencarian dan menyamakan usia calon agar sejajar dengan Atla dan Eren.


"Begitu rupanya. Ini merupakan perkembangan bagus, Tuan Albert. Sebenarnya, untuk mencari anak naga seusia Atla dan Eren sebelum evolusi sangat sulit. Sekarang, saya yakin bisa menemukan anak-anak yang cocok."


Seperti itu, Azure sepertinya mendapatkan kesulitan mencari anak naga yang sifatnya sama dengan anak berusia enam atau tujuh tahun untuk Atla dan Eren.


Yah, sekarang itu tidak menjadi masalah dan aku kembali ke dalam kastil.


Bertanya tentang janji sebelumnya, mereka ingin dibawa kemana pun. Dan kebetulan, kami ingin pergi ke Dunia Roh.


Cukup berbahaya, tetapi selama mereka tetap bersama dengan kami, aku yakin mereka tidak akan terluka.


Tidak lama setelahnya, aku mendapat laporan bahwa William dan Olivia sudah kembali. Aku sangat terkejut karena aku pikir mereka tidak akan kembali selama satu bulan atau lebih karena mengurus wabah.


Kemudian, aku melihat sosok therianthrope kepala elang dengan tubuh manusia berbulu cokelat dan sepasang sayap besar menempel pada punggungnya.


Aku ingat pernah melihat pria ini ketika agresi militer Beastman berlangsung. Dia merupakan salah satu dari kelima jenderal Raja Byakko.


Dilanjutkan dengan puluhan beastman di belakang mereka. Jumlahnya mungkin sekitar 60-70 jiwa, dan semuanya pria.


Pertama, kami memberikan akomodasi untuk mereka. Karena mereka ke sini dengan berjalan, mereka pasti merasa lelah.


Seiring berjalannya pembangunan, banyak rumah sudah selesai dan sudah bisa ditempati oleh huldra serta naga.


Jadi asrama kami memiliki tempat kosong, setidaknya bisa ditampung oleh para beastman itu.


Aku menyerahkan urusan mereka kepada Edwin dan kembali ke kantor untuk mendengar cerita dari William. Tentu saja, Olivia dan pria elang juga mengikuti.

__ADS_1


Kemudian, William memperkenalkan pria elang kepadaku, dia adalah Spilors. Nama yang cukup unik.


Sama seperti Kisman, Spilors juga ditugaskan sebagai duta.


Selain itu, dia menyampaikan pesan dari Byakko bahwa Byakko sangat berterima kasih atas bantuan William dan rekannya dalam membantu mengatasi masalah wabah.


William membusungkan dadanya sambil tersenyum lebar di sana seolah-olah dia sudah melakukan pekerjaan dengan baik.


Yah, dia memang bekerja dengan cepat dan itu merupakan prestasi, sangat mengesankan.


Selain itu, William juga mengajarkan mereka cara membuat obat dan vaksinasi.


Serius, hanya dalam waktu singkat, aku pikir hanya William yang bisa melakukan hal itu.


Kemudian, karena alat kedokteran mereka tidak terlalu memadai, William sedang meminjamkan alatnya sebagai contoh agar mereka bisa mereproduksinya.


Bagaimana hasilnya tergantung kepada pengrajin mereka. Intinya, William sudah membereskan masalah dan sudah mengajari mereka. Sisanya akan diserahkan kepada mereka.


Dengan semua usaha tersebut, Byakko memberikan sejumlah rempah dan buah kepada William sebagai bentuk tanda terima kasih. Juga, puluhan beastman untuk membantu kami membangun kota. Aku sangat terbantu dengan itu.


"Baiklah, aku sudah mengerti, kalian boleh kembali. Oh, dan untuk Spilors, ada sejumlah beastman di lantai atas kastil ini. Kami akan mempersilahkan jika kamu ingin melihat mereka."


"Aku pernah mendengar ini dari Yang Mulia. Kalau begitu, izinkan saya untuk melihat keadaan mereka."


Dengan begitu, aku mengantar dia ke atas, ke tempat para beastman sedang belajar menenun.


Kami bertemu dengan Kirana. Dia agak terkejut dan sedikit mengenal Spilors, jadi aku menyerahkan Spilors kepadanya. Meski Kirana agak kerepotan tetapi dia tetap menuruti perintahku.


Aku masih memiliki banyak pekerjaan, terutama mempersiapkan kepergian kami ke Dunia Roh. Ini memang terdengar hanya seperti berjalan-jalan, tetapi jika tidak direncanakan dengan baik, semua akan berantakan karena tidak diatur.


Memikirkan rencana bagaimana pengaturan penempatan, penumpasan, pencarian, dan sebagainya membuat aku sedikit kerepotan.


Sebagai pemimpin, aku harus memikirkan itu semua dan membuat agak pusing. Jika tubuh ini tidak memiliki energi Mana, sudah pasti aku akan pingsan.


Aku sebenarnya sedikit heran, ini bukanlah diriku yang malas sebelumnya. Ini terlalu berat. Namun, aku teringat kembali seluruh wajah keluarga.


Semua pemikiran melelahkan itu menghilang ketika wajah Merlin, Freya, Eliza, Atla, Eren, dan yang lainnya muncul di dalam kepalaku. Aku ingat kalau aku bekerja keras seperti ini untuk menciptakan kehidupan yang nyaman. Jadi aku berhenti mengeluh dan tetap berjalan tegap.


«Sebelum itu, ada sesuatu yang membuat saya penasaran, Master.»


Tiba-tiba Hydra mengajak aku berbicara.


«Oh, apa itu?»


«Kenapa Master tidak mengeluarkan "Mereka"?»


«"Mereka" siapa yang kamu maksud?»


«...»


Otakku tidak bisa mengolah pembicaraan. Aku benar-benar tidak mengerti siapa yang dibahas oleh Hydra.


«Master, apa anda mendengar saya?»


«Iya aku dengar, tapi aku masih tidak mengerti dengan apa yang sedang kamu bicarakan, sungguh.»


«Master ingat ketika kita membahas benda atau makhluk hidup di dalam inventaris? Bukankah master masih memiliki sejumlah item yang berisi Roh hidup?»


«Iya aku ingat. Itu tentang senjata mistis serta Merlin dan yang lainnya, bukan? Lalu, ada apa dengan mereka?»


«Tidak, bukan senjata. Ini merupakan item berisi Roh. Saya mengira anda sudah mengetahui hal ini, jadi saya memilih untuk diam.»


Semuanya menjadi misteri secara tiba-tiba. Untuk senjata mistis, dalam anime atau fiksi fantasi, benda dengan kesadaran diri banyak sekali dijumpai. Itu sebabnya, aku sedikit mengerti tentang mereka. Tetapi kali ini item berisi Roh...


Aku mulai mengingat kembali semua kebijaksanaan manga dan anime yang aku baca.


Kemudian, aku teringat tentang "Jimat". Bahkan di dunia asalku, jimat masih digunakan untuk memanggil entitas Roh. Atau biasa disebut Hantu.


Tunggu, ini sedikit membuat aku merinding.


Yah, daripada memikirkan hal-hal aneh, lebih baik aku memeriksanya sendiri.


«T-Tolong tunjukkan aku item yang kamu maksud, Hydra.»


«Anda takut akan sesuatu, Master?»


«A-Apa yang kamu bicarakan!? Tentu saja, aku t-tidak takut dengan hantu!»


«Baiklah, baik. Saya mengerti. Padahal kita sedang tidak membicarakan hantu, bukan?»


Ugh, aku termakan oleh kata-kataku sendiri, entah kenapa wajahku terasa panas.


Mengesampingkan itu, Hydra mulai mengeluarkan item.


«I-Ini, kan...!»


Nah, itu adalah kartu dengan gambar tokoh-tokoh berbeda, dan di belakangnya semacam lambang berbentuk semanggi berdaun empat terukir.


Aku telah melupakan kartu ini. Ketika aku sedang melawan Endrin, aku sebenarnya ingin menggunakan kartu ini tetapi karena tidak mengetahui cara penggunaannya — aku menghentikan niat itu.


Kartu ini merupakan alat penunjang pertempuran pemain ketika berburu karena kartu itu berisi skill Buff, Recovery, dan sejenisnya skill support lainnya, baik untuk diri sendiri maupun rekan Party. Benar-benar kartu yang sangat berguna.

__ADS_1


Itu sudah seperti senjata tambahan pemain karena selalu digunakan dalam pertarungan.


«Lalu, maksudnya tentang Roh, apa item ini hidup?»


«Hampir benar, sejumlah item seperti ini memiliki Roh utuh di dalamnya dan bisa dikeluarkan.»


«Tunggu, aku mempunyai banyak kartu seperti ini, apakah mereka semua hidup?»


«Sayangnya tidak. Mereka yang bisa bangkit hanya ada 6, sisanya menjadi kartu penuh dengan Energi Jiwa.»


«Enam? Tidak apa, tunjukkan semuanya kepadaku.»


Hydra mengeluarkan lima kartu lainnya. Termasuk kartu yang sedang aku pegang, totalnya menjadi enam kartu.


Enam kartu tersebut mewakili warna kartu masing-masing, yaitu merah, biru, hijau, kuning, putih, dan hitam.


«Kita bisa langsung mengeluarkan mereka dari kartu, kan?»


«Tentu saja, tapi saya sarankan untuk mengeluarkan mereka di dalam ruang harta karena mereka merupakan Roh spiritual.»


Oh, aku baru ingat tentang itu.


Entitas spiritual tidak bisa hidup nyaman di dunia ini. Mereka harus menggunakan tubuh jasmani untuk menghindari kebocoran energi magis dari jiwa mereka.


«Tunggu sebentar, kita belum memiliki tubuh untuk mereka.»


«Anda tidak perlu khawatir, saya sudah mempersiapkan tubuh untuk mereka.»


Fumu, bahkan sebelum aku meminta, Hydra sudah menyiapkannya. Dia sudah bisa mengerti apa yang aku mau.


Kemudian, kami pergi ke ruang harta. Karena ruangan itu penuh dengan energi dari tiga macam dunia, aku melarang siapapun untuk masuk ke sana. Itu juga berlaku untuk Merlin dan Freya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Memasuki ruangan, kami langsung menyiapkan enam boneka untuk mereka. Tempat peristirahatan Merlin, William, Ignis, dan Leon sudah dihilangkan dan menyisakan ruangan kosong yang luas.


Pertama, kami akan mengeluarkan Roh dari kartu andalan milikku.


Yah, sebenarnya enam kartu itu merupakan kartu andalan dan memiliki keunggulan tersendiri. Itu sebabnya, aku mengupgrade mereka hingga ke tingkat teratas.


Oh, aku pikir mungkin karena itu mereka tercipta menjadi Roh yang utuh. Karena kartu lainnya tidak aku tingkatkan, mereka tidak menjadi hidup.


Memang sangat disayangkan, namun aku tidak mengetahui kalau mereka bisa hidup. Jadi, percuma saja untuk menyesalinya sekarang.


Kartu pertama, untuk meningkatkan physical attack pemain, berwarna merah, nama tokoh adalah Diego.


Bola cahaya keluar dari kartu, menyatu dengan salah satu boneka dan memulai proses asimilasi.


Boneka itu berkembang, perlahan-lahan membentuk komponen tubuh seperti yang dilakukan Luminous.


Kemudian seorang pria berkulit gelap terbentuk. Otot perutnya terekspos karena dia mengenakan pakaian minim. Menggunakan kain panjang untuk menutupi bagian bawah tanpa alas kaki, dia terlihat seperti manusia dari negara dengan iklim tropis.


Rambut pendek berwarna putih. Secara keseluruhan, tubuhnya sangat ideal seperti pria berusia dua puluhan. Dan perawakan itu sangat mirip dengan gambar di dalam kartu. Artinya, tubuh dia sudah didesain oleh pembuat game.


Dia hanya tergeletak di lantai tidak kunjung siuman. Aku tidak tahu kenapa tetapi dia jelas sudah hidup dan memiliki panas tubuh yang normal.


Yah, mungkin dia membutuhkan waktu untuk tersadar, jadi aku melanjutkan pemindahan Roh dari kartu ke dalam boneka.


Kedua, untuk meningkatkan defensif seluruh Party, berwarna kuning, tokoh bernama Damara.


Proses asimilasi sama seperti Diego. Perlahan membentuk komponen tubuh, kemudian dia menjadi pria dengan badan kekar. Memanifestasikan perlengkapan perang dengan energinya, itu menjadi seperti perlengkapan kesatria romawi berwarna kuning keemasan. Sangat klasik tetapi tetap keren.


Yah, semua itu mirip dengan yang ada di gambar, jadi mereka benar-benar mengimplementasikan bentuk dari si pembuat.


Damara juga tidak kunjung siuman, oleh karena itu aku melanjutkan membangkitkan yang ketiga. Tapi sebelum itu...


«Master terlihat sangat senang.»


Hydra mulai mengajak basa basi.


«Tentu saja, karena mereka adalah anggotaku dari dalam game, aku seharusnya membangkitkan mereka sejak lama. Tetapi aku mengerti kita tidak memiliki mutiara pada saat itu, jadi kita bisa mencari alasan ketika mereka bertanya.»


Benar, bahkan jika aku mengetahui bahwa mereka bisa dibangkitkan, aku masih tidak memiliki bahan baku untuk membuatkan tubuh.


«Master tidak takut seperti sebelumnya kalau-kalau mereka memberontak?»


«Eh?»


«Jujur saja, kekuatan mereka tidak jauh berbeda dengan keluarga anda yang lain.»


«...»


Aku tidak menyadari hal ini.


Benar juga. Bagaimana jika mereka memberontak? Ditambah lagi, keluarga semuanya sedang berada di dalam kastil. Bagaimana jika mereka menyerang salah satu dari keluargaku?


«Hydra! Kunci pintu ruangan ini dan bentuk pertahanan ekstra supaya siapapun tidak dapat keluar dari sini!!»


Aku menjadi panik.


Sekenario terburuknya, orang pertama yang mereka temukan adalah kedua putri kami. Itu akan menjadi tindakan tidak termaafkan jika mereka sampai melukai kedua anak itu.


«Dimengerti. Saya sudah mengisolasi seluruh ruangan ini dengan pertahanan paling tinggi. Lalu, apa yang ingin Anda lakukan selanjutnya, Master?»

__ADS_1


Ugh. Aku juga tidak tahu lagi harus berbuat apa.


__ADS_2