Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Misi terselesaikan.


__ADS_3

Kami mencoba membangunkan Levi, namun sangat sulit untuk dibangunkan.


Mungkin merasa kesal, Hydra mencoba mengigitnya dengan kepala kecilnya itu.


"Ah, sakit! Apa kau tidak bisa lebih lembut dalam membangunkan seseorang?"


Levi protes, merasa tidak senang.


"Kamu sangat tidak berguna seperti biasa. Sigh, sudahlah. Apa kamu lupa kalau kami ingin bertanya padamu? Karena kamu sudah mengambil darah Masterku, kamu harus berguna untuknya."


"Hah? Bukankah itu dianggap kompensasi? Kenapa jadi--"


Sebelum Levi menyelesaikan kalimatnya, Hydra mengarahkan kepalanya kembali untuk mencoba menggigitnya.


"Tunggu, tunggu, baiklah aku mengerti! Aku sudah sadar, jadi tanyakan apapun kepada Levi si hebat ini..."


Levi membusungkan — yang aku pikir — dadanya.


Tingkat kepercayaan dirinya terlalu tinggi, itu membuat aku jadi tidak terlalu yakin.


"Master..."


Hydra memanggilku, mungkin akan lebih baik jika aku menganggap bahwa dia ingin aku yang bertanya.


"Baiklah, Levi. Aku ingin bertanya tentang kuda peri. Makhluknya seperti ini..."


Menyelesaikan kalimat, aku mengeluarkan Rainer dari dalam inventaris.


Kuda peri adalah makhluk spiritual, itu sebabnya aku menyimpannya di dalam dimensi Hydra.


Dan juga, tubuhnya selalu diselaputi oleh semacam sihir sub-ruang untuk pertahananya sendiri, jadi tidak masalah menaruhnya di dalam dimensi lain.


Namun kehebatan lain dari kemampuan itu adalah dia tidak pernah kotor karena tidak bersentuhan langsung dengan area di sekitarnya. Ini sebabnya aku tidak khawatir mengeluarkan dia di dalam kamar kami.


"Kuda ini? Aku punya satu di rumahku."


"Ah, kamu serius?"


"Ya, kurasa dia masih hidup di ruangannya. Waktu itu, dia datang ke tempatku karena tertarik dengan energi milikku. Lalu karena dia bisa sampai ke lantai terakhir tanpa melawan siapa pun, aku memberikannya kamar khusus untuknya karena aku tidak ingin tidur bersama dengan kuda."


Ohh, hebat. Aku masih tidak percaya dengan ini. Jadi perjalanan kami menumpas Dungeon tidak sia-sia?


"Tunggu, Dungeon itu rumah kamu? Apa itu akan baik-baik saja bila kamu tidak bersiaga di sana?"


Hal-hal seperti memasok Mana untuk menjaga keberadaan Dungeon itu agar tidak hilang, kurasa hal seperti itu dibutuhkan, bukan?


"Tidak, rumah itu berbeda dengan Dungeon yang lain. Dia tidak akan hancur hanya karena aku tidak ada. Itu karena aku yang membuatnya, aku hebat, bukan?"


Dia tampak eksis dan melingkarkan tubuhnya di leherku.


Hydra mengatakan "Menyingkir dari sana." dan semacamnya, dia terlihat tidak senang.


Aku mengambil dan mengelusnya. Tapi suasana ini terlihat seperti aku adalah pawang monster, jadi aku meletakkan mereka kembali ke atas kasur dan biarkan anak-anak bermain dengan mereka.


"Jika kita mengambil kuda itu, apa kamu akan keberatan, Levi?"


"Yah, ini bukan seperti dia adalah peliharaan ku, jadi kalian boleh membawanya."


Oh, sangat mudah.


Kemudian aku beralih ke Eliza...


"Begitu katanya. Kita akan ke sana untuk mengambilnya."


Dan menyampaikan hal itu.


Eliza tampak senang, berterima kasih dan langsung memelukku.


Jika diperhatikan baik-baik, aku heran kenapa kamarku penuh dengan wanita. Tapi hal ini terjadi karena ini masih pagi hari.


Melanjutkan kegiatan, kami bersiap untuk pergi ke Dungeon Levi lagi. Atau bisa juga disebut sebagai "Rumah Levi".


Kemudian, karena kami sudah menemukan kuda perinya, aku memutuskan untuk menghentikan misi perburuan.


Lagipula, mereka sudah mendapatkan banyak buruan di hari pertama.


Setelah dikalkulasi, jumlah buruan mereka telah mencapai 5.364 monster. Dan jumlah nilai jiwa yang terkumpul sudah mencapai...


[sp: 24.138.000]


...


...


...


Aku tidak tahu lagi harus berkata apa, intinya mereka sangat gila.


«Bagaimana bisa mereka mendapatkan nilai jiwa sebanyak itu?»


Aku bertanya melalui telepati karena Hydra sudah masuk kembali ke dalam tubuhku.


«Anda tidak perlu khawatir, Master. Berbeda dengan dunia iblis, dunia roh mengandung energi sihir yang sangat berguna bagi makhluk hidup. Oleh karena itu monster tumbuh dengan sehat di sana dan memiliki lebih banyak energi.»


«Singkatnya, mereka itu bergizi, kan?»


«Ya.»


Baik, aku mulai mengerti kondisinya.


Sekarang kami bisa meningkatkan 24 orang menuju ke level tinggi.

__ADS_1


Jumlah sebanyak itu sudah lebih dari cukup, dan aku akan menggunakan poin itu hanya kepada orang yang memiliki kemampuan.


Melanjutkan kegiatan, kami saat ini sedang menuju ke rumah Levi.


Setibanya di sana, kami dituntun oleh Levi menuju ke pintu kecil di sisi lain dari pintu gerbang lapisan ke 99.


Meskipun aku menyebutnya "kecil", ukuran dari pintu itu masih terbilang besar untuk ukuran manusia seperti aku. Namun bila dibandingkan dengan keseluruhan bangunan ini, pintu itu hanya seperti pintu tikus.


Kemudian kami membuka pintu itu dengan mudah dan isi dari pintu itu memperlihatkan hutan yang sangat lebat-- tunggu.


Oi, oi, oi, apakah ini sungguhan?


Aku sangat terkejut, setidaknya di dalam hati.


Di sana, di dalam hutan itu, terdapat banyak sekali batu kristal dengan tingkat kemurnian yang sangat tinggi.


Tidak, setelah kami mengidentifikasi benda itu lebih lanjut, ternyata benda itu adalah batu permata pixie!!


"Hei, kenapa benda ini bisa berada di sini?"


Aku bertanya kepada Levi. Dia sedang terbang di sekitarku seolah-olah familiar dalam game.


"Hmm? Memangnya benda itu harus berada di mana?"


"Tidak, jangan bertanya balik kepadaku."


"Yah, aku tidak ingin kamarku kotor dengan benda itu, jadi aku membuat ruangan ini sebagai titik relai, ruangan ini akan menyerap energi di kamarku dan menyebarkan energi ke seluruh lapisan. Terutama di area bosnya."


Hei, apakah dia benar-benar monster?


Itu apa yang aku pikirkan. Aku heran kenapa dia menciptakan Dungeon semegah ini hanya untuk "tidur".


Namun kesampingkan itu, kenyataan bahwa Levi bisa membuat permata pixie adalah hal yang paling mengejutkan untukku.


«Hydra, dia bisa membuat permata pixie, apakah kamu juga bisa membuatnya?»


«Tentu saja, Master.»


«Hah, kenapa kamu tidak bilang dari awal kalau kamu bisa membuat benda itu?»


«Kenapa? Bukankah Master tidak mau bertanya padaku?»


«Jika aku tidak tahu, bagaimana bisa aku bertanya?»


«Yahh, sudah jangan marah. Lagipula, Anda masih memiliki banyak benda seperti itu di dalam inventaris.»


«Sigh, kamu benar.»


Aku ingin agar dia lebih cepat dan memberi tahu apapun yang dia tahu atau apapun yang bisa dia lakukan.


Tapi aku tidak bisa menceramahi anak ini karena aku juga tipe orang seperti dia melihat kejadian sebelumnya.


"Benar juga, setelah kamu mengatakan bos area, sebenarnya kami sudah mengalahkan mereka semua."


"Soal itu, aku hanya perlu mencari monster lain dan memberi mereka makan. Jadi kamu tidak perlu khawatir."


Hmm, Levi sangat baik. Berbeda dengan salah satu monster yang kukenal.


Memang, kita tidak perlu mempermasalahkan kejadian yang sudah berlalu dan lebih baik mencari solusi untuk mengatasinya.


Mungkin Levi memiliki pandangan yang lebih luas daripada yang terlihat.


Kami melanjutkan pencarian kuda.


Karena ini adalah rumah Levi, dia bisa dengan cepat menemukan kuda itu yang sedang berada di tengah-tengah hutan.


Tapi alih-alih disebut dengan "hutan", tempat ini lebih seperti sebuah taman dengan beberapa bunga, batu permata, pepohonan pendek, dan sungai kecil.


Tempat ini benar-benar surga asli. Mungkin aku bisa menamai tempat ini sebagai "taman eden" karena terdapat banyak roh dan energi sihir.


Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya kami sampai di tengah taman ini.


Kemudian kami benar-benar melihat kuda peri asli dari dunia ini sedang berdiri di tengah-tengah taman dan menatap kami seolah-olah sudah menunggu kedatangan kami.


Tapi kuda itu sedikit berbeda dengan apa yang aku bayangkan. Atau lebih tepatnya dia lebih bagus dari para kuda legendaris kami.


Kulitnya berwarna hitam gelap dan memiliki nyala api berwarna kuning keemasan. Kemudian seluruh tubuhnya terselimuti dengan aura serabut petir berwarna emas, sangat mengesankan.


Nah, aku melihat ke arah Eliza. Dia sedang menatap kuda itu dengan terpesona.


"Eliza, kamu harus menggunakan kemampuan kamu sendiri untuk menangkap kuda itu. Kamu mengerti, kan?"


Menurut Freya, kuda hanya menganggap orang yang bisa menjinakkan mereka sebagai tuanya, dan tidak akan pernah memperbolehkan orang yang tidak diakui untuk menaikinya.


Setelah mendengar itu, Eliza menjadi cemas. Dan sekarang agak ragu untuk melakukan itu.


Yah, aku juga tidak akan tinggal diam. Jika kuda itu tidak mau menurut pada Eliza, kami hanya perlu mencuci otaknya agar dia mau menjadi kuda Eliza.


Namun kurasa hal seperti itu tidak akan pernah terjadi. Eliza adalah monster, dan dengan sesama monster, seharusnya mereka bisa saling memahami.


Ditambah lagi, Eliza adalah wanita yang cantik. Jika kuda itu pejantan, dia seharusnya menyukai Eliza.


Dan aku sangat yakin bahwa itu adalah kuda pejantan. Jadi dia pasti akan menyukai Eliza sebagai tuannya.


Kecuali jika kuda itu adalah lolicon, aku mungkin akan membunuhnya.


Tidak, maaf. Maksudku, aku akan mencuci otaknya. Mungkin kalimat itu terpengaruh karena lolicon adalah musuh alamiku.


Baik, lupakan.


Eliza sudah membulatkan tekadnya dan menuju ke arah kuda hitam di depan kami. Kemudian dia berhenti di tengah jalan dan memandang kuda itu dalam diam.

__ADS_1


Awalnya aku tidak paham dengan apa yang dia lakukan, tapi lama kelamaan aku menyadari bahwa dia sedang berinteraksi dengan kuda itu melalui telepati. Kemungkinan terbesar adalah dia sedang membujuknya.


Kami menyaksikan Eliza dalam diam, sedangkan anak-anak kami sedang bermain dengan serangga.


Alice menemukan serangga di tangannya dan ingin memakan serangga itu hidup-hidup. Tapi dengan cepat, Atla mencegah Alice memakan serangga itu dan menasihati Alice kalau makanan itu harus dimasak terlebih dahulu.


Aku rasa anak itu juga sedikit salah. Setidaknya beri tahu Alice kalau kita tidak akan memakan serangga, terlepas dari dia sudah dimasak atau belum.


Kami tidak terlalu semiskin itu untuk menjadikan serangga sebagai lauk.


Sementara anak-anak asik bermain, Eliza sudah selesai membujuknya.


Kuda itu berjalan menuju ke arah Eliza, mungkin bujukannya berjalan dengan lancar. Kemudian mendekati Eliza dan menundukkan kepalanya.


Ohh, dia benar-benar bisa melakukannya.


Eliza mengelus kuda itu beberapa kali. Setelah selesai, dia melambaikan tangannya ke arah kami dengan wajah penuh kegembiraan.


*Misi pencarian kuda legendaris \= selesai.


«Aku heran kenapa kuda itu terlihat sedikit berbeda.»


«Mungkin karena terpengaruh oleh energi sihir milik Levi... Selain itu, Master!»


«Ada apa?»


«Kita harus mengundang Levi masuk ke dalam jajaran Anda.»


«Memangnya dia mau membuat kontrak dengan kita? Yah, dia memang kuat, tapi aku tidak bisa memaksa kehendak orang (monster) lain. Aku tidak ingin ada masalah internal di masa depan.»


«Tenang saja, dia pasti akan dengan patuh mengikuti Anda.»


Hmm, apakah benar begitu? Aku agak ragu.


Setelah berunding, Hydra menampilkan tubuhnya kembali dan memanggil Levi.


"Levi, buatlah kontrak dengan salah satu rekan Masterku."


"Heh, kenapa aku harus melakukan itu?"


"Levi, aku serius!"


Nada Hydra terdengar serius dan aura di sekitarnya menjadi dingin.


Jika diingat kembali, Hydra merupakan betina yang cukup kejam dan berhati dingin. Dia tidak terlalu jauh berbeda dengan Freya atau Merlin. Atau bahkan dia lebih dingin daripada siapapun karena dia tidak pernah memperlihatkan ketertarikan terhadap makhluk hidup.


"B-Baiklah, aku mengerti. Aku akan memilih salah satu dari mereka untuk membuat kontrak."


Levi dengan mudahnya patuh oleh perintah Hydra. Hal seperti ini, aku sangat tidak nyaman dengan Levi, jadi aku menyela pembicaraan.


"Tunggu, apa kamu baik-baik saja seperti itu, Levi?"


"Ya, perintah dari kakak pertama tidak bisa diabaikan, tapi aku juga mulai tertarik dengan kalian. Jadi aku mau mengikuti kalian. Selain itu, sudah ada satu orang yang menurutku cocok untuk membuat kontrak denganku."


Oh, jadi itu sudah menjadi kemauan dia sendiri. Jika demikian, maka aku tidak akan menghentikan dia.


"Ngomong-ngomong, siapa orang yang kamu maksud?"


"Itu. Dia yang di sana..."


Levi menunjuk — mengarahkan ekornya — ke arah Luminous.


Sedangkan Luminous, dia memutarkan kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk memastikan orang di sekitarnya.


Mengetahui bahwa dia adalah orang yang ditunjuk, Luminous mengarahkan jarinya ke dirinya sendiri seolah-olah mengatakan "Aku?" seperti itu.


Luminous adalah humanoid paling tampan dari seluruh penghuni kastil kami, tapi entah kenapa dia terlihat bodoh ketika datang ke situasi seperti ini.


Tapi kesampingkan itu.


Sekarang dia menjadi pria paling tampan dengan kekuatan yang setara denganku. Ini membuat aku jadi tidak nyaman.


Kekhawatiran tentang kepopuleran Luminous untuk menggeser aku dari tempat duduk semakin tinggi.


Dia sudah menjadi ajudanku, dan dia akan menjadi orang terdekat aku ketika dia sudah bisa diandalkan. Setidaknya sampai dia bisa memahami ilmu manajerial.


Ketika dia sudah bisa menangani hal-hal seperti itu, itu artinya dia sudah menjadi pintar. Dan pada saat itu, posisiku pasti bisa dengan mudah digeser olehnya.


Bagaimanapun juga dia memiliki kekuatan dari skin berbayar dan kemampuan bertempur dari pengalamannya sebagai naga spiritual. Dan juga tampan.


Sial, kenapa dia harus tampan!?


Tidak, ini tidak baik. Aku tidak boleh mengeluh tentang kualitas produk.


Sigh, dari seluruh orang yang hadir di sini, kenapa pria itu yang dipilih olehnya?


"Dia memiliki tubuh yang bagus dan kami sama-sama memiliki spesialisasi dalam hal kecepatan dan energi termal. Jadi aku rasa kami bisa cocok. Pria tinggi di sana itu juga sangat mengesankan, tapi dia sudah memiliki kekuatan melebihi kemampuan kami sebagai servant. Jadi aku akan mendidik anak baru ini sebagai gantinya."


Levi menjelaskan.


Untuk menyebut Ignis sebagai pria tinggi yang mengesankan, dia memiliki penilaian yang bagus.


Dia memang tidak salah. Jika Ignis serius, dia bisa memotong Levi menjadi beberapa bagian.


"Seperti itu katanya. Apa kamu ingin membuat kontrak dengan Levi, Luminous?"


Luminous dan Leviathan. Keduanya merupakan monster dengan kemampuan yang berada di luar akal sehat manusia sejak awal.


Jika nama mereka digabungkan, itu juga bisa diartikan sebagai "cahaya kejahatan".


Lebih jauh lagi, karena mereka berbasis pada kecepatan dan energi termal, mungkin aku bisa menyebut mereka dengan "akselerasi sinar kejahatan terpanas".

__ADS_1


Ah, lupakan.


__ADS_2