
Ruang tamu kediaman Bestlafiol. Lilia, Freya, dan Merlin menyaksikan Albert memukul Nodens dari layar monitor.
"Ohh!!" ×2
Kekaguman yang tersuarakan, Lilia dan Freya tercengang melihat Albert tanpa mengatakan apapun memukul Nodens.
"Belum ada orang yang pernah berani memukul Nodens, setahuku. Albert mungkin orang pertama yang berani melakukan itu."
"Albert kadang-kadang suka mengesampingkan akal sehatnya kalau sedang marah, Bu. Jadi dia seperti itu pasti karena tidak mau memikirkan resikonya sebelum memukul Nodens."
"Otak otot, maksudmu?"
"Bukan! Aku pengen bilang bukan, tapi mungkin semacam itu."
"Maksudnya gimana, sih."
Freya kebingungan sendiri dengan penjelasannya. Albert mungkin suka mengesampingkan akal sehatnya ketika sedang marah, tetapi bukan berarti dia tidak mau menggunakan otaknya sepenuhnya.
"Ibu, Albert itu orangnya suka mengedepankan keegoisannya. Ketika dia ingin melakukan sesuatu, dia pasti akan menyelesaikan hal itu untuk memuaskan keinginannya dan terlihat seperti tidak memikirkan resikonya. Namun sebenarnya, sebelum melakukan sesuatu, dia pasti sudah memikirkannya baik-baik apa itu benar atau tidak untuk dilakukan. Jadi tidak sepenuhnya tindakannya tersebut dilakukan tanpa landasan berpikir."
Sebagai istri pertama Albert, Merlin menjelaskan apa yang Freya tidak bisa jelaskan.
"Hm~ egois, ya. Aku sangat kagum dengan Albert yang bisa menghamili kalian berdua secara bersamaan di waktu yang sama. Makhluk dengan penalaran pasti tahu bahwa itu berbahaya. Kalau bukan karena egois, dia pasti tidak akan melakukan ini kepada kalian berdua, bukan?"
Pemahaman Lilia tentang produktivitas spiritual cukup dalam. Mengetahui risikonya sangat tinggi bahkan kalau seseorang hanya membuat satu anak saja sudah membuat siapapun khawatir. Tapi Albert justru membuat kedua istrinya hamil, dimana itu membuat semua orang dalam keadaan berbahaya (termasuk bayi di dalam kandungan). Apa yang Albert pikirkan sampai berani melakukan itu sebenarnya membuat Lilia heran dan gelisah. Keheranan itu juga diarahkan kepada Freya dan Merlin yang menuruti keinginan Albert.
"Uhm. Ibu, lihat! Veronica dan yang lainnya berhasil mengamankan Miura!"
Freya mencoba mengalihkan topiknya dengan wajah memerah. Merlin juga memiliki raut wajah yang sama dengan Freya, mereka berdua sedang menahan malu padahal Lilia menyinggung hal tersebut karena dia mengkhawatirkan mereka.
Ketika ada orang tua yang sedang membahas kesehatan anaknya terhadap pengalaman pertamanya mengandung anak, seharusnya anak itu merasa tertolong karena dia bisa mendapatkan wawasan tentang kandungan dari pengalaman orang tuanya.
Namun berbeda dengan anak perempuan biasa, Freya malah menghindari pembahasan seperti itu dengan orang tuanya.
"Aku tidak akan mengomentari keberanian kalian setelah kalian bisa membesarkan bayinya sejauh ini, tapi setidaknya beri aku penjelasan! Jangan melakukan hal seenaknya saja tanpa sepengetahuanku!!"
Lilia marah, membuat suasana menjadi tambah tegang karena tekanannya tersebut. Pengawal setia keluarga Bestlafiol – yang sejak awal berdiri di dekat pintu – menghilangkan hawa keberadaannya, lalu keluar dari ruangan. Sedangkan Niks sejak awal sudah menghilang masuk ke dalam bayangan yang ada.
"Ibu, maafkan kami."
"Hanya dengan meminta maaf tidak akan bisa menghilangkan kekhawatiran Ibu, tahu! Selama ini mungkin kalian baik-baik saja, tapi bagaimana kalau terjadi kecelakaan karena kurangnya pemahaman kalian! Kalian tahu 'kan kalau kecelakaan kecil di situasi kalian sekarang bisa menyebabkan kematian terhadap kalian atau bayi di kandungan kalian? Ah, ya ampun. Aku tidak tahu kenapa kalian melakukan hal senekat ini padahal aku sudah memperingatinya berulang kali."
Seperti lelah dengan perbuatan putrinya yang sangat mengkhawatirkan, Lilia menghela nafas berat.
Melihat Lilia duduk lemas seperti itu, membuat Merlin dan Freya merasa bersalah. Merlin melihat ke arah Freya, dan kemudian mereka berdua berdiri dari tempat duduk mereka. Lalu pindah ke sisi Lilia yang lebih dekat.
"Ibu, tolong maafkan kami karena bertindak seenaknya saja."
"Ya, ibu. Tolong maafkan Freya karena tidak mendengarkan perkataanmu."
Mereka berdua memeluk Lilia dari masing-masing sisinya. Dan ketika melihat mereka sangat manja seperti biasa, membuat hati Lilia melunak. Itu selalu terjadi.
Mereka sudah berumahtangga, namun masih suka melakukan hal-hal kekanakan dan membuat Lilia repot.
"Aku ingin bertemu Atla, Eren, dan Alice. Suruh mereka ke sini."
Karena mereka tidak mau membahas hal itu lebih jauh, Lilia ingin mengalihkan pikirannya ke cucu-cucunya.
"Ah, soal itu."
"Kenapa?"
Melepaskan pelukannya dari Lilia ketika ditanya tentang keberadaan putri-putrinya, membuat Freya terlihat seperti ingin menghindari pertanyaan Lilia lagi.
"Di sini, ibu. Aku akan memperlihatkan Atla, Eren, dan Alice sedang bermain dengan teman mereka."
Merlin yang selalu mengawasi ketiga putrinya menunjukkan aktivitas mereka bertiga dari layar monitor yang salurannya telah diganti. Bagi keluarga Testalia, mengawasi, mencari, atau memata-matai seseorang merupakan bidang pekerjaan andalan mereka karena keberadaan Cermin Map dan juga Niks.
__ADS_1
"Temannya bertambah satu. Sepertinya mereka sedang tidak di rumah ya, (Interiornya berbeda). Sedang di mana mereka sekarang?"
Kejelian mata Lilia tersebut membuat Freya dan Merlin tekejut. Untuk beberapa saat, mereka terdiam. Berpikir kenapa harus membahas Atla, Eren, dan Alice di saat seperti ini.
Jika Ibu tahu kalau mereka sedang pergi jauh dari rumah, apakah dia akan marah lagi pada kami? —Untuk sejenak, Merlin berpikir seperti itu.
Karena sekarang seluruh keluarga sedang melakukan perang besar, normalnya keluarga manapun pasti tidak akan membiarkan anak-anak mereka berkeliaran di saat-saat genting seperti ini. Dan berupaya menyembunyikan anak mereka di tempat yang aman, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyanderaan.
Tapi Albert tidak berusaha menyembunyikan anak-anaknya, dan masih membiarkan mereka bermain. Lilia pasti akan marah jika Merlin memberitahukan hal tersebut.
"Itu rumah baru mereka."
"Rumah baru?"
"Ya, rumah baru yang Albert buat. Mereka di sana sedang bermain, jadi biarkan saja mereka bermain, Ibu."
Freya dengan tenang menjelaskan situasinya. Melihat Freya mau berbicara membuat Merlin tenang, sebab yang mengenal Lilia lebih banyak adalah Freya. Jadi dia seharusnya bisa menangani ibunya dengan baik.
"Eh? Mereka tidak berada di kastil kalian?"
"Ibu ingin aku memanggil mereka? Aku bisa melakukannya, tapi kupikir itu bukan ide yang bagus."
"Kenapa?"
"Albert dan yang lainnya sedang bertarung. Aku tidak mau membawa mereka ke sini dan memberitahukan hal itu kepada mereka, mereka pasti jelas akan mengkhawatirkan Albert nanti!"
"Tapi--"
("Berbahaya jika mereka berada jauh dari rumah.") —Lilia ingin mengatakan itu, tapi perkataannya terpotong...
"Ibu tidak perlu khawatir! Mereka akan baik-baik saja di sana, karena sistem keamanan rumah itu juga sangat bagus. Tolong biarkan saja mereka!"
"Be-Begitu ya."
Freya berusaha menekan ibunya supaya perkataannya mau didengar. Dan begitulah Lilia terdiam oleh tekanan Freya.
Sedangkan Lilia tidak ingin mengganggu keputusan orang tua anak-anak itu, dan akan mengganggap kalau rumah itu adalah tempat persembunyian yang diciptakan oleh mereka. Selama mereka baik-baik saja, Lilia sebenarnya tidak akan mempersoalkannya lagi.
Merlin mengembalikan saluran ke monitoring sektor perang. Dan...
"Ah!" ×2
Lilia dan Freya sangat terkejut dengan kehadiran 1 juta pasukan di sana.
"H-Hei, Albert pasti sudah memikirkan rencana untuk mengurus pasukan itu, kan? Mereka akan baik-baik saja, kan!?"
"Ibu, Ibu tenanglah, aku yakin Albert sudah memikirkannya. Ya kan, Merlin?"
Panik melihat pasukan yang terlalu banyak, mereka mempertanyakan Merlin untuk mendapatkan ketenangan dari penjelasannya.
"Uhm, aku tidak yakin apakah Albert sudah punya rencana untuk mengurus pasukan itu atau tidak, karena dia pergi dengan terburu-buru tadi."
"..." ×2
Namun, datang jawaban yang justru membuat Lilia dan Freya terdiam membeku.
\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=
Muncul perlahan dari bayangan, Niks pindah dari ruang monitor rumah Bestlafiol ke ruang control di observatorium.
Padahal kedua ruangan tersebut hanya dibedakan oleh satu pintu, yang mana pintu tersebut bahkan sedang terbuka. Tapi dia sedang melarikan diri dari wanita tirani, jadi wajar melihat dia sangat berlebihan seperti itu. Berpindah ke ruangan sebelah dengan skill.
"Bagaimana dengan keadaan di sana?"
"Cukup menyenangkan."
"Begitu ya."
__ADS_1
Ignis yang berada di dekat tempat munculnya Niks, bertanya.
Di ruangan ini - Ignis, William, dan Leon yang memiliki otoritas tertinggi duduk di sofa. Sedangkan Matsu, Michiru, Nao, Kenshin, Kiriyama, dan Niks berdiri.
"Di sini, kondisinya keliahatan gawat."
Ignis membicarakan perang di ibukota Kerajaan Suci yang memperlihatkan tiga pemimpin naga ditambah satu pemimpin huldra, hampir kalah dengan Erick sang ketua paladin.
"Sangat tidak terduga."
Niks tampaknya terkejut, namun tidak diekspresikan. Karena Niks adalah orang yang bertanggung jawab mengumpulkan intelijen, dia merasa bersalah karena kekuatan musuh ternyata melebihi data informasinya.
"Tu-Tuan Ignis, apa kita berempat perlu membantu mereka?"
"Ya, kami siap pergi!"
Michiru menawarkan anggota timnya untuk menjadi bala bantuan kepada pasukan yang berperang di ibukota.
"Tidak perlu! Kalau keadaan menjadi semakin gawat, aku bisa mengirim Mary untuk melawan orang itu."
William mencegah tim intelijen ikut ke dalam pertarungannya.
"Aku rasa, itu bukan ide bagus."
Namun, Leon tidak menyukai pemikiran William.
"Kenapa?"
"Habisnya, Mary adalah vampire. Jika dia dipertemukan dengan orang itu, bisa-bisa terjadi pertarungan sengit di antara mereka."
"Lalu? Kamu mungkin tidak mengerti kalau sebenarnya mereka sudah bertarung dengan sengit, Leon. Itu adalah batasan mereka."
William baru saja menganggap Leon tidak bisa mengukur kekuatan mereka yang ada di medan perang. Karena bagi mereka bertiga, Azure dan yang lainnya terlihat seperti sedang melakukan pertengkaran anak-anak.
Seperti melihat Atla, Eren, dan Alice berlatih, padahal tingkat kekuatannya dengan Azure di medan perang sangat berbeda. Namun, mau seperti apa mereka terlihat, di mata William, Ignis, dan Leon mereka masih tetap sama.
Dan sebenarnya Leon juga sudah tahu kalau batas kemampuan Azure dan yang lainnya hanya sampai sana, tapi bukan itu yang dia maksud.
"Maksudku, kalau Mary pulang dengan tubuh yang tidak utuh, kamu mungkin juga akan kehilangan anggota tubuhmu!"
"Hm?"
"Aku memang tidak bisa memperkirakan siapa di antara Mary dan ketua itu yang bakal menang setelah melihat kekuatan orang itu dari waktu ke waktu dapat menyesuaikan diri dengan kekuatan lawannya. Tapi jika orang itu bisa menyakiti Mary, kau pasti berada dalam masalah karena Tuan Albert sangat menyukai Mary. Bukankah beliau sudah menyuruhmu untuk menjaganya?"
"Ah!"
Seperti teringat akan sesuatu setelah mendengar peringatan dari Leon, William tercengang dan tampak panik.
"Yah, kita tidak perlu menyuruh Mary pindah dari tempatnya, karena masih ada Alfred dan Saber di sana. Selain itu, mereka (Azure, dkk.) masih bisa bertarung. Selama mereka belum mau menunjukkan wujud asli mereka, mereka masih belum kalah."
Ignis mencoba untuk menenangkan semua orang. Azure itu naga, selama dia belum menampakkan wujudnya, dia belum bisa dikatakan sedang serius.
"Y-Ya, mereka berdua masih ada. Dipikir baik-baik, seorang wanita seperti Mary tidak boleh dipasangkan dengan musuh yang berbahaya. Em, benar. Biarkan saja Mary mengurus bagian timurnya."
Semakin lama William berbicara, semakin rendahannya dia terlihat oleh Ignis dan Leon.
Mengesampingkan hal tersebut, mereka melanjutkan kembali pengawasan mereka terhadap kedua perang yang terjadi.
Tugas mereka sebenarnya untuk mengamati setiap area di medan pertempuran untuk mencegah terjadinya hal tidak terduga seperti campur tangan pihak ketiga yang dapat mengacaukan pertarungan.
Jika hal itu benar terjadi, tergantung dari kekuatannya. Kalau lemah, mereka akan dibiarkan. Namun kalau terlalu kuat, apalagi sampai bisa mengubah alur pertempuran, Ignis dan yang lainnya akan turun tangan untuk mencegah hal tidak terduga terjadi.
Lainnya, mereka bertugas selayaknya perwira di tim strategi dan mengatur penempatan pasukan di kedua medan perang, koordinator.
Kemudian mereka juga bisa menjadi pengawas untuk lawan yang ingin melarikan diri dalam medan pertempuran. Karena membiarkan seseorang dengan informasi pertempuran melarikan diri sangat membahayakan, mereka memiliki tugas untuk membungkam tikus seperti itu. Karena bagaimanapun, berusaha mencegah informasi meluas lebih baik daripada tidak mencegahnya sama sekali.
Lagipula, semua yang terbilang musuh memang harus diberantas untuk mengurangi risiko munculnya ancaman dari musuh-musuh baru di masa mendatang.
__ADS_1