Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Legenda Hidup.


__ADS_3

Aku menghentikan intimidasi Hydra dan membuat semua orang kembali tenang.


Mereka tampaknya cukup kelelahan, tidak terkecuali untuk Tristan. Aku merasa kasihan melihat mereka seperti itu, apalagi terhadap bawahan mereka. Jadi, aku menyuruh rekan-rekan Hestia dan Tristan untuk duduk di bangku dan menyediakan air putih untuk mereka.


"Sekarang, kita tidak perlu lagi membahas hal-hal yang udah berlalu, kan? Lebih baik kita membahas tentang masa depan. Apa kamu masih ada pertanyaan, Tristan-kun?"


Aku ingin sekali melakukan itu sekali walaupun tidak ada yang tahu penambahan "kun" dibelakang namanya itu untuk apa.


Pandangan semua orang terhadap aku tampaknya telah berubah. Sebelumnya mereka memandang aku seperti orang sederajat, tapi sekarang tatapan mereka terhadap aku seperti sedang melihat monster. Jelas saja mereka seperti itu setelah melihat monster gelap dengan sembilan kepala mengintimidasi dan menekan mereka.


Manusia manapun pasti akan takut melihat hal-hal yang tidak mereka ketahui. Dan di dunia ini, ada aturan ketat di mana seseorang tidak boleh mencari tahu tentang sesuatu yang melebihi batas kemampuan mereka. Jadi mereka tidak akan bertanya lebih jauh tentang hal barusan, kecuali jika mereka bodoh.


Karena Tristan hanya diam saja, aku akan menganggap diamnya itu sebagai jawaban "iya" Dalam menanggapi pertanyaan ku sebelumnya.


"Oh iya, berbicara tentang pelancong dari dunia lain. Kenapa kami semua bisa disebut sebagai "Pahlawan" padahal kami tidak melakukan hal apapun?"


Ayo kita alihkan topiknya.


"... Em, itu karena setiap pelancong yang dipanggil dengan sihir Pemanggilan Pahlawan memiliki kekuatan dan skill-skill unik. Kebanyakan dari mereka sudah dapat mengerti tentang sihir mereka sendiri dan menjadi kuat hanya dalam waktu beberapa bulan."


Tristan menanggapi pertanyaan ku.


Seperti itulah jawaban Tristan. Aku juga sudah bertanya ke pelancong dari Kekaisaran. Sepertinya, kami para pelancong dari dunia lain diberi energi Roh dan skill untuk menjadi orang hebat di dunia ini. Singkatnya, mantra itu sebenarnya bukan untuk memanggil Pahlawan, melainkan membuat Pahlawan. Tapi sihirnya termasuk ke dalam mantra kelas Summoner.


"Begitu, ya. Ngomong-Ngomong, kenapa kamu hanya diam saja, Hestia?"


"Eh!? T-Tidak, aku tidak apa-apa..."


Aku memanggil Hestia, dan dia terlihat gugup. Mungkin setelah ini dia tidak akan pernah kembali ke sini. Kelihatannya aku sudah membuat gadis baik ini menjadi takut, aku merasa bersalah.


"Sungguh? Apakah Puding tadi rasanya enak?"


"Iya, itu enak sekali. Aku baru pertama kali merasakannya."


"Oh, apa kamu ingin makanan lainnya? Kami sebenarnya telah membuat beberapa makanan penutup baru yang tidak kalah enaknya dengan makanan tadi, ini bahkan lebih manis."


"B-Benarkah? Aku ingin mencobanya!"


Baiklah dia tertarik. Aku tidak ingin memulangkan tamuku dengan wajah kecewa atau menyesal. Memberikan kenyamanan kepada tamu merupakan salah satu cara berbisnis.


"Freya, bisakah kamu ke dapur dan meminta salah satu juru masak untuk membuat itu?"


"Maksudmu, kue dengan bentuk bulat itu?"


"Iya, aku ingin mereka mencobanya juga."


"Ok, aku akan ke dapur sekarang."


Aku dan Freya memiliki wajah yang bersemangat. Baru-Baru ini, kami sebenarnya mencoba membuat berbagai macam desert dan makanan ringan lainnya untuk diberikan kepada anak-anak. Salah satunya adalah Puding dan Cheesecake tadi. Kami juga mencoba membuat Crepes, Es Krim, atau Perfait. Jadi dapur setiap hari memproduksi makanan-makanan tersebut untuk meningkatkan tekstur dan kelezatannya, mereka berlatih untuk meningkatkan kualitas makanannya.


Untuk bahan bahannya tidak perlu dipikirkan lagi karena kami telah memperluas area pencariannya. Itu mudah ditemukan jika kami berusaha mencari.


"Tunggu, biar aku saja yang pergi ke dapur."


Merlin tiba-tiba menghentikan langkah Freya.


"Kamu ingin menggantikan ku?"


"Iya, kamu temani Albert saja di sini, biarkan aku yang pergi ke dapur."


Merlin tanpa alasan yang jelas ingin pergi ke dapur. Setelah mengatakan hal itu, mereka berdua menatap aku. Mungkin ingin meminta persetujuan.


"Baiklah, tapi biarkan para koki di dapur yang mengaturnya."


"Aku mengerti."


Merlin kemudian mendorong Freya ke bangkunya, menyuruh Freya untuk duduk di sana.


"Ah, tunggu. Tristan tidak terlalu suka makanan manis, jadi berikan dia sandwich daging cincang saja."


Freya mempertimbangkan pesanan untuk Tristan. Itu membuat Tristan terkejut, dan menunjukkan matanya. Wajahnya terlihat sangat cerah di sana, sampai-sampai aku merasa jijik.


"Ok. Bagaimana dengan yang lain? Kalian suka makanan manis atau tidak?"


Merlin bertanya kepada rekan-rekan Hestia dan Tristan, wajahnya cukup ramah.


"S-Saya suka makanan manis!"


"Saya juga!" ×2


Mereka menjawab dengan cepat, mungkin takut kena marah. Aku suka dengan sikap mereka yang sekarang. Sedangkan Bizura dan Wizura hanya mengangguk berlebihan, mungkin mereka belum diperbolehkan berbicara oleh Hestia.


"Aku mengerti."


"Dan satu lagi, Merlin."


"Apa itu?"


"Suruh pelayan memanggil Rin, Luminous, Martin, dan... Si wanita yang bersama dengan Martin. Kalau tidak salah namanya Irina, ya? Aku hampir saja melupakan mereka."


"Baiklah."

__ADS_1


"Cepat kembali ke sini."


Aku memesan banyak sekali, padahal aku bisa mengatur semua itu dengan telepati.


Yah, biarkan saja. Merlin juga sedang terlihat bahagia karena sesuatu. Dia kemudian berbalik dan meninggalkan ruangan.


"Andine, kamu baik-baik saja?"


"Ah Kak Freya? Aku baik-baik saja."


"Sungguh? Kemarilah, bawa bangkumu ke sini juga."


"Tapi...?"


Freya mengundang Grandine ke meja kami. Ini meja berukuran kecil, aku tidak tahu apakah tempat ini bisa dimuat oleh semua orang?


"Hestia, aku ingin Andine duduk di sebelah kita. Boleh, kan?"


"Tentu, aku tidak masalah."


Hestia tidak keberatan Grandine ikut bergabung dengan mereka, lingkaran gadis-gadis manis. Hestia adalah Dewi bagi para Elf, jadi melihat Grandine gugup duduk di sebelah Hestia bisa dapat dimengerti.


"He, Kak Freya!?"


Setelah Grandine memindahkan tempat duduknya, Freya tanpa basa basi langsung merangkul Grandine.


"Kamu pasti takut banget, ya. Melihat Albert seperti itu...?"


"..."


Grandine tidak menyangkalnya, jadi dia benar-benar takut denganku.


"Pfft, kalo diingat-ingat lagi, wajahmu terlihat sangat lucu, Andine."


"K-Kak, kau menertawakan ku?"


"Kuu! Maaf. Sebenarnya aku melihat reaksi kalian semua dan itu membuat aku ingin tertawa pada saat itu juga, haha!"


"...!!" ××


Freya terlihat sangat senang sekali di sana. Dan semua orang tampak malu karena telah ditertawakan olehnya. Tristan dan Hestia bahkan kehabisan kata-kata, mereka berdua juga terlihat malu.


Kupikir itu bagus. Suasana jadi agak mencair sekarang.


"Sigh, aku jadi mengerti kenapa Merlin buru-buru keluar dari ruangan ini."


Tiba-tiba Freya menyinggung Merlin.


"Yah, itu bisa menjadi pelajaran bagus bagi orang-orang yang berani menyakiti putriku. Benar, kan. Andine?"


"Errr... Aku minta maaf Kak, soal itu."


"Kenapa kamu meminta maaf, memangnya kamu yang melukai Alice?"


Freya sedang menyinggung seseorang. Tidak ada lagi senyuman di wajahnya ketika sedang membahas persoalan masalah putrinya.


"Tuan Albert & Nyonya Freya, aku merasa sangat bersalah karena telah berani melukai putri kalian, kumohon maafkan aku!"


Tiba-tiba, Ivan berdiri dari bangku dan langsung bersujud di hadapan Freya. Dia mengerti kalau Freya baru saja menyinggungnya.


Ngomong-ngomong, dia tahu nama kami dari siapa? Kurasa, aku belum memperkenalkan keluargaku dan diriku sendiri kepada mereka.


"Hm, kamu seharusnya meminta maaf sama Alice dulu. Karena ulahmu, dia memperlihat-- k-karena kamu, dia merasa sedih sekarang."


"Iya, saya akan meminta maaf padanya, Nyonya!"


"Baguslah kalau kamu mengerti."


Percakapan antara Ivan dan Freya. Aku rasa ada yang aneh dengan ucapan Freya.


Setelah Ivan kembali ke barisan tempat duduk, Martin dan Irina memasuki ruangan. Mereka berdua memberi hormat. Aku menyuruh Martin untuk mengambil bangku lagi dan ikut bergabung dengan kami.


Kekhawatiran ku terhadap ukuran meja tampaknya tidak diperlukan, karena meja ini dapat menampung enam orang dan masih menyisakan ruang, sedikit.


Namun, karena nanti ada Merlin yang mengisi tempat kosong di sebelahku, tempat untuk aku, Freya, dan Grandine jadi berdempetan. Sedangkan Irina tidak bisa bergabung di dalam meja, dia duduk di belakang Martin.


Jika diurutkan dalam arah jarum jam. Urutannya menjadi Tristan, Martin, Merlin, aku, Grandine, Hestia. —Freya berada di tengah-tengah antara aku (di arah jam 6) dan Grandine (di arah jam 8).


"Maaf atas ketidaknyamanan nya. Jika kalian merasa meja ini sangat kecil, kita bisa pindah ke meja yang lebih besar?"


"Aku tidak keberatan sama sekali."


"Saya juga tidak ada masalah."


"Em, aku tidak masalah dengan ini. Tapi aku ingin tahu, sebenarnya kita sedang ingin membicarakan apa?"


Semua orang baik-baik saja dengan pengaturannya, aku merasa lega.


"Begini, Tristan. Karena kedatangan mu ke sini. Kupikir, akan lebih bagus jika kita melakukan bisnis. Oleh karena itu, aku memanggil Martin ke sini."


Aku menjawab pertanyaan Tristan sambil tersenyum. Tapi kemudian aku mendengar gumaman Freya, yang mengatakan "Dia ingin memanfaatkan namamu, Tristan." Dengan wajah santai.

__ADS_1


Semua orang mendengar ucapan Freya dan membuat aku sedikit malu. Jadi aku menekan pinggangnya dengan jari telunjuk dan membuat dia terkejut. Aku suka reaksi itu, namun aku langsung dipukul olehnya.


"Y-Yah, sebenarnya kami ingin membentuk serikat baru untuk pedagang. Aku ingin kamu bekerja sama dengan kami, Tristan."


"Serikat baru?"


"Martin, tolong jelaskan padanya-- ah, aku baru ingat, kita belum memperkenalkan diri kita masing-masing, kan?"


Aku hampir saja melewatkan hal itu. Pantas saja suasana agak canggung dan terasa aneh.


"Permisi."


Ketika kami ingin melakukan perkenalan, kebetulan Merlin, Rin, dan Luminous memasuki ruangan. Mereka datang di waktu yang tepat.


"Ayo kita lakukan perkenalan. Aku Albert Testalia, ini Freya, Merlin, Rin, dan... Dia Luminous Garetta."


Aku memperkenalkan orang-orang ku. Luminous seperti biasa mengenakan pakaian Butler, sedangkan Rin mengenakan pakaian maid khusus.


"Luminous?"


"Tristan, ya. Aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi."


"Aku juga. Aku tahu kau pernah mengalami masalah sulit, bagaimana dengan itu?"


"Tenang saja. Berkat Tuan Albert, aku sudah bisa hidup dengan normal di dunia ini."


Mereka tampaknya cukup akrab. Kudengar orang yang mengajukan saran untuk memberikan wilayah ini kepada para naga adalah Tristan.


Pada saat itu Tristan sudah menjadi Pahlawan karena telah berhasil mengusir pasukan Raja Iblis ke selatan.


"Aku ingin tahu, bagaimana naga dari seluruh belahan dunia bisa dipindahkan ke sini?"


Aku menyela pembicaraan mereka karena penasaran.


"Setelah perang dunia dengan iblis berakhir, Luminous meminta ku mencarikan wilayah untuk dia tempati. Karena pada saat itu, naga masih menjadi sumber rasa takut bagi manusia. Lalu kami memutuskan menyerahkan tanah ini untuk Luminous dengan syarat memanggil naga dari seluruh dunia ke daratan ini. Itu merupakan kesempatan bagus untuk memisahkan manusia dengan naga. Selain itu, Luminous dan naga lainnya juga sudah membantu manusia mengusir pasukan iblis. Jadi membiarkan para naga hidup dapat memberikan bantuan tambahan kalau ada serangan pasukan iblis lagi."


Tristan menjelaskan dengan sungguh-sungguh. Dia cukup hebat untuk bisa mengingat kejadian tiga ribu tahun lalu.


Informasi seperti ini pastinya hanya ada di perpustakaan negara. Dan itu pun kalau mereka bisa merawat catatan dari jaman tiga ribu tahun lalu.


"Baiklah, aku paham. Sekarang giliran Martin untuk memperkenalkan diri."


"B-Baik. Saya Martin Luther, direktur utama Perusahaan Martin. Dan wanita ini bernama Irina Laurent. Salam kenal semuanya."


Martin sangat sopan. Selesai berbicara mereka berdua membungkuk dan langsung duduk kembali.


Kurasa mereka bersikap kaku karena baru saja mendengar sejarah dari legenda hidup itu sendiri. Mereka hebat bisa duduk dengan kita.


"Dan kalian berdua seharusnya sudah paham kalau wanita cantik ini sang Ratu Roh dari utara, Hestia Erafira. Sedangkan pria ini pemimpin Organisasi Asosiasi Petualang, sang Pahlawan, Tristan Polgreen."


"Salam kepada sang Pahlawan!" ×2


Aku memperkenalkan kedua orang itu kepada Martin dan Irina, dan ketika aku menyebut status serta gelar kehormatan mereka, Martin dan Irina langsung turun dari bangku untuk memberikan hormat.


"Ah, ada apa dengan mereka?"


"Itu wajar saja karena Tristan adalah penyelamat seluruh umat manusia."


Aku tanpa sadar menanyakan hal itu dan langsung dijawab oleh Freya.


Aku sekarang mengerti kalau status Tristan sangatlah tinggi di dunia ini. Dan... Memanfaatkan status itu adalah kesempatan yang harus aku dapatkan untuk keuntungan bisnisku.


Fufu, aku sangat buruk. (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)


Setelah Tristan menerima salam mereka, mereka berdua duduk kembali ke bangku dan merasa lega akan sesuatu. Aku melihat, mereka sepertinya tidak akan gugup lagi.


"Terakhir..."


"Masih ada lagi?"


"Wanita di sebelahmu belum memperkenalkan diri."


"Oh iya, kamu benar."


Aku menyinggung Grandine yang berada di sebelah Freya. Dia tersentak ketika aku meliriknya, kelihatan terkejut.


"T-Tidak, aku..."


"Kenapa? Tidak sopan tahu kalau kamu tidak memperkenalkan diri kepada kami."


"Ugh, Kak Freya, kamu..."


Grandine cukup kerepotan digoda oleh Freya. Mereka sangat akrab, seperti kakak dan adik sungguhan.


Kudengar, ketika Freya masih menjadi bagian dari party pahlawan, anggota partynya hanya ada tiga — yaitu Tristan, Freya, dan Grandine.


Dan juga, Grandine pada saat itu merupakan elf muda. Dia adalah elf hebat yang dapat masuk party dengan usia paling muda.


Pada saat itu, Freya dan Tristan memang sedang mencari anggota baru untuk partynya, tetapi Grandine bukan hanya karena adanya kebetulan seperti itu. Dia dipilih karena memiliki kemampuan hebat sebagai wizard dan Freya sangat menyukai kepribadiannya, itu bukan karena keberuntungan.


Kalau saja duel sebelumnya Ivan diganti dengan Grandine, Freya berkata akan sulit untuk memikirkan siapa yang akan menang.

__ADS_1


Pertarungan antara wizard, aku ingin melihatnya.


__ADS_2