Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Pesta Ulang Tahun. Atau?


__ADS_3

Satu tahun telah berlalu semenjak Atla dan Eren berevolusi. Di hari ini, Alice juga sudah satu tahun dengan kami. Dengan kata lain, ini adalah tanggal spesial kami, dan akan aku buat semakin spesial dengan menjadikannya hari ulang tahun mereka.


Aku tentu saja sudah bertanya tanggal sesungguhnya mereka tiba di dunia ini, tetapi mereka sendiri tidak mengetahuinya. Jadi aku memutuskan untuk menetapkan tanggal ini sebagai hari spesial mereka. Hal ini pasti akan bermakna bagi kehidupan mereka.


Untuk merayakan hari spesial ini, aku sudah menyuruh Martin dan Frederick untuk menyiapkan pesta di ibukota Kekaisaran Dortos dan sudah mengundang banyak orang supaya acara lebih meriah.


Itu, apa yang akan anak-anak pikirkan. Sejujurnya aku ingin anakku terkenal di seluruh daratan benua Terania dengan mengirim undangan ke seluruh negara di benua tersebut.


Selama masing-masing negara itu mengirim utusan mereka, anak-anak setidaknya akan memiliki satu atau dua kenalan di setiap negara.


Keluarga bangsawan biasanya menyebut kegiatan ini sebagai Perjamuan Sosial. Salah satu kegiatan rutin bangsawan untuk mempererat hubungan, menambah koneksi, menunjukkan status, dll.


Namun kali ini skalanya terlalu besar karena aku mengirim undangan ke seluruh negara di benua Terania tanpa terkecuali. Bahkan aku juga mengirim undangan ke pemerintahan negeri Nikkou, dimana penguasanya pernah melecehkan istriku.


Yah, itu tidak penting lagi sekarang. Dia pasti akan mengirim orang lain sebagai pengganti kehadirannya di acara Kami kali ini.


Saat ini, kami berkumpul di depan kastil dengan penampilan yang berbeda dari biasanya. Maksudku, ini tidak terlalu berbeda dengan dandanan rapih untuk bepergian. Hanya saja, kali ini kami berpakaian lebih formal untuk benar-benar menunjukkan statusnya.


Tujuannya untuk meningkatkan kesan pertama para tamu undangan terhadap kami. Alasan paling umum, namun bagi mereka (bangsawan) hal seperti ini selalu saja dipersoalkan.


Dan Aku akhirnya menyelesaikan lambang untuk keluarga Testalia. Itu berupa pendant berbentuk "T" Dengan cincin kecil di atas untuk menempatkan rantai.


Itu sangat biasa, apa itu baik-baik saja? Ya, lambang keluarga tidak perlu dibuat rumit karena pasti akan ada orang yang mensketsa ini ketika mereka ingin mengenal keluarga kami.


Tapi tidak akan lama lambang ini akan terkenal karena ini pasti akan digunakan sebagai simbol kuil. Ugh... Aku tidak tahu harus berkata apa dengan kegiatan anak-anak itu di belakangku. ("–_–)


"Semua sudah siap?"


"Sudah."


"Kalau begitu, ayo kita berangkat."


Kami menyiapkan enam kereta untuk mengangkut keluarga dan orang terdekat seperti Tethra, Endrin, Edwin, Azure, Selena, Kanis, para kesatria pengawal, dan para Einherjar.


Terlalu banyak? Yah, semakin ramai acaranya semakin baik. Atla, Eren, dan Alice juga sangat menantikannya.


Itu juga alasan kenapa aku mengadakan acara ini di ibukota Kekaisaran Dortos. Di sana para tamu undangan dari negeri lain bisa mendapatkan akomodasi, dan kami juga mengadakan acaranya di lapangan istana Kekaisaran yang terkenal sangat besar.


Kami menumpang, tapi bagi masyarakat Kekaisaran Dortos (terutama orang-orang yang pernah dihidupkan kembali) merasa sangat terhormat bisa menjadi tuan rumah yang menampung begitu banyak utusan dari negara lain. Bisa dibilang status mereka seperti berada satu tingkat di atas negara lain karena hal ini.


Ah, ngomong-ngomong, apakah semua negara itu akan menghadiri permintaan undangannya? Aku sendiri masih ragu tentang itu, tapi isi undangan adalah permintaan kehadiran. Maksudku, jika mereka tidak hadir, mereka hanya akan menempatkan diri mereka ke posisi oposisi karena acara pertemuan ini tidak hanya untuk merayakan pesta ulang tahun, melainkan untuk membentuk organisasi baru dengan mengajak para politikus untuk membuat kemajuan dalam ekonomi dan teknologi yang namanya akan ditentukan nanti pada saat konferensi berlangsung.


Ini masih dalam bentuk rencana dariku, jadi dapat diwujudkan atau tidaknya tergantung keputusan mereka. Jika jumlah pengikutnya sedikit, maka itu tidak akan didirikan sekarang. Kita bisa mengikat hubungan terlebih dulu dengan memanfaatkan Perjamuan Sosial ini.


Itu terlihat seperti aku sangat terburu-buru. Tapi bagiku, lebih cepat diusulkan akan lebih baik kedepannya bagi masyarakat mereka. Kita perlu seorang perintis, dan aku memiliki kekuatan untuk melakukan itu. Meski terlihat seperti aku sedang berbicara omong kosong, tapi kenyataan aku bersungguh-sungguh dan sudah menyiapkan materi tentang manfaat didirikannya organisasi tersebut.


Kalian tahu PBB? aku ingin mencontoh mereka. Ekonomi, politik, dan perkara di dunia ini hampir sama seperti di bumi. Hanya sedikit perbedaan kebudayaan karena di sini ada konsep sihir. Tapi melakukan tidak akan semudah berbicara, aku tahu itu. Maka dari itu ada konferensi untuk mewujudkan hal-hal seperti itu dengan cara bertukar pendapat, bermusyawarah.


Sigh, barusan aku berkata seperti orang hebat, kenyataannya sebagian besar ide ini datang dari Frederick yang memiliki ambisi besar untuk menguasai dunia. (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)


Kesan kalian terhadapku pasti meningkat drastis barusan. Maaf karena telah mengacaukannya.


"Ayah, lihat ini, banyak sekali orang berbaris dan melambaikan tangannya kepada kita."


"Huh?"


Setibanya kami di ibukota Kekaisaran dengan Gerbang Teleportasi, sejumlah masyarakat berkumpul di pinggir jalan dan menyambut kedatangan kami.


"Kalian bertiga, berusahalah untuk melambaikan tangan kembali kepada mereka dan tunjukkan senyum manis kalian."


"Aku mengerti! HALLO!!"


"A-Ayah, aku terlalu malu melakukan itu."


"Aku juga."


Atla dan Eren tampaknya tidak bisa melakukan hal-hal seperti ini, sementara itu Alice seperti sangat gembira dan langsung melambaikan tangannya ke orang-orang setelah aku menyuruhnya.


"Tidak perlu khawatir, tapi usahakan untuk belajar melakukannya."

__ADS_1


"Benar. Ketika terdapat sejumlah orang menyambut kalian, kalian memiliki kewajiban untuk membalasnya atau kalian akan dianggap sombong oleh mereka."


Freya dan Merlin mengajarkan kebenaran kepada dua kakak beradik ini. Kami memang tidak menyuruh warga negara ini untuk menyambut kami, namun mereka sudah bersusah payah datang dan menunggu di pinggir jalan demi melihat kedatangan kami. Tidak sopan rasanya bila kami tidak mewujudkan harapan mereka.


Selain itu, kebanyakan orang di sini pasti dari sejumlah keluarga prajurit pasca perang tempo lalu. Sisanya umat setia, ugh... Aku bahkan sempat melihat sekelompok kadal memakai jubah di kerumunan.


Ngomong-Ngomong, ke-enam kereta kami dikawal oleh sejumlah Polisi Naga dan lima naga dari member elite. Lima naga ini terdiri dari Carla, Javier, Batros, Eleanor, dan Hibiya. Hanya mereka berlima yang mengenakan jubah member elite, sisanya mengenakan seragam biasa. Dan hanya Carla yang mengenakan baret berwarna merah dengan bintang platinum. Dia memimpin rombongan ini di depan menunggangi kuda putih. Kemudian disusul oleh dua penunggang kuda pemegang bendera. Satu bendera kebangsaan Lumia, dan satu bendera lambang keluargaku.


Setelah semua, kami akhirnya tiba di depan istana Kekaisaran. Lokasinya berada di tengah-tengah ibukota, terlihat besar karena ini dikelilingi oleh pagar besi pembatas yang sangat panjang. Sisi lainnya tidak bisa langsung ditemukan jika tidak ditelusuri.


Ini mencerminkan kalau Kekaisaran Dortos sangatlah makmur, entah itu kekayaan atau luas wilayahnya.


Selain itu, karena pembatasnya adalah pagar besi, kami bisa langsung melihatnya dari luar kalau sudah terdapat banyak sekali orang di taman, halaman depan istana.


Halamannya sangat luas, dan halaman itu yang digunakan untuk menjamu para tamu undangan dengan makanan dan minuman, aktivitas outdoor. Meski begitu, mereka tidak kepanasan karena terdapat tenda terbuka, itu hanya tertutup di atas untuk menghalangi panas matahari mengenai tamu undangan dan hidangannya.


Kemudian seseorang meniup terompet (atau semacamnya) ketika kami masuk, dan membuat semua tamu undangan melihat ke arah kami.


Pengaturan ini dilakukan oleh mereka, aku hanya meminta mereka menyediakan segala yang dibutuhkan demi memeriahkan pestanya.


"Selamat datang, Yang Mulia."


"A- Uhm, terima kasih sudah mau datang ke pesta ulang tahun putriku."


Kelompok kami memasuki istana, parkir di depan dan mendapatkan sambutan dari raja kerajaan Herunia, Marcus, raja kerajaan Moriden, Byakko, raja Kekaisaran Dortos, Frederick, dan kaisar baru Kekaisaran Karamia, August.


(Mereka sangat... Uh, aku tidak tahu lagi harus berkata apa.)


Mari kesampingkan mereka, aku tidak ingin acara ini menjadi berantakan karena kecanggungan akibat sambutan barusan. Aku masih harus memberi pidato kepada semua tamu.


"Ehem, mohon perhatiannya. Pertama-tama, aku, Albert Testalia, mengucapkan terimakasih kepada kalian karena sudah mau menghadiri pesta ulang tahun ketiga putri kami — Atla, Eren, dan Alice. Lalu, jalannya acara masih tetap sama mengikuti agenda di kartu undangan, selama seharian ini kuharap kalian bisa mengikuti semua kegiatannya. Yah, hanya itu saja yang ingin kukatakan. Tolong dibawa santai, selama acara berlangsung, aku harapan kalian bisa mengakrabkan diri dengan keluarga kami, terutama dengan Atla, Eren, dan Alice. Sekian dariku, mari mulai acaranya..."


Aku berimprovisasi di depan panggung. Rasanya sangat nyaman karena anak-anak di sebelahku terlihat sangat bergembira. Yah, panggung ini berisi tumpukan hadiah dari banyaknya hadirin. Aku bahkan terkejut karena itu menumpuk menjadi gunung, sampai-sampai aku harus berpidato di depan panggung, bukan di atas panggung.


Panggungnya jadi tidak berguna, itu hanya untuk memperlihatkan poster besar ketiga putri kami dan tumpukan hadiah.


Setelah berpidato, Ignis datang membawa kue berukuran besar dari rumah, dengan Gerbang Teleportasi. Anak-anak terkejut dengan itu, Ignis sangat hebat.


Aku menyuruh mereka untuk memulai pengharapan sebelum lilinnya ditiup, setelah itu masing-masing memotong kue dan menyerahkan potong pertama mereka kepada kami, itu tentu saja. Merlin mendapatkan potongan dari Eren, Freya mendapatkan potongan dari Alice, dan aku mendapatkan potongan dari Atla.


Tradisi seperti ini, aku tidak tahu apakah di dunia ini diterapkan juga atau tidak. Pemberian hadiah kepada mereka yang ulang tahun mungkin juga dilakukan, tapi meniup lilin dari kue, sepertinya hanya kami yang melakukan ini.


Kemudian acara dimulai. Aku memperbolehkan para hadirin untuk makan hidangannya sepuas mereka.


Setelah hadirin meriah dengan makanannya dan merasa rileks sedikit, aku kemudian menyerahkan hadiahku kepada mereka bertiga. Ukurannya kecil karena itu adalah cincin, namun dibungkus dengan baik.


"Kecil."


"Kecil."


"Em."


(Eh!?) —Mereka sepertinya mengharapkan hadiah yang lebih besar dariku. Uh, maaf karena tidak bisa memenuhi ekspektasi kalian.


Mereka membuka hadiahnya dan menemukan sebuah cincin dengan batu permata kecil berwarna hijau. Namun bila diperhatikan lebih detail, terdapat ukiran clover di sana yang membuat itu menjadi sangat indah.


"K-Kalian menyukainya?"


"Iya, ini sangat indah. Terimakasih, ayah."


"Aku juga menyukainya."


"Huh?"


Kecuali Alice, mereka tampaknya peduli dengan bentuknya.


"Itu disebut cincin roh, di dalam cincin itu terdapat empat roh elementary dari atribut angin, api, air, dan tanah. Dengan keempat roh ini, kalian bisa beradaptasi dengan lingkungan sesuai atribut mereka. Kalau penasaran, kalian bisa langsung berinteraksi dengan roh di dalam sana dan meminta untuk bergabung."


Aku menjelaskan kegunaan item tersebut. Cincin roh merupakan mahakarya ciptakan ku. Benda itu bisa menggabungkan sifat dan karakteristik roh dengan penggunanya. Kemampuan ini disebut [Spiritifikasi]. Sebagai contoh, jika mereka ingin masuk ke dalam air, mereka bisa bergabung dengan roh air dan bisa mendapatkan sifat roh tersebut untuk berenang, menyelam, bernafas, dan mengakuisisi beberapa skill atribut air dari rohnya.

__ADS_1


Ini bisa dibilang item yang sangat hebat dan berguna di beberapa kondisi. Alasan aku membuat item ini karena ada istilah "kerasukan" di daerah asalku. Istilah ini sering merujuk ke orang-orang yang dirasuki oleh jin, roh gentayangan, dan sejenisnya yang kemudian mereka bisa menjadi kuat karena jin atau roh-roh tersebut. Dari sanalah aku bisa memikirkan untuk membuat item ini.


"Aku mau mencobanya!"


"Tunggu, Alice. Percobaan pertama harus dilakukan oleh kakakmu."


"Kenapa?"


"Kamu tidak boleh sembarangan menggunakan item ini karena di dalamnya terdapat roh sungguhan. Jadi biarkan kakakmu mencobanya terlebih dulu."


"Hmm..."


Dia menahan godaan untuk mencoba. Meskipun nakal, untungnya Alice masih bisa pengertian di saat-saat seperti ini.


"Bagaimana cara menggunakannya?"


"Fokuskan pikiranmu ke cincin dan tunggu sampai daftar rohnya muncul di kepalamu."


"Sudah. Ada empat roh."


"Iya. Kamu juga bisa melihat wujud mereka?"


"Ikan, tikus tanah, burung, dan kadal."


"Yang kadal itu disebut salamander dari roh api, tapi kali ini lebih baik bergabung dengan burung, roh angin. Cobalah untuk meminta sayap darinya."


"Em..."


Aku sedang memberi arahan kepada Atla dan Eren. Tidak lama kemudian mereka memanifestasikan sepasang sayap dari punggung mereka. Atla berwarna putih dan Eren berwarna hitam.


"Ohh!!"


"Kalian suka itu? Roh angin sudah bergabung dengan tubuh kalian dan di kepala kalian pasti ada beberapa sihir milik roh tersebut untuk kalian coba gunakan. Dan juga, perubahan wujud tergantung pada permintaan kalian. Sebenarnya kalian bisa sepenuhnya berubah menjadi bentuk roh angin itu sendiri jika kalian menginginkannya."


Mereka bertiga masih tidak bisa menggunakan sihir terbang, teleportasi, atau jenis-jenis sihir mobilisasi lainnya. Itu sebabnya sihir dari roh-roh di dalam sana pasti akan berguna bagi mereka.


Aku sebenarnya ingin mendapatkan roh kegelapan supaya mereka bisa masuk ke dalam bayangan. Tetapi mencari roh dengan ego rendah namun memiliki banyak kemampuan itu tidak mudah. Jadi aku hanya bisa menemukan roh kelas rendah dengan kemampuan alami biasa.


"Aku bisa menggerakkan sayap ini seperti sedang menggerakkan tangan!"


"Itu disebut berbagai kehendak. Cobalah untuk terbang, Atla."


Aku memberi saran. Kemudian Atla langsung mencobanya dan terbang. Dia berhasil dalam percobaan pertama.


Karena kakaknya bisa menggunakannya, adiknya, Eren, tidak ketinggalan untuk mencobanya, dan berhasil pada kesempatan pertama. Bakat bawaan dari ras spesial, Ifrit. Setelah itu mereka berdua akhirnya terbang berdampingan mengelilingi istana ini.


"Ayah, Ayah! Aku juga mau mencobanya!!"


Setelah kedua kakak beradik itu kembali, Alice sudah tidak bisa menahan godaan untuk mencobanya juga.


"Baiklah, ikuti arahanku sebelumnya."


"Tidak ada burung, hanya ada kumbang."


"B-Bukankah kamu suka kumbang? Ayah berusaha mencari roh angin jenis ini di dunia roh. Kalau Alice tidak suka, Ayah akan ganti nanti."


"Tidak usah. Aku suka kumbang."


Aku sempat panik di sana, untungnya dia menyukainya. Kalau tidak, aku pasti akan menyesal karena telah merusak acara ulang tahun pertamanya.


"Whoah, aku berhasil terbang. Eh? Ini tidak bisa berhenti! Ahhh, Ayaaaaaaaaaaaaaah!!"


"Ah!" ××


Alice mencoba untuk terbang dengan sayap kumbangnya, tapi dia tidak bisa menghentikan laju terbangnya dan terus melesat ke langit. Dia terlihat seperti aku ketika pertama kali mencoba untuk terbang.


Ini alasan kenapa aku tidak mengizinkan anak ini untuk mencobanya lebih dulu, dia pasti memiliki masalah di dalam prosesnya.


Setelah semua, kedua kakaknya mengajarkan Alice cara untuk menstabilkan ketinggian dan pergerakannya.

__ADS_1


__ADS_2