Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Transaksi Besar.


__ADS_3

Mengetahui bahwa anak kami sudah baik-baik saja, kami memutuskan untuk tidak terlalu khawatir.


Adapun Hestia, dia masih menatap kami karena heran. Oleh karena itu, aku perlu memberikan penjelasan.


"Hestia, terima kasih karena sudah memberi kami saran. Dan sebenarnya aku sudah menguatkan tubuh Alice dengan tubuh buatan seperti milik Luminous."


Mengakhiri kalimat dengan senyuman, aku berterimakasih.


Hestia menatapku dalam diam. Tidak lama kemudian...


"... Kamu masih menyimpan beberapa tubuh buatan?"


Hmm, firasatku mengatakan bahwa Hestia sedang tertarik dengan itu.


"Ya, karena itu merupakan benda yang aku (Hydra) buat. Apa kamu... Menginginkannya?"


Aku langsung membahasnya, dan dia mulai tersenyum.


"Kamu cepat tanggap. Benar, aku sebenarnya menginginkannya untuk dikenakan kepada kedua pengawalku ini."


Aku mulai melihat dua orang yang berada di belakang Hestia.


Mereka adalah pengawal. Sama seperti para Einherjar, tampaknya mereka merupakan entitas spiritual.


Meski terlihat baik-baik saja berjalan di bumi tidak menggunakan tubuh material, tapi aslinya mereka akan kesulitan ketika datang ke pertarungan.


Untuk mempertahankan jiwa agar tetap tidak bocor memang terbukti sulit, dan ketika pertarungan terjadi, mereka pasti akan mendapatkan kerepotan. Atau bahkan bisa mendapatkan kematian jika mereka masuk ke pertarungan sulit.


Menjaga tubuh dan merilis energi, itu tentunya bukan suatu hal yang mudah.


"Ke sini."


Aku merentangkan salah satu tanganku ke samping, dan menyuruh Wizura serta Bizura mendekat.


Mendengar itu, Hestia langsung menyuruh kedua pengawalnya maju ke lokasi yang aku tunjuk.


Kemudian kedua gadis itu berbaris dengan rapih dan aku mulai mengintegrasikan boneka Hydra dengan jiwa mereka.


Hasilnya, energi mereka memanifestasikan tubuh dan mereka mendapatkan tubuh jasmani.


"Kamu tahu, itu bukan tubuh sembarangan. Aku berani menjamin kalau tubuh itu memiliki daya tahan seperti senjata kelas Mistis (meski tidak sekuat senjata Mistis asli)."


Meninggalkan kata-kata itu dengan senyuman setengah datar, lalu menyesap teh untuk mengubah suasana.


Dari kalimat itu, aku bermaksud mengatakan "Itu benda mahal!" seperti itu, dan tampaknya Hestia mengerti karena tersenyum.


Yah, alasan kenapa aku memberi itu secara cuma-cuma karena Hestia sudah memberi banyak informasi. Jadi aku akan menganggap itu sebagai bayaran.


Dan juga, ini bukan seperti aku mendapatkan banyak kerugian meskipun benda itu sangat mahal.


Kedua gadis pengawal menundukkan kepala, berterimakasih, dan kembali ke posisi awal.


"Mudah sekali kamu memberikannya. Kamu pasti masih memiliki banyak."


"Jangan meminta lebih kecuali jika kamu ingin membelinya. Bagaimanapun juga, kamu sudah menyampaikan informasi tentang anak kami. Itu adalah tanda terimakasih."


"Fufu, baiklah, aku mengerti. Ngomong-ngomong, apa maksudnya daya tahan seperti senjata kelas Mistis?"


"Seperti apa yang dikatakan. Benda itu hampir mendekati daya tahan senjata kelas Mistis. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa menguji kekuatannya."


"..."


Hestia merubah raut wajahnya menjadi serius dan langsung memalingkan pandangannya untuk melihat kedua pengawalnya.


"U-Uhm, ini memang terasa sangat kuat, Nyonya Hestia."


"Benar, aku rasa Tuan itu tidak berbohong."


Mereka berkata jujur dengan gugup, mungkin karena terlalu senang.


Mana di tubuh mereka juga sudah terkonsentrasi dan bersirkulasi dengan baik. Mereka secara alami bisa mengatur kondisi energi seperti para Einherjar.


Spiritual peringkat Legendaris memang tidak bisa diremehkan.


"Tapi, bagaimana bisa kamu membuat senjata Mistis dengan mudah."


Hestia bertanya dengan wajah tidak percaya.


"Hei, aku tidak bilang itu adalah senjata. Itu hanyalah boneka yang dibuat dengan bahan baku senjata kelas Mistis. Itu sebabnya, meski daya tahan mereka sama, tetapi itu tidak memiliki kemampuan seperti senjata kelas Mistis. Jadi jangan salah paham."


"Eh, bahan baku? Itu bukan tubuh Homunculus seperti kepunyaan para malaikat?"


Oh, jadi dia sudah menyangka sampai sejauh itu.


Yah, setelah melihat ada sosok malaikat tingkat atas di sini, sudah pasti kesimpulan seperti itu dapat muncul.


"Nah, suapaya lebih mudah, mungkin itu bisa disamakan."

__ADS_1


"Ya ampun. Jadi kalian memiliki teknologi yang sama seperti mere-- tunggu, apakah kamu manusia biasa? Atau..."


Hestia kehilangan ketenangannya.


Itu pasti disebabkan karena kami memiliki benda sekeras senjata kelas Mistis. Seharusnya aku lebih memahami arti kata senjata dan Mistis di sini.


Bagaimanapun juga, keberadaan mereka bahkan sudah sangat sulit dijumpai. Dan kami secara tiba-tiba bisa membentuk boneka dengan daya tahan seperti benda terkenal itu.


Sudah pasti ini menjadi kontroversi.


"Tenanglah Hestia. Aku sudah mengingatkan kalau berbicara dengan suamiku tidak perlu untuk memakai akal sehatmu. Itu hanya akan mengganggu kesehatanmu sendiri."


Dengan lembut, Freya memegang tangan Hestia dan memberikan mantra recovery kepadanya.


Tidak seperti manusia biasa, mantra recovery dari makhluk spiritual suci seperti Freya dapat memulihkan keadaan fisik maupun mental.


Dengan kata lain, itu dapat menenangkan pikiran Hestia.


Ngomong-ngomong, ketika aku merasa pusing atau sejenisnya karena pekerjaan, Merlin dan Freya selalu merapalkan mantra itu kepadaku dan memanjakan aku sebagaimana seorang istri bekerja.


Oleh karena itu, aku sudah mengklaim bahwa ini adalah surga.


Hestia berterimakasih kepada Freya dan mulai meminum teh yang telah dituangkan untuk merubah suasana.


"Apa kegiatan kalian ada hubungannya dengan para malaikat?"


Hestia bertanya kepada Freya, mungkin sedang malas untuk berbicara denganku.


Hatiku merasa sedikit terluka, tapi mau bagaimana lagi. Aku sendiri — yang pernah menjadi manusia biasa — mengerti kalau pembicaraan sudah berada di luar konsep natural.


"Tidak. Kami tidak berhubungan dengan mereka. Boneka itu, perkembangan teknologi, dan bahkan pembangunan seluruh kota adalah hasil kerja keras kami sendiri. Kami tidak pernah meminta bantuan dari malaikat."


"Ah, setelah kamu mengatakan itu. Apakah penduduk di sini adalah beastman? Mereka semua memiliki tanduk."


"Di sini memang ada beberapa beastman, tapi penduduk yang kamu maksud pasti mengarah ke para naga. Mereka semua adalah naga yang bertransformasi ke bentuk manusi--"


Freya menjelaskan sambil tersenyum rumit. Tapi sebelum Freya bisa menyelesaikan kalimatnya, Hestia tersedak oleh tehnya.


"Se-- uhuk... Semua itu, adalah naga? Apakah mereka semua berevolusi? Ini pertama kalinya aku melihat banyak naga bisa melakukan transformasi manusia."


"Tentu saja para naga tidak bisa merubah diri mereka sendiri. Eliza adalah orang yang telah merubah mereka."


"Eliza?"


"Ya, dia merupakan salah satu keluarga kami. Mungkin dia sedang bermain di dunia roh sekarang."


"Sigh, padahal aku berniat untuk melarang kalian agar tidak pergi ke dunia roh secara sembarangan. Tapi jika kalian memang bisa mengakses tempat itu dengan mudah, aku tidak tahu lagi harus berbuat apa."


Sang Ratu Roh, Hestia Erafira, lemah tak berdaya menghadapi kelompok kami. Kemudian dia melanjutkan...


"Baiklah, terserah kalian ingin melakukan apa. Tapi bolehkah aku meminta beberapa tubuh buatan itu untuk anak buahku yang lain?"


Hestia seperti tidak peduli lagi dengan kami dan memilih untuk mencari faedah datang ke sini.


"Aku sudah mengatakannya padamu — kalau kamu ingin lebih, kamu harus membayarnya. Boneka gratis hanya untuk dua orang itu."


"Tentu, tentu. Aku akan membayarnya. Lagipula, aku adalah seorang Ratu. Aku telah mendapatkan banyak emas dari para bawahanku. Selain itu, aku juga memiliki banyak mineral ajaib. Tapi hal seperti itu, kalian juga pasti telah memilikinya karena terhubung langsung dengan dunia roh."


Hmm, seperti yang diharapkan dari seorang Ratu, dia dapat mengerti bahwa barang mentah tidak memiliki nilai di mata kami.


Kemudian kami melakukan perdagangan dengan Ratu Roh.


Hestia meminta lima boneka. Untuk satu boneka, aku menjualnya seharga 7 juta emas.


Sebenarnya aku belum menentukan harga yang tepat, dan hanya memikirkannya dengan asal pada saat Hestia bertanya.


Lalu Hestia dengan mudah menerima harga itu dan mengirim salah satu pengawalnya untuk mengambil uang dari pembendaharan istana.


Aku sempat berfikir, seharusnya aku menaikkan harganya lebih tinggi lagi. Tapi sudah terlambat untuk memikirkan itu sekarang.


Yah, ini bukan seperti aku membutuhkan sejumlah uang-uang itu. Mereka hanya akan dilarikan ke dana pembangunan dan bisnis untuk merekrut lebih banyak orang.


Nantinya sejumlah orang itu akan dipekerjakan untuk membangun kota dan pelabuhan.


Kurasa, dengan tenaga dari para naga sudah cukup untuk melakukan itu, tapi akan lebih bagus jika kita menggunakan tenaga dari luar.


Ketika pembangunan kota dan pelabuhan sudah selesai, mereka bisa kembali ke tanah mereka masing-masing dan menyebarluaskan berita bahwa "Pelabuhan baru di tanah naga, baru saja terbentuk".


Seperti itu, dan itu pasti akan mencapai banyak kuping imigran yang ingin tinggal di tanah kami.


Ah, lupakan itu.


Hestia membeli lima boneka dengan hargaku. Itu artinya, dia memiliki lima bawahan entitas spiritual dengan kekuatan kurang lebih sama seperti kedua pengawalnya.


"Ngomong-Ngomong, apa kalian berniat ingin membangun bangsa baru?"


Sementara Alice dibawa untuk dipindahkan ke kamarnya oleh Rin, Hestia bertanya.

__ADS_1


"Benar, kami juga sudah membentuk hubungan diplomatik dengan Kerajaan Herunia di timur dan Kerajaan Binatang di tenggara."


"Ohh, kalau begitu. Aku memiliki saran lagi."


"Saran?"


"Bukan, mungkin lebih tepat jika disebut dengan usulan. Aku akan menyuruh bangsa elf, dwarf, dan gnome untuk membentuk hubungan dengan negara baru kalian. Bagaimana menurutmu?"


(Hmm? Apa itu? Mudah sekali dia berbicara!)


"Tunggu, bagaimana hal seperti itu bisa terjadi?"


Ya, menyuruh beberapa bangsa untuk membentuk hubungan kontraktual tanpa bertanya pendapat mereka, mana mungkin itu bisa dilakukan.


"Fufu, sebelumnya aku telah mengatakan bahwa aku mendapatkan uang dari bawahanku, dan bawahan yang aku maksud adalah mereka — para pemimpin ketiga negara itu."


Sambil memakan kue kering rasa cokelat, Hestia menjelaskan.


Statusnya sebagai Ratu ternyata bukan hanya sekedar julukan, tapi benar-benar Ratu yang mendominasi tiga negara besar.


Bangsa elf, dwarf, dan gnome — itu merupakan negara besar yang berada di utara benua barat kami. Perkembangan teknologi mereka juga sangat maju karena faktor umur mereka.


Negeri elf selalu memproduksi kerajinan atau item sihir, dwarf sangat ahli di bidang manufaktur atau produksi senjata, dan gnome sangat ahli di bidang kimia atau ilmu pengobatan umum.


Ketiga negara adidaya itu berada di bawah naungan Hestia. Bukankah Hestia sangat menakjubkan?


Bahkan Freya menatap Hestia dengan takjub. Dia mungkin tidak menyangka bahwa Ratu Roh — yang jarang keluar rumah — ternyata mengatur pemerintahan ketiga negara dari balik layar.


Tunggu, apakah itu penyebab kenapa pelayan kami di dekat pintu bekerja dengan baik tanpa cacat sedikitpun?


Aku melihat ke arahnya, dan menemukan dia sedang tersenyum cerah. Mungkin bisa dibilang, dia sangat mengidolakan Hestia.


Yah, kedatangan dan identitas tentang Hestia memang tidak kami sembunyikan. Jadi mereka dapat mengetahuinya hanya dengan bertanya.


Oh, dan juga, ini merupakan keberuntungan karena kami tidak langsung memusuhi Hestia. Populasi di kastil ini lebih banyak gnome, jika kami memusuhi Hestia, ada kemungkinan para gnome tidak akan senang dengan kami.


Aku bersyukur bisa mengarahkan pembicaraan kami ke arah yang baik.


"Begitu, ya. Itu sebenarnya sangat menguntungkan kami bila kami bisa membuat hubungan dengan ketiga negara kalian, tapi..."


"Hm?"


Hestia bingung. Untuk mempermudah penjelasan, aku mengeluarkan sebotol ramuan dari dalam inventaris. Dan melanjutkan pembicaraan...


"Tampaknya, kerajaan gnome sangat memusuhi kami karena ini."


Aku menunjukkan ramuan tingkat rendah kepada Hestia.


Ternyata, perkembangan penjualan ramuan tingkat rendah kami dalam setahun ini membuat ekonomi bangsa gnome mengalami penurunan.


Meski punya kami adalah ramuan tingkat rendah, tapi khasiatnya cukup bagus. Banyak bangsawan atau pedagang kaya lebih mengandalkan ramuan tingkat rendah kami daripada elixir milik gnome.


Yah, hal ini tidak bisa dipungkiri. Lagipula, ketika seseorang terkena penyakit serius tapi tidak terlalu mematikan, ramuan tingkat rendah kami sudah bisa memulihkannya.


Karena harga ramuan kami sangat murah, lebih banyak orang lebih memilih membeli ramuan kami daripada elixir jika hanya untuk penyakit semacam itu.


Oleh karena itu, pendapat gnome dari hasil penjualan elixir, mulai menurun tahun ini.


Aku menjelaskan hal ini kenapa Hestia.


"Hmm, begitu rupanya. Tapi itu tidak menjadi masalah. Aku akan menyuruh mereka supaya tidak memusuhi kalian. Itu mudah, kan?"


"Apa itu akan baik-baik saja?"


"Tenang saja. Bukan berarti mereka hanya mengandalkan elixir untuk mendapatkan penghasilan. Kesampingkan itu. Kalian memiliki banyak benda-benda aneh. Karena kalian akan membuat hubungan, aku ingin kamu memperbolehkan mereka untuk bermain di sini."


Maksudnya, Hestia ingin aku memperbolehkan orang-orangnya untuk bergabung dengan kegiatan di setiap fasilitas yang kami miliki. Tujuannya untuk mengenalkan teknologi kami kepada mereka.


Aku agak regu untuk menerima ini, tapi bukan berarti teknologi kami bersifat rahasia. Semua orang setiap hari bisa melihat itu dan jika mereka bisa mereproduksinya, mereka diperbolehkan.


Kecuali fasilitas di dalam shelter. Hal itu sangat rahasia dan tidak boleh diketahui oleh sembarang orang.


"Baiklah, kalian dipersilahkan main di sini. Selama mereka berperilaku baik, maka kami tidak akan mengusir mereka."


Dan kemudian, hubungan antara negeri naga, Lumia, dengan ketiga bangsa demi-human — sudah terbentuk setelah aku dan Hestia berjabat tangan.


Selanjutnya, menunggu salah satu pengawalnya mengambil uang dan setelah itu Hestia kembali ke kedamaiannya di benua utara dengan membawa sejumlah besar oleh-oleh dari kastil kami.


Wanita itu, tidak aku sangka, ternyata dia sangat menyukai kue kering buatan kami.


Yah, kurang lebih, seperti itulah pertemuan kami dengan Ratu Roh, Hestia Erafira.


Menurutku, ini tidak terlalu buruk karena kami telah mendapatkan 35 juta keping emas.


Karena mereka tidak menggunakan alat dengan kapasitas sihir ruang penyimpanan, mereka mengumpulkan sejumlah besar koin itu di dalam petir raksasa dan menjejerkannya di depan kastil.


Meski kami tidak terlalu memikirkan uang, tapi ketika melihat emas menumpuk, mata kami tetap merasa takjub.

__ADS_1


__ADS_2