
Pesta berakhir dengan baik. Kami sudah tahu kalau para naga itu kuat minum, dan kebetulan produk wine olahan anggur ajaib perkebunan kami baru saja selesai. Oleh karena itu, aku langsung menyediakan wine baru itu untuk mereka coba.
Namun, rasanya tidak jauh berbeda dengan wine biasa. Hanya saja, minuman itu dapat memulihkan energi dalam tubuh. Minuman yang sangat cocok bila dikonsumsi setelah pertarungan panjang.
Tidak hanya membuat tidur anda nyenyak, tetapi juga dapat membuat Anda merasa pulih ketika bangun dari tidur. Sungguh menyenangkan mempunyai produk yang sangat berguna.
Selain itu, karena pesta tersebut, hubungan antara aku dengan tim Elite kepolisian semakin dekat, terutama dengan Carla.
Sebagai Ketua, dia sangat berwibawa. Dapat berkomunikasi dengan seluruh anggotanya dengan baik dan lancar. Mengerti sifat anggotanya dan cukup mengenal baik per individu pribadi mereka.
Intinya, dia sangat cocok dijadikan sebagai pemimpin kelompok mereka. Dan juga, dia cukup populer, bahkan di kalangan para pelayan.
Pengaturan pesta itu dilakukan oleh para pelayan naga. Dan meski mereka dari berbagai macam suku, Carla sudah mengenal mereka dengan baik dan cukup akrab.
Baik itu pelayan naga perempuan maupun laki-laki, mereka sangat mengagumi Carla.
Yah, setelah mendapatkan pangkat tinggi, Carla jadi semakin dan semakin populer. Dan juga, sangat terkenal di kalangan masyarakat naga.
Carla merupakan sosok kebanggaan ras Naga. Sangat hebat.
*
Keesokan harinya, aku pergi mengunjungi para tahanan perang.
Aku tidak tahu sistem penghalang seperti apa yang telah diterapkan di penjara kami, tetapi Hydra mengklaim kalau penghalang di sana cukup kuat untuk mencegah para tahanan melarikan diri, atau sebaliknya mencegah masuknya orang tidak berkepentingan membantu para tahanan melarikan diri.
Memasuki gerbang gedung penjara, aku dapat melihat banyak sekali Polisi Naga sedang berlatih di tengah-tengah lapangan.
Bagi polisi yang tidak memiliki tugas, mereka biasanya menjalani latihan seperti itu untuk meningkatkan keahlian dalam Ilmu Bela Diri.
Tempatnya tidak hanya di lapangan ini, di Colosseum dan di luar dinding kastil juga terdapat tempat untuk latihan.
Namun hanya di Colosseum mereka bisa mendapatkan ilmu karena di sana terdapat Leon, Saber, Alfred, Odimus, Gale, dan Mark yang akan membimbing mereka.
Ah, aku juga sering ke sana untuk berlatih. Aku harus menjadi kuat dan keren, karena aku adalah suami dari Merlin dan Freya. Aku tidak akan membuat nama mereka menjadi jelek hanya karena suaminya tidak kompeten, aku tidak ingin hal itu terjadi.
Ngomong-ngomong, ketika aku, Ignis, dan Luminous melewati para polisi yang sedang berlatih untuk menuju ke dalam penjara, mereka semua menghentikan pelatihan dan mengambil posisi untuk memberi hormat kepada kami.
Hal seperti itu sudah sering terjadi, dan aku sudah terbiasa dengan itu. Menjadi orang dengan status tinggi rasanya tidak cukup nyaman.
Memasuki gedung penjara, aku merasakan perasaan nostalgia.
Terakhir aku datang ke sini untuk mengurus party Mike dan anggotanya. Itu sudah setahun yang lalu.
Dulu kondisi gedung cukup berdebu karena tidak diurus. Sekarang semuanya sudah berubah.
Para Polisi Naga sering membereskan tempat ini dan merawatnya. Aku sangat berterima kasih karena mereka mau bekerja sama.
Ngomong-ngomong, sebelum kami datang ke sini, Ignis mengatakan ingin memperkenalkan aku dengan seseorang yang baru saja ditunjuk sebagai Kepala Sipir Penjara ini.
Dan sekarang aku sedang menunggu kehadirannya di salah satu ruangan.
*Klik*
Pintu masuk terbuka, menampilkan sesosok pria besar dengan kulit gelap berambut merah dan sepasang tanduk. Dia merupakan Naga Bumi.
Aku terkesima melihat badannya begitu besar, mungkin tingginya setara dengan Ignis. Aku tidak bisa melihat perbedaan tinggi mereka karena Ignis sedang duduk di sebelahku.
Pria itu masuk dan langsung berlutut di hadapan kami.
"Dia tidak mengatakan apapun?"
Karena dia hanya diam saja, aku bertanya karena bingung.
"Tuan Albert, dia tidak cukup baik dalam berbicara."
Dan Ignis memberi tahu kenapa dia seperti itu.
"Kenapa bisa begitu?"
"Sejak kecil, Erhard sudah tidak bisa berbicara dan sudah terbiasa tidak bicara. Oleh karena itu, meski transformasi manusianya sempurna, dia belum bisa berbicara karena sudah sering terbiasa menutup mulutnya."
Ignis menyebutkan namanya.
Tidak bisa berbicara karena sudah terbiasa tidak bicara. Itulah Erhard. Mungkin lebih tepat jika menyebut dia tidak ingin berbicara.
"Begitu, ya. Baiklah aku mengerti. Ngomong-ngomong, tubuhnya sangat besar, mirip seperti Kakuna."
"Erhard memang kakak dari Kakuna, Tuan Albert."
"Eh? Padahal aku hanya asal menebak. Kalau begitu, apakah Kakuna bisa jadi besar seperti Erhard?"
"Kurasa, itu mungkin terjadi."
Kami asik mengobrol dan melupakan Erhard. Ini salahku karena aku terus bertanya pada Ignis.
Ngomong-ngomong, Erhad berada di peringkat [Besar], tidak setinggi Kakuna padahal Erhad adalah kakaknya.
Itu menunjukkan bahwa seseorang perlu memiliki bakat untuk bisa naik peringkat, memperbesar kapasitas pasokan Mana mereka.
Bahkan di dunia sihir seperti ini, bakat masih saja memperlihatkan perbedaan seseorang.
__ADS_1
"Erhard, apa kamu akur dengan adikmu?"
Aku bertanya, ingin tahu hubungan mereka itu seperti apa.
Meski begitu, aku bisa mengira jika mereka tidak akur, mereka mestinya tidak akan bekerja di tempat berdekatan seperti ini.
"Ya."
Erhard menjawab. Suaranya sangat berat dan cukup menyeramkan untuk didengar.
"Begitu, ya. Baguslah kalau gitu."
Percakapan kami berakhir.
Aku tidak tahu harus berkata apa dan memaksa Erhard untuk berbicara juga tidak baik. Ditambah lagi, hanya menunggu jawaban "Iya" darinya sangat memakan waktu.
Oleh karena itu, kami memutuskan mengakhiri pembicaraan dan menyuruhnya untuk membawa dua tahanan dari Kekaisaran ke ruangan ini.
*
Beberapa menit kemudian, Erhard membawa dua tahanan — Kaisar Frederick dan Penasihatnya Roy — ke hadapan kami.
Mereka masih mengenakan pakaian mewah mereka namun lusuh, dan tidak diborgol karena kami tidak memiliki borgol.
Dan juga, Erhard menyuruh mereka untuk duduk di lantai menghadap kami bertiga. Mata mereka terlihat kusam, tidak bercahaya.
Aku tidak tahu, dan tidak ingin tahu apa yang telah pengurus penjara lakukan sampai mereka bisa seperti itu.
Jika aku tahu, mungkin aku akan merasa bersalah dan melarang pengurus penjara melakukan hal buruk terhadap mereka.
Tapi mereka adalah orang yang bersalah, itu sebabnya mereka pantas mendapatkan perawatan seperti itu. Jadi aku tidak ingin mendengar apa yang terjadi dengan mereka dan memilih untuk tetap berpura-pura tidak tahu.
Kemudian Erhard memberikan berkas kepadaku, isinya tentang informasi kedua orang itu yang didapatkan setelah menginterogasi mereka.
Seperti yang diharapkan, keseluruhan isinya kurang lebih sudah kuketahui.
Perkembangan Kekaisaran Dortos, kapan kedua orang itu menjabat, kenapa mereka ingin menyerang Kerajaan Herunia, dan sebagainya.
Semua terlihat biasa. Hanya saja, perluasan wilayah dilakukan atas perintah atasan mereka, Penguasa Dunia Bawah, Wilhelm Vlad Curtala.
Untuk julukannya terlihat sangat keren, sungguh. Namanya pun keren. Dan juga, Wilhelm adalah salah satu "Vampire Agung Tua". Vampire yang memiliki darah sejati mengalir di tubuh mereka, [True Vampire].
Isi laporan tidak menyebutkan siapa saja yang disebut sebagai "Vampire Agung Tua". Itu bukan karena kami tidak bertanya, tetapi memang karena Frederick dan Roy tidak tahu apa-apa tentang mereka.
Jumlah mereka juga tidak diketahui, namun Vampire bernama Wilhelm adalah Vampire yang ditunjuk sebagai penguasa bangsa Vampire.
Yah, intinya untuk informasi tentang wangsa penguasa Vampire, masih belum kami ketahui.
"Frederick Ralp Dortos dan Roy Lasunta. Itu nama kalian berdua, kan?"
Aku bertanya ke kedua orang itu.
"Iya." ×2
Mereka menjawab, namun tidak memiliki semangat. Cahaya kehidupan di mata mereka juga sudah lama redup.
Aku heran kenapa mereka tidak bunuh diri di penjara jika sudah seperti itu. Apa mereka takut mati atau mereka memang tidak bisa mati. Tapi yang jelas, aku masih menginginkan mereka tetap hidup untuk kelancaran rencana.
"Apa kalian masih ingin hidup? Jika kalian mau, aku akan melepaskan kalian. Tapi kalian harus melaksanakan tugas dariku sebagai gantinya."
Aku memberikan mereka kesempatan.
Untuk beberapa menit, mereka hanya terdiam. Mungkin sedang berfikir. Lalu, seolah-olah cahaya redup di mata mereka mulai memancarkan cahayanya kembali, mereka tersadar dan baru bisa menatap kami dengan benar.
"Sebelum itu, apa kami boleh mendengar tugas seperti apa yang akan Anda berikan kepada kami?"
Roy bertanya, cukup sopan. Jika tidak sopan kepalanya akan menghilang, dia paling tahu ini.
"Itu mudah. Kalian berdua hanya perlu melanjutkan permainan menjadi penguasa Kekaisaran Dortos. Pertama, kalian kembali ke Kekaisaran, mendata nama keluarga atau kerabat dari prajurit yang ikut berperang kemarin, dan tawarkan pertemuan dengan keluarga mereka masing-masing. Hanya itu."
Aku menyampaikan tugasnya. Lalu Frederick dan Roy saling memandang, terlihat kebingungan.
"M-Maaf, kami masih tidak mengerti dengan apa yang Anda bicarakan."
Roy bertanya kembali.
"Hmm, mungkin menjelaskan semuanya bisa membuat kalian mengerti. Baiklah..."
Dengan begitu, aku menjelaskan semuanya.
Baik itu rencanaku, kebangkitan para prajurit, dan tugas mereka — semuanya aku sampaikan agar mereka bisa memahami tugasnya dengan benar.
Dan hasilnya, seperti yang diduga, mereka tercengang.
Pertama, membangkitkan 245.000 prajurit Kekaisaran Dortos dan 280.000 prajurit Kekaisaran Karamia adalah hal yang sangat — sangat sekali — mustahil untuk dilakukan bagi makhluk biasa.
Tapi aku mengatakan hal itu dengan lancar seolah-olah itu adalah hal paling mudah untuk dilakukan.
Sungguh, bahkan membangkitkan satu orang saja seharusnya sudah mustahil untuk dilakukan.
Hanya saja, mereka tidak tahu bahwa ratusan ribu jiwa prajurit itu masih tersimpan dengan baik di dimensi khusus Hydra. Dan kami hanya perlu memasukkan jiwa itu ke dalam Homunculus.
__ADS_1
Singkatnya, kami hanya melakukan perpindahan jiwa. Hal itu berbeda dengan membangkitkan seseorang yang jiwanya sudah tersebar.
Jika jiwa sudah terdifusi ke mana-mana, untuk memanggil dan menyatukan jiwa itu terbukti memerlukan cukup banyak energi Mana.
Bagaimana bisa aku mengumpulkan sejumlah besar jiwa-jiwa itu?
Oh, tentang itu, aku dan Hydra telah menggunakan prinsip bagaimana dunia ini bekerja. Ketika seseorang mengalahkan makhluk hidup, maka orang itu akan mendapatkan jiwa dari makhluk itu dan menjadikan itu sebagai poin untuk naik level.
Aku tidak memerlukan level, jadi jiwa dari prajurit yang telah dikalahkan oleh Helios terserap ke dalam lambang Hydra di tubuh Helios dan langsung diteruskan ke tubuhku.
Cara kerjanya sama seperti ketika para bawahanku mencarikan aku Nilai Jiwa dari mengalahkan monster.
«Ngomong-Ngomong, Master.»
Tiba-tiba, Hydra bertelepati denganku.
Sudah dua hari belakangan ini, dia tidak keluar dari tubuhku dan tidak berbicara denganku. Oleh karena itu, aku sedikit terkejut. Kupikir dia sedang melakukan sesuatu yang aneh lagi.
«Ada apa, Hydra?»
«Sebenarnya, saya baru saja selesai memproses title baru Anda.»
«Title baru?»
Apa lagi itu? —Entah kenapa, aku sangat gelisah.
«Anda baru saja mendapatkan title "Raja Iblis" karena telah membunuh lima ratus ribu lebih manusia.»
...
...
...
Hah?
«Tunggu, tunggu, tunggu. Kenapa Pahlawan bisa mendapatkan judul Raja Iblis? Bukankah itu terlihat aneh?»
(Pahlawan atau Raja Iblis, tolong perjelas judulku dengan benar!!)
Aku ingin protes, tapi Hydra bukan pihak yang bisa diberi pernyataan itu. Title merupakan sistem klasifikasi dunia ini, jadi Hydra tidak bersalah.
«Itu tidak aneh, Master. Karena Anda sudah membunuh pasukan sebanyak itu, jadi wajar bila Anda mendapatkan title Raja Iblis.»
«Lalu, bagaimana dengan title Pahlawanku?»
«Itu tidak menghilang, Anda masih memilikinya. Tapi Kesampingkan itu. Sebenarnya Anda mendapatkan banyak kemampuan keren dari title Raja Iblis. Ditambah lagi, Anda sekarang bisa menguasai atribut Iblis dari title Raja Iblis dan atribut Spiritual dari title Pahlawan secara bersamaan. Anda sangat keren, Master! Ternyata aku tidak salah dalam memilih Anda sebagai Master.»
«J-Jangan bersemangat seperti itu, aku jadi malu, tahu.»
Hydra terlihat sangat senang sekali.
Jujur saja, aku juga senang. Melihat Hydra begitu senang adalah hal yang paling membuat aku senang.
Tapi berfikir bahwa dia hanya memperdulikan skill baru daripada kematian ribuan orang dan kemunculan Raja Iblis baru membuat aku sedikit tidak nyaman.
Sepertinya, akan menjadi seperti apa aku nantinya, Hydra tidak terlalu peduli.
Yah, aku juga tidak peduli dengan title-title semacam itu. Aku bahkan tidak pernah melakukan tindakan berbudi luhur untuk memenuhi kewajibanku selaku Pahlawan.
Dan sekarang, aku telah mendapatkan title baru secara tiba-tiba begitu mudahnya. Begitu mudahnya karena aku hanya duduk tenang di depan layar monitor sambil bermesraan dengan kedua istriku.
(BETAPA HEBATNYA AKU!?)
Aku tidak bisa tidak memuji diriku sendiri.
(Jika hanya duduk saja bisa membuat aku menjadi Raja Iblis, bagaimana jika aku bergerak? Apakah aku akan menjadi... Dewa?)
Uwahh, memikirkannya saja sudah membuat aku merinding. Tapi, karena aku sudah mendapatkan title Raja Iblis, menjadi Dewa tentu saja tidak mungkin.
Tidak, tidak, sejak awal aku memang tidak memiliki niat untuk menjadi entitas seperti itu.
Hidup nyaman dengan kedua istri dan anak-anakku saja sudah cukup untuk memenuhi mimpiku.
Namun, memikirkan kembali tentang kedua istriku telah membuat aku tersadar kalau masalah besar baru saja muncul.
Salah satu istriku, Freya, merupakan Archangel. Ditambah lagi dia adalah malaikat yang berasal dari salah satu keluarga ternama.
Jadi, reaksi seperti apa yang akan dia keluarkan setelah mengetahui bahwa aku telah mendapatkan title Raja Iblis?
Hei, ini bukan lelucon! Aku tidak ingin berpisah dengan Freya di sini. Selain itu, beberapa minggu lagi mungkin dia akan membawa kabar baik untuk kerja keras kami di atas kasur selama dua minggu belakang ini.
Y-Yah, dia sudah tahu kalau kami telah membunuh banyak orang. Jika dijelaskan dengan benar, dia pasti dapat mengerti.
Tapi bagaimana dengan keluarganya? Apakah mereka akan menerima aku?
Aku sekarang adalah Raja Iblis, peran yang seharusnya menjadi musuh dari ras malaikat.
Selain itu, ayahnya pernah memperlihatkan bahwa dia sangat membenci Ras Iblis. Tapi sekarang aku malah mendapat judul Raja Ras tersebut.
Bagaimana ini? Haruskah aku sembunyikan hal ini dari mereka?
__ADS_1