
Keesokan harinya, kami menuju ke kampung halaman Freya, Dunia Seraphim. Hanya aku dan Freya saja yang pergi, kami berdua menunggangi satu kuda.
Freya duduk di depan, memegangi tanganku sambil mengarahkan perjalanan kami.
Niatku ingin memakai sihir teleportasi, tapi Freya menyarankan agar kami mengendarai kuda. Tentu saja dia memiliki alasan untuk itu.
Dia mengatakan bahwa aku harus melihat bagaimana luasnya Dunia Seraphim.
Dan seperti apa yang dikatakan oleh Freya, Dunia Seraphim sangat luas.
Tidak, mungkin lebih tepat bila aku sebut dengan aneh.
Ketika kami melewati pintu di ruang harta untuk memasuki Dunia Seraphim, aku hanya bisa melihat Awan dan... Awan.
Yah, pokoknya hanya ada awan karena pintu itu berada di atas langit.
Serius, tidak ada daratan di sana. Tapi pintu terhubung dengan dunia itu dan melayang di udara.
Aku sempat berfikir untuk menaruh kakiku, mungkin saja itu hanyalah semacam ilusi. Tapi Freya menghentikannya dan berkata bahwa aku akan terjatuh ke bawah.
(Jadi ini benar-benar di atas langit?)
Selagi aku terkejut seperti itu, Freya menyarankan menggunakan kuda agar aku dapat melihat kawasan seraphim. Itu sebabnya, kami menunggang kuda sekarang.
Ngomong-ngomong, kuda Freya ditinggalkan dan kami hanya menunggangi Rainer. Alasannya sederhana, kami hanya ingin berboncengan.
Kami adalah pasangan, hal-hal seperti ini sudah sering kami lakukan. Aku juga sering mengajak Merlin menunggang kuda keluar kastil untuk berjalan-jalan dan mengawasi berbagai lokasi yang nantinya akan dilakukan pemasangan infrastruktur.
Nah, aku agak kasihan dengan Rainer karena selalu melihat kami bermesraan. Walaupun aku masih belum mengetahui apakah dia dapat memahami hal itu atau tidak.
Tidak lama kemudian, aku melihat semacam pulau terapung. Jumlahnya sangat banyak dan menakjubkan.
(Bagaimana itu bisa mengapung di udara?)
Aku mulai bertanya-tanya. Jika mereka menggunakan semacam alat untuk melayangkan pulau itu, mereka pasti akan mengeluarkan biaya yang sangat besar. Namun tampaknya, itu tidak menggunakan alat atau sejenisnya. Dan memang bisa terbang dengan sendirinya.
Lagipula ini adalah Dunia Seraphim. Masih terlalu dangkal bila aku menggunakan logika untuk menafsirkan keanehan dunia mereka.
"Jangan kagum terlalu cepat. Nanti kita akan bertemu dengan dataran utama."
"Dataran utama?"
"Ya, rumah sekaligus markas klanku."
Klan Freya — Bestlafiol adalah salah satu Klan atau Keluarga dari Tujuh Pilar Surga.
Aku sudah mempersiapkan diri untuk ini. Karena aku akan mengunjungi salah satu keluarga ternama, aku harus menjaga sikapku.
Sambil mengarahkan, Freya menjelaskan bahwa pulau-pulau itu berisi sejumlah batu kristal suci.
Batu kristal berartibut suci sangat bagus untuk melawan iblis, dan bisa juga digunakan sebagai sumber energi sihir penghalang.
Penghalang yang tercipta dari energi suci biasanya sangat kuat dan kokoh seperti penghalang kepunyaan William.
Kupikir akan bagus jika kami membawa sejumlah batu itu sebagai souvenir. Sayangnya benda itu sangat berharga, bahkan untuk para malaikat.
Jadi kami tidak tahu bisa membawa benda itu dalam jumlah besar atau tidak. Bagaimanapun, sejumlah batu kristal itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terbentuk.
Kami terus melanjutkan perjalanan pada kecepatan tinggi. Karena tempatnya jauh, kami harus mempercepat perjalanan. Kami hanya akan memperlambat gerakan ketika Freya ingin menunjukan sesuatu.
Kemudian aku menemukan sebuah pulau-- tidak, benua? Itu sangat besar dan melayang.
Freya mengarahkan kami ke sana dan mengatakan bahwa itu adalah markas keluarganya.
Kami sudah berjalan cukup lama dan sudah menemukan banyak pulau, tapi kami belum menemukan adanya tanda kehidupan.
Nah, untuk pertanyaan itu. Seraphim juga merupakan makhluk spiritual. Jadi mereka tidak membutuhkan rumah untuk berteduh dari hujan, tidak seperti manusia.
Dan makhluk spiritual tidak terlalu memiliki banyak kegiatan. Karena tidak memiliki tubuh jasmani, mereka tidak perlu melakukan hal merepotkan seperti menjaga kesehatan dan sejenisnya.
Tidak lama berjalan, akhirnya kami tiba di markas keluarga Bestlafiol.
Istana struktur imperial, berwarna putih dan megah sedang berdiri di sana. Dan saat ini, kami sedang menuju ke istana itu.
Dan akhirnya, aku bisa melihat sejumlah entitas malaikat sedang berjaga di sekeliling kastil.
Mereka memiliki sayap putih dan mengenakan armor emas. Membawa tombak sebagai alat tindakan.
Kupikir itu berada di tingkatan [Unique] karena memiliki atribut yang pekat, mereka benar-benar diberikan perlengkapan yang memadai.
Aku dan Freya tiba di depan gerbang dengan logo besar klan Freya terpasang di sana.
Aku heran kenapa mereka membutuhkan gerbang padahal mereka adalah makhluk udara.
Yah, mungkin ini hanya dijadikan sebagai bentuk estetika biasa, tidak memiliki maksud lain.
Di sana juga terdapat dua penjaga, salah satu memperhatikan kedatangan kami dan yang lain melarikan diri entah ke mana. Kupikir, orang itu ingin melaporkan kedatangan kami ke pemimpin mereka.
"Selamat datang kembali, Nona Freya."
Penjaga itu bertekuk lutut. Tubuhnya sangat besar dan kekar. Sangat berbeda dengan penjaga kurus kami.
"Buka gerbangnya."
"Baik."
Dengan begitu, gerbang dibuka.
__ADS_1
Setelah melewati pintu, aku baru sadar bahwa terdapat sihir penghalang telah terpasang di dinding gerbang.
Penghalang itu menyelimuti seluruh istana dan menggunakan gerbang sebagai jalan masuk ke dalam penghalang.
Kastil kami tidak menggunakan metode seperti ini. Jadi aku agak kurang mengerti.
Sesampainya di depan kastil, Freya menyuruhku untuk menunggu.
Sangat aneh, dia tidak menempatkan aku di dalam istana.
Karena kupikir ini aneh, aku mencoba untuk menuruti apa yang dia minta dan menunggu di depan.
Tidak lama, seorang penjaga datang untuk merawat Rainer. Tubuhnya lebih besar daripada aku, tapi dia terkejut ketika Rainer mengeluarkan "slur"-nya sambil menggelengkan kepala.
Agak lucu, tapi aku tidak bisa tertawa. Bagi pandangan orang pertama kali melihat Kuda Peri, hal seperti itu sangat wajar dijumpai.
Ditambah lagi, tubuh Rainer sangat berotot, memiliki api biru dan aura petir biru. Dia benar-benar kuda yang mengesankan.
Beberapa menit setelah Freya masuk...
*Bang*
Aku mendengar suara ledakan dari dalam istana, tanah bergetar dan semua tidak tampak baik.
(Serius, ini bukan awalan yang bagus!)
Aku khawatir dengan Freya dan mulai menyuruh Hydra untuk memastikan keadaannya. Jawabanya, Freya baik-baik saja, tapi aku disuruh mewaspadai sesuatu.
(Kenapa harus waspada?)
Selagi aku bertanya, aku merasakan sesuatu melalui persepsi sihir dan menemukan seseorang ingin memotongku dengan pedang dari arah belakang.
(Sungguh licik.)
Tapi tidak hanya itu saja. Persepsiku juga menangkap kedatangan seseorang dari dalam istana di depanku.
(Serius!!)
Aku tidak memiliki waktu untuk mengeluh. Diapit oleh dua pihak sangat tidak menyenangkan.
*Whosh*
Kemudian seseorang dari arah belakangku lebih dulu menyerang dan memotongku — atau lebih tepatnya memotong bayanganku — dengan pedangnya.
"Eh?" ×2
Mereka terkejut. Entah itu orang yang memotongku atau orang yang ingin menyerang aku dari depan.
Saat ini, aku tidak bisa tinggal diam dan memanfaatkan momentum.
Sementara seseorang memotong bayanganku, aku muncul di punggung belakangnya dan menendang orang itu cukup keras.
""Agh!!""
Dia dikirim terbang, menabrak orang yang ingin menyerangku dari arah depan, dan mereka beruda berakhir membentur dinding.
Kami melakukan aksi itu dalam pergerakan yang dipercepat. Sayangnya persepsiku lebih bagus dan aku bisa bergerak lebih cepat daripada mereka.
Menggunakan kemampuan Assassin Titania untuk mengecoh lawan dan muncul di punggung lawan dalam sekejap merupakan permainan anak-anak untukku.
Tapi kecepatan mereka sudah cukup bagus. Aku akan memuji mereka karena sudah membuat aku terkejut.
Dalam pemeriksaan lebih lanjut, aku menemukan bahwa kedua pemuda itu telah berada di peringkat [Epic].
Masih muda tapi sudah cukup kuat. Aku yakin mereka termasuk ke--
"!!"
Tiba-tiba aku merasa merinding berlebihan dan instingku berteriak untuk menyuruhku menjauh dari lokasi.
*BOOM*
"Woah."
Aku berhasil menjauh dari tempat aku berdiri. Dan sekarang itu telah menjadi kumpulan asap karena ledakan.
Dalam sepersekian detik, pandanganku menangkap pria besar sedang ingin memukulku. Namun aku berhasil menghindar dan melihat dia muncul di depanku sebelum memukul tanah.
Kecepatan itu seperti pergerakan kecepatan Luminous. Sangat mengerikan.
"Hmph, meleset, ya? Kurasa, kecepatan ku sudah melambat karena jarang berlatih."
Monolog dari pria tersebut.
Suaranya cukup berat dan jumlah energinya... Sudah mencapai tahap spiritual kelas Legendaris.
Tidak salah lagi, dia pasti ayahnya Freya. Dan kedua pemuda sebelumnya adalah adik Freya.
(Hei, ada apa ini?)
Aku ingin mengeluh, tapi tidak tahu harus mengutarakan hal itu kepada siapa.
Ditambah lagi, aku tidak diberikan waktu untuk berfikir. Pria itu — yang aku pikir adalah ayah Freya — muncul dari kepulan asap, menghampiri aku dengan cepat dan menutup jarak di antara kami.
Kemudian, secara sepihak, dia memukuliku dengan tangan-tangan besarnya itu.
Tentu saja, aku berusaha menangkis atau menghindarinya. Namun jujur saja, kekuatan dia sangat kuat.
__ADS_1
Untungnya Hydra sudah memperingati untuk waspada. Kalau tidak, mungkin aku akan ceroboh dan berakhir mendapatkan kerusakan fatal.
Dan sekarang, entah kenapa aku tidak ingin merasa kalah.
Biasanya aku akan berusaha menghindar dan melarikan diri dari pertarungan. Tapi kali ini perasaanku mengatakan bahwa aku harus menanggapi ini dengan serius, atau semua tidak akan berjalan dengan baik.
Dengan begitu, aku dan dia memiliki wajah serius dan saling memukul.
Bela diriku mungkin masih belum cukup bagus, tapi pihak lain tampaknya juga sama. Atau lebih tepatnya, mungkin pihak lain telah melupakan beberapa gerakan karena sudah jarang latihan.
Aku sempat mendengar dia mengatakan itu sebelumnya, jadi asumsiku hanya bisa sampai sana.
Sekarang aku bersyukur karena selalu latihan menggunakan Armored Gauntlet sebagai media bertarung.
Jika aku menggunakan pedang atau senjata selain Gauntlet, aku pasti tidak akan bisa mengimbangi pria ini dalam hal tinju.
Dengan tangan kanan, dia mengarahkan tinjunya ke arah wajahku. Lalu aku menepisnya dengan tangan kanan. Sambil mengarahkan tangannya ke arah kananku, aku mengarahkan tinju kiriku ke tulang rusuknya.
Tapi dia dengan cepat melompat sedikit, memutar tubuhnya dengan cepat dan menjadikan itu sebagai momentum untuk menendang kepalaku sekaligus menangkis pukulanku.
Salahku karena hanya menepis dan tidak menangkap tangannya. Membiarkan dia bergerak dengan leluasa karena kebebasan.
Dia mengarahkan kakinya untuk menendang kepalaku dari arah kiri, sedangkan tangan kiriku sudah ditangani olehnya dan tidak bisa kugunakan.
Pria ini semakin lama semakin gesit. Mungkin ingatan tentang pelatihannya sudah mulai pulih. Sekarang siapa yang pemula dan siapa yang ahli sudah mulai terlihat.
(Ini sangat merugikanku.)
Aku sedikit menunduk untuk menghindari tendangnya sekaligus memberi peringatan dengan tinju di tangan kananku.
Karena judulnya "peringatan", aku menyalurkan sepuluh persen dari energi Hydra ke dalam tinju itu.
Hydra memiliki energi dalam jumlah besar. Sepuluh persen dari keseluruhan energinya sudah bisa disamakan dengan energi delapan ekor Alice.
Itu sudah cukup untuk memberikan pukulan fatal kepada pria ini. Atau bahkan bisa mendatangkan kematian jika dia tidak memiliki pertahanan.
Mungkin menyadari adanya bahaya dari tinjuku, pria itu akhirnya mengeluarkan sayapnya dan bergerak secepat mungkin untuk menjauh dari pukulanku.
Melihat dia pergi, entah kenapa aku sangat bersyukur. Tapi aku tidak menghentikan pukulan dan melancarkan energi itu ke arah langit. Menyebabkan dampak yang sangat besar hingga awan di atas kami menyingkir membentuk lingkaran raksasa.
Seperti yang diharapkan dari energi Hydra, sangat destruktif.
Pihak lain terpesona menatap langit, matanya membelalak seakan-akan tidak percaya.
Untukku sendiri, itu sudah pernah aku lihat. Pada pandangan pertama, aku juga sangat terkejut ketika sedang berlatih.
Namun sekarang, entah kenapa aku merasa sangat bangga akan sesuatu.
Sepuluh persen. Aku sudah mengkonsumsi energi Hydra hanya untuk melubangi kumpulan awan.
Bukankah ini pemborosan?
Yah, aku tidak peduli dengan itu, yang penting adalah efeknya. Sekarang, pihak lain sudah memahami perbedaan kekuatan di antara kami.
Meski dia lebih ahli dalam hal bertarung daripada aku, tapi aku memiliki kekuatan yang superior.
"Hmph, apakah itu sebuah skill? Benar-benar tidak berguna. Jika tidak dapat mengenaiku, maka percuma saja memiliki kekuatan besar."
Dia menatapku dengan sinis.
(Oi, Oi, paman. Apa maksudmu mengatakan itu? Apa kau tidak ingin mengalah dengan anak muda seperti ku?)
Aku ingin sekali mengatakan itu, tapi pihak lain adalah ayah dari istriku. Jadi aku menahannya.
Dia pasti mengatakan hal itu karena merasa terkalahkan. Namun hanya diam saja tidak akan menyelesaikan apapun.
"Paman, kenapa kalian menyerangku? Apa aku telah berbuat salah?"
Aku tidak bisa menganggap ini sebagai candaan atau ujian seleksi menantu.
Setiap pukulannya disalurkan energi dalam jumlah besar. Jika hanya seleksi, hal seperti itu seharusnya dianggap terlalu berlebihan.
Tidak, terlepas dari semua itu. Pukulan pertama ketika dia datang adalah untuk membunuhku.
"Kau sudah berani menodai kesucian putriku. Orang sepertimu pantas mati."
Dia masih sinis.
Ah, aku tahu masalah seperti ini pasti akan terjadi. Tapi aku benar-benar tidak bisa memikirkan cara untuk menanggulangi hal ini.
Selain itu, jika dia tidak suka kesucian putrinya ternoda, kenapa dia membiarkan putrinya berkeliaran di dunia manusia tanpa penjagaan?
Sekarang anakmu sudah menjadi milikku, sudah terlambat untuk membahas hal seperti ini, tahu!!
"..."
"Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu?"
Karena aku hanya diam saja, dia bertanya. Sungguh, aku benar-benar tidak bisa menyangkal atau mencari alasan yang bagus.
"Aku... Jujur saja, aku mencintai Freya. Aku tidak akan menyesali hal ini dan akan terus mencintainya."
Berbicara dengan tegas, aku adalah seorang pria sejati.
Namun berkebalikan dengan keseriusanku, pihak lain terlihat sangat tidak senang.
Hal seperti ini, jika dia tidak merestui hubungan kami, apa yang harus aku lakukan?
__ADS_1
Tentu saja, aku tetap akan membawa Freya kembali ke sisi kami. Bagaimanapun juga, aku telah mengatakan bahwa aku tidak akan menyesali hal ini.
Tapi menambah musuh tidak membuat aku nyaman. Jika ada, aku lebih memilih jalan dengan sedikit pertarungan.