
Aku seekor naga yang terbangun di tengah-tengah lereng gelap dengan ingatan yang samar.
Ketika aku terbangun, ada perasaan yang tidak mengenakan mengganjal di hatiku. Tapi, karena pada saat itu ingatanku agak terganggu dan aku cukup kesulitan untuk mencoba mengingat semuanya tentang apa yang terjadi sebelum aku tertidur, aku mengabaikan perasaan tidak mengenakan tersebut. Dan kemudian mulai melupakannya.
Sementara itu, aku menemukan dua manusia sedang berdiri di dekatku. Tepatnya di hadapanku.
Aku sempat berpikir, "kenapa mereka berani berdiri di hadapanku?" Seperti biasa.
Tapi setelah dipikirkan kembali, kenapa mereka harus takut denganku? Aku sama sekali tidak tahu alasan apa yang membuat mereka harus takut denganku. Justru sebaliknya, aku sebenarnya cukup penasaran dengan keberadaan mereka dan ingin tahu kenapa mereka ada di dekatku.
Dan kemudian setelah kami bertukar kata, mereka memberitahu informasi yang sangat mengejutkan untukku.
Ternyata, aku sudah mati. Atau lebih tepatnya, aku pernah mati, namun dihidupkan kembali oleh mereka. Oleh pria bernama Albert.
Cara dia menyampaikan hal itu terlihat begitu sepele, sampai aku sempat berpikir apakah dia ini sedang membohongiku? Apakah dia sedang membual?
Karena bagaimanapun, menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati itu tidak mungkin, kan? Dan cara dia berbicara seperti dia sedang membahas cuaca, tidak ada ekpresi serius di wajahnya ketika menyampaikan informasi tersebut padahal dia sedang membahas kebangkitanku dari kematian.
Mayoritas orang pasti akan menganggap dia sedang menipu jika mereka berada di posisiku itu.
Tapi, aku juga tidak memiliki alasan untuk tidak mempercayainya. Oleh karena itu, aku mau tidak mau harus mempercayainya.
Di tempat pertama, aku bahkan tidak dapat mengingat kenapa aku berada di sana, di celah lereng gelap itu. Jadi aku memutuskan untuk mengikuti apa yang dia katakan, tapi tentu saja aku terus mempertahankan kewaspadaanku tetap terjaga.
Dan seiring dengan berjalannya waktu yang aku habiskan di dekat mereka, di dekat keluarga mereka, aku menyadari kalau mereka bukanlah musuhku. Mereka bukan orang jahat. Atau bahkan sebaliknya, aku justru sangat menikmati kehidupan di dekat mereka dan sampai ke titik hingga aku sama sekali tidak mengkhawatirkan penjagaanju dan hidup dengan malas.
Tapi suatu hari, seorang wanita yang sangat aku hormati mendatangiku dan menyuruhku untuk menemuinya tanpa sepengetahuan orang yang menghidupkanku kembali.
Pertemuan rahasia.
Karena aku sudah mempercayai mereka semua, aku tentu saja mengikuti perintahnya.
Dia adalah istri pertama pria itu, dan dikatakan memiliki otoritas mutlak yang tidak bisa dibantah.
Aku cukup heran pada waktu itu, orang yang memiliki otoritas tertinggi di tempat itu seharusnya adalah orang yang membangkitkanku. Tapi orang lain bilang, perintahnya harus diprioritaskan. Dan bahkan bisa membuat perintah dari orang yang seharusnya memiliki otoritas tertinggi menjadi di tempatkan di nomor dua.
Tapi setelah aku cari tahu lebih lanjut, ternyata wanita itu adalah orang yang paling kuat di antara mereka semua. Dan dia juga sangat dipercaya oleh semua orang, sehingga terkadang perintahnya harus diprioritaskan.
Namun alasan terbesar dari semua itu adalah dia sangat mencintai suaminya, orang yang memiliki otoritas tertinggi. Jadi mereka semua percaya padanya jika perintahnya menyangkut tentang keselamatan orang yang memiliki otoritas tertinggi, yaitu Albert.
Itu membuat perintah atau kehendak Albert bisa diabaikan jika hal tersebut mengandung sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri. Mereka semua tidak bisa membiarkan tuannya berada dalam bahaya meskipun itu adalah keinginannya.
Yah, menurutku, itu menjadi cukup wajar jika mereka akan membangkang dan lebih memilih tidak mendengarkan perintahnya. Itu sangat mencerminkan sikap bawahan yang sangat mencintai tuannya.
Kembali ketika aku dipanggil oleh beliau. Setelah aku tahu kalau beliau, istri pertama Albert, memiliki otoritas mutlak dan orangnya sangat mencintai suaminya, aku mempercayainya dan menemuinya.
Dan kemudian dia memperingatiku untuk bekerja seperti yang lain. Tentu saja aku menuruti perintahnya karena bagaimanapun juga, aku tidak merasa nyaman sama sekali melihat orang lain bekerja tetapi aku tidak. Tapi yang membuat aku mengingat kejadian itu adalah itu merupakan pertama kalinya aku mengetahui sifat beliau.
Dia terlihat lemah lembut di luar, sangat cantik dan mempesona. Tapi di dalam dia adalah iblis sejati. Sampai ke tingkat, aku tidak bisa melihat rasa kemanusiaan sama sekali dari dirinya.
Kau tahu, ketika salah satu bawahan Albert bersalah, dia akan menerima hukuman kematian, secara harfiah. Mereka benar-benar akan kehilangan tangan, atau kaki, atau organ dalam jika melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan untuk beliau lihat.
Dia adalah iblis sejati. Bahkan untuk orang sepertiku.
Aku sempat berpikir demikian. Tapi ketika aku berpikir ulang tentang siapa diriku, sialnya aku tidak dapat mengingatnya.
Itu sesuatu yang sangat mengganjal di pikiranku selama beberapa waktu.
Tapi amnesia itu tidak berlangsung lama ternyata. Sedikit demi sedikit, aku mulai mengingat kembali apa yang terjadi sebelum aku mati. Siapa aku dan di mana tempat asalku.
Aku secara perlahan mulai mengingat identitasku kembali. Tetapi... Ternyata itu bukan sesuatu yang ingin aku ingat kembali rupanya.
Pada saat semua ingat itu mulai kembali, aku malah berharap untuk tidak mengetahuinya. Mungkin alasan kenapa aku sampai kehilangan ingatanku adalah karena aku ingin melupakannya, dan ketika aku mati aku benar-benar melupakannya.
Seperti kata kebanyakan orang, kematian adalah hal yang bagus untuk melupakan masa lalumu.
Tempat itu begitu mengerikan. Semuanya hancur karena perang besar, darah sesama rekan klan bergenang di mana-mana, dan begitu kacau. Pokoknya, itu sangat memberikan perasaan tidak nyaman untukku.
Sekarang mengingat semua itu membuat aku mual dan juga kesal.
Yah, beruntungnya. Beberapa waktu lalu, aku mendapatkan anak dari Tuan Albert dan anak itu memberikan sebuah kebahagiaan yang bisa meredakan rasa kesalku itu.
__ADS_1
Dia begitu lucu dan manis, sampai aku tidak bisa menjauh darinya. Aku ingin memperhatikannya terus setiap hari, setiap waktu. Aku tidak ingin lepas darinya. Sampai aku tahu bahwa aku sangat mencintainya.
Ahhh, mengingatnya kembali membuatku ingin bertemu dengannya dan memeluknya. ❤
Tapi sayangnya kami sedang berperang sekarang.
Benar, aku sedang di medan perang. Aku sedang berhadapan dengan pilar surga keenam yang tubuhnya agak gemuk. Dia memegang twin-club berwarna emas di masing-masing tangannya.
Senjata itu, menghancurkan lokasi kami berdiri ketika sedang berhadapan dengan mereka sebelum pertarungan pecah. Singkatnya, dia adalah orang yang memulai peperangannya dan membuat kami berpencar.
Anehnya setelah dia menghancurkan tempat tersebut, dia langsung menuju ke arahku seperti telah menargetkanku sejak awal.
Padahal aku sedang berdiskusi dengan Tuan Carol, tapi... Yah, itu tidak menjadi masalah sekarang.
Kami sedang berdiri di tengah-tengah jalur tangga, fasilitas yang dimiliki kastil musuh karena kastil musuh berada di atas gunung.
Ya, gunung. Bukan bukit sederhana. Jadi jumlah anak tangganya ada sekitar ribuan, bahkan lebih. Dan kami berdua sedang berhadapan, berdiri di pertengahan anak tangga itu.
Dia berada di tingkat atas sedangkan aku berada di bawah.
Aku sangat tidak menyukai dipandang dari atas. Dia seperti melihat aku dengan tatapan merendahkan.
Tidak, dia mungkin memang sedang merendahkanku dengan tatapannya itu. Sangat menyebalkan.
Kau tahu, aku adalah naga primordial?
Aku mungkin adalah naga terakhir dari spesies tersebut mengingat semua saudaraku telah...
Dan, kau harus tahu kalau naga dari spesies kami adalah makhluk paling superior.
Kenapa? Pertama, karena kami adalah naga.
Kami adalah makhluk magis dengan akal. Berbeda dengan manusia, kami memiliki energy Mana yang sangat banyak sejak kami dilahirkan. Dan berbeda dengan makhluk spiritual, kami adalah entitas kehidupan nyata yang memiliki massa (tubuh material).
Jadi kami tidak sombong untuk menyebut diri kami sebagai makhluk superior. Karena sejak awal kami memang memiliki kredibilitas untuk itu.
Tapi jangan samakan kami dengan monster, kami adalah makhluk berakal, ingat? Kami berbeda dengan makhluk-makhluk rendahan yang tidak memiliki akal meskipun mereka memiliki Mana.
Kemudian, kami adalah spesies pertama naga yang hidup di dunia ini. Jauh sebelum naga-naga jaman sekarang lahir.
Aku sebenarnya tidak percaya kalau mereka adalah naga ketika aku pertama kali bertemu. Aku sempat berpikir kalau mereka hanyalah wyrm biasa, tapi ternyata aku salah. Mereka benar-benar naga sungguhan.
Mereka memiliki akal dan energy Mana sejak kecil secara alami, itu yang membuat mereka adalah naga.
Tapi mereka tidak berkembang. Lebih tepatnya, mereka tidak bisa tumbuh menjadi lebih besar, tidak sampai seukuranku. Dimana ukuranku seharusnya merupakan ukuran terkecil dari naga spesies kami.
Aku bahkan mengakui kalau tubuhku kecil, tapi aku malah lebih besar dari mereka, naga di jaman ini.
Ditambah lagi, masa hidup mereka hanya sampai sekitar seribu tahun, bahkan kurang. Itu membuatku berpikir kalau mereka hanyalah wyrm biasa karena seharusnya naga adalah makhluk yang hampir abadi.
Aku sempat bertanya-tanya kenapa spesies naga bisa sampai melemah seperti ini. Tapi tidak lama kemudian aku menemukan jawabannya.
Itu pasti ada hubungannya dengan musnahnya ras kami di masa lalu. Jadi aku tidak mempertanyakan hal itu lebih jauh dan aku menganggap bahwa naga jaman sekarang sangat berbeda spesiesnya dari naga di era awal.
Yah, pokoknya, aku berbeda dengan jenis-jenis naga itu, kecuali Lord mereka.
Lord mereka, Luminous Garetta. Memiliki ukuran tubuh yang lebih besar diriku namun dia bukan naga normal.
Aku mengetahui identitas aslinya adalah makhluk spiritual, roh naga. Sehingga dia tidak tergolong ke dalam makhluk hidup biasa.
Meski begitu, bentuk dan kekuatannya yang paling mendekati spesies kami, dia hampir mirip dengan naga di masa lalu. Dia mungkin bisa dijadikan contoh, tapi spesies kami tidak ada yang berwarna platinum keemasan sepertinya. Dia makhluk unik.
Kurang lebih seperti itu.
Aku berbicara terlalu banyak padahal aku sama sekali belum memberitahu kehebatanku, ya ampun.
Yah, aku akan menjelaskannya lebih singkat sekarang.
Kami, naga primordial, adalah makhluk di puncak hierarki dalam ekosistem.
Itu dia, singkat, jelas, dan padat.
__ADS_1
Dibandingkan dengan iblis dan malaikat, kami ini lebih kuat. Bahkan diantara kami ada yang suka berburu makhluk spiritual seperti itu hanya untuk memuaskan hobinya.
Tapi itu cerita di masa lalu, sekarang tidak ada kata "kami" Karena mungkin, hanya aku satu-satunya naga primordial yang tersisa di dunia ini.
Tentu saja aku bisa sedikit yakin mengatakan hal tersebut karena aku sudah berusaha mencarinya ke berbagai pelosok dunia melalui fasilitas kastil Tuanku. Dan hasilnya, nihil. Aku sama sekali tidak dapat menemukannya.
Sayang sekali, tapi aku tidak begitu sedih. Justru sebaliknya. Aku kesal ketika mengingat semua itu kembali.
Dan sekarang, ada malaikat yang secara eksplisit ingin bermusuhan denganku.
Memangnya siapa dia? Pilar Surga? Apa itu, lucu banget!
Namun orang lucu ini malah berani berdiri di atasku.
Kau tahu, wajah seperti apa ketika Tuan Carol mengetahui kalau aku adalah naga primordial?
Benar, dia terkejut. Dia benar-benar terkejut dan terlihat tegang juga. Seharusnya semua makhluk menunjukkan reaksi seperti itu ketika bertemu denganku. Mereka harus tahu diri!
"Kami tidak bisa membiarkan penyusup berbuat seenaknya di sini."
"Lalu?"
Ah, dia mengajak aku berbicara. Apa dia sudah memutuskan untuk menyerangku?
Dia memegang senjata sedangkan aku tidak.
Tuan Albert memang ingin memeberikan senjata kepadaku tetapi naga tidak membutuhkan hal semacam itu.
"Kalian harus mati!!"
Dia dengan cepat muncul di hadapanku, dengan kedua gada yang dia punya terarah padaku.
"Bang!!"
Seperti suara logam yang saling berbenturan, kedua tanganku telah berhasil menahan senjatanya.
Kupikir itu adalah sebuah prestasi. Karena dengan melihat wajah musuh yang sangat terkejut membuatku berpikir kalau dia tidak menduga aku bisa menangkis serangannya.
Kekuatanku sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan Luminous. Yang membedakan hanya, dia memiliki Divine Monster di pihaknya sedangkan aku tidak.
Jika aku memiliki atau menjadi Master Divine Monster sama seperti dirinya, kekuatan kita pasti sama. Atau bahkan aku bisa lebih kuat.
"Apa yang sedang kau lakukan?"
Aku dengan santai mengatakan itu, dan agak sedikit mengejeknya. Kemudian aku memusatkan energy ke kedua tanganku, dan menciptakan sihir terkompresi di sana.
"BOOM!!"
Setelah dilepaskan, aku seperti menembakkan sihir dari telapak tanganku. Yang membuat ledakan besar di sana hingga mengirim kedua senjatanya – yang masih terpegang olehku – terdorong dan terlempar jauh.
Tentu saja orang itu ikut terlempar bersama senjatanya, melihat dia tidak mau melepaskan itu.
Sangat bodoh, bukan?
Jika kau percaya diri untuk bisa mengalahkanku seharusnya kau tidak menggunakan senjata dari awal. Itu hanya sesuatu yang tidak berguna.
"BOOM!!"
Musuh yang bergerak dengan kecepatan tinggi setelah terdorong cukup keras, menabrak gerbang dan menghancurkannya.
Ohh! Hebat! Aku telah membuat dia bertanggung jawab untuk membukakan pintunya. Sekarang aku kami bisa masuk melalui pintu.
Ngomong-Ngomong, kelompok Einherjar sedang bertarung dengan para bawahan Nodens. Para wanitanya sedang menjaga seorang gadis bernama Miura. Dan kemudian...
Ah, mungkin pasukan musuh memang terlalu banyak untuk ditangani oleh Demiurge sendirian. Tidak, dia bersama dengan kedua Bestlafiol bersaudara.
Kudengar jumlah mereka ada 1 juta. Dan Demiurge dengan susah payah menghancurkan mereka satu persatu dengan bertransformasi menjadi sesuatu yang disebut Centaur.
Kupikir itu tidak efektif melihat tubuhnya menjadi sangat besar dan itu justru memudahkan musuh untuk menyerangnya. Tapi ternyata Zirah yang dia buat dari tubuh itu dapat menangkis serangan magis para malaikat.
Zirahnya seperti sisik naga.
__ADS_1
Sisik naga sangat kuat dan dapat memblokir serangan magis. Itu sangat fleksibel.
Tunggu, sisik naga? Apa jangan-jangan itu sisik naga sungguhan!!?