
Kami mengakhiri makan malam kami. Dan kebetulan, aku memiliki kain wol tidak terpakai di dalam inventaris, jadi aku memberikan para beastman masing-masing satu sebagai ganti selimut.
Meski itu masih tipis tapi cukup hangat untuk mereka, Bagaimanapun mereka merupakan manusia setengah binatang dan masih memiliki sebagian fungsi hewan untuk bertahan hidup di tempat bersuhu rendah.
Aku memberikan tanggung jawab pengawasan mereka kepada martin dan mulai menuju tempat penginapan untuk beristirahat.
Kami memang bisa berteleportasi kembali ke kastil, namun kami sudah mengatakan bahwa kami akan tetap berada di negara ini sampai para naga dikembalikan. Ini untuk memperlihatkan keseriusan kami dalam menanggapi masalah ini.
Lagipula, mereka selalu mengawasi kami dari berbagai sudut kota. Aku diberi tahu tentang hal ini oleh hydra dan langsung menyuruh azure serta leon untuk mengabaikan para pengintai itu.
Butuh waktu untuk berjalan kaki dari toko martin menuju penginapan. Meski sudah gelap, jalan raya masih cukup ramai dengan para pejalan kaki. Ini adalah ibu kota kerajaan herunia, jadi sangat wajar melihat betapa ramainya tempat ini.
Lalu aku menemukan sesuatu yang cukup aneh, yaitu seorang beastman yang tubuhnya tertutupi oleh jubah dan tudung.
Aku bisa mengetahui bahwa itu beastman setelah diberitahu oleh leon, dan kenapa aku menyebut sesuatu yang aneh karena sikap beastman itu sangat berhati-hati dan selalu mengawasi sekitar seperti seseorang yang sedang merencanakan pencurian.
Aku tidak tahu apa yang sedang dia lakukan, namun gerak-geriknya sangat aneh. Jadi kami hanya mengawasi beastman itu dari jarak jauh menggunakan sihir teleskopik.
Tentu saja kami tidak terlalu peduli, hanya karena kebetulan tujuan kami dengan arah gadis itu berjalan searah, kami bisa mengawasinya.
"Anda ingin saya menangkapnya, tuan albert?"
Leon bertanya.
"Dia tidak melakukan apapun, kan? Maka biarkan saja, ini bukan urusan kita."
Mungkin belum, tapi kota ini memiliki petugas keamanan. Biarkan para petugas itu bekerja sebagaimana mestinya.
Itu pun kalau dia ingin berbuat jahat, namun kekuatannya sudah setara dengan petualang peringkat emas, cukup kuat dan merepotkan petugas jika dia berbuat kejahatan.
Kemudian dia berbelok di tikungan dan memasuki gang kecil yang gelap. Kami bisa langsung tahu karena kami berada tepat di belakang dia.
Karena dia sudah menghilang dari pandangan kami, kami mulai menghiraukannya dan melanjutkan perjalanan ke penginapan yang sudah direkomendasikan oleh martin.
Tapi setelah kami melewati gang tersebut, kami melihat lebih banyak beastman. Jumlahnya ada empat orang. Ada dua beastman lagi yang setara dengan petualang peringkat emas, dan dua lainnya hanya berada di peringkat perak.
Sambil melewati gang tersebut, aku pikir mereka cukup untuk membuat keributan dengan kelompok seperti itu. Dan tiba-tiba, aku baru teringat. Mungkin saja mereka ada hubungannya dengan para beastman yang diperbudak?
Aku berhenti, lalu aku hanya mengatakan "leon" untuk memanggilnya, namun leon mengatakan "mengerti" dan langsung menghilang dari pandangan aku dan azure.
Padahal aku belum memberikan perintah apapun, mungkin dia bergerak dengan naluri dan sudah bisa menebak kalau aku ingin berurusan dengan sekelompok beastman mencurigakan itu.
Kami berdua menyusul leon dan melihat dia sedang bertengkar dengan mereka.
"Hei, siapa di sana?"
Salah satu diantara mereka menyadari kedatangan leon.
"Tuanku, ingin berbicara dengan kalian. Tidak ada satupun dari kalian yang boleh pergi dari sini."
Leon menyampaikan itu dengan suara dingin dan tidak peduli.
"Hah? Tunggu, kau juga beastman? Siapa kau?"
"Ah, aku lupa untuk memperkenalkan diri. Namaku leon, leon testalia, salah satu servant dari tuan albert yang agung."
Aku mendengar itu dengan jelas dan agak sedikit malu. Bukankah itu terlalu berlebihan? Sepertinya aku harus mengingatkan leon untuk tidak memperkenalkan diri seperti itu lagi.
"Siapa tuan albert, aku tidak mengenalnya? Bagaimana dengan kalian?"
"Aku tidak tahu."
"Aku juga tidak pernah mendengar nama itu."
Mereka saling bertanya, atau mungkin sedang merendahkan pihak ini dengan hal-hal seperti itu.
Mungkin leon marah karena mereka menganggap remeh diriku dan langsung mendekati mereka, memukul mereka satu persatu hingga tidak bisa berdiri lagi.
"Akh."
"Ugh."
"Sakit!"
Berbagai macam rintihan dan keluhan dikeluarkan.
Karena mereka memiliki sikap yang buruk, jadi aku hanya menyaksikan mereka dipukuli tanpa mencoba untuk menghentikannya.
"Tunggu, sebenarnya siapa kamu? Apakah manusia di sana adalah tuanmu?"
Salah satu diantara mereka yang masih berdiri menyadari kedatangan aku dan azure. Suaranya terdengar feminim, jadi dia pasti betina.
"Ya, tuanku ingin berbicara dengan kalian. Tolong jaga ucapan kalian jika tidak ingin mati!"
__ADS_1
Leon memberikan ancaman langsung.
Beberapa diantara mereka ada yang ketakutan seperti sedang kepergok melakukan tindakan kejahatan.
"Taun kamu adalah manusia itu?"
Gang ini memang gelap tapi semua orang di sini masih bisa melihat dan mereka langsung mengetahui kalau aku adalah manusia. Sedangkan aku harus menggunakan skill penglihatan malam agar bisa melihat mereka.
"Maaf karena sudah mengganggu urusan kalian. Aku ke sini hanya ingin tahu apa yang sedang kalian lakukan? Ohh, kalian tidak perlu khawatir, bahkan jika kalian ingin berbuat kejahatan, aku tidak akan melaporkan kalian kepada pihak berwajib. Itu hanya akan merepotkan kami."
Kalimatku seperti kalimat seorang penjahat yang sedang berbicara dengan sesama penjahat. Mungkin ini yang disebut beradaptasi dengan lingkungan.
"Bagaimana kami bisa percaya kepada kalian?"
"Yah, tidak perlu untuk percaya, tapi apa kalian tidak melihat bahwa leon di sana juga demi-human seperti kalian? Mungkin itu akan cukup untuk membuat kalian sedikit percaya."
Semua orang melihat ke arah leon. Dia memiliki mata, kuping, dan ekor kucing. Jadi sudah sangat jelas bahwa dia merupakan demi-human.
Ngomong-ngomong, beastman yang selalu mengajak kami bicara adalah gadis rakun, tiga pria yang terjatuh dipukuli merupakan demi-human macan, dan satu lagi yang selalu berada di belakang gadis rakun adalah gadis... Anjing?
Yah, aku tidak dapat mengidentifikasi spesimen hewani mereka secara akurat karena mereka hanya memiliki sedikit bagian tubuh hewan.
"Aku, aku masih tidak bisa percaya kepada manusia."
Gadis rakun itu memberanikan diri untuk menolak memberi jawaban. Seperti apa yang aku harapkan.
"Hmm, baiklah, aku mengerti. Dan satu hal lagi. Apa kalian ada hubungannya dengan para budak beastman yang dibawa ke sini?"
Sejak awal, aku hanya ingin tahu apakah mereka memiliki hubungan dengan para budak itu atau tidak. Seandainya mereka tidak memiliki hubungan, maka kami akan langsung berpisah.
Namun sepertinya kami tidak akan semudah itu berpisah.
"Kau-- tidak, anda melihat mereka di mana?"
Gadis rakun itu memberi jawaban yang responsif. Itu sudah menjadi indikasi bahwa mereka memiliki hubungan.
Sangat tidak nyaman untukku berbicara sambil berdiri, jadi aku mengusulkan untuk pergi ke sebuah kedai atau tempat apapun untuk membicarakan tentang masalah ini di sana.
Gadis rakun itu mengerti dan kami pindah ke tempat yang cocok untuk mengobrol.
Sambil berjalan dengan kepala penuh kekhawatiran karena kami belum memesan penginapan mana pun, akhirnya kami tiba di tempat minum yang tidak terlalu ramai.
Kami mengambil tempat, memesan beberapa minuman dan mulai berbicara.
Awalnya dia tampak ragu tapi karena sudah terlanjur datang ke tempat seperti ini, gadis itu menceritakan semuanya.
Mereka datang ke sini belum lama, mungkin sekitar sore hari. Itu bertepatan dengan aku yang sedang berdiskusi dengan martin.
Tujuan utama mereka hanya ingin mengintai ke mana para beastman itu dibawa pergi oleh pedagang budak. Namun karena mereka kehilangan jejak setelah melewati gerbang kota, mereka tidak dapat menemukan para beastman itu, mereka berakhir kesulitan dalam mencari.
Aku pikir, mereka melewati toko martin ketika para budak sedang berada di lapangan. Lapangan itu berada di belakang toko, jadi gadis rakun dan rekannya tidak dapat menemukannya.
Itu merupakan suatu kebetulan. Dan karena kota ini sangat besar, mereka tidak dapat mengecek setiap sudut kota berulang kali.
Mereka memang bisa mempersempit jangkauan pencarian dengan menghiraukan perumahan penduduk dan fokus pada pasar atau tempat perdagangan lain. Mereka juga sudah bertanya kepada petugas di gerbang kota tentang pedagang yang lewat.
Namun hasilnya nihil. Oleh karena itu mereka memutuskan untuk tetap berada di sini sampai besok hingga mereka dapat menemukan para budak.
"Kalian hanya mengawasi? Itu artinya ada seseorang yang akan datang menjemput kalian?"
Mungkin kelompok gadis ini dikirim sebagai pelopor dan akan menunggu sampai kelompok yang lainnya menyusul. Ohh, itu berarti, akan ada sekelompok orang yang akan datang ke sini...
Gadis rakun itu membuang muka dan tidak menjawab. Dia pasti mengerti, menjawab lebih jauh akan membuat pergerakan mereka diketahui. Sayangnya, aku sudah mengetahui itu dan hanya diam saja menganggap seolah-olah tidak peduli.
"Baik, karena kamu sudah mau berbicara banyak, aku akan memberitahu lokasi di mana teman kalian berada. Apa kalian ingin melihat mereka sekarang?"
"Ya, tolong beri tahu keberadaan mereka!"
Dengan begitu, kami meninggalkan tempat minum itu dan membuka gerbang transfer di dalam gang.
"Uh, apa itu?"
Gadis rakun terlihat takut. Lalu teman di sebelahnya memberitahu kalau itu merupakan sihir transportasi. Tapi gadis rakun itu justru semakin takut.
Diajak pergi oleh pria asing memang membuat gadis-gadis ketakutan. Aku mengerti ini, namun jika mereka tidak masuk, mereka tidak akan bisa melihat tujuan dari sihir itu.
Ini sungguh sangat merepotkan. Aku, leon, dan azure memutuskan untuk masuk terlebih dahulu dan langsung bertemu dengan martin lagi.
"Ohh, taun albert, apa ada sesuatu yang anda lupakan?"
Martin berfikir bahwa kami meninggalkan sesuatu di sini. Ini sedikit memalukan, jadi aku langsung menjelaskan situasi kami.
Tiba-tiba, kepala gadis rakun itu muncul dari sihir gerbang transfer dan mulai melihat keadaan di sekitarnya.
__ADS_1
Para beastman masih di dalam kamar jeruji besi, tapi itu tidak dikunci sama sekali agar mereka bisa pergi ke toilet sesuka mereka. Selain itu, martin sudah memberi mereka alas tikar untuk tidur.
Ini perlakuan yang lebih baik daripada sebelumnya. Tapi...
"Mama!!"
Gadis rakun itu berteriak setelah melihat wanita rakun di dalam kamar jeruji besi.
Dia langsung menghampiri wanita itu dan sedikit terkejut karena jeruji besi yang dia pegang ternyata tidak terkunci.
Mengetahui bahwa itu tidak dikunci, gadis itu langsung membukanya dan menghampiri si wanita rakun. Itu merupakan pertemuan yang sedikit mengharukan.
Ngomong-ngomong, wanita rakun itu juga memiliki anak laki-laki yang sebelumnya kami berikan roti. Aku sangat tidak menyangka bahwa dunia ini begitu sempit.
"Tidak ada masalah yang terjadi, kan?"
"Ya, semua beastman menerima perlakuan ini setelah anda menyampaikan kalau kita tidak memiliki tempat lain lagi."
Benar, martin tidak memiliki fasilitas kamar tidur yang pantas untuk empat ratus beastman. Jadi mereka harus menahannya — tidur di dalam jeruji — hanya untuk malam ini.
Aku melihat si gadis anjing tidak mencari siapapun dan hanya memperhatikan gadis rakun yang sedang berbincang kepada ibunya.
"Mama, ayo kita pergi dari sini."
"Pergi? Maksud kamu, kembali ke desa?"
"Iya, kita harus pergi dari sini secepatnya."
"Tenanglah, kirana, tuan albert sudah berencana ingin mengembalikan kami semua ke desa."
"Tuan albert?"
Gadis rakun itu — yang bernama kirana — melihat ke arahku setelah ibunya mengatakan itu.
"Bukankah lebih baik kita cepat pergi dari sini secepatnya?"
Kirana tampak sangat cemas dengan keadaan mereka. Dan sepertinya dia masih belum mempercayai kami sepenuhnya.
"Iya aku mengerti, tapi kita tidak bisa berjalan di waktu gelap seperti ini. Ada terlalu banyak monster berbahaya yang berkeliaran di malam hari."
Ibunya menasihati kirana dengan lembut.
Sekali lagi, aku lupa tentang kisah monster di dunia ini. Mungkin penyebab mereka tidak melarikan diri setelah aku melepaskan segel budak karena faktor itu juga.
Kirana mengerti dan langsung terdiam. Dia pasti memikirkan banyak hal seperti menunggu tim penolong dan mengevakuasi ibunya agar aman.
"Ya, aku sudah berjanji untuk mengembalikan kalian ke desa besok pagi. Jadi kamu bisa menunggu di sini untuk menemani ibu kamu atau jika kamu ingin membawa mereka pergi hanya dengan kalian, maka aku tidak akan melarangnya."
Gadis kirana itu sangat waspada. Akan lebih bagus jika mereka menentukan sendiri apa yang ingin mereka lakukan. Itu tidak akan menjadi masalah untukku.
"Tuan, anda ingin membawa mereka dengan sihir sebelumnya?"
Tiba-tiba, gadis anjing bertanya.
"Ya, karena aku memiliki sihir itu, kenapa kita harus berjalan kaki?"
Aku menjawab itu seolah-olah bercanda. Aku memang tidak mengetahui secara akurat di mana desa mereka berada, tapi untuk arah dan hutan morowa tempat mereka berasal sudah terpetakan oleh cermin map.
"Boleh saya tahu kenapa anda ingin membantu kami?"
Eh, benar juga. Aku ingin membantu mereka karena ingin tampil keren di depan leon. Tapi aku tidak mungkin mengatakan hal sebodoh itu di depan banyak orang, kan?
"Yah, ini hanya bantuan kecil. Selain itu, tujuanku datang ke sini untuk mencari orang yang ingin bekerja untukku. Dan juga, aku ingat kalau kami sudah mendirikan larangan terbaru untuk tidak menjual budak demi-human. Jadi kalian diperbolehkan untuk kembali."
Aku mencari alasan yang kurang jelas. Atau lebih tepatnya, aku tidak bisa memikirkan alasan yang bagus untuk menjawab pertanyaan dari gadis itu.
"Anda menawarkan pekerjaan seperti apa?"
Anak ini, dia terlalu banyak bertanya.
"Apapun itu. Jika kau pintar, kau akan menjadi pengajar anak-anak. Jika kau seorang pengrajin, maka aku akan berinvestasi padamu untuk membuka usaha. Intinya, pekerjaan yang cocok dengan bidang keahlian kali--"
Disaat aku sedang berbicara, tiba-tiba aku mendapatkan pesan dari hydra.
«Master, saya menemukan banyak beastman sedang menuju ke arah kota terdekat dari hutan morowa.»
Hmm? Itu pasti sekelompok orang yang ditunggu kirana.
«Ada berapa jumlah mereka?»
«Sekitar sepuluh ribu. Kemungkinan mereka ingin menyerang kota terdekat itu.»
Eh....?
__ADS_1