Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Menjalin Kerja Sama.


__ADS_3

Kristal Mana atau Batu Ajaib. Sejauh ini hanya dapat ditemukan oleh para bangsawan dan para petualang. Karena keberadaan kristal Mana cukup sulit dicari namun sangat dibutuhkan bagi keperluan dasar maupun untuk tujuan lainnya, menyebabkan tingginya harga kristal Mana di dalam pasar karena ketersediaan barangnya tidak pernah mengimbangi permintaan konsumen.


Itu, apa yang aku kira. Kenyataannya aku masih belum tahu kenapa harga kristal Mana bisa sangat tinggi. Bisa aja ada suatu organisasi atau hal semacamnya yang sedang mengatur harga kristal Mana dalam pasar.


Namun, sudah ada alat yang bisa mengekstraksi Mana dari tubuh mayat monster dan memindahkannya ke dalam suatu wadah seperti Batu Ajaib. Alat itu biasanya hanya dimiliki oleh Badan Penelitian suatu negara.


Sejauh ini kami masih bisa menjual kristal Mana dalam jumlah konstan untuk memenuhi permintaan konsumen kami. Tapi kami tetap tidak bisa merubah harga kristal Mana di dalam pasar karena hal di atas.


Bahkan meskipun kami bisa menurunkan harga jualnya, itu hanya akan menguntungkan pedagang lain yang ingin mencari laba dari hasil menjual kristal Mana kami lagi di dalam pasar.


Kalau itu, aku tidak bisa membiarkan hal itu sampai terjadi, oleh karena itu aku tidak pernah menurunkan harga kristal Manaku dan tetap mengikuti aturan mainnya.


Namun jika seperti itu terus, barang komoditas asli kami nantinya tidak akan bisa digunakan selain oleh orang-orang kaya, kaum yang dapat membeli kristal Mana dengan mudah.


Jadi, aku harus menurunkan harga kristal Mana di pasar sampai ke tingkat dimana orang biasa bisa membelinya. Dengan begitu, barang komoditas kami dapat dibeli oleh seluruh golongan masyarakat.


"A-Anda ingin menurunkan harga kristal Mana? Apa itu bisa dilakukan?"


Martin bertanya dengan serius.


"Aku yakin itu bisa dilakukan. Jika para pedagang kita bergabung dengan Guild Petualang, maka kristal Mana yang didapat dari para petualang bisa dijual langsung ke konsumen dengan harga sedikit lebih murah dari biasanya. Kita juga bisa meningkatkan pendapatan para petualang dan merekrut lebih banyak orang supaya mau menjadi petualang."


Benar, sejauh ini pendapatan guild hanya bisa didapatkan dari hasil menjual material dengan harga murah ke pedagang pasar, dan pendapatan dari Kerajaan atau negara afiliasi sebagai bentuk uang keamanan.


Dari dua hasil pendapatan di atas, itu nantinya masih akan dibagi lagi untuk staf guild, guild, petualang peringkat tinggi, dan biaya keperluan lainnya.


Selain itu, karena guild mendapatkan uang dari negara-negara afiliasi tersebut, guild harus bertanggung jawab tentang keamanan negara dari monster. Dan petualang peringkat tinggi biasanya berperan penting untuk menangani hal tersebut, sedangkan petualang peringkat rendah tidak mendapatkan uang tambahan apapun karena semua itu diserahkan untuk menstimulasi petualang peringkat tinggi dalam bekerja.


Itu menciptakan situasi dimana petualang peringkat rendah sangat malas untuk melakukan kerja karena pendapatan rendah, sedangkan petualang peringkat tinggi selalu lelah karena banyak misi yang harus dikerjakan demi kewajiban guild.


Di dunia ini tidak banyak orang sekaliber seperti Pangeran dari Kerajaan Herunia yang sudah berada di peringkat [Adamantine]. Biasanya, hanya negara-negara besar yang dapat memiliki petualang berbakat seperti Pangeran itu (aku lupa siapa namanya, itu sudah satu tahun lalu).


Oleh karena itu, cabang Guild Petualang di negara kecil tidak dapat memberikan upah yang layak untuk para petualangnya karena harus menggunakan uang pemerintah setempat untuk memanggil petualang peringkat tinggi dari negara lain ketika ada monster kelas atas muncul. Karena semakin kecil wilayah negara tersebut, semakin sedikit juga biaya bantuan keamanan yang diberikan kepada guild.


"Apa ada alasan kamu ingin menurunkan harga kristal Mana?"


"Itu karena negara kami menjual alat bertenaga sihir. Jika kristal Mana tidak bisa dijangkau oleh rakyat biasa, maka barang komoditas kami tidak akan pernah bisa merakyat."


"Jadi kamu ingin mencari keuntungan lebih banyak dari masyarakat biasa?"


"Iya. Bukankah itu hal baik bagi masyarakat biasa bisa menggunakan mesin atau alat bertenaga sihir? Makanan dan kue yang kalian makan sebelumnya, itu menggunakan alat sihir untuk memasaknya. Kalian bisa melihat sendiri kecepatan koki kami dalam menyediakan makanan untuk kalian. Itu semua berkat alat sihir, kau tahu?"


Tristan bertanya dan aku terus menjawab. Sebenarnya, semua peranti di kastil ini bertenaga listrik, tapi energi listrik itu sendiri dihasilkan dari energi Mana. Jadi aku tidak berbohong sepenuhnya.


Para tukang kami sudah terbiasa memasang instalasi sihir di istana, rumah besar, atau rumah biasa. Berkat terbentuknya aliansi tiga negara tahun lalu, kami bisa menjual barang komoditas kami kepada bangsawan atau keluarga kaya di negara mereka. Dan di tahun ini, sudah ada lima negara yang membentuk hubungan dengan kami. Jadi permintaan pemasangan instalasi atau barang komoditas kami masih terus berdatangan.


"Hmm, itu memang hal bagus..."


"Ada apa? Sepertinya kau masih tidak puas dengan jawabanku."


Wajah Tristan menunjukkan adanya keraguan, meski hanya sedikit. Dia tampaknya mengerti dan dapat menerima jawabanku barusan, tapi hatinya seperti masih belum bisa mempercayaiku sepenuhnya.


Ini sungguh merepotkan. Jika aku tidak bisa meyakinkan dirinya, kita tidak akan pernah bisa bekerja sama.


"Tidak, aku tidak bermaksud untuk bersikap tidak sopan. Karena Freya percaya padamu, maka kata-katamu juga dapat kami percaya. Namun, rasa penasaranku hanya terus bertambah, kenapa kau melakukan hal-hal seperti ini, membuat barang-barang untuk mempermudah kehidupan sehari-hari orang-orang. Maaf jika aku terlihat tidak mempercayai mu."


"Oh, begitu rupanya."


Aku telah salah paham. Kupikir dia ingin bermusuhan denganku sampai akhir. Betapa kekanak-kanakan nya aku. Tapi, bukankah "mempertanyakan pemikiran orang lain" Adalah arti halus dari ketidakpercayaan?


Selain itu, aku juga lupa kalau julukan Freya sebagai "HEROINE" Bisa disetarakan dengan status Tristan di masyarakat. Walaupun itu hanya sebatas status.

__ADS_1


"Tristan, menurut ucapanmu sebelumnya, kau bertanya-tanya kenapa aku mau melakukan hal-hal seperti membuat alat-alat kebutuhan dasar, memikirkan pasar, dan juga memikirkan para petualang — dimana itu semua bukanlah urusanku, kan? Yah, begini Tristan. Semua berawal dari ketika aku ingin membantu para naga menjadi lebih berbudaya sama seperti manusia. Pada saat aku mengerjakan hal itu, aku mulai berpikir "Sepertinya, aku juga bisa membantu orang lain selain naga." Kemudian dari pemikiran itu, aku sedikit demi sedikit mulai memikirkan kehidupan masyarakat manusia. Tapi pada kenyataannya, aku melakukan hal-hal itu karena aku mampu melakukannya. Seperti halnya kau yang memiliki kekuatan dan membantu umat manusia memerangi monster, kan?"


Aku mengatakan semua isi pikiranku kepada semua orang tanpa rasa malu sedikitpun. Aku memang memikirkan hal-hal seperti itu, akan tetapi itu hanya sebatas gagasan yang tiba-tiba muncul begitu saja di dalam kepalaku. Bukan berarti aku membantu mereka dengan kesungguhan.


Kenyataannya aku masih tetap memikirkan uang dan kesejahteraan masyarakat naga. Selain itu, bukan dijadikan sebagai prioritas. Itu bisa terlihat dari aku yang selalu menyuruh Martin untuk melakukan pekerjaannya.


"Haha, jadi begitu, ya. Pemikiran pria yang dipilih oleh Freya. Baiklah, aku sekarang mengerti bagaimana sifatmu."


"Hm? Kenapa kamu tiba-tiba mengatakan hal (menjijikkan) itu." —Jengkel.


"Tidak, tidak, maaf. Anggap saja aku hanya berbicara sendiri. Kupikir kita bisa bekerja sama, Albert."


"Oh!"


Akhirnya dia menyetujui kerja sama di antara kami. Dengan ini, aku bisa memanfaatkan dirinya di masa depan, kufufu. Ternyata mudah sekali untuk menipu pria tampan. Kau hanya perlu bersikap lunak sedikit dan mereka akan langsung percaya padamu. —Ah, itu seharusnya bukan kata-kata yang dikeluarkan oleh pria sepertiku.


Kemudian, Aku, Tristan, Martin, dan Irina membahas apa saja isi dari kerja sama ini. Sebagai langkah awal, aku akan mengirimkan uang kepada Guild Petualang untuk merekrut lebih banyak staf. Nantinya, staf itu akan menjadi pegawai untuk mengurus Guild Pedagang.


Itu memerlukan biaya yang sangat banyak, karena tidak hanya harus merekrut pegawai baru akan tetapi kita juga harus merombak bangunan Guild Petualang di setiap negara.


Rencana dibuat begitu detail sampai beberapa orang yang sedang bersama kami merasa bosan. Pada akhirnya, hanya tersisa Aku, Freya, Merlin, Grandine, Tristan, Martin, dan Irina. Sisanya pergi meninggalkan ruangan ini.


Freya, Merlin, dan Grandine tidak mengikuti pembicaraan tentang integrasi guild. Mereka hanya membicarakan kisah-kisah petualangan Freya ketika masih menjadi petualang.


Di sana, aku hanya melihat Freya seperti sedang dirundung oleh Merlin. Apa saja yang dikatakan oleh Grandine akan dijadikan alasan Merlin untuk menggoda Freya.


Selain itu, aku senang Merlin bisa mengobrol dengan sesama perempuan. Aku akan mengucapkan rasa terimakasih ku kepada Grandine nanti, karena sudah mau mengobrol dengan Freya dan Merlin.


"Kalian berdua adalah istri Tuan Albert, kan? Kukira, hubungan kalian tidak sedekat ini."


Aku mendengar Grandine mengatakan keheranan itu dari meja sebelah. Meskipun aku sedang berdiskusi, perhatianku juga selalu tertuju ke arah pembicaraan para perempuan itu.


"Itu tidak aneh, Grandine. Karena sebenarnya Freya lebih mencintai Merlin daripada aku."


Tanpa sengaja, aku menginterupsi pembicaraan mereka dan membuat Grandine sangat terkejut.


Aku sendiri juga terkejut melihat Freya tidak menyangkal kata-kataku dan justru menundukkan kepalanya karena malu.


Sungguh, aku sedang tertimpa oleh perasaan aneh sekarang. Aku memang senang melihat mereka akur, tapi... Yah, sudahlah. Kurasa lebih baik seperti itu daripada mereka bertengkar, aku tidak bisa melakukan apapun.


Selain itu, Merlin memang selalu bisa menarik perasaan orang lain terhadap dirinya. Bahkan aku sendiri tidak bisa menyangkal hal itu. Dia adalah wanita dengan penuh aura kasih sayang.


"Tidak, Sayang. Aku lebih mencintaimu, kok. Sungguh."


"... Em, aku lega mendengarnya."


Freya meyakinkanku akan kesetiaannya. Aku tidak bisa tidak terhanyut dalam rayuannya ketika dia berbicara dengan nada manis seperti itu. Walaupun aku tahu kalau dia hanya sedang menggoda.


"Aku tidak mengira kalau Freya orangnya seperti itu."


Tristan ikut terkejut melihat kenyataannya, dia memperlihatkan wajah bermasalah. Apakah hubungan seperti itu merupakan hal yang tidak wajar? Aku tidak tahu, aku juga tidak ingin tahu. Sejak awal rumah tangga ini memang sudah aneh, itu tidak akan mengubah apapun bahkan jika keanehannya bertambah satu atau dua lagi.


"Oh iya. Kak, Freya! Aku membawa kartu indetitas petualangmu."


Tiba-tiba mereka berganti topik dan Grandine mulai mengeluarkan kartu Identitas milik Freya ketika dia masih menjadi petualang.


"Kenapa kamu membawa-bawa kartuku? Sekarang aku sudah berumah tangga, aku tidak membutuhkannya lagi."


"Iya, aku mengerti. Tapi sampai hari ini aku tidak tahu kalau kakak sudah menikah. Karena sudah terlanjur kubawa, bukankah lebih baik bila kakak menyimpannya?"


"Hmm, kamu pasti masih berharap aku kembali ke dalam party, ya. Kamu mendapatkan ini dari petugas guild, kan?"

__ADS_1


"Iya, Kak."


"Baiklah kalau begitu, aku akan menyimpannya."


Freya mengambil kartunya dari Grandine, kartu berwarna hitam dengan desain emas.


"Kenapa kartumu berwarna hitam, Freya?"


Tanpa sengaja aku bertanya, penasaran.


"Kartu berwarna hitam merupakan bukti kalau aku sudah menjadi petualang peringkat [Adamantine]. Memangnya ada apa, Albert?"


"Oh, aku baru tahu tentang itu. Ngomong-ngomong, aku juga punya kartu Identitas petualang."


Aku mulai mengeluarkan kartuku dari dalam inventaris, itu kartu berwarna putih biasa. Tidak ada yang spesial atau mewah.


"Tahun lalu kamu pernah masuk ke dalam guild, ya. Aku tidak tahu kalau kamu sampai menjadi anggota organisasinya Tristan."


"Aku Memang hanya melihat-lihat. Tapi tanpa sengaja membuat kartunya. Yah, pada akhirnya aku tidak pernah menggunakannya lagi."


Itu sudah lama sekali, aku bahkan hampir melupakannya.


"Hee~ aku tidak tahu kalau kalian punya hal-hal seperti itu."


Tiba-tiba Merlin berbicara, wajahnya tampak murung.


Aku ingin bertanya kenapa dia terlihat sedih, tapi aku langsung tersadar kalau kami — aku dan Freya — mempunyai barang yang Merlin tidak punya!!


Freya juga terlihat sudah menyadari hal ini, jadi kami sempat terdiam untuk beberapa saat.


"Em, Tristan. Bisa kau buatkan kartu keanggotaan untuk Merlin?"


"Aku juga memohon untuk itu, Tristan!"


Karena Merlin tidak secara khusus berbicara dengan siapapun, aku dan Freya mengabaikannya sementara dan langsung menuju ke Tristan (selaku pemimpin organisasi).


"Aku bisa membuatnya. Tapi bukankah kalian tidak membutuhkan kartu itu."


"Tristan, kau masih belum tahu kalau di dunia ini itu, ada sesuatu yang lebih berharga daripada nilai barangnya."


"Benar. Kamu akan mengerti ketika kamu sudah memiliki pasangan nanti!"


Aku dan Freya menegur ketidaktahuan Tristan. Wajah kami cukup tegang dan membuat Tristan kerepotan.


"Ok, baiklah. Nanti aku akan membuatnya."


"Sekarang!!" ×2


"K-Kenapa kalian sangat bersemangat seperti itu!? Baiklah, baik. Aku akan membuatnya sekarang. Fuh, aku benar-benar tidak bisa mengerti pola pikir kalian..."


Kami berdua terus mendesak Tristan, bahkan sampai memukul meja. Dan akhirnya dia menyerah.


"Tapi aku juga akan membuatkan kartu yang baru untuk kalian berdua. Apakah itu tidak masalah?"


"Hm? Untuk apa?"


"Aku tidak bisa membiarkan kalian menggunakan kartu biasa seperti itu. Kalian tidak bisa memalsukan Identitas kalian di depan publik, terutama kartumu, Albert. Kau pasti berpura-pura menjadi orang biasa untuk mendapatkan kartu putih itu, kan?"


Aku terkena complain oleh Tristan.


"Memalsukan apa? Ketika aku mendaftar, aku tidak berbohong sama sekali. Aku punya buktinya..."

__ADS_1


Untuk membuktikan kalau aku mendapatkan kartu biasa dengan jujur dan sesuai ketentuan guild, aku menampilkan ingatanku ketika datang ke guild di ibukota Kerajaan. Di sana Tristan dan Grandine langsung membeku melihat mbak resepsionis memperlakukan ku seperti orang biasa.


__ADS_2