Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Ratu Roh.


__ADS_3

Suatu hari, di salah satu ruangan istana Kekaisaran Karamia


Kaisar saat ini, Georges Durant, sedang duduk santai di sofa, menikmati buah-buahan yang telah disajikan oleh pelayan.


Seorang kaisar dengan penampilan glamor. Meski usianya masih berusia 48 tahun, namun pria ini sudah memiliki janggut yang cukup lebat.


Hanya dengan melihatnya, orang pasti sudah berfikir bahwa dia sangat merawat janggutnya.


Kemudian, di hadapannya terdapat seorang pria, terlihat lebih muda dan berkharisma. Dia merupakan bupati Kekaisaran Karamia, August Barlen.


August sedang duduk dan melihat Kaisar Georges dengan wajah bermasalah.


Dia memasang wajah seperti itu bukan tanpa alasan. Sebenarnya, kaisar di depannya saat ini adalah seorang pria serakah.


August merupakan pribadi yang cukup bijaksana. Dia bekerja dengan Kaisar untuk memajukan tanah airnya, bukan untuk sekedar mencari pendapatan.


Sebagian bangsawan kekaisaran, dia memiliki cita-cita untuk memajukan negaranya dan membuat negaranya lebih makmur. Untuk itu dia bekerja dengan Kaisar.


Meski begitu, dia sering mendapatkan kesulitan dalam mengurus masalah kenegaran karena pemimpinnya, Kaisar Georges, sering tidak sejalan dengan pemikirannya.


Akan tetapi, August sering mencari celah dan memanfaatkan itu untuk membuat Kaisar menyetujui beberapa rencananya dalam membangun kekaisaran.


Jika tidak ada August, masyarakat kekaisaran ini mungkin sudah jatuh ke dalam kemiskinan.


Itu sangat mengerikan dan August tidak akan membiarkannya.


Namun saat ini, ada masalah baru di mana Kaisar ingin melakukan tindakan aneh.


Mengetahui negara tetangga — Kekaisaran Dortos — ingin menyerang Kerajaan Herunia, Georges tidak bisa diam dan ingin mengarahkan militernya ke Kerajaan Herunia.


Georges berniat untuk menduduki sebagian wilayah Kerajaan Herunia.


Dengan adanya militer Kekaisaran Dortos, Kerajaan Herunia seharusnya tidak memiliki kesempatan untuk bertahan melawan dua kekuatan di waktu yang bersamaan.


Gagasan seperti ini bisa berjalan karena Kaisar Georges sangat tamak. Dia tidak bisa membiarkan Kekaisaran Dortos mendapatkan seluruh wilayah Kerajaan Herunia. Setidaknya, Georges ingin mendapatkan setengah dari wilayah tersebut.


August tidak masalah tentang prospek memperluas wilayah, namun membenturkan kekuatan militer di wilayah asing, apakah itu akan baik-baik saja?


Karena August tidak terlalu ahli dengan strategi pertempuran, dia tidak dapat mengerti hal ini dan hanya bisa menutup mulut.


August hanya mengetahui bahwa Kaisar Georges sudah meningkatkan kekuatan militernya, dan itu membuat August bisa sedikit tenang.


August tidak terlalu tahu tentang kekuatan Kekaisaran Dortos, tapi untuk negerinya sendiri, pasukan militer sudah berkembang hingga dua ratus ribu tentara.


Ini merupakan kekuatan terbesar sepanjang sejarah Kekaisaran Karamia.


Dua ratus tentara, August sangat mengetahui bahwa Kaisarnya sudah berinvestasi banyak uang ke dalam sana.


Meski tamak, orang ini masih memikirkan perkembangan negerinya, sedikit.


Itu, apa yang dipikirkan oleh August. Sepertinya sangat sulit menemukan orang tamak yang mau mengobarkan banyak uang demi peperangan.


Sejak awal, Georges merupakan keluarga Kekaisaran. Dia mungkin masih memiliki pemikiran untuk memajukan tanah airnya karena darah leluhur yang mengalir di tubuhnya.


"Apakah sudah ada pergerakan dari mereka, Yang Mulia?"


"Humu, mereka sudah mulai membersihkan rute perjalanan."


"Oh, jadi mereka sudah mulai bergerak. Jika mereka sudah mengamankan rute, mereka pasti sudah siap dan diperkirakan akan menyerang tahun depan."


"Em."


Saat ini, Georges dan August sedang melihat isi laporan tentang pergerakan pihak lain.


Namun mereka terlihat tenang karena aksi agresi tersebut tidak diarahkan ke negara mereka.


"Namun, aku masih bingung dengan informasi tentang persekutuan Kerajaan Herunia dengan ras naga."


Sambil bergumam, Georges mengerutkan keningnya.


Dari informasi yang telah dia dapatkan, Kerajaan Herunia telah membentuk hubungan diplomatik dengan ras naga.


Ini merupakan hal aneh karena pihak lain adalah "Monster".


Apakah monster telah membentuk negara dan membuat hubungan dengan Kerajaan Herunia?


Tidak, Tidak, di tempat pertama, apakah monster bisa membangun sebuah organisasi?


Georges mulai bertanya-tanya.


"Itu memang membingungkan. Tapi bukankah mereka memiliki banyak naga di kerajaan mereka?"


Benar, mereka diam-diam menyembunyikan naga sebagai alat perang. Namun tentu saja, monster sebesar itu tidak mudah untuk disembunyikan.


Georges mengetahui hal ini, tapi dia tidak khawatir karena dia juga memiliki kartu untuk melawan monster itu.


Delapan tahun lalu, kekaisaran telah menumbalkan lima belas High Wizard untuk melakukan ritual pemanggilan pahlawan.


Meski yang terpanggil adalah seorang anak kecil, akan tetapi kekuatannya sangat besar. Mereka hanya perlu mendidik anak itu hingga dewasa dan mengajarinya.


Sekarang, sudah waktunya untuk menggunakan anak itu sebagai alat perang. Itu sebabnya, Georges tidak terlalu khawatir dengan para naga.


Kemudian...


"Yah, sebanyak apapun monster yang mereka miliki, kita akan tetap menyerang mereka!"


Seseorang masuk dari arah pintu dan menyela pembicaraan.


Dia adalah Gardan Mumaza, seorang bangsawan agung dengan pangkat Archduke. Mengenakan pakaian mewah dan sedikit gemuk.


Interupsi Gardan memang merupakan tindakan yang tidak sopan, namun itu sudah menjadi kebiasaan dan kaisar Georges telah memakluminya.

__ADS_1


Selain itu, Georges dan August tidak sedang berbicara terlalu serius. Dan juga, alasan kenapa Gardan dapat masuk dengan mudah karena ruangan tersebut tidak memiliki pintu. Yang artinya, tempat itu dibuka untuk umum.


Jadi, sangat wajar jika mereka mendapatkan populasi tambahan di ruangan itu.


"Ohh, Anda terlihat sangat yakin dengan itu, Tuan Gardan?"


Dengan wajah tidak nyaman, August bertanya.


Orang ini, akhirnya dia datang juga.


August sudah meramalkan kedatangan Gardan.


Sebenarnya, orang yang mencetus agresi militer ke Kerajaan Herunia tidak lain adalah Gardan.


Setelah peperangan panjang dengan Kekaisaran Dortos tiba-tiba terhenti, Gardan berasumsi bahwa Kekaisaran Dortos ingin menyerang Kerajaan Herunia.


Oleh karena itu, dia menyampaikan gagasan tentang penyerangan terhadap Kerajaan Herunia bersamaan dengan ketika Herunia diserang oleh Kekaisaran Dortos.


"Tentu saja, aku sangat yakin bahwa kita akan menang. Terlepas dari kekuatan Kerajaan Herunia, kita memiliki seorang "Pahlawan". Ditambah lagi, Kekaisaran Dortos akan menyerang Kerajaan itu dari arah utara. Jika kita ikut menyerang di waktu yang bersamaan dengan mereka, Kerajaan Herunia — mau tidak mau — harus membagi dua kekuatan mereka."


Gardan menjelaskan.


Hal seperti ini sudah dipahami oleh Georges dan August.


Karena paham feodalisme, tuan tanah masih mementingkan tanah mereka sendiri dan tidak akan menaruh seluruh kekuatan militer hanya ke satu lokasi.


Itu artinya, ketika kedua kekaisaran menyerang, Kerajaan Herunia tidak memiliki opsi untuk melawan salah satu pihak agresi dengan kekuatan penuh.


Jadi, kedua negara dapat dengan tenang menyerang mereka, tanpa perlu memikirkan apakah mereka akan mengirim seluruh kekuatan ke arah salah satu negara agresi.


Gardan sangat yakin Raja Marcus pasti sedang dilanda kekhawatiran sekarang.


"Apakah dia benar-benar bisa diandalkan? Kulihat dia masih terlalu muda."


"Ck, Ck, jangan tertipu dengan penampilannya. Meski dia masih berusia sembilan belas tahun, namun kekuatannya sudah setara dengan Petualang peringkat Adamantine. Dan kurasa, dia sudah bisa mengimbangi kekuatan Raja Binatang."


"Apa!? Dia sekuat itu?"


Mengabaikan keterkejutan August, Gardan mengangguk dengan senyuman penuh di wajahnya.


Kekuatan Raja Binatang sudah terkenal di seluruh benua. Dan selama masa hidupnya, Raja Binatang tidak pernah kalah dalam hal pertarungan. Itu sebabnya kekaisaran tidak pernah ikut campur mengenai urusan Kerajaan Binatang.


Namun sekarang orang itu, Gardan, menyampaikan bahwa kekuatan Pahlawan sudah bisa mengimbangi kekuatan Raja Binatang.


Apa itu benar adanya?


August mulai bertanya-tanya, tetapi dia tidak ingin meragukan penilaian Gardan.


Meski dia terlihat sedikit gemuk, dia masihlah seorang jenderal perang. Dan kekuatannya juga sudah mencapai peringkat Adamantine.


Jika dia mengklaim bahwa pahlawan itu memang kuat, maka August tidak bisa menyangkalnya.


"Yah, Bagaimanapun juga, kita harus menyerang mereka karena ini..."


"Bukankah ini ramuan penyembuhan yang terkenal itu?"


Georges bertanya kepada Gardan.


"Ya, Yang Mulia. Sebenarnya kami telah menyelidiki pedagang yang menjual obat ini berasal dari Kerajaan Herunia. Itu sebabnya kita harus menyerang kerajaan itu dan mendapatkan formula mereka."


"Ohh, aku tidak menyangkanya."


Mata Georges semakin berbinar setelah mendengar informasi itu.


Beberapa hari terakhir, seorang pedagang dari kota Sixam telah membawa ramuan yang sangat mujarab ke tanah air mereka.


Setelah diselidiki lebih lanjut, obat itu ternyata bukan berasal dari Kerajaan Gnome.


Meski tingkatannya berada di bahwa obat ajaib (Elixir) milik ras Gnome, tetapi khasiat dari ramuan itu tidak terlalu jauh berbeda.


Ditambah lagi, obat itu sangat murah. Mungkin proses pembuatannya tidak terlalu rumit seperti apa yang Gnome lakukan.


Mengetahui ini, keserakahan Georges menguasai pikirannya dan keraguan untuk menyerang Kerajaan Herunia sudah benar-benar menghilang.


Dia hanya memikirkan tentang peningkatan kekayaannya setelah mendapat ramuan itu dan melupakan segala sesuatu tentang kekuatan militer lawan.


"Ini sangat bagus, kita harus mendapat barang itu sebelum jatuh ke tangan pihak lain."


Georges memberikan perintah.


Dia sudah sangat yakin bahwa agresi militernya akan mendapatkan kemenangan.


Di sisi lain, August yang melihat atasan seperti itu sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Orang ini, dia sudah terhanyut dalam delusinya.


Sambil memikirkan itu, August mendesah di dalam hati.


.


.


.


.


.


Waktu terus berjalan...


Di benua utara, terdapat sebuah kastil terbuat dari es berdiri tegak dan megah.

__ADS_1


Tidak, meski terlihat seperti tersusun dari balok es, sebenarnya bahan untuk membuat kastil itu adalah batu kristal khusus berartibut es yang terpengaruh oleh kondisi iklim.


Tidak ada makhluk hidup biasa — atau monster level rendah — bisa tinggal di benua utara karena tempat itu sangat dingin.


Namun berkebalikan dengan kondisi wilayahnya, kastil itu seolah-olah tidak terlalu memperdulikan iklim dan orang di dalamnya dapat hidup dengan nyaman.


Mereka bisa hidup aman seperti itu karena terdapat sebuah penghalang di sekitar kastil untuk mengatasi masalah suhu udara.


Meski begitu, sejumlah orang di dalam kastil sebenarnya dapat hidup bahkan di cuaca ekstrem sekali pun.


Jadi, ada atau tidaknya penghalang, mereka tetap bisa bertahan hidup di tempat itu.


Di dalam istana, terdapat empat orang sedang berdialog di meja kecil.


Tiga orang perempuan dengan penampilan cantik dan memiliki dua pasang sayap capung menempel di masing-masing punggung mereka.


Dan terakhir adalah seorang pria dengan telinga panjang sedang berlutut ke arah salah satu wanita.


Pria itu berlutut ke arah pemimpin dari perkumpulan mereka. Atau lebih tepatnya dia sedang berlutut ke arah sang Ratu Roh, Hestia.


Hestia memiliki rambut emas dengan mahkota menempel di kepalanya.


"Apa yang kamu dapatkan?"


Hestia bertanya kepada pria yang sedang berlutut.


Sebelumnya, Hestia telah mendapatkan kabar bahwa sang naga spiritual, Luminous, telah melakukan pergerakan.


Dia adalah sosok kuat yang telah hidup selama ribuan atau bahkan jutaan tahun. Ketika dia bergerak, semua orang pasti khawatir tentang apa yang akan dia lakukan.


Bagaimanapun juga, dia tetaplah monster.


Hestia tahu bahwa Luminous sudah kehilangan kekuatannya karena datang ke dunia ini tanpa bisa mengubah tubuhnya ke bentuk materi.


Tapi kalau dia dengan ajaib bisa bertahan dan memiliki tubuh jasmani, itu akan menjadi hal yang perlu diketahui olehnya.


Karena akan menjadi masalah jika dia bangkit kembali dan mengamuk sesuka hati.


Itu akan bagus jika dia bermain di tempat lain, tapi bagaimana jika dia jatuh di tempat Hestia?


Hestia akan mendapatkan kesulitan untuk mengurusnya.


Oleh karena itu, dia mengutus pria di depannya untuk menyelidiki keadaan Luminous lebih lanjut.


"Agar lebih cepat, saya pergi sendiri ke sana untuk melihatnya dengan mata kepala sendiri dan mendapatkan..."


Kemudian pria itu menyampaikan hasil pengamatannya ketika datang ke tanah naga.


Selama si pria menjelaskan, Hestia dan kedua wanita lainnya membuka mata mereka lebar-lebar. Tentu saja, mereka lebih memusatkan indra pada pendengaran mereka masing-masing agar tidak tertinggal berita.


Menurut penjelasan singkat si pria selama dia berada di tanah naga. Dia langsung mendatangi tempat di mana Luminous tinggal dan bertanya kepada roh alam setempat.


Hasilnya, para roh alam tidak ingin menjawab pertanyaan si pria karena takut.


Untuk pertama kalinya dalam sejarah pria itu hidup, dia tidak pernah bertemu dengan roh alam yang tidak ingin diajak bekerja sama.


Roh alam adalah makhluk alami tanpa pengekangan. Mereka hidup di seluruh pelosok dunia tanpa adanya seseorang yang memerintah. Singkatnya, mereka adalah entitas bebas.


Namun di sana, roh alam di seluruh tanah naga seperti berada di bawah kehendak seseorang.


Meski pria itu hanya bertanya sedikit tentang apa yang terjadi, tidak ada satu pun para roh alam di tempat itu yang ingin memberi penjelasan.


Itu seperti mereka telah mendapat perintah dari makhluk yang mereka anggap agung.


"Bukankah itu seperti metode Anda, Nyonya Hestia?"


Salah satu wanita dengan sayap capung berbicara.


Benar, Hestia juga menyuruh para roh di tanahnya untuk tidak memberikan informasi apapun yang menyangkut tentang Hestia kepada pihak tidak dikenal.


Namun sangat wajar bagi Hestia untuk melakukan itu karena dia menyandang gelar sebagai satu-satunya "Spirit Queen".


Dari seluruh dunia, Ratu Roh hanya ada satu, yaitu Hestia sendiri. Tidak ada Ratu atau Raja Roh lain.


Dan sekarang, ada seseorang yang memiliki prestise seperti Hestia dan bisa membungkam para roh alam.


Hal ini membuat rasa tidak nyaman untuk Hestia.


"Lalu bagaimana dengan penyelidikannya?"


Hestia mendesak untuk mendengarkan semua laporannya terlebih dulu.


"Benar, karena saya tidak bisa mendapatkan informasi dari mereka, saya pergi sendiri ke gua di mana Luminous itu tinggal. Sesampainya di sana, saya menemukan bahwa tempat itu sudah kosong."


"Kosong?"


"Ya, kosong, tidak ada siapapun. Bahkan tempat itu sudah menjadi gua biasa. Tidak ada tanda-tanda kehidupan. Namun, saya telah menemukan adanya tanda-tanda kehidupan di tengah dataran. Tapi..."


"Tapi kenapa?"


"Tempat itu sulit untuk didekati. Ketika saya mendekati tempat itu menggunakan hewan sebagai media untuk memata-matai, hewan itu langsung terbunuh."


Dengan suara penuh kekhawatiran, pria itu menjelaskan.


Alasan dia khawatir adalah karena musuh dapat mengidentifikasi hewan milik pria itu dengan jelas dan langsung membunuhnya.


Karena itu tidak hanya terjadi sekali, pria itu menyimpulkan bahwa pihak lain memang memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut.


Jadi, kondisi untuk mengintai sudah terbilang sulit.


Hestia mengerti ini dan mendapatkan wajah yang bermasalah.

__ADS_1


Tidak hanya adanya kebangkitan Luminous, bahkan telah ada kekuatan baru yang telah muncul ke dunia.


Terlebih lagi, kekuatan untuk menjinakkan para roh alam. Hal seperti ini seharusnya hanya bisa dilakukan oleh Hestia seorang.


__ADS_2