
Keluar dari istana Aeghistar tanpa halangan apapun, Rin mendekati kami seperti ingin bergabung dengan percakapan.
Karena Nodens sudah mati, penghalang di sekitar istananya juga menghilang begitu saja.
"Kamu ingin mengatakan sesuatu?"
Setibanya di depanku, aku langsung menanyainya.
"Tuan, izinkan saya berbicara dengan makhluk ini."
"Hmm, baiklah."
Aku masih tidak mengerti, jadi lebih baik melihat saja.
"Charybdis!!"
"Huh?"
"Buatlah kontrak denganku!!"
Setelah meminta izin, Rin langsung berbicara dengan Charybdis. Dan hal yang tidak terduga terjadi.
Gadis ini, dia jarang banget berlatih dan terlihat tidak terlalu menginginkan kekuatan, tapi apa yang dia lakukan sekarang berkebalikan dengan kesannya.
Seseorang yang menginginkan Divine Monster pasti menginginkan kekuatan. Tidak mungkin dia hanya ingin menjalin hubungan pertemanan biasa.
Aku ingin sekali bertanya kenapa dia tiba-tiba menginginkan hal ini.
"Siapa kau?"
"aku Putri dari sang Raja Naga Langit!"
"Naga langit? Haha, ternyata naga langit masih menyisakan satu orang puteri."
"Apa kau tahu tentang naga langit?"
"Tentu saja aku tahu. Berbeda dengan kedua saudariku yang malas, aku ini memiliki pengetahuan yang luas."
Pembicaraan mereka tiba-tiba mengerahkan ke cerita masa lalu.
Ini sebenarnya pembicaraan yang sangat menarik, tapi aku sangat tidak suka berbicara sambil berdiri di tengah-tengah lahan tandus ini.
Jika bisa, aku ingin sekali mendengarkan pembicaraan mereka sambil memangku salah satu putriku dan memakan cemilan.
Ah, aku terdengar seperti kakek-kakek yang merindukan cucunya.
"Bi-Bisakaha kau ceritakan padaku tentang apa yang terjadi dengan klan-ku?"
Rin melupakan tujuan pertamanya datang ke hadapan kami.
Apakah dia benar-benar ingin membahas itu di sini?
Y-Yah, aku tidak akan menyalahkannya karena informasi itu tampaknya sangat berharga untuk Rin, tapi kita benar-benar butuh istirahat. Aku sudah lelah karena pertarungan panjang sebelumnya.
«Albert, gawat!»
«Ada apa?»
Tiba-tiba Freya menghubungiku melalui jaringan Hydra. Dan karena perasaan kami saling terhubung, aku dapat mengetahui kalau Freya sedang panik. Ini membuatku sedikit cemas.
«Merlin membutuhkanmu! Cepat ke sini!!»
Tidak ada penjelasan, itu membuat aku semakin gelisah. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?
"Rin, aku menyerahkan pengawasan Charybdis kepadamu."
"Eh? Anda mau ke mana?"
"Menemui Merlin. Ada yang terjadi dengannya. Ah, benar juga..."
Di saat aku ingin pergi, aku melihat keadaan mereka yang berbicara dengan kondisi seperti itu sangat tidak nyaman. Jadi setelah aku berbicara dengan rin, aku mengubah ukuran Charybdis menjadi ke ukuran Nava.
Karena dia belum memutuskan untuk menjadi bagian dari kami, maka tubuhnya masih diikat dengan rantai.
"Ini, kuberikan padamu. Dan satu lagi! Perintahkan semua orang berkumpul di kastil Nodens."
"Ba-Baik!"
Rin menerima Charybdis dalam bentuk terkecilnya dan menjawab perintahku dengan keadaan linglung.
Aku sebenarnya ingin mendengar cerita tentang naga di jaman dulu, tapi istriku lebih penting daripada legenda kuno.
Aku segera melakukan teleportasi dan dengan cepat tiba di depan pintu antar dunia. Di sini adalah tempat mereka memonitoring pertarungan, tapi hanya ada Niks yang menjaga pintu dan alat monitornya.
"Dimana Merlin dan Freya?"
"Mereka ada di kamar Anda, Tuan."
Niks menundukkan kepalanya untuk menyambutku. Tidak enak rasanya meninggalkan dia begitu saja, tapi aku segera pergi untuk menemui Freya.
Dan tiba di depan kamar, orang-orang sudah berkumpul di sana seperti sesuatu yang sangat mengkhawatirkan sedang terjadi.
"Tuan Albert!"
Aku menghampiri mereka, dan menemukan ekpresi khawatir mereka semua hampir sama.
\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=
Tuan Albert datang dan semua menyambutnya. Setelah menjelaskan apa yang terjadi dengan kakak pertama kepadanya, dia menyuruhku pergi ke istana Aeghistar untuk mengurus penyelesaian perang.
Pertempuran sudah berakhir, namun orang-orangnya masih berada di sana. Tuan Albert tidak bisa membubarkan mereka begitu saja karena ada sesuatu yang perlu dia sampaikan.
Karena kami telah memenangkan pertempurannya, sudah wajar untuk kami mengambil alih posisi Nodens dan mendeklarasikan hal ini kepada semua orang.
Untuk itu, aku, William, mendapatkan tugas dari Tuan Albert untuk membereskan hal tersebut. Namun...
"Kenapa kamu juga ikut denganku, Ignis?"
Aku mempertanyakan keberadaannya di perjalanan ini. Kami berdua sedang menunggangi kuda kami masing-masing.
"Hei, apa menurutmu, kakak Merlin akan baik-baik saja?"
__ADS_1
Ignis bertanya dengan gelisah.
Ini dia. Padahal, aku sedang mempertanyakan kehadirannya, tapi dia malah menjawab ke hal yang lain.
Aku tidak tahu apakah dia sadar atau tidak telah mengabaikan pertanyaanku, kakak keduanya ini.
"Kenapa kamu masih bisa meragukan kesehatannya? Meskipun dia kejatuhan planet neutron, aku sangat yakin dia masih akan baik-baik saja. Selain itu, di sana sudah ada Tuan Albert. Hanya dengan kehadirannya bisa membuat semangat hidupnya meningkatkan 100 kali lipat. Jadi, kekhawatiranmu itu sangat tidak diperlukan."
"Kau sangat melebih-lebihkan dia."
"Hmph."
Aku mungkin memang berlebihan, tapi aku yakin itulah kenyataannya.
Tapi, aku mengerti kenapa Ignis begitu sangat khawatir.
Bila dibandingkan dengan keluarga yang lain, Ignislah yang paling memiliki hati. Sehingga, bila ada salah satu di antara kami sedang mengalami masalah, dia akan menjadi orang pertama yang mengkhawatirkannya. Sesungguhnya, dia anak yang baik.
Tapi, itu tidak menjelaskan kenapa dia ikut dengan tugasku.
Aku memandanginya, dan dia terus berkendara seperti tidak mempermasalahkan apapun.
Sigh, terserlah.
Pada akhirnya aku menyerah.
Tiba di istana Aeghistar, lapisan pertama. Kami berdua masuk melewati pintu gerbang yang sudah hancur dan bertemu dengan anggota kami yang lainnya.
"Selamat datang, kedua Tuan." ××
Orang-orang kami menyambut kedatangan kami, para servant dan Einherjar, semua berkumpul dan membentuk barisan.
"Apa itu Charybdis?"
Aku melihat Charybdis tapi dalam ukuran yang sangat kecil, dia sedang digendong(?) tidak, mungkin lebih tepatnya ditawan oleh Rin.
"Iya, Tuan."
"Begitu, ya. Bisakah kalian menuntun kami ke dalam istana? Semua orang harus berkumpul, termasuk juga dengan musuh."
"Siap!!" ××
Setelah mengidentifikasi Charybdis, kami langsung masuk ke istana.
Meskipun orang tidak dikenal memandangiku dengan adanya pertanyaan di kepalanya, aku tetap mengabaikannya.
Setelah itu, kami diantarakan ke ruang takhta-nya Nodens oleh wanita bernama Miura.
Singgasananya memiliki posisi yang lebih tinggi daripada audiens-nya. Dan lebih luas jika dibandingkan dengan ruang singgasana di kastil kami.
Tapi tidak perlu dibanding-bandingkan lagi karena tempat ini sudah menjadi milik kami.
Dan karena tempat ini sudah menjadi milik kami maka bangku takhta yang pernah diduduki oleh Nodens harus disingkirkan.
"Hei!"
Ignis terkejut ketika aku menendang bangku itu hingga hancur ketika menabrak dinding.
"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau menghancurkan bangkunya?"
"Bangku itu bekas orang lain, aku tidak mau Tuan Albert duduk di sana. Aku yakin, Tuan Albert juga ingin bangku itu disingkirkan."
"Tapi, kan..."
Ignis ingin mengatakan sesuatu, tapi mulutnya terhenti. Mungkin dia baru mengerti tindakanku sekarang.
Karena dia sudah mengerti, aku berpaling darinya dan menatap semua orang yang sudah berkumpul di depanku.
Semua bawahan Nodens, termasuk para pelayan istana dan haremnya, berkumpul di sini.
"Aku William, aku mengumpulkan kalian di sini untuk menyelesaikan tugas dari tuanku. Sekarang tempat ini sudah menjadi milik kami. Bagi kalian yang masih berpihak pada Nodens silahkan pergi, khususnya pelayan istana."
Suaraku bergema ke seluruh ruangan.
Tuan Albert tidak menyuruhku untuk membunuh maid istana ini, tapi kami juga tidak bisa membiarkan mereka tinggal di sini jika mereka masih memiliki keterikatan dengan Nodens.
"Apa kami tidak akan dibunuh?"
Salah seorang maid bertanya.
"Tidak ada artinya membunuh kalian."
"Kalau begitu, kami akan segera pergi dari sini."
"..."
Tanpa basa-basi, mereka angkat kaki dari istana ini. Tampaknya mereka lebih takut jika disuruh menetap di sini.
Yah, mereka tidak terlalu penting.
"Sekarang, untuk ke-lima jenderal istana. Putuskan sekarang, kalian ingin bersujud untuk Tuan Albert atau mati. Aku tidak akan membiarkan kalian hidup jika kalian tidak bersujud untuk Tuanku."
Kecuali Miura, semua jenderal tidak diijinkan hidup jika tidak ingin bersumpah setia kepada tuanku.
Mereka yang sedang diborgol maupun tidak, sudah sadarkan diri karena telah disembuhkan oleh Miura.
Aku tidak menghafal nama mereka, tapi mereka semua memasang raut wajah yang sangat tidak sopan. Itu membuatku agak kesal.
Kecuali pria yang aku tahu adalah kakak laki-laki Miura. Dia tampaknya masih bingung dengan keadannya sendiri.
"Meskipun tuan kami sudah mati, kami tidak akan tunduk oleh musuh!"
"O-hou, jadi kalian lebih memilih untuk mati?"
"Ya! Bunuh saja kami!!"
"Kufufu, itu membuatku lebih baik."
Mereka benar-benar setia seperti anjing yang lucu.
"Tunggu!!"
__ADS_1
Namun, seseorang di antara mereka terlihat tidak setuju dengan keputusan rekan-rekannya.
"Kamu siapa?"
"Aku Cthulhu! Aku akan bersujud untuk Tuan Albert."
"Oh, benarkah?"
"Iya! Aku berjanji akan setia kepadanya!"
Pria bernama Cthulhu justru tidak sejalan dengan pemikiran teman-temannya yang lain.
Dia adalah jenderal es, salah satu dari ke-tiga jenderal tinggi seperti jenderal api Cthugha dan jenderal badai Hastur. Tapi bukannya memilih mati, dia justru mengkhianati tuan serta teman-temannya.
Ah, aku baru ingat kalau dia adalah pria yang melarikan diri dari medan perang.
"Kufufu. Baiklah, aku menerima sumpahmu."
Sambil mengatakan itu, aku mengambil kendi dari inventaris. Setelah selesai, aku melihat dia tersenyum bahagia seolah-olah dirinya sudah diterima oleh kami.
Teman-teman meneriaki dirinya sebagai pengkhianatan, tapi dia sama sekali tidak peduli.
Aku tersenyum, kemudian membuka tutup kendi tersebut dan memasukkan Cthulhu ke dalamnya.
Cthulhu tersedot dan bentuknya berubah menjadi energy sebelum masuk ke dalam kendi ini.
Sebenarnya, ini adalah magic item untuk mengurung seseorang. Setelah masuk ke dalam magic item ini, dia tidak akan bisa keluar kecuali kendi ini hancur atau aku sendiri yang mengeluarkannya.
"Kufufu, keluarga kami tidak menerima seorang pengkhianat. Selain itu, tanpa harus disuruhpun semua orang memang harus bersujud kepada tuanku."
Buruknya aku karena telah memberikan harapan palsu untuknya.
"Sekarang, giliran kalian untuk masuk ke dalam sini juga. Kalian bisa berbicara satu sama lain di dalam kendi ini."
"Tunggu! Bukankah kau ingin membunuh kami?"
"Tolong jangan bunuh kakaku!"
"Aku bilang kalian harus mati, tapi bukan berarti harus sekarang. Aku akan menjadikan kalian tumbal ketika waktunya tiba."
"Apa! Dasar iblis!!"
"Ya. Ya. Ya. Kalian bisa berteriak di dalam sini."
Aku mengabaikan mereka yang sedang mengeluh dan memasukkan mereka ke dalam kendi secara bersamaan.
Tapi aku mengecualikan Hastur.
Dari awal dia hanya diam saja seperti orang idiot. Bahkan ketika aku ingin memasukkan dia ke dalam kendi ini, dia sama sekali tidak melawan.
Justru Miura lah yang menghalangiku, Miura berdiri di depan dia dan memohon agar aku tidak membunuhnya.
Yah, karena Miura adalah orang istimewa, maka aku akan mengecualikannya.
"Hmph. Sekarang giliran kalian, Pilar Surga. Sejak awal kalian tidak mengatakan apapun, apakah kalian sudah pasrah dimasukkan ke dalam kendi ini?"
Kecuali Nodens yang sudah mati, semua Pilar Surga hadir di sini. Mereka juga tidak terlalu banyak bertingkah sama seperti Hastur.
"Kalian juga menyuruh kami untuk menunduk?"
"Kau tidak bercanda, kan?"
"Sebagai ketua klan Taira, aku Aldra Taira, tidak bisa menundukkan kepalaku kepada orang lain."
Mereka semua dengan jelas menentangku.
Aku tidak menyangka kalau mereka masih memiliki sikap arogansi setelah kalah telak dari kami. Mereka kurang ajar!
"SIAPA BILANG AKU BERCANDA!? KALIAN JELAS-JELAS SUDAH KALAH, MAKA KALIAN HARUS MENURUTI APA YANG KAMI PERINTAH!!"
Ahh. Mereka membuatku kesal. Jika saja mereka menurut, aku tidak perlu sampai mengancam mereka seperti itu.
Tuan Carol di sana sama sekali tidak mengatakan apapun. Wajahnya bermasalah, dan seperti memiliki pertanyaan untukku.
Tapi karena hal itu, karena dia diam saja aku melakukan apapun yang ingin kulakukan. Bukankah "diam"-nya seseorang sering diartikan sebagai jawaban "iya"?
Oleh karena itu, dia pasti mengizinkanku berdiri dan berbicara di sini. Dia tidak akan mencegahku.
"Brengsek! Masing-masing dari kami ini adalah kepala keluarga atau ketua klan di wilayah kami sendiri! Jika kami semua menunduk kepada kalian, itu berarti seluruh wilayah di dunia khayangan ini akan menjadi wilayah kalian! Kami tidak bisa--
"BERISIK!! KALAU KALIAN TIDAK MAU MENUNDUK, SEJAK AWAL KALIAN SEHARUSNYA TIDAK IKUT KE DALAM PERANG INI! KALIAN HARUS SADAR KALAU KALIAN ITU SUDAH KALAH, ANJ*NG!!"
Amarahku mencuat ketika aku disebut "brengsek".
"William, kau tidak boleh menghancurkan istana ini."
Ignis berbicara di belakangku. Peringatannya itu membuatku sadar kembali setelah aku hampir saja kehilangan rasionalitasku.
Kalau saja Ignis tidak ada di sini, aku mungkin sudah mencabik-cabik mereka. Dan Tuan Albert pasti akan memarahiku.
"Dia vampire, kan? Tapi kenapa dia memiliki atribut suci?"
"Apakah bagian itu yang membuatmu kepikiran, Silva?"
Wanita dari Pilar Surga dan Tuan Carol sedang membicarakanku.
Atribut suci, ya...
Kenapa aku melupakan ini? Sebagai apostle Tuan Albert yang Agung, aku seharusnya menuntun mereka ke jalan yang benar dengan kebaikan.
"Ehem, maaf. Aku telah berlebihan."
"Huh?"
"Aku telah salah karena memaksa kalian, tapi tolong dengarkan aku. Sebagai malaikat, kalian seharusnya membantu tuanku memerangi raja iblis beserta pasukannya. Oleh karena itu, kesetiaan kalian sangat dibutuhkan. Jadilah penyembah tuanku dan bantu beliau memerangi raja iblis yang kejam."
Mari gunakan Raja Iblis sebagai alasan untuk menyatukan mereka.
Tapi, perubahan mendadak yang terjadi terhadap prilakuku membuat mereka semua terdiam. Aku tidak yakin apakah mereka yang bodoh itu sedang memikirkan ajakanku atau mereka tidak berpikir sama sekali.
Ini cukup menyebalkan. Tapi mari kita ajak mereka ke pihak kami supaya aku dapat pujian dari ayah. Maksudku, tuanku, Albert Testalia.
__ADS_1