
*Bayangkan suara bayi di kepala kalian. Karena suara bayi di dunia ini, sama dengan suara bayi di bumi.
Ah, sangat berisik. Tapi aku sangat bahagia mendengarnya.
Jika kalian bisa melihatku sekarang, kalian pasti menemukan ada air mata di mataku. Tapi aku tidak sedang menangis.
Ini agak memalukan, aku benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa. Yang bisa aku beritahukan hanya, aku sedang bahagia sekarang.
Baik, kesampingkan itu. Merlin akhirnya melahirkan anak kami.
Tidak, lebih tepatnya, "anak-anak kami". Karena Merlin melahirkan dua anak laki-laki.
"..."
Aku sangat terkejut dengan pemberitahuan itu karena aku tidak tahu kalau Merlin mengandung dua anak.
Dan mungkin kami bisa dibilang serakah karena meskipun kami sudah punya tiga anak yang masih kecil, tapi Merlin malah menambah dua lagi ke dalam daftarnya. Padahal di kantung Freya masih ada satu.
Yah, itu bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan, karena bagaimanapun, Merlinlah yang menginginkannya.
Berbeda dengan manusia, kita bisa mengatur jumlah anak sesuai kebutuhan.
Namun, mari kita abaikan jumlahnya dulu. Yang terpenting sekarang adalah salah satu anaknya memiliki rambut putih, meskipun agak samar karena itu masih sangat pendek dan halus.
Tapi, itu tampak berwarna putih.
Sedangkan yang lainnya memiliki rambut berwarna hitam. Warna yang sama dengan rambutku dan rambut Merlin. Jadi, yang ini tidak dipermasalahkan.
Tapi kenapa salah satunya memiliki rambut putih? Apakah aku menurunkan salah satu gen dari leluhurku? Tapi, bukankah warga asli Indonesia rambutnya berwarna hitam? Aku juga ingat kalau kami tidak memiliki orang tua yang berambut putih.
Ini menjadi pertanyaan besar untukku. Bagaimana cara menjelaskan ini, apakah ada seseorang yang tahu tentang hukum mendel?
Aku ingin sekali bertanya kepada Merlin kenapa kami memiliki anak berambut putih. Tapi sekarang dia sedang sibuk memanjakan bayi-bayinya, dan kondisi untuk bertanya tentang hal itu sama sekali tidak ada karena di sekelilingnya terdapat Freya, Lilia, Eliza, dan masih banyak lagi orang dari kastil ini yang menjenguknya.
Aku hanya bertanya-tanya, kenapa setelah melahirkan dua anak, dia sama sekali tidak terlihat lelah sedikitpun. Dia bahkan bisa memanjakan bayi-bayinya dengan sangat baik.
Tunggu, jangan terpesona oleh aura keibuannya, mari kembali ke topik masalahnya.
Bagaimana kalau ini tentang perselingkuhan? Tidak, sejak awal, memangnya ada penjelasan lain selain dari itu?
Atau, apakah pengetahuanku kurang di bidang biologi spiritual?
Agak aneh mempersamakan bidang biologi dengan dunia spiritual, tapi aku tidak memiliki istilah yang bagus tentang itu. Jadi, terserah kalian ingin menafsirkannya seperti apa.
Itu sangat tidak penting sekarang.
Hei, menurutmu, siapa orang yang berani bersetubuh dengan Merlin?
Jika berbicara tentang pria dengan rambut putih, kami punya banyak. Ada Julius, Diego, Luminous, dan William.
Tapi, memangnya mereka berani melawanku?
Tidak, aku salah. Sepertinya, semua orang menganggap aku tidak terlalu kuat. Jadi aku tidak memiliki kualifikasi untuk mengatakan hal seperti itu.
Mungkin saja, Merlin punya lelaki simpanan yang kami semua tidak ketahui?
Arghh!! Semua bayangan ini membuat aku gila! Bagaimana orang yang memiliki rasa kesetiaan paling tinggi terhadapku mengkhianatiku? Aku yakin, ada yang salah dengan caraku berpikir.
Aku pasti sudah terlalu lelah karena sejak kemarin aku belum beristirahat. Tapi, sungguh, semua pemikiran itu membuat aku depresi.
"Albert, ada apa? Mau mencoba menggendongnya?"
"Serahkan padaku, Bu."
"Mau gendong yang mana?"
"Kupikir dua-duanya tidak apa, mereka masih sangat kecil."
"Tunggu, bukan mereka yang kecil, tapi tubuhmu yang membesar, Albert."
"Apa?"
Disaat Lilia menyerahkan kedua anakku kepadaku, dia pun mengatakan informasi baru dan membuat aku tersadar.
Kalau tidak salah, aku sebelumnya pernah berbicara dengan William dan pada saat itu aku menyadari kalau ada yang berbeda dengannya. Ternyata itu adalah perbedaan tinggi kami yang hampir sama.
Dulu aku ini lebih pendek darinya, tapi sekarang tinggiku hampir sama dengannya, atau mungkin memang sama. Jadi pandanganku agak sedikit berbeda sekarang ketika melihat orang-orang yang kukenal baik.
Tapi aku tadi tidak sadar karena aku sibuk mengkhawatirkan Merlin.
Yah, aku senang bayi-bayinya lahir dengan sehat, dan sekarang aku lebih senang lagi karena aku bertambah tinggi.
"Albert, kamu sudah memutuskan nama untuk mereka?"
Freya bertanya padaku. Dia menjaga Merlin selama proses persalinannya berlangsung.
Ah, benar juga. Sebenarnya aku sudah menyimpan nama yang bagus. Tapi setelah mengatahui kalau ternyata yang keluar ada dua, kembar, aku jadi tidak yakin apakah itu nama yang bagus atau tidak untuk seorang anak kembar.
Merlin manatap mataku dengan antusias dari atas kasur. Tampaknya ibu ini sangat tidak sabar anak-anaknya diberikan nama. Padahal, itu justru memberikan tekanan padaku. Bagaimana kalau aku tidak bisa memenuhi ekspektasinya?
Lagian, kenapa kita tidak memikirkan hal ini bersama-sama? Jangan semuanya diserahkan padaku begitu saja, Sigh.
Yah, aku sudah terbiasa memberikan nama untuk orang-orang di sini, jadi pemberian nama dariku merupakan sebuah karunia bagi mereka.
Dan mereka tidak mau ikut campur dalam proses pemberian namanya.
"Siapa yang keluar pertama?"
Sebelum itu, aku harus bertanya siapa kakaknya. Kalau tentang hal ini, semua orang pasti sangat penasaran, kan?
"Yang berambut putih."
Hah? Anak yang memiliki rambut hitam sama sepertiku malah menjadi nomor dua?
Hei, kenapa kamu tidak keluar duluan, rambut hitam!?
"Baiklah, Aura dan Haki."
"Apa?"
__ADS_1
"Anak pertama bernama Aura, dan anak kedua bernama Haki."
"Tidak perlu diulang, aku sudah mendengarnya. Tapi bukan itu masalah. Kenapa kamu memberikan mereka nama seperti itu?"
Freya sangat terkejut mendengar nama mereka.
Jujur saja, sebenarnya aku juga masih mempertanyakan apakah itu nama yang bagus untuk mereka atau tidak, tapi...
"Hmm, mereka adalah anak-anakku (?), aku ingin mereka menjadi simbol untuk keluarga ini. Jika nama mereka digabungkan dengan nama Testalia, itu akan menjadi cocok."
Aura dan Haki, keduanya memiliki arti yang sama di sini untuk merujuk kepada energy. Jika digabungkan dengan Testalia, itu akan menjadi Aura Testalia, dan Haki Testalia.
Yah, kupikir itu cukup keren meskipun tidak lazim.
Aura adalah anak berambut putih, sedangkan Haki adalah anak berambut hitam. Mereka akan menjadi sangat serasi karena nama mereka memiliki arti yang sama.
"Aku menyukainya!"
"Ohh. Memang ini nama yang bagus, kan?"
"Apa? Kalian serius ingin memberikan nama itu untuk mereka?"
Merlin dan aku sudah setuju dengan namanya, tapi Freya masih keberatan.
Jika dilihat dari sisi kami, mungkin Freya terlalu ikut campur. Tapi jika dilihat secara umum, Freya sedang berusaha meyakinkan aku dan Merlin supaya tidak memberikan nama aneh itu untuk anak-anak kami.
Jika dipikirkan lagi, mungkin nama seperti itu memang sedikit beresiko.
Mereka pasti akan mendapatkan olokan dari teman-tamannya nanti.
Tapi pikirkan bagian itu.
Ketika mereka diolok-olok karena nama mereka aneh, mereka akan membalasnya dengan kekuatan.
Oh! Kupikir itu akan menjadi skema yang bagus untuk kehidupan mereka. Setiap kali ada orang yang mengolok-olok nama mereka, mereka akan membalasnya dengan pukulan.
Ohhhh! Itu sangat keren!!
«Dasar gila!»
«Kamu terlalu kasar.»
Bahkan Hydra melihat aku dengan tatapan sinis. Dia pasti membaca pikiranku lagi.
«Bagaimana kalau anak-anakmu tidaklah kuat sama sekali?»
«Normalnya, hal seperti itu tidak akan terjadi karena aku dan Merlin sebagai orang tua mereka tidak memiliki sikap pecundang. Tapi benar juga. Kalau mereka tidak ingin menjadi kuat dan malah memilih jalan yang berbeda dengan kami, itu akan menjadi gawat.»
Mungkin aku harus mempertimbangkan itu juga.
Aku membayangkan anak-anak ini lebih suka membuat kue daripada berburu, itu akan menjadi sangat manis.
Tunggu, itu tidak menjadi masalah.
Malahan, jika mereka memilih jalan tanpa adanya kekerasan, maka itu bagus, bukan? Mereka pasti akan memaklumi keanehan orang tuanya karena telah memberikan nama seperti itu kepada mereka.
Itu bagus karena mereka orang baik.
"Kupikir ini akan baik-baik saja. Lagipula, sejak awal memangnya nama itu terlalu jelek untuk disebutkan?"
"Uhh, ku-kurasa, tidak. Tapi tetap saja..."
"Kalau begitu, sudah diputuskan."
"Hei! Arghhh, keras kepala seperti biasa. Merlin, kamu yakin dengan nama mereka?"
Freya menyerah meyakinkanku dan sekarang mencoba mencari bantuan kepada Merlin. Tapi...
"Aku sangat suka nama itu. Aura dan Haki. Sangat keren, ku-fufu."
Dia lebih aneh daripada kami semua.
Yap, Freya tidak bisa berkata apa-apa lagi sekarang. Karena aku dan Merlin sudah setuju, maka dia sudah tidak bisa mencegahnya lagi.
Sangat menarik melihat wajahnya tercengang seperti itu.
"Ketika anakku sudah lahir, jangan berikan nama yang macam-macam seperti itu. Berikanlah nama yang normal saja."
Pada akhirnya dia hanya memberikan peringatan kepadaku.
Tenang saja Frey, aku mungkin sudah memikirkan nama yang cukup normal untuknya.
"Keluarga kalian sangat menarik. Aku selalu tertawa ketika berada di dekat kalian."
Lilia tanpa alasan yang jelas tertawa saat sedang menyaksikan kami. Mungkin pertikaian kami adalah adegan comedy untuknya.
"Hei, apa Eliza sudah kembali?"
Aku tidak melihatnya sejak tadi. Karena perangnya sudah selesai, dia seharusnya bisa kembali sekarang. Atau mungkin aku melewatkannya?
"Kurasa dia ada di depan. Dia awalnya ada bersama dengan kami, sambil memegang Nava, tapi setelah itu dia pergi entah kemana."
"Dia baru saja datang lalu pergi lagi?"
"Tidak. Dia sudah ada di sini sejak kemarin."
"Kemarin? Apa dia tidak mau menjaga Atla dan yang lainnya?"
"Apa yang kamu bicarakan, Albert? Karena di sini sudah aman, makanya dia pulang."
"(...) Maksudmu?"
"Eh?"
Sepertinya, ada kesalahpahaman di sini. Aku tidak bisa mengerti apa yang dikatakan oleh Freya.
"Dia sudah pulang sejak kemarin?"
"Tidak, lebih tepatnya, dia sudah pulang sejak seminggu yang lalu."
__ADS_1
"Apa?"
Ini adalah pertama kalinya aku mendengar hal tersebut. Seminggu yang lalu? Jadi, hari sudah berlalu berapa lama saat aku bertarung?
"Bisa kamu jelaskan, situasinya?"
Aku mengembalikan Aura dan Haki kepada Merlin dan Lilia, kemudian Freya menjelaskan keseluruhan peristiwanya.
Ketika aku bertarung di khayangan, waktu terasa tidak berjalan. Sebenarnya, langit di khayangan tidak pernah gelap, sehingga waktu tidak bisa ditentukan dengan kordinat matahari. Kau harus melihat jam jika ingin tahu waktu, atau kau harus menghitungnya sendiri bila ingin waktu lebih akurat.
Tapi waktu di sini dan di khayangan tidak ada bedanya.
Aku bertarung dengan Nodens mungkin sekitar 7-8 hari, atau mungkin lebih. Hydra dan aku tidak terlalu memikirkannya.
Itu hebat. Aku tidak sadar kalau aku sudah bertarung selama itu dengannya.
Yah, aku yakin, pemanfaatan energy secara berlebihan membuat tubuhku tidak pernah capek.
Karena biasanya aku jarang sekali menggunakannya, ini terasa lebih mengejutkan dan baru untukku.
Jika aku tidak mempertahankan kemanusiaanku, aku mungkin benar-benar sudah menjadi monster karena kemampuan tersebut.
Kemudian, laporan mengenai perang di Kerajaan Suci...
Ah, ini benar-benar sangat mencemaskan. Terdapat salah satu bawahan Raja Iblis telah membuat ulah di ibukota tersebut.
Meskipun, mereka sudah dibereskan oleh Leon, dan pertarungan mereka berakhir pada hari itu juga.
Aku bisa membayangkan kekuatan anak buah Raja Iblis itu karena Ignis harus menyuruh Leon untuk mengurusnya.
Sedangkan, ketiga putriku melanjutkan perjalanannya. Mereka aman karena tidak ada yang menargetkan mereka, itu kabar bagus.
Sejak awal, mereka memang tidak ditargetkan siapapun. Kami hanya terlalu khawatir.
"Mau aku panggilkan Eliza ke hadapanmu?"
"Tolong, ya."
"Aku mengerti."
Setelah laporan Freya berakhir, Freya kemudian pergi memanggil Eliza.
Perang di sini sudah selesai sejak lama, sehingga aku tidak perlu mengkhawatirkannya lagi. Aku mungkin hanya perlu menyaksikan rekaman peristiwanya nanti setelah beristirahat.
Aku juga perlu detailnya dari Ignis, tapi sekarang dia sedang pergi.
Ah, ternyata pekerjaanku masih banyak.
"Aku masuk."
"Gao!"
Beberapa menit kemudian, Freya datang bersama dengan Eliza dan Nava.
Aku langsung mengambil Nava karena aku merindukannya.
"Albert, dengar! Ternyata Eliza takut melihat persalinan seseorang."
"Sungguh?"
Freya tertawa ketika memberitahu hal tersebut. Sedangkan Eliza tersipu malu, wajahnya sangat merah. Dia tidak bisa berkata apa-apa.
Yah, semua orang punya masalahnya sendiri, kita bisa memaklumi hal itu.
"Ketika kamu pergi menemui mereka, apa kamu menemukan masalah?"
"Ku-Kurasa tidak ada yang perlu Anda khawatirkan, Tuan. Mereka sudah mandiri."
"Sudah kuduga."
"Tapi kadang-kadang mereka suka mengacau."
"Maksudmu?"
"Yah, terakhir kali, keluarga kerajaan dari salah satu negara di timur pernah mengajukan permohonan audensi dengan Tuan."
"Untuk apa?"
"Sepertinya salah satu keluarga mereka berani melecehkan Atla di depan umum."
"Hah!"
Terdengar sangat tidak mengenakan. Tapi, kenapa Eliza menyebutkan kalau mereka (Atla dan yang lainnya) yang mengacau?
"Tidak ada hal yang serius. Atla hanya bertemu dengan seberandalan kecil saja."
"Sungguh?"
"Ya."
Freya mengklarifikasi kesalahpahaman.
Kalau dia bilang seperti itu, maka aku tidak perlu mempermasalahkannya lagi.
Yah, sebenarnya aku sudah terlalu capek untuk membuat masalah yang lain. Lebih baik abaikan saja selama itu bukan hal yang serius.
"Gao!"
"Oh, bocah ini tampaknya penasaran dengan Aura dan Haki."
"Dia boleh mendekat ke sini."
"Hati-hati."
Kelihatannya Nava penasaran dengan kedua bayi itu. Meskipun kami khawatir mungkin saja Nava akan memakan kedua bayi tersebut, tapi kami masih memperbolehkan dia untuk memegangnya.
Ngomong-Ngomong, Aura dan Haki sudah bersih dan ditempatkan di tempat tidur.
Aku tidak tahu apakah kami mengganggu mereka atau tidak. Mereka dan ibunya kelihatan ingin istirahat, jadi setelah ini kami akan keluar.
__ADS_1
Sigh, hari ini sungguh melelahkan. Atau, aku harus menyebut itu, pekan yang melelahkan?