
Para vampire terprovokasi oleh kata-kata William dan memilih untuk melawan. Dalam situasi seperti ini, yang perlu kami lakukan adalah meladeni mereka. Karena dilihat dari kondisinya, aku tidak yakin mereka mau mendengarkan perkataanku dan berdamai begitu saja.
Aku bahkan disebut sebagai pembohong oleh mereka. Wilhelm, sebenarnya apa yang dia pikirkan tentangku.
"Yang Mulia, terimakasih karena sudah memberi kami kesempatan untuk menunjukkan kesetiaan kami."
"Eh?"
"Benar, aku juga merasa senang bisa melakukan pekerjaan untuk Anda."
"Pekerjaan?"
"Yang Mulia, saya akan memberi pelajaran kepada mereka, supaya para vampire ini mengerti keagungan Anda."
"Pela-- Ah, baiklah. Aku menyerahkan hal ini kepada kalian. Tangani mereka dengan benar, Polisi Naga!"
"..."
"Baik." ×3
Javier, Batros, dan Eleanor mengucapkan hal-hal yang tidak perlu. Sementara Hibiya seperti ingin mengatakan sesuatu namun tidak sempat, maaf karena tidak memberimu kesempatan.
Setelah mereka mengucapkan omong kosong, mereka langsung menggunakan skill [Dragon Skin] untuk melindungi tubuh mereka dari bahaya pertarungan dan meningkatkan pertahanan.
Mau dilihat berapa kalipun, aku masih merasa takjub dengan kemampuan tersebut. Menyebut perlengkapan itu sebagai Bio-zirah mungkin lebih bagus karena mereka seperti terlapisi oleh material logam padahal itu organik.
Lebih mengagumkannya lagi, kemampuan ini melapisi tubuh wanita pada bagian-bagian tertentu dengan plat, tetapi tidak pada bagian persendian untuk bisa leluasa bergerak. Jadi aku dapat melihat pinggul dan beberapa bagian tubuh Eleanor yang hanya tertutupi oleh semacam bahan tipis berwarna hitam. Dan terakhir, tanduk eksotis dan rambut panjangnya dibiarkan tertampil.
Tunggu, Eleanor adalah satu-satunya wanita di sini, seharusnya aku juga mengajak Carla supaya dia tidak berpikiran aneh, kan? Dia mungkin sedang merasa tidak nyaman sekarang.
"Hmph, aku tahu kalian hanya bisa mengandalkan Golem dan para naga. Tempat ini sudah terisolasi, kalian tidak akan bisa mensummon Golem dan memanggil kawanan naga kalian ke sini."
"Kami hanya perlu mengalahkan keempat naga ini, setelah itu kalian tidak akan memiliki penjaga lagi."
Dua orang di pihak musuh telah menyimpulkan rencana. Kalau kami sudah tidak memiliki penjaga, lalu apa? Mereka terlihat sudah merencanakan penyerangan ini sejak lama dan tampak terburu-buru juga.
"Hei, naga-naga ini memiliki penampilan yang menjanjikan. Tuan Albert, pekerjaan yang Anda maksud, apakah itu membantu para pengawal Anda melawan para vampire ini..."
"Kamu memikirkan banyak hal, Zen. Sayangnya, aku mengajak kamu ke sini bukan untuk itu. Serahkan saja para vampire kepada penjagaku, mereka dapat dipercaya. (Yah, kalau kalahpun, Ignis atau William akan mengambil alih.)"
Zen terlihat menyukai penampilan para naga, dia cukup antusias. Aku merasa bangga hanya dengan melihat reaksi Zen itu.
\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=
(Ini adalah kesempatan bagus untuk mendapatkan perhatian dari Tuan Ignis dan Yang Mulia.) —Batros memiliki gagasan ini di kepalanya dan langsung berjalan ke depan untuk mendahului yang lain.
"Batros, jangan maju terburu-buru. Kita harus membuat rencana dan membagi jumlah musuh yang kita lawan karena jumlah kita tidak seimbang."
Dari samping, Javier mencegah Batros agar tidak menyerang secara sembarangan.
"Huh, kalau begitu, serahkan vampire bernama Wilhelm kepadaku. Aku akan menyerang penguasa bangsa vampire ini sendirian."
Jumlah tidak penting, yang penting mendapatkan kepala dari pemimpin musuh. —Semua orang termasuk Batros memikirkan hal ini.
"Terserah kau saja. Aku menyarankan untuk berhati-hati melawannya, dia adalah orang paling berbahaya di antara mereka."
"Tidak perlu diingatkan, aku juga sudah tahu!"
Setelah diperingati Javier, Batros maju sendirian ke arah musuh. Melesat dengan cepat untuk mengincar Wilhelm.
"Orang ini... Hibiya, kamu urus dua vampire termuda, aku dan Eleanor akan melawan penatua vampire."
"Aku mengerti."
"Ya."
Javier melakukan pengarahan singkat dan kemudian mereka bertiga maju, mengikuti Batros dari belakang.
"Cih, kita memang sudah mendapatkan informasi naga dari Roy, tapi jangan sampai lengah. Kalian semua berpencar dan urus lawan kalian masing-masing."
"Dimengerti." ×4
Para vampire berpencar untuk mendapatkan ruang bertarungnya masing-masing. Cara bertarung vampire tidak umum dan mereka sudah terbiasa berburu sendiri-sendiri. Berpencar dan melawan musuh sendirian merupakan cara terbaik untuk vampire peringkat tinggi.
__ADS_1
"Terima ini, [Dragon Punch]!!"
Mendekati Wilhelm, Batros menuju dengan kecepatan tinggi sambil mengarahkan pukulannya.
"Jangan meremehkan vampire, kadal aneh. [Blood Magic: Red Barrier]"
Ketika Batros sudah di depan mata Wilhelm, Wilhelm menggunakan sihirnya yang berupa penghalang dari darah. Kemudian Batros memukul penghalang itu karena berada di jalur terbangnya, namun penghalang darah itu begitu elastis. Pukulan dan tubuh Batros tidak bisa menembusnya, dan sebaliknya setelah Batros memukul penghalang hingga melengkung, dia langsung terkunci di sana dan penghalang darah menyelimuti tubuh Batros dengan cepat.
"[Blood Manipulation], sihir ini dapat membuat vampire mengendalikan darah pengorbanannya sesuka hati. Dan lagi, darah itu bukanlah darah biasa karena Sihir Darah dapat meningkatkan ketahanannya. Kau tidak akan bisa keluar dengan mudah, kadal aneh. Sekarang matilah, [Execute]!!"
Darah yang menggumpal, menutupi seluruh tubuh Batros seperti kepompong, sudah membuat Batros tidak bisa bergerak. Lalu Wilhelm menggunakan skill terakhirnya, sejumlah pedang darah mengelilingi kepompong dan menusuknya secara bersamaan. Dapat terlihat kalau pedang-pedang itu menancap pada seluruh bagian kepompong.
"Ugh, Batros terlalu ceroboh."
Albert mengeluh melihat kondisi Batros.
***
Di sisi lain.
"Atas nama Yang Mulia Albert, aku sebagai anggota elite kepolisian peringkat ke dua, Javier, akan melawan Anda atas ketidakpatuhan Anda terhadap beliau. Sebutkan namamu?"
"Hm? Pengenalan, ya. Tidak buruk juga. Aku salah satu Vampire Agung Tua, Doroma vlad Tghata."
Masing-masing pihak memperkenalkan diri dan bersiap untuk menghadapi pertarungan.
Javier mulai mengeluarkan sebilah pedang berwarna putih dari sarungnya, itu adalah senjata buatan Marlof, hadiah untuk keempat belas member elite. Sejak awal datang ke Kekaisaran, seluruh anggota ini sudah membawa senjata mereka masing-masing di tubuh mereka.
Melihat Javier menggunakan senjata, Doroma juga melafal mantra [Blood Magic: Scarlet Sword] untuk pertahanannya sendiri.
Pedang darah berwarna merah lembayung dengan pedang putih membeku, keduanya memiliki sifat kristal.
Tinggal melihat kemampuan berpedang masing-masing, semua ditentukan dengan keterampilan.
"Aku memiliki sebuah saran, tapi ini tergantung apa kau memiliki skill atau tidak."
"Katakan."
"Aku ingin menyelesaikan pertarungan ini secepatnya, oleh karena itu aku akan menggunakan skill tertinggiku kepadamu. Bagaimana denganmu, apakah kau memiliki skill yang bagus dalam ilmu berpedang?"
"Tidak. Hanya, aku sudah melatih teknik ini selama ratusan tahun dan sudah digunakan untuk membunuh banyak sekali Petualang. Tapi sejauh ini aku masih belum bertemu dengan lawan sederajat, jadi aku ingin menguji teknik ini denganmu bila kau juga memiliki teknik yang bagus."
"..."
Setelah mendengar alasan Doroma, Javier ikut terpengaruh dan ingin menyetujui saran adu teknik tersebut. Itu adalah kesempatan yang jarang sekali terjadi untuk melihat sudah sejauh mana potensi Javier dalam ilmu berpedang.
Di lapangan, Javier dan beberapa naga yang ingin berlatih ilmu berpedang, mendapatkan arahan teknik dan jurus dari Odimus. Selama kau memegang pedang, Odimus bisa memberikan beberapa saran tentang teknik dan jurus ilmu berpedang.
Setelah lama berlatih dengan Odimus dan yang lainnya, Javier mendapatkan pengalaman yang cukup untuk membuat tekniknya sendiri dan mengasah keterampilannya tanpa perlu arahan Odimus. Javier adalah jenius di antara para naga tentang teknik berpedang. Julukan itu ada bukan hanya karena Javier terampil dalam berpedang tetapi karena dia sudah menciptakan satu teknik yang sangat membanggakan bagi para naga.
Dalam kesempatan kali ini, Javier tidak perlu menahan diri karena lawannya bukanlah rekan.
"Itu saran yang bagus, aku menerimanya."
"Bagaimana dengan teknikmu, apa kau memilikinya? Ini akan percuma jika kau tidak memiliki seni berpedang."
"Tenang saja, biarpun terlihat begini, aku sebenarnya sangat ahli dalam bidang berpedang di antara para naga. Dan aku juga sering disebut sebagai jenius."
"Hou, itu bagus. Semoga saja kau tidak mengecewakan. Maka kita mulai."
Menyelesaikan diskusi, Doroma dan Javier mulai mengambil posisinya masing-masing. Doroma memegang pedang merahnya dengan kedua tangan lalu diarahkan untuk memotong secara horizontal. Sedangkan Javier mengarahkan pedangnya ke depan, memegang pedang itu dengan kedua tangannya dan memfokuskan semua indra ke sana.
"[Lunar Eclipse Stream... Blood transverse]!!"
"[Dragon... Slaughter]!!"
Seperti ilusi, kedua teknik mewujudkan penampakan energinya masing-masing. Doroma seperti memiliki bayangan gerhana bulan merah di belakang kehadirannya, ketika dia melancarkan serangan dengan tebasan horizontal, sebuah garis scarlet terbentuk di sekitarnya, membesar dan mengarah ke Javier.
Sementara energi Javier membentuk bayangan naga berukuran besar dengan kuku-kuku yang tajam, mengarah ke Doroma ketika Javier mulai mengayunkan pedangnya dari atas.
*BOOM*
Kedua pedang mereka bentrok. Menciptakan ledakan dan gelombang dahsyat ke seluruh aula, membuat seluruh tempat bergetar.
__ADS_1
"Tuan Albert..."
"Jangan menghalangi! Kedua teknik berpedang mereka sangat menakjubkan!!"
Ketika gelombang menyapu seluruh ruangan, William memasang penghalang supaya Albert tidak terkena dampaknya.
Dalam seni berpedang, Albert tidak terlalu baik. Namun dia masih mengasah kemampuan teknik tinjunya sebagai kelas Brawler. Bersama Alfred, dia berlatih di bawah bimbingan mertua.
Sementara itu, seluruh orang di aula berhenti dari pertarungan untuk melihat, siapa di antara Doroma dan Javier yang masih bertahan dalam kekacauan tersebut.
Asap ledakan menghalangi penglihatan semua orang. Penerangan di aula ini sangat sedikit, tempatnya seperti di bawah tanah.
Setelah hembusan angin mengelilingi aula dan membersihkan debu, Doroma dan Javier mulai terlihat. Posisi mereka saling membelakangi, orang pertama yang bergerak adalah Doroma. Dia membuat ayunan penyelesaian lalu memasukkan pedangnya ke sarung di pinggangnya. Sedangkan Javier masih terlihat diam membeku dengan pedang yang sudah mengarah ke bawah.
*Krak*
Pada bilah pedang Javier, muncul retakan secara tiba-tiba. Lalu secara bersamaan, sisi kedua lengan Javier tergores cukup dalam dengan darah yang mengucur keluar, terjadi bersama retakan di pedang. Tidak lama, garis mulut di helm Javier mengeluarkan darah, dan dia terbatuk sebelum jatuh ke tanah.
Itu Ended Game untuk Javier. Pemenang dari adu teknik berpedang itu adalah Doroma.
"Untuk sebuah teknik, itu cukup bagus. Mungkin jika kau mengasah kemampuan itu selama seratus tahun lagi, kau dapat mengalahkanku-- uhuk... Huh!?"
Doroma mengevaluasi teknik Javier, namun di akhir dia mendapatkan rasa sakit di dadanya.
(Tekniknya masih dangkal dan tidak cukup tajam, tapi energi yang dia gunakan tidak main-main. Itu membuat tekanan untuk tubuhku.) —Pemikiran Doroma mengenai kondisinya setelah menahan serangan Javier.
"Sayang sekali dia tetap kalah padahal sudah menggunakan teknik buatan kebanggaannya sendiri."
"Ya. Tapi ini bisa dijadikan sebagai pengalaman baginya untuk menerobos tingkatkan yang lebih tinggi lagi."
"Pengalaman, ya."
Albert menyimak perkataan Ignis baik-baik. Selama ini Albert berlatih hanya bersama Alfred dan Carol, dia belum pernah mengalami pertarungan sungguhan melawan musuh yang setara. Karena kalimat Ignis tersebut, Albert sedikit tertarik untuk mencari lawan kuat dan mulai termotivasi dengan perkelahian.
"Ini adalah akhir untuk kalian para naga. Sadarlah dengan perbedaan kekuatan ini dan menyerah saja."
Wilhelm menuntut pengawal kami untuk menyerah. Dari gumpalan darah sihirnya, Wilhelm menjatuhkan Batros ke tanah dengan tubuh yang tertusuk oleh sejumlah pedang.
"Batros dan Javier mendapatkan lawan yang buruk, ditambah lagi perbedaan dalam pengalaman mereka terlalu jauh. Tuan Albert, bagaimana ini?"
"Kamu bertanya padaku? Bagaimana dengan yang lain. Mereka pernah mengeluh padaku karena tidak mendapatkan tugas, sekarang mereka sudah mendapatkannya dan ini merupakan kesempatan bagus bagi mereka berkembang. Menurutmu, apa yang harus kita lakukan pada mereka, Ignis? Memberi perintah untuk mundur atau membiarkan mereka melanjutkan pertarungan?"
Walaupun Batros dan Javier terlihat sudah tidak berdaya, namun Eleanor dan Hibiya masih berdiri menghadapi lawan mereka. Albert melihat ini dan merasa tidak yakin untuk menarik atau menghentikan mereka dari pertarungan.
Pukulan Batros tidak pernah meleset dan selalu mengenai target sampai hancur, namun dalam kasus kali ini, dia bahkan belum menyentuh lawannya sama sekali, tetapi sudah tumbang duluan. Dia adalah naga bersemangat yang selalu berpikir kalau tinjunya bisa mengatasi masalah apapun. Hanya saja lawannya kali ini sangat tidak cocok untuknya.
Jika saja Batros tidak lalai dan memiliki rencana sebelum bertarung, dia pasti tidak akan terjatuh ke dalam situasi seperti itu. —Semua orang memiliki pemikiran ini di kepala mereka.
Sedangkan Javier, dia hanya kalah karena perbedaan tingkat keterampilan. Ada kesempatan untuknya berkembang jika meneruskan pertarungan ini.
"Aku mengerti. Kalau begitu, kita biarkan mereka melanjutkan pertarungan."
"Begitukah? Maka William bisa mengatur mereka."
"Ya."
Ignis memutuskan untuk tidak menghentikan pertarungan mereka. Kemudian Albert menyuruh William untuk membantu Batros dan Javier.
"[Recovery]"
William mengeluarkan tongkat sihirnya dan mulai melakukan penyembuhan menggunakan skill tingkat tinggi terhadap Batros dan Javier.
"Cih, tidak akan kubiarkan."
Namun pada saat yang sama, Wilhelm dan Doroma menyadari skill tersebut dan tidak ingin membiarkan William menyembuhkan Batros dan Javier. Mereka berdua dengan cepat bergerak untuk membunuh Batros dan Javier selagi keduanya masih berbaring di lantai.
"Kufufu, semangat sekali kalian. Double [Small Protector]."
William merapal mantra kedua. Dia membuat kubah pelindung untuk Batros dan Javier, pelindung itu mencegah Doroma dan Wilhelm melakukan serangan.
"Musuh memiliki sihir pendukung? Dalam pertarungan jangka panjang, kita pasti akan dirugikan."
"Kau benar. Selama vampire aneh (William) itu masih ada, sulit untuk memenangkan pertarungan."
__ADS_1
"Kalau begitu..."
Wilhelm dan Doroma memancarkan haus darah ke arah William.