
"William, mereka marah karena kamu menyembuhkan Batros dan Javier!"
"Haha, itu sangat lucu. Aku tidak akan membiarkan mereka mendekati Anda. [Infinity Prison]!"
William mengeluarkan mantra ketiga, itu adalah sihir untuk membatasi gerak lawan.
Semacam film tipis membentuk bidang persegi dan mengurung keempat naga beserta lawan mereka. Masing-masing area pertarungan dibatasi oleh William.
"Apa ini!?"
"Sebuah sihir. Sulit untuk menghancurkan sihir ini."
"Tidak mungkin. Biar kucoba dengan sihirku. [Blood Bullet] - Tembak!"
Doroma menyelidiki dinding tipis itu dengan cara menyentuhnya. Sedangkan Wilhelm mencoba untuk menghancurkannya dengan sihir-sihir proyektil.
*shut**shut**shut*
*DING**DING**DING**DING*
Wilhelm melancarkan serangan tersebut ke arah dinding dari sejumlah lingkaran sihir yang terbentuk di belakangnya, sampai membuat keributan karena ledakan sejumlah peluru tersebut, namun sebanyak apapun dia menyerang penghalang tipis tembus pandang itu, itu tidak mengalami kerusakan sedikitpun, bahkan untuk membuat satu goresanpun tidak bisa.
"Cih, mustahil! Ini mustahil!!"
Wilhelm marah karena terkurung di dalam penjara sihir milik William.
"Kufufu, aku berjanji akan menghilangkan kurungan itu bila kalian menyelesaikan pertarungan dengan pengawal kami. Tapi sebaliknya, jika kalian tidak bisa mengalahkan mereka, kalian akan terkurung selamanya di penjara tak tertembus milikku ini."
"Jangan bercanda! Untuk apa kami melanjutkan pertarungan kalau lawan kami sejak awal tidak bisa menghadapi kami!?"
"Itu untuk kebaikan kalian semua. POKOKNYA JANGAN MENGELUH DAN LANJUTKAN PERTARUNGANNYA SAMPAI AKU MENYATAKAN KALIAN MENANG! Jadi... Berjuanglah."
"Kghh... Sial!!"
Wilhelm dan vampire lain terlihat putus asa dengan ancaman William.
Apakah ini baik untuk dilakukan? —Albert bertanya-tanya tentang perlakuan pihaknya terhadap para vampire.
***
**
*
Sementara itu, setelah Eleanor dan musuh vampirenya, Tydore, menyelesaikan perkenalan dan melakukan pemanasan dengan pertarungan ringan, mereka memutuskan untuk bertarung dengan serius ketika William mengurung mereka dan menyatakan untuk melanjutkan pertarungan.
"Kau tangguh juga, wanita."
"Ada masalah kalau aku wanita? Kau tidak akan bisa melukaiku hanya dengan kemampuan rendahmu itu."
"Hmph, sungguh angkuh. Baiklah, aku akan kabulkan permintaanmu dan membunuhmu. Jangan salahkan aku, naga wanita."
"...?"
Selesai berbicara, Tydore menggumamkan sesuatu yang kata-katanya tidak dapat dimengerti Eleanor. Namun, Eleanor mengerti kalau Tydore sedang melafal mantra karena tongkat sihirnya diarahkan ke Eleanor.
"[Summons Spirit: Aqua]!"
Eleanor mengikuti nalurinya untuk meningkatkan pertahanan sebelum lawannya menyelesaikan mantra. Dia melakukan sihir pemanggilan roh air.
Roh air itu menyerupai peri berukuran kecil dengan sepasang sayap capung. Setelah terpanggil, dia mengelilingi Eleanor seperti dia sangat merindukan Eleanor sambil menjatuhkan debu peri.
Pemanggilan roh. Di antara para naga, hanya Eleanor yang memiliki skill tersebut. Dengan kemampuan uniknya ini, dia bisa berada di posisi keempat Tim Elite Kepolisian dan diberi tongkat sihir atau biasa disebut "Wand". Sedangkan kemampuannya juga sangat bagus karena roh air yang dia panggil, Aqua, adalah roh kelas [Geater-Rank].
"Dengan kehendakku, dengarkan ucapanku dan ikuti arahanku... Datanglah ke dunia, jiwa-jiwa penuh rasa dendam, [Summons Undead]!!"
Menyelesaikan mantra, Tydore memanggil pasukan mayat hidup, mereka keluar dari bayangan hitam besar di tanah hasil skill pemanggilannya. Jumlahnya terus bertambah banyak dan semua zombie ini berjalan, mengarah ke Eleanor dengan aura kematian.
"Ughh, i-ini..."
Eleanor sempat berpikir kalau lawannya kali ini sangat buruk untuknya karena atribut Iblis lebih unggul daripada atribut roh, itu membuat Eleanor cemas.
Jumlah lawan bukanlah masalah, namun jika Eleanor dan roh airnya terkena energi negatif dari banyaknya Undead tersebut, dia pasti akan kalah.
"Aqua, bantu aku membasmi musuh menjijikkan ini, [Spirit Magic: Tidal Waves]!!"
__ADS_1
"Tidak akan kubiarkan."
Gelombang air besar tercipta dari kedua sisi Eleanor dan menyerang sejumlah Undead yang berjalan ke arahnya, namun gelombang air itu disingkirkan oleh Tydore dengan skillnya untuk membelah dan membiarkan gelombang air melewati Undead tanpa menyentuhnya. Itu menghilang setelah amukan ombaknya membentur dinding penjara William.
(Kghh, vampire ini... Masih bisakah aku mengandalkan tubuh asliku untuk melawannya dan memusnahkan seluruh Undead ini? Tapi bagaimana jika dia masih memiliki skill lain untuk melawanku?) —Eleanor frustasi setelah sihir airnya bisa dihilangkan begitu saja oleh Tydore.
"Hm! - Hm!"
"Huh? Ada apa, Aqua?"
Roh air Aqua seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Eleanor, dengan cara meragakan beberapa gerakan aneh.
"Hmmm!!"
"Eh!?"
Kemudian, mungkin roh air itu tampak kesal karena mereka berdua sudah tidak punya waktu lagi untuk kebingungan, roh air Aqua mulai merapal mantra aneh yang tidak diketahui Eleanor. Lalu tubuh Eleanor seperti terselimuti oleh sejumlah energi dan atribut air keunggulan dari rohnya, itu menyelimuti armor Eleanor.
"I-ini juga..."
Tidak sampai sana, tongkat sihirnya berubah menjadi lembing biru yang mengkerucut pada ujungnya hasil manifestasi energi Aqua, itu melayang di hadapan Eleanor.
"Hum! Hum!"
"B-Baiklah, aku mengerti."
Aqua seperti ingin mengatakan "Semangat kalahkan musuhmu, Eleanor!", dan membuat Eleanor termotivasi.
"Huh, kau tampaknya memiliki kemampuan bagus lagi selain perubahan sebelumnya."
Melihat Eleanor mengenakan perlengkapan roh telah membuat Tydore kagum. Perlengkapan roh air yang bergabung dengan skill [Dragon Skin] merubah penampilan Eleanor seperti dia telah level-up. Rambut menjadi liquid biru dan jubah air juga terbentuk di punggungnya.
"Tidak ada keraguan lagi, aku akan maju. Hyahh!!"
Eleanor maju ke segerombolan Undead dan membantai mereka satu persatu dengan lembingnya. Dia bergerak sangat leluasa dan melihat dunia seperti waktu telah diperlambat karena telah mengalami peningkatan perspektif.
"Hebat, sangat hebat! Semua terlihat bergerak lambat!" —Eleanor terpesona. Hanya dengan satu tebasan atau tusukan, dia bisa mengalahkan tujuh sampai sepuluh musuh karena setiap tebasan melepaskan energi tajam untuk memotong ataupun menghancurkan musuh.
"Aku sudah menduga kalau pasukan Undead ini tidak akan terlalu berguna melawan naga. Kalau begitu, bagaimana dengan yang ini, kekuatan seratus mayat, [Transform - Golem Undead]!"
"Ugh, apa itu, menjijikkan."
"Haha, mari kita lihat sampai mana kau bisa bertahan, wanita! Serang dia, Golem!"
Tydore tidak membiarkan Eleanor menghabisi seluruh pasukan Undeadnya, Golem Undead buatannya kemudian mengarahkan tinjunya ke Eleanor.
"Sial, [Dragon Attack]!"
*BOOM*
Dalam lajur tinju musuhnya, Eleanor mengadu kekuatannya dengan serangan Golem Undead tersebut. Sihir elemen air memanifestasikan naga biru kemudian menyerang tinju besar golem. Alhasil, kedua energi membentur dan menciptakan ledakan besar.
Di kasus ledakan kali ini, efek gelombang ledakan dinetralisir oleh penjara William. Yang seharusnya ledakan besar itu dapat membuat seluruh aula bergetar seperti ledakan pertama dari pertarungan antara Doroma dan Javier, tetapi berkat penjara William, itu tidak terjadi.
Semua juga tampak seperti itu. Mereka bisa bebas melancarkan serangan tanpa peduli serangan mereka menghancurkan bangunan di sekitar.
"Aku suka anak ini."
"Hm? Kamu jatuh cinta dengan Eleanor?"
"B-Bukan, Tuan Albert. Maksudku, si Eleanor ini adalah satu-satunya naga yang bisa membuat kontrak dengan makhluk spiritual selain Luminous. Jadi, aku sedikit bangga dengannya. Ah bukan, tidak hanya Eleanor, tetapi seluruh anggota elite lainnya juga."
"Begitu ya. Memang, senang rasanya melihat murid atau bawahanmu mengalami peningkatan."
"Iya, Tuan."
Dari sisi penonton, Albert duduk di singgasana yang telah dibawa oleh Luminous dari kastil dan menikmati pertumbuhan para naga bersama Ignis, William, Luminous, dan Zen.
"Sayangnya, Eleanor tidak bisa menang melawan Golem Undead itu."
"Ya, Tydore adalah seorang Necromancer, dia sudah menyiapkan pasukan Undeadnya jauh sebelum pertarungan ini dimulai. Itu buruk bagi Eleanor karena tidak memiliki cadangan energi tambahan lagi, bahkan rohnya juga sudah kewalahan."
Luminous dan Zen ikut berkomentar. Seorang Necromancer selalu menciptakan mayat hidup di sub-dimensinya. Dengan kata lain, energi pada Undead menambah kekuatan tempur Tydore dan Tydore juga masih memiliki cadangan energinya sendiri untuk urusan diri sendiri. Itu seperti Tydore memiliki cadangan energi eksternal yang berlipat ganda setelah dia mengakumulasi undeadnya cukup lama.
"William, lindungi naga yang sudah tidak bisa mengikuti pertarungan."
__ADS_1
"Baik, Tuan Albert."
***
**
*
Di sisi lain. Hibiya bertarung melawan vampire Claude dan Kyle.
Hibiya merupakan naga dengan status kelincahan tinggi. Dia bisa mengimbangi dua vampire karena senjata barunya, yaitu sepasang ninjato yang selalu ditempatkan di punggungnya.
Itu adalah kebiasaan bagi orang-orang ninja di komunitas. Semua berawal dari naga yang bergaul dengan bawahan Niks, yaitu Matsu, Michiru, Kenshin, Nao, dan Kiriyama. Kelima ninja ini tidak bekerja setiap hari, dan mengisi waktu libur dengan mengajar naga-naga yang ingin mengikuti jalan ninja mereka. Dengan catatan, Niks sebagai dewa ninja di komunitas tidak pernah diketahui penampilannya, bahkan keberadaannya pun selalu dirahasiakan.
Sementara itu, Claude dan Kyle sudah menggunakan wujud "Vampire Penyedot Darah", itu membuat mereka dapat melakukan pertarungan jarak dekat namun kesadaran mereka akan terganggu untuk sementara, dan yang ada di kepala mereka hanya keinginan untuk mengalahkan musuh. Kemampuan yang dapat meningkatkan ketangkasan dan daya serang namun dapat menghilangkan rasionalitasnya, mirip seperti berserker. William juga memiliki kemampuan ini.
Walaupun begitu, kemampuan fisik mereka ditingkatkan dan menjadi ancaman bagi Hibiya karena tubuh mereka akan selalu beregenerasi. Kemampuan ini juga dapat meningkatkan vitalitas vampire ke tingkat maksimal, hanya dengan bertarung dengan mereka sampai energi mereka habis sepenuhnya, lawan baru bisa membunuh mereka.
Kemampuan ini ditandai dengan perubahan pada penampilan vampirenya, mereka yang menggunakannya akan memiliki pupil berwarna merah darah, kuku-kuku mereka akan memanjang dan menjadi tajam untuk mencabik mangsanya, otot-otot akan mengencang untuk meningkatkan kekuatan fisik, taring memanjang untuk menghisap energi kehidupan lawan, dan tubuh mereka akan terselimuti oleh energi kematian.
"Selama fase "Vampire Penghisap Darah" Ini berlangsung, mereka akan menjadi gila dan sangat berbahaya. Satu-satunya cara untuk membunuh vampire dalam kondisi seperti itu hanyalah dengan menggunakan serangan yang sangat kuat sampai mereka tidak bisa meregenerasi tubuh mereka kembali."
"Serangan yang sangat kuat...?"
"Hibiya tidak memiliki serangan semacam itu."
"Kalau begitu, dia hanya akan bertarung selamanya sampai salah satu di antara mereka kehabisan Mana."
"Eh, lagi-lagi ketidakcocokan penempatan lawan."
"Tidak, Tuan Albert. Dalam kondisi seperti itu, bahkan pengawal yang lain juga tidak akan bisa mengatasinya."
"Benar, sejak awal para pengawal kita memang tidak memiliki kesempatan untuk menang melawan vampire yang sudah hidup lama seperti mereka."
William dan Ignis sudah menduganya. Albert mungkin tidak setuju dengan pendapat mereka namun mereka berdua memiliki pengalaman bertarung dan bisa melihat kemampuan seseorang dalam sekilas pandangan. Jadi, semua sudah diperkirakan oleh William dan Ignis. Tapi...
(Kalau aku memberi skill kepada para pengawal atau memulihkan Mana mereka, jalan pertarungan pasti akan menyimpang.) —Albert memiliki ide yang cukup menarik di benaknya, sampai membuatnya tersenyum sendiri.
Pada saat itu juga, Zen menilai kalau Albert bukanlah pria baik, melihat pertarungan para pengawal dan bahkan musuhnya dibuat seperti permainan olehnya.
(Ini sangat mengerikan.) —Pikir Zendetta. Dia tidak bisa mempercayai Albert begitu saja.
Namun pada kenyataannya, Albert, William, dan Ignis memiliki pemikiran tersendiri dan tidak melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu tanpa maksud atau tujuan.
Jika pertarungan langsung bisa membuat para naga berkembang, maka itu akan menjadi kesempatan bagus untuk mengembangkan mereka.
"Hei, ini sudah berakhir. Mau sampai kapan kalian akan mengurung kami?"
Setelah semua, para pengawal kalah namun tidak mati karena diselamatkan oleh William. Yang tersisa hanya sekelompok vampire kelelahan.
"Bagaimana, Tuan Albert?"
"Kupikir kita sudahi saja pertarungannya, ini sudah petang tapi kita belum menyelesaikan apapun, orang di kastil pasti menunggu kita pulang."
"Baiklah."
Albert menjawab pertanyaan William, kemudian William menyingkirkan sihirnya namun menggunakan sihir lain untuk mengikat para vampire menggunakan rantai hitam.
"Huh?" ×5
Kelima vampire diikat dengan rantai dan ditarik ke hadapan Albert.
"Apa ini, aku tidak bisa mengeluarkan kekuatanku!"
"Aku juga!"
Beberapa vampire cemas karena tidak berdaya setelah terikat rantai.
"Percuma saja melawan. Rantai itu tidak hanya untuk mengikat kalian, tetapi juga untuk mengekang kekuatan kalian. Dewa bahkan tidak akan bisa lepas dari rantai ini."
William menjelaskan sedikit kehebatan rantai hitamnya, atau lebih tepatnya rantai kepunyaan Merlin.
Rantai itu dihasilkan dari energi dan skill Merlin, dimana energinya dikenal dengan sebutan "Energi Kosmik" atau "Outerki". William dan yang lainnya meminjam untuk keamanan mereka masing-masing.
Untuk sekarang, yang dapat menggunakannya Outerki baru diketahui lima orang. Yaitu Merlin, Titania, Albert, Freya, dan Raja Iblis itu sendiri. Dengan kata lain, makhluk selain mereka tidak akan bisa melepaskan diri dari kekangan rantai tersebut bila mereka sudah terikat.
__ADS_1