Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Penyerahan Takhta.


__ADS_3

"Hmm~ Jadi begitu pertarungan di Kerajaan."


"Apanya yang begitu? Bagaimana dengan kelanjutan ceritanya?"


"Yah, itu tidak begitu istimewa. Malahan seperti antiklimaks. Disaat iblis itu begitu mendominasi pertarungan, Mary tampak kewalahan menghadapinya. Tetapi kemudian Leon membantunya dengan satu anak panah yang ditembakkan dari kastil ini. Setelah semua, mereka berhasil pulang dan membawa tawanannya dengan selamat."


"Huh, hanya begitu saja..."


Tidak terlalu banyak berharap, Freya mengerti kekuatan dan kemampuan Leon itu sangat tidak normal.


Mary yang terpojok oleh iblis mendengar perintah untuk menggiring iblis itu keluar dari istana. Setelah mereka keluar, Leon baru bisa menbidik iblis tersebut dari observatorium yang atapnya terbuka.


Sebenarnya, panah Leon bisa memutari planet ini layaknya orbit sebanyak puluhan kali jika dia ingin.


Itu bukanlah lelucon. Setelah aku mendapatkan kemampuan lebih, aku juga merasa bisa melakukannya. Tapi aku tidak begitu suka mengekspos. Malahan, karena aku tahu kemampuanku meningkat, aku semakin khawatir dengan kekuatan lawan.


Si Raja Iblis dengan monster aliennya.


Aku yakin, mereka pasti memiliki kekuatan yang setara dengan kami.


Di sisi lain, aku masih pemula. Belum begitu handal mempraktekkan kemampuan baruku.


Kalau saja musuh datang sekarang, aku tidak tahu apakah itu akan menjadi pertarungan yang bisa dimenangkan atau tidak.


Untuk sekarang, lebih baik menyembunyikan kekuatan dan secara diam-diam belajar cara mengendalikannya.


Aku harap musuh di sisi lain tidak menyerang kami hanya karena kami telah membunuh beberapa bawahannya.


"Sudah malam. Ayo kita tidur."


"Hei, Merlin sudah bekerja keras. Aku ingin dia tidur denganmu hanya berdua. Aku yakin dia akan senang dengan hal itu."


"Bagaimana denganmu? Kamu akan tidur di mana?"


"Kamar Atla sekarang kosong, jadi aku akan menempatinya malam ini."


"..."


"Ada apa?"


"kamu juga sudah bekerja keras. Jadi, aku akan melayani kalian berdua untuk malam ini."


"Hmph, kalau begitu cepatlah."


Perasaan apa yang sedang mereka miliki, apakah itu rasa saling cemburu atau saling peduli. Aku tidak tahu.


Aku mungkin bisa mencari tahu lebih dalam, dan bahkan mungkin bisa bertanya. Tapi apa yang akan dilanjutkan selanjutnya ketika aku sudah menemukan jawabannya? Itu pasti akan menjadi canggung.


Malam ini sama seperti malam sebelum-sebelumnya, aku menggandakan tubuhku dan memanjakan mereka satu persatu.


Setelah kami sampai di kamar, kami melanjutkan ritual untuk memperjuangkan bayi yang ada di kandungannya.


Sementara itu, aku yang lain juga pergi ke kamar tidur Merlin. Di dalamnya sudah ada keranjang untuk bayi-bayinya.


Oh, kamar ini begitu berisik. Tapi setelah Merlin mengurusnya, itu menjadi begitu tenang.


"Suami, ke sinilah. Dimna Freya?"


Dia mengundangku ke atas kasur, seperti istri yang tidak sabaran. Aku rasa dia ingin meminta sesuatu.


Tapi, dia mengganti nama panggilanku. Terlihat seperti sedang menikmati sesuatu.


"Freya menggunakan kamar Atla untuk tidur."


"Begitu ya. Kalau begitu kemarilah..."


Dia sudah tidak sabar.


Dia hanya mengenakan sutra berwarna putih dan itu begitu menawan. Tapi...


"A-Ada apa? Sudah kuduga, ini pasti kebesaran ya?"


"Iya, kenapa itu begitu besar?"


"A-Aku juga tidak menyadarinya sebelumnya. Ketika perutku kempes setelah bayinya lahir, aku baru memperhatikan kalau ini tidak normal."


Merlin malu-malu dengan ukuran ***********. Meskipun dia berusaha untuk menutupi itu dengan kedua tangannya, namun sutra miliknya membuat dia semakin erotis dengan wajahnya yang sedang merona.


Ini, apa yang baru saja dia katakan benar, itu tidak normal. Ukurannya sudah seperti buah melon. Itu terlalu besar dan agak...


"Su-Suami jangan cuma diliatin, katakanlah sesuatu~ apakah aku harus merubahnya?"


"Mm. Kupikir tidak perlu. Itu pasti berisi nutrisi untuk mereka."


"Sungguh? Kalau kamu tidak masalah maka aku akan membiarkannya tetap seperti ini."


Aku menyinggung kedua putra kami dan dia langsung tersenyum puas.


Begitu ya, jadi alasan dia begitu semangat malam ini karena keberadaan mereka.


Setelah memperhatikan ukuran payudra Merlin yang tidak normal, aku mengambil tempat duduk di sampingnya dan mengalihkan pandanganku ke arah keranjang anak-anaknya.

__ADS_1


Kupikir, aku akan kehilangan akal kalau terus menerus memperhatikan buah dadanya.


Itu sangat tidak bagus. Dia baru saja melakukan proses persalinan dan membutuhkan waktu untuk beristirahat.


"Hehe, suami, bagaimana dengan hasil kerjaku?"


"Sangat bagus. Aku senang dengan usahamu."


"Hehe, puji aku lagi~" ❤


Ini dia. Ternyata dia begitu bersemangat karena ingin dimanjain.


Kalau memang itu maunya, maka aku akan memanjakannya malam ini. Maksudku, bukan dalam artian mesum, tapi hanya dengan pujian dan perlakuan lembut lainnya, seperti itu.


Dan sementara aku memanjakannya, aku mencari kesempatan untuk bertanya kenapa salah satu putra kami memiliki rambut berwarna putih.


Di situ dia langsung menjawab kalau itu karena malaikat pada umumnya memiliki rambut berwarna putih atau perak.


Rambut berwarna kuning keemasan seperti Freya ataupun hitam itu cukup jarang.


Dan Merlin hanyalah salah satu dari banyaknya malaikat biasa. Hanya karena dia menjadi malaikat jatuh dia bisa memiiki rambut berwarna hitam.


Ngomong-Ngomong, aku membawa pembicaraan seperti itu seolah-olah itu tidak serius sama sekali. Oleh karena itu dia tidak menanggapinya lebih lanjut sehingga aku tidak menyinggungnya.


Yah, alasan kenapa dia tidak menganggap hal itu sebagai pembicaraan serius karena dia sedang dimanjakan olehku.


Dia menyandarkan tubuhnya kepadaku dan aku memeluk tubuhnya sambil mengelus kepalanya untuk melayani, membuat wanita ini larut ke dalam buaian.


"Suami, tubuhmu telah tumbuh besar, selamat."


"Uhh, rasanya agak aneh mendengar hal seperti itu."


Merlin akhirnya menyinggung pertumbuhanku. Tapi mendapatkan ucapan selamat untuk pertumbuhan rasanya agak baru.


Aku hanya belum terbiasa hidup menjadi makhluk yang bisa berevolusi.


\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=


Pagi hari berikutnya, rutinitas kami – khususnya Merlin – berubah karena keberadaan kedua bayinya.


Kami cukup baru dalam hal ini, jadi aku tidak akan berbicara banyak. Hanya saja, mereka harus mengantri untuk mendapatkan makanan dari ibunya.


Kalau saja Merlin punya empat tangan, dia pasti bisa memposisikan kedua bayinya makan secara bersamaan.


Tapi itu akan terlihat aneh, jadi lakukan saja seperti biasa.


Setelah semua, aku masih memiliki urusan di istana Aeghistar. Aku mengunjungi kediaman mertua dan mengajak mereka semua ke istana Aeghistar untuk melihat-lihat.


"Oh, ada apa ini?"


"Tuan Albert, silahkan duduk di sini."


"Ok."


Semua pengaturan dibuat olehnya. Aku disuruh duduk di singgasana dan dihadapkan dengan keenam pilar surga.


"Tuan Albert, mereka bersedia untuk menjadi bawahan Anda. Apakah Anda mau menerima mereka?"


"Uh..."


Dan dihadapkan dengan upacara yang cukup familiar.


Musuh kemarin telah menjadi budak sekarang. Aku heran kenapa mereka mau menjadi bawahanku padahal status mereka cukup tinggi di dunia ini.


"Hmm... Bahkan ayah mertua juga ingin menjadi bawahanku?"


Carol juga ikut berdiri di barisan mereka.


Apakah ini akan baik-baik saja menjadikan ayah mertua sebagai bawahan? Aku pasti akan mendapatkan kutukan karena berprilaku tidak sopan terhadap mertuaku sendiri.


"Nak, jadilah penguasa khayangan ini. Setelah mendapat pencerahan dari William, kami mungkin tidak bisa bertahan melawan invasi iblis di masa mendatang tanpamu."


Cerol berbicara mewakili semua orang.


Begitu ya. Kualitas mereka tidak buruk, tetapi tidak bagus juga. Karena kita kedatangan Alien dari luar planet yang kekuatannya masih belum teridentifikasi, itu pasti membuat siapapun menjadi cemas.


Satu-satunya jalan adalah mengandalkan aku dan keluargaku, itu sebabnya mereka menjadikanku penguasa dunia ini.


"Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu aku akan langsung memberikan kalian perintah pertama. Mulai sekarang, berusahalah untuk melatih skill bela diri kalian. Kemarin salah satu keluargaku menemukan bawahan raja iblis, dan dia terpojok oleh iblis tersebut. Kekuatannya tidak terlalu jauh berbeda dengan kalian, jadi jika kalian tidak mempersiapkan diri sejak dini, nanti kalian akan kewalahan melawan iblis."


Berbicara dengan santai seperti obrolan ini tidak begitu penting sama sekali, aku menginformasikan kekuatan musuh kepada mereka.


Hal itu membuat mereka tercengang.


"Jadi, iblis benar-benar akan menyerang?"


"Kalau itu, sebenarnya kami sendiri masih belum mengetahuinya. Mereka sudah berdiam diri di benua selatan selama ribuan tahun. Jika mereka memang berniat untuk menyerang, maka mereka pasti telah menyiapkan sesuatu selama ribuan tahun tersebut."


Atau mungkin tidak melakukan hal apapun sama sekali. Karena kami tidak tahu, makanya kami tidak dapat berasumsi. Hanya bisa berspekulasi dengan kondisinya.


Tapi ada keanehan dalam hal tersebut.

__ADS_1


Musuh memiliki alien, dan alien itu terbukti kuat. Kalau aku saja bisa mengalahkan Nodens, yang merupakan orang terkuat di dunia ini, itu berarti tidak ada alasan bagi raja iblis dan aliennya menahan invasi mereka.


Kecuali kalau ada sesuatu yang mereka takutkan, hal yang lebih hebat dari cecunguk Nodens.


Tetapi kami tidak memiliki bukti akan hal itu. Kalau memang ada orang yang lebih kuat daripada Nodens, dia pasti sudah menjadi orang yang lebih terkenal.


Carol, Titania, Hestia, dan Tristan – mereka berempat adalah orang-orang kredibel yang memiliki informasi dari asal tempat tinggal mereka masing-masing. Dan aku tidak mendapat informasi tentang orang sekuat itu dari mereka.


Satu-satunya alasan yang bisa aku terima adalah alien (atau monster tersebut) telah kehabisan energy setelah bertarung melawan empat roh agung dunia.


Benar, orang kuat yang dimaksud mungkin adalah keempat roh ini.


Kalau keempat roh agung ini saja masih bisa selamat dari pertarungannya, itu berarti monster tersebut sudah tidak sanggup untuk membunuh mereka karena alasan kelelahan tadi.


Mereka berempat mungkin telah memberikan monster itu pukulan yang cukup berat, sehingga dia membutuhkan waktu untuk pulih.


Jika memang ini alasan yang benar, aku mungkin harus memuji Ghidora dan teman-temannya. Dan cara terbaik untuk mengatasi masalah di masa depan adalah merekrut keempat roh agung ini.


Ghidora sudah ada di tanganku, sedangkan tiga lainnya masih menjadi misteri. Namun...


"Wanita bernama Miura, yang mana orangnya?"


"Hamba Miura menghadap Master."


Respon yang sangat baik. Seorang wanita dengan kapasitas energy suci yang cukup besar telah hadir di depanku setelah aku panggil.


"Tidak perlu gugup, kamu adalah teman istriku. Anggap saja aku seperti kenalan biasa. Aku cuma ingin memastikan satu hal darimu."


"Um."


Dan tampaknya aku cukup menakutkan di mata beberapa orang. Hingga membuat mereka harus mewaspadaiku.


"Ghidora, kamu bisa melihatnya dari dekat sekarang, apakah dia memiliki jiwa temanmu di dalamnya?"


"Ya. Tidak salah lagi, ini adalah jiwanya. Salah satu dari kami, Roh Agung Cahaya, Minerva."


"Baiklah, satu orang sudah terkonfirmasi."


"A-Apa yang sedang Anda sekalian bicarakan?"


Aku dan Ghidora membahas tentang seseorang, dan Miura tampak heran dengan apa yang kamu bicarakan.


Sebenarnya, kami akhirnya telah mengetahui satu hal, yaitu tentang keberadaan ketiga roh agung yang tersisa.


Berbeda dengan Ghidora yang sejak awal adalah roh terkuat di antara mereka berempat, ketiga roh agung lainnya sebenarnya kabur dengan cara bereinkarnasi.


Masuk ke dunia makhluk hidup dan bersembunyi menjadi orang biasa. Tidak, maksudku, menjadi makhluk dari bagian kehidupan dunia ini.


Agak heran dengan cara mereka berpikir, tetapi inilah satu-satunya cara mereka supaya dapat memulihkan kondisi jiwanya yang sedang sekarat setelah bertarung dengan Alien tersebut.


Kami sudah mendapatkan Roh Agung Cahaya, Minerva, di sini. Tinggal dua Roh Agung lagi untuk dapat melengkapi mereka.


Namun aku sudah tidak mengkhawatirkannya karena kami sudah mengetahui salah satunya, dan yang terakhir mungkin sudah kami dapatkan juga.


Yang terakhir adalah salah satu manusia yang pernah dilawan oleh Azure dan teman-temannya pada peperangan kemarin dengan Kerajaan suci. Atau lebih tepatnya dengan kuil Nodens.


Dia menunjukkan adanya anomali tentang jumlah kapasitas energy-nya.


Yah, aku tahu setiap makhluk hidup memiliki kesempatan menjadi kuat, tapi tidak dengan dirinya karena kapasitas energy yang meningkat pesat dalam waktu singkat itu begitu absurd hingga mengejutkan Azure dan yang lainnya.


Satu-satunya alasan yang bagus untuk menjelaskan keabsurdan itu adalah dia memiliki energy tersembunyi dari salah satu Jiwa Roh Agung.


Karena salah satunya sudah aku konfirmasi, maka roh agung yang sedang bersembunyi di tubuhnya adalah Roh Agung Bumi dan Langit.


Sedangkan untuk Roh Agung Kegelapan...


Yah, ini agak mengejutkan sedikit. Setelah kami melakukan penyelidikan, ternyata dia sudah menjadi bagian dari keluarga kami.


Dia sudah ada di keluarga kami sejak kami belum mengetahui keberadaan tentang dirinya.


Orang yang kami maksud bukan Ghidora melainkan salah satu iblis yang kami bawa dari dunia iblis.


Yah, terlepas dari roh yang bersemayam di tubuhnya, dia tetaplah keluargaku. Dan aku berjanji untuk menjaganya, apapun yang terjadi.


Sekarang setelah semua serah terima takhtanya sudah selesai, aku menyatakan tentang akuisisi kepemilikan istana Nodens.


Istana ini sudah bukan lagi milik klan Aeghistar, melainkan milik keluarga Testalia.


Hehe, ini akan menjadi tempat yang bagus untuk membesarkan anak-anakku.


Tempat ini lebih besar daripada kastilku, dan lebih bernuansa fantasi ketimbang kastilku yang dimana desain bangunannya agak modern.


Ditambah lagi, aku juga mendapat jackpot dari isi ruang harta yang ada di istana ini.


Itu benar-benar sejumlah harta yang menumpuk!!


Magic item, gulungan teknik dan pengetahuan teknologi di dunia malaikat ini, dan terakhir aku mendapatkan bagian fragmen jubah yang pernah Tristan berikan padaku.


Mereka memiliki ketertarikan satu sama lain dan saling beresonansi. Oleh karena itu, aku tidak perlu mencarinya karena mereka bisa mencari bagian tubuh mereka sendiri.


Itu benar-benar jubah ajaib.

__ADS_1


Sekarang, untuk memperkuat pasukan di sisi kami akan menjadi lebih mudah dengan semua sumber daya ini....


__ADS_2